Program Dinamis Sebagai Algoritma Dalam Link State Routing Protocol

dokumen-dokumen yang mirip
Program Dinamis (dynamic programming):

Program Dinamis (Dynamic Programming)

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #10 Ganjil 2015/2016 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

Program Dinamis. Oleh: Fitri Yulianti

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 09

Program Dinamis (Dynamic Programming)

Pencarian Jalur Terpendek Pada Sistem Jaringan Komputer Menggunakan Algoritma Program Dinamis

MODUL I PROGRAM DINAMIS

Penentuan Lintasan Terbaik Dengan Algoritma Dynamic Programming Pada Fitur Get Driving Directions Google Maps

Penyelesaian Sum of Subset Problem dengan Dynamic Programming

PENENTUAN RUTE TERPENDEK MENUJU KAMPUS MENGGUNAKAN ALGORITMA DYNAMIC PROGRAMMING

Penerapan Dynamic Programming pada sistem GPS (Global Positioning System)

Implementasi Pemrograman Dinamis dalam Pencarian Solusi Permainan Menara Hanoi

Penerapan Program Dinamis dalam Menentukan Rute Terbaik Transportasi Umum

Eksplorasi Algoritma Brute Force, Greedy, dan Dynamic Programming untuk Persoalan Integer Knapsack

Deteksi Wajah Menggunakan Program Dinamis

BAB III ALGORITMA GREEDY DAN PROGRAM DINAMIS

Penerapan Program Dinamis untuk Optimisasi Taktik Pit Stop F1

Penyelesaian Persoalan Penukaran Uang dengan Program Dinamis

Penerapan Program Dinamis Pada Sistem Navigasi Otomotif

Strategi Routing dalam Jaringan Komputer

DYNAMIC ROUTING. Semua router memiliki informasi lengkap mengenai topologi, link cost. Contohnya adalah algoritma link state.

Mendapatkan Keuntungan Investasi Tertinggi dengan Memanfaatkan Algoritma Dynamic Programming

Analisis Permainan FLIP Menggunakan Algoritma Program Dinamis

Perbandingan Algoritma Dijkstra dan Algoritma Bellman Ford pada Routing Jaringan Komputer

Penggunaan Algoritma Dynamic Programming pada Aplikasi GPS Car Navigation System

Pemanfaatan Algoritma Program Dinamis dalam Pendistribusian Barang

TUGAS RESUME MATERI KULIAH ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA STRATEGI ALGORITMA : H

INTERNETWORKING. Dosen Pengampu : Syariful Ikhwan ST., MT. Slide by Dadiek Pranindito ST, MT,. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM LOGO

Implementasi Pencocokan String Tidak Eksak dengan Algoritma Program Dinamis

Penerapan Algoritma Boyer Moore-Dynamic Programming untuk Layanan Auto-Complete dan Auto-Correct

Penentuan Menu Makan dengan Pemrograman Dinamis

Penentuan Rute Terbaik pada Permainan Taxi Rider

IP Routing. Olivia Kembuan, M.Eng PTIK -UNIMA

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Pencarian Lintasan Terpendek Jalur Pendakian Gunung dengan Program Dinamis

Paradigma Pemrograman Dinamis dalam Menentukan Rute Distribusi Bahan Bakar Minyak Berdasarkan Kebutuhan Penduduk di Suatu Daerah

Protokol Routing. Muhammad Zen Samsono Hadi, ST. MSc.

