PRAKTIKUM 18 : ARRAY 1

dokumen-dokumen yang mirip
Laporan Hasil Tugas Konsep Pemrograman

Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN

PRAKTIKUM 19 : ARRAY 2

Array LOGO. Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

Algoritme dan Pemrograman

1. Mempelajari konsep dasar array, array ganda, pengiriman array ke fungsi dan string 2. Membuat program menggunakan array, array ganda

Laporan Hasil Tugas Konsep Pemrograman

# FOUR LOOPING. JAWABAN 1. #include <stdio.h> #include <conio.h> #define pi void main(){

Array DASAR PEMROGRAMAN

Bahasa C melengkapi fasilitas modular dengan menggunakan fungsi pada setiap SubProgram. Contoh pembagian program menjadi beberapa subprogram.

DIKTAT MATA KULIAH PEMROGRAMAN I BAB VII ARRAY

IT234 - Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

IT234 - Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

Algoritma dan Pemrograman. Loop control structures: WHILE. Loop control structures: WHILE Perhatikan potongan program berikut: 12/29/2011

Algoritma Pemrograman. Fery Updi,M.Kom

Seluruh elemen di dalam struktur array mempunyai tipe data yang sama. Random Access

A. TUJUAN 1. Menjelaskan tentang prinsip dasar fungsi. 2. Menjelaskan tentang.parameter formal dan parameter aktual

PRAKTIKUM 15 : PARAMETER FUNGSI

ALUR PROGRAM. SELEKSI KONDISI Statement If a. Bentuk If tunggal sederhana Sintaks : if ( kondisi ) statement ;

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Searching ( Pencarian ) Modul III

Pertemuan 2 ARRAY DIMENSI 1 & 2

PRAKTIKUM 07 DECISION SWITCH DWI SETIYA NINGSIH // PJJ D3 TI

Praktikum 13 : Dasar Fungsi

PRAKTIKUM 6 PENGULANGAN PROSES 2

nama array untuk menyimpan data jumlah data

A R R A Y. Bentuk umum deklarasi array : type nama_array[ukuran] tipe : menyatakan tipe dasar array ukuran : menyatakan banyaknya elemen pada array

a[0] a[1] a[2] a[3] a[4] a[5] x

TEORI KONSEP PEMPROGRAMAN 3.1

Algoritma Pemrograman 2B (Pemrograman C++)

PERTEMUAN III DECISION. Prepared by Vosco

PRAKTIKUM : 14 BAHASA C : BAB FUNGSI SUB-BAB: PARAMETER FORMAL & AKTUAL DWI SETIYA NINGSIH // [COMPANY NAME] [Company address]

Nilai[0] Nilai[1] Nilai[2] Nilai[3] Nilai[4]

MATRIKS. Algoritma dan Pemrograman Tahar Agastani Teknik Informatika UIN Overview

BAB V, VI ARRAY, STRING

LAPORAN PRAKTIKUM PEMROGRAMAN DASAR TIPE-TIPE FUNGSI ATAU METHOD

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Looping : break, continue, nested loop

Fungsi : Dasar Fungsi

KONSEP DASAR. menyusunnya menjadi potongan-potongan mudah untuk ditangani dibanding. conquer.

Sequential Search (Linear Search)

Pert 2 Struktur Data (mengajarkomputer.wordpress.com) ARRAY DIMENSI 1 & 2

Konsep Pemrograman. Bab 7. Fungsi1. Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 PENS-ITS. Umi Sa adah

ARRAY DIMENSI SATU Setiap elemen array dapat diakses melalui indeks. Indeks array secara default dimulai dari 0.

