GERSTMANN S SYNDROME

dokumen-dokumen yang mirip
LOBUS PARIETAL. (Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Neurospikologi) Disusun oleh : Kelompok 5 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PADJADJARAN

REFERAT. Afasia. Oleh : Florensiana O. P. Manafe ( ) Pembimbing: dr. Fenny L. Yudiarto, SpS (K) KEPANITERAAN KLINIK NEUROLOGI

TUGAS KELOMPOK. Perbedaan Fungsi Hemisfer Kiri dan Kanan. Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Neuropsikologi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Depresi adalah suatu gangguan suasana perasaan (mood) yang

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT (NDT) PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK DIPLEGIA DI YPAC SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. salah satunya adalah cerebral palsy (CP). CP merupakan kelainan atau

Darulkutni Nasution Department of Neurology

APHASIA. Klasifikasi Gangguan Bahasa

UKDW BAB Latar Belakang

FORM OBSERVASI Mini Mental State Examination (MMSE)

BAB 1 PENDAHULUAN. fungsi otak, medulla spinalis, saraf perifer dan otot.

Peningkatan atau penurunan kemampuan pemecahan masalah dan kreativitas

KARYA TULIS ILMIAH PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN METODE NEURO DEVELOPMENT TREATMENT PADA CEREBRAL PALSY SPASTIK ATETOID HEMIPLEGI DI YPAC SURAKARTA

TUGAS MAKALAH KELOMPOK LOBUS TEMPORAL

BUKU AJAR SISTEM NEUROPSIKIATRI

BAB I PENDAHULUAN. meluas ke rongga mulut. Penyakit-penyakit didalam rongga mulut telah menjadi perhatian

AFASIA

Sudah benarkah cara belajar Anda?

BAB 1 PENDAHULUAN. menimbulkan berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan. kesehatan manusia, salah satu diantanranya stroke.

BAB V PEMBAHASAN. A. Pembahasan. Bab ini penulis akan membahas tentang tindakan keperawatan

BAB I PENDAHULUAN. tumbuh kembang anak adalah kondisi Cerebral Palsy (Rosenbaum, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara

Definisi Bell s palsy

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem saraf juga bertanggung jawab sebagai sietem persepsi, perilaku dan daya

BAB I PENDAHULUAN. Stroke Menurut World Health Organization (WHO) (2001) seperti yang

PERVASIVE DEVELOPMENTAL DISORDER (lanjutan) Dr. Ika Widyawati, SpKJ(K)

METODE PEMBELAJARAN UNTUK ANAK BERKESULITAN BELAJAR SPESIFIK TIPE DISLEKSIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA

BAB I PENDAHULUAN. suram, pesimistis, ragu-ragu, gangguan memori, dan konsentrasi buruk. 1

BAB I PENDAHULUAN. Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI Kesenjangan. tenaga non-medis seperti dukun maupun kyai, (Kurniawan, 2015).

BAB I PENDAHULUAN. Stroke atau cedera serebrovaskuler (CVA) adalah ketidaknormalan fungsi sistem

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dapat dipastikan dalam kehidupan ini, bahwa setiap pasangan yang

PEMERIKSAAN NEUROPSIKOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. mortalitas yang tinggi pada penderitanya. Selain sebagai penyebab kematian

BAB I PENDAHULUAN. menyebabkan terpotongnya suplai oksigen dan nutrisi yang mengakibatkan

METODE PERMAINAN ULAR TANGGA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERHITUNG PADA ANAK DISKALKULIA

Classification and Diagnosis. Kuliah 2 Adriatik Ivanti, M.Psi, Psi

Gambaran Gangguan Fungsi Kognitif Pada Pasien Pascastroke Di RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun Oleh: Tammy Clarissa

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. cenderung meningkatkan risiko terjadinya penyakit vaskular seperti stroke

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Cerebral palsy (CP). CP merupakan gangguan kontrol terhadap fungsi motorik

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RPP NEUROLOGI DALAM PEMBELAJARAN

BAB III KESULITAN BELAJAR

SPEECH THERAPY PADA KLIEN STROKE Oleh: Farida Aini_dipublish oleh: Sunardi (Residensi Sp.KMB)

CHEPY CAHYADI, 2015 SISTEM PAKAR DIAGNOSA GANGGUAN BELAJAR KHUSUS (LEARNING DISABILITY ) PADA ANAK DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER (DS)

a) Mengenal Analisis Kualitatif b) Mengetahui komponen Analisis Kualitatif c) Mengenal perbedaan analisis kuantitatif dan kualitatif

