GOLF MODUL 5: Pendahuluan

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL 8 BADMINTON Pendahuluan

TENIS MODUL 3. Pendahuluan

ANALISIS MEKANIKA CABANG OLAHRAGA

MODUL 6: BOLA VOLI Pendahuluan

Baseball Batting. Mekanika. Teknik

BIOMEKANika olahraga. dr. Hamidie Ronald, M.Pd, AIFO. Biomekanika/ikun/2003 1

RUNNING SKILLS. Skill highlights

BAT KAYU VS BAT ALUMINIUM

BAB 2 Sweet Spot Raket Tenis

BAB 3 DINAMIKA GERAK LURUS

BAB 3 DINAMIKA. Tujuan Pembelajaran. Bab 3 Dinamika

A. Pendahuluan. Dalam cabang ilmu fisika kita mengenal MEKANIKA. Mekanika ini dibagi dalam 3 cabang ilmu yaitu :

KONSEP-KONSEP KINEMATIKA

Abdul Mahfudin Alim, M.Pd Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

MODUL 2 ANALISIS MEKANIKA SPRINT

A. Definisi... 1 B. Fungsi... 1 C. Evaluasi... 4 D. Daftar Pustaka... 6

TITIK BERAT DAN STABILITAS (CENTER OF GRAVITY DAN STABILITY)

PEMBELAJARAN TEHNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLLI OLEH SUARDI. B

LOMPAT JANGKIT. B. Pengertian Lompat Jangkit (Triple Jump)

Dinamika. DlNAMIKA adalah ilmu gerak yang membicarakan gaya-gaya yang berhubungan dengan gerak-gerak yang diakibatkannya.

TEKNIK ROWING. Kegiatan Belajar 2:

LOMPAT TINGGI. Ad 1. Tinggi CG saat take off (H1)

Chapter 11 Adaptasi Biomekanika pada Latihan

Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Volume 2 : Hal , Desember 2015 IDENTIFIKASI KETERAMPILAN PUKULAN OLAHRAGA WOODBALL. Putu Citra Permana Dewi

BAB I PENDAHULUAN. Pada hakikatnya maksud permainan tenis adalah untuk berolahraga. Tapi

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

BAB I PENDAHULUAN. penggemarnya. Cabang olahraga ini banyak dilakukan oleh anak-anak, remaja, orang

II. TINJAUAN PUSTAKA. mendorong, membimbing mengembangkan dan membina kemampuan

GULAT (WRESTLING) Sebuah pengantar: Biomekanika Dasar Untuk para Pelatih Gulat. Drs. Yadi Sunaryadi, MPd

Pembelajaran Senam: Pendekatan Pola Gerak Dominan. Agus Mahendra FPOK Universitas Pendidikan Indonesia

LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENELITIAN Test of Gross Motor Development 2 (TGMD-2)

MEKANIKA GERAK. Oleh: AGUS MAHENDRA FPOK UPI

BAB III METODE PENELITIAN. mengarah pada tujuan penelitian serta dapat dipertanggungjawabkan secara. pada ketepatan dalam penggunaan metode.

Aplikasi Biomekanika dalam Pendidikan Jasmani

KESEIMBANGAN BENDA TEGAR

SPRINT. Kegiatan Belajar 5:

Pilihlah jawaban yang paling benar!

Pelatihan Ulangan Semester Gasal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS. Kinesiologi adalah ilmu yang mempelajari tubuh manusia pada waktu

Dinamika Rotasi, Statika dan Titik Berat 1 MOMEN GAYA DAN MOMEN INERSIA

bab 1 gerak dasar kata kunci berjalan memutar melempar berlari mengayun menangkap melompat menekuk menendang

ANGKA UKUR. Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir.

