BAB III TINJAUAN KHUSUS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III TINJAUAN KHUSUS

Fungsi Teknologi Estetika 6/1/2010

TEORI & STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1

HOME OF MOVIE. Ekspresi Bentuk BAB III TINJAUAN KHUSUS. Ekspresi Bentuk. III.1 Pengertian Tema. Pengertian Ekspresi, adalah :

Mereka pun sering mewakili Indonesia sebagai duta negara ke mancanegara untuk memamerkan karya dan keahlian seni pahat mereka. 1 Dalam membuat suatu M

BAB VI KONSEP PERANCANGAN

PENDAHULUAN. Berbicara tentang tempat tinggal, kota Jakarta menyediakan lahan yang

BAB I PENDAHULUAN I. 1 Latar Belakang

PERSEPSI BENTUK. Fungsi Bentuk Modul 4. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

Perancangan gedung rawat inap rumah sakit dengan pendekatan Green Architecture khususnya pada penghematan energi listrik. Penggunaan energi listrik me

BAB I PENDAHULUAN. Skripsi / Tugas Akhir Angkatan 60 Universitas Mercu Buana Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Pada saat ini keterbatasan lahan menjadi salah satu permasalahan di Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Jakarta merupakan Ibukota dari Indonesia, oleh sebab itu industri dan

BAB III DESKRIPSI PROYEK. : Bandung Technological Park. : Jl. Rancanumpang, Gedebage. Luas Lahan Perancangan

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.1.1 Latar Belakang proyek

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

`BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

DATTA SAGALA WIDYA PRASONGKO, 2016 PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP SISTEM SIRKULASI GEDUNG FPTK UPI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Eksistensi Proyek. kota besar di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan jumlah

ASPEK-ASPEK ARSITEKTUR BENTUK DAN RUANG.

BAB III METODE PERANCANGAN. dalam mengembangkan ide sebuah rancangan. Langkah-langkah ini meliputi

BAB V KESIMPULAN ARSITEKTUR BINUS UNIVERSITY

BAB III ELABORASI TEMA

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Kebutuhan akan merancang memerlukan beberapa aspek data dan metode

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Persoalan tempat tinggal masih menjadi masalah pelik bagi penduduk di

BAB I PENDAHULUAN. Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara. yang Berhubungan dengan Arsitektur.

BAB V KAJIAN TEORI. Pengembangan Batik adalah arsitektur neo vernakular. Ide dalam. penggunaan tema arsitektur neo vernakular diawali dari adanya

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB 3 METODE PERANCANGAN. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan Convention and

SEKOLAH TINGGI SENI TEATER JAKARTA

BAB V KONSEP PERANCANGAN. Gaya dari perancangan interior Museum permainan tradisional Jakarta ini mengarah pada gaya

BAB V KAJIAN TEORI. Tema desain menjadi sebuah konsep untuk merancang dan membuat

BAB III METODE PERANCANGAN. Ide perancangan ini muncul dikarenakan tidak adanya suatu tempat untuk

BAB III METODE PERANCANGAN. proses merancang, disertai dengan teori-teori dan data-data yang terkait dengan

MEDAN TRADITIONAL HANDICRAFT CENTER (ARSITEKTUR METAFORA)

Arsitektur Hijau BAB III TINJAUAN KHUSUS PROYEK. mengurangi kenyamanan dari club house itu sendiri.

