PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

dokumen-dokumen yang mirip
MANAJEMEN PESERTA DIDIK BERBASIS SEKOLAH

MANAJEMEN PESERTA DIDIK MANAJEMEN / ADMINISTRASI PENDIDIKAN/SEKOLAH MANAJEMEN PENDIDIKAN PENGERTIAN MPD. Manajemen Kesiswaan (Peserta Didik)

PERENCANAAN PESERTA DIDIK

MANAJEMEN PESERTA DIDIK

Semua anak usia sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan pada satuan pendidikan.

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 21 TAHUN 2015 TENTANG

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 TALUN

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR DINAS PENDIDIKAN

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR DINAS PENDIDIKAN

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR DINAS PENDIDIKAN

PEMERINTAH KOTA KEDIRI DINAS PENDIDIKAN Jln Mayor Bismo No.10 dan 12 (0354) Fax. (0354) , Kode Pos 64121, Kediri

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 12 TAHUN 2012 TENTANG

PROSEDUR PENERIMAAN MAHASISWA BARU No. Dokumen

PANDUAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB)

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) JALUR KHUSUS, PROMISI DAN PMDK SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI KOTA BLITAR TAHUN PELAJARAN 2015/2016

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA METRO NOMOR : /KPTS/D3/02/2011

B. Kelengkapan LULUS

JALUR SBMPTNP DAN SMM Lulusan SMA/SMK/MA atau Siswa Kelas XII SMA/SMK/MA Berbadan Sehat Mengisi Formulir Pendaftaran melalui

WALIKOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN WALIKOTA PALEMBANG NOMOR 19 TAHUN 2017 TENTANG

PEDOMAN SISTEM PENERIMAAN DIDIK BARU SMA PLUS NEGERI 7 BENGKULU T.P. 2012/2013

PANDUAN USMU 2011 PANITIA PELAKSANA USMU TAHUN

250 SMA, SMK SE-SUMATERA BARAT LAKSANAKAN PPDB TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SECARA ONLINE

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR DINAS PENDIDIKAN DAERAH SMP NEGERI 1 GANDUSARI BLITAR

MANAJEMEN DAN PENGELOLAAN PESERTA DIDIK (Studi Pada SD di Kota Makassar)

PERSYARATAN DAN SELEKSI PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JALUR REGULER ONLINE SMP DAN SMA NEGERI KOTA BANDAR LAMPUNG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Olahraga adalah segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta

INSTITUT KEUANGAN PERBANKAN DAN INFORMATIKA ASIA PERBANAS

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 13 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 25 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI BLITAR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 9 TAHUN 2011

INFORMASI SELEKSI KELAS CERDAS ISTIMEWA (AKSELERASI) DAN KELAS BILINGUAL SMP NEGERI 252 JAKARTA

Persyaratan Pendataan. Persayaratan Pendaftaran

SMK NEGERI 1 PENGASIH

WALIKOTA KEDIRI PERATURAN WALI KOTA KEDIRI NOMOR 26 TAHUN 2010

MANAJEMEN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS PATRIA BANTUL SKRIPSI

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SEKOLAH UNGGULAN DAERAH SMA NEGER 1 TUBAN KABUPATEN TUBAN TP. 2014/2015

Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal

Fakultas Seni Pertunjukan. Jurusan Tari Program Studi S1 Seni Tari. Kompetensi Penciptaan dan Pengkajian Seni Tari Jurusan Karawitan

STRATEGI SUKSES MENDAPAT SEKOLAH YANG DIINGINKAN (PPDB ONLINE KOTA YOGYAKARTA)

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 20 TAHUN 2013 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA,

SMA NEGERI 1 PURWOKERTO

WALI KOTA BANDUNG, DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PROSEDUR PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMP/SMA DAN SMK NEGERI KABUPATEN JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA METRO NOMOR : /KPTS/D3/02/2012

: 422/30/SMP N 3 /2011 : 1 ( Satu ) Gabung ) : Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ) SMP Negeri 3 Denpasar Tahun Pelajaran 2011/2012.

