TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 1. Konsep Biaya dan Sistem Informasi Akuntansi Biaya Hubungan Akuntansi Biaya dengan Akuntansi Keuangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 pasal 1 ayat 1, 2,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Definisi akuntansi biaya dikemukakan oleh Supriyono (2011:12) sebagai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KERANGKA TEORI

Akuntansi Biaya. Management, The Controller, and Cost Accounting Cost Consept and Cost Information System. Rista Bintara, SE., M.Ak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. UMKM memiliki peran yang cukup penting dalam hal penyedia lapangan. mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.

BAB II BAHAN RUJUKAN. Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Menurut pasal 1 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2008 Tentang Usaha. Mikro, Kecil dan Menengah bahwa usaha mikro adalah usaha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Mulyadi ada empat unsur pokok dalam definisi biaya tersebut yaitu :

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Keseluruhan biaya yang dikeluarkan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II BAHAN RUJUKAN

2.1.2 Tujuan Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi (2007:7) akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok yaitu:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Modul ke: AKUNTANSI BIAYA SISTEM BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA. Fakultas EKONOMI VENY, SE.MM. Program Studi AKUNTANSI.

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORITIS. A. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya. 1. Pengertian Akuntansi Biaya

BAB II KERANGKA TEORISTIS PEMIKIRAN. Harga pokok produksi sering juga disebut biaya produksi. Biaya produksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

01FEB. Akuntansi Biaya. Management, The controller, and Cost Accounting, Cost Consepting the cost accounting information system

BAB II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, Dan HIPOTESIS

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI

Akuntansi Biaya. Manajemen, kontroler, dan Akuntansi Biaya. Yulis Diana Alfia, SE., MSA., Ak., CPAI. Modul ke: Fakultas Fakultas Ekonomi dan BIsnis

BAB II BAHAN RUJUKAN

Akuntansi Biaya. Sistem Biaya & Akumulasi Biaya (Cost System & Cost Accumulation) Rista Bintara, SE., M.Ak. Modul ke: Fakultas Ekonomi dan Bisnis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. a. Definisi dan pengelompokan biaya. dengan pendapatan untuk menentukan laba.

BAB II LANDASAN TEORI. pengembangan akuntansi umum. Pengembangan tersebut diadakan karena. kebutuhan informasi terhadap biaya produksi secara rinci.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Charles T. Horngren (2006), akuntansi biaya adalah mengukur,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN. Salah satu data penting yang diperlukan oleh perusahaan adalah biaya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Walter T Harrison JR. (2011:03) Mulyadi (2009:5)

SISTEM PERHITUNGAN BIAYA DAN AKUMULASI BIAYA AKUNTANSI BIAYA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. selalu mengupayakan agar perusahaan tetap dapat menghasilkan pendapatan yang

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II HARGA POKOK PRODUKSI DAN INDUSTRI KECIL MENENGAH

BAB II LANDASAN TEORI

Pertemuan 1. Pengertian biaya dan konsep biaya Klasifikasi biaya Karakteristik Kinerja Metode pengumpulan biaya Metode penentuan biaya produksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Akuntansi Biaya Pengertian Akuntansi Biaya Carter & Usry (2006;11)

BAB II BAHAN RUJUKAN 2.1 Pengertian Biaya dan Beban Masiyah Kholmi dan Yuningsih biaya (cost)

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Carter dan Usry (2009:58) menjelaskan bahwa biaya produksi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. perhitungan biaya produksi dan mengambil beberapa referensi yang diperoleh dari

BAB II PENGUKURAN BIAYA PEMBEBANAN PRODUK JASA. masa datang bagi organisasi (Hansen dan Mowen, 2006:40).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TERMINOLOGI, KONSEP & KLASIFIKASI BIAYA

BAB II TINJAUAN PUSAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II BIAYA PRODUKSI PADA CV. FILADELFIA PLASINDO SURAKARTA

TERMINOLOGI, KONSEP & KLASIFIKASI BIAYA

Penelitian ini dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara VIII di Jln. Sindang

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan manufaktur dalam melakukan produksi memerlukan pengorbanan