MILIK UKDW BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar belakang

KONSEP RANCANGAN. Latar Belakang. Konteks. Tema Rancangan Surabaya Youth Center

BAB V. Konsep. bangunan. memaksimalkan potensi angin yang dapat mengembangkan energi

BAB III METODE PERANCANGAN

APLIKASI REGIONALISME DALAM DESAIN ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. pemukiman kumuh di kota yang padat penduduk atau dikenal dengan istilah urban

BAB IV PERANCANGAN MUSEUM ETNOBOTANI INDONESIA

BAB VI KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

aktivitas manusia. 4 Karbon dioksida dari pembakaran bahan bakar fosil dan penggundulan lahan yang menjadi penyebab utama Bumi menjadi hangat, baik pa

BAB IV: KONSEP. c) Fasilitas pendukung di hotel (event-event pendukung/pengisi kegiatan kesenian di hotel)

BAB III METODE PERANCANGAN. kualitatif, karena penelitian ini bertujuan membuat deskripsi, gambaran atau

Sudirman Green Office

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

ESTETIKA BENTUK SEBAGAI PENDEKATAN SEMIOTIKA PADA PENELITIAN ARSITEKTUR

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V KONSEP DASAR. Konsep dasar yang digunakan dalam perancangan Kepanjen Educaion. Prinsip-prinsip tema Arsitektur Perilaku

FITNESS CENTRE DAN SPA DI SEMARANG

BAB V KONSEP PERENCANAAN

BAB 3 TINJAUAN KHUSUS TEMA

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Peningkatan jumlah penduduk di Indonesia sekarang ini semakin meningkat

DAFTAR ISI. LEMBAR PENGESAHAN... i. PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR... ii. PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN TUGAS AKHIR...

BAB III. Ide Rancangan. pengganti material kayu yang semakin susah diperoleh dan semakin mahal harga

BAB 4 KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. berubah dibandingkan dengan perancangan bangunan tempat ibadah pada masa

TEORI ARSITEKTUR 1 CIRI VISUAL BENTUK. dosen penanggung jawab: Hamdil Khaliesh, ST.

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Jakarta adalah kota yang setiap harinya sarat akan penduduk, baik yang

BAB I PENDAHULUAN. kesulitan dalam menggunakan panca indera, muncul berbagai penyakit yang

BAB III METODE PERANCANGAN. Metode perancangan merupakan penjelasan tahapan-tahapan yang akan

BAB 6 HASIL PERANCANGAN

BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN. dari awal proses merancang, disertai dengan teori-teori dan data-data yang

04FDSK. Persepsi Bentuk. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proyek

BAB 3 METODE PERANCANGAN. berisi sebuah paparan deskriptif mengenai langkah-langkah dalam proses

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB III METODE PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. agama mempunyai rumah ibadah masing-masing.

KONSEP DESAIN Konsep Organisasi Ruang Organisasi Ruang BAB III

BAB 5 KONSEP PERANCANGAN. Terakota di Trawas Mojokerto ini adalah lokalitas dan sinergi. Konsep tersebut

BAB III KONSEP PERANCANGAN PUSAT ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN RUSIA

BAB I PENDAHULUAN. Kenyamanan dan perasaan nyaman adalah penilaian komprehensif

BAB III METODE PERANCANGAN. Pengembangan Seni Rupa Kontemporer di Kota Malang ini menggunakan

BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG. Latar BelakangProyek. Hunian tidak asing lagi di telinga masyarakat umum. Hunian merupakan

BAB I PENDAHULUAN. dimana arsitektur itu berada (Rapoport, 1969). Rapoport membagi arsitektur menjadi

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

BAB III METODE PERANCANGAN. perancangan ialah merupakan metode dalam sebuah perancangan. Yang hal ini bisa

Gedung Perkuliahan Jurusan Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Latar Belakang Perancangan. Pusat perbelanjaan modern berkembang sangat pesat akhir-akhir ini.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. Service), serta media alam sebagai media pembelajaran dan tempat. school melalui penyediaan fasilitas yang mengacu pada aktivitas

BAB V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang. Latar Belakang Proyek. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu program

LAMPIRAN 1 PERAN ENERGI DALAM ARSITEKTUR

Transkripsi:

BAB III TINJAUAN KHUSUS 3.1. Tema Tema yang diambil menyagkut hal yang berkaitan dengan bentuk mengikuti fungsi, tema ini menjadi dasar ekspresi bentuk yang informatif dan disesuaikan kepada fungsi karena tema ini sangat berkaitan erat dengan judul yang diangkat oleh penulis seperti yang diuraikan pada tinjauan umum yaitu : Form Follow Function. 3.1.1. Pengertian Form Form adalah bentuk, bentuk berarti wujud/rupa, bentuk mempunyai nilai seni bila bentuk itu menjadi hasil dari sebuah pemikiran yang unik. Menurut Ching (1979;50), Wujud atau ujud merupakan hasil dari konfigurasi tertentu dari permukaan-permukaan dan sisisisi bentuk Menurut Abecrombie (1984;37), Obyek-obyek dalam persepsi kita memiliki wujud / ujud. 3.1.2. Pengertian Function 3.2. Alasan Pemilihan Tema Function adalah fungsi, fungsi berarti kuanti yang berhubungan. Dalam pengertian lain adalah sesuatu yang berguna dalam suatu hal. Pemilihan tema ini berdasarkan dari setiap fungsi ruang yang dibutuhkan, peralatan dan kebutuhan serta fungsinya sebagai entertainment centre yang pada akhirnya mempengaruhi bentuk bangunannya, karena setiap kegiatan dan fungsinya memiliki peran yang berbeda-beda, namun untuk mengetahui apa saja peran dan fungsinya masing-masing tentunya ditarik kesimpulan dengan cara pengamatan, wawancara, studi literatur, dan lain-lain. 22

Fungsi yang dimaksud adalah: 1. Alat alat penyedia informasi seperti komputer yang berfungsi untuk menyimpan seluruh data hasil pengamatan, perletakan komputer ini harus disesuaikan dengan fungsi dan posisi serta keamanan serta tempertur suhu yang harus selalu stabil, karena dampak yang terjadi adalah kekacauan seluruh sistem yang sedang berjalan. 2. Penataan sebuah ruang display pengamatan yang efektif, dan bagaimana penerapannya terhadap alat-alat sesuai fungsinya. 3. Sebuah tempat untuk perletakan alat-alat seperti: 4. Diperlukan sebuah ruangan dengan spesifikasi khusus untuk ruang server yang dimanfaatkan sebagai ruang kontrol bangunan maupun sirkulasi orang / pengunjung. 5. Fungsi sebuah ruang sinema untuk pemutaran film juga disesuaikan dengan bentuk yang nyaman, aman, dan baik secara akustik. Maka dalam penulisan skripsi ini tema Form Follow Function sebagai salah satu tema yang dianggap sesuai, oleh sebab itu studi dan analisa pembahasan mengenai bentuk dari fungsi lebih ditekankan sebagai aspek yang paling mempengaruhi ekspresi konsep dan desain perencanaan bangunan yang akan dibuat. 3.3. Tinjauan Teoritis Form Follow Function Menurut para modernis, fungsi dapat dikategorikan sebagai penentu bentuk atau panduan menuju bentuk menurut Yuswandi Salya (1999), fungsi menunjukkan kearah mana bentuk akan ditentukan. Bentuk dan ekspresi dapat menentukan bagaimana secara arsitektur dapat meninggikan nilai suatu karya, dan dapat memperoleh tanggapan atau mengungkapkan suatu makna bentukbentuk yang terjadi timbul dari sebuah nilai-nilai emosi hasil kerjasama antara benda dan ukurannya. 23