EKSPLORASI ALGORITMA BRUTE FORCE, GREEDY DAN PEMROGRAMAN DINAMIS PADA PENYELESAIAN MASALAH 0/1 KNAPSACK

AS IR O R U O TI U N TI G P AD

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Aplikasi Dynamic Programming dalam Decision Making pada Reinvestment Problem

Routing LOGO. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

ALGORITMA BELLMAN-FORD DALAM DISTANCE VECTOR ROUTING PROTOCOL

Perbandingan Algoritma Dijkstra dan Algoritma Floyd-Warshall dalam Penentuan Lintasan Terpendek (Single Pair Shortest Path)

Routing. Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya

Penerapan Teori Graf Pada Algoritma Routing

Analisa Keputusan Manajemen dengan Pemrograman Dinamis

PENEMPATAN KANTOR POS DENGAN ALGORITMA PROGRAM DINAMIS

Penerapan Algoritma Program Dinamis dalam Penjadwalan Pengerjaan Sekumpulan Tugas Pelajar

Pengaturan Pilihan Makanan untuk Memenuhi Kebutuhan Kalori dengan Algoritma Pemrograman Dinamis

ANILISIS JARINGAN DENGAN ROUTING PROTOKOL BERBASIS SPF (SHORTEST PATH FIRST) DJIKSTRA ALGORITHM

II. TEORI DASAR. Kata Kunci levenshtein; program dinamis; edit distance; twitter

Penerapan Algoritma Greedy Untuk Pemantauan Jaringan Komputer Berbasis Rute (Path-oriented)

Optimalisasi Susunan Tempat Duduk Kereta Api Menggunakan Algoritma Greedy dan Program Dinamis

Optimasi Perhitungan Bilangan Fibonacci Menggunakan Program Dinamis

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penyelesaian Persoalan Rationing Capital Menggunakan Metode Present Worth dalam Ekonomi Teknik dengan Program Dinamis

Penentuan Keputusan dalam Permainan Gomoku dengan Program Dinamis dan Algoritma Greedy

Penentuan Strategi Pemasaran Produk dengan Algoritma Program Dinamis

Algoritma Bellman-Ford dalam Distance Vector Routing Protocol

Pada bab 6 akan dijelaskan tentang konsep Routing dan jenisnya serta jenis-jenis protokol routing untuk komunikasi antar router di jaringan.

Modul 6 Routing dan protokol routing

Pendekatan Dynamic Programming untuk Menyelesaikan Sequence Alignment

Aplikasi Graf dalam Rute Pengiriman Barang

Perencanaan Kebijakan Penggantian Alat Masak Paling Optimal pada Usaha Restoran dengan Menggunakan Program Dinamis

Penerapan Algoritma Greedy dalam Optimasi Keuntungan Perusahaan Pengiriman Barang

ROUTING. Budhi Irawan, S.Si, M.T

MANAJEMEN PENGECEKAN INVENTARIS PERUSAHAAN BERBASIS PROGRAM DINAMIS

PENERAPAN ALGORITMA BRANCH AND BOUND DALAM MENENTUKAN RUTE TERPENDEK UNTUK PERJALANAN ANTARKOTA DI JAWA BARAT

Penerapan Pohon dengan Algoritma Branch and Bound dalam Menyelesaikan N-Queen Problem

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. Bellman-Ford, Dijkstra, Floyd-Warshall, link-state routing protocol.

Penerapan Algoritma BFS dan DFS dalam Mencari Solusi Permainan Rolling Block

GRAF DALAM TOPOLOGI JARINGAN

STATIC & DYNAMIC ROUTING. Rijal Fadilah, S.Si

Penerapan Dynamic Programming dalam Penentuan Pengambilan Job dalam Euro Truck Simulator 2

ALGORITMA MENCARI LINTASAN TERPENDEK

Penerapan Algoritma Backtracking pada Game The Lonely Knight

LAPORAN PRAKTIKUM IV MANAGEMENT INTERNETWORKING & ROUTER ROUTING ROUTING DINAMIS. Disusun oleh: Oktavia Indriani IK 3B

Analisis Pengimplementasian Algoritma Greedy untuk Memilih Rute Angkutan Umum

Kholid Fathoni, S.Kom., M.T.