5. Tentukanlah besar dan arah momen gaya yang bekerja pada batang AC dan batang AB berikut ini, jika poros putar terletak di titik A, B, C dan O

Angular Distance dan Displacement

II. TINJAUAN PUSTAKA. maupun untuk putri. Unsur fisik yang diperlukan dalam nomor tolak ini adalah

MEKANISME GERAK SISTEM MUSKULOSKELETAL. Sasanthy Kusumaningtyas Departemen Anatomi FKUI

MEKANIKA UNIT. Pengukuran, Besaran & Vektor. Kumpulan Soal Latihan UN

I. PENDAHULUAN. Pendidikan Jasmani merupakan pendidikan yang mengaktulisasikan potensipotensi

LOMPAT JANGKIT. Dalam lompat jangkit ada 3 tahapan yang harus dilaksanakan yaitu : 1. Tahapan Hop ( Jingkat ) Design by R2 Bramistra

BENTUK-BENTUK LATIHAN MULTILATERAL

RINGKASAN MATERI. Pengembangan gerak dasar adalah merupakan suatu proses untuk memperoleh gerak yang senantiasa berkembang berdasarkan :

SOAL SELEKSI OLIMPIADE SAINS TINGKAT KABUPATEN/KOTA 2014 CALON TIM OLIMPIADE FISIKA INDONESIA 2015

Memahami Jenis-jenis Stick / Klub Golf

Teknik Dasar Permainan Bola Basket Beserta Gambarnya

dengan g adalah percepatan gravitasi bumi, yang nilainya pada permukaan bumi sekitar 9, 8 m/s².

Jawaban Soal OSK FISIKA 2014

BAB 1 GERAK DASAR KATA KUNCI BERJALAN MEMUTAR MELEMPAR BERLARI MENGAYUN MENANGKAP MELOMPAT MENEKUK MENENDANG

1 Asimetri Kemampuan usia 4 bulan. selalu meletakkan pipi ke alas secara. kedua lengan dan kepala tegak, dan dapat

Kinematika Gerak KINEMATIKA GERAK. Sumber:

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dari kegiatan pendidikan. Manusia membutuhkan pendidikan

BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... ABSTRAK...

PERKEMBANGAN GERAK MANIPULATIF

SILABUS MATA KULIAH FISIKA DASAR

Journal of Sport Sciences and Fitness

BAB VIII RENANG. 150 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

Bab 6 Momentum Sudut dan Rotasi Benda Tegar

BAB 1 PENDAHULUAN. Softball merupakan salah satu cabang olahraga yang saat ini sedang

INSTRUMEN OBSERVASI PENILAIAN FUNGSI KESEIMBANGAN (SKALA KESEIMBANGAN BERG) Deskripsi Tes Skor (0-4) 1. Berdiri dari posisi duduk

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Fisika

DINAMIKA PARTIKEL KEGIATAN BELAJAR 1. Hukum I Newton. A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda

2.4.1 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik Menunjukkan perilaku disiplin selama pembelajaran.

PERMAINAN MENUJU CABANG OLAHRAGA SOFTBALL

MEKANIKA. Oleh WORO SRI HASTUTI DIBERIKAN PADA PERKULIAHAN KONSEP DASAR IPA. Pertemuan 5

Bab VI Dinamika Rotasi

Olimpiade Sains Nasional 2012 Tingkat Propinsi. F i s i k a

TUJUAN :Mahasiswa memahami konsep ilmu fisika, penerapan besaran dan satuan, pengukuran serta mekanika fisika.

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Atletik merupakan aktifitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. permainan tenis meja dikenal bangsa Indonesia kira-kira pada tahun 1930.

C. Momen Inersia dan Tenaga Kinetik Rotasi

GMBB. SMA.GEC.Novsupriyanto93.wordpress.com Page 1

SOAL DINAMIKA ROTASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BESARAN VEKTOR B A B B A B

KINEMATIKA GERAK 1 PERSAMAAN GERAK

USAHA, ENERGI DAN MOMENTUM. Fisika Dasar / Fisika Terapan Program Studi Teknik Sipil Salmani, ST., MS., MT.

BAB - 3 T O R S I. Gambar 3.2

MEKANIKA TEKNIK. Sitti Nur Faridah

SILABUS : : : : Menggunakan alat ukur besaran panjang, massa, dan waktu dengan beberapa jenis alat ukur.

Pengertian Momen Gaya (torsi)- momen gaya.

LATIHAN FISIK SEBAGAI PENDUKUNG ASUHAN GIZI BAGI LANSIA DR.dr.BM.Wara Kushartanti

: LANTAI PERINGKAT 1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BIDANG STUDI : FISIKA

LAMPIRAN 1 JUDUL PENELITIAN HUBUNGAN LETAK LESI INSULA DENGAN FUNGSI MOTORIK PADA PASIEN STROKE ISKEMIK INSTANSI PELAKSANA : RSUP DR.

