BAB I PENDAHULUAN. ketrampilan tetapi lebih dari itu adalah transfer prilaku.

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. satu sektor penting dan dominan dalam menentukan maju mundurnya suatu

BAB I PENDAHULUAN. manusia. Melalui pendidikan kepribadian siswa dibentuk dan diarahkan sehingga

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Di masa ini Indonesia sedang dilanda berbagai masalah baik dalam

BAB I PENDAHULUAN. merupakan pembeda dengan makhluk lainnya. Oleh karena itulah manusia

BAB I PENDAHULUAN. di antara makluk-nya yang lain. Allah memberi banyak kelebihan kepada

BAB I PENDAHULUAN. kebodohan menjadi kepintaran, dari kurang paham menjadi paham. Pendidikan

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan di Indonesia saat ini mengalami kemajuan dan

BAB I PENDAHULUAN. religiusitas dalam kehidupan manusia. Temuan-temuan empiric dan

BAB I A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. bertanggungjawab dan mampu mewujudkan masyarakat yang adil dan

BAB I PENDAHULUAN. Muhammad saw (Q.S Al Anbiya: 107), tetapi kebanyakan manusia masih. Rahmat yang diberikan Allah swt kepada manusia bermacam-macam

BAB I PENDAHULUAN. memiliki pendidikan dan kemampuan yang baik. Dengan pendidikan maka

BAB I PENDAHULUAN. dihadapi oleh manusia semakin kompleks dan bervariasi. Oleh sebab itu

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. melaksanakan pendidikan. Sebab pendidikan tidak pernah terpisah dengan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan adalah suatu usaha sadar dan terencana untuk

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. 2 Keberhasilan. kualitas sumber daya manusia pendidikan.

BAB I PENDAHULIAN. Pendidikan pada hakikatnya bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa

BAB I PENDAHULUAN. bangsa, karena salah satu faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa itu terletak

BAB I PENDAHULUAN. hidupnya. Hampir semua orang dikenai pendidikan dan melaksanakan pendidikan,

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian. Pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses membimbing

BAB I PENDAHULUAN. yang dilakukan oleh guru untuk mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan

BAB I PENDAHULUAN. peserta didik. Meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancang dan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. kalangan ilmuwan khususnya para ahli pendidikan. Hal ini karena pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. muda untuk memperoleh serta meningkatkan pengetahuannya. suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

BAB I PENDAHULUAN. segala sesuatu yang terkait dengan pendidikan. Pendidikan merupakan sarana

BAB I PENDAHULUAN. sehingga kelangsungan hidup manusia akan berjalan dengan lancar dan optimal.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan potensi dalam dirinya. Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia

BAB I PENDAHULUAN. mendidik murid-muridnya. Dengan kasih sayang pula ulama dan pemimpin

pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya pendidikan merupakan usaha manusia, artinya manusialah yang

BAB I PENDAHULUAN. kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain-lain kemampuan. 1

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan dalam pengertian secara umum, yakni proses transmisi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Guru merupakan pendidik di sekolah yang menjalankan tugas

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan suatu bangsa. Pendidikan itu sendiri adalah usaha sadar dan terencana

BAB I PENDAHULUAN. membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Tanpa adanya pendidikan,

BAB I PENDAHULUAN. dari segi intelektual maupun kemampuan dari segi spiritual. Dari segi

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan berasal dari Bahasa Yunani, yaitu paedagogik. Pais artinya anak,

BAB I PENDAHULUAN. sebagai sesuatu yang penting dan utama dalam konteks pembangunan bangsa

BAB I PENDAHULUAN. jawab. 3 Penyampaian pelajaran pada peserta didik di sekolah akan menjadi

BAB I PENDAHULUAN. alam. Pedoman dalam mengajarkan ajarannya yaitu berupa Al-Qur an. Al-

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan sejak PAUD sampai ke Perguruan Tinggi. Pendidikan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Shop Pembelajaran Guru bagi Guru SMAN Banjarangkan, 2007), hlm. 3

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan mempunyai peran yang sangat menentukan bagi

BAB 1 PENDAHULUAN. secara tidak langsung suatu bangsa dituntut untuk mempunyai sumber

BAB I PENDAHULUAN. dengan mengkondisikan kelas atau mengelola kelas, agar pelaksanaan. pembelajaran dapat berjalan dengan efektif.

