Oleh: LITA AYU SOFIANA A

dokumen-dokumen yang mirip
ASPEK KERJA KERAS DAN SOLIDARITAS SOSIAL WANITA TANI. (Studi Kasus pada Kelompok Wanita Tani Mekar Sari di Desa Jurang Jero

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan BAB I

Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN

Disusun Oleh: SRITOMI YATUN A

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PROGRAM PAGI SEKOLAH

NASKAH PUBLIKASI MUATAN DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PROSES PEMBELAJARAN

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PENANAMAN KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA SISWA KELAS VII SMP KASATRIYAN 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sarjana S-1

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PRESIDEN NOMOR 4 TAHUN. Naskah Publikasi. Sarjana S-I

PENANAMAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN DAN DISIPLIN MELALUI PROGRAM BERJUMPA (BERSIH JUM AT PAGI)

PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER PEDULI SOSIAL DAN SANTUN PESERTA DIDIK MELALUI BUDAYA SEKOLAH

BUDAYA SALAMAN SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KARAKTER BERSAHABAT DI LINGKUNGAN SEKOLAH (Studi Kasus Pada Siswa SMK Negeri 1 Banyudono Kabupaten Boyolali)

NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

PERANAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM MEMBANGUN JIWA PERSATUAN DAN KESATUAN (Studi Kasus Madrasah Aliyah Negeri 2 Boyolali) NASKAH PUBLIKASI

PENGELOLAAN PENDAPATAN ASLI DESA (Studi Kasus di Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun 2014)

PENGEMBANGAN KOMPETENSI SOSIAL GURU (STUDI TENTANG PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MASYARAKATNYA DI SMP NEGERI 1 WONOSARI KLATEN)

PENGEMBANGAN KARAKTER KEMANDIRIAN MELALUI PRORGAM BOARDING SCHOOL (Studi Kasus Pada Siswa Di MTs Negeri Surakarta 1 Tahun Pelajaran 2013/2014)

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB (Studi Kasus pada Kegiatan Ekstrakurikuler Paskibra di SMA Negeri 1 Sragen) NASKAH PUBLIKASI

Publikasi Karya Ilmiah. Oleh : QOUMI GHONIN HAMIDAH A PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S- I Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah

PELAKSANAAN SAMBATAN UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL DI LINGKUNGAN MASYARAKAT

PENGUATAN PEDULI LINGKUNGAN HIDUP MELALUI GERAKAN PRAMUKA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 NGEMPLAK BOYOLALI TAHUN PELAJARAN

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar

SIKAP TOLERANSI TERHADAP SISWA PENYANDANG DISABILITAS DALAM SEKOLAH INKLUSI (Studi Kasus Pada Siswa SMA Muhammadiyah 5 Karanganyar) NASKAH PUBLIKASI

STUDI TENTANG KINERJA PENGADILAN NEGERI DALAM MENYELESAIKAN KASUS SENGKETA TANAH WARISAN. (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Klaten Tahun 2011)

PENANAMAN NILAI-NILAI KREATIF DAN CINTA TANAH AIR PADA SENI TARI. Polokarto Kabupaten Sukoharjo) NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaaraan

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KENDALA DAN SOLUSI PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian Persyaratan Guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

PENGEMBANGAN SIKAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KALANGAN REMAJA ( studi kasus kegiatan rohis di SMA Negeri 3 Surakarta tahun pelajaran 2012/2013)

BAB I. A. Latar Belakang Penelitian. sistem yang lain guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan

Memahami Budaya dan Karakter Bangsa

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA SISWA TUNAGRAHITA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA KELAS X/C

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN KERJA KERAS DI DESA JATI KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN

IMPLEMENTASI PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN MANDIRI DALAM EKSTRAKURIKULER TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan sistem yang harus dijalankan secara terpadu dengan

PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus di MTs Negeri Surakarta II Tahun 2013)

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S- 1. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

IMPLEMENTASI HAK ANAK DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA (Studi Kasus Kota Layak Anak Tahun 2014) NASKAH PUBLIKASI

