PENGANTAR PERKOPERASIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB. XII. PENGEMBANGAN USAHA KOPERASI. OLEH : LILIS SOLEHATI Y, SE.M.Si

ORGANISASI KOPERASI. Evan Purnama Ramdan

MANAJEMEN DALAM KOPERASI

Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang seorang.

ANGGARAN DASAR KOPERASI FORTUGA

BAB III ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI

EKONOMI KOPERASI BAB VI : PARTISIPASI ANGGOTA PADA KOPERASI OLEH ; LILIS SOLEHATI Y

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 71 Tahun : 2016

BAB II GAMBARAN PERUSAHAAN. Koperasi Karya Mandiri Air Molek merupakan koperasi serba usaha (KSU) yang didirikan

BAB II URAIAN TEORITIS. KP. Telkom Padang. Pengaruh jumlah modal sendiri (X1) terhadap SHU adalah

PENGGERAKAN KEGIATAN DAN PENGAWASAN DALAM KOPERASI 1. Tulus Tambunan Pusat Studi Industri dan UKM Universitas Trisakti

Pembentukan koperasi menurut Undang-Undang no.25 tahun 1992 padal 6 ayat (1) dan (2) adalah sebagai berikut : Koperasi Primer.

BUPATI LOMBOK BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK BARAT,

ANALISIS PELIMPAHAN WEWENANG TERHADAP KINERJA PENGURUS KUD KARYA BERSAMA DI WATES LAMPUNG TENGAH. Oleh. Yulistina Dosen Tetap STIE Umitra ABSTRAK

PENGURUS. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat menjadi pengurus koperasi ditetapkan dalam anggaran dasar koperasi yang bersangkutan.

PEDOMAN PENYELENGGARAAN RAPAT ANGGOTA KOPERASI

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. A. Sejarah Singkat Koperasi Pegawai BPKP Provinsi Sumatera Utara

BAB II KOPERASI PEGAWAI NEGERI (KPRI) SERAI SERUMPUN KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT

BAB V TATA CARA PENDIRIAN KOPERASI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

LAMPIRAN 1 URAIAN TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB UNTUK MASING MASING JABATAN DI PT. KARYA DELI STEELINDO MEDAN.

WALIKOTA TANGERANG PROVINSI BANTEN

b. mempersiapkan petunjuk pelaksanaan kegiatan Dinas sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas;

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 56 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR PERPUSTAKAAN DAERAH

BAB. X. JARINGAN USAHA KOPERASI. OLEH : Lilis Solehati Y, SE.M.Si

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KOPERASI.. Nomor : 12. Pada hari ini, Kamis, tanggal (sepuluh September dua ribu lima belas).

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

GUBERNUR JAWA TENGAH

NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN

BAB I NAMA TEMPAT KEDUDUKAN. menjalankan kegiatan sebagai berikut: 1. Membina dan mengembangkan rasa kesatuan dan persatuan di antara para anggotanya.

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. untuk mensejahterakan anggotanya. Umumnya koperasi dikendalikan secara

ANGGARAN DASAR ASOSIASI FAKULTAS EKONOMI SE-INDONESIA (AFEI)

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

ALAT KELENGKAPAN ORGANISASI KOPERASI

BAB II GAMBARAN UMUM KOPERASI KARYAWAN SEI GALUH. A. Sejarah Singkat Berdirinya Koperasi Karyawan Sei Galuh

BAB II URAIAN TEORITIS. Koperasi berasal dari perkataan co dan operation, yang mengandung arti

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 91 TAHUN 2016 TENTANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. No.3053/BH/PAD/KWK.10/VI/1998 koperasi ini bernama Koperasi Pegawai

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG P E R K O P E R A S I A N

BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah

WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 108 TAHUN 2016 TENTANG

BAB X. KONSEP KEWIRAUSAHAAN PADA KOPERASI. Oleh: Lilis Solehati Y

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 60 TAHUN 2014 TENTANG

PENGANTAR PERKOPERASIAN

BAB II BADAN USAHA DALAM KEGIATAN BISNIS. MAN107- Hukum Bisnis Semester Gasal Universitas Pembangunan Jaya

KOPERASI. Published by : M Anang Firmansyah

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 59 TAHUN 2008

PENDIRIAN DAN KEANGGOTAAN KOPERASI

AKTA PENDIRIAN KOPERASI PEMASARAN... Nomor:.

WALIKOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MANAJEMEN ORGANISASI INDUSTRI. Nur Istianah,ST.,MT.,M.Eng

BAB VI Pola Manajemen Koperasi

BUPATI BLORA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI BLORA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG

ANGGARAN DASAR KOPERASI TRISAKTI BHAKTI PERTIWI

dan produktivitasnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan IPS. Usaha

BAB I PENDAHULUAN. memberikan proses pemberdayaan dan kemampuan suatu daerah dalam. perekonomian dan partisipasi masyarakat sendiri dalam pembangunan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

LEMBARAN DAERAH PROPINSI JAWA BARAT

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 87 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BAB II LANDASAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. sekarang, banyak ditemukan permasalahan yang menyebabkan perusahaan. sebagai sumber dayanya, tujuan perusahaan akan sulit tercapai.

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

ANGGARAN RUMAH TANGGA PRIMER KOPERASI PEGAWAI UPN VETERAN YOGYAKARTA. Badan Hukum : 479 a/bh/xi/12-67 BAB I UMUM

BUPATI SINJAI PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN BUPATI SINJAI NOMOR 71 TAHUN 2016 TENTANG

OLEH ASISTEN DEPUTI TATALAKSANA KOPERASI DAN UKM DEPUTI BIDANG KELEMBAGAAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM Bogor, 28 Januari 2016

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA YOGYAKARTA,

PERATURAN DAERAH KOTA TANJUNGPINANG NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG BADAN USAHA MILIK DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANJUNGPINANG,

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

BUPATI BANGKA BARAT PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM ASISTEN DEPUTI ORGANISASI DAN BADAN HUKUM KOPERASI PENDIRIAN KOPERASI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada PT. Alfa Motor

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. reaksi terhadap sistem perekonomian kapitalisme di Negara-negara

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 72 TAHUN 2008 TENTANG

PERAN ANGGOTA KOPERASI Disampaikan Pada KULIAH UMUM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS KANJURUHAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. Koperasi merupakan lembaga bisnis dan suatu wadah yang cocok bagi

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN EKONOMI

BAB I PENDAHULUAN. akan dicapai, baik berupa laba yang maksimal, kelangsungan hidup, dan

ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KOPERASI PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM SYARIAH BMT AKBAR TAHUN BUKU

SYARAT DAN KETENTUAN KEANGGOTAAN MJS GROUP

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 57 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA KANTOR ARSIP DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

ANGGARAN DASAR KOPERASI USAHA BERSAMA ALUMNI STMN CIAMIS. BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1

Oleh: Ny. Neti Budiwati Ukanda -Dosen pada Prodi Pend. Ekonomi & Koperasi UPI -Ketua Umum Koperasi Wanita Mekar Endah Kab. Bandung

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 76 TAHUN 2016 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI CILACAP,

Definisi Koperasi adalah bekerja bersama dengan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Transkripsi:

PENGANTAR PERKOPERASIAN BAB VI : ORGANISASI KOPERASI OLEH ; LILIS SOLEHATI Y

PENGERTIAN ORGANISASI Menurut Stoner organisasi didefinisikan sebagai alat untuk mencapai tujuan Organisasi ; kesatuan (entity) yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atas sekelompok tujuan. struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang diikuti. semua organisasi memiliki karakteristik yang khas, semua organisasi memiliki hal-hal tertentu yang sama yaitu: Satu tujuan Satu struktur. Proses untuk mengkoordinasi kegiatan Orang-orang yang melaksanakan peran-peran yang berbeda.