A. Daya Tahan dan Kekuatan Otot

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR MODUL 5 MOMEN INERSIA

PETUNJUK UMUM Pengerjaan Soal Tahap 1 Diponegoro Physics Competititon Tingkat SMA

Pola Gerak Tolakan dan Pendaratan Keterampilan Senam Berbasis Lompatan

Transkripsi:

MODUL 5: GOLF Pendahuluan Tujuan dari permainan golf adalah memindahkan bola dari satu tempat (posisi) ke tempat lainnya dengan jumlah pukulan yang sedikit mungkin. Posisi awal bola berada di tee, dan posisi akhir yang diinginkan adalah bola masuk ke lubang dengan jarak yang sudah ditentukan. Perpindahan (displacement) bola biasanya ditentukan oleh pukulan, atau rangkaian pukulan dimana bola melayang di udara dan kemudian memantul dan mengelinding. Dengan pengecualian putting, maka jarak tempuh bola selama melayang di udara paling menentukan dari proporsi perpindahan yang dicapai bila dibandingkan dengan pantulan dan rolling bola Golf merupakan permainan yang menggunakan stik (club) dimana penggunaan panjang-pendeknya club ditentukan oleh jarak pukulan ke arah sasaran (green). Jenis pukulan golf merupakan pola pukulan yang dilakukan dari bagian bawah lengan (underarm striking pattern) yang sama dengan gerak melempar (throwing), dengan modifikasi dari aksi lengan. Pola gerak memukul ini disebut reversed underarm pattern, karena untuk pegolf dengan tangan kanan, lengan kiri mengarahkan kekuatan dan ayunan ke bawah lengan kiri dengan 98

posisi abduksi dan bukan aduksi. Jenis keterampilan ini berbeda dengan pola underarm lainnya dimana kedua lengan aktif bergerak Dalam modul ini akan dibahas 1 (satu) hal, yang terbagi dalam (1) kegiatan belajar, yaitu: 1. Kegiatan Belajar : Analisis Mekanika Golf, yang mencakup: 1.1 Backswing 1.2 Moment arm 1.3 Swing time 1.4 Kecepatan Bola 1.5 Kecepatan ayunan 1.6 Putting Setelah selesai mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan tentang analisis mekanika nomor sprint Secara lebih rinci, setelah mempelajari modul ini mahasiswa dapat 1. Menjelaskan Fase-fase dalam golf stroke 2. Menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap waktu ayunan, kecepatan bola, dan kecepatan ayunan 3. Menjelaskan teknik putting dengan baik Petunjuk belajar: Untuk memahami materi modul ini dengan baik, serta mencapai kompetensi yang diharapkan, maka pergunakanlah strategi belajar berikut ini: 1. Bacalah modul ini dengan seksama, tambahkan catatan pinggir, berupa tanda tanya atau garis bawahi konsep yang relevan sesuai dengan pemikiran yang muncul 99

Diskusikan dengan teman beberapa konsep yang dianggap relevan 2. Kerjakan tugas dalam kasus, gunakan pengalaman dan wawasan anda terhadap kasus serupa di lingkungan anda 3. Kerjakan tes formatif seoptimal mungkin, dan gunakan rambu-rambu jawaban untuk mengevaluasi apakah jawaban anda sudah memadai 4. Buatlah beberapa catatan kecil hasil diskusi, untuk digunakan dalam pembuatan tugas mata kuliah dan ujian akhir mata kuliah 100

Gambar 1. Rangkaian gerakan ayunan golf two-arm underarm pattern Meskipun lengan kanan memberikan kontribusi terhadap kekuatan, tetapi lengan kanan ini digunakan terutama untuk memperkuat pegangan dengan club. Broer dan Houtz (1967) telah mengklasifikasikan keterampilan ini sebagai sidearm pattern. Sekalipun demikian, dalam pembahasan ini diklasifikasikan sebagai underarm pattern dengan dasar pada gerakan lengan kiri dari posisi 101

