KONSEP PENANGANAN SAMPAH TL 3104

dokumen-dokumen yang mirip
Konsep penanganan sampah dengan sistem koperasi. Oleh Kelompok 9

Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat. Oleh: Siti Marwati, M. Si Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY

Bagaimana Solusinya? 22/03/2017 PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI KOTA CIAMIS PENGERTIAN SAMPAH

PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH ELI ROHAETI

KAJIAN MODEL PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS DI KECAMATAN WONOCOLO KOTA SURABAYA)

CARA MEMBUAT KOMPOS OLEH: SUPRAYITNO THL-TBPP BP3K KECAMATAN WONOTIRTO

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN

BAB VI PENGELOLAAN SAMPAH 3R BERBASIS MASYARAKAT DI PERUMAHAN CIPINANG ELOK. menjadi tiga macam. Pertama, menggunakan plastik kemudian

1. Starter dengan larutan gula

BAB V KESIMPULAN 5.1 Kesimpulan

PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI TATAJER

BAB V IMPLEMENTASI PROGRAM KOMPOSTING RUMAH TANGGA

KKN ITATS Tahun Kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos. Disiapkan oleh Taty Alfiah, ST.MT

TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK

Pembuatan Kompos Limbah Organik Pertanian dengan Promi

PEDOMAN PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI 3R UNTUK KADER LINGKUNGAN

EVALUASI SISTEM PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH DI KOTA TRENGGALEK

KERJA SAMA BISNIS PENDIRIAN BANK SAMPAH MODEL BARU

PENGOLAHAN SAMPAH SUNARYO HADI WARSITO

Lampiran IA Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 12/SE/M/2011 Tanggal : 31 Oktober 2011

POTENSI PENERAPAN PRINSIP 3R DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN SISTEM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)

KAJIAN MODEL PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN WONOCOLO KOTA SURABAYA

Perencanaan Material Recovery Facility Di Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Lampiran 1 TAHAP PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR

PENGOLAHAN SAMPAH MINGGU 3 SAMPLING TIMBULAN. Disiapkan oleh: Bimastyaji Surya Ramadan - Institut Teknologi Yogyakarta -

BAB I PENDAHULUAN. ditanggung alam karena keberadaan sampah. Sampah merupakan masalah yang

SATUAN ACARA PENYULUHAN. Sub Pokok Bahasan : Pegelolaan Sampah : Masyarakat RW 04 Kelurahan Karang Anyar

KAJIAN PELUANG BISNIS RUMAH TANGGA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH

1

PENGELOLAAN PERSAMPAHAN

BAB III METODE PERENCANAAN

BAB VII ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN UPS MUTU ELOK. Jumlah Timbulan Sampah dan Kapasitas Pengelolaan Sampah

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. diperoleh peneliti yaitu dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota

DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN KARANGANYAR

PENGOLAHAN SAMPAH SEDERHANA. widyagama mahakam

ADLN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN. 13 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan reduce, reuse, dan recycle melalui

PEMERINTAH KOTA DENPASAR TPST-3R DESA KESIMAN KERTALANGU DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA DENPASAR

III. METODE PENELITIAN. Kecamatan Medan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat kira-kira 12 m dpl,

KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH KELUARGA UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN SUNGAI (STUDI KASUS RW 07 KELURAHAN CIBEUREUM, KECAMATAN CIMAHI SELATAN)

III. METODOLOGI PENELITIAN

KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN BUBUTAN SURABAYA

1. Pendahuluan ABSTRAK:

KUESIONER PENELITIAN

Prosiding SNaPP2011 Sains, Teknologi, dan Kesehatan.

Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

PENGAMBILAN DAN PENGUKURAN CONTOH TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH BERDASARKAN SNI (STUDI KASUS: KAMPUS UNMUS)

PENDAHULUAN. Sedangkan pads Bokashi Arang Sekam setelah disimpan selama 4 minggu C/N rationya sebesar 20.