Pengenalan Bahasa C. Yuli Sun Hariyani D3 Teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom

LOGIKA ALGORITMA. Pertemuan 9 By: Augury

SOAL C++ Created by Yuli Astuti,S.Kom Copyright 2009

MODUL IV ARRAY DAN STRUCTURE

Latihan & Kisi-kisi UTS DASAR PEMROGRAMAN

Program menjadi terstruktur Dapat mengurangi pengulangan kode program. Fungsi dapat diimplementasikan dalam tiga bentuk :

Konsep Pemrograman Praktikum 13 Fungsi

Praktikum 5 PERULANGAN PROSES

ARRAY. Karakteristik

MODUL 10 Fungsi 10.1 Kompetensi 10.2 Alat Dan Bahan: 10.3 Ulasan Teori: Dasar Fungsi Deklarasi Fungsi

Algoritme dan Pemrograman

Pertemuan 06. Dasar Pemrograman Komputer [TKL-4002] 2010

BAB 5 PERULANGAN DAN ARRAY

BAB 4 KONDISI / PEMILIHAN

Seharusnya. if (antrian.tail==max-1) return 0;

BAB I. LARIK (ARRAY) Array (larik) ialah penampung sejumlah data sejenis (homogen) yang menggunakan satu identifier (pengenal).

MODUL PRAKTIKUM. MODUL I - VIII Modul penuntun dan bahan praktikum matakuliah algoritma dan pemograman

MODUL PRAKTIKUM BAHASA PEMROGRAMAN TESTRUKTUR MODUL 8 POINTER

E STRUKTUR DATA & E PRAKTIK STRUKTUR DATA. Stack using Array. Alfa Faridh Suni, S.T., M.T. PTIK

Pemgrograman Modular. Keuntungan:

MATERI IV ARRAY. Materi Praktikum Pemograman Bahasa C++ dengan menggunakan variabel Array

Algoritme dan Pemrograman

Proses Perulangan (Looping) DASAR PROGRAMMING 1

ALGORITMA & PEMROGRAMAN II ARRAY

Array (Larik) Modul 7

PRAKTIKUM 7 FUNGSI 1

Pengenalan Array. Array Satu Dimensi

MODUL IV Analisis Kasus/Pemilihan

PRAKTIKUM 06 DECISSION NESTED IF & ELSE IF DWI SETIYA NINGSIH // PJJ D3 TI

Data Array dalam C Suyanto BAB 4 ARRAY (LARIK)

Tipe Data Dasar. Data bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel.

# FIVE ARRAY / LARIK. Soal-soal minggu lalu:

P R E T R EM N 5 STRUKTUR LOOPING

PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN MATERI DECISION DWI SETIYA NINGSIH. November 16, Page 1 of 16 PRAKTIKUM KONSEP PEMROGRAMAN MATERI

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Konsep Pemrograman. Bab 14. Struktur 1. Konsep Pemrograman Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 2006 PENS-ITS. Umi Sa adah

Gambar 13.1 Ilustrasi proses algoritma sorting

STRUKTUR DATA MENGGUNAKAN C++ Windha Mega PD, S.Kom

Pengumuman Pekan ke- 5

PENGENALAN BAHASA C. A. Struktur Kode Program dalam Bahasa C Secara garis besar, suatu kode program dalam bahasa C memiliki struktur umum seperti ini:

Bahasa C Array. Slide diambil dari MK Dasar-Dasar Pemrograman Fasilkom UI Dimodifikasi dan disesuaikan dngn kebutuhan pengajaran di PTI-Undiksha

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu :

Pemrograman Dasar A R R A Y

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

OPERATOR, PERULANGAN DAN SELEKSI KONDISI

Struktur Kontrol Perulangan (Loop) Algoritme dan Pemrograman. Struktur Kontrol Perulangan: while. Struktur Kontrol Perulangan: while

POINTER DASAR PEMROGRAMAN

IT234 - Algoritma dan Struktur Data. Ramos Somya

Bab 9 Pointer. 9.1 Pendeklarasian pointer

Percabangan. Yuli Sun Hariyani

A. TUJUAN 1. Memecah program dalam fungsi fungsi yang sederhana. 2. Menjelaskan tentang pemrograman terstruktur.

Algoritma Shell Sort Ascending Dan Binary Sequential Search Menggunakan C

Dasar-dasar Pemrograman C DASAR PEMROGRAMAN & ALGORITMA

Fungsi Lanjut DASAR PEMROGRAMAN

Algoritme dan Pemrograman

Pertemuan 2 ARRAY DIMENSI 1 & 2

BAB 5. KONDISI DAN ARRAY

Transkripsi:

2016 PRAKTIKUM 18 : ARRAY 1 BAHASA C : BAB ARRAY DWI SETIYA NINGSIH // 210 315 7 025 [COMPANY NAME] [Company address]

PERCOBAAN 1. Deklarasikan sebuah variabel array of int, selanjutnya isi array tsb kemudian tampilkan isi variabel tersebut menggunakan statement for(). Ingat apabila jumlah deklarasi index adalah n maka nilai index-nya adalah dimulai dari 0 sampai dengan n-1. Penyelesaian: a) Listing Program #include<stdio.h> #include<conio.h> #define maks 100 void input(int); int main(){ int n; printf("\n\t********************************************* *************\n"); printf("\t\tmenampilkan ISI VARIABLE ARRAY of INT"); printf("\n\t********************************************* *************\n"); printf("\nmasukkan batas n: "); scanf("%d", &n); input(n); getch(); void input(int n){ int a[maks],i; for(i=0;i<n;i++) { printf("masukkan data ke-%d=", i+1); scanf("%d", &a[i]);

b) SS Program c) Analisis Program Array merupakan variable yang dapat menyimpan data lebih dari 1 namun tipenya harus sama. Sebelum digunakan array perlu dideklarasikan dahulu ukurannya. Elemen dari suatu array dapat kita akses nilai dari elemennya cukup dengan memanggil indeks dari elemen array t ersebut, con t ohnya, angka[indeks]. Agar nilai dari array mudah ditampilkan, maka digunkanlah looping for sesuai dengan ukuran array tersebut. 2. Deret fibonacci adalah deret yang dimulai dengan dua angka yang bernilai 0 dan 1, kemudian deret ketiga ditentukan dari penjumlahan kedua angka tersebut, sedangkan deret keempat ditentukan dari dua angka sebelumnya begitu seterusnya. Sehingga didapatkan deret fibonanci sebagai berikut: 0 1 1 2 3 5 8 13 21

Buatlah program untuk meminta input dari user berupa sebuah bilangan, kemudian tampilkan deret fibonacci mulai dari 1 sampai dengan bilangan tsb. Penyelesaian: a) Listing Program #include<stdio.h> #include<conio.h> void fibonacci(int); int main(){ int n; printf("\n\t**************************************** ****\n"); printf("\t\t\tfibonacci of ARRAY"); printf("\n\t**************************************** ****\n"); printf("\nmasukkan batas n: "); scanf("%d", &n); fibonacci (n); printf("\n"); getch(); void fibonacci (int n){ int i,a[100]; for(i=0;i<n;i++){ if(i==0){ a[i]=0; printf("0"); else if(i==1){ a[i]=1;

printf("1"); else{ a[i]=a[i-1]+a[i-2]; printf("%d",a[i]); b) SS Program c) Analisis Program D e r e t F i b o n a c c i a d a l a h d e r e t y a n g d i m u l a i d e n g a n d u a a n g k a y a n g b e r n i l a i 0 d a n 1, kemudian deret ketiga ditentukan dari penjumlahan kedua angka tersebut, sedangkan deret keempat ditentukan dari dua angka sebelumnya begitu seterusnya. Untuk melakukan hal tersebut dalam bahasa pemrograman dapat menggunakan array agar prosesnya lebih mudah. Pertama kita perlu menginisialisasikan nilai pertama dan kedua sebagai awal, kemudian selanjutnya dengan pengulangan kita isi nilai array ketiga dan seterusnya dengan menjumlahkan nilai dari dua elemen array sebelumnya.