Penerapan Algoritma Greedy dalam Penyetokan Barang

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

NETWORK LAYER : Routing

ANALISA PERBANDINGAN METODE ROUTING DISTANCE VECTOR DAN LINK STATE PADA JARINGAN PACKET

Aplikasi Algoritma Branch and Bound dalam Pencarian Solusi Optimum Job Assignment Problem

Penerapan Program Dinamis dalam Menentukan Kegiatan Olahraga dengan Pembakaran Kalori Optimal

Praktikum Minggu ke-9 Konfigurasi Routing Dinamis RIP menggunakan Mikrotik

Penggunaan Dynamic Programming pada Persoalan Penjadwalan Kedatangan Pesawat Terbang

Auto-correct Menggunakan Program Dinamis

ANALISIS KINERJA ALGORITMA PEMROGRAMAN DINAMIK PADA MASALAH MULTISTAGE GRAPH. Kata Kunci: Algoritma, Multistage, Pemrograman Dinamik, Running Time

Pembahasan Pencarian Lintasan Terpendek Menggunakan Algoritma Dijkstra dan A*

Aplikasi Algoritma Greedy untuk Pergerakan Musuh pada Permainan Pac-Man

BAB 2 LANDASAN TEORI

ROUTING PADA TCP/IP. Mata kuliah Jaringan Komputer Jurusan Teknik Informatika - UNIKOM

Branch and Bound untuk Rute Terpendek Tur Pengenalan Labtek V Gedung Benny Subianto Chita Najmi Nabila /

Pencarian Solusi Optimal dalam Permainan Congklak dengan Program Dinamis

Transkripsi:

Program Dinamis Sebagai Algoritma Dalam Link State Routing Protocol Biyan Satyanegara / 13508057 Program Studi Teknik Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung, Jl. Ganesha 10 Bandung 40132, Indonesia 1 author@itb.ac.id Makalah ini berisi tentang pemanfaatan algoritma program dinamis dalam link state routing protocol. Algoritma Program dinamis merupakan algoritma yang digunakan untuk pengoptimalan dengan membagi masalah menjadi beberapa langkah. Link state protocol adalah salah satu metode routing protocol yang digunakan untuk menyebarkan informasi antar router. Prinsip optimalitas yang ada pada algoritma program dinamis dimanfaatkan untuk pencarian jalur terdekat untuk penyampaian informasi antara router yang saling berhubungan. Pada makalah ini berisi penjelasan tentang teori mengenai link state protocol dan algoritma program dinamis. Contoh pemanfaatan algoritma program dinamis yang dapat diaplikasikan untuk membantu proses pencarian jalur terdekat pada proses routing protocol. Pada hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa algoritma program dinamis memang dapat digunakan sebagai algoritma pada link state protocol namun pada kondisi dimana jaringan dapat dipecah menjadi beberapa langkah. Kata kunci algoritma, link state, program dinamis dan router. I. PENDAHULUAN Program dinamis (dynamic programming) merupakan algoritma yang berfungsi untuk pengoptimalan suatu masalah dengan cara membaginya ke dalam beberapa langkah. Pemanfaatan dynamic programming banyak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari seperti : kasus knapsack untuk pembelian barang, pencarian jalur terpendek, penganggaran modal dll. Inti dari semua kasus tersebut adalah untuk mengoptimalkan suatu aksi atau langkah-langkah yang diambil. Pemanfaatan dynamic programming juga dapat diterapkan dalam ilmu-ilmu lain. Seperti yang akan dibahas pada makalah ini yaitu aplikasi algoritma program dinamis sebagai algoritma dalam link state routing protocol. Link state routing protocol merupakan salah satu metode dalam jaringan yang dilakukan router untuk menyampaikan suatu informasi pada router yang lain. Metode ini bertujuan untuk menciptakan topologi yang benar dan efektif dalam suatu jaringan. Proses di dalam link state protocol membutuhkan sebuah algoritma yang dapat digunakan untuk pencarian jalur terdekat antara router dalam suatu jaringan. Program dinamis sebagai salah satu algoritma pengoptimalan, dapat digunakan sebagai algoritma pada metode link state protocol ini. Peran algoritma program dinamis adalah untuk mencari jalur terdekat yang akan digunakan sebagai jalur penyampaian informasi antara router. Pada umunya link state routing protocol menggunakan algoritma dijkstra sebagai algoritma pencarian jalur terdekat. Penggunaan algoritma program dinamis hanya sebagai alternatif pengganti algoritma dijkstra. Pada makalah ini akan dibuktikan bahwa algoritma program dinamis dapat diaplikasikan dalam link state routing algorithm. Namun penggunaan algoritma dynamic programming hanya terbatas pada persoalan tertentu. Hubungan antara router harus sesuai dengan persyaratan penggunaan algoritma. II. LANDASAN TEORI A. Link State Routing Protocol Routing protocol adalah sebuah protocol yang menentukan bagaimana router saling berkomunikasi satu sama lain, menyebarkan informasi yang memungkinkan router tersebut memilih jalur informasi. Pilihan jalur ini dilakukan oleh algortima routing. Tujuan utama dari routing protocol adalah untuk membangun dan memperbaiki tabel routing. Dimana tabel ini berisi jaringan-jaringan dan interface yang berhubungan dengan jaringan tersebut. Link-state bertujuan untuk menciptakan kembali topologi yang benar pada suatu internetwork. Algortima link-state memperbaiki pengetahuan dari router dan bagaimana mereka inter-koneksi. Router membangun logical topologi sebagai pohon (tree), dengan router sebagai root. Topologi ini berisi semua rute-rute yang mungkin untuk mencapai jaringan dalam protokol linkstate internetwork. Router kemudian menggunakan algoritma untuk memperpendek rute. Daftar rute-rute terbaik dan interface ke jaringan yang dituju dalam table routing. Link-state juga memperbaiki database topologi yang lain dari elemen-elemen topologi dan status secara detail. Fitur-fitur yang dimiliki oleh routing link-state adalah: Link-state advertisement (LSA) adalah paket kecil dari informasi routing yang dikirim antar router