Setiap perancangan dalam memenuhi sebuah kebutuhan harus dapat memiliki fungsi. Kebutuhan tersebut dapat berupa kenyamanan, pencahayaan, pengudaraan, kebutuhan akan kegiatan dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sifat kegiatan yang diinginkan. Fungsi timbul akibat dari adanya sebuah kebutuhan manusia dalam usaha mempertahankan dan untuk mengembangkan hidupnya. Fungsi akan menimbulkan sebuah bentuk dan fungsi merupakan suatu pertimbangan utama dalam sebuah perancangan bentuk. Suatu fungsi memiliki bermacam-macam bentuk hal ini tergantung pada bagaimana keadaan dan lingkungan sekitarnya. Dari beberapa dasar inilah maka timbul suatu teori yang menyatakan bentuk memiliki fungsi, ditafsirkan sebagai sebuah wadah bagi manusia dalam menjalankan segala macam kegiatan atas dasar kekuatan yang dimilikinya. 3.4. Fungsi Dalam Arsitektur Menurut Para Tokoh Arsitektur Fungsi menurut para tokoh arsitektur adalah fungsi yang dapat memiliki dampak positif terhadap bangunan yang akan dirancang jika fungsi yang dibahas oleh penulis berkaitan dengan arsitektur, jadi bagaimana agar memperoleh bentuk optimal sehingga dapat mengakomodasikan segala kegiatan maupun aktifitas manusianya yang disesuaikan pada alat-alat yang digunakan. Fungsi arsitektur menurut Geoffrey Broadbent memiliki enam kriteria, yaitu : Environmental Filter, Bangunan bisa mengontrol iklim. Container of Activities, Bangunan sebagai wadah kegiatan-kegiatan yang menempatkannya pada tempat yang khusus dan tertentu. Capital Investment, Bangunan dapat memberikan nilai lebih pada tapak. Aesthetic Function, Bangunan akan menyenangkan bila bangunan tampak bagus dan cantik, sesuai dengan imajinasi yang fashionable atau trend. 24

Jadi Broadbent memahami fungsi sebagai apa saja yang dipancarkan dan diinformasikan oleh arsitektur melalui panca indera kita. Menurut Larry L Ligo, fungsi dapat dijalankan oleh arsitektur untuk menjawab fungsi sebagai konsep. Kelima fungsi menurut Larry L. Ligo yang diambil dari (Concept of Function of the Twentieth Century Architecture) adalah): Structural Articulation, menunjuk baik pada pengupasan dalam desain, dan material struktur serta metode sebuah bangunan. Physical Function, meliputi kontrol dari factor lingkungan (environmental factor), dan akomodasi bangunan terhadap aspek aspek fisik dari tujuan yang diinginkan. Psychological Function, mengacu kepada feelings (perasaan atau rasa) dimana bangunan itu berbaur dengan para pengamatnya. Social Function, Mengacu pada konkritisasi dan institusi sosial dan karakteristik yang bernilai dari budaya atau masa tertentu. Cultural / existensial Function, (fungsi budaya / keberadaan) mengacu pada konkritisasi dari nilai-nilai universal atau struktur subconscious dari spatial dan orientasi psikologis yang berhubungan lebih kepada esensi kemanusiaan daripada kepada hidup manusia dalam satu waktu dan tempat tertentu. Jadi Larry L. Ligo memaparkan fungsi sebagai tugas atau pekerjaan ataupun efek efek. Yang dapat ditimbulkan oleh arsitektur. Jan Mukarowsky mengatakan bahwa, fungsi bangunan ditentukan oleh tujuan langsung dalam konteks penggunanya dan memiliki tujuan historis yaitu dimana fungsionalitas tidak hanya ditentukan oleh suatu anggapan praktis secara langsung tetapi juga oleh peraturan-peraturan yang tidak berubah (seperangkat norma-norma). Arsitektur tidak hanya memiliki dan memerankan satu macam fungsi, melainkan mampu melaksanakan sejumlah fungsi, menurut Josef Prijotomo dalam teorinya. 25

