Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari SISTEM PENILAIAN PERKERASAN JALAN UNTUK PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN Didik Hardiono (*) dan Indrasurya B. Mochtar (**) (*) Mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen Rekayasa Transportasi (MRT) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (**) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ABSTRAK Jaringan jalan sebagai urat nadi pembangunan nasional merupakan prioritas pertama dan utama di dalam perencanaan, pembangunan dan pemeliharaannya. Untuk menjaga kesinambungan eksistensi jaringan jalan yang sudah ada membutuhkan pemeliharaan yang intensif agar kondisi baik dari jaringan jalan minimal sesuai umur rencana. Selama ini pemeliharaan jaringan jalan kabupaten dan kota kebanyakan masih manual. Jika benarbenar rusak dan terjadi reaksi dari masyarakat, pemerintah baru bertindak memperbaikinya itu pun belum memperhatikan prioritas penanganan jika ruas jalan yang rusak lebih dari satu ruas jalan. Hal ini mencerminkan betapa buruknya kinerja atau manajemen perkerasan jaringan jalan yang ada selama ini. Perhitungan dan sistem masukan data penelitian ini berdasarkan kerusakan perkerasan yang meliputi potholes dan ravellingweathering sebagai Kategori ; alligator cracking dan profile distortion sebagai Kategori ; transverse cracks, longitudinal cracks, block cracks dan rutting sebagai Kategori ; lalu patching, flushing dan edge cracking sebagai Kategori. Pada dasarnya perhitungannya dikaitkan Indeks Permukaan Sekarang (IP ), IP Threshold (IP f) dan IP Prediksi beberapa bulan/tahun yang akan datang (IP t). Dengan mempertimbangkan LHR Truck (Damage Factor) dan Distribusi LaluLintas (f) akan diperoleh Nilai Kerusakan Visual (NKV) dan Prioritas Penanganannya. Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan pemeliharaan perkerasan jaringan jalan secara efektif dan efesien yang ditunjang dengan pembuatan software komputer agar bisa diintegrasikan dengan sektor pembangunan lainnya di wilayah kabupaten / kota. Tampilan software komputer berbasis mapping agar visualisasinya mudah dicerna dan dianalisa berdasarkan ruang dan waktu. Program ini sangat membantu pemerintah kabupaten / kota dalam menekan biaya survey, pemeliharaan manual dan biaya operasi kendaraan karena sejak dini sudah diantisipasi kerusakan perkerasan jalan dan prioritas penanganannya. Kata Kunci: Nilai Kerusakan Visual ( NKV), Indeks Permukaan ( IP), Pavement Management System (PMS)
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari PENDAHULUAN Kerusakan perkerasan jalan beraspal (flexible pavement distress) adalah masalah yang sering dijumpai di kotakota besar terutama di kawasan industri yang sering dilewati lalulintas berat dan overloaded. Akibatnya banyak ruas jalan rusak atau sedang mengalami kerusakan sehingga kapasitas dan kenyamanan menjadi berkurang. Upaya dini untuk mengevaluasi kondisi perkerasan beraspal dapat dilakukan dengan pemeriksaan kondisi jalan secara visual dan periodik. Dengan pemeriksaan kerusakan perkerasan secara visual relatif lebih mudah dilakukan tetapi bisa lebih akurat menentukan prioritas penanganan khususnya pada pavement manajemen system yang akan melandasi transportation manajemen system. Masalah yang dianalisa pada penelitian ini yaitu: a. Bagaimana