BAB I PENDAHULUAN. Manusia membutuhkan pendidikan dalam hidupnya. Pendidikan adalah

BAB I PENDAHULUHAN. untuk mengenal Allah swt dan melakukan ajaran-nya. Dengan kata lain,

BAB I PENDAHULUAN. juga globalisasi pengetahuan, teknologi, dan budaya. 1 Hal tersebut mengandung

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan saat ini telah menjadi perhatian yang sangat besar

BAB I PENDAHULUAN. merealisir hal tersebut Menteri Agama dan Menteri P dan K. mengeluarkan keputusan bersama untuk melaksanakan pendidikan agama

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan masyarakat adalah orang-orang dewasa, orang-orang yang. dan para pemimpin formal maupun informal.

BAB I PENDAHULUAN. jati diri dan membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dalam masyarakat.

BAB I PENDAHULUAN. 1 Ali Muhdi Amnur (ed.), Konfigurasi Politik Pendidikan Nasional, (Yogyakarta: Pustaka

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. belum lagi ditemukan pada saat arus globalisasi dan Era pasar bebas terus

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. demikian, PAI memiliki peran strategis untuk menciptakan peserta didik yang

BAB I PENDAHULUAN. sosial, sistem hukum yang tidak tebang pilih, pengayoman dan perlindungan keamanan, dan hak

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. Semenjak bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dan

BAB I PENDAHULUAN. pertanggungjawaban terhadap perbuatan yang dilakukan, yaitu mendidik dan

BAB I PENDAHULUAN. kualitas sumber daya manusia. Pendidikan mempengaruhi secara penuh

BAB I PENDAHULUAN. penigkatan kualitas sumber daya manusia. Sebab tanpa pendidikan manusia

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran agar lebih tertanam pada siswa. Faktor-faktor itu antara lain guru, siswa, media pembelajaran, proses

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. 1 Keberhasilan proses

BAB I PENDAHULUAN. tahapan kegiatan yang bersifat kelembagaan (seperti sekolah dan madrasah) yang. pengetahuan, kebiasaan sikap, dan sebagainya.

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, persoalan

BAB I PENDAHULUAN. melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan yang berlangsung di

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. manusia di dunia baik itu pendidikan formal maupun non formal. Begitu

BAB I PENDAHULUAN. awalnya tidak berkompeten akan menjadi manusia yang lebih berkompeten dan

BAB I PENDAHULUAN. penting dan dominan menetukan maju mundurnya suatu bangsa, serta. membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas.

BAB I PENDAHULUAN. hasil observasi atau eksperimen di samping penalaran. 2 Matematika adalah

BAB I PENDAHULUAN. pimpinan yang di dalamnya mengandung unsur-unsur seperti guru, peserta didik,

BAB I PENDAHULUAN. dengan eksistensi pendidikan. Jika pendidikan memiliki kualitas tinggi, maka

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu pilar dalam kemajuan bangsa, dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Potensi sumber daya manusia merupakan aset nasional sekaligus

BAB I PENDAHULUAN. 31 ayat 1 dan 3 menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan

BAB I PENDAHULUAN. pendidikannya. Dengan kata lain, peran pendidikan sangat penting untuk. pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

BAB 1 PENDAHULUAN. mensosialisasikan kemampuan baru kepada mereka agar mampu. mengantisipasi tuntutan masyarakat yang dinamis. 3

I. PENDAHULUAN. Pada hakikatnya setiap manusia membutuhkan pendidikan dalam. hidupnya. Oleh karena itu, semua manusia di bumi pasti sangat

BAB I PENDAHULUAN. pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pendidikan di Indonesia terus berkembang

BAB I PENDAHULUAN. demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkan untuk

BAB I PENDAHULUAN. di dunia maupun di akhirat. Pendidikan jugalah yang akan menentukan

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran yang didalam kegiatannya dilakukan oleh guru dan siswa. Pendidikan juga merupakan elemen yang sangat penting untuk

BAB I PENDAHULUAN. untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memahami peranan dalam

BAB I PENDAHULUAN. pada peradaban yang semakin maju dan mengharuskan individu-individu untuk terus

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin

BAB I PENDAHULUAN. kembali pemikiran kita tentang makna pendidikan itu sendiri. Pendidikan terkait dengan nilai-nilai, mendidik berarti memberikan,

BAB I PENDAHULUAN. kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. 1

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Tanpa

BAB I PENDAHULUAN. Umbara, Bandung, 2003, hlm Ahmad Juntika Nurihsan dan Akur Sudiarto, Manajemen Bimbingan dan Konseling di

BAB I PENDAHULUAN. membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan

BAB I PENDAHULUAN. Bandung, Hlm E. Mulyasa, Pengembangan Dan Implementasi Kurikulum 2013, Remaja Rosdakarya,

BAB I PENDAHULUAN. masalah akhlak merupakan salah satu pokok ajaran Islam yang harus

BAB I PENDAHULUAN. sendiri bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi. dalam rangka mencerdaskan kahidupan bangsa.