INVENTARISASI SARANA PENGELOLAAN SAMPAH KOTA PURWOKERTO. Oleh: Chrisna Pudyawardhana. Abstraksi

BAB I PENDAHULUAN. PPK Sampoerna merupakan Pusat Pelatihan Kewirausahaan terpadu yang

BANK SAMPAH RANGGA MEKAR : BERKAT SAMPAH MENUAI BERKAH. Oleh : Budi Budiman, S.Hut, M.Sc Penyuluh Kehutanan Pusat

TUGAS AKHIR Perencanaan Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Rungkut Kota Surabaya YOANITA PUSPITA RATIH

I. PENDAHULUAN Latar Belakang. kapasitas atau jumlah tonnasenya. Plastik adalah bahan non-biodegradable atau tidak

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. sembarangan karena tidak memenuhi persyaratan dapat menimbulkan

SONNY SAPUTRA PEMBIMBING Ir Didik Bambang S.MT

Oleh : Yahumri BALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN (BPTP) BENGKULU

Gambar 2.1 organik dan anorganik

Mesin Pemisah dan Pencacah Sampah Organik dan Plastik Untuk Bahan Kompos

PERENCANAAN MATERIAL RECOVERY FACILITY SECARA MANUAL DI TPA BULUSAN BANYUWANGI

BAB II KAJIAN PUSTAKA

PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA DI DESA PENYARING. Universitas Samawa

PENDAMPINGAN PEMBUATAN RUMAH PUPUK KOMPOS DI KAMPUNG BELAKANG KAMAL JAKARTA BARAT

E. Manfaat Penelitian 1. Memberikan informasi mengenai sistem pengelolaan sampah yang dilakukan di

BAB I PENDAHULUAN. Penampungan Sampah Sementara (TPS) untuk selanjutnya dibuang ke. yang muncul berkepanjangan antara pemerintah daerah dan masyarakat

IPTEK BAGI MASYARAKAT (I b M) RW IV DAN RW VI KELURAHAN KRAPYAK SEMARANG DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK ORGANIK

Pengelolaan Sampah Terpadu. Berbasis Masyarakat Kelurahan Karang Anyar

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. 1. Gambaran Umum Dusun Kaliabu RW 13 dan Bank Sampah Karesma

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN BERAT JENIS DAN KOMPOSISI SAMPAH

PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH PADAT ORGANIK YANG TIDAK TERPAKAI ( LIMBAH SAYURAN KANGKUNG, KOL, DAN KULIT PISANG )

Bab IV Hasil Dan Pembahasan

SATUAN TIMBULAN, KOMPOSISI DAN POTENSI DAUR ULANG SAMPAH PADA TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH TANJUNG BELIT KABUPATEN ROKAN HULU

PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KATINGAN NOMOR : 3 TAHUN 2016 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 46 TAHUN 2016 WALIKOTA DEPOK PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN WALIKOTA DEPOK NOMOR 46 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Selain karena pengelolaannya yang kurang baik, budaya masyarakat. Gambar 1.1 Tempat Penampungan Sampah

PEMBUATA KOMPOS DARI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

LOMBA KEBERSIHAN ANTAR RUKUN TETANGGA SE- BOGOR

BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Serta peraturan di indonesia memang agak rumit, dan tidak benar-benar

KISI-KISI SOAL UJI COBA TEMA SAMPAH DAN PENANGGULANGANNYA (TES PENGUASAAN KONSEP)

PEMBUATAN BIOEKSTRAK DARI SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN UNTUK MEMPERCEPAT PENGHANCURAN SAMPAH DAUN

Potensi Penerapan Pengelolaan Sampah Permukiman Berbasis 3R di Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang

BAB V DINAMIKA PROSES AKSI. A. Menumbuhkan Kreativitas dalam Pengelolaan Sampah menjadi

STUDI PENGELOLAAN SAMPAH BANDARA HASANUDDIN. Yemima Agnes Leoni 1 D Mary Selintung 2 Irwan Ridwan Rahim 3 1

Pengelolaan Sampah Berbasis Zero Waste Skala Rumah Tangga Secara Mandiri

PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KOMPOSTER SEDERHANA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Departemen

PERENCANAAN MATERIAL RECOVERY FACILITY DI KECAMATAN SUKOLILO- SURABAYA

Bahan-bahan : 1) Bahan-bahan organik 2) Mikro Organisme Lokal (MOL) 3) Larutan gula merah / gula pasir 4) Dedak / bekatul