menentukan metode survey yang efektif dan efisien; b. Bagaimana formula hubungan antara Indeks Permukaan Sekarang (IP ) dengan Nilai Kerusakan Visual (NKV) setelah dikoreksi dengan Riding Quality (RQ)? c. Bagaimana melihat distribusi kerusakan jalan perlajur persection? d. Bagaimana menilai kerusakan jalan dikaitkan dengan LHR Truck yang overloaded untuk memprediksi IPt dan NKV pada beberapa bulan/tahun yang akan datang? e. Bagaimana menyusun database yang integrated dengan peta? Sedangkan pembahasan penelitian ini pada tahap sekarang () dibatasi pada flexible pavement, kondisi tanah dasar dan konstruksi bawah tidak ditinjau, hasilnya berdasarkan studi beberapa ruas jalan Kota Surabaya, tidak menentukan bobot pengaruh melalui analysis hierarcy process antara kerusakan perkerasan dengan kondisi drainase maupun LHR, analisa matematis dilakukan pada prediksi dengan IP dan NKV pada waktu,,, 9,, 8,,, bulan dengan variasi structural number (SN), dan tidak melakukan analisis biaya penanganan. METODOLOGI Secara skematis, metodologi penelitian dijelaskan seperti pada Gambar. Survey Kerusakan Visual (KV) Nilai KV, RQ Riding Quality (RQ) Kelas Jalan IP Total Damage Factor (DF) LHR Truck Treshold IPf IPtn Proyeksi,, 9,, 8,,, bln IPt Prioritas Penanganan Gambar. Bagan Alir Metodologi Penelitian Sedangkan kegiatan survey lapangan dapat diuraikan sebagai berikut: Surveyor mencatat sambil mobil melaju pelan. Pada akhir section berhenti untuk memantapkan kebenaran penilaian pada section yang dilalui. Pengambilan foto dilakukan jika ada kerusakan dominan pada permukaan perkerasan jalan. Penilaian kerusakan dilakukan setiap lajur persection perarah. Pada saat berhenti ISBN : 9999 E
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari dimanfaatkan untuk mengambil foto setiap section dengan dilengkapi identitas nama jalan, arah survey, station / km dan tanggal survey. A B section section @ m section Gambar. Arah Survey dan Pembagian Section Beberapa kategori kerusakan jalan beserta faktor pengalinya terlihat pada Tabel. Angka kerusakan yang diperoleh di lapangan yang dicatat pada formulir survey, masingmasing kategori dikalikan dengan faktor pengalinya. Total nilai kerusakan pada setiap section adalah penjumlahan nilai kerusakan setelah dikalikan faktor pengali. Tabel. Kategori, Jenis Kerusakan dan Faktor Pengalinya Kategori Jenis Kerusakan Faktor I Potholes. II RavellingWeathering, Alligator Cracking & Profile Distortion (Depression, Corrugation, UpHeavel, Shoving). III Transverse Cracks, Longitudinal Cracks, Block Cracks, Rutting. IV Pacthing, Flushing, Edge Cracking. Riding Quality (RQ) dilakukan oleh surveyor dengan mobil bersamaan dengan survey kerusakan jalan. Antara surveyor pengemudi dan yang menumpang/pencatat bisa mendiskusikan besarnya RQ di sepanjang section yang telah dilewati pada saat berhenti di akhir section. Tabel. Kriteria Riding Quality Riding Quality K e t e r a n g a n Nilai RQ : EXCELLENT Kec. bts nyaman dijalani, tanpa goncangan RQ : GOOD Kec. bts dpt dijalani, ada goncangan, tempat kasar RQ : FAIR Kec. bts tetap dapat dicapai, kendaraan bergoncang, lebih dari dua tempat terasa kasar, keriting RQ : POOR Kec. di bawah batas pada situasi tertentu, kekasaran dan goncangan terasa sepanjang jalan RQ : VERY POOR Kec. bts sulit dicapai sepanjang seksi jalan yang ditinjau Dari hasil survey, nilai kerusakan yang diperoleh mulai dari setiap selsel yaitu perlajur persection hingga nilai kerusakan perruas. Hierarki nilai kerusakan ini bisa mengetahui section paling parah kerusakannya. Contoh hasil perhitungan seperti terlihat pada Tabel. Tetapi untuk software komputer, masukan data yang diinput masih nilai kerusakan perruas, karena jika persection akan membutuhkan peta skala besar. ISBN : 9999 E