horisontal di atas atau setinggi bahu pada ketinggian backswing ke arah bawah sampai paralel dengan sumbu togok pada saat impact. Broer dan Houtz menyatakan bahwa terdapat aktivitas dari otot-otot lengan kiri yang lebih besar yang mendukung pernyataan bahwa aksi lengan ini memberikan kntribusi banyak kekuatan, dari pada yang dilakukan lengan kanan. Konsep ini masih merupakan perdebatan. 1. Backswing Pada ketinggian backswing, aksi panggul diputar hampir 90 derajat dan rotasi tulang belakang telah memutar togok bagian atas. Pada saat terjadi perpindahan berat badan ke kaki kiri, medial rotasi panggul kiri memutar bagian ini sejajar dengan arah pukulan bola. Pada pegolf yang terampil, rotasi panggul dimulai sebelum bahu dan pergelangan tangan menyelesaikan gerakannya ke belakang. Karena panggul bergerak ke depan, maka menyebabkan kedua lengan bergerak ke bawah. Aksi pada bahu dimulai pada waktu lengan mencapai posisi horisontal; aksi pada pergelangan tangan diperlama sampai lengan mendekati posisi vertikal. 2. Lengan momen (moment arm) Panjang lengan momen dari tuas panggul dan tulang belakang harus diukur dari gambar yang diambil dengan kamera yang ditempatkan segaris dengan arah pukulan bola. Lengan momen seperti pada gambar 2 102

Gambar 2. Panjang lengan momen pada sikap stance diukur tegak lurus sebagai jarak tegak lurus dari sumbu rotasi spinal sampai titik berat bola, b (pitching wedge), c (driver), d (5- iron) Ditentukan oleh panjang club dan lengan pegolf dan besarnya fleksi tulang belakang, maka panjangnya lengan momen untuk aksi panggul adalah 0,9 1,2 m. Faktor-faktor ini mempengaruhi lengan momen untuk aksi tulang belakang, yang lebih besar dari lengan momen untuk panggul. Kecepatan anguler pada panggul dan tulang belakang lebih kecil dari pada kecepatan anguler pada bahu. Kontribusi linier dari aksi persendian adalah 70% dari pergelangan tangan, 20% bahu, dan 5% panggul dan tulang belakang. Karena akurasi begitu penting dalam golf, Cochran dan Stobbs (1968) menyatakan bahwa pola gerakannya harus sederhana mungkin. Tuas yang penting adalah tuas yang beraksi pada sendi bahu dan pergelangan tangan. Perbedaan antara pegolf yang 103

terampil dengan yang kurang terampil terdapat pada kesederhanaan aksi dan kemampuannya untuk menciptakan power pada otot-otot yang terlibat. 3. Club yang berbeda aksi tuas yang sama Ayunan penuh dengan menggunakan berbagai club mempunyai aksi tuas yang sama dan proporsi kontribusi linier yang sama terhadap kecepatan club head pada saat impact. Perbandingan antara ayunan penuh yang menggunakan driver dan 7-iron yang dihasilkan oleh pegolf wanita (handicap 4,5,7,9, dan 12) diteliti Brennan (1968) dan menyatakan bahwa aksi segmen tubuh yang sama digunakan pada kedua ayunan. Meskipun besarnya rotasi panggul pada saat backswing tidak berbeda, untuk driver panggul berputar 7,2 derajat lebih besar pada saat impact dari pada putaran panggul dengan menggunakan 7-iron. Panjang club mempengaruhi panjang seluruh lengan momen dan juga jalur dari clubhead Karena club diperpendek, maka jalurnya menjadi semakin pendek. Film yang diambil dari pegolf Bobby Jones dengan menggunakan 2-iron dan wood, menunjukkan kecepatan 40,23 dan 43,28 m/detik pada saat impact. Jarak yang lebih pendek dari club yang tidak panjang dihasilkan dari kecepatan linier tuas yang lebih rendah, dan sudut proyeksi yang lebih tinggi. Aksi tuas pada gerak memukul (striking activity) tidak dapat dievaluasi dengan membandingkan penjumlahan kecepatan linier tuas dengan kecepatan proyektil (bola). Dalam gerak melempar (throwing), ujung distal tiap tuas merupakan titik berat dari benda yang diproyeksikan. Karena dari tiap tuas bergerak, maka titik beratnya juga berubah, dan pada saat lepas kecepatannya sama dengan kecepatan yang dikontribusikan dari tuas. Dalam gerak 104

