BAGAIMANA IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM AKTIFITAS LESSONS STUDY?

dokumen-dokumen yang mirip
POTRET KEGIATAN LESSON STUDY BIDANG KIMIA YANG DILAKSANAKAN DI KABUPATEN SUMEDANG

PELATIHAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI SMA DARUL ISLAM GRESIK

MENINGKATKAN KUALITAS PERKULIAHAN DI JURUSAN KIMIA FMIPA UNESA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

LILIASARI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA SEKOLAH PASCASARJANA UPI

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI DI DALAM KELAS MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DI SMPN 1 JATINANGOR

IMPLEMENTASI LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DOSEN PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

BAB III METODE PENELITIAN. metode penelitian tindakan ( classroom action research) yang bersifat

PENINGKATAN KEMAMPUAN PROFESIONAL PENDIDIK MELALUI LESSON STUDY

Lesson Study dapat Diiplementasikan dalam Mata Pelajaran Bukan-MIPA. Oleh: Yosaphat Sumardi dan Ariswan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

IMPLEMENTASI KEGIATAN LESSON STUDY MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA PROGRAM LATIHAN PROFESI (PLP) DI SMAN 14 BANDUNG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelas(classroom Action Research) yaitu suatu bentuk penelitian yang dilakukan

Seminar Nasional Pendidikan Biologi FKIP UNS 2010

BUILDING LEARNING COMMUNITY THROUGH LESSON STUDY IN BOTANY PHANEROGAMAE AT DEPARTEMENT OF BIOLOGY EDUCATION FPMIPA UPI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 9 Metro Barat. Penelitian dilaksanakan di kelas IVA semester ganjil Tahun. pelaksanaan sampai dengan tahap penyimpulan.

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MAHASISWA MELALUI LESSON STUDY PADA MATA KULIAH MORFOLOGI TUMBUHAN

KEGIATAN LESSON STUDY BIOLOGI DI SMPN 1 JATINANGOR Oleh : Siti Sriyati 1) dan Tuti Hasanah 2)

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI LESSON STUDY BERBASIS MGMP KAWASAN SURABAYA SELATAN

RESUME KEGIATAN LESSON STUDY DI SMAN 1 SUMEDANG PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN BAGI SISWA CERDAS ISTIMEWA DAN BERBAKAT ISTIMEWA (CIBI)

An experienced lesson study based on school at SMPN 4 Sumedang. Educated Year 2007/2008. (Created by: Encum Sumiaty, Mathematic Education FPMIPA UPI)

TO EXPLORE THE ABILITY OF SCIENCE PROCESS SKILL OF A GIFTED AND TALENTED STUDENT ON GROWTH AND DEVELOPMENT CONCEPT STUDY IN SMA 1 SUMEDANG

LESSON STUDY MENUMBUHKAN MASYARAKAT PEMBELAJAR PESERTA MGMP MATEMATIKA DI WILAYAH JATINANGOR DAN CIMANGGUNG. Oleh : Entit Puspita 1

ABSTRAK DAN RINGKASAN MAKALAH KONASPI VI SUBTEMA DAN TOPIK: E. INOVASI PENDIDIKAN: INOVASI PEMBELAJARAN DAN ASESMEN JUDUL:

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA DAN SAINS MELALUI LESSON STUDY

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan

Kata kunci: lesson study, Aktivitas belajar, Morfologi Tumbuhan

IMPLEMENTASI LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH (LSBS) DI SMP NEGERI 1 KALIANGET

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

PEMANTAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA GURU-GURU SMP LAB UNESA MELALUI LESSON STUDY

CONTOH PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PAKOM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS LESSON STUDY

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM PEMBINAAN PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN IPA MELALUI LESSON STUDY

BAB III METODE PENELITIAN. Tabel 3.1 Rencana Kerja Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas. Februari 2012

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DAN KUALITAS PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SEKOLAH MELALUI LESSON STUDY. Oleh :

BAB III METODE PENELITIAN

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SDN KEBUN BUNGA 6 BANJARMASIN

456 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan dan SAINS Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Jember, 16 Maret 2014

BAB III METODE PENELITIAN

Penerapan Integrasi Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) dan Inkuiri Terbimbing Berbasis Lesson Study

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI DI SMP

plan, do, dan see. Adapun sasaran utamanya adalah proses kerjasama

BAB III PROSEDUR PENELITIAN TINDAKAN KELAS. Metode penelitian adalah suatu cara yang dilakukan dalam penyelidikan suatu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ABSTRAK. Kaca kunci: lesson study, profesionalisme guru

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research.