BAHAN RUJUKAN. 2.1 Akuntansi Biaya

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II ANALISIS PROFITABILITAS PELANGGAN DAN PELAPORAN SEGMEN

METODE DIRECT COSTING SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA JUAL PRODUK. Nurul Badriyah,SE,MPd

Transkripsi:

- Jurusan Teknik Industri TIN 4112 AKUNTANSI BIAYA Teknik Industri Lesson 1 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Mata Kuliah : Kode : TID 4019 Semester : 3 Beban Studi : 3 SKS Capaian Pembelajaran (CPL): 1. Menguasai prinsip dan teknik perancangan sistem terintegrasi dengan pendekatan sistem. 2. Mampu melakukan komunikasi secara tertulis maupun lisan yang efektif. 3. Memahami tanggung jawab profesi dan aspek etikal keprofesian. 4. Mampu mengenali kebutuhan, dan mengelola pembelajaran diri seumur hidup. 5. Mampu melakukan kerjasama dalam sebuah kelompok kerja. Pustaka Yang Digunakan : 1. Carter, William K. Cost Accounting. 2. Mulyadi.. 2 Ceria Farela Mada Tantrika 1

- Jurusan Teknik Industri RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Proses 1. Kontrak Perkuliahan 2. Pengantar Akuntansi 3. Biaya 4. Metode pengumpulan biaya produksi 5. Metode penentuan biaya produksi 6. Perbandingan Laporan Laba Rugi perusahaan manufaktur dengan dagang Analisis Perilaku Biaya 1. Biaya tetap 2. Biaya variabel 3. Penentuan pola perilaku biaya Sistem Perhitungan Biaya dan Akumulasi Biaya 1. Aliran biaya dalam perusahaan manufaktur 2. Pelaporan hasil operasi 3. Sistem biaya 4. Akumulasi biaya 3 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Job Order Costing 1. Karakteristik metode harga pokok pesanan 2. Akuntansi untuk bahan baku, tenaga kerja, biaya overhead pabrik, barang jadi dan barang yang dijual 3. Job order costing di bidang jasa Process Costing 1. Karakteristik metode harga pokok proses 2. Akumulasi biaya proses 3. Laporan biaya produksi 4. Metode-metode harga pokok proses Biaya Mutu dan Akuntansi untuk Kehilangan dalam Proses Produksi 1. Biaya mutu 2. Akuntansi untuk production losses Perhitungan Biaya untuk Produk Sampingan dan Produk Gabungan 1. Metode perhitungan biaya produk sampingan 2. Metode alokasi biaya produksi bersama ke produk gabungan 4 Ceria Farela Mada Tantrika 2

- Jurusan Teknik Industri RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Biaya Bahan Baku 1. Perolehan dan penggunaan bahan baku 2. Unsur biaya yang membentuk harga pokok bahan baku 3. Perencanaan dan pengendalian bahan baku 4. Sisa bahan, produk cacat, produk rusak Biaya Tenaga Kerja 1. Pengertian biaya tenaga kerja 2. Penggolongan biaya tenaga kerja 3. Akuntansi biaya tenaga kerja dan yang berhubungan dengan tenaga kerja Biaya Overhead Pabrik dan Departementalisasi Biaya Overhead Pabrik 1. Karakteristik biaya overhead pabrik 2. Klasifikasi biaya overhead pabrik 3. Perhitungan tarif biaya overhead 4. Pembebanan biaya overhead pabrik 5 RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Biaya Overhead Pabrik dan Departementalisasi Biaya Overhead Pabrik 1. Departementalisasi 2. Biaya langsung dan tak langsung deparmental 3. Penentuan tarif biaya overhead pabrik per departemen Activity Based Costing dan Activity Based Management 1. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas 2. Manajemen berdasarkan aktivitas Analisis Modal, Analisis Titik Impas 1. Perhitungan biaya langsung 2. Analisis Biaya-Volume-Laba 3. Perencanaan Belanja Modal 4. Pengukuran Kinerja Laba Sistem Biaya Standar dan Analisis Variansi 1. Akuntansi tanggung jawab 2. Anggaran Fleksibel dan Analisis Varians 3. Perhitungan biaya standar 4. Penentuan varians biaya standar 5. Pencatatan biaya standar 6 Ceria Farela Mada Tantrika 3

