Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan

dokumen-dokumen yang mirip
Memutus Rantai Pelanggaran Kebebasan Beragama Oleh Zainal Abidin

Hak Beribadah di Indonesia Oleh: Yeni Handayani * Naskah diterima: 4 Agustus 2015; disetujui: 6 Agustus 2015

INSTRUMEN HUKUM MENGENAI HAM

HAK KEBEBASAN BERAGAMA

HAM DAN PERLINDUNGAN HAK KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN. Oleh: Johan Avie, S.H.

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MAKALAH. HAM dan Kebebasan Beragama. Oleh: M. syafi ie, S.H., M.H.

HAK ASASI MANUSIA dalam UUD Negara RI tahun Dr.Hj. Hesti

HAK AZASI MANUSIA DAN PENEGAKAN SUPREMASI HUKUM

Kusnandir, A. Ks., M. Si Direktorat Jenderal HAM Kementerian Hukum dan HAM

Bab IV Penutup. A. Kebebasan Berekspresi sebagai Isi Media

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA INDONESIA TAHUN

HAM, PEREMPUAN DAN HAK KONSTITUSIONAL 1. Oleh Dian Kartikasari 2

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2005 TENTANG (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR.. TAHUN. TENTANG PERLINDUNGAN UMAT BERAGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

BAB 10 PENGHAPUSAN DISKRIMINASI DALAM BERBAGAI BENTUK

2008, No e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d perlu membentuk Undang-Undang tenta

ATAU BERKEPERCAYAAN. Nicola Colbran Norwegian Centre for Human Rights. Disampaikan dalam acara Workshop Memperkuat

HAK ASASI MANUSIA. Pengertian HAM

PELUANG DAN KENDALA MEMASUKKAN RUU KKG DALAM PROLEGNAS Oleh : Dra. Hj. Soemientarsi Muntoro M.Si

PERLINDUNGAN HAK-HAK MINORITAS DAN DEMOKRASI

Ringkasan Putusan.

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Deklarasi Penghapusan Semua Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi berdasarkan Agama...

KEJAHATAN SEKSUAL Lindungi Hak Korban. Masruchah Komnas Perempuan 11 Januari 2012

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Kerangka Teori

Oleh: Robi Dharmawan, S. IP. Pusat Studi HAM Surabaya

II. TINJAUAN PUSTAKA

Muchamad Ali Safa at INSTRUMEN NASIONAL HAK ASASI MANUSIA

Kewajiban Negara Pihak terhadap Pelaksanaan Instrumen-instrumen HAM Internasional. Ifdhal Kasim

HAK HAK SIPIL DAN POLITIK

MAKALAH HAK SIPOL & HAK EKOSOB. Oleh: Ifdhal Kasim Ketua Komnas HAM RI, Jakarta

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 19/PUU-VI/2008

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK SIPIL DAN POLITIK 1 MUKADIMAH

Prinsip Dasar Peran Pengacara

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN GURU KELAS SD

PENGANTAR KONVENSI HAK ANAK

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

Civil and Political Rights (Hak-Hak Sipil dan Politik) Herlambang P. Wiratraman 2016

DEKLARASI UNIVERSAL HAK ASASI MANUSIA 1 MUKADIMAH

UNOFFICIAL TRANSLATION

MODUL VII HAK AZAZI MANUSIA

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN by DANIEL ARNOP HUTAPEA, S.Pd PERTEMUAN KE-1

BAB I PENDAHULUAN. yang bersifat material atau sosiologi, dan/atau juga unsur-unsur yang bersifat. Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghuchu.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Mengetahui hak manusia yang melekat sejak lahir RINA KURNIAWATI, SHI, MH

HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK: Sebuah Pengantar

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 99/PUU-XIV/2016 Korelasi Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Untuk Waktu Tidak Tertentu

Makalah WORKSHOP PENYUSUNAN SILABUS & SAP MATA KULIAH HUKUM HAK ASASI MANUSIA. Aspek Penegakan Hukum HAM di Indonesia

MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Daftar Pustaka. Glosarium

Materi Kuliah HAK ASASI MANUSIA

BAB II HAK KONSTITUSIONAL WARGA NEGARA. konstitusi negara adalah pengaturan terkait Hak Asasi Manusia (human right). Negara

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2008 TENTANG PENGHAPUSAN DISKRIMINASI RAS DAN ETNIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

perkebunan kelapa sawit di Indonesia

Perkawinan Sesama Jenis Dalam Persfektif Hukum dan HAM Oleh: Yeni Handayani *

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA KETETAPAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR XVII /MPR/1998

Ifdhal Kasim. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia

Oleh: Dr. Makarim Wibisono Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Seminar KOMNAS Perempuan Hotel Kartika Chandra, 12 Maret 2012

2017, No Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

HAK AZASI MANUSIA. Materi Perkuliahan Ilmu Politik FH Unsri. Vegitya Ramadhani Putri, MA, LLM

ATURAN PERILAKU BAGI APARAT PENEGAK HUKUM

Hak atas Informasi dalam Bingkai HAM

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Perkara Nomor 3/PUU-V/2007

PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO

MAKALAH. Hak Sipil & Politik: Sebuah Sketsa. Oleh: Ifdhal Kasim (Ketua KOMNAS HAM RI)

LEGAL OPINI: PROBLEM HUKUM DALAM SK NO: 188/94/KPTS/013/2011 TENTANG LARANGAN AKTIVITAS JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA (JAI) DI JAWA TIMUR

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN NEGARA PP&PA. Strategi Nasional. Sosial Budaya.

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN

INSTRUMEN NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (HAM)

(Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia)

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2008 TENTANG PENGHAPUSAN DISKRIMINASI RAS DAN ETNIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 65 TAHUN 2005 TENTANG KOMISI NASIONAL ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUKU AJAR (BAHAN AJAR) HAK MENYATAKAN PENDAPAT DI MUKA UMUM SECARA BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB. Oleh : I Gede Pasek Eka Wisanjaya SH, MH

HAK SIPIL DAN POLITIK

PENEGAKAN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2008 TENTANG PENGHAPUSAN DISKRIMINASI RAS DAN ETNIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Setiap norma per. Per-UU-an wajib melarang perlakuan : b.perbedaan; c.pengucilan; dan d.pembatasan. Atas dasar jenis kelamin

INSTRUMEN HUKUM INTERNASIONAL HAK ASASI MANUSIA

2017, No kewajiban negara untuk memastikan bahwa perempuan memiliki akses terhadap keadilan dan bebas dari diskriminasi dalam sistem peradilan

No ekonomi. Akhir-akhir ini di Indonesia sering muncul konflik antar ras dan etnis yang diikuti dengan pelecehan, perusakan, pembakaran, perkel

Kompetensi. Hukum Dan Hak Asasi Manusia Hak Turut Serta dalam Pemerintahan (HTSdP) Hak Turut Serta dalam Pemerintahan. hukum dengan HTSdP.

HAK EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA

Transkripsi:

Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Oleh Rumadi Peneliti Senior the WAHID Institute Disampaikan dalam Kursus HAM untuk Pengacara Angkatan XVII, oleh ELSAM ; Kelas Khusus Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Bogor November 2013

Hak Menjalankan agama dan Keyakinan Instrumen Internasional: DUHAM ICCPR- International Covenant on Civil and Political Rights Instrumen Nasional Intrumen Hukum Nasional - Konstitusi - UU No. 39 tahun 1999 - UU No. 12 Tahun 2005 (Ratifikasi ICCPR)

Keterkaitan antar Instrumen 1948 1965 1966 1981 1989 Universal Declaration of Human Rights International Convention on the elimination of all forms of Racial Discriminatio n (Konvensi Penghapusan segala bentuk Diskriminasi International Covenant of Civil and Political Rights (Kovenan Hak-hak Sipil dan Politik) The UN Declaration on the Elimination of All Forms of Intolerance and of Discrimination Based on Religion or Belief (Deklarasi PBB ttg Penghapusan segala bentuk Intoleransi dan Diskriminasi berdasar Agama atau Kepercayaan Convention on the Rights of the Child (Konvensi Hak Anak)

DUHAM (Pasal 18) Everyone has the right to freedom of thought, conscience and religion. This right includes freedom to change his religion or belief, and freedom, either alone or in community with others and in public or private, to manifest his religion or belief in teaching, practice, worship and observance. Setiap orang berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama. Dalam hal ini termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dan kebebasan untuk mewujudkan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya, mempraktekkannya, melaksanakan ibadahnya dan mentaatinya, baik sendiri maupun bersama-sama, dengan orang lain, di muka umum maupun di wilayah pribadi.

