BUPATI PESISIR SELATAN

dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI PESISIR SELATAN

PROVINSI SUMATERA BARAT BUPATI PESISIR SELATAN

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NOMOR 107 TAHUN 2015 TENTANG

G U B E R N U R L A M P U N G

PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 25 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH KABUPATEN KARAWANG

BUPATI POLEWALI MANDAR

PEMERINTAH KABUPATEN SAMBAS

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 15 TAHUN 2006

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR : 180/19/KEP/ /2013 TENTANG

KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/2/KEP/ /2014

BUPATI BANYUWANGI SALINAN KEPUTUSAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR: 188/ 290 /KEP/ /2013

GUBERNUR LAMPUNG. KEPUTUSAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR : G/ :loo /V.08/HK/2017

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2008

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH KABUPATEN CILACAP BABI KETENTUAN UMUM.

BUPATI SUMENEP KEPUTUSAN BUPATI SUMENEP NOMOR : 188/30/KEP/ /2009 TENTANG BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH (BKPRD) BUPATI SUMENEP

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUMBAWA DAN STAF AHLI BUPATI

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 246 /KPTS/013/2013 TENTANG BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BATU, KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR:180/28/KEP/ / /2013 TENTANG PEMBENTUKAN TIM MANAJEMEN ASET DAERAH KOTA BATU

PEMERINTAH KABUPATEN BUNGO

PROVINSI JAWA TENGAH KEPUTUSAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 050.6/261.1 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/37/KEP/ /2013 TENTANG

BUPATI BULUNGAN PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN JABATAN STAF AHLI BUPATI BULUNGAN BUPATI BULUNGAN,

GUBERNUR LAMPUNG. Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang

KEPUTUSAN GUBERNUR BANTEN NOMOR : /Kep.673-Huk/2011 TENTANG

BUPATI WONOGIRI PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI KULON PROGO TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENGELOLA INFORMASI DAN DOKUMENTASI PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO BUPATI KULON PROGO,

BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR : 33 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN KOORDINASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 80 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI TAHUN 2012 NOMOR 2

GUBERNUR LAMPUNG. KEPUTUSAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR : G/,tlJi/1I.02/HK/2015

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

MEMUTUSKAN: : KEPUTUSAN BUPATI TENTANG TIM PEMBINA TEKNIS KABUPATEN SEHAT KABUPATEN BANYUWANGI.

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT KEPUTUSAN BUPATI LOMBOK BARAT

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG

GUBERNUR LAMPUNG. KEPUTUSAN GUBERNUR LAMPUNG NOMOR : G/ q ~ /B.04/HK/2017 TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH PROVINSI LAMPUNG

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU NOMOR: 180/24/KEP/ /2013 TENTANG TIM TEKNIS OTONOMI DAERAH KOTA BATU WALIKOTA BATU,

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KEBUMEN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

^S5 r BUPATI KARANGASEM KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 704 / HK / 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR

GUBERNUR KALIMANTAN UTARA

BUPATI KEPULAUAN SELAYAR

GUBERNUR LAMPUNG. GUBERNUR LAMPUl'fG,

BUPATI GUNUNGKIDUL BUPATI GUNUNGKIDUL,

PERATURAN BUPATI KUDUS NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH (BKPRD) KABUPATEN KUDUS BUPATI KUDUS,

bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan

BUPATI KARANGASEM PROVINSI BALI KEPUTUSAN BUPATI KARANGASEM NOMOR 215/ HK / 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN BUPATI BANTUL NOMOR 115 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 118 /KPTS/013/2013 TENTANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH ISTIMEWA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA KEPUTUSAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR : /27/ /2011 TENTANG KELOMPOK KERJA PENGARUSUTAMAAN GENDER KOTA SURABAYA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 4 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN SUSUNAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR 01 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN BUPATIPANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

BUPATI ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI ASAHAN NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PEKALONGAN PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN DEWAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN PEKALONGAN