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan, yang berlangsung di sekolah dan

BAB I PENDAHULUAN. akhlak maupun pendidikan ilmu umum. Pendidikan telah mengubah manusia

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam upaya pemberdayaan manusia. Melalui pendidikan kepribadian siswa dibentuk dan diarahkan sehingga mencapai derajat kemanusiaan sebagai makhluk berbudaya. Untuk itu pendidikan tidak hanya sebagai transfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan tetapi lebih dari itu adalah transfer prilaku. Pada dasarnya pendidikan merupakan interaksi antara pendidik dengan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Interaksi ini disebut interaksi pendidikan, yaitu saling mempengaruhi antara pendidik dengan siswa 1. Keberhasilan proses pendidikan secara langsung akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan yang berlangsung disekolah dan diluar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan siswa agar dapat 1 Nana Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi proses Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 3 1

2 memahami peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat dimasa yang akan datang. 2 Adapun pengertian dari pendidikan menurut undang-undang RI. No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas bahwa yang dinamakan pendidikan adalah : Usaha sadar dan terencana untuk menjadikan manusia belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara. 3 Berdasarkan pengertian tersebut di atas, pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses atau upaya sadar untuk menjadikan manusia kearah yang lebih baik. Dalam suatu proses pendidikan selalu ingin menghasilkan lulusan atau output yang baik, berkualitas, memiliki prestasi belajar yang bagus dan dapat diandalkan. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan yang dimakhsud, harus melalui beberapa proses dan sistem yang baik. Proses atau sistem yang dimakhsud mencangkup berbagai hal yakni proses belajar mengajar, sumber belajar, alat dan evaluasi. Dalam pandangan agama pun aktifitas belajar sangat terkait dengan pencarian ilmu, Islam sangat menekankan terhadap pentingnya ilmu dan 2 Binti Maunah, Landasan Pendidikan, (Yogyakarta: Teras, 2009) hlm. 5 3 Undang-undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) beserta Penjelasannya, (Bandung: Citra Umbara, 2003). Hlm 3

3 menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur an (Al-Mujadalah: 11) Artinya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: berlapang-lapanglah dalam majlis, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan : berdirilah kamu, Maka berdirilah niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha mengetahui yang kamu kerjakan. (Q.S Al- Mujadalah:11) 4 Dalam proses belajar mengajar terdapat berbagai komponen yang menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan proses belajar mengajar itu sendiri. Bagian atau komponen tersebut antara lain guru, siswa, bahan atau materi pelajaran dan media pembelajaran. Keberadaan guru dalam proses belajar mengajar merupakan komponen yang memegang peranan penting dan utama. Hal itu dikarenakan keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. Profesionalisme dan kecakapan guru akan sangat berpengaruh terhadap hasil kegiatan belajar 4 Al-Qur an dan terjemahnya, Wakaf dari Khadim al-haramain Asy Syarifain (pelayan kedua Tanah Suci) Fahd ibn Abd al-áziz Al Saúd., (Saudi Arabia: Percetakan Al-Qurán Raja Fahd,1424 H), hlm. 542.

