SINKRONISASI DAN PENGAMANAN MODUL GENERATOR LAB-TST BERBASIS PLC (HARDWARE) ABSTRAK

dokumen-dokumen yang mirip
RANCANG BANGUN WHIRLPOOL DENGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER

² Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri 3 Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri

Perancangan Sistim Elektronika Analog

² Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri 3 Dosen Jurusan Teknik Elektro Industri

PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI MENGGUNAKAN SOLAR CELL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK MENGGERAKKAN KONVEYOR

Rancang Bangun Inverter Tiga Phasa Back to Back Converter Pada Sistem Konversi Energi Angin

SISTEM KONVERTER DC. Desain Rangkaian Elektronika Daya. Mochamad Ashari. Profesor, Ir., M.Eng., PhD. Edisi I : cetakan I tahun 2012

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Perencanaan dan Pembuatan Modul Inverter 3 Phase Sebagai Suplai Motor Induksi Pada Pengembangan Modul Praktikum Pengemudi Listrik (Sub Judul Hardware)

BAB III PERANCANGAN ALAT. Dalam perancangan dan realisasi alat pengontrol lampu ini diharapkan

RANCANG BANGUN CATU DAYA TENAGA SURYA UNTUK PERANGKAT AUDIO MOBIL

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April 2014 sampai bulan Januari 2015,

Rancang Bangun Modul DC DC Converter Dengan Pengendali PI

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

Rancang Bangun Rangkaian AC to DC Full Converter Tiga Fasa dengan Harmonisa Rendah

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya

BAB III RANCANGAN SMPS JENIS PUSH PULL. Pada bab ini dijelaskan tentang perancangan power supply switching push pull

Desain Penyearah 1 Fase Dengan Power Factor Mendekati Unity Dan Memiliki Thd Minimum Menggunakan Kontrol Pid-Fuzzy Pada Boost Converter

Sistem monitoring ph dan suhu air dengan transmisi data. Adi Tomi TE Tugas Akhir Program Studi Elektronika Elektro - ITS

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN. pembuatan tugas akhir. Maka untuk memenuhi syarat tersebut, penulis mencoba

Pengkondisian Sinyal. Rudi Susanto

BAB III PERANCANGAN SISTEM

SEBAGAI SENSOR CAHAYA DAN SENSOR SUHU PADA MODEL SISTEM PENGERING OTOMATIS PRODUK PERTANIAN BERBASIS ATMEGA8535

PERANCANGAN ZERO VOLTAGE SWITCHING BUCK CONVERTER DENGAN BEBAN RESISTIF BERVARIASI DAN SEBAGAI CATU DAYA UNTUK MOTOR ARUS SEARAH

OPERATIONAL AMPLIFIERS (OP-AMP)

Sistem Monitoring Pencurian Energi Listrik

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

Fakta.

PENGATURAN KECEPATAN DAN POSISI MOTOR AC 3 PHASA MENGGUNAKAN DT AVR LOW COST MICRO SYSTEM

BAB III DESAIN BUCK CHOPPER SEBAGAI CATU POWER LED DENGAN KENDALI ARUS. Pada bagian ini akan dibahas cara menkontrol converter tipe buck untuk

VOLTAGE PROTECTOR. SUTONO, MOCHAMAD FAJAR WICAKSONO Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

BAB II LANDASAN TEORI

Desain dan Implementasi Soft Switching Boost Konverter Dengan Simple Auxillary Resonant Switch (SARC)

RANCANG BANGUN PENYEARAH AC TO DC RESONANSI SERI DENGAN ISOLASI TERHADAP FREKUENSI TINGGI

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

DESAIN PENYEARAH 1 FASE DENGAN POWER FACTOR MENDEKATI UNITY DAN MEMILIKI THD MINIMUM MENGGUNAKAN KONTROL PID-fuzzy PADA BOOST CONVERTER

STUDI PEMODELAN ELECTRONIC LOAD CONTROLLER SEBAGAI ALAT PENGATUR BEBAN II. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO-HIDRO

Perancangan Dan Realisasi Converter Satu Fasa untuk Baterai Menjalankan Motor AC 1 Fasa 125 Watt