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR IPA MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA SISWA KELAS V SDN 26 PASAMAN

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa

PROFIL KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPA-FISIKA SMP DAN MTs DI WILAYAH PASEH KABUPATEN SUMEDANG MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY BERBASIS MGMP

Meningkatkan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Biologi melalui Performance Assessment

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom

Jurnal Pengajaran MIPA, Vol. 8 No. 1 Juni 2006 ISSN:

Implementasi Problem Posing Dalam Setting Lesson Study Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Fisika Di SMA. Abstrak

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research. (Trianto 2011:30), berpendapat bahwa :

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode dan rancangan penelitian tindakan yang

UPAYA MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA TOPIK GERAK LURUS BERATURAN BERBASIS LESSON STUDY DI SMPN 3 TANJUNGSARI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan kelas adalah

BAB III METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN KERJA ILMIAH SISWA KELAS X MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY ROLE APPROACH BERBASIS LESSON STUDY DI SMA N 16 SEMARANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Muhammad Mifta Fausan, Penerapan Strategi Numbered 154

MENUJU GURU YANG PROFESIONAL MELALUI LESSON STUDY A. LATAR BELAKANG

ETIKA DAN PROFESIONALISME PENDIDIK UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sebagaimana kita ketahui bahwa Matematika merupakan suatu ilmu yang mampu

LESSON STUDY di KABUPATEN SUMEDANG

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KIMIA MELALUI PELATIHAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DI BANYUWANGI

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian tindakan kelas (PTK). PTK atau dalam bahasa inggris

PENELITIAN TINDAKAN KELAS KARYA TULIS ILMIAH TERDEKAT BAGI GURU. Eka Zuliana Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP UMK

C027. Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK

PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU IPA MELALUI PENDAMPINGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY DI SMAN 2 LEMBAR

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

P2M STKIP Siliwangi Jurnal Ilmiah UPT P2M STKIP Siliwangi, Vol.3, No.1, Mei 2016

OPTIMALISASI PEMBINAAN LESSON STUDY BERDASARKAN KESULITAN YANG DIHADAPI GURU KELOMPOK MGMP SMPN 5 SUMEDANG

LABORATORIUM MATEMATIKA DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP TEOREMA PYTHAGORAS PADA SISWA KELAS VIIIA MTs MU ALLIMIN MUHAMMADIYAH ALABIO.

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU Dahyana SMP Negeri 33 Makassar Abstrak

Peningkatan Efektivitas Pembelajaran IPA Melalui Kegiatan Lesson StudyDi SMP PGRI Kasihan Bantul

Siti Khaeriyah, Shofiyati, Astin Maliku, Dede Yetty Musyawarah Guru Mata Pelajaran Fisika SMA/MA Kota Pontianak

2010, hlm Saminanto, Ayo Praktik Penelitian Tindakan Kelas, (Semarang: Rasail,

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 2.1, hlm

Suminem 1), Wiyanti Purwaningsih 1) MAN 2 Pontianak 1) Abstract

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR SISWA KELAS XI IPA 3 MELALUI LESSON STUDY

BAB III METODE PENELITIAN TINDAKAN KELAS. menawarkan cara dan prosedur baru untuk memperbaiki dan meningkatkan

Lesson Study: Suatu Alternatif Cara Peningkatan Keprofesionalan dan Kesejawatan Guru Oleh: Paidi (Staf Pengajar FMIPA UNY)

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAAN

BAB III METODE PENELITIAN. dengan interprestasi terhadap data yang ditemukan dilapangan yang menekankan

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA MELAKUKAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY

BAB III METODE PENELITIAN. yang lazim dikenal dengan classroom action research. Kunandar (2010: 46)

B. Pengalaman Lesson Study di Yogyakarta

Transkripsi:

