PERANCANGAN MODEL 3D DATACENTER MENGGUNAKAN MATERIAL DAN PENCAHAYAAN VRAY

dokumen-dokumen yang mirip
PENTEKSTURAN MODEL TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE SEAMLESS UNWRAPPING MATERIAL

PENTEKSTURAN MODEL TIGA DIMENSI MENGGUNAKAN METODE PROSEDURAL DAN UNWRAPPING MATERIALS

VOL. 17 NO. 1 MARET 2016 JURNAL ILMIAH Data Manajemen Dan Teknologi Informasi

Pemodelan 3-Dimensi Gedung Kampus Ilmu Komputer UGM Dengan Tehnik Extrude Face Menggunakan Geometric Shape Polygon. Rahmad Hidayat S.Kom M.

PERANCANGAN VIDEO IKLAN TIGA DIMENSI INSTITUT TEKNOLOGI DEL

Animation. Semua gerakan yang Anda pikirkan, dapat dilakukan dalam Maya.

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem 3.1 Metode Pengembangan Sistem

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. penjelasan-penjelasan mendetail beserta sumber-sumber teoritis yang berkaitan

PERANCANGAN MODEL 3D SENJATA MANDAU DENGAN TEKNIK POLYGON MENGGUNAKAN MAYA DAN ZBRUSH NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Risal Prakasa

BAB 1 PENDAHULUAN. grafis, mampu menutupi kelemahan teknik persentase dalam hal keterbatasan. menggambarkan suatu ide menjadi sebuah karya visual.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA. penjelasan-penjelasan mendetail beserta sumber-sumber teoritis yang berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. menampilkan efek realistis dari penyajiannya. Dengan kemampuan yang

BAB III LANDASAN TEORI

BAB 1 MENYIAPKAN BIDANG KERJA PENGGAMBARAN

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI 3D MESIN SABUT KELAPA DI PERUSAHAAN WARTONO MESIN NASKAH PUBLIKASI

Pemodelan Karakter 3-Dimensi Menggunakan Geometri Shape Polygon Dengan Tehnik Extrude Face

RANCANG BANGUN 3D VIRTUAL REALITY UNTUK PROMOSI PERUMAHAN BERBASIS WEB ONLINE

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

PENERAPAN TEKNIK POLY MODELING DALAM FILM ANIMASI 3 DIMENSI PACIFIER NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Beni Arif Budiono

Basic Modelling, Shading, Lighting & Rendering Menggunakan MAYA 2009

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN. tentang 3D Interior Design. Pelaksanaan kerja praktik ini bertempat di Astha

Desain Interior Rumah dengan 3DS Max untuk Keperluan Pembuatan Video Image di Masterpiece Studio

SILABUS MATA PELAJARAN ANIMASI 3 DIMENSI SMK-MAK (PAKET KEAHLIAN MULTIMEDIA)

Aplikasi Peta 3-Dimensi Universitas Negeri Manado

Contoh: tanpa & dengan texture mapping

Pendahuluan. dengan ide realisme sebenarnya sudah ada pada 2400 SM yang ditemukan di kota Lothal, yang sekarang lebih dikenal dengan nama India.

APLIKASI SIMULASI INTERAKTIF MANASIK HAJI MENGGUNAKAN PAMUDI

APLIKASI REKONSTRUKSI OBJEK 3D DARI KUMPULAN GAMBAR 2D DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENERALIZED VOXEL COLORING

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

Proposal. Workshop Mata Kuliah AR 2250 Studio Komputasi Arsitektur. Aswin Indraprastha. 23 September 2015

ILUSTRASI 3D KECELAKAAN KERETA API DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK POLYGONAL MODELING. Naskah Publikasi

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. produksi membuat design 3D interior Kantor Cabang Surabaya ALMAS MEDIA

Modelling Object Menggunakan MAYA 2009

BAB I PENDAHULUAN. sedemikian rupa sehingga mempunyai sifat seperti aslinya. Model animasi 3D

ANALISIS DAN PERANCANGAN FACIAL MODELING DAN FACIAL RIGGING PADA HUMAN KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN AUTODESK MAYA 2012 NASKAH PUBLIKASI

Rancang Bangun Peta Virtual 3D Jurusan Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan Unity3D Engine. Damar Pradiptojati