- Jurusan Teknik Industri AKUNTANSI BIAYA 7 AKUNTANSI Suatu proses untuk mengidentifikasikan, mengukur, meringkas, dan mengkomunikasikan informasi-informasi keuangan sehingga dapat digunakan sebagai penunjang dalam menghasilkan keputusan oleh para pemakai informasi tersebut 8 Ceria Farela Mada Tantrika 4

- Jurusan Teknik Industri AKUNTANSI Akuntansi Manajerial Akuntasi Keuangan Akuntansi Biaya 9 AKUNTANSI MANAJEMEN Menyediakan laporan (ringkasan) informasiinformasi operasional bagi pihak manajemen Digunakan untuk: Perencanaan proses untuk menentukan tindakantindakan yang seharusnya diambil oleh perusahaan pada waktu-waktu mendatang Penganggaran proses perencanaan semua aktivitas organisasi selama satu periode tertentu Pengendalian proses yang digunakan oleh manajemen untuk memastikan bahwa operasioperasi yang dilakukan perusahaan sesuai dengan rencana yang dibuat Koordinasi proses yang dipakai manajemen untuk mengusahakan terjadinya kerjasama yang solid dalam mencapai tujuan perusahaan 10 Ceria Farela Mada Tantrika 5

- Jurusan Teknik Industri AKUNTANSI KEUANGAN Bentuk lain dari informasi akuntansi yang ditujukan untuk keperluan manajer perusahaan maupun pihak luar perusahaan Bagian paling pokok: Neraca Untuk menunjukkan posisi finansial dari suatu organisasi pada saat tertentu Aktiva Hutang = Hak Milik Aktiva = Hutang + Hak Milik Laporan Laba Rugi Untuk menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode anggaran Ringkasan pendapatan dan beban Penjualan Pengeluaran = Laba Bersih Penjualan = Pengeluaran + Laba Bersih 11 CONTOH NERACA PT. Triple Four Neraca 31 Desember 2008 (dalam ribuan) Aktiva lancar: Hutang dan Modal Uang tunai Rp 80.000,00 Hutang jangka pendek: Piutang Rp 150.000,00 Hutang Bank Rp 170.000,00 Persediaan: Hutang kepada pemasok Rp 44.000,00 Bahan baku Rp 120.000,00 Uang muka dari pemesan Rp 20.000,00 Barang jadi Rp 62.000,00 Jumlah hutang jangka pendek Rp 234.000,00 Barang setengah jadi Rp 74.000,00 Hutang jangka panjang Rp 250.000,00 Jumlah persediaan Rp 256.000,00 Modal sendiri Rp 680.000,00 Biaya dibayar sebelumnya Rp 38.000,00 Keuntungan yang tidak dibagi Rp 20.000,00 Aktiva tetap: Tanah Rp 300.000,00 Gedung dan Mesin-mesin Rp 480.000,00 Penyusutan Rp (120.000,00) Jumlah gedung dan mesin-mesin Rp 360.000,00 Jumlah Aktiva Rp 1.184.000,00 Jumlah Pasiva Rp 1.184.000,00 12 Ceria Farela Mada Tantrika 6

- Jurusan Teknik Industri CONTOH LAPORAN LABA RUGI PT. Triple Four Laporan Laba Rugi Tahun 2008 (dalam ribuan) Hasil penjualan kotor Rp 709.000,00 Dikurangi pengembalian dan potongan Rp (9.000,00) Hasil penjualan bersih Rp 700.000,00 Dikurangi harga pokok penjualan Rp (420.000,00) Laba kotor Rp 280.000,00 Dikurangi biaya umum, penjualan, dan administrasi Rp (160.000,00) Laba usaha Rp 120.000,00 Dikurangi beban bunga Rp (10.000,00) Laba bersih sebelum pajak Rp 110.000,00 Dikurangi pajak penghasilan Rp (50.000,00) Laba bersih sesudah pajak Rp 60.000,00 13 PERSAMAAN AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Merupakan sistem pengolah informasi yang menghasilkan informasi keuangan Berfungsi sebagai penyedia informasi keuangan yang bermanfaat bagi seseorang untuk pengambilan keputusan 14 Ceria Farela Mada Tantrika 7