BAGAIMANA IMPLEMENTASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS DALAM AKTIFITAS LESSONS STUDY? Siti Sriyati Jurusan Pendidikan Biologi, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK Kesamaan istilah dalam tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu Perencanaan, Pelaksanaan tindakan, Pengamatan dan Refleksi dengan tahap-tahap kegiatan dalam lesson study yaitu : Plan, Do dan See membuat orang yang belum begitu mengenal lesson study secara mendalam akan mempertanyakan hal ini. Samakan PTK yang lebih dikenal dengan Classroom Action Research (CAR) dengan Lesson Study? Apakah tujuan dari kedua kegiatan ini sama? Memang tujuan utama dari kedua kegiatan ini adalah sama yaitu meningkatkan mutu pembelajaran. Akan tetapi ada aspek lain yang membedakan PTK dan Lesson study yaitu Lesson study merupakan suatu strategi untuk meningkatkan profesionalisme guru melalui kegiatan belajar dari pembelajaran orang lain. Sebenarnya perbedaan prinsip antara PTK dan Lesson study adalah : PTK berbasis penelitian, sedangkan lesson study tidak selalu berbasis penelitian dan lesson study mempunyai cakupan yang lebih luas dari pada PTK, bahkan tidak hanya PTK yang dapat dilaksanakan dalam kegiatan lesson study, akan tetapi jenis penelitian lain juga bisa dilaksanakan dengan persiapan instrumen yang lebih terencana, agar mendapatkan data yang diharapkan. Kata kunci : Lesson Study, penelitian, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ABSTRACT Similar term in CAR (Classroom Action Research) steps are planning, acting, observing and reflecting with an activity steps in lesson study are plan, do and see make people that don t know much about lesson study will keep asking. Are the CAR and lesson study the same? Is the purpose of this two are the same? Although the main purpose of this two activities are the same that is to improve the quality of the teaching, but there s another aspect that differentiate the CAR and lesson study. The lesson study is a strategy to improve professionalism of the teachers, through teaching activity from other people s teaching. Actually the main difference between the CAR and lesson study is that CAR is research basis while the lesson study is not always research basis. The lesson study has more coverage than CAR. Even more is not only the CAR that can be done in lesson study but also other researchs are can be done with good planned instrument preparation to get the expected data. Keywords : Classroom Action Research (CAR), Lesson study, Research PENDAHULUAN Dalam suatu forum yang memaparkan tentang apa itu lesson study, seringkali muncul pertanyaan sebagai berikut : apa bedanya lesson study dengan penelitian tindakan kelas (PTK) yang sudah dikenal lebih dahulu? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sangat wajar, karena audience melihat adanya kesamaan dalam tahap-tahap kedua kegiatan ini. Pada kegiatan PTK kita mengenal adanya tahap-tahap : Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan, Pengamatan dan Refleksi (Hopkins, 1993 dalam Arikunto, 2006). Sedangkan pada lesson study ada tahap-tahap Plan, Do dan See. Dan bila kita telaah apa yang dilakukan pada tahap-tahap PTK dan lesson study ini, memang terlihat ada kesamaan. Tapi apakah benar PTK sama dengan lesson study? Tulisan ini akan membahas persamaan dan perbedaan dari kedua kegiatan ini, alasan kenapa masalah ini diangkat dan pemaparan contoh implementasi PTK yang dilaksanakan dalam 61

62 Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 19, Nomor 1, April 2014, hlm. 61-68 kegiatan lesson study yang pernah dilakukan di sebuah sekolah di Sumedang. 1. Apakah Persamaan dan Perbedaan PTK dan Lesson Study? Sebenarnya pertanyaan ini dengan mudah bisa dijawab, bahwa lesson study tidak sama dengan PTK, lesson study mempunyai cakupan yang lebih luas daripada PTK dan PTK hanya merupakan salah satu bagian dari kegiatan yang bisa diterapkan melalui kegiatan lesson study. Agar memperjelas jawaban-jawaban tentang pertanyaan di atas, di bawah ini akan disajikan tabel mengenai persamaan dan perbedaan antara PTK dan lesson study ditinjau dari aspek : definisi, tujuan, tahapan, ada tidaknya siklus, siapa pelaku kegiatan, fokus pengamatan kegiatan, cakupan, basis dan objek kajian pembelajaran. Tabel 1. Persamaan dan Perbedaan PTK dan Lesson Study No. Aspek Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 1. Definisi PTK adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara professional (Suyanto, 1997) 2. Tujuan Meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran, mengatasi masalah pembelajaran, meningkatkan profesionalisme dan menumbuhkan budaya akademik (Suhardjono, 2006) 3. Tahapan Perencanaan (planning), Pelaksanaan Tindakan (acting), Pengamatan (observing) dan Refleksi (reflecting) No. Aspek Penelitian Tindakan Kelas 4. Ada tidaknya siklus (PTK) Ada (dilakukan tindakan sama, pada kelas yang sama/ siswa yang sama, guru yang sama dan topik berbeda) Lesson Study Lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Hendayana, dkk, 2006) Melakukan pembinaan profesi pendidik secara berkelanjutan agar terjadi profesionalitas pendidik terus menerus (Hendayana, dkk., 2009) yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pembelajaran Plan, do dan see Lesson Study Tidak ada (lebih ditekankan pada replanning dengan topik sama, guru sama, pada kelas lain) 5. Pelaku Kolaborasi guru-guru, guru-dosen, Guru-guru yang tergabung dalam kegiatan kepala sekolah dan pengawas MGMP atau LSBS dan dosen 6. Fokus Siswa dan guru Terutama pada kegiatan siswa pengamatan kegiatan 7. Cakupan Lebih sempit Lebih luas (jenis penelitian lain bisa dilakukan pada kegiatan lesson study) 8. Basis Berbasis penelitian Tidak selalu harus berbasis penelitian 9. Objek kajian pembelajaran Materi ajar, siswa, guru, media pembelajaran, hasil belajar, lingkungan dan unsur pengelolaan (Arikunto, 2006) Materi ajar, metode/strategi/ pendekatan pembelajaran, LKS (lembar kerja siswa), media pembelajaran, setting kelas, asesmen (Hendayana, dkk, 2009) Dari tabel di atas kita bisa lihat ada beberapa aspek yang sama dan ada juga aspek yang berbeda. Aspek yang mirip atau sama adalah kedua kegiatan ini