Sosialisasi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN 2011)

PEMERINTAH KOTA BATAM DINAS PENDIDIKAN KOTA BATAM SMK NEGERI 1 BATAM

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

WALI KOTA METRO PERATURAN WALI KOTA METRO NOMOR TAHUN 2011 TENTANG. SISTEM ONLINE PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMP/MTs, SMA/MA DAN SMK

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

MA NEGERI 19 JAKARTA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAAN LAPORAN KKL. 4.1 Komunikasi dalam Pengadaan Pegawai Negeri Sipil Kepada. Para Pelamar di Kantor BKPPD Kabupaten Cianjur.

BUPATI BLITAR PROPINSI JAWA TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN PACITAN DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PACITAN PANITIA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

PEDOMAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU JALUR REGULER PMDP (PENELUSURAN MINAT DAN PRESTASI) POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017/2018

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA KOTA METRO NOMOR : 088/KPTS/D3/03/2013

PENELUSURAN SISWA BERPRESTASI AKADEMIK (PSBA) DAN PENELUSURAN SISWA BERTALENTA (PSBT) MAN 1 PEKANBARU

MTsN 16 JAKARTA. Wassalamu alaikumwr,wb. Jakarta, Maret Kepala MTsN 16 Jakarta. Dra. Hj. FAIZAH NIP PENDAHULUAN

2013, No Mengingat e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-U

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER NOMOR : 2349/PER/II.3.AU/F/2013. Tentang:

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN SISWA BARU (PSB) TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK TAHUN PELAJARAN 2010/2011 KOTA BATAM

LAMPlRAN PERATURAN MENTERI KOMUNlKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 15/KEPIM.KOMlNF0/10/201O BAB I PENDAHULUAN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA MANADO NOMOR: /D.

PENGUMUMAN No /302-TU/2017

POLA SELEKSI UII. Membayar Biaya Pendaftaran ke Bank atau kepada petugas di lokasi penyelenggaraan CBT.

PENERIMAAN MAHASISWA BARU Januari 2011

MEKANISME PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU ONLINE SMA NEGERI 1 CEPU TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Alamat :Jl. Lais Kel. Timbau (0541) , , ,

PEDOMAN TEKNIS SMK NEGERI 1 MAGETAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2014/2015 PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN DINAS PENDIDIKAN

PENERIMAAN PESERTA DIDIK ( P P D B ) BARU TAHUN LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA

PEDOMAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) PADA TK, SD DAN SMP TAHUN PELAJARAN 2016/2017

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU JALUR PENELUSURAN MINAT DAN PRESTASI (PMDP) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2017 / 2018

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA YOGYAKARTA NOMOR :188/ADP/ 1550/2010

PETUNJUK TEKNIS PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MTs NEGERI 30 JAKARTA TAHUN PEMBELAJARAN

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru di MAN Model Bojonegoro PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MAN MODEL BOJONEGORO

PERSYARATAN DAN TATA CARA PENERIMAAN CALON PESERTA DIDIK BARU PPDB On-line Tahun Pelajaran

IX. PENGUMUMAN HASIL SELEKSI X. PENDAFTARAN KEMBALI. CALON PESERTA CADANGAN. Drs. H. RUMAWAL Pembina, IV/a NIP

PERATURAN WALIKOTA DUMAI PROVINSI RIAU NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2014/2015

PERATURAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN DASAR KABUPATEN BANTUL NOMOR 48 TAHUN 2013

WALIKOTA BUKITTINGGI PROPINSI SUMATERA BARAT

PPDB ONLINE KOTA BOGOR TA 2015/2016

PERUBAHAN KEDUA ATAS SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN NOMOR 421/154-DISDIK TENTANG PERUBAHAN ATAS SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN

BUPATI SLEMAN PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR : 10 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH

BUKU PETUNJUK PENGOPERASIAN APLIKASI PMDK-PN (Untuk Siswa)

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER NOMOR : 2349/PER/II.3.AU/F/2013. Tentang:

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU JALUR PENELUSURAN MINAT DAN PRESTASI (PMDP) POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURAKARTA TAHUN AKADEMIK 2018 / 2019