PENATALAKSANAAN TERAPI LATIHAN PADA CEREBRAL PALSY SPASTIC QUADRIPLEGI DENGAN METODE NEURO DEVELOPMENTAL TREATMENT (NDT) DI YPAC SURAKARTA

Disusun Oleh : SARI INDAH ASTUTI F

BAB I PENDAHULUAN. igo yang berarti kondisi. Vertigo merupakan subtipe dari dizziness yang

BAB III METODE PENELITIAN. (single case experimental design) yang merupakan sebuah desain

BAB 1 PENDAHULUAN. perdarahan atau non perdarahan (Junaidi Iskandar, 2002: 4).

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Vertigo berasal dari istilah latin, yaitu vertere yang berarti berputar, dan igo

BAB I PENDAHULUAN UKDW. perkembangan fase selanjutnya (Dwienda et al, 2014). Peran pengasuhan tersebut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RPP NEUROLOGI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Pengembangan Kemampuan Berkomunikasi pada Anak Cerebral Palsy. Musjafak Assjari (PLB-FIP-UPI)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

TRANSCRANIAL DOPPLER PADA SEREBRAL ARTERIOVENOUS MALFORMATION LAPORAN KASUS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pedoman Pelaksanaan Persetujuan Tindakan Kedokteran (Informed Consent)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa kanak-kanak dapat dikatakan sebagai masa yang penting dalam

KESULITAN BELAJAR SPESIFIK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. darah menuju otak, baik total maupun parsial (sebagian) (Čengić et al., 2011).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN KULIAH PERKEMBANGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KE 5 PPS-PLB. Dr.Mumpuniarti, M Pd

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke, yang juga dikenal dengan istilah cerebrovascular

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan data NCHS (National Center of Health Statistics) 2010, orang dengan serangan stroke berulang (NCHS, 2010).

manusia mengalami banyak perubahan dari segi fisik dan mental. Penuaan adalah salah satu

Belajar yang Efektif dan Kreatif

BAB I PENDAHULUAN. khusus karena anak tersebut menandakan adanya kelainan khusus. Mereka

BAB I PENDAHULUAN. dalam mendeteksi secara dini disfungsi tumbuh kembang anak. satunya adalah cerebral palsy. Cerebral palsy menggambarkan

PANDUAN PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN RUMAH SAKIT RAWAMANGUN

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak di Amerika Serikat. Pada 2002, stroke membunuh sekitar orang. Jumlah tersebut setara

BAB 1 PENDAHULUAN. pembedahan yang dilakukan adalah pembedahan besar. Tindakan operasi atau

UKDW BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG. Stroke atau cedera serebrovaskular adalah berhentinya suplai darah ke

BAB 1 PENDAHULUAN. kecacatan yang lain sebagai akibat gangguan fungsi otak (Muttaqin, 2008).

Secondary Brain Tumor

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. fisik yang ada di tempat kerja yaitu penerangan. berkurangnya daya efisiensi kerja, kelelahan mental, keluhan-keluhan pegal

HIPERTENSI. adalah gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah sehingga peredaran darah menjadi diatas normal

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN UKDW. penyakit yang sering dijumpai dalam praktek kedokteran. Data epidemiologis

BAB 1 PENDAHULUAN. perilaku berkaitan dengan gangguan fungsi akibat gangguan biologik, sosial,

FORMULIR KLAIM CACAT TETAP TOTAL ATAU SEMENTARA

keluarga lainnya yang pada akhirnya bisa menimbulkan depresi. Ganguan tersebut dikaitkan dengan ancaman adanya kematian (Notoatmojo, 2003).

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

ALGORITMA PENATALAKSANAAN CEDERA KEPALA RINGAN

Gangguan Mental Organik (GMO) Oleh : Syamsir Bs, Psikiater Departemen Psikiatri FK-USU

Culture and Treatment of Abnormal Behavior

BAB I PENDAHULUAN. dan mengobati kecelakaan kerja dan penyakit sudah lama diketahui dan

Transkripsi:

GERSTMANN S SYNDROME Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Neurologi Lestari Fauziah 190110080011 Theresia M. Purba 190110080024 Hj. Dewi Ariani 190110080046 Stella P. Utami 190110080047 Arrundina P. Dewi 190110080053 Dyah Nurul Hapsari 190110080055 Oleh: Rahmi Maya Fitri 190110080063 Eka Nur Syabanawati 190110080064 Wahyu Pratiwi 190110080066 Ummu Raudha 190110080067 Sekar Titisani 190110080112 Estidia Kumala Sari 190110080128 UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS PSIKOLOGI JATINANGOR 2011