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODEL SEPEDA CUSTOM 3D MENGGUNAKAN TEKNIK POLYMODELLING DAN V RAY NASKAH PUBLIKASI

Konsep Dasar Pengolahan Citra. Pertemuan ke-2 Boldson H. Situmorang, S.Kom., MMSI

Lulu Mawaddah Wisudawati ST., MMSI., MSc

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) ANALISIS DAN IMPLEMENTASI MEL SCRIPT UNTUK LIGHTING DAN RENDERING PADA FILM ANIMASI 3D ROBOCUBE

Fino Nurcahyo Nugrohoadi

Sistem Multimedia. Image. Donny Reza, S.Kom

Basic Modelling, Shading, Lighting & Rendering Menggunakan MAYA 2009

PROSES PEMBUATAN MODELING ARSITEKTUR 1. PENGATURAN BACKGROUND IMAGE

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGENALAN RAMBU LALU-LINTAS DAN SIMULASI TES SURAT IZIN MENGEMUDI BERBASIS ANDROID

EFEK PENGUMPULAN CAHAYA BIAS PADA OBYEK TRANSPARAN 3D MENGGUNAKAN METODE BACKWARD RAY TRACING DAN PHOTON MAPPING. Liza Setyaning Pertiwi 1 ABSTRAK

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

PENERAPAN AUGMENTED REALITY PADA PERANCANGAN KATA-BARANG (KATALOG BANGUN RUANG) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN BANGUN RUANG PADA ANAK

DESAIN DAN IMPLEMETASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESEHATAN ANAK

BAB III LANDASAN TEORI

IMAGE QUILTING DALAM PERBESARAN CITRA TEKSTUR. Diah Arifah P. ABSTRAK

PEMBUATAN FILM ANIMASI 3D BERJUDUL GO OUT FROM DUNGEON DENGAN TEKNIK KAMERA POV DAN 3D MATTE PAINTING PADA BACKGROUND NASKAH PUBLIKASI

ANIMATION PIPELINE PROSES PRODUKSI SEBUAH FILM ANIMASI

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

BAB II LANDASAN TEORI. pengertian. Yang pertama, film merupakan sebuah selaput tipis berbahan seluloid

BAB IV PENGALAMAN KERJA PRAKTIK

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

DESAIN PETA INTERAKTIF LOKASI BANGUNAN BERSEJARAH KOTA PALEMBANG

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

ANALISIS PENERAPAN PENGGUNAAN GRAPHIC EDITOR PADA PEMBUATAN OBJEK 3 DIMENSI

ANALISIS PEMODELAN 3D PESAWAT TERBANG

BAB 2 LANDASAN TEORI

PEMBUATAN KARAKTER 3D SOEHARTO DENGAN AUTODESK MAYA 2011 NASKAH PUBLIKASI

Keefektifan Komunikasi Pembelajaran

BAB III ANALISA MASALAH DAN PERANCANGAN

[DOCUMENT TITLE] [DOCUMENT SUBTITLE]

PERBEDAAN GRAFIKA COMPUTER DAN IMAGE PROCESSING. by Ocvita Ardhiani

PERANCANGAN FILM ANIMASI 3D KAPTEN BLANGKON DENGAN TEKNIK RENDER PASSES MENGGUNAKAN VIEWPORT 2.0 PADA MAYA 2014 NASKAH PUBLIKASI

Basic Modelling, Shading, Lighting & Rendering Menggunakan MAYA 2009

ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN MARKER TERHADAP KEMUNCULAN OBJEK PADA APLIKASI AUGMENTED REALITY

[2] PENCAHAYAAN (LIGHTING)

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PENGENDALI MAGNETIK BERBASIS MULTIMEDIA DI BLPT YOGYAKARTA

TIU: Mahasiswa mampu menghasilkan aplikasi Komputer Grafik sederhana. Pemrograman OpenGL API dasar dan interaksi 2 dimensi

APLIKASI SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PADA DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS POLDA SUMBAR

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK UNTUK MEMVISUALISASIKAN BENDA TEMBUS PANDANG DENGAN METODE RAY TRACING

BAB I PENDAHULUAN. pengguna komunikasi visual dalam menggambarkan suatu ide menjadi sebuah