- Jurusan Teknik Industri PERBEDAAN AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Pemakai Utama Akuntansi Manajemen Para manajer dari berbagai jenjang organisasi Akuntansi Keuangan Para manajer puncak dan pihak luar perusahaan Lingkup Informasi Bagian perusahaan Perusahaan secara keseluruhan Fokus Informasi Berorientasi pada masa yang akan datang Berorientasi pada masa lalu 15 PERBEDAAN AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Rentang Waktu Kriteria bagi Informasi Akuntansi Manajemen Fleksibel, bervariasi dari harian, mingguan, bulanan, bahkan dapat mencakup periode sepuluh tahun Tidak ada batasan, kecuali manfaat yang dapat diperoleh oleh manajemen dari informasi dibandingkan dengan pengorbanan untuk memperoleh informasi tersebut Akuntansi Keuangan Kurang fleksibel. Biasanya mencakup jangka waktu kuartalan, tengah tahunan, tahunan Dibatasi oleh prinsip akuntansi berterima umum 16 Ceria Farela Mada Tantrika 8

- Jurusan Teknik Industri PERBEDAAN AKUNTANSI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KEUANGAN Akuntansi Manajemen Akuntansi Keuangan Disiplin Sumber Isi Laporan Ilmu ekonomi dan psikologi sosial Laporan bersifat rinci mengenai bagian dari perusahaan Ilmu ekonomi Laporan berupa ringkasan mengenai perusahaan sebagai keseluruhan Sifat Informasi Unsur taksiran dalam informasi adalah besar Ketepatan informasi merupakan hal yang penting 17 AKUNTANSI BIAYA Cara perhitungan nilai persediaan yang dilaporkan di neraca dan angka harga pokok penjualan yang disajikan di laporan laba rugi Proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya Melengkapi manajemen dengan alat yang diperlukan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikan kualitas dan efisiensi, serta pengambilan keputusan baik yang bersifat rutin maupun yang strategis 18 Ceria Farela Mada Tantrika 9

- Jurusan Teknik Industri TUJUAN POKOK AKUNTANSI BIAYA Penentuan Biaya Produk Biaya pembuatan produk atau penyerahan jasa Biaya historis Pengendalian Biaya Memantau apakah pengeluaran biaya yang sesungguhnya sesuai dengan biaya yang seharusnya Analisis terhadap penyimpangan biaya dan menyajikan informasi mengenai penyebab terjadinya selisih tersebut dan perlu tidaknya tindakan korektif Pengambilan Keputusan Khusus Menyangkut masa yang akan datang Informasi biaya tidak dicatat dalam catatan akuntansi biaya, melainkan hasil proses peramalan 19 AKUNTANSI BIAYA Sistem akuntansi biaya yang baik diharapkan dapat memberikan informasi finansial yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan yang berkaitan dengan: Penentuan tujuan, kebijakan, dan rencana jangka panjang dari perusahaan Meneruskan operasi perusahaan sesuai dengan tujuan, kebijakan, dan rencana Memenuhi ketentuan-ketentuan legal, finansial, dan pengenaan pajak atas perusahaan 20 Ceria Farela Mada Tantrika 10

- Jurusan Teknik Industri AKUNTANSI BIAYA Pengumpulan, penyajian, dan analisis dari informasi mengenai biaya dan manfaat membantu manajemen untuk menyelesaikan tugas-tugas berikut: Membuat dan melaksanakan rencana dan anggaran untuk beroperasi dalam kondisi kompetitif dan ekonomi yang telah diprediksi sebelumnya Menetapkan metode perhitungan biaya yang memungkinkan pengendalian aktivitas, mengurangi biaya, dan memperbaiki kualitas Mengendalikan kualitas fisik dari persediaan, dan menentukan biaya dari setiap produk dan jasa yang dihasilkan unuk tujuan penetapan harga dan untuk evaluasi kinerja dari suatu produk, departemen, atau divisi Menentukan biaya dan laba perusahaan untuk periode akuntansi satu tahun atau untuk periode lain yang lebih pendek, termasuk menentukan nilai persediaan dan harga pokok penjualan sesuai dengan aturan pelaporan eksternal Memilih di antara dua atau lebih alternatif jangka pendek atau jangka panjang, yang dapat mengubah pendapatan atau biaya 21 PERANAN AKUNTANSI BIAYA Anggaran pernyataan yang terkuantifikasi dan tertulis dari rencana manajemen Pengendalian biaya Penetapan harga Penentuan laba Memilih di antara beberapa alternatif Teknologi manufaktur 22 Ceria Farela Mada Tantrika 11