Gambar 3.1. Diagram alir metodologi perancangan

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING BEBAN DAN INDIKATOR GANGGUAN PADA RUMAH MANDIRI BERBASIS MIKROKONTROLLER

BAB III PERANCANGAN ALAT. Gambar 3.1 Diagram Blok Pengukur Kecepatan

DESAIN SIMULASI SINKRONISASI KERJA PARALEL DENGAN MIKROKONTROLER AT89C51

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

RANGKAIAN PENYEARAH GELOMBANG (RECTIFIER) OLEH: SRI SUPATMI,S.KOM

Kata Kunci: Mikrokontroler ATmega128, Inverter 3 Phase, Frekuensi. Keyword :Microcontroller Atmega128, Inverter 3 Phase, Frequency

ANALISIS SISTEM CYCLOCONVERTER PADA BEBAN NON LINEAR

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Bab IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA

1. PRINSIP KERJA CATU DAYA LINEAR

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan hidup manusia. Dapat dikatakan pula bahwa energi listrik menjadi

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN CARA KERJA RANGKAIAN

BAB IV HASIL PENGUJIAN DAN ANALISA. Pada bab ini akan dibahas hasil pengujian dan analisa dari system buck chopper

yaitu, rangkaian pemancar ultrasonik, rangkaian detektor, dan rangkaian kendali

II. KAJIAN PUSTAKA

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 2 (PENGUAT INVERTING)

RANCANG BANGUN AUTOMATIC TRANSFER SWITCH PADA MOTOR BENSIN GENERATOR-SET 1 FASA 2,8 KW 220 VOLT 50 HERTZ

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Kata Kunci Sistem Hibrida PV-Genset, Sensor Arus, Otomatisasi Pensaklaran, SFC Genset, Zelio Logic Smart Relay.

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 14 (DAC 0808)

Desain dan Simulasi Konverter Buck Sebagai Pengontrol Tegangan AC Satu Tingkat dengan Perbaikan Faktor Daya

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

Adaptor/catu daya/ Power Supply

BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN ANALISIS HASIL

Penggunaan Filter Daya Aktif Paralel untuk Kompensasi Harmonisa Akibat Beban Non Linier Menggunakan Metode Cascaded Multilevel Inverter

PERANCANGAN ALAT PENGATUR TEMPERATUR AIR PADA SHOWER MENGGUNAKAN KONTROL SUKSESSIVE BERBASIS MIKROKONTROLER

PORTABLE SOLAR CHARGER

Design of Power Factor Corection (PFC) with Metering and Capasitor Bank Control for Dynamic Load

RANCANG BANGUN BECAK LISTRIK TENAGA HYBRID DENGAN MENGGUNAKAN KONTROL PI-FUZZY (SUBJUDUL: HARDWARE) Abstrak

BAB III METODE PENELITIAN

RANCANG BANGUN PENGAMAN MOTOR INDUKSI 3 FASA TERHADAP UNBALANCE VOLTAGE DAN OVERLOAD DENGAN SISTEM MONITORING

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

TEKNIK MESIN STT-MANDALA BANDUNG DASAR ELEKTRONIKA (1)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Hasil dari perancangan perangkat keras sistem penyiraman tanaman secara

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari

RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (ANGIN) UNTUK SISTEM PENERANGAN RUMAH TINGGAL

ANALOG TO DIGITAL CONVERTER

BAB III PERANCANGAN Deskripsi Model Sistem Monitoring Beban Energi Listrik Berbasis

Perancangan Soft Starter Motor Induksi Satu Fasa dengan Metode Closed Loop Menggunakan Mikrokontroler Arduino

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN ALAT

PENDETEKSI LOGAM BERBASIS PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL) DENGAN SISTEM PNEUMATIK PADA KONVEYOR

Sistem Perbaikan Faktor Daya Pada Penyearah Diode Tiga Phasa Menggunakan Hysteresis Current Control

Rancang Bangun Charger Baterai dengan Buckboost Konverter

Laporan Praktikum Analisa Sistem Instrumentasi Rectifier & Voltage Regulator

Penguat Inverting dan Non Inverting

REALISASI KONVERTER DC-DC TIPE PUSH-PULL BERBASIS IC TL494 DENGAN UMPAN BALIK TEGANGAN

BAB I PENDAHULUAN. energi pun meningkat dengan tajam,salah satunya kebutuhan akan energi listrik di tanah air.