memukul, proyektil dipindahkan oleh tuas tubuh hanya selama waktu kontak yang singkat. 4. Waktu ayunan (swing time) Dengan menggunakan film, Broer dan Houtz (1967) mengukur ayunan para pegolf wanita. Hasilnya menunjukkan bahwa waktu ayunan rata-rata untuk 5-iron adalah 1,41 detik, 9-iron 1,34 detik. Ayunan ke bawah (downswing) besarnya tiga kali kecepatan backswing. Pukulan dari tee yang dibuat oleh pegolf wanita terampil yang diukur dengan stopwatch adalah 0,64 dan 0,85 detik. Para pegolf wanita yang mempunyai pukulan jauh, menggunakan ayunan yang lebih panjang karena ketinggiannya serta ruang gerak yang lebih luas. Ayunan pegolf laki-laki yang terampil berkisar 0,77 detik, ayunan ke bawah dua kali lebih cepat dari backswing. Film dari Bobby Jones menunjukkan bahwa ayuan backswingnya yang diselesaikan dengan 70 frame (gambar) dan downswingnya 30 frame. Ayunan downswingnya dua sepertiga kali lebih cepat dari ayunan backswingnya. 5. Kecepatan bola (velocity of ball) Kecepatan bola golf lebih tinggi dari pada kecepatan clubhead pada saat impact. Cochran dan Stobbs (1968) melaporkan bahwa pegolf dunia mempuyai kecepatan club 272,2 m/det. Kecepatan ini sama dengan 160,9 kmph (100 mph). Kecepatan bola selanjutnya adalah 362 m/det. Perbedaan antara kecepatan bola golf dengan club diakibatkan oleh massa bola yang lebih kecil. Fakta menunjukkan bahwa bola menjadi rata permukaannya pada saat impact, dan selama waktu 0,0005 detik kontak dengan bola elastik yang lepas dari club. Waktu kontak hampir sama untuk seluruh pukulan, bahkan untuk putting, selalu kurang dari 1 ms. 105

6. Kecepatan ayunan (speed of swing) Ayunan pegolf yang terampil begitu cepat dimana analisis gerak secara detail hanya dapat dilakukan dengan alat-alat yang canggih. Cochran dan Stobbs (1968) menemukan bahwa waktu dari awalan ayunan sampai impact adalah 0,23 detik. Waktu downswing lebih dari dua setengah kali dari waktu backswing. Ilustrasi komputer pada gambar 3 memberikan petunjuk untuk melihat pola, perubahan dalam kecepatan, dan orientasi ruangan. Gambar 3. Grafik komputer memperlihatkan ilustrasi dari tiga bidang dari jalur club pegolf yang terampil 106

7. Dinamika ground reaction force Cooper dkk (1974) menggunakan force platform untuk meneliti ayunan golf. Kesimpulannya menunjukkan : a. Proyeksi dari titik berat badan (line of gravity) terletak di tengah antara kedua kaki pada permulaan downswing. Ini menunjukkan bahwa kekuatan dari tiap kaki adalah sama b. Perpindahan berat badan 75% terjadi pada kaki depan dan 25% pada kaki belakang pada saat impact. c. Setelah impact, terjadi perpindahan berkelanjutan ke arah kaki depan dengan sebagian besar club d. Setelah posisi impact, pegolf yang menggunakan club dengan nomor yang lebih tinggi, mempunyai distribusi kekuatan diantara kedua kaki 75% pada kaki depan dan 25% pada kaki kiri e. Terjadi beberapa perubahan pada distribusi kekuatan pada akhir gerak lanjutan, dimana perpindahannya hampir 80% pada kaki depan dengan club yang lebih pendek dan 70% dengan club driver f. Kekuatan vertikal total yang dihasilkan dari downswing tepat sebelum impact adalah dari 133% dari berat tubuh sampai 150% dengan club driver g. Kekuatan vertikal total menurun untuk seluruh club pada saat impact h. Kekuatan total yang digunakan pada arah vertikal berkurang sampai 80% dari berat tubuh total, yang menunjukkan bahwa gaya sentrifugal (center fleeing) club telah menarik tubuh ke atas (gambar 4) 107