SPM Standar Pelayanan Masyarakat. Standar Pelayanan Masyarakat pada Pasar Rakyat

BAB II TINJAUAN UMUM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT. Lingkungan hidup manusia adalah jumlah semua benda dan kondisi yang

Kelompok 3: Konsep Penanganan Sampah yang Bersinergi dan Terpadu antara Sektor Formal (Pemerintah Kota) dengan sektor informal PENGELOLAAN SAMPAH

BAB III METODE PENELITIAN

OLEH : SIGIT NUGROHO H.P

BAB VIII ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI UPS MUTU ELOK. Proyek UPS Mutu Elok diawali pada tahun 2005 dan memulai produksi

EVALUASI PROSES KOMPOSTING DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKSI KOMPOS

MAKALAH PROGRAM PPM. Pemilahan Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Yang Baik

Transkripsi:

KONSEP PENANGANAN SAMPAH TL 3104 Environmental Engineering ITB - 2010

KELOMPOK 2 Dian Christy Destiana 15308012 Vega Annisa H. 15308014 Ratri Endah Putri 15308018 M. Fajar Firdaus 15308020 Listra Endenta S. 15308063 Antonius Priyo S. 15308065 Dinda Fauzani 15308067 Aziz Kurniawan 15308069 Irrena Ramahadi 15308071

Konsep Penanganan Sampah dilakukan di : Kel. Lebak Gede RW 7, 8, 9, dan 10

Konsep Penanganan Sampah Secara Umum Sampah Organik Anorganik Dapat Dikomposkan Tidak Dapat Dikomposkan Tidak Dapat Didaur Ulang Dapat Didaur Ulang Komposter TPS Bank Sampah

SOSIALISASI

Sasaran Utama : Ibu Rumah Tangga (IRT) Karena : Sebagian besar proses pengolahan sampah dapur dikuasai oleh IRT Ibu Rumah Tangga berpotensi besar dalam pengolahan sampah lain, seperti daur ulang, dsb. Sosialisasi dilakukan berkala : 1 minggu sekali ketika kumpul Ibu PKK atau 1 bulan sekali ketika arisan Target kedua : bapak-bapak Karena : Turut memicu penerapan teknologi pada konsep pengolahan sampah. Sosialisasi dilakukan setelah kerja bakti warga ataupun rapat warga.

Mengapa sosialisasi dilakukan pada Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak?? Agar edukasi mengenai pengolahan sampah dini pada anak dapat terwujud. Sosialisasi dapat dibagi sesuai jumlah RW dan dapat berbentuk teori atau praktek.

PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK BANK SAMPAH

Sampah Kota Sampah Masalah Memiliki nilai ekonomi Pengurangan Dapat dijual & didaur ulang

Sampah Kota Sampah merupakan masalah karena jumlah dan volumenya yang besar Untuk itu perlu dilakukan pengurangan Sampah masih memiliki nilai ekonomis Sampah dapat dijual maupun didaur ulang kembali

Sampah Kota Komposisi sampah berdasarkan volume menunjukkan bahwa komposisi terbesar dimiliki oleh kemasan, organik, dan kertas. Sampah tersebut masih memiliki nilai ekonomi, baik untuk dijual (anorganik) maupun didaur ulang (organik). Komposisi Sampah Berdasarkan Volume 2,17% 63,04% 6,52% 0 0,01% 21,74% 6,52% Organik Kertas Kemasan Tetrapack Lain-lain Baterai

BANK SAMPAH Merupakan sarana untuk melakukan gerakan hijau pengelolaan sampah dan pendidikan gemar menabung untuk masyarakat Tiga komponen penting Bank Sampah: Teller Penabung/nasabah Pengepul Jenis sampah yang dapat disetor: Organik Anorganik (kertas, plastik kemasan, logam, kemasan, B3, botol plastik, gelas plastik)