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari Tabel. Hasil Perhitungan Ruas Jl. Nginden Sec. A A A B B B.......... 9....... 8. 8..9. 9...9 9........9.. 9. 8.... 8.8 9. 88...8...8.. Keterangan: blue Rata persection green Rata perlajur pink Rata perarah black Rata perruas jln Keterkaitan Nilai Kondisi Visual (NKV) dengan RQ dijembatani oleh besar nilai IP Sekarang (IP) di mana IP = RQ. Dari Nilai IP dan NKV, akan bisa ditarik garis regresi eksponensial yang menyatakan hubungan IP vs NKV... IP Regresi Eksponensial IP vs NKV... y = e.x R =.. NKV... 8..... 8.. Gambar. Regresi Eksponensial IP vs NKV Sementara itu, besaran ESAL diperoleh dari data sekunder seperti pada Tabel. Tabel. Besarnya ESAL Beban As di Lapangan N o. T r u k K o d e E S A L B e b a n A s N o r m a l E S A L B e b a n A s L a p a n g a n T r u k E n g k e l... M o b il B o x, W a g o n. L.. T r u k R in g a n. L.. T r u k B e r a t. H.8 9. T r a n to n /T a n d e m..8. G a n d e n g. +.. 9 9. 9 G a n d e n g. +... 8 T r a ile r... 9 T r a ile r...8 8 9 T r a ile r... 8 T r a ile r..8 9.9 8 T r a ile r... T r a ile r.. 8. B u s. B.. Sumber: Weight in Motion (WIM), ITS Dinas PU Bina Marga Jatim 998/999 Untuk mencari Indeks Permukaan Prediksi (IPtn) didasarkan pada rumus: Gt Log Wt 8 = 9, log (SN + ), + + log (/R) +, (S i,) 9, + (SN + ),9. ) Di mana: Gt = log ( IP IPt ). ISBN : 9999 E
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari Dengan asumsi: a. Jalan bekas overlay, b. R = ; Regional factor tergantung iklim dan tanah dasar. Khusus lapis ulang, iklim tidak terlalu mempengaruhi base course (perkerasan lama), jadi R =. Tanah dasar dianggap sangat stabil dan terletak jauh di bawah overlay, c. Si = ; Soil Support Value lapis base course yang dianggap sebagai lapisan base course untuk lapisan overlay adalah lapisan perkerasan lama. Bila diasumsikan CBR lapisan lama minimal % (x kekuatan base course lapisan batu pecah yang dipadatkan), maka menurut AASHTO (9) Si =, d. SN = a x D; a =. (hot mix), coba SN =." (D = " = cm), e. Wt8 diperoleh dari nilai LHR Truck dikalikan dengan faktor ESAL Max Beban As di lapangan untuk hari,,,, 9,, 8,,, bulan. Pembagian kelas jalan menetapkan besar IPf: () Kelas Utama/Arteri/Tol =.; () Kelas Utama Non Arteri =.; () Kelas Kolektor =.; () Kelas Lokal =. IPt. IP t min Utama/Arteri/Tol.. IP t min Utama NonArteri.. IP t min Kolektor. B. IP t min Lokal.. A.. 9 n (bln) Waktu disurvey Umur jalan setelah survey Gambar. Selisih IP Prediksi (IP t n) IP Sekarang (IP ) Pada grafik di Gambar. diperlihatkan dua kondisi jalan IP A > IP B, artinya kondisi saat ini A lebih baik dari B. Tetapi karena LHR Truck di ruas jalan A >>> B, maka trendline A lebih curam dari B sehingga akan mengalami kerusakan lebih cepat dari B, sehingga A harus mendapat prioritas penanganan lebih dulu. HASIL DAN DISKUSI Untuk analisa data, berikut diuraikan Jl. Nginden A. Dengan memasukkan NKV perlajur/arah A (.8) sebagai x pada y = x e..x maka akan diperoleh IP untuk Jl. Nginden A =. (Nilai per Lajur/Arah A). Sementara itu kondisi LHRTruck, Damage Factor (DF) dan ESAL dapat dilihat pada Tabel dan Tabel. ISBN : 9999 E