Siti Sriyati, Bagaimana Implementasi Penelitian Tindakan Kelas dalam Aktifitas Lessons Study? 63 mempunyai tujuan penting yang hampir sama yaitu meningkatkan mutu pembelajaran di dalam kelas. Aspek lain yang serupa dapat dilihat dari tahapan PTK dan lesson study, bahwa keduanya mempunyai tahapan perencanaan, pelaksanaan/implementasi termasuk didalamnya tahap observasi dan diakhiri dengan tahap refleksi. Pada tahap perencanaan/plan guru melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan permasalahan nyata di dalam kelas, tujuan pembelajaran dan perkembangan siswa. Sebagai hasil akhir tahap perencanaan adalah dihasilkannya: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) lengkap dengan strategi/metode/model pembelajaran yang dipilih untuk menyajikan materi tersebut, LKS, media pembelajarannya termasuk cara penilaian atau asesmennya. Apabila PTK ini akan diterapkan pada kegiatan lesson study, instrumen penelitian harus dipersiapkan dengan baik, agar data yang diharapkan dapat terjaring dengan baik dan lengkap. Pada tahap pelaksanaan tindakan/ do, dilaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Pada tahap ini juga dilakukan kegiatan pengamatan/observasi dengan cara mengobservasi pembelajaran untuk mengumpulkan data tentang aktifitas belajar siswa (lesson study) dan siswa-guru (PTK). Pada kegiatan lesson study berbasis MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan LSBS (Lesson Study berbasis Sekolah), observer yang menyaksikan pembelajaran biasanya berjumlah cukup banyak dan ada aturanaturan tersendiri yang harus ditaati oleh observer seperti misalnya: posisi berdiri observer ketika pembelajaran, tidak boleh saling bicara, tidak intervensi ketika pembelajaran berlangsung dan fokus pengamatan observer ditujukan pada pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 1). Apakah siswa belajar dan bagaimana prosesnya?. 2). Adakah siswa yang tidak belajar dan mengapa tidak belajar, 3). Bagaimana usaha guru memotivasi siswa yang tidak belajar?. Yang perlu digarisbawahi karena pentingnya aspek ini adalah bahwa guru observer ada di dalam kelas untuk belajar dari pembelajaran yang sedang berlangsung dan bukan untuk mengevaluasi guru. Dengan menyaksikan pembelajaran orang lain, kita bisa secara langsung belajar bagaimana menerapkan model pembelajaran tertentu yang selama ini hanya dipelajari melalui buku/pelatihan yang kadang-kadang tidak terbayang bagaimana menerapkannya di dalam kelas. Tahap pelaksaan tindakan dan pengamatan pada kegiatan PTK tidak jauh berbeda dengan pada lesson study, ketika pembelajaran berlangsung ada teman guru atau dosen yang turut menyaksikan pembelajaran di kelas. Akan tetapi biasanya jumlahnya tidak banyak, biasanya antara 2-3 orang termasuk guru yang tampil. Fokus pengamatan adalah pada siswa dan atau guru tergantung dari tindakan yang ditetapkan dan guru maupun dosen berusaha mengumpulkan data-data penelitian sesuai instrumen yang telah dipersiapkan termasuk kelebihan dan kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran sebagai bahan refleksi. Tahap berikutnya pada kedua kegiatan ini adalah refleksi/see. Pada kegiatan lesson study, kegiatan refleksi dilakukan langsung setelah pembelajaran berakhir dan diikuti oleh seluruh observer. Refleksi pembelajaran dilakukan dengan menggunakan data hasil observasi selama pembelajaran terutama difokuskan pada ketiga pertanyaan yang telah disampaikan di atas dengan luas dan mendalam. Masukan-masukan dari rekan-rekan guru digunakan sebagai bahan untuk melakukan re-planning dengan topik sama untuk pembelajaran di kelas lain. Sedangkan pada PTK, refleksi dilakukan