BAB I PENDAHULUAN. mempertahankan kelangsungan hidup organisasi. Apabila manusia yang ada

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 ADIWERNA

Kepada Perihal : Lamaran untuk mengikuti Tes CPNS Yth. Gubernur Kalimantan Barat. di-

PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI, KEBIDANAN DAN KESEHATAN LINGKUNGAN POLITEKNIK BANJARNEGARA TAHUN AKADEMIK

SMP NEGERI 1 TEMPURAN INFORMASI PENDAFTARAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMP NEGERI 1 TEMPURAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

MATERI KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Transkripsi:

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

A. KEBIJAKAN PPDB Proses pertama yang harus dilakukan dalam MPD adalah penerimaan peserta didik baru (PPDB). Namun sebelum melangkah pada proses ini, ada beberapa hal yang mestinya dilakukan terlebih dahulu. Paling tidak ada satu langkah, yaitu perencanaan kesiswaan.

Kegiatan dalam perencanaan kesiswaan meliputi hal-hal: 1. Sensus Sekolah Sensus sekolah adalah pencatatan anak-anak usia sekolah yang diperkirakan akan masuk sekolah atau calon siswa. Fungsi umum sensus sekolah adalah sebagai dasar pembagian anggaran belanja dan sarana untuk mendapatkan dana bantuan pendidikan.

Fungsi khusus sensus sekolah menurut Yeager dalam Imron (2012:31) adalah: a. Menentukan layanan pendidikan yang benarbenar dibutuhkan. b. Menyajikan data yang berguna untuk perencanaan progam sekolah. c. Menilai pelaksanaan kewajiban belajar. d. Mengumumkan jumlah anak yang akan masuk sekolah. e. Menempatkan anak yang keluar-masuk sekolah. f. Menyajikan data jumlah anak yang akan masuk sekolah.

Lanjutan fungsi khusus sensus sekolah... h. Mengecek anak yang masuk dan tidak. i. Mengatur pengelompokan peserta didik. j. Memperluas lokasi tanggung jawab orang tua. k. Mengecek anak usia sekolah yang bekerja. l. Mengecek kondisi rumah dan memperbaiki hubungan sekolah dan rumah. m. Memberikan pengertian dan menyajikan informasi tentang sekolah. n. Menemukan kasus ketidakhadiran di sekolah. o. Mengecek sebab-sebab keterlambatan.

Dari sensus sekolah akan diketahui dan didapatkan school size. School size adalah perbandingan jumlah sekolah dengan jumlah peserta didik di suatu daerah. Perbandingan tersebut dihitung dengan rumus: Keterangan: SS = school size JP = jumlah peserta didik JS = jumlah sekolah Contoh: Jika pada suatu daerah terdapat jumlah peserta didik 20.000, sementara jumlah sekolah sebanyak 200, maka ukuran sekolah (SS) adalah 20.000 : 200 = 100.

Setelah ukuran sekolah (SS) didapatkan, kemudian dihitung class size, yaitu hasil perbandingan jumlah kelas dengan jumlah peserta didik di suatu daerah. Perbandingan tersebut dihitung dengan rumus: Keterangan: CS = class size (ukuran kelas) JP = jumlah peserta didik JK = jumlah kelas Contoh: Jika dalam suatu daerah terdapat 20.000 peserta didik, sementara jumlah kelasnya adalah 500, maka ukuran kelas (CS) adalah 20.000 : 500 = 40.

Ukuran kelas adalah jumlah peserta didik dalam suatu kelas. Ukuran kelas yang ideal secara teoritik adalah berkisar antara 30 sampai dengan 36 orang peserta didik. Namun kebijakan pemerintah mengenai ukuran kelas di sekolah kemungkinan berbeda, bergantung pada jenjang pendidikannya.

2. Penentuan Jumlah Siswa yang Diterima Berapa jumlah calon siswa yang akan diterima di suatu sekolah sangat bergantung pada jumlah kelas atau fasilitas tempat duduk yang tersedia. Artinya, jumlah yang akan diterima di sekolah disesuaikan dengan fasilitas, terutama jumlah gedung yang akan ditempati ketika siswa telah diterima di sekolah tersebut.