4 mengajar. Sehingga dapat dikatakan bahwa tugas seorang guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. 5 Peran seorang guru sebagai pengembang ilmu sangat besar untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi siswa. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari suasana pembelajaran yang kondusif. Selain itu, hubungan komunikasi antara guru dan siswa dapat berjalan dengan baik. 6 Komponen selanjutnya adalah keberadaan siswa dalam proses belajar mengajar. Siswa adalah orang yang belajar dalam sebuah interaksi sosial dalam bentuk proses belajar mengajar. Adapun yang dimakhsud belajar mengajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu belajar adalah adanya perubahan perilaku yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, ketrampilan, dan sikapnya. 7 Dan komponen yang berpengaruh untuk mendukung keefektifan pembelajaran selanjutnya yaitu penggunaan media dalam pembelajaran. Hamalik dalam Arsyad mengemukakan bahwa hubungan komunikasi akan 5 Basyaruddin Usman dan Asnawir, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 1. 6 Daryanto, Media Pembelajaran, (Bandung: Sarana Tutorial Nurani Sejahtera, 2012), hlm. 2 7 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), hlm. 1

5 berjalan lancar dengan hasil yang maksimal apabila menggunakan alat bantu yang disebut media komunikasi. 8 Kaitannya dengan proses belajar mengajar, dimana di dalamnya terdapat proses komunikasi, maka media pembelajaran akan sangat membantu dalam pelaksanaannya. Dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran akan dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan ransangan kegiatan belajar mengajar dan bahkan membawa pengaruh yang signifikan terhadap psikologi siswa. Sementara itu, Gagne dan Briggs dalam Arsyad secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang antara lain terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. 9 Sehingga dengan kata lain dapat dijelaskan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat bantu pendidikan yang mengandung materi intsruksional di lingkungan siswa yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa. Program pembelajaran direncanakan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik siswa serta diarahkan kepada kebutuhan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam 8 Ibid.,4 9 Ibid.,5

6 perencanaan ini media yang akan dipakai dan cara penggunaannya telah dipertimbangkan dengan seksama. Sudah selayaknya kalau media tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu belaka bagi guru untuk mengajar, tetapi lebih sebagai alat penyalur pesan dari pemberi pesan ke penerima pesan. Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan oleh guru tetapi yang lebih penting lagi dapat digunakan oleh siswa. Oleh karena itu, sebagai penyaji dan penyalur pesan dalam hal-hal tetentu media dapat mewakili guru menyampaikan informasi secara teliti, jelas dan menarik. 10 Dengan media pembelajaran, maka materi pembelajaran akan tersampaikan secara jelas. Selain itu, dengan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran diharapkan dapat membuat siswa lebih fokus dalam belajar dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Istilah motivasi menunjukkan kepada semua gejala yang terkandung dalam stimulasi tindakan kearah tujuan tertentu, dimana pada posisi sebelumnya tidak ada gerakan atau tindakan yang menuju kearah tertentu. Kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu disebut motivasi, yang menunjukkan suatu kondisi dalam diri individu tersebut malakukan kegiatan mencapai suatu tujuan. 11 Ngalim purwanto menyatakan bahwa motivasi adalah pendorong, suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu 10 Arief S. Sadiman, Media Pendidikan pengertian, pengembangan dan pemanfaatan (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2007), hlm. 10 11 Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi proses Pendidikan,..hlm. 61

7 sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. 12 Wujud dari motivasi itu dapat berupa dorongan-dorongan dasar atau stimulus-stimulus awal yang mengarahkan orang yang diberikan motivasi untuk bertindak menuju ke arah yang ditentukan. Oleh karena itu, motivasi harus mencangkup dua yaitu komponen dalam dan komponen luar. Komponen dalam yang dimakhsud adalah perubahan dalam diri seseorang. Wujud dari kondisi tersebut dapat berupa perasaan tidak puas, keinginan yang tidak kesampaian, beban mental tekanan psikis. Adapun komponen dari luar adalah sesuatu yang menjadi keinginan seseorang sebuah tujuan yang menjadi dasar atas berbagai tindakan yang dilakukan. Dengan kata lain dapat disampaikan bahwa, komponen dalam adalah kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam diri seseorang sedangkan komponen luar adalah tindakan untuk mencapai tujuan, yakni pemenuhan kebutuhan-kebutuhan tersebut. Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampaknya bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang tekun belajar. Sebaliknya, apabila seseorag kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. 13 Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar siswa. 12 Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1996), hlm. 71 13 Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, (Jakarta: Bumi Aksara, 2012), hlm. 96