4 komponen dasar Organisasi : Pekerjaan yang dibagi-bagi Orang-orang yang digunakan untuk melaksanakan pekerjaan yang dibagi-bagi Lingkungan di mana pekerjaan dilaksanakan Adanya hubungan antar orang-orang di dalam sebuah kelompok kerja dan juga hubungan antara kelompok kerja satu dengan kelompok kerja yang lain

Prinsip-prinsip Organisasi 1. Harus mempunyai tujuan 2. Adanya hirarki 3. Kesatuan perintah 4. Pelimpahan/pendelegasian wewenang 5. Pertanggungjawaban 6. Pembagian pekerjaan 7. Jenjang/rentang pengendalian 8. Fungsional 9. Pemisahan 10. Keseimbangan 11. Fleksibilitas

Penyusunan Organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan tahapan berikut : Analisis Jabatan menghasilkan deskripsi jabatan dan spesifikasi jabatan Penarikan Calon Karyawan/pekerja Pemilihan (seleksi) karyawan/pekerja Penempatan Karyawan Orientasi Karyawan/pekerja pada pekerjaan baru. Pelatihan dan pengembangan Karyawan

Dalam ilmu Ekonomi, Koperasi Modern, organisasi Koperasi didefinisikan sebagai suatu sistem sosialekonomi atau sosial-teknik, sistem ekonomi yang terbuka dan berorientasi pada tujuan. 1. Suatu organisasi Koperasi (Hannel) ditinjau dari : Substansinya adalah suatu sistem sosial Hubungannya terhadap lingkungan adalah suatu sistem yang terbuka Cara kerjanya adalah suatu sistem yang berorientasi pada tujuan Pemanfaatan sumber dayanya adalah suatu sistem ekonomi 2. Sub-sub sistem suatu organisasi Koperasi : Usaha-usaha ekonomi para angotanya, dalam bentuk perusahaan, atau rumah tangga masing-masing anggotanya Kelompok Koperasi Perusahaan Koperasi

ANGGOTA PERORANGAN DAN USAHA-USAHA EKONOMI ANGGOTA Para anggota yang bergabung dalam kelompokkelompok Koperasi, berusaha mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan Koperasinya, agar mampu menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh setiap usaha-usaha ekonomi anggota. Kepentingan anggota terhadap barang dan jasa yang menunjang usaha-usaha ekonominya, juga kepentingan lain yang bersifat non-ekonomis.

Kepentingan dan Motif para anggota Berkoperasi (Maslow, Five Hierarchy of Needs ): Kebutuhan fisiologis Kebutuhan akan keamanan Kebutuhan sosial/kebutuhan cinta kasih Kebutuhan akan penghargaan Aktualisasi diri

Para anggota dapat mengharapkan "Promosi Khusus" dari kepentingan (interest) mereka. Dengan demikian setiap orang yang tertarik menjadi anggota koperasi atau tetap menjadi anggota koperasi disebabkan : Advantages/keunggulan promosi khusus Koperasi Advantages/keunggulan promosi Perusahaan Non-Koperasi

Dalam pengertian yang sangat umum dapat dikatakan bahwa ada dua kondisi yang harus dipenuhi bagi suatu koperasi agar menjadi alternatif yang menarik bagi para anggota dan calon anggota, yaitu: Koperasi harus dapat menghasilkan paling sedikit kelebihan yang sama dengan perusahaan non koperasi. Koperasi harus menjadi pemenang dalam persaingan dan harus mempunyai potensi untuk memberikan "advantages" khusus atau keunggulan khusus pada para anggo tanya. Bahkan sungguh pun koperasi dapat memenangkan persaingan dalam suatu kondisi khusus; tetapi para anggota tidak dapat berpartisipasi dalam keunggulan itu, mereka akan kehilangan interest mereka untuk tetap tinggal dalam koperasi. Para anggota harus mampu mengendali kan manajemen koperasi dengan cara menuntut agar manajemen itu mampu dan bersedia mempromosikan interest para anggota.

Manfaat utama yang diharapkan dari keanggotaan koperasi adalah dukungan koperasi ter hadap kelancaran / kestabilan usaha, dan atau kebutuhan konsumsi para anggota, seperti : Pemasaran hasil produksi para anggota dengan harga jual yang lebih tinggi dan atau lebih stabil. Pengadaan input untuk anggota dengan harga beli yang lebih rendah dan atau lebih stabil. Pengadaan kebutuhan konsumsi dengan harga, yang lebih murah dan atau stabil.