Beberapa pendapat dari para tokoh arsitektur diatas tentang peran fungsi dalam arsitektur maka fungsi menjadikan bangunan arsitektur menjadi bermakna dan berwarna. Dengan keragaman makna inilah fungsi menjadikan hal yang sangat erat kaitannya dalam arsitektur khususnya dalam bentuk - bentuk arsitektur yang terjadi. 3.5. Latar Belakang Perencanaan 3.5.1. Kejelasan sebuah bentuk dan fungsi dalam mengarahkan bangunan Bermacam-macam bentuk bangunan arsitektur adalah cerminan dari peradaban, suku, adat, dan budaya yang berbeda-beda, beberapa puladengan budaya barat tetapi dengan segala perbedaan itu arsitektur justru mampu menunjukkan kekayaan khasanah arsitekturnya yang natural. Banyak arsitektur di Indonesia khususnya yang mencerminkann arsitektur vernakular. Tetapi juga banyak arsitektur di Indonesia yang latah kebarat-baratan, tentunya ini mengarah kepada kebudayaan. Menggunakan bentuk yang menyesuaikan fungsi dan kebutuhan dalam desain entertainment centre, ini tentunya tak lepas dari jiwa sensitifitas kebutuhan akan media yang digunakan. Oleh karena itu, funsi disini tidak hanya sebagai tempat / wadah. Fungsi yang dimaksud berarti mengarahkan sebuah bangunan kepada maksud tertentu, fungsi yang dimaksud adalah Container off Activities artinya bangunansebagai wadah kegiatan yang dapat menempatkan pada tempat yang khusus dan tertentu, Capital Investment yaitu bangunan dapat memberikan nilai lebihpada tapak. Aesthetik Function yaitu bangunan akan menyenangkan bila bangunan tampak bagus yang fashionable. 3.5.2. Bentuk Dan Fungsi Dalam Arsitektur Dari teori yang telah dijelaskan sebelumya, bentuk dan fungsi dalam arsitektur merupakan perwujudan fisik sebagai suatu wadah bagi aktifitas / kegiatan yang menempatkan pada tempat yang khusus dan tertentu yaitu Container of Activities oleh karena itu hasil proses dari keduanya akan dapat menghasilkan sebuah penyajian seperti sarana untuk memecahkan suatu masalah dalam 26

lingkungannya sebagai respon atas segala kondisi ruang lingkupnya secara arsitektural. Menurut Vitruvius, bila mau dikaitkan dengan fungsi tentunya merupakan gabungan antara tehnik dengan beauty / delight (Saliya,1999). Bentuk dalam arsitektur meliputi permukaan luar dan ruang dalam. Pada saat yang sama bentuk maupun ruang mengakomodasi fungsi fungsi baik berupa fisik maupun nonfisik. Fungsi dikomunikasikan kepada pengamat melalui bentuk. Kaitan antara fungsi dan bentuk menghasilkan ekspresi bentuk. Bentuk adalah perwujudan dari organisasi ruang yang merupakan hasil dari proses pemikiran, didasarkan atas pertimbangan fungsi dan usaha pernyataan diri, menurut Hugo Haring. 3.5.3. Konsep Form Follow Function Tema yang diambil adalah Form Follow Function ini berarti bentuk dibuat berasal dari sebuah fungsi yang melatarbelakangi proses berfikir menuju ke arsitekturalnya. Dalam arsitektur kita banyak mengenal tentang teori-teori berfikir bagaimana konsep dasar arsitektur dibuat begitupun tema form follow function, tema ini dirasakan memiliki hubungan yang kuat dengan arsitektur. Berbagai kemajuan teknologi penemuan-penemuan baru tentang bahan-bahan bangunan. Bermacam perkembangan kebudayaan, menjadi awal pengaruh yang besar pada hasil sebuah karya terbaik menciptakan kreasi yang lebih baru. Ciri-ciri yang dimiliki arsitektur pada konsep Form Follow Function adalah: a. Pemakaian bahan-bahan yang terbuat dari pabrik diperlihatkan secara jujur. b. Pada eksterior dan interior bentuk terjadi secara vertikal dan horizontal. c. Bersifat fungsional, bangunan menjadi baik dan mencapai tujuan apabila bentuk yang terjadi sesuai dengan fungsinya. d. Perencanaan dan perancangannya menggunakan skala manusia. 27