Basic 3D Modelling dan Animasi Menggunakan 3DS MAX

APLIKASI MODEL RAMBUT BERDASARKAN BENTUK WAJAH BERBASIS ANDROID NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Ratih Indradiyati

GRAFIKA GAME. Aditya Wikan Mahastama. Tentang Game dan Representasi Dunia dalam Game

BAYANGAN S1 Teknik Informatika

BAB I Pengantar Animasi

PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Pada BAB IV akan membahas tentang proses produksi dan pasca produksi film animasi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian Geogrhafic Information System (GIS) 2. Sejarah GIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PEMBUATAN IKLAN 3D PADA CV DIVREN PRAKARSA SEBAGAI MEDIA PROMOSI NASKAH PUBLIKASI. diajukan oleh Devi Anjarsari

IV. HASIL KERJA PRAKTEK. a. Posisi praktikan di tempat KP adalah sebagai desainer produk dan. 3D dan desain perancangan molding yaitu cetakan.

PENGENALAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAGI ANAK USIA DINI MELALUI APLIKASI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang

PERMODELAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA CV XYZ YOGYAKARTA

PERANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BAGIAN KEPEGAWAIAN PADA SMK MUHAMMADIYAH 1 BATURETNO

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS PENGARUH EXPOSURE TERHADAP PERFORMA ALGORITMA SIFT UNTUK IMAGE MATCHING PADA UNDERWATER IMAGE

Transkripsi:

PERANCANGAN MODEL 3D DATACENTER MENGGUNAKAN MATERIAL DAN PENCAHAYAAN VRAY Bhanu Sri Nugraha Sistem Informasi STMIK Amikom Yogyakarta Jl. Ring Road Utara Condong Catur, Depok, Sleman, DIY Email : bhanu@amikom.ac.id Abstrak Dalam proses menghasilkan obyek tiga dimensi yang nyata, dibutuhkan teknik modelling, pembuatan tekstur dan pemilihan material yang sesuai. Dengan menggunakan pola tekstur yang sesuai akan berpengaruh terhadap detail obyek dan kesesuaian model dengan bentuk aslinya. Perlu dicermati pula efisiensi penggunaan memori dan media penyimpan data di komputer. Pemilihan penggunaan material dan pencahayaan vray dapat membantu mencapai target hasil model tiga dimensi sebuah ruangan datacenter yang lebih realistis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemiripan ruangan virtual 3d yang dihasilkan komputer, menggunakan metode material dan pencahayaan vray dengan acuan rancangan ruangan datacenter dua dimensi. Dengan menggunakan teknik modelling tiga dimensi, dihasilkan ruangan virtual untuk simulasi pengerjaan ruangan yang sesungguhnya, dimana skala yang digunakan adalah 1:1. Kata kunci: tiga dimensi, vray, material 3d, datacenter 1. Pendahuluan Proses pemodelan 3D membutuhkan perancangan yang dibagi dengan beberapa tahapan untuk pembentukannya. Seperti obyek apa yang ingin dibentuk sebagai obyek dasar, metoda pemodelan obyek 3D, pemberian material dan tekstur, pencahayaan dan animasi gerakan obyek sesuai dengan urutan proses yang akan dilakukan. Ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dalam membangun model obyek 3 dimensi, Aspek-aspek tersebut memberi kontribusi pada kualitas hasil akhir. Hal tersebut meliputi metoda untuk mendapatkan atau membuat data yang mendeskripsikan obyek, tujuan dari model, tingkat kerumitan, perhitungan waktu dan biaya, kesesuaian dan kenyamanan, serta kemudahan manipulasi model 3D. Pemilihan cara pemberian tekstur yang tepat akan menghasilkan proses yang efisien dan efektif. [1] Metode penelitian sangat penting dalam suatu penelitian karena suatu kesimpulan yang diambil dapat dipengaruhi oleh metode penelitian yang dipakai. Metode penelitian juga merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk memperoleh suatu masalah dengan tujuan tertentu. Datacenter secara harfiah artinya pusat data, merupakan sebuah fasilitas guna menempatkan sistem komputer dan peralatan-peralatan yang terkait, seperti sistem komunikasi data dan penyimpanan data. Fasilitas ini dilengkapi dengan fasilitas suplay catu daya yang tidak bisa dimatikan, koneksi komunikasi data, pengontrol dampak lingkungan, pencegah bahaya kebakaran, serta perlengkapan keamanan data secara fisik maupun non fisik. Sebelum mulai membangun infrastruktur datacenter dibutuhkan rancangan dan simulasi bagaimana peralatan tersebut bekerja. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model datacenter sesuai standar TIA-942 dapat diterapkan dalam ruangan yang tersedia (exi sting), serta bagaimana mendapatkan pencahayaan yang baik bagi ruangan datacenter disesuaikan dengan jenis material penyusunnya. Jenis Penelitian ini adalah Action research atau penelitian tindakan yang merupakan salah satu bentuk rancangan penelitian. Dalam penelitian tindakan, peneliti mendeskripsikan, menginterpretasi dan menjelaskan suatu situasi sistem pada waktu yang bersamaan dengan melakukan perubahan atau intervensi dengan tujuan perbaikan atau partisipasi. Dalam penelitian ini tahap pengumpulan data menggunakan metode sebagai berikut : 1. Metode Kearsipan, yaitu metode untuk mendapatkan suatu data dengan membaca atau mempelajari arsip-arsip yang berhubungan dengan masalah yang akan diselesaikan. 2. Metode Kepustakaan, yaitu pengambilan data dengan cara menelaah teori-teori yang terdapat pada buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian. 3. Metode observasi, proses pembelajaran dan studi lapangan dilakukan melalui pengamatan terbatas pada 3.2-1