- Jurusan Teknik Industri BIAYA 23 BIAYA Suatu nilai tukar, pengeluaran, atau pengorbanan yang dilakukan untuk menjamin perolehan manfaat Pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang baik yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu 24 Ceria Farela Mada Tantrika 12

- Jurusan Teknik Industri BEBAN Arus keluar yang terukur dari barang atau jasa, yang kemudian ditandingkan dengan pendapatan untuk menentukan laba Penurunan dalam aset bersih sebagai akibat dari penggunaan jasa ekonomi dalam menciptakan pendapatan atau dari pengenaan pajak oleh badan pemerintah Beban diukur berdasarkan jumlah penurunan dalam aset atau jumlah peningkatan dalam utang yang berkaitan dengan produksi dan penyerahan barang atau jasa Beban dalam arti paling luas mencakup semua biaya yang sudah habis masa berlakunya yang dapat dikurangkan dari pendapatan Setiap beban adalah biaya, tetapi tidak setiap biaya adalah beban 25 OBYEK BIAYA = tujuan biaya Suatu item atau aktivitas yang biasanya diakumulasi dan diukur Produk Batch dari unit-unit sejenis Pesanan pelanggan Kontrak Lini produk Proses Departemen Divisi Proyek Tujuan strategis Pengukuran biaya sangat tergantung pada kemampuan untuk menelusuri biaya ke obyek biaya 26 Ceria Farela Mada Tantrika 13

- Jurusan Teknik Industri PENTINGNYA INFORMASI BIAYA Manajemen selalu berusaha agar nilai keluaran lebih tinggi daripada nilai masukan yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran tersebut mengembangkan usaha dan mempertahankan eksistensi perusahaan Mengukur pengorbanan nilai masukan Mengukur apakah kegiatan usahanya menghasilkan laba atau sisa hasil usaha Digunakan oleh manajemen sebagai dasar untuk merencanakan alokasi sumber ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran 27 KLASIFIKASI BIAYA 28 Ceria Farela Mada Tantrika 14

- Jurusan Teknik Industri DASAR KLASIFIKASI BIAYA Objek Pengeluaran Produk (satu lot, batch, atau unit dari suatu barang jadi atau jasa) Fungsi Pokok dalam Perusahaan Volume produksi/perubahan volume aktivitas Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai Departemen, proses, pusat biaya, atau subdivisi lain dari manufaktur Periode akuntansi Suatu keputusan, tindakan, atau evaluasi 29 BIAYA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN OBJEK PENGELUARAN Nama objek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya Contoh: perusahaan kertas Biaya merang Biaya jerami Biaya gaji dan upah Biaya soda Biaya depresiasi mesin Biaya asuransi Biaya bunga Biaya zat warna 30 Ceria Farela Mada Tantrika 15

- Jurusan Teknik Industri BIAYA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PRODUK/ FUNGSI POKOK DALAM PERUSAHAAN Biaya manufaktur/biaya produksi Bahan baku langsung Tenaga kerja langsung Overhead pabrik Bahan baku tidak langsung Tenaga kerja tidak langsung Biaya tak langsung lainnya Beban komersial Beban pemasaran Beban administrasi Biaya Utama Biaya Konversi 31 BAHAN BAKU TIDAK LANGSUNG Perlengkapan Pabrik Pelumas 32 Ceria Farela Mada Tantrika 16