64 Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 19, Nomor 1, April 2014, hlm. 61-68 berdasarkan ketercapaian instrumeninstrumen yang dibuat untuk menjaring data. Dan hasil refleksi ini digunakan untuk memperbaiki dan menentukan tindakan pada siklus berikutnya untuk kelas yang sama, dengan guru yang sama, tindakan yang sama dengan topik yang berbeda. Aspek lain yang sama dari kegiatan PTK dan lesson study adalah pelaku kegiatan dan objek kajian pembelajaran. Pelaku kegiatan pada lesson study adalah guru, sesuai dengan definisi dari lesson study sendiri yaitu model pembinaan (pelatihan) guru melalui pengkajian pembelajaran, para guru ini berkolaborasi mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran sehingga terbangun kolegalitas dan mutual learning untuk membentuk komunitas belajar. Guru-guru ini dapat tergabung dalam MGMP ataupun LSBS disertai fasilitator (dosen) yang berperan memotivasi para guru dalam mengembangkan potensi yang dimiliki guru agar pada guru dapat maju bersama. Sama juga pada PTK pelaku kegiatan adalah guru, para guru bisa berkolaborasi dengan guru-guru lain dalam bidang studi yang sama, atau guru berkolaborasi dengan dosen. PTK juga terbuka dilakukan oleh para kepala sekolah dan para pengawas. Objek kajian pembelajaran pada PTK dan lesson study sama yaitu meliputi materi ajar, strategi/metode/model pembelajaran, LKS, media pembelajaran, setting kelas dan penilaian/asesmennya. Pada PTK untuk kepala sekolah objek kajian penelitian bisa meliputi unsur lingkungan dan unsur pengelolaan. Disamping beberapa persamaan antara PTK dan lesson study, banyak pula perbedaan yang sangat prinsip antara keduanya. Aspek yang membedakan paling penitng adalah cakupan dari kedua kegiatan ini, Lesson study punya cakupan yang lebih luas dibandingkan PTK, PTK hanya salah satu kegiatan penelitian yang dapat dilaksanakan pada kegiatan lesson study, penelitian lain seperti penelitian eksperimen, deskriptif, penelitian pengembangan, dan R and D (Research and Development) bisa dilaksanakan pada kegiatan lesson study tergantung tujuannya. Definisi dari kedua kegiatan ini pun berbeda penekanannya walaupun pada akhirnya punya tujuan yang sama yaitu meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Perbedaan penekanan ini mengarahkan pada basis yang digunakan, pada PTK berbasis penelitian sedangkan pada lesson study tidak selalu harus berbasis penelitian. Aspek lain yang berbeda adalah adanya istilah siklus pada PTK, siklus ini terus berlanjut sampai guru yakin betul bahwa tindakan yang diterapkan pada pembelajaran di kelas memberikan dampak yang baik bagi hasil dan proses belajar. Akan tetapi paling sedikit terdapat 2 siklus pada tiap PTK dimana pada satu siklus terdiri dari beberapa kali pertemuan. Pada lesson study tidak dikenal istilah siklus. Fokus pengamatan pada kedua kegiatan inipun ada sedikit perbedaan. Pada kegiatan lesson study, fokus pengamatan ditekankan pada bagaimana siswa belajar dan bukan pada bagaimana guru mengajar. Sedangkan pada PTK, selain untuk siswa, bila guru yang menjadi unsur yang diteliti, yang menjadi fokus pengamatan tentulah guru. Jadi pada PTK yang menjadi fokus pengamatan tergantung dari unsur apa yang diteliti. 2. Kenapa Masalah ini Perlu Diangkat? Dari paparan di atas penulis mencoba mengkontraskan PTK dan lesson study. Kenapa hal ini perlu diibahas secara khusus? Hal ini berkaitan dengan temuan penulis yang bertugas sebagai fasilitor (dosen pendamping lesson study) di