laboratorium komputer dan ruangan datacenter di STMIK Amikom Yogyakarta. untuk bergerak dan memutar sebagaimana peta diposisikan pada objek. [3] Spesifikasi perangkat keras (hardware) komputer yang diperlukan dalam penelitian ini adalah komputer dengan spesifikasi cukup untuk menjalankan perangkat lunak (software) Autodesk Maya dan Adobe Photoshop. Adapun perangkat keras lain untuk menunjang penelitian adalah seperangkat alat gambar digital berupa Wacom Intuos. Wacom intuos merupakan alat gambar digital yang digunakan untuk membantu menyempurnakan tekstur dan pola dari foto yang diedit. 2. Pembahasan Tugas utama seorang modeller adalah membuat model 3 Dimensi. Kemudian ada beberapa bagian lagi di dalamnya yang mengerjakan shading dan texturing. Modeling adalah istilah spesifik yang mencakup konsep dan teknik yang cukup banyak. Mudahnya, modelling adalah proses pembuatan bentuk- bentuk virtual yang melengkapi suatu scene. Objek-objek tersebut dapat berupa apa saja dari awan, cacing, mebel, karikatur hingga gambar makhluk hidup yang realistis. Terbentuknya objek-objek tersebut sangat bergantung pada variabel yang cukup banyak, termasuk bentuk objek, bagaimana objek akan bergerak, bagaimana teksturnya, berapa dalam detailnya dan untuk apakah output akhirnya; apakah untuk game, tv, film, dan lainlain. Ide dasarnya adalah sebelum semua yang menyangkut proyek dilaksanakan termasuk lighting, shading, animasi-harus sudah ada model objek yang akan dikerjakan. Atribut tekstur yang terhubung menentukan bagaimana tekstur digunakan dan hal tersebut mempengaruhi hasil akhir. [2] Pada awal pembuatan obyek, model mendapat warna bawaan yaitu abu-abu, Warna solid ini dapat dirubah menjadi warna lain yang mirip dengan warna obyek sesungguhnya. Langkah berikutnya adalah mengganti warna solid di permukaan obyek dengan tekstur. Biasanya, tekstur yang diterapkan mengacu pada gambar 2D yang memutari permukaan 3D. Ibaratkan membungkus kado, seorang modeller harus tahu bagaimana gambar tersebut diterapkan. Pemetaan koordinat (Mapping Coordinates) juga dikenal sebagai koordinat UV, bertugas memberi informasi kepada renderer 3D bagaimana menempatkan peta 2D melintasi obyek geometri, seperti yang terlihat pada gambar 1. Informasi ini bervariasi tergantung pada apakah model dibuat dari NURBS atau poligon. Untuk NURBS, pemetaan parametrik melekat pada permukaan obyek. Model pemetaan inilah yang biasanya digunakan. Karena NURBS merupakan permukaan parametrik, maka pemetaan otomatis dapat menyelimuti permukaan obyek. Pemetaan NURBS dapat disesuaikan Untuk permukaan poligon pada gambar 2, pemetaan diterapkan dengan cara memproyeksikan peta 2D menyelimuti permukaan 3D. Menggunakan salah satu dari beberapa cara: planar, silinder, bola, dan metode khusus yang disebut pemetaan otomatis. [4] UV Mapping Gambar 1. Permukaan NURBS sebuah boks. Gambar 2. Permukaan Poligon sebuah boks Proses Pemetaan UV akan memproyeksikan gambar tekstur ke sebuah objek 3D. Huruf "U" dan "V" menunjukkan sumbu dari tekstur 2D karena "X", "Y" dan "Z" telah digunakan untuk menunjukkan sumbu dari objek 3D dalam modelling. UV texturing akan membuat poligon yang membentuk objek 3D dicat dengan warna tertentu dari sebuah gambar. Gambar ini disebut tekstur UV map, dan merupakan sebuah gambar biasa. Proses pemetaan UV melibatkan piksel dalam gambar yang bertugas untuk menutupi permukaan poligon. UV adalah alternatif untuk XY, yang fungsinya hanya memetakan tekstur ke ruang geometris objek 3d. Perhitungan rendering 3.2-2