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari Tabel. Perhitungan untuk ESAL hari No. Jenis Truck LHR DF ESAL....... 8. 9.... Truck Engkel Truck Ringan Truk Berat Tronton / Tandem Gandeng Gandeng Trailer Trailer Trailer Trailer Trailer Trailer 8,,,, 9,9,, 9,98,889,,8 8,.99 Jumlah ESAL hari =. Faktor lajur arah =., maka. Dengan cara yang sama, masingmasing sel dapat dicari jumlah ESALnya. Untuk Jl. Nginden A, rekapitulasi ESAL beberapa bulan dapat dilihat pada Tabel. Tabel. Kondisi ESAL dan IP t Jl. Nginden Lajur A No. Kondisi ESAL Total (Wt8) IP t....... 8. 9.. ESAL hari ESAL bulan ESAL bulan ESAL bulan ESAL 9 bulan ESAL bulan ESAL 8 bulan ESAL bulan ESAL bulan ESAL bulan..8.8.89..9.88 88.8..9..........9..99 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pada sekarang, IP untuk Jl. Nginden A sudah melewati batas IP untuk Kelas Jalan Arteri di mana IPf >.. Setelah menganalisa masingmasing sel hingga ruas, maka sebagai rekapitulasi akan ditabelkan kondisi masingmasing ruas jalan yang disurvey/diteliti. Tabel. IP Prediksi untuk Semua Ruas Jalan, SN =., D = cm Nama Ruas IPt (n bulan) Jalan 9 8 Nginden Nginden Manyar Pjg. Jiwo Kertajaya Rungkut Ind Jmr Andayani Gresik Darmo Tj Perak..8..9...8.8..9...8.8..9...8.8..9.9..8.8....8.8.....9.98.8..8...8.9.8..8.8.9.9.8...9.9.8. Notasi ( ) menandakan IPt bisa menjadi negatif jika menggunakan Rumus () karena adanya pengaruh (IP IPt). Notasi x.xxx menandakan besar IP ruas jalan yang bersangkutan berada di bawah batasan IP minimum untuk Jalan Arteri yaitu.. ISBN : 9999 E
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari Tabel 8. Prioritas Penanganan Berdasarkan IP t Nama Ruas Prioritas (n bulan) Jalan 9 8 Nginden Nginden Manyar Pjg. Jiwo Kertajaya Rungkut Ind Jmr Andayani Gresik Darmo Tj Perak 8 9 8 8 9 8 9 8 9 Dengan mengetahui prioritas penanganan tersebut, berikut dengan NKV dan IPt maka akan lebih memudahkan mengambil keputusan. Ketersediaan dana / anggaran dan pertimbangan strategis / politis akan bisa mempengaruhi susunan prioritas. Dengan mengetahui IP Prediksi beberapa bulan/tahun yang akan datang, maka dapat ditentukan prioritas dan jenis penanganannya, seperti terlihat pada Tabel 9 dan Tabel. JENIS PENANGANAN Tabel 9. Perkiraan Jenis Penanganan NILAI KERUSAKAN VISUAL (NKV) Utama / Arteri / Tol Arteri Non Tol Kelas Jalan Kolektor Lokal Tanpa Perawatan Perawatan Ringan (Sealing) 8 Perawatan Menengah (Sealing + Patching) 8 8 Overlay cm 8 8 Overlay cm 8 8 Rekonstruksi > > > > 8 Catatan: Batasan IP (IP f).... Setelah tersusun prioritas sesuai sesuai IP, para pengambil kebijakan akan dengan mudah menentukan proyek penanganan yang disesuaikan dengan besarnya anggaran yang disediakan. Tabel. Penentuan Proyek Penanganan Prioritas sesuai IP. Jalan A. Jalan B. Jalan C. Jalan D. Jalan E. Jalan F. Jalan G 8. Jalan H Panjang Ruas (km).8....9...8 Perkiraan Biaya Perawatan (M) ISBN : 9999 E
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari Hasil tampilan software dapat dilihat pada Gambar. Gambar. Sistem Masukan Data Gambar. Prioritas Penanganan Gambar. Manajemen Database ISBN : 9999 E8