Gambar 4. Gaya vertikal total selama tiga ayunan yang diukur dengan Foot force plate 8. Putting Beberapa pegolf menyatakan bahwa 50% permainannya ditentukan oleh keterampilan putting-nya. Kebanyakan para ahli yang meneliti aksi putting memberikan petujuk keberhasilan putting sebagai berikut: a. Tetap diam pada bola, hanya kedua lengan, pergelangan tangan, tangan yang bergerak pada saat memukul bola b. Pertahankan agar kepala tidak bergerak, karena aksi kepala ke atas akan memindahkan titik berat badan yang menyebabkan terjadinya perubahan jalur gerak lengan 108

c. Pertahankan agar distribusi berat badan berada pada kedua kaki agar tumpuan kuat dan mencegah goyangan d. Gerakan menarik ke arah belakang jangan terlalu jauh dari tanah dan dilakukan dengan perlahan (lembut). Adanya gerakan lain dari tubuh atau kedua lengan pegolf akan mempengaruhi aksi memukul e. Pertahankan bagian samping kiri tubuh agar kokoh (pegolf tangan kanan) dengan menguatkan tangan dan pergelangannya. Aksi ini dilakukan bersamaan dengan percepatan clubhead terhadap bola, dianggap sebagai bentuk putting yang efektif. Clubhead harus kontak dengan bola dengan tepat. Beberapa pegolf meraya yakin bahwa bola golf harus dipukul dengan cukup kuat agar bola sampai ke lubang. Kalaupun tidak berhasil, maka bola harus melewati lubang tidak lebih dari 15-20 inci. Hal ini berarti bahwa perlu kecepatan yang cukup diberikan pada bola agar sampai di lubang (hole). Pengaruh-pengaruh lain yang harus dipertimbangkan adalah pola kepadatan rumput pada green, bekas telapak sepatu, kaki, angin, dan embun pada green. 9. Ulasan umum tambahan Ulasan mekanika tambahan untuk penampilan dalam golf termasuk: a. Kedua tangan ditempatkan di depan bola pada posisi address. Posisi ini memudahkan clubhead kontak tepat dengan bola pada saat downswing b. Terlalu banyak gerakan pergelangan tangan kurang baik. Power pegolf berasal dari sejumlah aksi pergelangan tangan. Jika terlalu banyak digunakan, maka akan mengakibatkan 109

duck hook (clubhead menutup sebelum kontak) atau draw (clubhead ditutup selama kontak) c. Lengan bawah kanan bergerak dengan lengan bawah kiri selama gerakan lanjutan secara bersamaan untuk memudahkan kedua lengan lurus sepenuhnya d. Jika grip terlalu longgar pada saat akhir backswing, maka gaya sentrifugal akan memutar club pada tangan, yang mengakibatkan clubhead tidak akan kontak dengan bola pada sweet spot bola. e. Jari-jari yang digunakan pada grip adalah jari tengah dan jari manis. Sekalipun demikian, jari-jari tangan seluruhnya sampai posisi tertentu merasakan kontaknya dengan club. Aspek kinestetik dan taktik dari grip sangat penting dalam membuat irama ayunan dengan club. 110

Rangkuman Tujuan dari permainan golf adalah memindahkan bola dari satu tempat (posisi) ke tempat lainnya dengan jumlah pukulan yang sedikit mungkin. Posisi awal bola berada di tee, dan posisi akhir yang diinginkan adalah bola masuk ke lubang dengan jarak yang sudah ditentukan. Perpindahan (displacement) bola biasanya ditentukan oleh pukulan, atau rangkaian pukulan dimana bola melayang di udara dan kemudian memantul dan mengelinding. Dengan pengecualian putting, maka jarak tempuh bola selama melayang di udara paling menentukan dari proporsi perpindahan yang dicapai bila dibandingkan dengan pantulan dan rolling bola Karena akurasi begitu penting dalam golf, Cochran dan Stobbs (1968) menyatakan bahwa pola gerakannya harus sederhana mungkin. Tuas yang penting adalah tuas yang beraksi pada sendi bahu dan pergelangan tangan. Perbedaan antara pegolf yang terampil dengan yang kurang terampil terdapat pada kesederhanaan aksi dan kemampuannya untuk menciptakan power pada otot-otot yang terlibat. Perbedaan antara kecepatan bola golf dengan club diakibatkan oleh massa bola yang lebih kecil. Fakta menunjukkan bahwa bola menjadi rata permukaannya pada saat impact, dan selama waktu 0,0005 detik kontak dengan bola elastik yang lepas dari club. Waktu kontak hampir sama untuk seluruh pukulan, bahkan untuk putting, selalu kurang dari 1 ms. 111

