PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 58 TAHUN 2013 TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 51 TAHUN 2013

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 57 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGHAPUSAN PIUTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR 19 TAHUN 2016

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 56 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENGEMBALIAN KELEBIHAN PEMBAYARAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 54 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI TANAH LAUT PERATURAN BUPATI TANAH LAUT NOMOR 71 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI PURWAKARTA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 80 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 52 TAHUN 2012 TENTANG

- 3 - Pasal I. Pasal 1

PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR : 79 TAHUN 2012

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PEGHAPUSAN PIUTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI JEMBRANA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

WALIKOTA JAMBI PROVINSI JAMBI

B U P A T I T A N A H L A U T PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

BUPATI MANGGARAI BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN MANGGARAI BARAT NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 55 TAHUN 2013 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLUNGKUNG,

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 60 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2015 NOMOR 6

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TATA CARA PENGHAPUSAN PIUTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN.

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 5

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 53 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI MALUKU TENGGARA

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 15 TAHUN 2015

BUPATI INDRAGIRI HULU PERATURAN BUPATI INDRAGIRI HULU NOMOR : 74 TAHUN 2012

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PERATURAN WALIKOTA PARIAMAN NOMOR 34 TAHUN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PARIAMAN,

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 55 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK PENERANGAN JALAN

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 27 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN PENGURANGAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KONAWE UTARA

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 54 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

WALIKOTA BENGKULU PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 05 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017 NOMOR 10

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 38 TAHUN 2012 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

BUPATI PURWAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI

PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGETAN NOMOR TAHUN 2010 TENTANG BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

-1- PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGASEM NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SELATAN NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG

- 1 - BUPATI TULUNGAGUNG PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 34 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PEMUNGUTAN PAJAK MINERAL BUKAN LOGAM DAN BATUAN

BUPATI LANDAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR TAHUN TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUDUS

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 106 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENAGIHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PERATURAN WALIKOTA PARIAMAN NOMOR 33 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENAGIHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERKOTAAN DAN PERDESAAN

BUPATI MALANG BUPATI MALANG,

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK AIR TANAH

WALIKOTA SOLOK PROPINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA SOLOK NOMOR 3 TAHUN 2015

PROVINSI JAMBI PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 23 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2011 NOMOR 16

WALIKOTA DENPASAR PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PEMERINTAH KOTA TEBING TINGGI

BUPATI MAROS PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAROS NOMOR 01 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN BUPATI BULUNGAN NOMOR 31 TAHUN 2016

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TABALONG TAHUN 2010 NOMOR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABANAN NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 29 Tahun : 2015

BERITA DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 9 TAHUN 2011 PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI KONAWE UTARA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MIMIKA NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN MAMASA PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAMASA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

PEMERINTAH KABUPATEN KOTABARU

BUPATI ACEH TIMUR PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIDOARJO NOMOR : 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB) PERDESAAN DAN PERKOTAAN

WALIKOTA BENGKULU PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 05 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

TAR BERITA DAERAH KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2013 PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI SEMARANG NOMOR 37 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI NGAWI BUPATI NGAWI,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 15 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PACITAN NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK AIR TANAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 36 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PESAWARAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PESAWARAN,

PROVINSI BANTEN BUPATI TANGERANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI SUKOHARJO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKOHARJO,

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BOGOR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLUNGKUNG,

- 1 - QANUN KABUPATEN SIMEULUE NOMOR 6 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK AIR TANAH

PERATURAN WALIKOTA JAMBI NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI SRAGEN PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR : 26 TAHUN 2012 TENTANG

DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TEMANGGUNG,

Transkripsi:

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 58 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENERBITAN DAN PENYAMPAIAN SPPT, SKPD, DAN STPD PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN PEMERINTAH KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2013

PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR 58 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PENERBITAN DAN PENYAMPAIAN SPPT, SKPD DAN STPD PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN BUPATI PURWAKARTA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, dipandang perlu menetapkan Peraturan Bupati mengenai Tata Cara penerbitan, dan penyampaian SPPT, SKPD dan STPD Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat (Berita Negara Tahun 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang dengan mengubah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1968 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2851); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3209); 3. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 54 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3091) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-

Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak Dengan Surat Paksa (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 129 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3987); 4. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 27 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4189); 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 4844); 6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049); 7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 Tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 9.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2007 tentang Pengawasan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah); 12. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 3 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pembentukan Peraturan Daerah; 13. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pembentukan Dinas Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 1 Tahun 2013;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan; 15. Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 7 Tahun 2013 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Purwakarta; MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG TATA CARA PENERBITAN DAN PENYAMPAIAN SPPT, SKPD, DAN STPD PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Purwakarta 2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah sebagai unsur Penyelenggara Pemerintahan Daerah. 3. Bupati adalah Bupati Purwakarta 4. Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah yang selanjutnya disingkat DPKAD adalah Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Purwakarta. 5. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Asset daerah Kabupaten Purwakarta. 6. Bidang Pendapatan II adalah Urusan Pemerintah Daerah di Bidang Pengelola PBB dan BPHTB. 7. Kepala Bidang Pendapatan II adalah Kepala Bidang Pendapatan II pada Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Purwakarta. 8. Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut Pajak adalah kontribusi wajib kepada Daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 9. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, yang selanjutnya disebut Pajak Bumi dan Bangunan adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki, dikuasai, dan/atau dimanfaatkan oleh orang pribadi atau Badan kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan, dan pertambangan. 10. Bumi adalah permukaan bumi yang meliputi tanah dan pedalaman serta laut wilayah kota. 11. Bangunan adalah kontruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada tanah dan/atau perairan pedalaman dan/atau laut. 12. Nilai Jual Objek Pajak, yang selanjutnya disingkat NJOP adalah harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar, dan bilamana tidak terdapat transaksi jual beli, NJOP ditentukan melalui perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, atau nilai perolehan baru, atau NJOP pengganti.

13. Wajib Pajak adalah orang pribadi atau Badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan/atau memperoleh manfaat atas bumi, dan/atau memiliki, menguasai, dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. 14. Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan, baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer, Perseroan Milik Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik atau organisasi lainnya. Lembaga dan bentuk lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap. 15. Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, yang selanjutnya disingkat SPPT, adalah surat yang digunakan untuk memberitahukan besarnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang terutang kepada Wajib Pajak. 16. Surat Ketetapan Pajak Daerah, yang selanjutnya disingkat SKPD, adalah Surat Ketetapan pajak yang menentukan besarnya jumlah pokok pajak yang terutang. 17. Surat Tagihan Pajak Daerah, yang selanjutnya disingkat STPD, adalah surat yang melakukan tagihan pajak dan/atau sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. BAB II TATA CARA PENERBITAN DAN PENYAMPAIAN SPPT, SKPD DAN STPD Pasal 2 (1) Kepala DPKAD berwenang untuk menerbitkan SPPT, SKPD dan STPD. (2) SPPT diterbitkan berdasarkan data yang telah tersedia pada basis data Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan/atau berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh Wajib Pajak. (3) SKPD diterbitkan dalam hal-hal sebagai berikut : a. apabila SPOP tidak disampaikan dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya SPOP dan setelah ditegur secara tertulis oleh Bupati sebagaimana ditentukan dalam Surat Teguran; b. apabila berdasarkan hasil pemeriksaan atau keterangan lainnya ternyata jumlah pajak yang terutang lebih besar dari jumlah pajak yang dihitung berdasarkan SPOP yang disampaikan oleh Wajib Pajak; (4) STPD dapat diterbitkan apabila SPPT atau SKPD tidak atau kurang dibayar setelah jatuh tempo pembayaran ditambah sanksi administrasi 2% (dua persen) setiap bulan untuk jangka waktu paling lama 15 (lima belas) bulan. (5) SPPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan merupakan bukti kepemilikan hak. Pasal 3 (1) SPPT disampaikan kepada Wajib Pajak oleh DPKAD dan/atau Pemerintah Desa di Kabupaten Purwakarta. (2) SPPT yang disampaikan kepada Wajib Pajak oleh Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah SPPT yang besaran pajak terutangnya dibawah Rp. 1.000.000.