menggunakan tekstur UV koordinat untuk menentukan bagaimana cara menempelkan gambar pada permukaan tiga dimensi. [5] Prosedural Maps Tidak hanya menerapkan gambar, foto atau video ke sebuah permukaan, masih terdapat cara pemberian tekstur lain yang disebut tekstur prosedural. Di alam ini terdapat banyak pola yang berulang-ulang seperti batu bata, ubin, dan gradien, sehingga dengan mudah dapat diwakili oleh persamaan matematika. Juga terdapat efek acak alami yang dapat disimulasikan secara matematis. Material marmer, kulit, air, granit, serta banyak tekstur yang kompleks dan acak lainnya dapat di berikan tekstur menggunakan procedurals maps. [6] Gambar 2 memperlihatkan bagaimana sebuah metode procedural di aplikasikan pada sebuah bidang datar. Sebuah pola UV yang baik dapat dihasilkan secara otomatis oleh aplikasi perangkat lunak, dapat juga dibuat secara manual atau kombinasi dari keduanya. Setelah pola UV dihasilkan, penulis menyesuaikan dan mengoptimalkan untuk meminimalkan jahitan dan tumpang tindih pola tekstur. Jika model simetris, maka penulis akan mencari pola yang sesuai untuk sisi yang berlawanan. Sehingga ketika sisi tersebut disatukan akan membuat obyek nampak bersatu. Langkah-langkah membuka bungkus obyek dilakukan seperti proses membuka bungkus kardus atau kado. Dimana diusahakan agar semua bagian dapat dibuka dengan rata, tanpa ada lipatan atau lengkungan lagi. Gambar 5 menunjukkan langkah demi langkah pembukaan kulit sebuah objek, hingga akhirnya membentuk pola sesuai dengan benuk geometrinya. Gambar 3. Prosedural Maps, diaplikasikan untuk papancatur. Gambar 5. Ilustrasi Proses unwrapping sebuah model 3D. Unwrapping Model 3D yang dibuat menggunakan poligon sebagai basis pembuatan objek, koordinat UV dapat dihasilkan untuk setiap permukaan dalam face. Jika poligon adalah bentuk silinder misalnya, penulis mengubahnya menjadi proyeksi persegi panjang dan lingkaran. Setelah model tersebut dibuka, dapat dilakukan proses pemberian gambar tekstur pada masing-masing face, dengan menggunakan pola garis face sebagai pola. Pola garis yang dihasilkan seperti pada gambar 4, kemudian di ekspor menjadi sebuah file image dengan ekstensi jpg. Koordinat UV diterapkan setiap permukaannya ( face), bukan per vertex. Hal ini berarti sebuah sudut dapat memiliki koordinat UV yang berbeda. [7] Proses Pemetaan UV yang paling sederhana memerlukan tiga tahapan: membuka bungkus mesh, menciptakan tekstur, dan menerapkan tekstur. Material dan Tekstur Sebuah object akan terlihat jelas dari warna yang di pantulkan. Cahaya yang diterima obyek dapat dipantulkan secara langsung, ada pula yang di pantulkan dengan penambahan warna seperti pada sebuah cermin. Sedangkan obyek yang transparan akan meneruskan sebagian cahaya yang diterima. Material warna dari sebuah objek bisa berkilau seperti emas, perak, baja atau warna dof seperti tanah liat, kayu, batu. Ada pula benda transparan seperti kaca, batu giok dan intan. Suatu keharusan untuk memiliki pemahaman tentang bagaimana materi dan cahaya berinteraksi dalam proses render. Gambar 6 menjelaskan ilustrasi mengenai gambar yang dihasilkan oleh mesin render merupakan proyeksi adegan yang diberikan ke sebuah obyek virtual. Gambar 4. Obyek silinder setelah melalui prosesunwrapping. 3.2-3