ICCPR (Pasal 18) 1. Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan dan beragama. Hak ini meliputi kebebasan untuk memeluk suatu agama atau kepercayaan pilihannya sendiri, dan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaannya baik secara sendiri maupun bersamasama dengan orang lain, secara terbuka atau pribadi, dalam kegiatan ibadah, mentaati, mengamalkan atau mengajarkannya. 3. Kebebasan untuk menjalankan agama atau kepercayaan hanya dapat dikenai berbagai pembatasan yang ditentukan oleh hukum dan yang diperlukan untuk melindungi keselamatan, ketertiban, kesehatan ataupun moral umum, atau untuk melindungi hak-hak dan kebebasan orang lain.

UUD 1945 Pasal Bunyi 28E (1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. **) (2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. **) 28I (1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. **) (2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu. **) (4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab negara, terutama pemerintah. **)

UUD 1945 Pasal Bunyi 28J (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilainilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.**) 29 (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu

UU No. 39/1999 ttg HAM Pasal Bunyi 4 Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun dan oleh siapapun. 22 (1) Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaanya itu. (2) Negara menjamin kemerdekaan setiap orang memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaanya itu.

Kewajiban Generik Negara Menghormati (Omisi) Negara tidak melakukan tindakan yg dilarang atau bertentangan dg norma2 standar HAM Negara menahan diri utk tidak campur tangan (abstain) dalam dinikmatinya kebebasan asasi. Melindungi (Komisi) Memenuhi (Komisi) Secara khusus, negara melindungi kelompok ttt yg rentan atau terdiskriminasi(anak, perempuan, buruh, masyarakat adat, klp minoritas) Scr umum negara menjamin agar hak dan kebebasan dasar tdk dilanggar oleh pihak lain. (melalui hukum dan peradilan) Negara mengambil langkah2 yang diperlukan bagi terwujudnya hak asasi.

Hak Manusia Kewajiban Negara Kebebasan Individu HAK Sosial Keberhakan

Menghormati Kewajiban Melindungi Memenuhi

Matriks Spektrum Hak Individu/Kelompok dan Kewajiban Negara Hak Individu/Kelompok Kebebasan Keberhakan Freedom in itself (Kebebasan Kodrati, Asasi, Dasar) Mutlak: Tak dapat ditangguhkan (ditunda) maupun dikenai pengekangannatau pembatasan apapun Freedom for itself (Kebebasan Sosial Relatif: Karena situasi dan alasan tertentu dapat dikenai pengekangan dan pembatasan melalui hukum Berhak atas Karena keterbatasan sumber daya, hanya di atas batas minimum tertentu, dapat ditunda pemenuhannya secara bertahap. Menghormati Melindungi Memenuhi

Delapan Elemen Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan: 1. Forum Internum: Kebebasan internal yang tak bisa dikurangi dan dibatasi dalam kondisi apapun, meliputi: kebebasan hati nurani untuk meyakini, menganut dan berpindah agama dan keyakinan serta hak untuk tidak dipaksa menganut atau tidak menganut suatu agama atau keyakinan. (non derogable rights) 2. Forum Externum. Setiap orang mempunyai kebebasan, baik sendiri atau bersama-sama dengan orang lain, di tempat umum (publik) atau wilayah pribadi, untuk memanifestasikan agama atau kepercayaannya di dalam pengajaran, pengamalan, ibadah dan penataannya. (derogable rights)

3. Tidak ada Paksaan. Tidak seorang pun dapat dipaksa sehingga terganggu kebebasannya untuk menganut atau menetapkan agama atau keyakinannya. 4. Tidak Diskriminatif. 5. Hak Orang Tua dan Wali. Negara berkewajiban untuk menghormati kebebasan orang tua, dan wali yang sah untuk memastikan bahwa pendidikan agama dan moral bagi anak-anak mereka sesuai dengan keyakinan mereka sendiri.