(3) Wajib Pajak dapat mengambil sendiri SPPT yang telah dicetak ditempattempat yang telah ditentukan oleh DPKAD. (4) Wajib Pajak menandatangani tanda bukti penerimaan SPPT dan mencantumkan tanggal diterimanya SPPT tersebut. (5) Tanda bukti penerimaan SPPT merupakan dasar dalam pelaksanaan penagihan. (6) SPPT harus dilunasi dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sejak diterimanya SPPT oleh Wajib Pajak. (7) SPPT sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bukan merupakan bukti kepemilikan hak. Pasal 4 SKPD dan STPD disampaikan kepada Wajib Pajak dan harus dilunasi dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan sejak tanggal diterimanya SKPD dan STPD. Pasal 5 Standar Operasional Prosedur Peraturan Bupati tentang Tata Cara Penerbitan dan Penyampaian SPPT, SKPD dan STPD Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan tercantum dalam lampiran Peraturan Bupati ini. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 6 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2014. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Purwakarta. Ditetapkan di Purwakarta pada tanggal BUPATI PURWAKARTA, DEDI MULYADI

LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI PURWAKARTA NOMOR : 58 TAHUN 2013 TANGGAL : 13 NOPEMBER 2013 TENTANG : TATA CARA PENERBITAN DAN PENYAMPAIAN SPPT, SKPD DAN STPD PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN BAGIAN PERTAMA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TATA CARA PENERBITAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK TERHUTANG (SPPT) MASAL A. Deskripsi : Prosedur ini menguraikan tentang tata cara penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). B. Dasar Hukum : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 2. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. C. Pihak terkait : 1. Kepala DPKAD 2. Kepala Bidang Pendapatan II 3. Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian 4. Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan 5. Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi 6. Operator Komputer (OC) 7. Pelaksana D. Dokumen Digunakan : 1. Tabel Wilayah 2. Tabel Tempat Pembayaran 3. Tabel ZNT (Zona Nilai Tambah) 4. Tabel Harga Bahan & Upah (DBKB) 5. Surat Keputusan Bupati tentang Nilai Ketetapan Minimal yang berlaku 6. Blangko E. Dokumen yang dihasilkan : 1. Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang 2. Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) F. Prosedur Kerja 1. Kepala DPKAD menugaskan Kepala Bidang Pendapatan II untuk pencetakan masal SPPT PBB. 2. Kepala Bidang Pendapatan II menugaskan Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan untuk mencetak masal SPPT 3. Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi menugaskan Pelaksana untuk melakukan update sesuai dengan dokumen yang menjadi dasar update. 4. Operator Komputer (OC) melakukan update data untuk pencetakan masal SPPT : - Tabel Wilayah - Tabel tempat Pembayaran