Topological database adalah kumpulan informasi yang dari LSA-LSA SPF algorithm adalah hasil perhitungan pada database sebagai hasil dari pohon SPF Gambar 1 Proses link state routing protocol Pada program dinamis, rangkaian keputusan yang optimal dibuat dengan menggunakan prinsip optimalitas. Prinsip Optimalitas berbunyi jika solusi total optimal, maka bagian solusi sampai tahap ke-k juga optimal. Prinsip optimalitas berarti bahwa jika kita bekerja dari tahap k ke tahap k + 1, kita dapat menggunakan hasil optimal dari tahap k tanpa harus kembali ke tahap awal. Ongkos pada tahap k +1 = (ongkos yang dihasilkan pada tahap k ) + (ongkos dari tahap k ke tahap k + 1) Langkah-langkah yang dilakukan pada link state routing protocol sebagai berikut ; 1. Mengetahui router tetangga dan mengerti alamat alamat jaringannya 2. Mengukur delay atau cost dari setiap router tetangga 3. Membangun sebuah paket yang memberitahu bahwa semua sudah dimengerti 4. Mengirimkan paket ke semua router 5. Menghitung jarak terdekat ke setiap router Ketika router melakukan pertukaran LSA, dimulai dengan jaringan yang terhubung langsung tentang informasi yang mereka miliki. Masing-masing router membangun database topologi yang berisi pertukaran informasi LSA. Algoritma SPF menghitung jaringan yang dapat dicapai. Router membangun logical topologi sebagai pohon (tree), dengan router sebagai root. Topologi ini berisi semua rute-rute yang mungkin untuk mencapai jaringan dalam protokol link-state internetwork. Router kemudian menggunakan SPF untuk memperpendek rute. Daftar rute-rute terbaik dan interface ke jaringan yang dituju dalam table routing. Link-state juga memperbaiki database topologi yang lain dari elemen-elemen topologi dan status secara detail. B. Dynamic Programming Dynamic Programming (pogram dinamis) adalah metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan solusi menjadi sekumpulan langkah (step) atau tahapan (stage) sedemikian sehingga solusi dari persoalan dapat dipandang dari serangkaian keputusan yang saling berkaitan. Pada penyelesaian persoalan dengan metode ini: 1. Terdapat sejumlah berhingga pilihan yang mungkin. 2. Solusi pada setiap tahap dibangun dari hasil solusi tahap sebelumnya. 3. Menggunakan persyaratan optimasi dan kendala untuk membatasi sejumlah pilihan yang harus dipertimbangkan pada suatu tahap. Dengan prinsip optimalitas ini dijamin bahwa pengambilan keputusan pada suatu tahap adalah keputusan yang benar untuk tahaptahap selanjutnya. Karakteristik Persoalan yang dimiliki oleh Program Dinamis adalah sebagai berikut : 1. Persoalan dapat dibagi menjadi beberapa tahap (stage), yang pada setiap tahap hanya diambil satu keputusan. 2. Masing-masing tahap terdiri dari sejumlah status (state) yang berhubungan dengan tahap tersebut. Secara umum, status merupakan bermacam kemungkinan masukan yang ada pada tahap tersebut. 3. Hasil dari keputusan yang diambil pada setiap tahap ditransformasikan dari status yang bersangkutan ke status berikutnya pada tahap berikutnya. 4. Ongkos (cost) pada suatu tahap meningkat secara teratur (steadily) dengan bertambahnya jumlah tahapan. 5. Ongkos pada suatu tahap bergantung pada ongkos tahap-tahap yang sudah berjalan dan ongkos pada tahap tersebut. 6. Keputusan terbaik pada suatu tahap bersifat independen terhadap keputusan yang dilakukan pada tahap sebelumnya. 7. Adanya hubungan rekursif yang mengidentifikasikan keputusan terbaik untuk setiap status pada tahap k memberikan keputusan terbaik untuk setiap status pada tahap k + 1. 8. Prinsip optimalitas berlaku pada persoalan tersebut. Terdapat Dua pendekatan yang digunakan dalam PD: maju (forward atau up-down) dan mundur (backward atau bottom-up). Misalkan x1, x2,, xn menyatakan peubah (variable) keputusan yang harus dibuat masingmasing untuk tahap 1, 2,, n. 1. Program dinamis maju. Program dinamis bergerak mulai dari tahap 1, terus maju ke tahap 2, 3, dan seterusnya sampai tahap n. Runtunan peubah keputusan adalah x1, x2,, xn. 2. Program dinamis mundur. Program dinamis bergerak mulai dari tahap n, terus mundur ke tahap n 1, n 2, dan seterusnya sampai tahap 1. Runtunan peubah keputusan adalah xn, xn-1,, x1. Langkah-langkah Pengembangan Algoritma Program Dinamis sebagai berikut :