Efek koperasi = keuntungan dari koperasi - keuntungan dari non koperasi Dengan kata lain efek koperasi merupakan hasil pengembangan anggota melalui koperasi. Efek koperasi tidak akan terjadi secara otomatis, tetapi harus dihasilkan atau diperjuangkan oleh koperasi. Efek koperasi harus ditemukan dan diperoleh dan jika telah ditemukan, penemuan itu harus diperjuangkan atau dilaksanakan. Menurut Ropke (1992), efek koperasi dianggap memiliki dua komponen, yaitu : Koperasi harus mampu bertahan melawan pesaingpesaing (uji pasar) Koperasi harus mampu merangsang anggota untuk berpartisipasi dalam pencapaian prestasi (Uji partisipasi)

KOPERASI DALAM SEGI TIGA STRATEGIS

KELOMPOK KOPERASI PERANGKAT ORGANISASI Yang dimaksud perangkat organisasi koperasi menurut pasal 21 UU koperasi nomor 25 tahun 1992: Rapat Anggota Pengurus Pengawas Tiga serangkai (tri partiet) inilah yang dikenal sebagai manajemen koperasi yang akan menjalankan tata laksana kehidupan koperasi.

Struktur Organisasi Koperasi RAPAT ANGGOTA PENGURUS PENGAWAS MANAJER USAHA BIDANG USAHA MANAJER ORGANISASI BIDANG ORGANISASI Partisipasi anggota Pendidikan & latihan anggota Penyuluhan anggota Dukungan dana dari anggota BIDANG USAHA PEMILIK ANGGOTA

Fungsi Rapat Anggota 1. Menetapkan anggaran dasar 2. Kebijakan umum di bidang organisasi, manajemen dan usaha koperasi 3. Menetapk RAPBK serta pengesahan laporan keuangan 4. Pengesahan pertanggung jawaban pengurus dan pengawas 5. Pembagian SHU 6. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

Tugas Pengurus Koperasi Memimpin dan mengelola organisasi dan usaha koperasi Mewakili koperasi di muka dan di luar pengadilan Mengajukan rancangan RAPBK Menyelenggarakan Rapat Anggota Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban Memberi pelayanan kepada anggota Meningatkan pengetahuan anggota & pengelola koperasi Mendelegasikan tugas kepada manajer

Tugas Pengawas Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi. membuat laporan tertuls tentang hash pengawasannya. Pengawas berwenang meneliti catatan yang ada pada Koperasi. mendapatkan segala keterangan yang diperlukan.

KEDUDUKAN ANGGOTA KOPERASI Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus pengguna jasa koperasi (Pasal 17 Ayat 1) Keanggotaan koperasi dicatat dalam buku Daftar Anggota (Pasal 17 ayat 2) Keanggotaan koperasi tidak dapat dipindahtangankan (Pasal 19 ayat 3) Setiap anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadap koperasi ditetapkan dalam anggaran dasar (Pasal 19 ayat 4)

PERANAN ANGGOTA KOPERASI SEBAGAI PEMILIK Turut memodali/membiayai Koperasi (S. Pokok, S. Wajib, S. Sukarela,dll) SBG. PENGGUNA JASA Memanfaatkan Pelayanan Koperasi Pengambilan Keputusan dalam Rapat Anggota Melakukan pengawasan Menanggung Resiko

KEWAJIBAN ANGGOTA 1. Mematuhi UU, AD/ART, Peraturan lainnya yang terkait (Psl 20;1a) 2. Mematuhi Keputusan Rapat Anggota (Psl 20; 1a) KEWAJIBAN ANGGOTA 3. Aktif memanfaatkan usaha yang diselenggarakan koperasi (Psl 20;1b) 4. Turut bertanggungjawab atas kerugian yang terjadi di luar kesalahan pengurus (Psl 41;2, Psl 55) 5. Mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas asas kekeluargaan (Psl 21;e)