Siti Sriyati, Bagaimana Implementasi Penelitian Tindakan Kelas dalam Aktifitas Lessons Study? 65 beberapa sekolah di Sumedang. Telah terjadi miskonsepsi dari para guru dalam pemahaman PTK yang dilaksanakan pada kegiatan lesson study. Para guru berpendapat PTK itu harus dilaksanakan oleh guru yang sama, tindakan yang diberikan sama, pada topik yang sama di kelas yang berbeda, bahkan terkadang tindakannyapun berbeda. Padahal pada PTK yang ideal adalah, pembelajaran dilaksanakan oleh guru yang sama, di kelas yang sama dengan siswa yang sama, tindakan yang diberikan sama, pada materi yang berbeda (Suhardjono, 2010: Muslich, 2009). Penjelasan rasionalnya adalah bahwa permasalahan pembelajaran setiap kelas adalah berbeda tergantung dari siswa-siswanya. Setiap kelas mempunyai dinamika kelas yang berbeda Misalnya materi ajar tertentu tidak dianggap sulit oleh kelas A, akan tetapi dianggap sulit oleh kelas B, atau kelas A terdiri dari siswa-siswa yang aktif terlibat dalam pembelajaran, sementara siswa kelas B adalah siswa yang agak pasif. Kenapa pada PTK kita harus memberikan tindakan yang sama, oleh guru yang sama dan pada kelas yang sama? Hal ini dimaksudkan agar kita mengetahui efektifitas tindakan yang guru lakukan dengan memperhitungkan kemajuan belajar dari siswa yang sama dari siklus ke siklus agar bisa memantau kemajuan belajarnya. Apabila kita terapkan pada kelas yang berbeda, kita tidak bisa memantau kemajuan belajar siswa per siswa pada suatu kelas. Kenapa topik yang disampaikan harus berbeda? Karena tidak mungkin kita mengulang-ngulang materi ajar yang sama berkali-kali sementara target kurikulum harus terpenuhi. Agar tindakan kita tepat untuk menangani suatu permasalahan pembelajaran di kelas, pilihlah materi yang relevan atau setipe atau sejenis. Misalnya: seorang guru ingin meneliti kemampuan kerja ilmiah siswanya, tentu saja guru harus memilih topik atau materi ajar yang menuntut siswa melakukan kerja ilmiah yaitu melalui praktikum. Contohnya siklus 1 dilaksanakan pada praktikum Ekosistem tentang Aksi Interaksi yang menuntut siswa melakukan keterampilan observasi, klasifikasi, interpretasi, melaksanakan percobaan, berkomunikasi dan menyimpulkan percobaan. Pada siklus 2 dipilih topik Pencemaran Air yang kurang lebih menuntut siswa melakukan keterampilan kerja ilmiah yang sama dengan pada siklus 1. Dengan begitu penelitian bisa tetap dilaksanakan sementara target kurikulum tetap bisa terpenuhi. Kenapa miskonsepsi ini harus dibenahi? Tidak dapat dipungkiri bahwa para guru membuat PTK untuk tujuan tertentu, seperti kita ketahui bersama bahwa untuk dapat naik golongan terutama dari golongan IVa ke IVb diperlukan angka kredit dari macammacam bentuk kegiatan pengembangan profesi guru diantaranya adalah KTI (Karya Tulis Ilmiah). Salah satu bentuk dari KTI tersebut adalah PTK. Dan apabila laporan PTK yang telah dibuat digunakan untuk syarat kenaikan pangkat pihak LPMP akan menilai kelayakan PTK tersebut. Ada 35 alasan mengapa KTI (termasuk PTK) ditolak atau tidak lolos dalam penilaian. Alasan nomor 16, 17 dan 18 berkaitan dengan alasan kenapa PTK tidak lolos dalam penilaian (Suhardjono, 2010).. Alasan nomor 16 menyatakan: Laporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) namun tidak jelas (a). apa, bagaimana dan mengapa kegiatan tindakan yang dilakukan, juga (b). tidak jelas bagaimana peran hasil evaluasi dan refleksi pada penentuan siklus-siklus berikutnya. Alasan nomor 17 menyatakan: PTK namun: (a). hanya berupa laporan pembelajaran biasa, (b). tahapan dalam siklus hanya sama dengan tahapan