8 Bagi seorang guru atau pendidik peranan motivasi ini penting sekali. Mendidik atau mengajar merupakan pekerjaan yang rumit dan kompleks. Kompleks karena banyak hal yang harus difahami, dipersiapkan dan dilakukan. Rumit karena subjek didik adalah manusia yang misterius. Mendidik dan mengajar memerlukan kesabaran, ketekunan, ketelitian, tetapi juga kelincahan dan kreativitas. Semua itu membutuhkan adanya motivasi mendidik dan mengajar yang cukup tinggi dari guru atau pendidik, agar siswa tidak lekas bosan dan putus asa. 14 Belajar merupakan proses yang panjang dan ditempuh waktu bertahun-tahun maka belajar membutuhkan motivasi untuk memberikan semangat belajar kepada siswa agar dapat meningkatkan prestasi belajar. Karena prestasi belajar seringkali dilihat dalam mencapai angka yang lebih, dapat naik tingkat selanjutnya, lulus dengan nilai yang bagus dan lain-lain. Menurut Imam Ghazali dalam Muhammad Muntahibun Nafis merumuskan dua tujuan pendidikan Islam yaitu: 1) Insan paripurna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, 2) Insan paripurna yang bertujuan medapatkam kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. 15 karena itu seorang pendidik harus berusaha mengajar sebaik mungkin agar mampu mencapai tujuan yang dimakhsudkan tersebut. Mengingat pendidikan agama mempunyai tujuan yang sangat penting terhadap kehidupan manusia karena pendidikan agama merupakan pedoman hidup bagi umat manusia yaitu 14 Syaodih Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan,..hlm. 70 15 Muhammad Muntahibun Nafis, Ilmu Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Teras, 2011), hlm. 61

9 menjalankan perintah dan menjauhi larangan-nya. Dalam pendidikan agama berisi tentang suatu aturan-aturan atau perintah untuk menjauhi perkara yang mungkar. Dengan pengajaran agama maka akan menghasilakan pengetahuan agama sekaligus membina manusia beragama yang mampu melaksanakan ajaran agama yang baik dan sempurna dalam rangka untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pengunaan media pembelajaran, khususnya media pembelajaran visual yang merupakan suatu penyampaian informasi secara kreatif dengan menampilkan gambar dua dimensi atau grafik dengan letaknya yang mudah dimengerti oleh penerima pesan, sehingga proses kegiatan pembelajaran dapat diterima dengan baik terasa menyenangkan dan tidak monoton saja yang siswa lihat. Media visual mempunyai jenis yang bermacammacam, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut : 1) Media gambar atau foto, 2) Slide, 3) Poster, 4) Karikatur dan kartun. Dalam pengunaan media pembelajaran diharapkan akan menambah motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Sehingga keinginan untuk belajar akan meningkat dan secara otomatis prestasi belajar dari siswa pun akan meningkat. Akan tetapi jika membuat program media, program itu juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan siswa karena yang pada dasarnya mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, kita perlu menentukan secara khas siapa sesungguhnya siswa yang akan dilayani dengan media itu.

10 SMPN 3 Kedungwaru dalam upaya meningkatkan motivasi belajar siswanya, sudah melengkapi peralatan media pembelajaran visual. Media pembelajaran visual dimakhsudkan untuk semua mata pelajaran yang diajarkan, tidak terkecuali mata pelajaran pendidikan agama Islam. Namun, tidak semua materi pembelajaran cocok disampaikan dengan media Visual, akan tetapi dengan penggunaan media pembelajaran visual tersebut telah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam bidang pendidikan agama Islam. Dapat diketahui ketika pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas ketika guru menyampaikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran visual seperti slide siswa lebih antusias dan lebih memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dan di sampaikan juga oleh beberapa siswa bahwa mereka lebih senang jika kegiatan belajar mengajar menggunakan media pembelajaran untuk menyampaikan materi. Mereka lebih senang karena kegiatan belajar mengajar lebih menarik dan tidak membosankan. Berdasarkan keadaan tersebut di atas, penulis merasa tertarik untuk melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan masalah tersebut dan menuangkannya dalam sebuah skripsi yang berjudul Penggunaan Media Pembelajaran Visual dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru Tulungagung tahun ajaran 2015/2016.