1. Karakteristikkan struktur solusi optimal. 2. Definisikan secara rekursif nilai solusi optimal. 3. Hitung nilai solusi optimal secara maju atau mundur. 4. Konstruksi solusi optimal. III. DESKRIPSI MASALAH Pada bab ini aplikasi dynamic programming akan dijelaskan dengan menggunakan studi kasus pemecahan masalah routing protocol pada suatu jaringan. Pada persoalan ini akan diberikan 12 router yang saling berhubungan. Masing-masing router dihubungkan oleh kabel dan masin-masing kabel diberikan keterangan panjang tiap kabel. Persoalan yang akan diberikan adalah jalur mana yang akan dipiliih untuk mengirimkan paket dari rooter A hingga router L. Berikut ini adalah gambar jaringan yang terdiri dari router-router yang saling berubungan dan akan mengirimkan pesan dari suatu tempat ke tempat yang lain: Gambar 2 Jaringan router H L 6 J L 8 K L 7 IV. PENYELESAIAN MASALAH Algoritma program dinamis dilakukan pada tahap terakhir pada link state protocol yaitu pada tahap setelah semua data mengenai routing protocol telah ada pada tabel routing. Setelah itu dengan data hubungan antara tabel routing tersebut dimanfaatkan untuk pencarian jalur terdekat dengan menggunakan program dinamis. Penyelesaian masalah pencarian jalur optimal dapat diselesaikan dengan algoritma program dinamis. Penyelesaian masalah pada deskripsi masalah menggunakan program dinamis mundur. Langkahlangkah yang dilakukan adalah menterjemahkan peta jaringan tersebut menjadi per tahap dan per status. Router pada jaringan dianalogikan sebagai sebuah status dan jumlah langkah yang telah dilalui dianalogikan sebagai tahap. Apabila jumlah langkah dari router awal ke sebuah router sama maka langkah yang dilakukan telah berada pada tahapan yang sama. Berikut ini adalah gambar graf yang menganalogikan jaringan pada bab deskripsi masalah : Gambar 3 Graf hasil transformasi jaringan router Tahap I II III IV V Router diwakilkan dengan huruf kapital dan jarak antara router diwakilkan dengan angka yang berada pada garis yang menghubungkan router. Berikut ini adalah tabel yang menggambarkan hubungan antara router. Tabel 1 Hubungan antar router beserta jarak Router 1 Router 2 Jarak (m) A B 6 A E 5 B C 10 B D 7 B F 12 E C 6 E F 12 E I 7 C G 3 D G 10 F G 11 F H 12 F J 7 I K 5 G L 9 Keterangan : Angka Romawi menggambarkan tahap Huruf alphabet dalam lingkaran menggambarkan status Pada graf yang telah dibuat berdasarkan jaringan yang dibentuk oleh router dapat dilihat bahwa persoalan dapat dibagi menjadi beberapa tahapan. pada persoalan ini terdiri dari lima tahapan. Pada tiap tahap terdapat kumpulan status yang dalam hal ini adalah menggambarkan router. Pada pengambilan keputusan tiap tahapan diambil jarak yang minimum agar menghasilkan jalur terpendek yang ada.