- Jurusan Teknik Industri TENAGA KERJA TIDAK LANGSUNG Supervisi Pengawas Inspeksi Gaji pegawai pabrik Pekerja defektif Pekerjaan eksperimental 33 BIAYA TAK LANGSUNG LAINNYA Sewa Asuransi kebakaran dan kerugian Pajak Bumi dan Bangunan Beban penyusutan Pemeliharaan dan perbaikan Generator Listrik Pemanas Pajak penghasilan pemberi kerja Alat-alat kecil Overhead pabrik lain-lain 34 Ceria Farela Mada Tantrika 17

- Jurusan Teknik Industri BEBAN PEMASARAN Beban pemasaran dimulai dari titik dimana biaya manufaktur berakhir Mencakup beban promosi, penjualan, dan pengiriman Gaji tenaga penjualan Komisi tenaga penjualan Pajak penghasilan pemberi kerja Periklanan Sampel Beban representasi Beban perjalanan dinas Sewa Beban penyusutan Pajak properti Telepon dan telegraf Alat tulis dan cetakan Pos Beban pengiriman keluar Beban pemasaran lain-lain 35 BEBAN ADMINISTRATIF Beban yang terjadi dalam mengarahkan dan mengendalikan organisasi Gaji bagian administratif dan kantor Pajak penghasilan pemberi kerja Sewa Beban penyusutan Pajak properti Beban audit Beban bagian hukum Beban piutang tak tertagih Telepon dan telegraf Alat tulis dan cetakan Pos Biaya administratif lain-lain 36 Ceria Farela Mada Tantrika 18

- Jurusan Teknik Industri BIAYA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN VOLUME PRODUK Biaya Variabel Jumlah total biaya variabel berubah secara proporsional terhadap perubahan aktivitas dalam rentang yang relevan Biaya Tetap Bersifat konstan secara total dalam rentang yang relevan Biaya Semivariabel Memiliki elemen biaya tetap dan biaya variabel Biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan Biaya Semifixed Biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu 37 BIAYA MENURUT HUBUNGAN BIAYA DENGAN SESUATU YANG DIBIAYAI Biaya Langsung Biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai Biaya Tidak Langsung Biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai 38 Ceria Farela Mada Tantrika 19

- Jurusan Teknik Industri BIAYA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN DEPARTEMEN PRODUKSI ATAU SEGMEN LAIN Biasa Langsung Departemen Biaya dapat ditelusuri ke suatu departemen dari mana biaya tersebut berasal Biaya Tidak Langsung Departemen Biaya ditanggung bersama oleh beberapa departemen yang memperoleh manfaat dari biaya tersebut Biaya Bersama biaya dari fasilitas atau jasa yang digunakan oleh dua atau lebih operasi Biaya Gabungan terjadi ketika produksi dari suatu produk menghasilkan satu atau beberapa produk lain tanpa dapat dihindari 39 BIAYA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN PERIODE AKUNTANSI Belanja Modal Memberikan manfaat pada periode-periode mendatang Dilaporkan sebagai aset Belanja Pendapatan Memberikan manfaat pada periode sekarang Dilaporkan sebagai beban 40 Ceria Farela Mada Tantrika 20

- Jurusan Teknik Industri BIAYA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN SUATU KEPUTUSAN, TINDAKAN, ATAU EVALUASI Relevan Biaya diferensial =biaya marginal atau biaya inkremental Biaya tunai yang berkaitan dengan suatu alternatif Tidak relevan Sunk cost 41 METODE PENGUMPULAN BIAYA PRODUKSI 42 Ceria Farela Mada Tantrika 21

- Jurusan Teknik Industri JOB ORDER COST METHOD Perusahaan yang berproduksi berdasar pesanan Biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu Biaya produksi per satuan produk yang dihasilkan untuk memenuhi pesanan = total biaya produksi untuk pesanan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan 43 PROCESS COST METHOD Perusahaan yang berproduksi massa Biaya dikumpulkan untuk periode tertentu Biaya produksi per satuan produk yang dihasilkan dalam suatu periode 44 Ceria Farela Mada Tantrika 22