GUBERNUR JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR 49 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN BUPATIPANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG Nomor : 30 Tahun 2008 PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 30 TAHUN 2008

GUBERNUR LAMPUNG, KEPUTUSAN GUBERNUR LAMPUNG TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI POLEWALI MANDAR

Gubernur Jawa Barat GUBERNUR JAWA BARAT,

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

GUBERNUR JAWA TIMUR KEPUTUSAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 188/ 83 /KPTS/013/2017

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

WALIKOTA BUKITTINGGI PROVINSI SUMATERA BARAT KEPUTUSAN WALIKOTA BUKITTINGGI NOMOR :

MEMUTUSKAN : BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 57 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 57 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 43 TAHUN 2011 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI INSPEKTORAT KABUPATEN BLITAR BUPATI BLITAR,

WALIKOTA BATU KEPUTUSAN WALIKOTA BATU

Transkripsi:

BUPATI PESISIR SELATAN KEPUTUSAN BUPATI PESISIR SELATAN NOMOR 050/05/Kpts/BPT-PS/2011 TENTANG PEMBENTUKAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH KABUPATEN PESISIR SELATAN Menimbang : a. bahwa untuk pemanfaatan ruang yang lebih efektif dan serasi guna menampung perkembangan pembangunan yang membutuhkan ruang di dan menindaklanjuti maksud pasal 10 Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 147 Tahun 2004 Tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah, maka dipandang perlu dibentuk Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kabupaten Pesisir dalam melaksanakan perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian ruang; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a diatas perlu ditetapkan dengan Keputusan Bupati ; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25) Jis Undang- Undang Nomor 21. Tahun 1957 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1957 Nomor 77) Jo Undang-Undang Nomor 58 Tahun 1958 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1643); 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 1

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang- Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 11. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5103); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5160); 13. Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2009 tentang Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 28 tahun 2008 tentang Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Daerah; 15. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 147 tahun 2004 tentang Pedoman Koordinasi Penataan Ruang Daerah; 16. Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor 650-323-2008 tentang Pembentukan Badan Koordinasi Penataan Ruang Propinsi Sumatera Barat; 17. Peraturan Daerah Kaupaten Nomor 8 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2010-2030; 18. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah ; 19. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011; 20. Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2011 tentang Penjabaran 2

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011; MEMUTUSKAN : Menetapkan : KESATU : Membentuk Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah Kabupaten Pesisir Tahun 2011 dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum pada Lampiran I, Lampiran II dan Lampiran III Keputusan Bupati ini. KEDUA Lampiran I, lampiran II dan Lampiran III Keputusan ini merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Keputusan Bupati ini. KETIGA : Badan Koordinasi Sebagaimana dimaksud Diktum KESATU mempunyai tugastugas sebagai berikut : 1. Kelompok Kerja Perencanaan Tata Ruang : a. Memberi masukan kepada Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah dalam rangka perumusan kebijakan perencanaan tata ruang ; b. Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Tata Ruang sesuai ruang lingkup, wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten ; c. Melakukan evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang di Kabupaten ; d. Menginventariasi dan mengkaji masalah-masalah (konflik) yang timbul dalam perencanaan serta memberikan alternatif pemecahannya; e. Melaporkan kegiatan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah serta menyampaikan usulan pemecahan/ kebijaksanaan untuk dibahas dalam sidang pleno Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah. 2. Kelompok Kerja Pengendalian Pemanfaatan Ruang : a. Memberikan masukan kepada Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah dalam rangka perumusan kebijaksanaan pemanfaatan dan pengendalian ruang Kabupaten ; b. Mengkoordinasikan pengawasan (pemantauan, evaluasi, dan pelaporan) terhadap rencana tata ruang; c. Mengkoordinasikan penertiban dan perizinan pemanfaatan ruang ; d. Menginventarisasi dan mengkaji masalah-masalah yang timbul dalam pemanfaatan dan pengendalian ruang serta memberikan alternatif pemecahannya; e. Melaporkan kegiatan Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah serta menyampaikan usulan pemecahan/ kebijaksanaan untuk dibahas di sidang pleno Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah ; 3. Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah : a. Merumuskan dan mengkoordinasikan berbagai kebijakan penataan ruang dengan memperhatikan kebijakan penataan ruang Nasional dan Provinsi; 3