66 Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 19, Nomor 1, April 2014, hlm. 61-68 pembelajaran, (c). siklus kegiatan hanya dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Alasan nomor 18 menyatakan: PTK namun: (a). metode penelitian belum mengemukakan tahapan, tindakan tiap siklus dan indikator keberhasilannya tidak jelas, (b). hasil dan pembahasan belum melaporkan data lengkap tiap siklus, perubahan yang terjadi pada siswa, guru atau kelas serta bahasan terhadap keseluruhan hasil penelitian, (c). lampiran tidak/belum lengkap. Mencermati alasan-alasan penolakan atas laporan PTK yang diajukan oleh para guru untuk kenaikan pangkat, maka rasanya perlu menghindari miskonsepsimiskonsepsi yang terjadi tentang PTK yang terjadi pada para guru agar memperlancar proses kenaikan pangkat. 3. Bagaimana Mengimplementasikan PTK dalam Kegiatan Lesson Study? Agar kita memperoleh dua keuntungan sekaligus dari pelaksanaan kegiatan lesson study, kita bisa melakukan PTK ketika pelaksanaan lesson study. Kegiatan lesson study yang sudah berjalan sebelumnya berbasis MGMP maupun LSBS, di Sumedang maupun Karawang mempunyai jadwal tertentu pelaksanaanya. Pada lesson study berbasis MGMP pertemuan dilakukan 2 minggu sekali pada hari MGMP, untuk IPA adalah hari sabtu. Sedangkan pada LSBS biasanya jadwal mengenai kapan, bidang studi apa dan siapa yang menjadi guru model ditentukan oleh sekolah yang bersangkutan. Pada lesson study berbasis MGMP sejumlah guru yang mengajar bidang studi sama akan berkumpul pada hari MGMP. Pada kegiatan plan guru-guru secara berkolaborasi membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Materi yang dipilih didasarkan pada materimateri yang dianggap sulit dipahami siswa, disini guru-guru bertukar pikiran dan sharing pengalaman mengenai strategi apa mereka biasa gunakan untuk membelajarkan materi tersebut. Dari hasil tukar pikiran tersebut diharapkan menghasilkan RPP baru yang lebih baik dalam arti strategi/metode/model pembelajaran, LKS, media pembelajaran dan cara penilaian yang lebih menantang siswa untuk belajar. Apabila pada kegiatan lesson study ini akan dilaksanakan PTK, guru model harus menyiapkan instrument penelitian dengan lebih baik, menentukan tindakan yang akan diterapkan, dan memperkirakan pada topik mana lagi tindakan untuk siklus-siklus berikutnya akan dilaksanakan. Biasanya para dosen pendamping (fasilitator) membantu guru mengarahkan pembuatan instrumen yang harus disiapkan guru agar data-data yang diperlukan sesuai tindakan dapat terjaring dengan baik dan benar. Pada LSBS, guruguru bidang studi yang sama bisa berkumpul dan bekerja sama untuk merancang pelaksanaan pembelajaran dan membuat instrument PTK. Pada tahap do/implementasi pembelajaran, guru-guru observer pada kegiatan lesson study MGMP maupun LSBS bisa diminta bantuan untuk penjaring data yang diperlukan, misalnya mengamati kemampuan kerja ilmiah siswa dalam kelompok dengan berpedoman lembar observasi kinerja siswa. Dimana hal ini akan sulit dilakukan bila guru lakukannya sendiri. Hasil kegiatan see (refleksi) pada akhir kegiatan lesson study bisa dijadikan catatan-catatan guru untuk mempersiapkan tindakan pada siklus berikutnya ataupun untuk re-planning pembelajaran topik yang sama untuk kelas berikutnya. Pada siklus berikutnya dari PTK ini, kecil kemungkinan jatuh pada hari lesson

Siti Sriyati, Bagaimana Implementasi Penelitian Tindakan Kelas dalam Aktifitas Lessons Study? 67 study lagi, karena guru model hanya diberi kesempatan tampil dua kali untuk mengajar materi sama pada kelas berbeda, sehingga kemungkinan guru melakukan PTK siklus berikutnya secara mandiri (tidak dalam kegiatan lesson study). Akan tetapi hal ini bukan merupakan kendala bagi guru untuk melanjutkan PTKnya, guru bisa berkolaborasi dengan guru bidang studi yang sama di sekolahnya atau dengan guru dari sekolah lain yang berdekatan lokasinya untuk secara bergantian berpartner dan bergantian melakukan PTK, sesuai dengan permasalahan pembelajaran pada masingmasing kelas yang dipegangnya. Di bawah ini akan disajikan contoh PTK yang pernah dilakukan pada kegiatan lesson study di salah satu SMA di Sumedang (LSBS) yang mempunyai kelas akselerasi. Siswa-siswa pada kelas akselerasi ini adalah anak-anak pilihan yang pandai-pandai. Yang melatar belakangi PTK ini adalah bahwa siswasiswa pandai ini belajar dengan cara di drill materi, karena target kurikulum 3 tahun harus selesai dalam jangka waktu 2 tahun. Siswa-siswa tersebut jarang dibelajarkan dengan strategi belajar yang melatih kemampuan mereka melakukan kerja ilmiah. Padahal kita tahu hakikat pembelajaran IPA adalah produk dan proses Cain dan Evans (1990) dalam Rustaman, N. dkk.(2003). Berdasarkan latar belakang tersebut guru berkeinginan untuk membelajarkan siswa dengan melatih kemampuan mereka dalam merencanakan dan melaksanakan percobaan. Pada tahap plan, guru-guru biologi berkolaborasi dengan dosen mempersiapkan rancangan pembelajaran, strategi/metode/model pembelajaran, media pembelajaran dan instrumeninstrumen untuk menjaring data yang diperlukan. Materi yang dipilih adalah Keanekaragaman Gen pada siklus I dan Keanekaragaman Jenis pda siklus II. Tindakan yang diberikan adalah memberikan LKS yang bersifat terbuka yang menuntut siswa melakukan kerja imiah dalam merencanakan dan melaksanakan percobaan. Indikatorindikator merencanakan dan melaksanakan percobaan meliputi kesesuaian tujuan dan kesimpulan percobaan yang dibuat siswa, menentukan alat bahan, langkah-langkah percobaan, menentukan jumlah kriteria keanekaragaman gen dan jenis, kemampuan membuat tabel dan grafik, dan kemampuan siswa mengerjakan soalsoal KPS (Keterampilan Proses Sains). Adapun instrumen penelitian ini berupa laporan praktikum, tabel dan grafik hasil pengamatan dan kesimpulannya yang ditulis siswa per kelompok dalam sehelai kertas karton, dan hasil tes siswa dengan soal-soal KPS (Sriyati dan Gustini, 2008) Pada tahap do, pembelajaran siklus I dengan topik Keanekaragaman gen berlangsung pada waktu kegiatan lesson study dengan diikuti oleh 12 orang observer yang terdiri dari guru-guru di sekolah bersangkutan dan dosen. Pada akhir pembelajaran siswa mengumpulkan rancangan percobaan dan hasil pelaksanaan praktikum yang isinya meliputi tujuan praktikum, bahan dan alat praktikum, langkah-langkah praktikum, hasil pengamatan dan jawaban pertanyaan-pertanyaan pada LKS serta kesimpulan praktikum kenekaragaman gen. Setelah selesai praktikum siswa diberikan tes dengan soal-soal keterampilan proses. Pada tahap refleksi (see) dilakukan diskusi antar guru mengenai proses pembelajaran yang telah terjadi, terungkap hal-hal yang masih perlu ditingkatkan pada pembelajaran di siklus 2 diantaranya adalah: pengelolaan waktu, pemberian penghargaan kepada siswa masih kurang diperhatikan, tujuan, alat dan bahan serta langkah kerja yang dibuat siswa hendaknya dibahas guru. Masukkan-