III. METODE PENELITIAN. Universitas Lampung yang dilaksanakan mulai dari bulan Maret 2014.

III. METODE PENELITIAN. dari bulan November 2014 s/d Desember Alat dan bahan yang digunakan dalam perancangan Catu Daya DC ini yaitu :

TINJAUAN PUSTAKA. Sistem kontrol adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengendalikan,

Desain Mesin Penjawab Dan Penyimpan Pesan Telepon Otomatis

Politeknik Negeri Bandung

III. METODE PENELITIAN. Penelitian, perancangan, dan pembuatan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Oleh : ARI YUANTI Nrp

Transkripsi:

SINKRONISASI DAN PENGAMANAN MODUL GENERATOR LAB-TST BERBASIS PLC (HARDWARE) Tri Prasetya F. Ir. Yahya C A, MT. 2 Suhariningsih, S.ST MT. 3 Mahasiswa Jurusan Elektro Industri, Dosen Pembimbing 2 Dosen Pembimbing 3 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya(PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia Email: Praztha@yahoo.Com ABSTRAK Sinkronisasi generator dalam pendistribusian energi listrik saat ini diperlukan untuk mendapatkan daya listrik lebih besar. Beberapa permasalahan timbul saat kita menginginkan generator yang kita bangun untuk disinkronkan terhadap generator yang lain, yaitu kesamaan tegangan, frekuensi, tidak ada selisih sudut pada fasa dan urutan fasa. Salah satu solusi permasalahan tersebut adalah penggunaan synchronizer yang dapat secara otomatis menyingkronkan generator ke dalam generator yang lain khususnya pada lab-tst. Pada proyek akhir ini digunakan PLC (Zelio) sebagai kendali utama dan pendeteksi parameter-parameter yang dibutuhkan, yaitu frekuensi, tegangan dan beda fasa. Penggunaan sensor-sensor yang dapat mendeteksi parameter-parameter singkron serta tambahan kontroler dapat disusun menjadi suatu sistem yang handal dan membantu proses sinkronisasi yang sebelumnya masih manual. Pada pengujian tiap-tiap bagian tidak ditemukan permasalahan yang besar. Sensor tegangan memberikan nilai yang linear saat pengukuran tegangan 0-400 v. Pembacaan sensor frekuensi juga memiliki nilai yang linear mulai 4-59 Hz. Hasil dari sinkronisasi ini kontaktor rele nyala terlebih dahulu, kontaktor rele 2 nyala saat parameter tegangan 380 v, frekuensi 50 Hz, urutan phasa yang sama, dan tidak ada selisih sudut phasa antara kedua generator. Kata Kunci: parameter sinkronisasi, kontroler, sensor. PENDAHULUAN Generator merupakan sumber utama dari semua energi listrik yang dipakai sekarang ini dan merupakan converter energi terbesar di dunia. Pada generator secara prinsip, tegangan yang dihasilkan bersifat bolak-balik, sedangkan generator yang menghasilkan tegangan searah karena telah mengalami proses penyearahan. Kerja paralel generator diperlukan untuk memperbesar kapasitas daya yang dibangkitkan serta menjaga kontinyuitas pelayanan beban. Dalam kerja paralel generator ada beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain tegangan terminal (efektif) harus sinkron, frekuensi kedua generator harus sinkron, phasa kedua generator harus sinkron, urutan phasa kedua generator harus sama. PLC (Programmable Logic Control) digunakan sebagai pengontrol sistem. Dalam tugas akhir ini akan dibuat sebuah sistem sinkronisasi dan pengamanan modul generator lab TST berbasis PLC. Pembacaan sensor tegangan, frekuensi, beda phasa akan dibaca oleh PLC dan membandingkan tegangan, frekuensi, beda phasa dari kedua generator. PLC akan menampilkan hasil pembacaan sensor ke display. Apabila parameter dari kedua generator sudah sama, PLC akan mengontrol kontaktor untuk ON. Apabila terdapat perbedaan parameter dari kedua generator, PLC akan mengontrol kontaktor untuk OFF 2. KONFIGURASI SISTEM Pada perancangan dan pembuatan proyek akhir Sinkronisasi dan Pengamanan Modul Generator Lab-TST ini, dimana PLC sebagai kontrol dari sensor-sensor. Sensor tegangan berfungsi sebagai pembaca tegangan dari generator. Sensor frekuensi berfungsi sebagai pembaca frekuensi pada generator. Dan sensor beda fase berfungsi membandingkan sudut fase diantara dua generator. Gambaran sistem yang akan kami rancang pada proyek akhir ini dijelaskan oleh blok diagram yang ditunjukan Gambar 2..