b. Mengkoordinasikan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Umum Tata Ruang Ibukota Kecamatan; c. Mengkoordinasikan penanganan dan penyelesaian masalah yang timbul dalam penyelenggaraan penataan ruang Kabupaten Pesisir, dan memberikan pengarahan serta saran pemecahannya; d. Memberikan rekomendasi perizinan sesuai dengan tata ruang dan penertiban terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan tata ruang; e. Mengintegrasikan dan memadusertakan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan wilayah perbatasan; f. Memadusertakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang yang dilakukan Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dengan Rencana Tata Ruang; g. Mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang; h. Mengembangkan data dan informasi penataan ruang untuk kepentingan pengguna ruang di jajaran pemerintah, masyarakat, dan swasta; i. Mengkoordinasikan penanganan dan penyelesaian atau konflik yang timbul dalam penyelenggaraan Penataan Ruang Wilayah Kabupaten, dan memberikan arahan serta saran pemecahannya; j. Mengoptimalkan penyelenggaraan penertiban, pengawasan (pemantauan, evaluasi, dan pelaporan) dan perizinan pemanfaatan ruang; k. Melaksanakan kegiatan pengawasan yang meliputi pelaporan, evaluasi, dan pemantauan penyelenggaraan pemanfaatan ruang; l. Melakukan evaluasi tahunan atas kinerja Penataan Ruang Kabupaten ; m. Menjabarkan petunjuk Bupati berkenaan dengan pelaksanaan fungsi dan kewajiban Koordinasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Daerah ; n. Menyampaikan laporan pelaksanaan tugas Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah secara berkala kepada Bupati. KEEMPAT : Badan Koordinasi sebagaimana dimaksud diktum KESATU bertangungjawab : a. Kelompok kerja Perencanaan Tata Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang bertanggung jawab dan melaporkan kegiatan kepada Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah dan menyampaikan usulan kebijakan untuk membahas permasalahan Tim Koordinasi Penataan Ruang ; b. Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah bertanggung jawab dan memberikan laporan hasil kegiatan kepada Bupati berupa hasil koordinasi dan pembinaan dalam melaksanakan, pengendalian dan penilaian. KELIMA : Semua biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011. 4

KEENAM : Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan terhadap penetapan ini akan dilakukan perbaikan kembali sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Painan pada tanggal 31 Januari 2011 NASRUL ABIT Tembusan : kepada Yth: 1. Bapak Gubernur Sumatera Barat di Padang 2. Sdr. Kepala Bappeda Propinsi Sumatera Barat di Padang 3. Sdr. Ketua DPRD di Painan 4. Sdr. Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Painan 5. Sdr. Inspektur Daerah di Painan 6. Sdr. Kabag. Hukum dan Hak Azazi Manusia Setda di Painan 5

LAMPIRAN I : KEPUTUSAN BUPATI PESISIR SELATAN NOMOR : 050/05/Kpts/BPT-PS/2011 TANGGAL : 31 Januari 2011 TENTANG : PEMBENTUKAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH (BKPRD) KABUPATEN PESISIR SELATAN Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) No. Jabatan Struktural Jabatan Dalam Tim 1 Bupati Penanggung Jawab 2 Wakil Bupati Wakil Penanggung Jawab 3 Sekretaris Daerah Ketua Harian 4 Kepala Bappeda Sekretaris 5 Kepala Dinas Pekerjaan Umum Wakil Sekretaris 6 7 Asisten Perekonomian, Pembagunan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kepala Bidang Fisik dan Prasarana, pada Bappeda Kabupaten 8 KASDIM 0311 9 Kepala Kantor Pertanahan 10 Inspektur Daerah 11 Kepala Dinas Kehutanan, Energi dan Sumberdaya Mineral 12 Kepala Dinas Kelautan& Perikanan 13 14 15 16 17 Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Peternakan dan Perkebunan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kabupaten Pesisir 18 Kepala Kantor Lingkungan Hidup 19 Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kabupaten 6