ANALISIS PELANGGARAN PENGENDARA SEPEDA MOTOR TERHADAP UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

IMPLEMENTASI KARAKTER MANDIRI DAN KERJA KERAS DALAM MASYARAKAT NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Guna mencapai derajat

NASKAH PUBLIKASI EKA MARTININGSIH SRI RAHAYU A PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI PEMBENTUKKAN KARAKTER SISWA KELAS V SDN NGLETH 1 KOTA KEDIRI

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003 pasal I mengamanahkan bahwa tujuan

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA. KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH WARU TAHUN AJARAN 2013/2014

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN NASKAH PUBLIKASI

KEDISIPLINAN SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Banyudono, Boyolali Tahun Ajaran 2012/2013)

PENANAMAN KARAKTER DISIPLIN DAN KERJA KERAS PADA ANAK-ANAK KELUARGA PEDAGANG. (Studi Kasus di Pasar Raya Gentan, Baki, Sukoharjo) NASKAH PUBLIKASI

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA PROSES PEMBELAJARAN PKn KELAS X SMA (Studi Kasus Di SMA Muhammadiyah 4 Kartasura Tahun Pelajaran 2011/2012)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. pembelajaran di sekolah baik formal maupun informal. Hal itu dapat dilihat dari

IMPLEMENTASI KARAKTER GOTONG ROYONG DAN PEDULI SOSIAL DALAM KERJA BAKTI MINGGUAN

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENGUATAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PELANGGARAN NORMA AGAMA. (Studi Kasus di MTs Mahadul Muta alimin Katerban

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan dapat dikatakan sebagai

IMPLEMENTASI BANTUAN PENDIDIKAN MASYARAKAT. (Studi Kasus Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Berdasarkan. Perda No. 11-A Tahun 2012 Tentang BPMKS)

IMPLEMENTASI WEWENANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PEMBAHASAN RAPERDES, PENGAWASAN PELAKSANAAN

ANALISIS PENGEMBANGAN CIVIC DISPOSITION DALAM KEGIATAN OSIS TAHUN AJARAN (Studi Kasus Pada Siswa SMP Negeri 20 Surakarta)

PENANAMAN KARAKTER KERJA KERAS DAN TANGGUNG JAWAB PADA ANAK KELUARGA NELAYAN. (Studi Kasus Pada Anak Keluarga Nelayan Dusun Tawang

BAB III METODE PENELITIAN. tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang dapat diamati. 33

ANALISIS PERILAKU SISWA SMP DALAM MENERAPKAN NILAI-NILAI PANCASILA SILA KELIMA DI LINGKUNGAN SEKOLAH (Studi Kasus Di SMP Negeri 3 Sawit Boyolali)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DAN DISIPLIN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

BAB I PENDAHULUAN. masih jauh dari harapan nilai keadilan. Ditambah pula

REPRESENTASI PENDIDIKAN KARAKTER NASIONALISME DAN. CERITA DARI TAPAL BATAS (Analisis Semiotik untuk Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan)

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB I PENDAHULUAN. seutuhnya sangatlah tidak mungkin tanpa melalui proses pendidikan.

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara

PROFESIONALISME BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM MENJALANKAN TUGAS DAN FUNGSINYA NASKAH PUBLIKASI

PELAYANAN HAK MENDAPATKAN PENDIDIKAN PADA SISWA KURANG MAMPU (Studi Kasus Pelaksanaan Program Sintawati di SMA Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

NASKAH PUBLIKASI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan. Guna mencapai derajat. Sarjan S-1. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pendidikan Karakter Berbasis Moral dalam Novel Eliana Karya Tere Liye dan Pembelajarannya di Kelas XII SMK

PEMAHAMAN DAN KESIAPAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER

BAB III METODE PENELITIAN. temuan-temuanya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk

IMPLEMENTASI KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL PADA MASYARAKAT LERENG MERAPI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menyengsarakan orang lain bahkan bangsa lain. Oleh karena itu perlu mengolah