G Sensor tegangan, frekuensi dan beda phasa Switch Pengaman power reverse relay 40 I 33333.33 0.0020 Display PLC Beban 2 P I R 2 P 0.0020 33333.33 0.048Watt Daya resistor yang digunakan 4 Watt G2 Sensor tegangan, frekuensi dan beda phasa Switch Pengaman power reverse relay Gambar2. Blok Diagram Rangkaian Sensor Tegangan Pada sensor tegangan digunakan sebuah transformator step-down hubungan /Y dan resistor pembagi tegangan dipasang secara paralel antara phasa dengan netral dan dihubungkan kesebuah rectifier dan dihubungkan ke filter C. Sensor ini mendeteksi level tegangan pada Line Generator dan akan dibaca oleh PLC (Zelio). Pada rangkaian ini digunakan R = 22 Kohm dan Vr = 5 Kohm. Dengan Vin Sebesar: Dengan tegangan keluaran yang diinginkan sebesar 6 volt. Jadi nilai R 2 (Vr): R2 Vout R R R2 6 R R 2 2 Vin Vin 5000 6 40 R 5000 Jadi dengan nilai V R atau R 2 sebesar 5 kohm maka output tegangan dari sensor akan maksimal sebesar 6 volt. Dengan begitu output sensor dapat dibaca oleh analog input dan selanjutnya akan diproses pada PLC (Zelio). Rangkaian Sensor Frekuensi Sensor frekuensi ini menggunakan typical application dari IC LM2907. Sensor ini akan mendeteksi setiap perubahan frekuensi pada generator. Frekuensi yang masuk ke sensor akan dikonversikan ke dalam bentuk tegangan dc, yang kemudian akan masuk ke ADC. Tegangan output ditentukan oleh persamaan sebagai berikut Vout fin Vcc R C Pada aplikasi ini digunakan Vcc sebesar 9 Volt, R = 00 Kohm, C=68 nf rangkaian ini dapat mendeteksi frekuensi samapai dengan kurang lebih 60 Hz. Vin maksimum adalah kurang lebih 4 Volt sehingga untuk mendeteksi frekuensi generator, tegangan generator diturunkan lebih dahulu dengan transformator step-down. 4 3 2 0 9 8 LM2907 R2 00 9, v 2 v 30000 6R 200000 6R 200000 30000 Dari Output LM747 2 3 4 5 6 7 4 V C 68nF C2 uf Analog Input PLC + 6R 70000 R 28333.33 Untuk perhitungan daya resistor pembagi tegangan adalah sebagai berikut: R R R tot V I R 2 28333.33 5000 33333.33 in tot R 00K Gambar 2.2 Rangkaian sensor frekuensi 3. PENGUJIAN DAN ANALISA Dalam bab ini akan dibahas tentang pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem yang dibuat. Program pengujian disimulasikan di suatu sistem yang sesuai. Pengujian ini dilaksanakan untuk mengetahui kehandalan dari sistem dan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum. Pengujian pertama-tama dilakukan secara terpisah, dan -