GERSTMANN'S SYNDROME What s Gerstmann s Syndrome? Gerstmann's syndrome adalah pelemahan yang dihasilkan dari kerusakan area spesifik di otak sebelah kiri lobus parietal di dalam daerah gyrus angular. Gerstmann's syndromepertama kali ditemukan oleh Josef Gerstmann pada tahun 1924 yang memiliki seorang pasien stroke dengan gejala yang tidak biasa, dan menyebabkan finger agnosia. Secara lebih lanjut, Gerstmann's syndrome ini kemudian ditemukan pada orang-orang yang mengalami stroke yang terasosiasikan dengan kerusakan terhadap lobus parietal. Berikut adalah gambar area otak yang rusak pada penderitagerstmann's syndrome: Gambar 1. Area Otak Gerstmann s syndrome dikarakteristikan dengan empat gejala utama, yaitu: 1. Agraphia atau dysgraphia Agraphia atau dysgraphia merupakan gangguan berupa ketidakmampuan dalam menulis. Ketidakmampuan menulis ini dikarakteristikan dengan kesalahan dalam mengeja dan menulis indah. Kesalahan mengeja yang paling umum ditemukan terkait dengan keurutan huruf, seperti penghilangan kata, 1

penggantian kata, dan kesalahan perpindahan. Isu tulisan indah mendeskripsikan formasi huruf yang buruk, orientasi huruf dan orientasi bagian huruf yang buruk. Menulis kurang selaras dan menunjukkan jarak yang buruk. 2. Acalculia atau dyscalculia Acalculia atau dyscalculia adalah kekurang pahaman dalam perhitungan atau aritmatika. Berdasarkan penelitian, anak dengan gangguan ini memahami konsep bentuk dasar perhitungan matematika, tetapi memiliki kemampuan yang buruk dalam menulis dan keurutan angka. Gejala ini dapat diuji dengan meminta pasien untuk melakukan pengurangan seri 7 mulai dari angka 100. Hal ini berarti 100, 93, 86, 79, 72, dan seterusnya. 3. Finger agnosia (Finger aphasia) Finger agnosia adalah hilangnya kemampuan untuk menyadari, mengidentifikasi, menamai, memilih, mengidentifikasi, dan mengorientasikan jari sendiri atau orang lain, membedakan kanan dan kiri, serta ketidakmampuan untuk mengidentifikasi jari dirinya sendiri maupun orang lain. Hal ini dapat diuji dengan suatu permintaan seperti sentuh jari telunjuk saya dengan jari telunjuk anda dan sentuh hidung anda dengan jari tengah. 4. Left-right confussion Merupakan ketidakmampuan untuk membedakan tangan kanan dan tangan kiri diri sendiri atau tangan orang lain. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat deskripsi variasi pada area ini dari kelambatan atau keraguan dalam berespon sampai ketidakmampuan untuk mengikuti petunjuk instruksional selama aktivitas sehari-hari. Gejala ini dapat diuji dengan permintaan seperti Tunjukkan pada saya tangan kiri anda. Sentuh kaki kanan anda dan Sentuh telinga kiri anda dengan tangan kanan anda. Banyak kasus teridentifikasi ketika anak mencapai usia sekolah, yaitu waktu dimana mereka berkesempatan untuk latihan menulis dan belajar matematika. Pada umumnya, anak dengan gangguan ini menunjukkan tulisan 2