HAK ANGGOTA Menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam RA (Psl 20;2a) Memilih dan/atau dipilih sebagai angota pengurus/ pengawas (Psl 20; 1b) HAK ANGGOTA Meminta diadakan Rapat anggota menurut ketentuan AD (Psl 20;2c) Mengemukakan pendapat atau saran-saran kepada pengurus di luar rapat baik diminta maupun tidak diminta (Psl 20; 2d) Mendapatkan pelayanan sama (Psl 22;e) Mendapat keterangan mengenai perkembangan koperasi (Psl 22;f) Meminta pertanggungjawaban (Psl 25)

PERUSAHAAN KOPERASI Tujuan Perusahaan Koperasi Promosi Anggota merupakan tugas Perusahaan Koperasi. Tugas utama perusahaan Koperasi adalah menunjang kegiatan (perusahaan) dan/atau rumah tangga para anggotanya dalam rangka meningkatkan kekuatan ekonominya melalui penyediaan barang dan jasa yang dibutuhkan : Yang sama sekali tidak tersedia di pasar, atau Yang ditawarkan dengan harga, mutu, dan syaratsyarat yang lebih menguntungkan, ketimbang yang ditawarkan di pasar

Fungsi-Fungsi Manajerial Perusahaan Koperasi Perencanaan ; menentukan kegiatan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Pengorganisasian ; adanya satuan-satuan dan hubungan kerja yang harus dilakukan SDM dan tergambar dalam bentuk sruktur organisasi. Pengarahan ; upaya untuk menggerakkan SDM dalam mencapai sasaran dan tujuan perusahaan. Pengkoordinasian ; usaha mengarahkan kegiatan seluruh aktivitas perusahaan secara optimal untuk mencapai tujuan. Pengawasan ; mengevaluasi dan mengendalikan hasil kerja, apabila diperlukan melakukan tindakan-tindakan korektif agar hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang sudah diteapkan.

Fungsi-Fungsi Bisnis Perusahaan Koperasi Pemasaran ; keseluruhan aktivitas perdagangan yang meliputi penjualan, pembelian, pergudangan, atau penyimpanan, dan promosi. Produksi/Operasi ; melakukan aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan input, proses dan output baik berupa barang/jasa. Pembelanjaan ; semua aktivitas perusahaan untuk mencari atau memperoleh dana yang dibutuhkan dan menggunakannya secara efisien. Personalia/SDM ;suatu proses aktivitas pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja Administrasi Akuntansi ; sistem pelaporan administrasi yang berkaitan dengan neraca, laba rugi, anggaran, ikhtisar-ikhtisar biaya atau Cash Flow, rasio keuangan.

Tipe-tipe Manajer Koperasi (Hannel, berdasarkan kategori-kategori) : Manajer yang hanya diperbolehkan melaksanakan kegiatannya menurut ketentuan terinci yang dilaksanakan oleh Pengurus Koperasi yang dalam hal ini, bertanggung jawab penuh atas kegiatan perusahaan Koperasi. Manajer yang diberi tugas dan diperbolehkan melaksanakan beberapa kegiatan perusahaan Koperasi atas tanggung jawab sendiri, walaupun bidang usaha yang berada dalam jangkauan keputusannya mungkin dibatasi oleh peraturan-peraturan intern dan kadangkala, untuk beberapa hal tertentu, oleh petunjuk-petunjuk terinci dari Pengurus. Manajer yang diserahi tugas untuk mengembangkan perusahaan koperasi atas tanggung-jawabnya sendiri, sebagaimana berlaku pada manajer-manajer perusahaan lainnya. Para manajer ini, dalam batas-batas yang cukup luas, mengambil keputusan secara otonom mengenai tujuan-tujuan usaha Koperasi yang ingin dicapai, melaksanakan kebijakan-kebijakan bisnis yang diperlukan melalui pengarahan dan koordinasi kegiatan di kalangan karyawan koperasi, dan bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan koperasi...manajer sebagai Pengusaha Koperasi (Wirakoperasi).