20 Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir 21 Kepala Kantor Perizinan NASRUL ABIT 7

LAMPIRAN II : KEPUTUSAN BUPATI PESISIR SELATAN NOMOR : 050/05/Kpts/BPT-PS/2011 TANGGAL : 31 Januari 2011 TENTANG : PEMBENTUKAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH (BKPRD) KABUPATEN PESISIR SELATAN Kelompok Kerja Perencanaan Tata Ruang No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Jabatan Struktural Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Bappeda Kepala Bagian Hukum dan Hak Azazi Manusia pada Setda Kabupaten Kasubid Penataan Ruang dan Permukiman pada Bappeda Kabupaten Kepala Bidang Statistik, Monitoring, Evaluasi dan Kerjasama Wilayah pada Bappeda Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pesisir Kepala Bagian Kesatuan Bangsa dan Politik pada Sekretariat Daerah Kepala Bidang Irigasi pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepala Bidang Bina Teknik pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepala Bidang Komunikasi, Informatika dan Kehumasan Pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Kasi Pembinaan dan Pengawasan pada Kantor Lingkungan Hidup Kasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada Dinas Kehutanan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan pada Kantor Lingkungan Hidup Kasubag Pembinaan dan Pengawasan Produk Hukum Daerah pada Bagian Hukum dan Hak Azazi Manusia pada Sekretariat Daerah Kasubag Perencanaan dan Pelaporan pada Bappeda Kabupaten Staf Bappeda Staf Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Jabatan Dalam Tim Ketua Wakil Ketua Sekretaris Sekretariat Sekretariat NASRUL ABIT 8

LAMPIRAN III : KEPUTUSAN BUPATI PESISIR SELATAN NOMOR : 050/05/Kpts/BPT-PS/2011 TANGGAL : 31 Januari 2011 TENTANG : PEMBENTUKAN BADAN KOORDINASI PENATAAN RUANG DAERAH (BKPRD) KABUPATEN PESISIR SELATAN Tim Kelompok Kerja Pengendalian Pemanfaatan Ruang No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Jabatan Struktural Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kab. Kepala Bidang Fisik dan Prasarana pada Bappeda Kab. Kasi Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi pada Bappeda Kab. Kepala Bidang Sosial dan Budaya pada Bappeda Kab. Kepala Bidang Penatagunaan Tanah pada Kantor Pertanahan Kab. Pesisir Kabadan Log dim KODIM 0311 Kab. Kabadan Paskon Rolog Polresta Kab. Kasubid Sarana dan Prasarana pada Bappeda Kab. Kasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan pada Dinas Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kab. Pasisir Kasi Pengelolaan, Pelestarian Ekosistem dan Lingkungan Perairan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kasi Geologi, Minyak dan Gas Bumi pada Dinas Kehutanan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kab. Kasubag Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Peternakan dan Perkebunan Kab. Kasubag Perencanaan dan Pelaporan pada Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kasubag Perencanaan Program pada Dinas Pekerjaan Umum Kab. Pesisir Kasubag Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan pada Dinas Perhubungan, komunikasi dan Informatika Kab. Kasubag Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan pada Dinas Pemuda dan Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kasubid Lingkungan Hidup Kab. Staf Bappeda Kab. Staf Bidang Fisik dan Prasarana Kab. Jabatan Dalam Tim Ketua Wakil Ketua Sekretaris Sekretariat Sekretariat NASRUL ABIT 9