Untuk mengetahui lintasan terpendek dari soal, maka dicari relasi rekurens untuk masalah tersebut. Relasi rekurens yang akan digunakan adalah Basis : f 5 (s) = c sx5 Rekurens : f k (s) = min{ c sxk + f k+1 (x k )}, k = 1, 2, 3 Keterangan : k = tahap, proses memilih simpul tujuan berikutnya s = status, berhubungan dengan masing-masing tahap x k = peubah keputusan pada tahap k c sxk = jarak dari s ke x k f k (s, x k ) = total bobot lintasan dari s ke x k f k (s) = nilaim minimum dari f k (s, x k ) Pada program dinamis mundur, langkah-langkah penseleksian dilakukan dari router tujuan hingga router awal yang mengirimkan pesan. pada tiap-tiap tahap jarak antara router akan ditambahkan sehingga pada hasil akhir akan terlihat secara otomatis rute terpendek yang dihasilkan. Proses mendapatkan nilai dari akhir status yaitu mulai dari : f 5 (s), f 4 (s), f 3 (s), f 2 (s) terlebih dahulu untuk mendapatkan f 1 (s). Tahap 5 : f 5 (s) = c sx5 Tabel 2 Tabel tahap 5 program dinamis S Solusi optimal f 5 (s) X 5 G 9 L H 6 L J 8 L K 7 L Tahap 4 : f 4 (s) = min{ c sx4 + f 5 (x 4 )} Tabel 3 Tabel tahap 4 program dinamis S\ x 4 f 4 (s) = min{ c sx4 + f 5 (x 4 )} Solusi Optimal G H J K f 4 (s) x 4 C 12 - - - 12 G D 19 - - - 19 G F 20 18 15-15 J I - - - 12 12 K Tahap 3 : f 3 (s) = min{ c sx3 + f 4 (x 3 )} Tabel 4 Tabel tahap 3 program dinamis S\ x 3 f 3 (s) = min{ c sx3 + f 4 (x 3 )} Solusi Optimal C D F I F 3 (s) X 3 B 22 26 27-22 C E 18-27 19 18 C Tahap 2 : f 2 (s) = min{ c sx2 + f 3 (x 2 )} Tabel 5 Tabel tahap 2 program dinamis f S\ x 2 (s) = min{ c sx2 + f 3 (x 2 )} Solusi Optimal 2 B E F 2 (s) X 2 A 28 23 23 E Setelah didapatkan jalur terpendek tiap tahap maka digbungkan dari tahap 2 sampai tahap 5 yang akan menghasilkan solusi optimal untuk tahap 1. Solusi pada tiap tahap harus berhubungan dengan akhir dari tiap tahap sebelumnya. Pada tiap tahap didapatkan hasil sebagai berikut : Tahap 2 : A E Tahap 3 : E C Tahap 4 : C G Tahap 5 : G L Sehingga didapatkan solusi tahap 1 sebagai berikut : A E C G L Dari hasil tersebut didapatkan hasil bahwa solusi optimal, yaitu jalur terpendek dari router yang dihasilkan adalah sebagai berikut : A E C G L = 23 Jalur terpendek yang dihasilkan adalah 23. Rute ini merupakan hasil optimasi dari algoritma program dinamis. Untuk membuktikan bahwa jalur tersebut adalah jalur yang paling efektif maka akan dilakukan perbandingan dengan algoritma brute force. Algoritma brute force dipilih untuk perbandingan karena degan algoritma bruter force dapat diketahui kemungkinan dari semua jalur yang dapat menghubungkan antara router A hingga router L. Berikut ini adalah tabel yang menyatakan jalur yang dapat dilewati dari router A ke router L : Tabel 6 Tabel kemungkinan jalur yang terbentuk Jalur Jarak A B C G L 28 A B D G L 32 A B F G L 38 A B F H L 36 A B F J L 33 A E C G L 23 A E F H L 35 A E F J L 32 A E I K L 24 Berdasarkan hasil tabel seluruh kemungkinan jalur yang terjadi rute A E C G L dengan jarak 23 merupakan jalur terdekat jika dibandigkan dengan semua kemungkinan jalur yang akan terjadi.

V. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pembuatan makalah ini adalah : 1. Algoritma program dinamis dapat digunakan untuk persoalan link state routing protocol tetapi tidak semua masalah dapat ditangani oleh algoritma progam dinamis 2. Kasus jaringan yang dapat ditangani oleh algoritma program dinamis terbatas sesuai dengan persyaratan kasus yang dimiliki oleh program dinamis 3. Penggunaan algoritma program dinamis untuk permasalahan link state protocol dapat dikategorikan sebagai pemecahan masalah jalur terpendek 4. Algoritma program dinamis terbukti lebih efektif dibandingkan algoritma brute force dalam pencarian solusi untuk link state routing protocol 5. Algoritma program dinamis dapat digunakan sebagai algoritma alternatif dari algoritma dijkstra pada link state protocol. DAFTAR PUSTAKA [1] Munur, Rinaldi. 2005, Diktat Kuliah IF2251 Strategi Algoritmik. Bandung : Institut Teknologi Bandung [2] Novandi. Petra. 2007. Aplikasi Program Dinamis Dalam Optimasi Produksi Permen. Bandung : Institut Teknologi Bandung [3] http://nic.unud.ac.id Tanggal akses : 1 Desember 2010 [4] http://articles.techrepublic.com.com/5100-10878_111036299.html Tanggal akses : 1 Desember 2010 PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa makalah yang saya tulis ini adalah tulisan saya sendiri, bukan saduran, atau terjemahan dari makalah orang lain, dan bukan plagiasi. Bandung, 29 April 2010 Biyan Satyanegara / 13508057