Gambar 6. Ilustrasi proses pencahayaan yang diterimakamera [8] datacenter Hasil akhir dari proses render merupakan gabungan dari beberapa proses. Yaitu proses pemantulan cahaya dari sumber cahaya menuju permukaan obyek, dilanjutkan menuju ke kamera virtual. Proses ini membutuhkan perantara udara sebagai media rambatannya. Apabila udara sebagai media rambat mengalami distorsi berupa debu, kabut ataupun terhalang media transparan lainnya maka membutuhkan proses lebih lanjut. Tekstur merupakan teknik pemberian detail material pada sebuah obyek. Sebagaimana diketahui bahwa tidak semua benda memiliki permukaan yang halus seperti kaca dan cermin. Benda-benda tertentu memiliki tekstur halus yang menjaganya tidak terlepas saat digengam oleh tangan manusia seperti pada perangkat komputer mouse, keyboard, smartphone, dsb. Adapula kontur yang terbentuk secara alami seperti kontur tidak rata pada bebatuan, kontur pada kulit jeruk, tekstur kayu, dsb. Pencahayaan dan Bayangan Warna sebuah benda dipengaruhi oleh warna yang melekat pada benda itu sendiri, cahaya yang diterima dan dipantulkannya serta kemampuan penerima gambar atau cahaya. Sedangkan lawan dari cahaya disebut bayangan. Bayangan selalu ada untuk sebuah objek yang terkena cahaya. [8] Datacenter Perancangan datacenter dalam penelitian ini, penulis menggunakan standar acuan TIA-942. TIA merupakan lembaga akreditasi dibawah American National Standards Institute (ANSI) untuk pengembangan secara sukarela untuk standar industri berbasis ICT. TIA dioperasikan oleh dua belas komite teknik, yang mengembangkan pedoman untuk peralatan radio, menara selular, data terminal, satelit, peralatan terminal telepon, aksesibilitas, peralatan VoIP, kabel terstruktur, pusat data, komunikasi perangkat mobile, multicast multimedia, telematika kendaraan, ICT kesehatan, komunikasi perangkat pintar, jaringan utilitas web pintar dan teknologi / komunikasi lingkungan yang berkelanjutan. Lebih dari 500 peserta aktif, termasuk produsen peralatan telekomunikasi, penyedia layanan, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, pengguna akhir dan lain-lain. Untuk memastikan bahwa standar ini berlaku secara global, TIA bekerja sama dengan International Telecommunication Union (ITU), Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO), dan International Electrotechnical Commission (IEC). Standarisasi TIA-942yang sudah diakomodir dalam penelitian ini meliputi: ruang dan tata letak, infrastruktur kabel, faktor keamanan yang bertingkat, dan pertimbangan lingkungan Vray Gambar 7. Denah ruangan V - Ray adalah mesin rendering yang menggunakan teknik algoritma pencahayaan global dimana jalur cahaya, pemetaan foton, peta radiasi dan iluminasi global langsung dihitung. Penggunaan teknik ini sering membuatnya lebih baik dibandingkan cara-cara render yang disediakan oleh perangkat lunak 3d standar. Umumnya merender menggunakan teknik ini dapat menghasilkan gambar yang lebih realistis, dimana sebenarnya hal tersebut merupakan efek pencahayaan virtual / tiruan. Pada perancangan model 3 Dimensi datacenter ini, penulis menggunakan acuan blueprint seperti yang terlihat pada gambar 7. Kemudian dilakukan proses modelling menggunakan software Sketchup dengan skala 1:1. Proses perubahan data dari blueprint 2 dimensi ke model 3 dimensi dilakukan selama 3 hari dimana dalam satu hari dikerjakan selama 7 jam kerja. Hasil rancangan model 3D tersebut kemudian disimulasikan pencahayaan ruangannya menggunakan lampu LED. Untuk menghasilkan gambar akhir seperti pada gambar 8, maka proses render dilakukan menggunakan plug-in v-ray. Melalui proses simulasi, maka diperoleh data bahwa untuk mendapatkan cahaya penerangan yang layak dan cukup maka dibutuhkan 12 titik lampu neon yang masing masing lampu membutuhkan daya 40 watt. 3.2-4