e. Dapat menyesuaikan terhadap lingkungan sekitar. f. Memperlihatkan konstruksinya. g. Bentuk simple, sederhana, dan bersih dari ornamen berasal dari bentuk-bentuk. Pada beberapa konsep arsitektur di dunia ini memang ada yang mengagungkan sebuah ornamen dalam perencanaan dan perancangan dalam sebuah desain arsitektur. Tapi masih dapat ditoleransi bahwa ornamen pada bangunan dapat memiliki kegunaan seperti penunjuk arah, identitas bangunan, atau sebagai penarik sesuatu, maka ornament dapat dianggap sebagai hal yang fungsional. 3.6. Studi Banding Rumah Dome Tahan Gempa Gambar 3.1. Rumah DOME Penerapan desain pada bangunan ini termasuk ke dalam arsitektur fungsionalis karena disain suatu bangunan didasarkan pada tujuan dan fungsi bangunan tersebut (form follow function). 28

Gambar 3.2. Rumah DOME Fungsionalisme konstruksi bangunan antioksidan yang sehat Dengan menyatukan solusi antioksidan ke pengembangan polystyrene, atau bahan bangunan untuk Rumah Dome, oksigen aktif dapat ditekan, sehingga berfungsi mencegah penuaan dan memulihkan kesehatan. Juga, karena Dome House adalah bangunan bebas formaldehida. Gambar 3.3. Cara kerja rumah DOME Ultra-isolasi termal sifat-sifat yang memungkinkan penghematan energi Karena Kubah Rumah diperluas pengembangan polystyrene sebagai bahan bangunan, isolasi termal yang sangat baik dapat diperoleh. Juga, karena berbentuk kubah, Rumah Kubah memungkinkan udara beredar dengan konveksi tanpa terkumpul di sudut-sudut. Untuk alasan ini, biaya AC dapat dikurangi secara substansial. 29

Gambar 3.4. Cara kerja rumah DOME Ketahanan Semi permanen Tidak hanya struktur Rumah Kubah yang paling stabil dalam bentuk, tetapi juga, tidak seperti besi, yang tidak bisa berkarat, juga, tidak seperti kayu, yang tidak bisa busuk atau dimakan oleh rayap. Rumah Kubah menawarkan ruang hidup yang nyaman semi-permanen,yang dilatarbelakangi oleh kebutuhan dari fungsi penghuni didalamnya. Gambar 3.5. Cara kerja rumah DOME Tahan angin badai Kelengkungan-arus sebuah kubah membantu untuk menghantarkan energi angin. Gambar 3.6. Cara kerja rumah DOME 30

Tertinggi di dunia tahan gempa Rumah Kubah tidak hanya stabil dalam struktur tetapi juga sangat ringan. Karena ringan ini maka Rumah Kubah dapat menahan gempa bumi. Gambar 3.7. Cara kerja rumah DOME Biaya sangat rendah Rumah Kubah sederhana, karena merupakan bangunan prefabrikasi dengan sejumlah kecil bagian. Setiap bagian Rumah Kubah ringan dan mudah dibawa, membuat perakitan cukup mudah. Karena pembangunan Rumah Kubah hanya memerlukan sedikit tenaga dan waktu yang sangat singkat maka memungkinkan untuk mengurangi jumlah tenaga kerja cukup besar. Ukuran-ukuran Lingkungan Karena pengembangan polystyrene dibuat hanya dari karbon dan hidrogen, cetakan pengembangan polystyrene adalah sangat ramah lingkungan. Pembangunan Rumah Dome tidak menghasilkan limbah apapun, juga tidak melibatkan penebangan hutan (tidak menggunakan bahan kayu). Kekuatan Kubah Rumah Kubah tidak memiliki sudut di dalam ruangan. Tidak hanya ada di sudut ruangan, tetapi juga tidak ada batas antara dinding dan langit-langit. Ruang terbuka yang cerah ini diliputi dengan cahaya penuh dengan kehangatan dan kenyamanan yang tak terlukiskan. 31