- Tabel ZNT (Zone Nilai Tanah) - Tabel Harga bahan & upah (DBKB) - Memasukan nilai OPTKP yang berlaku - Memasukan Nilai Ketetapan Minimal yang berlaku (SK. BUPATI) - Memasukan tanggal jatuh tempo pembayaran 5. Pelaksana Seksi Pengolahan Data dan Informasi melakukan kalibrasi data. 6. Pelaksana Seksi Pelayanan dan Penetapan melakukan simulasi pencetakan SPPT, spooling data, pencetakan masal SPPT dan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak. 7. Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan menugaskan pelaksana untuk melakukan penelitian SPPT hasil pencetakan masal. 8. Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan meneliti SPPT untuk klasifikasi ketetapan tertentu dan DHKP selanjutnya meneruskan kepada Kepala Pendapatan II. 9. Kepala Bidang Pendapatan II meneliti SPPT untuk klasifikasi ketetapan tertentu dan DHKP serta meneruskan kepada Kepala DPKAD. 10. Kepala DPKAD menandatangani SPPT dan DHKP dan diteruskan ke Bidang Pendapatan II. 11. Bidang Pendapatan II melalui Pelaksana Seksi Pelayanan dan Penetapan menatausahakan SKPD dan diteruskan ke Bidang Penagihan dan pengendalian. 12. Bidang penagihan dan Pengendalian menyampaikan SKPD kepada Wajib Pajak dengan menggunakan tanda terima. 13. Proses selesai Jangka Waktu Penyelesaian : Paling lama 2 (dua) bulan

G. Bagan Arus (Flow Chart) Pelaksana Seksi Pelayanan dan Penetapan Bidang Penagihan dan Pengendalian Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi Operator komputer Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan Kepala Bidang Pendapatan II Kepala DPKAD Mulai - Melakukan kalibrasi data - Melakukan simulasi pencetakan - Melakukan spooling data - Melakukan pencetakan masal SPPT dan DHKP Memerintahkan OC untuk mengupdate tabeltabel Mengupdate tabel-tabel Memerintahkan pelaksana untuk cetak masal Memerintahkan kepala seksi pelayanan dan penetapan untuk melaksanakan cetak masal Memerintahkan Kabid Pendapatan II untuk melaksanakan cetak masal Meneliti SPPT dan DHKP Meneliti SPPT dan DHKP SPPT & DHKP Menatausahakan SPPT Menatausahak an SPPT untuk didistribusikan selesai BUPATI PURWAKARTA, DEDI MULYADI

BAGIAN KEDUA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TATA CARA PENERBITAN SURAT PEMBERITAHUAN PAJAK DAERAH (SKPD) A. Deskripsi : Prosedur ini menguraikan tentang tata cara penerbitan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT). B. Dasar Hukum : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 2. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. C. Pihak terkait : 1. Kepala DPKAD 2. Kepala Bidang Pendapatan II 3. Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan 4. Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian 5. Kepala Seksi Pendataan dan Penilaian 6. Pelaksana Seksi Pelayanan dan Penetapan 7. Operator Komputer (OC) D. Dokumen Digunakan : 1. Daftar Nominatif SKP 2. Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) E. Dokumen yang dihasilkan 1. Surat Ketetapan Pajak Daerah F. Prosedur Kerja 1. Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan membuat daftar nominatif Wajib Pajak berdasarkan data SPOP yang tidak disampaikan sesuai jangka waktu yang ditetapkan kepada Kabid Pendapatan II. 2. Kepala Bidang Pendapatan II menugaskan Kepala Seksi Pendataan dan Penilaian untuk cek lapangan. 3. Kepala Seksi Pendataan dan Penilaian menugaskan pelaksana untuk cek lapangan dan membuat daftar nominatif penerbitan SKPD. 4. Kepala Seksi Pendataan dan Penilaian menyampaikan usulan Daftar Nominatif penerbitan SKPD kepada Kepala Bidang Pendapatan II. 5. Kepala Bidang Pendapatan II menugaskan Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan untuk mencetak konsep SKPD sesuai Daftar Nominatif. 6. Pelaksana Seksi Pelayanan dan Penetapan mencetak konsep SKPD dan meneruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan. 7. Kasi Pelayanan dan Penetapan meneliti konsep SKPD untuk diteruskan ke Kepala Bidang Pendapatan II. 8. Kepala Bidang Pendapatan II meneliti konsep SKPD dan meneruskan kepada Kepala DKPAD. 9. Kepala DPKAD menyetujui dan menandatangani SKPD. 10. Bidang Pendapatan II melalui Pelaksana Seksi Pelayanan dan Penetapan menatausahakan SKPD.

11. Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi menugaskan Pelaksana untuk merekam daftar nominatif SKPD kedalam sistem computer. 12. Proses selesai. Jangka Waktu Penyelesaian : Paling lama 5 (lima) hari kerja

G. Bagan Arus (Flow Chart) Kepala Seksi Pendataan dan Penilaian seksi pengolahan data dan informasi Pelaksana seksi Pendataan dan Penilaian Kepala Seksi Pelayanan dan Penetapan Pelaksana seksi Pelayanan dan Penetapan Kepala Bidang Pendapatan II Kepala DPKAD Mulai Membuat daftar nominatif Wajib Pajak yang akan diterbitkan SKPD Menugaskan untuk melakukan cek lapangan Menugaskan pelaksana untuk melakukan cek lapangan Menyampaikan usulan daftar nominatif penerbitan SKPD Cek lapangan Perintah untuk mencetak konsep SKPD sesuai daftar nominatif Meneliti SKPD Mencetak SKPD Menugaskan mencetak konsep SKPD sesuai daftar nominatif Meneliti dan Meneruskan SKPD Meneliti dan menandatangani SKPD SKPD Merekam Daftar Nominatif SKPD ke dalam sistem Menatausahakan dan meneruskan ke Bidang Penagihan untuk disampaikan ke WP BUPATI PURWAKARTA, DEDI MULYADI

BAGIAN KETIGA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR TATA CARA PENERBITAN SURAT TAGIHAN PAJAK DAERAH (STPD) A. Deskripsi : Prosedur ini menguraikan tentang tata cara penerbitan Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD). B. Dasar Hukum : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 2. Peraturan Daerah Kabupaten Purwakarta Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. C. Pihak terkait : 1. Kepala DPKAD 2. Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian 3. Kepala Seksi Penagihan 4. Pelaksana Seksi Penagihan D. Dokumen Digunakan : 1. Daftar Nominatif SKP 2. SPPT 3. SKPD E. Dokumen yang dihasilkan 1. Surat Tagihan Pajak Daerah (STPD) F. Prosedur Kerja 1. Kepala Seksi Penagihan dan Keberatan menyampaikan usulan Daftar Nominatif penerbitan STPD kepada Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian. 2. Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian menyetujui usulan dan menugaskan Kepala Seksi Penagihan untuk mencetak konsep STPD. 3. Kepala Seksi Penagihan menugaskan pelaksana untuk merekam daftar nominatif STPD kedalan sistem komputer 4. Pelaksana mencetak dan meneliti konsep STPD dan meneruskan Kepada Kepala Seksi Penagihan. 5. Kepala Seksi Penagihan meneliti dan memaraf konsep STPD dan meneruskan kepada Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian 6. Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian meneliti dan memaraf konsep dan diteruskan kepada Kepala DPKAD. 7. Kepala DPKAD meneliti dan menandatangani STPD.

8. Bidang Penagihan dan Pengendalian menatausahakan dan menyampaikan kepada Wajib Pajak dengan menggunakan tanda terima. 9. Proses selesai. Jangka Waktu Penyelesaian : Paling lama 1 (satu) bulan.

G. Bagan Arus (Flow Chart) Kepala Bidang Penagihan dan Pengendalian Kepala Seksi Penagihan Pelaksana seksi penagihan Kepala DPKAD Mulai Menyetujui usulan dan menugaskan untuk mencetak konsep STPD Membuat usulan daftar nominatif Wajib Pajak yang akan diterbitkan SKPD Menugaskan untuk merekam daftar nominatif STPD kedalam sistem komputer Merekam Daftar Nominatif STPD ke dalam sistem Meneliti dan memaraf Meneliti dan memaraf STPD Mencetak dan meneliti STPD Meneliti dan menandatangani STPD STPD Menatausahakan dan menyampaikan ke Wajib Pajak BUPATI PURWAKARTA, DEDI MULYADI