Latihan Kegiatan Belajar : Petunjuk: Coba anda kerjakan latihan soal di bawah ini dengan singkat dan jelas 1. Mengapa club didisain dengan panjang yang berbeda? 2. Coba anda jelaskan struktur club driver dan pitching wedge? 3. Mengapa aksi pergelangan tangan begitu penting pada saat impact? 4. Mengapa kecepatan bola lebih tinggi dari pada kecepatan club head pada saat impact? Tes Formatif 1. Untuk mengetahui tinggi rendahnya kemampuan pemahaman anda terhadap materi yang telah dipelajari dalam modul ini, anda diminta untuk mengerjakan soal-soal di bawah ini dengan mengikuti petunjuk yang diberikan. Petunjuk: Pilihlah salah satu alternatif jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu huruf (A, B, C, atau D) yang menurut anda jawaban benar! 1) Pola pukulan golf termasuk pada jenis a. Underarm striking pattern b. Sidearm striking pattern c. Overarm striking pattern d. Benar semua 2) Perpindahan berat badan ke kaki kanan pada saat backswing dan kembali ke kaki kiri pada saat forwardswing, tujuannya adalah: a. Meningkatkan luas rotasi panggul b. Meningkatkan impuls 112

c. Mempermudah ayunan d. Benar semua 3) Pada pegolf terampil, rotasi panggul dimulai a. Setelah forwardswing b. Sebelum bahu dan pergelangan tangan menyelesaikan gerakannya ke belakang c. Sebelum backswing d. Benar semua 4) Istilah yang tepat untuk lengan momen adalah a. Moment arm b. Resistance arrm c. Force arm d. Benar semua 5) Karena akurasi begitu penting dalam golf, maka a. Gerakannya harus cepat b. Gerakannya harus sederhana mungkin c. Gerakannya harus kompleks d. Benar semua 6) Club driver dibuat panjang dan berat, tujuannya yaitu a. Meningkatkan momentum anguler b. Meningkatkan momen inersia c. Meningkatkan jari-jari ayunan d. Benar semua 7) Pernyataan yang benar adalah 113

a. Kecepatan downswing lebih tinggi dari backswing b. Kecepatan downswing lebih rendah dari backswing c. Kecepatan downswing sama dengan kecepatan backswing d. tidak ada yang benar 8) Kecepatan bola golf lebih tinggi dari pada kecepatan clubhead pada saat impact, perbedaannya disebabkan... a. Massa bola yang lebih kecil b. Kecepatan anguler clubhead kurang c. Kecepatan linier clubhead tinggi d. Benar semua 9) Pada permulaan downswing, proyeksi titik berat badan ada di tengah kedua kaki, ini berarti bahwa... a. Kekuatan dari tiap kaki sama b. Seimbang c. Belum tentu stabil d. Benar semua 10) Jika grip terlalu longgar pada akhir backswing, maka akan mengakibatkan clubhead tidak mengenai sweet spot club, karena a. Pengaruh gaya sentrifugal yang memutar club pada tangan b. Pengaruh gaya sentripetal yang memutar club pada tangan c. Pengaruh kedua gaya tersebut d. Benar semua 114

Cocokkanlah jawaban anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan anda terhadap materi kegiatan belajar 1. Rumus: Jumlah jawaban anda yang benar Tingkat penguasaan= ---------------------------------------- X 100% 10 Tingkat penguasaan yang anda capai: 90%-100% = Baik sekali 80%-89% = Baik 70%-79% = Cukup <70% = Kurang Bila anda telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar berikutnya. Tetapi bila tingkat penguasaan anda masih di bawah 80%, maka anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1 tersebut terutama bagian yang belum anda kuasai. Kunci Jawaban Latihan Kegiatan Belajar : 1. Club didisain dengan panjang yang berbeda ditujukan untuk membeuat penyesuaian dengan kebutuhan jarak pukulan yang diinginkan 2. Club driver didisain lebih berat dan panjang ditujukan untuk menghasilkan jarak pukulan yang lebih jauh, sedangkan pitching wedge didisain pendek dan permukaan clubhead yang miring didisain untuk menghasilkan pukulan jarak pendek 115

3. Penggunakan pergelangan tangan ditujukan untuk menghasilkan percepatan akhir tepat sebelum impact dengan bola 4. Perbedaan kecepatan disebabkan karena massa bola yang lebih kecil Kunci jawaban Tes Formatif Kegiatan Belajar : 1.a 2.a 3.b 4. a 5.b 6.d 7.a 8.a 9. d 10.a 116