[6] Chen Chang, Chin, Yu Lin, Chen, Texture Tiling on 3D Models Using Automatic Polycube-maps and Wang Tiles, Journal of Information Science & Engineering, Vol. 26, 2010. [7] In Yeop Jang, Ji-Ho Cho, Kwan H. Lee, 3D human modeling from a single depth image dealing with self-occlusion, Springer Science+Business Media, LLC, 2011 [8] Imran Ahmed and Satish Janghel, 3D Animation: Don t Drink and Drive, SERSC International Journal of u- and e- Service, Science and Technology Vol.8, No.1 (2015), pp.415-426 http://dx.doi.org/10.14257/ijunesst.2015.8.1.36 ISSN: 2005-4246 IJUNESST Copyright c 2015 3. Kesimpulan Gambar 8. Hasil render ruangan datacenter menggunakan v-ray Dari hasil proses penelitian mengenai perancangan model 3d datacenter yang penulis lakukan, didapat beberapa kesimpulan. Antara lain: Tekstur yang dihasilkan dari metode unwrapping terlihat lebih nyata dibandingkan tekstur prosedural. Tekstur prosedural dapat digunakan untuk obyek yang tidak menjadi fokus utama dalam pengambilan gambar melalui kamera. Biodata Penulis Bhanu Sri Nugraha, memperoleh gelar Sarjana Komputer (S.Kom), Jurusan Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2007. Memperoleh gelar Magister Komputer (M.Kom) Program Pasca Sarjana Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, lulus tahun 2011. Saat ini menjadi Dosen di STMIK AMIKOM Yogyakarta. Teknik unwrapping sebaiknya dilakukan untuk obyek yang mendapat fokus utama perhatian. Sebelum melakukan proses unwrapping sebaiknya modeller telah mempunyai gambaran bagian edge mana saja yang seharusnya digunakan sebagai sisi potong. Ukuran obyek juga sebaiknya disamakan antara benda asli, dengan obyek virtualnya. Sehingga penentuan komponen lain seperti jumlah titik lampu yang dibutuhkan untuk penerangan, dapat diperhitungkan dengan tepat. Hal ini dapat memberikan gambaran nilai ekonomis proyek yang dikerjakan secara akurat. Perancangan desain ruangan menggunakan teknik 3 dimensi dapat mensimulasikan kebutuhan peralatan yang digunakan untuk mengerjakan pembuatan datacenter. Penggunaan sketchup yang dikombinasikan dengan plugin vray mampu memberikan gambaran yang sesungguhnya mengenai kondisi material bangunan dan pencahayannya. Daftar Pustaka [1] Nugraha, Bhanu Sri, Penteksturan Model Tiga Dimensi Menggunakan Metode Prosedural dan Unwrapping. jurnal DASI, Vol.12, No. 2, ISSN: 1411 3201, P32-37, Juni 2011. [2] Nugraha, Bhanu Sri, Perancangan Karakter 3d Menggunakan Maya Embedded Language (Mel) Script Pada Produksi Film Chronicles Of Java, Tesis, STMIK AMIKOM Yogyakarta, 2011. [3] Autodesk, The Art of MAYA 4th Edition An Introducting to 3D Computer Graphics, MAYA Press, CA-USA, 2007. [4] Autodesk, Learning Autodesk MAYA 2008 The Modelling & Animation Handbook, MAYA Press, CA-USA, 2007. [5] Nikos Sarris, Michael G. Strintzis, 3D Modeling and Animation: Synthesis and Analysis Techniques for the Human Body, IRM Press, USA, 2005. 3.2-5

3.2-6