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MORAL SILA KETUHANAN YANG MAHA ESA DALAM ETIKA PROFESI GURU DI SMP NEGERI 2 BOYOLALI

PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK PADA MATA PELAJARAN PPKN (Studi Kasus Pelaksanaan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Colomadu)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan dikenal sebagai satu wadah untuk membangun dan

Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S-1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan tentang bentuk-bentuk. kerjasama guru dan orang tua dapat disimpulkan, sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan dalam mewujudkan sumber

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN ANAK DI TK AHMAD DAHLAN LAWEYAN SURAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014

IMPLEMENTASI PENGENAAN TARIF AKAD NIKAH NASKAH PUBLIKASI. derajat S-I Program Studi Pendidikan. Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB III METODE PENELITIAN

UPAYA MENGENTASKAN KELUARGA MISKIN MELALUI BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT (BKM)

BAB III METODE PENELITIAN

PENANAMAN KARAKTER KEJUJURAN PADA ANAK USIA DINI (Studi Kasus di Desa Cemeng Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen) NASKAH PUBLIKASI

IMPLEMENTASI KARAKTER PEDULI SOSIAL PADA PETANI (Studi Kasus Di Desa Tanjungsari Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati) NASKAH PUBLIKASI

NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

NINDYA AGUSTIN LISTYANINGRUM A

Transkripsi:

IMPLEMENTASI KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI KEGIATAN GOTONG ROYONG (Studi Kasus Pembangunan Jalan di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi) NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat S-I Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Oleh: LITA AYU SOFIANA A220100147 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2014

ABSTRAK IMPLEMENTASI KARAKTER KEPEDULIAN SOSIAL MELALUI KEGIATAN GOTONG ROYONG (Studi Kasus Pembangunan Jalan di Desa Widodaren Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi) Lita Ayu Sofiana, A220100147, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, mendeskripsikan hambatan-hambatan yang mempengaruhi implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, mendeskripsikan solusi untuk mengatasi implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan sumber data dari informan atau narasumber, tempat dan peristiwa serta arsip atau dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan trianggulasi sumber data, dan trianggulasi teknik pengumpulan data. Metode penelitian menggunakan teknik analisis interaktif melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) warga masyarakat di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi memiliki karakter kepedulian sosial yaitu mampu bekerja sama, mau terlibat dalam kegiatan masyarakat, dan cinta damai dalam menghadapi persoalan. (2) hambatan yang mempengaruhi adalah kurangnya semangat warga dalam melakukan pembangunan jalan, rendahnya sarana prasarana, dan ada warga yang tidak mengikuti kegiatan (3) solusi untuk mengatasi hambatan adalah tidak ada warga yang marah karena ada yang tidak mengikuti kegiatan, memberikan denda berupa uang atau makanan, dan membangun semangat gotong royong dalam pembangunan jalan. Kata kunci: karakter, kepedulian sosial, kegiatan gotong royong

PENDAHULUAN Karakter merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan seharihari maupun dalam bermasyarakat. Karakter diterapkan dalam mayarakat pada umumnya tidak pernah lepas dari proses pembelajaran dan proses pembentukan diri manusia itu sendiri. Dalam pembentukan karakter bisa didapatkan di lingkup keluarga, sekolah dan lingkungan, baik dalam lingkungan masyarakat maupun dalam lingkungan kelompok. Seperti halnya di lingkup keluarga, orang tua mempunyai peran penting dalam membentuk karakter anaknya. Dalam lingkup sekolah, seorang guru harus bisa memberikan contoh ataupun sikap yang baik yang bisa dijadikan bahan pendidikan bagi seorang siswa. Lingkungan kelompok juga berpengaruh dalam pembentukan karakter karena dalam suatu kelompok akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi seseorang. Menurut Hidayatullah (2010:13), karakter adalah kualitas atau kekuatan mental dan moral, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan juga penggerak, serta membedakan dengan individu yang lainnya. Seseorang dapat dikatakan berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai dan keyakinan yang dikehendaki masyarakat serta digunakan sebagai kekuatan moral dalam hidupnya. Karakter yang kuat adalah sandangan fundamental yang memberikan kemampuan kepada populasi manusia untuk hidup bersama dalam kedamaian serta membentuk dunia yang dipenuhi dengan kebaikan dan kebajikan, yang bebas dari kekerasan dan tindakan-tindakan tidak bermoral. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang dapat membuat keputusan dan siap mempertanggung-jawabkan setiap akibat dari keputusannya. Karakter dapat dianggap sebagai nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, serta kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma hati. Nilai-nilai karakter banyak sekali macam dan jenisnya. Nilai-nilai karakter diharapkan mampu membentuk dan memberikan pengetahuan moral untuk mencegah perbuatan tidak sesuai dengan moral yang dapat merugikan dirinya 1