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian tesis ini dapat disimpulkan halhal sebagai berikut:. Penilaian dini kinerja layanan jaringan jalan sangat dibutuhkan dengan menilai kerusakan permukaan jalan secara visual,. Lalulintas padat perkotaan tidak mempengaruhi struktur permukaan jalan,. Lalulintas zone industri sangat berpengaruh pada kerusakan perkerasan jalan,. Sangat memungkinkan IP suatu ruas jalan A>B, tetapi karena LHR Truck A>B, maka prioritas penanganan yang lebih didahulukan adalah A,. Pospos perhitungan lalulintas dibutuhkan untuk jalanjalan arteri yang penting untuk bisa updating data LHR terutama LHR Truck serta untuk kepentingan analisa,. Jembatan timbang harus diaktifkan lagi terutama pintu masuk ke Kota Surabaya,. Identifikasi jalan diperlukan untuk pemantauan menyangkut patokpatok sta. / km, spesifikasi, gambar rencana, dokumen lelang/kontrak dan lainlain. Identifikasi jalan termasuk penetapan kelas dan fungsi jalan, 8. Alat bantu software sangat diperlukan untuk mempermudah dan mempercepat perhitungan dengan hasil yang lebih cepat dan tepat untuk pengambil kebijakan. Dari hasil penelitian tesis ini dapat disarankan sebagai berikut:. Perlu sosialisasi terhadap aparatur terkait mulai dari Pemerintah Kota hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) di tingkat Kecamatan,. Perlu pembuatan manual survey, perhitungan dan pemrograman komputer agar lebih mudah melakukan analisis,. Perlu penelitian lanjutan untuk pengembangan analisa hingga penganggaran.. Perlu keterlibatan instansi pemerintah untuk pengembangan sehingga manfaatnya bisa dirasakan untuk perencanaan dan pengembangan wilayah. Dengan demikian, pembangunan bisa dilakukan secara sistemik dan terukur yaitu pembangunan yang terencana, terlaksana, terpantau, terkendali dan terevaluasi. DAFTAR PUSTAKA AASHTO Interim Guide for Design of Pavement Structures, 9, Chapter III Revised 98, Washington D.C. Angreni, Ida Ayu Ari,, Studi Penyempurnaan Metode Penilaian Kerusakan Jalan Berdasarkan Evaluasi Visual untuk Kondisi Perkerasan Jalan Beraspal di Jayapura, Tesis, FTSPITS, Surabaya. Bina Marga, 98, Manual Pemeliharaan Jalan, Jilid IA: Perawatan Jalan, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Bina Marga, 99, Perencanaan Perkerasan Lentur Berdasarkan Metoda Analisa Componen, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Bina Marga, 99, Panduan Penentuan Klasifikasi Fungís Jalan di Wilayah Perkotaan, No. 8/T/BNKT/99, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Bina Marga, 99, Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota, No. 8/T/BNKT/99, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Dirgolaksono, Prihatin dan I.B. Mochtar, 99, Studi Penyempurnaan Metode Penilaian Kerusakan Jalan Berdasarkan Evaluasi Visual untuk Kondisi Kerusakan Jalan di Indonesia, Tugas Akhir, FTSPITS, Surabaya. ISBN : 9999 E9
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari FTSP ITS, 998/999, Penelitian Beban Kendaraan Berdasarkan Cara Weight in Motion (WIM), Penelitian dan Pemrosesan Data Teknik Jalan (Paket ) bekerjasama dengan Dinas PU Bina Marga Daerah Propisi Jawa Timar. UU No. 8 Tahun tentang JALAN. ISBN : 9999 E
Program Studi MMTITS, Surabaya Pebruari ISBN : 9999 E