Daya tampung kelas berdasarkan ukuran ruang disarankan 1,2 meter perorang. Rumus untuk menghitung daya tampung adalah: Keterangan: DT = daya tampung B = bangku M = muatan tiap bangku TK = tinggal kelas Contoh: Jika jumlah bangku adalah 80, muatan tiap bangku adalah 2, sedangkan siswa tinggal kelas adalah 5, maka daya tampungnya ialah 80(2) 5 = 155.

Langkah berikutnya setelah perencanaan kesiswaan adalah proses perekrutan siswa atau yang biasa dikenal dengan penerimaan siswa baru. Penerimaan siswa baru semestinya dilakukan berdasarkan pada ketentuan yang mengatur tentang penerimaan siswa baru yang berbentuk kebijakan penerimaan siswa baru.

Kebijakan tersebut biasanya berkaitan dengan masalah teknis administratif dan teknis pelaksanaannya, yaitu waktu, persyaratan, dan sebagainya. Mulyasa mensinyalir bahwa penerimaan siswa baru perlu dikelola sedemikian rupa, termasuk penentuan jumlah siswa baru yang akan diterima. Kegiatan ini biasanya dikelola oleh panitia penerimaan siswa baru yang sudah ditunjuk oleh kepala sekolah yang kemudian dilakukan pengelompokan dan orientasi sehingga secara fisik orientasi emosional peserta didik siap untuk mengikuti pendidikan di sekolah.

B. SISTEM DAN KRITERIA PPDB Untuk melaksanakan kegiatan penerimaan siswa baru diperlukan peraturan yang ditetapkan melalui sistem penerimaan siswa baru. Yang dimaksudkan dengan sistem penerimaan siswa baru adalah cara atau teknik yang digunakan untuk menyeleksi calon siswa yang akan diterima.

Cara seleksi yang dapat digunakan ada tiga bentuk, yaitu: 1. Seleksi berdasarkan nilai unas. 2. Seleksi berdasarkan penelusuran minat dan kemampuan / PMDK (jalur prestasi). 3. Seleksi berdasarkan hasil tes masuk atau ujian yang khusus diadakan untuk maksud itu.

Ada tiga macam kriteria penerimaan siswa baru, yaitu: 1. Kriteria acuan patokan (standart criterian referenced). 2. Kriteria acuan norma (norm criterian referenced). 3. Kriteria berdasarkan daya tampung sekolah.

1. Kriteria acuan patokan (standart criterian referenced) Berdasarkan patokan yang telah ditentukan oleh sekolah Sekolah membuat patokan calon peserta didik dengan kemampuan minimal setingkat mana yang dapat diterima di sekolah Konsekuensinya jika semua calon peserta didik yang mengikuti seleksi memenuhi patokan minimal maka mereka harus diterima semua, juga sebaliknya

2. Kriteria acuan norma (norm criterian referenced) Suatu bentuk seleksi yang didasarkan atas keseluruhan prestasi siswa yang mengikuti seleksi. Dalam hal ini sekolah menetapkan kriteria penerimaan berdasarkan prestasi keseluruhan peserta didik. Kriteria ini dilaksanakan melalui pencarian rata-rata keseluruhan prestasi peserta didik. Calon peserta didik yang nilainya di atas ratarata digolongkan pada peserta didik yang diterima sementara calon peserta didik yang nilainya dibawah rata-rata tidak akan diterima.

3. Kriteria berdasarkan daya tampung sekolah Sekolah dalam hal ini, terlebih dahulu menentukan berapa jumlah daya tampungnya atau berapa calon peserta didik baru yang akan diterima. Setelah sekolah menentukan kemudian meranking prestasi siswa mulai dari yang tertinggi sampai yang terendah. Penentuan peserta didik yang diterima dilakuka dengan mengurutkan dari atas ke bawah sampai daya tampung tersebut terpenuhi.