3. Buat penjumlahan dua matriks A[2][2]dengan B[2][2]. Hasil penjumlahan tersebut disimpan dalam matrik C. Tampilkan di layar masing-masing isi dari matriks A, B dan C. Catatan modifikasi (gunakan nested loop) : - indeks MAKS dibuat konstanta - variabel ordo matriks diinputkan - memungkinkan pengulangan proses dengan menginputkan ordo yang lain Penyelesaian: a) Listing Program #include<stdio.h> #define maxcol 10 #define maxrow 10 int ma[maxrow][maxcol]; int mb[maxrow][maxcol]; int mc[maxrow][maxcol]; void inputmatriksa(int row, int col) { int i, j; for(i=0;i<row;i++){ for(j=0;j<col;j++){ printf("matriks A[%d, %d] = ",i,j); scanf("%d",&ma[i][j]); void inputmatriksb(int row, int col) { int i, j;

for(i=0;i<row;i++){ for(j=0;j<col;j++){ printf("matriks B[%d, %d] = ",i,j); scanf("%d",&mb[i][j]); void cetakmatriks(int a[maxrow][maxcol],int row, int col){ int i,j; for(i=0;i<row;i++){ for(j=0;j<col;j++){ printf(" %d ",a[i][j]); printf("\n"); int main() { int nrow, ncol; int i,j; nrow = 2; ncol = 2; printf("\n\t**************************************** *********\n"); printf("\t\thasil TAMBAH 2 MATRIKS ORDO [2x2]"); printf("\n\t**************************************** *********\n"); printf("\nmasukkan Matriks A : \n");

inputmatriksa(nrow,ncol); printf("\nmasukkan Matriks B: \n"); inputmatriksb(nrow,ncol); printf("\ncetak Matriks A: \n"); cetakmatriks(ma,nrow,ncol); printf("\ncetak Matriks B: \n"); cetakmatriks(mb,nrow,ncol); printf("\npenjumlahan Matriks A + B: \n"); for(i=0;i<nrow;i++){ for(j=0;j<ncol;j++){ mc[i][j] = ma[i][j] + mb[i][j]; printf(" %d ",mc[i][j]); printf("\n"); b) SS Program

c) Analisis Program Sebenarnya k o nsep m a triks d a n a r ray d u a d i mensi h a m pir sama. J a d i, u n tuk m e n jumlahkan d u a m a t r i k s d e n g a n a r r a y, h a l pertama y a n g d i l a k u k a n t e n t u s a j a memasukkan nilai dari semua elemen matrik / array dari kedua array. Setelah semua dimasukkan, tinggal ditambahkan antara nilai elemen dengan indeks yang sama pada kedua array. 4. Buatlah sebuah variabel array of int yang memiliki ukuran MAKS. Dengan menggunakan looping for(), masukkan sebanyak n data ke dalam array tsb kemudian carilah nilai terbesar yang ada dalam array tsb. Penyelesaian: a) Listing Program # include <stdio.h>

#define Maks[5] main () { int data [5]; int a,b; int max,min; // masukan untuk batas printf("jumlah bilangan yang dimasukkan (maks 5): "); scanf ("%d",&a); //pengulangan untuk memasukkan data ke dalam array for (b=1;b<=a;b++) { printf("\n\nbilangan ke-%d: ",b); scanf("%d",&data [b]); //mencari nilai terbesar dan terkecil di array dengan looping max=data[1]; min=data[1]; for (b=1;b<=a;b++) if (data[b]>=max){ max=data[b]; else if (data[b]<=min){ min=data[b]; printf("\n\nnilai tertinggi:%d", max); getch(); b) SS Program

c) Analisis Program Untuk mencari nilai terbesar dari suatu elemen array. Maka yang kita lakukan adalah membanding-bandingkan nilai dari semua elemen array tersebut setelah diinputkan. P e r tama k i t a h a r u s m e n g a s u m s i k a n b a h wa n i l a i e l e m e n a r r a y pertama a d a l a h n i l ai terbesar, kemudian dibandingkan bila nilai element array selanjutnya, apabila lebih besar maka dia yang terbesar. Begitu selanjutnya hingga semua elemen selesai dibandingkan. KESIMPULAN 1. Array adalah kumpulan dari nilai - nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama. 2. Elemen dari array array dapat kita akses dengan memanggil indeksnya. 3. Array dapat memiliki dimensi sebanyak satu, dua, tiga atau lebih. 4. Pada bahasa C, ukuran dari array tidak dapat diubah setelah dideklarasikan.