kemudian dilakukan ke dalam sistem yang telah terintegrasi. Rangkaian Sensor Tegangan Pengujian yang ke- adalah pengujian sensor tegangan. Pengujian ini digunakan untuk mengetahui kelinieran sensor tegangan yang menggunakan trafo3fasa penurun tegangan hubungan /Y. pada pengujian ini digunakan Variac 3 fasa yang dapat menghasilkan tegangan variable 3 fasa dari 0 hingga 400 V. 80.6 79.2 79. 6.52 6.6 6.73 2.6 2.6 2.62 200.7 99.8 99.5 8.42 8.52 8.63 2.92 2.93 2.94 220.4 29.2 28.9 20.2 20.36 20.46 3.22 3.23 3.24 240.6 239.8 239 22. 22.24 22.33 3.54 3.54 3.55 260.6 260.8 260. 24.02 24.8 24.22 3.87 3.87 3.88 280.3 279.6 278.3 25.68 25.88 25.89 4.4 4.4 4.6 300.6 299.8 299. 27.6 27.79 27.84 4.49 4.49 4.5 320.4 320.4 39.9 29.56 29.78 29.79 4.76 4.74 4.78 340.7 340. 339 3.38 3.58 3.6 5.07 5.07 5.09 360.6 360.3 359.4 33.3 33.48 33.46 5.38 5.39 5.39 Tabel 3. Data Pengukuran Sensor Tegangan Vin Vout Vout DC R-S S-T T-R R-N S-N T-N R-N S-N T-N 20.3 20.2 20.2.84.87.85 0.9 0.9 0.9 40.6 39.9 40.4 3.69 3.68 3.74 0.49 0.48 0.48 60.7 60.4 6 5.58 5.58 5.59 0.8 0.79 0.78 80.7 79.6 79.6 7.3 7.34 7.43.08.07.08 00.2 99. 99.3 9. 9.4 9.22.38.37.37 20.2 9.5 9.8.04.08.09.69.67.68 40.4 39.5 39.6 2.83 2.95 2.98 2.0 2 2 60.4 59.5 59.8 4.7 4.78 4.87 2.32 2.3 2.3 80.6 79.2 79. 6.52 6.6 6.73 2.62 2.6 2.6 200.7 99.8 99.5 8.42 8.52 8.63 2.94 2.92 2.93 220.4 29.2 28.9 20.2 20.36 20.46 3.24 3.22 3.23 240.6 239.8 239 22. 22.24 22.33 3.55 3.54 3.54 260.6 260.8 260. 24.02 24.8 24.22 3.88 3.87 3.87 280.3 279.6 278.3 25.68 25.88 25.89 4.6 4.4 4.4 300.6 299.8 299. 27.6 27.79 27.84 4.5 4.49 4.49 320.5 320.5 39.9 29.56 29.78 29.79 4.82 4.8 4.8 340.7 340.7 339.4 3.4 3.62 3.67 5.3 5. 5. 360.7 360.6 359.4 33.23 33.44 33.5 5.44 5.43 5.42 380.6 380 380 35.27 35.25 34.98 5.73 5.72 5.72 402 402 402 38 37 38 6.0 6.0 6.0 Tabel 3.2 Data Pengukuran Sensor Tegangan 380 380.7 380.2 35.6 35.36 35.3 5.69 5.7 5.7 400 400 399.6 36.94 37.2 37.8 6.0 6.0 6.0 Rangkaian Sensor Frekuensi Pengujian pengukuran sensor frekuensi ditujukan untuk mengetahui hasil pembacaan frekuensi tegangan dan perbedaan hasil antara dua sensor frekuensi. Pembacaan frekuensi ini dilakukan dengan pengukurna tegangan output dari rangkaian sensor frekuensi pada Gambar 3.. Hasil pengujian terlihat seperti pada Tabel 3.3. Tabel 3.3. Pengujian sensor frekuensi f (Hz) Sensor Sensor 2 Output Output 4 43 45 47 49 50 5 53 55 57 59 6.54 6.58 7.8 7.49 7.8 7.96 8.2 8.39 8.44 8.46 8.47 6.54 6.86 7.8 7.5 7.82 7.98 8.4 8.39 8.43 8.45 8.46 Vin Vout Vout DC R-S S-T T-R R-N S-N T-N R-N S-N T-N 20.3 20.2 20.2.84.87.85 0.9 0.9 0.9 40.6 39.9 40.4 3.69 3.68 3.74 0.48 0.48 0.49 60.7 60.4 6 5.58 5.58 5.59 0.79 0.78 0.8 80.7 79.6 79.6 7.3 7.34 7.43.07.08.08 00.2 99. 99.3 9. 9.4 9.22.37.37.38 20.2 9.5 9.8.04.08.09.67.68.69 40.4 39.5 39.6 2.83 2.95 2.98 2 2 2.0 60.4 59.5 59.8 4.7 4.78 4.87 2.3 2.3 2.32 Gambar 3. Grafik Sensor Frekuensi dan 2