tangan dan mengeja yang buruk, dan kesulitan dengan fungsi-fungsi matematika, termasuk menjumlah, mengurangi, mengkali, dan membagi. Ketidakmampuan untuk membedakan kanan dengan kiri dan untuk membedakan beberapa jari individu juga dapat terlihat. Selain empat gejala utama, banyak anak juga menderita dari constructional apraxia, yaitu ketidak mampuan untuk meniru gambar sederhana. yang juga seringkali ditandai dengan kelemahan anak dalam membaca. Is there any treatment? Tidak ada penyembuhan untuk Gerstmann s syndrome. Perawatannya bersifat symptomatic dan suportif. Symptomatic berarti bahwa perawatan yang dilakukan disesuaikan dengan symptom yang muncul pada pasien tersebut. Contohnya terapi pekerjaan dan bicara dapat membantu mengurangi dysgraphia dan apraxia, dan juga penggunaan kalkulator dan word processor untuk membantu anak sekolah mengatasi dengan gejala gangguan Gertsmann s syndrome. Sementara suportif dapat dilakukan oleh keluarga terdekat dengan memberikan dukungan agar pasien dapat terus melakukan aktivitasnya dengan baik, membantu memfasilitasi kebutuhan pasien, dan menunjang pasien untuk melakukan functioning (sebagai contoh: dengan memberikan marka jalan/sign). What is the prognosis? Pada orang dewasa, muncul banyak gejala yang berbeda setiap waktunya. Begitu juga pada anak-anak. Namun biasanya banyak anak mungkin tidak dapat mengatasi kekurangan mereka tersebut namun belajar untuk menyesuaikannya. Diagnosis differensial untuk penyakit ini pada orang dewasa adalah cerebrovascular events dan dementia. Sementara pada anak-anak, hal ini terdapat pada kerusakan otak global dan kesulitan belajar secara umum. Gerstmann s syndrome tidak diketahui penyebabnya, akan tetapi terdapat beberapa hipotesis untuk menjelaskan timbulnya penyakit ini. Ada yang mengatakan bahwa terdapat area spesifik di otak yang telah diimplikasikan, yaitu lobus parietal dan luka pada subangular. Luka selanjutnya adalah luka pada focal 3

ischemic, disituasikan subkortikal dalam bagian inferior kiri gyrus angular dan mencapai daerah superior posterior. Sedangkan teori lain bahwa terdapat implikasi lobus parietal yang terluka di sisi lain, gyrus angular hemisphere kiri dan gyrus supra-marginal kanan bertanggung jawab pada gangguan ini. Proses perkembangan yang abnormal menyebabkan abnormalitas keahlian neuro-cognitive yang telah dipertimbangkan sebagai penyebab potensial dari Developmental Gerstmann s Syndrome dan belum mengembangkan falisitas syaraf atau trauma prenatal disebabkan manifestasi halus dari cerebral palsy. Peneliti tidak melokasikan area di otak yang bertanggung jawab untuk gejala-gejala yang terlihat pada Developmental Gerstmann s Syndrome. Penelitian untuk area spesifik sulit untuk dibuktikan, karena multiple skills deficits terlihat dalam Developmental Gerstmann s Syndrome dikontrol dan dipengaruhi oleh multiple brain loci. Penyakit Gerstmann s syndrome ini dapat dideteksi dengan melakukan MRI scan. MRI scan biasanya akan dapat menemukan kerusakan pada sudut gyrus di lobus parietal kiri. Kaitan dengan Psikologi Gerstmann s syndrome memiliki peranan tersendiri dalam bidang kajian psikologi. Jika dilihat dari penjelasan sebelumnya, bahwa tidak ada penyembuhan untuk penyakit ini, maka secara psikologis yang dapat dilakukan ialah melalui support dari keluarga dan lingkungan sekitar. Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari proses mental dan tingkah laku manusia tentunya dapat memperoleh banyak informasi baru mengenai gerstmann s syndrome sehingga dengan mempelajari materi ini, psikolog dapat merancang terapi suportif dimana cara ini merupakan salah satu bentuk perawatan yang dapat dilakukan kepada pasien. Hal inilah yang dapat membantu pasien untuk dapat tetap menjalani kehidupannya dengan baik walaupun tidak dapat berlangsung seperti orang normal lainnya. 4

DAFTAR PUSTAKA National Institutes of Neurological Disorders and Stroke. (July 02, 2008). NINDS Gerstmann's Syndrome Information Page. Bethesda: Office of Communications and Public Liaison National Institute of Neurological Disorders and Stroke National Institutes of Health. http://www.ninds.nih.gov/disorders/gerstmanns/gerstmanns.htm diakses pada 27 September 2011 pukul 20.44 WIB Taub, Marc B. (2008). Developmental Gerstmann s Syndrome, A Case Report & Literature Review. Journal of Behavior Optometry. Retrieved from http://www.oepf.org/jbo/journals/19-4%20taub.pdf http://www.rightdiagnosis.com/g/gerstmanns_syndrome/symptoms.htm diakses pada 27 September 2011 pukul 20.54 WIB http://www.patient.co.uk/doctor/gerstmann's-syndrome.htm diakses pada 2 Oktober 2011 pukul 21.17 WIB 5