- Jurusan Teknik Industri METODE PENENTUAN BIAYA PRODUKSI 45 Cara memperhitungkan unsur-unsur biaya ke dalam biaya produksi FULL COSTING Metode penentuan biaya produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi ke dalam biaya produksi Terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variabel maupun tetap Biaya produk = biaya produksi + biaya nonproduksi (biaya pemasaran, biaya administrasi dan umum) 46 Ceria Farela Mada Tantrika 23

- Jurusan Teknik Industri VARIABLE COSTING Metode penentuan biaya produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam biaya produksi Terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel Biaya produk = biaya produksi variabel + biaya nonproduksi variabel + biaya tetap 47 PERBEDAAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DAN LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN DAGANG 48 Ceria Farela Mada Tantrika 24

- Jurusan Teknik Industri LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN DAGANG Biaya Penjualan = Pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang dagangan dari perusahaan lain Biaya Pemasaran = pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan pemasaran barang dagangan Biaya administrasi dan umum = pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan selain perolehan barang dagangan dan pemasaran barang dagangan 49 CONTOH LLR PERUSAHAAN DAGANG PT. Eliona Sari Laporan Rugi-Laba tahun 2008 Pendapatan penjualan Rp 500.000,00 Biaya penjualan: Persediaan awal Rp (25.000,00) Pembelian Rp (290.000,00) Biaya barang yang tersedia untuk dijual Rp (315.000,00) Persediaan akhir Rp 20.000,00 Jumlah biaya penjualan Rp (295.000,00) Laba bruto Rp 205.000,00 Biaya usaha: Biaya administrasi dan umum Rp 56.000,00 Biaya pemasaran Rp 75.000,00 Jumlah biaya usaha Rp 131.000,00 Laba bersih usaha Rp 74.000,00 Pendapatan di luar usaha Rp 4.000,00 Biaya di luar usaha Rp (7.000,00) Jumlah pendapatan dan biaya di luar usaha Rp (3.000,00) Laba bersih sebelum pajak Rp 71.000,00 Pajak penghasilan 35% Rp (24.850,00) Laba bersih setelah pajak Rp 46.150,00 50 Ceria Farela Mada Tantrika 25

- Jurusan Teknik Industri LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN MANUFAKTUR Biaya Produksi = Pengorbanan sumber ekonomi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi Biaya Pemasaran = pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan pemasaran produk jadi Biaya administrasi dan umum = pengorbanan sumber ekonomi untuk kegiatan selain produksi dan pemasaran produk 51 CONTOH LLR PERUSAHAAN MANUFAKTUR PT Karya Puspita Laporan Rugi-Laba tahun 2008 Pendapatan penjualan Rp 500.000,00 Biaya penjualan: Persediaan awal produk jadi Rp (25.000,00) Biaya produksi: Persediaan awal produk dalam proses Rp (10.000,00) Biaya produksi: Biaya bahan baku Rp (50.000,00) Biaya tenaga kerja langsung Rp (60.000,00) Biaya overhead pabrik Rp (75.000,00) Jumlah biaya produksi Rp (185.000,00) Persediaan awal dan hasil produksi produk dalam proses Rp (195.000,00) Persediaan akhir produk dalam proses Rp 15.000,00 Jumlah biaya produksi Rp (180.000,00) Biaya produk yang tersedia untuk dijual Rp (205.000,00) Persediaan akhir produk jadi Rp 20.000,00 Biaya penjualan Rp (185.000,00) Laba bruto Rp 315.000,00 Biaya usaha: Biaya administrasi dan umum Rp (56.000,00) Biaya pemasaran Rp (175.000,00) Jumlah biaya usaha Rp (231.000,00) Laba bersih usaha Rp 84.000,00 Pendapatan di luar usaha Rp 4.000,00 Biaya di luar usaha Rp (7.000,00) Jumlah pendapatan dan biaya di luar usaha Rp (3.000,00) Laba bersih sebelum pajak Rp 81.000,00 Pajak penghasilan 35% Rp (28.350,00) Laba bersih setelah pajak Rp 52.650,00 52 Ceria Farela Mada Tantrika 26

- Jurusan Teknik Industri 53 Ceria Farela Mada Tantrika 27