Pedoman-pedoman atau peraturan yang berhubungan dengan penerimaan siswa baru meliputi masalah teknik pelaksanaan, yang menyangkut masalah waktu, persyaratan dan teknis administrasi, adalah: 1. Masalah waktu: kapan pendaftaran calon siswa baru dimulai dan diakhiri, kapan tes/ujian seleksi dilaksanakan, kapan hasil tes diumumkan; 2. Masalah persyaratan: besarnya uang pendaftaran, berapa rata-rata nilai rapor yang bisa diterima sebagai pendaftar, STTB/IJAZAH dan fotokopi ijazah terakhir yang sudah disahkan oleh yang berwenang, pas foto (selain jumlah ditentukan juga ukurannya); 3. Proses penerimaan siswa baru: ujian/tes, penelusuran bakat kemampuan, berdasarkan hasil UN (ujian akhir sekolah).

Dari hasil seleksi terhadap peserta didik dihasilkan kebijakan sekolah yaitu: peserta didik yang diterima dan peserta didik yang tidak diterima. Bahkan bila diperlukan ada kebijakan peserta didik yang diterima tetapi sebagai cadangan. Setelah ditetapkan peserta yang diterima dan yang tidak diterima, kemudian diumumkan. Pengumuman hasil seleksi sebaiknya dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, supaya tidak menimbulkan keresahan bagi calon peserta didik. Pengumuman ini bisa dilakukan secara terbuka atau secara tertutup.

Secara terbuka biasanya diketahui oleh semua orang baik yang diterima atau yang tidak diterima. Biasanya hasil seleksinya ditempel ditempat-tempat yang strategis atau melalui media massa. Pengumuman secara tertutup biasanya melalui surat atau amplop tertutup yang diberikan kepada calon peserta didik, sehingga yang mengetahui diterima atau tidak diterima hanya calon peserta didik yang bersangkutan.

Bagi calon peserta didik yang diterima diharuskan mendaftar ulang pada lembaga pendidikan (sekolah) yang menerimanya. Pada waktu daftar ulang, biasanya calon peserta didik harus melengkapi persyaratanpersyaratan, administratif yang berguna bagi pengisian data peserta didik di lembaga pendidikan (sekolah) tersebut.

C. PROSEDUR PPDB Secara sistematis, kegiatan penerimaan siswa baru dapat dilakukan dengan langkah-langkah: 1. Membentuk panitia penerimaan murid. 2. Menentukan syarat pendaftaran. 3. Menyediakan formulir pendaftaran. 4. Pengumuman pendaftaran calon. 5. Menyediakan buku pendaftaran. 6. Waktu pendaftaran. 7. Penentuan calon yang diterima.

Arikunto mendeskripsikan secara detail langkahlangkah penerimaan siswa baru yang secara garis besar dapat ditentukan sebagai berikut: 1. Menentukan panitia. 2. Menentukan syarat-syarat penerimaan. 3. Mengadakan pengumuman, menyiapkan soal-soal tes untuk seleksi dan menyiapkan tempatnya. 4. Melaksanakan penyaringan melalui tes tertulis maupun lisan. 5. Mengadakan pengumuman penerimaan. 6. Mendaftar kembali calon siswa yang diterima. 7. Melaporkan hasil pekerjaan kepada kepala sekolah.

D. PROBLEMA PPDB Imron (2012) mengidentifikasi beberapa problema yang mungkin muncul pada proses penerimaan peserta didik baru, yaitu: 1. Adanya peserta didik yang hasil nilai tes, jumlah danem, dan kecakapanya sama dan mereka samasama berada pada batas bawah penerimaan. 2. Adanya calon peserta didik yang dari segi kemampuan masih kalah dibandingkan dengan yang lainnya, namun yang bersangkutan mendapatkan nota dari pejabat tertentu yang memiliki kekuasaan tinggi di daerah dimana sekolah itu berada. 3. Terbatasnya daya tampung serta sarana dan prasarana sekolah, sementara di daerah tersbut sangat banyak calon peserta didik yang mempunyai kecakapan tinggi.