Dari hasil pengujian didapatkan hasil bahwa perbedaan antara sensor frekuensi dengan sensor frekuensi 2 bernilai kecil. Rangkaian Sensor Beda Fase Pengujian yang ketiga adalah pengujian sensor beda fasa. Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui respon dari sensor terhadap beda fasa dari sensor tegangan. Pada pengujian beda fasa ini digunakan transformator sebagai suplai tegangan dan untuk menghasilkan perbedaan fasa, maka pada tansformator dibebani rangkaian seri resistor-kapasitor seperti pada Gambar 4.2. Perbedaan fasa tegangan timbul karena tegangan yang jatuh pada resistor mewakili fasa arus yang melaluinya. Gambar hasil pengujian sensor beda fasa terlihat seperti Gambar 3.2. (c).tegangan dan arus memiliki perbedaan fasa 32 derajat (a).tegangan dan arus tidak memiliki perbedaan fasa (d).tegangan dan arus memiliki perbedaan fasa 64 derajat V/div: Ch: 2V/div Ch2: 2V/div T/div: 5ms/div Gambar 3.2. Gambar sinyal masukan dan keluaran sensor beda fasa Dari gambar 3.2. terlihat bahwa besar duty cycle dari sinyal keluaran semakin besar saat perbedaan fasa antara sinyal arus dan tegangan semakin besar. 4. Kesimpulan (b).tegangan dan arus memiliki perbedaan fasa 4 derajat Dari Perencanaan, pembuatan, hingga pengujian alat pada proyek akhir ini, dapat disimpulkan bahwa:. Pengukuran frekuensi melalui rangkaian frekuensi (frekuensi yang terdapat dalam tegangan AC) ke tegangan DC dengan IC LM2907 dapat menghasilkan tegangan DC yang dapat dimasukkan ke Analog Input PLC sebagai pembacaan parameter frekuensi pada generator. 2. Penggunaan IC LM2907 sebagai sensor frekuensi merupakan pengganti rangkaian

sensor frekuensi yang terpisah. Data hasil sensor frekuensi memiliki persen kesalahan antara 2% - 4.5 %. 3. Tegangan dan frekuensi generator sebagai referensi tegangan dan frekuensi 2. Kontaktor rele 2 nyala ketika parameter tegangan, frekuensi, urutan phasa yang sama, dan tidak ada selisih sudut phasa dengan generator. 5. Saran Dari pengerjaan dan penyelesaian proyek akhir ini tentu tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan. Untuk pengembangan proyek akhir selanjutnya perlu dikembangkan peralatan dan sistem sinkronisai generator yang lebih efisien dan perbaikan pada sensor-sensornya. Daftar Pustaka. Stephen J. Chapman, Electric Machinery and Power System Fundamentals, Buku, 200. 2. Aditya Candra H, Rancang Bangun Sistem Sinkronisasi Otomatis untuk Kerja Paralel 2 Generator Sinkron 3 Phasa, Proyek Akhir PENS-ITS, 200. 3. Rety Silvana, Florentina, Perbaikan Kualitas Daya menggunakan Soft Switch Static Var Kompensator untuk beban dinamik pada industri, PENS-ITS, Surabaya, 2006. 4. National Semiconductor, LM2907/LM297 Frequency to Voltage Converter, Datasheet, 2000. 5. National Semiconductor, LM747 Dual Operational Amplifier, Datasheet, 994. 6. Philips Semiconductor, 74HC/HCT86 Quad 2-input EXCLUSIVE-OR gate, Datasheet, 990. 7. Zainal Arifin, Simulasi Jaringan Interkoneksi Tenaga Listrik (Sinkronisasi 2 Buah Generator), Proyek Akhir PENS- ITS, 20.