2 sendiri dan orang lain. Nilai-nilai karakter yang bersumber dari agama, pancasila, budaya, dan tujuan nasional antara lain: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Karakter yang memiliki dimensi individual berkaitan erat dengan nilai dan moral seseorang. Sementara, karakter yang berkaitan dengan dimensi sosialstruktural lebih melihat bagaimana menciptakan sebuah sistem sosial yang kondusif bagi pertumbuhan individu. Sejalan dengan latar belakang masalah di atas, maka cukup penting dilakukan penelitian tentang Implementasi Karakter Kepedulian Sosial dalam Mengikuti Kegiatan Gotong Royong (Studi kasus pembangunan jalan di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi). Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi? 2. Apa sajakah hambatan-hambatan yang mempengaruhi implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi? 3. Bagaimana solusi untuk mengatasi hambatan dalam implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi? Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas sekaligus sebagai titik pijak dalam melaksanakan penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. 2. Mendeskripsikan hambatan-hambatan yang mempengaruhi implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.

3 3. Mendeskripsikan solusi untuk mengatasi implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. METODE PENELITIAN Tempat penelitian ini adalah di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Tahap-tahap pelaksanaan kegiatan sejak persiapan sampai dengan penulisan laporan penelitian untuk kepentingan sikripsi secara keseluruhan dilakukan selama kurang lebih empat bulan, yaitu sejak bulan April 2014 sampai Juli 2014. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Kepala RT, dan salah satu warga masyarakat yang ada di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Objek dalam penelitian ini adalah implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Informan, yaitu jenis sumber data yang berupa manusia, dalam penelitian baiasanya sering disebut responden. Responden mempunyai tugas sebagai pemberi informasi yang berupa tanggapan, pendapat atau argumen yang barkaitan dengan permasalahan yang ditentukan oleh peneliti (Sutopo, 2006:56). Dalam pembahasan ini, narasumber juga diartikan sebagai responden, yaitu orang yang menjawab pertanyaan peneliti, baik pertanyaan secara tertulis maupun secara lisan (Arikunto, 2010:172). Informan atau narasumber pada penelitian ini adalah Kepala Desa, Ketua RT dan salah satu warga masyarakat yang ada di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Tempat dan peristiwa mengenai implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong adalah di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Arsip atau dokumen merupakan informasi yang berasal dari catatan penting lembaga atau organisasi maupun perorangan. Teknik ini digunakan untuk mengetahui pelaksanaan implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong. Menurut Sugiyono (2005:62), teknik pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah

4 mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun penjelasan masing-masing metode tersebut sebagaimana uraian berikut ini. Observasi. Menurut Sutama (2010:92), observasi adalah menghimpun data dan informasi melalui pengamatan atau observasi dilakukan dengan memperhatikan atau melihat dan/atau mendengarkan orang atau peristiwa. Hasilnya yang telah terungkap selanjutnya dicatat. Sifat prosedur observasi tampak dalam hubungan antara pengamat dan yang diamati. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan masyarakat di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Dari observasi dapat mengumpulkan data mengenai implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Observasi dilakukan selama empat bulan dari April sampai dengan Juli 2014. Metode wawancara. Menurut Esterberg sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2011:317), wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Penelitian ini menggunakan wawancara tidak terstruktur. Peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis untuk menggali berbagai informasi penting dari informan terkait implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong atau disebut sebagai wawancara bebas. Peneliti berusaha mendapatkan informasi awal tentang berbagai isu atau permasalahan yang tidak pada objek, sehingga dapat menentukan secara pasti permasalahan variabel apa yang harus diteliti. Dokumentasi. Menurut Arikunto (2010:201), dokumentasi diartikan sebagai barang-barang tertulis. Peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Dalam penelitian ini dokumentasi yang digunakan adalah arsip-arsip implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong.

5 HASIL PENELITIAN Implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi adalah masyarakat di Desa Widodaren mampu bekerja sama dalam melakukan kegiatan seperti membersihkan lingkungan, menjaga keamanan, dan pembangunan jalan agar tercipta kerukunan antara warga satu dengan warga yang lain, kegiatan yang diadakan di masyarakat merupakan kewajiban yang harus diikuti warga Desa agar mau terlibat dalam kegiatan tersebut, dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap warga lain dalam ikut andil kegiatan yang dilakukan, cinta damai dalam menghadapi persoalan harus dimiliki setiap warga Desa Widodaren agar dalam melakukan kegiatan pembangunan jalan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala dari warga karena alasan tidak bisa mengikuti kegiatan yang dilakukan. Warga juga harus mempunyai kepedulian sosial dan semangat gotong royong agar tercipta kerukunan dan kedamaian antar warga Desa Widodaren. Hambatan-hambatan yang mempengaruhi implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi adalah kurangnya semangat warga terhadap kegiatan yang diadakan dalam masyarakat dan terhambat karena akses jalan yang rusak dan becek saat hujan turun sehingga membuat transportasi tidak nyaman, adanya warga yang tidak mau terlibat dalam kegiatan masyarakat dan rendahnya sarana prasarana yang digunakan, semua warga Desa Widodaren walaupun ada hambatan karena saat kegiatan pembangunan berlangsung ada beberapa warga yang tidak bisa mengikuti, warga Desa tetap cinta damai dalam menghadapi persoalan tersebut. Solusi untuk mengatasi implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi adalah warga tetap mampu bekerja sama dengan warga lain tanpa ada yang marah karena ada warga yang tidak mengikuti kegiatan pembangunan jalan, kegiatan tersebut dilakukan untuk memudahkan sarana transportasi menjadi nyaman, memberikan warga denda berupa uang atau makanan bagi warga yang

6 tidak mengikuti kegiatan tersebut, agar warga lain tidak iri dan marah karena ada warga lain yang tidak hadir tetapi mereka tidak diberikan sanksi, diadakannya pembangunan jalan akan membuat kepedulian sosial warga menjadi bertambah sehingga mereka cinta damai dalam menghadapi persoalan yang ada di masyarakat dan semangat gotong royong dalam pembangunan jalan akan membuat warga menjadi rukun dan memudahkan akses jalan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong (studi kasus pembangunan jalan di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi) yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa hampir semua warga Desa Widodaren memenuhi indikator kepedulian sosial yaitu mampu bekerja sama, mau terlibat dalam kegiatan masyarakat, dan cinta damai dalam menghadapi persoalan. Hal ini bisa dikatakan bahwa implementasi karakter kepedulian sosial melalui kegiatan gotong royong di Desa Widodaren Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi sangat penting dan bagus.

7 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Yogyakarta: Rineka Cipta. Hidayatullah, Furqon. 2010. Pendidikan Karakter Membangun Peradaban Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka. Sugiyono. 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sutama. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Surakarta: Fairuz Media. Sutopo. 2006. Metode Penelitian Kualitatif (Dasar Teori dan Terapannya Dalam Penelitian Edisi 2). Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Sutopo, HB. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.