68 Jurnal Pengajaran MIPA, Volume 19, Nomor 1, April 2014, hlm. 61-68 masukkan dari pada observer menjadi catatan penting untuk memperbaiki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada siklus 2 pada materi klasifikasi gen. Pelaksanaan siklus 2 dilakukan di luar kegiatan lesson study, setelah kembali guru-guru biologi melakukan kolaborasi menyusun RPP. Pembelajaran hanya disaksikan oleh teman-teman guru yang mengajar biologi di sekolah tersebut, berpedoman pada RPP hasil perbaikan siklus 1, tindakan yang diberikan masih sama yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam merencanakan dan melaksanakan percobaan, karena dari hasil pengolahan data instrumen, masih ada kelemahan siswa dalam menentukan alat dan bahan, menentukan langkahlangkah praktikum dan kemampuan menyajikan data dalam tabel dan membuat grafiknya. Setelah dilakukan refleksi ternyata terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam merencanakan dan melaksanakan percobaan sehingga PTK dianggap sudah cukup sampai siklus 2. Dari pemaparan contoh PTK di atas kita bisa lihat bahwa PTK sangat mungkin dilakukan pada kegiatan lesson study terutama pada pelaksanaan siklus 1, siklus lainnya dapat dilakukan di luar kegiatan lesson study dengan cara berkolaborasi dengan guru-guru bidang studi di sekolah yang sama atau guru-guru bidang studi yang berasal dari sekolah yang berdekatan. Dan secara bergiliran melakukan PTK. Semoga tulisan ini semakin memperjelas kedudukan PTK dalam kegiatan lesson study yang selama ini sering dipertanyakan oleh sebagian orang. Hendayana, dkk. (2006). Lesson Study: Pengalaman IMSTEP-JICA. Bandung: UPI Press. Hendayana, dkk. (2009). Lesson Study Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Rizqi Press Muslich. (2009). Pedoman Praktis Bagi Guru Profesional. Melaksanakan PTK Penelitian Tindakan Kelas itu Mudah. Classroom Action Research. Jakarta: Bumi Aksara Rustaman, dkk. (2003). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. Suhardjono. (2010). Pola dan Stategi Penelitian Tindakan Kelas dalam Pengembangan Profesi Guru. Makalah pada Seminar Karya Tulis Ilmiah dalam Pengembangan Profesi Guru Melalui Penelitian Tindakan Kelas. LPPM UPI. 24 April 2010. Sriyati dan Gustini. (2008). Excavate the Ability of Gifted and Talented Students to Plan and to do Experiment Through Lesson Study in SMA 1 Sumedang. Makalah ICLS I. FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia. 31 Juli-1 Agustus 2008. Suyanto. (1997). Pengenalan Penelitian Tindakan. Jogjakarta:UKMP. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, dkk. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.