11 B. Fokus Penelitian 1. Bagaimana penggunaan media pembelajaran visual slide dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru? 2. Bagaiamana penggunaan media pembelajaran visual gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru? 3. Bagaimana penggunaan media pembelajaran visual karikatur dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran visual slide dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru 2. Untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran visual gambar dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru 3. Untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran visual karikatur dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru

12 D. Kegunaan Penelitian Pada hakikatnya penelitian untuk mendapatkan suatu manfaat, dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat praktis. 1. Manfaat bersifat teoritis a. Penelitian ini diharapkan sebagai sumbangsih untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan juga menjadi referensi bagi kalangan akademis dan non akademis khususnya yang bergerak pada bidang pendidikan agama Islam. b. Sebagai bahan bacaan atau pertimbangan bagi penulis khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya, dalam rangka penggunaan media pembelajaran visual untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. 2. Kegunaan Secara Praktis a. Bagi Kepala Sekolah Untuk dijadikan acuan agar fasilitas yang menunjang proses pembelajaran dapat lebih diperhatikan demi kelangsungan kegiatan proses belajar mengajar yang sekaligus dapat mencapai hasil yang optimal selama pelaksanaan pendidikan agama Islam. b. Bagi Guru Hasil penelitian ini bagi guru dapat digunakan sebagai bahan instropeksi diri sebagai individu yang mempunyai kewajiban mencerdaskan siswa

13 agar lebih memberikan motivasi kepada siswa dalam memksimalkan proses belajar mengajar. E. Penegasan Istilah 1. Penegasan Konseptual Untuk memperjelas judul, maka perlu adanya penegasan istilah sebagaimana dibawah ini : a. Media pembelajaran, Alat bantu atau sarana yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membantu guru menyalurkan pesan. b. Meningkatkan, Meningkatkan menurut Dessy Anwar adalah menaikkan (derajat, taraf, dan sebagainya); mempertinggikan, memperhebat (produksi dan sebagainya); mengangkat diri 16 c. Motivasi Belajar, Sesuatu yang ada dalam diri seseorang yang mempengaruhi tingkah lakunya. 578 16 Dessy Anwar, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya: Karya Abditama, 2001), hlm.

14 d. Pendidikan Agama Islam, Usaha sadar membimbing siswa agar mengetahui, memahami, dan meyakini nilai-nilai ajaran Islam. 2. Penegasan Operasional Secara operasional penelitian yang penulis buat ini untuk meneliti tentang meningkatkan motivasi belajar melalui penggunaan media pembelajaran visual. Mengingat pentingnya pendidikan agama Islam maka sudah jadi tugas guru menggunakan media pembelajaran untuk mengefektifkan kegiatan belajar mengajar sehingga hubungan komunikasi antara guru dan siswa berjalan lancar dan memperoleh hasil yang maksimal. Akan tetapi diperlukan mengetahui macam media visual agar media pembelajaran dapat sesuai dengan materi yang akan diajarkan, sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan efektif dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Namun, selain itu harus dilihat juga apa saja kendala dalam penggunaan media pembelajaran visual. Dalam hal ini peneliti mencari datadata yang sudah peneliti terima lalu peneliti analisis untuk mengetahui tentang penggunaan media pembelajaran visual slide, gambar dan karikatur untuk meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama Islam di SMPN 3 Kedungwaru.

15 F. Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan skripsi sangat perlu disampaikan dalam sebuah penyusunan skripsi ini. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses penulisan skripsi selanjutnya sekaligus untuk mempermudah menguraikan bahasan skripsi lebih lanjut. Adapun sistematika pembahasan yang dimakhsud dibagi menjadi tiga bagian utama, yakni: Bagian awal, terdiri dari: halaman sampul, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar lampiran, dan abstrak. Bagian inti terdiri, dari: BAB I Pendahuluan :(a) Latar belakang masalah, (b) rumusan masalah, (c) tujuan penelitian, (d) kegunaan fokus penelitian, (e) Penegasan Istilah, (f) sistematika penulisan skripsi. BAB II Kajian Pustaka :(a) media pembelajaran visual, (b) motivasi belajar siswa, (c) Pendidikan Agama Islam, (d) hasil penelitian terdahulu, (e) kerangka berfikir teoritis. BAB III Metode Penelitian :(a) pola/jenis penelitian, (b)lokasi penelitian, (c) kehadiran peneliti, (d) sumber data,(e) prosedur pengumpulan data, (f) teknik analisis data, (g) pengecekan keabsahan temuan, dan (h) tahap-tahap penelitian.

16 BAB IV Paparan Hasil Penelitian :(a)paparan data, (b) temuan penelitian, dan (c) pembahasan. BAB V Penutup :(a) kesimpulan, dan (b) saran. Bagian akhir terdiri dari lampiran-lampiran, surat pernyataan keaslian, dan riwayat daftar hidup.