6. Kebebasan Lembaga dan Status Legal untuk berorganisasi atau berserikat sebagai komunitas. 7. Pembatasan yang diijinkan pada Kebebasan Eksternal. Kebebasan untuk memanifestasikan keagamaan atau keyakinan seseorang hanya dapat dibatasi oleh undang-undang untuk melindungi: keselamatan dan ketertiban public, kesehatan atau kesusilaan umum atau hak-hak dasar orang lain. 8. Tidak Dapat Dikurangi (Non-Derogability). Negara tidak boleh mengurangi kebebasan beragama atau berkeyakinan dalam keadaan apa pun.

Contoh Kewajiban Negara dlm Triaspolitica Legislatif Eksekutif Yudikatif Menghormati Melindungi Memenuhi Tidak menyusun/mensah kan UU yg bertentangan dg norma HAM Tidak melakukan tindakan yang dilarang norma HAM Membuat UU yg menghukum, memberi sanksi pelanggaran HAM Penegakan hukum dg melakukan pentuntutan thd pelaku kejahatan HAM Demi keadilan memutuskan perkara secara adil dg mempertimbangkan norma HAM Perencanaan dan pelaksanaan: mengambil langkah2 legislatif, adminsitratif, kebijakan, anggaran, hukum dan semua tindakan yg memadai untuk pewujudan

Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Tindakan penghilangan, pembatasan atau pengurangan hak dan kebebasan dasar setiap orang untuk berpikir, berkeyakinan dan beragama. Tindakan pelanggaran bisa dilakukan dalam dua bentuk: - By Comission: negara secara aktif melakukan pelanggaran. - By Ommission: negara tidak melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan untuk mencegah adanya pelanggaran.

Tindakan Diskriminasi Tidak seorangpun boleh dijadikan sasaran diskriminasi oleh negara, lembaga, kelompok orang manapun atas alasan-alasan agama atau keyakinan Pihak yg potensial mendiskriminasi: Negara (nasional, regional) Lembaga Pemerintahan, non pemerintah Kelompok orang Individu

Apa Intoleransi dan Diskriminasi? Intoleransi berdasar agama dan keyakinan: setiap pembedaan, pengesampingan, pengekangan atau pengutamaan yg didasarkan pada agama atau keyakinan yang beraakibat menciderai pengakuan, penikmatan atau pelaksanaan hak-hak dan kebebasan dasar manusia. (Lihat UU No. 40/2008 ttg Antidiskriminasi Ras dan Etnis)

Kebebasan Khusus Hak atas kebebasan berpikir, hati nurani, beragama dan berkeyakinan mencakup : 1. Beribadah atau berkumpul dalam hubungannya dg suatu agama atau keyakinan, mendirikan serta mengelola tempat-tempat untuk tujuan ini. 2. Mendirikan dan mengelola berbagai lembaga amal atau kemanusiaan. 3. Membuat, memperoleh dan mempergunakan berbagai benda dan material yang diperlukan berkaitan dengan upacara suatu agama atau keyakinan. 4. Menulis, mengemukakan dan menyebarluaskan berbagai penerbitan yg relevan di bidang ini.

5. Mengajarkan suatu agama atau keyakinan di tempat-tempat yang cocok utk maksud ini. 6. Mengumpulkan dan menerima sumbangan secara sukarela. 7. Melatih, menunjuk, memilih atau mencalonkan dg suksesi pemimpin. 8. Menghormati hari2 besar agama dan keyakinan seseorang. 9. Mendirikan dan mengelola komunikasi dg seseorang atau masyarakat dalam persoalan agama dan keyakinan.

Beberapa Isu Penting KBB dan Diskriminasi di Indonesia Politik pengakuan agama ----diskriminasi hakhak sipil Aliran sesat dan penodaan agama Pembangunan tempat ibadah Regulasi terkait dengan agama: level nasional dan daerah State Favoritism