Mekanisme Penabungan: Individual Pemilahan sampah oleh warga Masyarakat secara individu mendaftar sbg nasabah di Bank Sampah Tiap nasabah memiliki buku tabungan Tabungan berupa sampah anorganik Sampah anorganik dipilah ditimbang dicatat pada buku tabungan Uang hasil penjualan dapat diambil setelah 3 bulan menabung Hasil penjualan menjadi milik pribadi Warga menabung sampah terpilah Pelayanan penabung oleh petugas Bank sampah Pendapatan Individu Diambil oleh penabung Pencatatan, penimbangan, dan pemasukan sampah pada locker di bank sampah Penjualan ke pengepul Petugas memasukkan hasil penjualan dalam buku tabungan

Bank Sampah Pembangunan Bank Sampah terletak di RW 7 karena letaknya yang berdekatan dengan TPS Di samping Bank Sampah terdapat Mig Decomposter untuk pengelolaan sampah organik menjadi kompos

Lokasi Bank sampah 1 m 1 m 1 m 1 m 1 m Meja dan timbangan 1 m 1 m Denah Bank Sampah. Skala 1:50

Dengan adanya konsep Bank Sampah ini, diharapkan: Jumlah sampah akan tereduksi hingga 80% Sampah yang diangkut ke TPS hanya sekitar 20% Sampah yang diangkut merupakan sampah yang tidak layak daur ulang (sampah lain-lain, sampah kotor dan basah atau rusak)

SISTEM PENANGANAN SAMPAH ORGANIK Pengomposan

Pendahuluan komposting secara komunal maupun individu. Karena sampah yang dihasilkan tiap harinya cukup banyak dan lahan yang tersedia terbatas sistem komposting yang dipilih adalah dengan menggunakan pengomposan dalam tanah, dengan menggunakan MiG decomposer.

Pendahuluan Untuk pengomposan secara individu, ruang dalam tanah disesuaikan dengan luas halaman rumah yang tersedia. Sementara untuk komunal,pengolahan sampah organik akan dilakukan di sebelah bank sampah (tempat penanganan sampah anorganik).

Teknik Pengomposan MiG Decomposer merupakan kultur campuran dalam medium cair berwarna coklat yang terdiri dari beberapa mikroorganisme yang menguntungkan bagi kesuburan tanah. Adapun jenis mikroorganisme yang berada dalamnya antara lain : Azotobacter sp., Azospirillum sp., Lactobacillus sp., mikroba pelarut phosphate mikroba selulolitik serta Pseudomonas sp.

Kelebihan MiG Decomposer memfermentasi bahan organik dalam tanah atau sampah MiG Decomposer juga berperan untuk merangsang perkembangan mikroorganisme tanah setempat (indigenous) yang menguntungkan bagi kesuburan tanah

Pemilahan dan Pewadahan sampah organik dan anorganik. Sampah yang termasuk ke dalam sampah organik adalah sisa makanan, dedaunan, kotoran hewan, dan sampah yang dapat membusuk lainnya. Sampah yang termasuk ke dalam jenis sampah anorganik adalah plastik kresek, botol bekas minuman, kaleng, tetrapack, dan sampah lain yang tidak dapat membusuk.

Bentuk tempat pengomposan Berbentuk lubang. (+) : mudah dalam pembuatan dan sampah organik yang akan dikomposkan tinggal dijatuhkan saja. (-) : jika musim hujan, air akan mengenang pada lubang. Bak yang terbuat dari material seperti batu bata, bambu, kayu, dll. (+) : tidak akan tergenang saat musim hujan. (-) : memerlukan biaya cukup mahal untuk membuat dinding. Pada permukaan tanah timbulan langsung ditempatkan di atas tanah tanpa lubang atau dinding, hanya ditutupi terpal. (+) : pengadukan lebih mudah dan tidak akan tergenang saat musim hujan.

Dipilih opsi 2 Paling baik untuk wilayah yang padat penduduk, seperti di Kelurahan Lebak Gede Opsi 2 Menggunakan bak yang terbuat dari material seperti batu bata, tembok, bambu, kayu, dll Alasan: Tempatnya tersembunyi sehingga baik secara estetika. Tidak terpengaruh dengan musim hujan sehingga pengomposan bisa dilakukan kapan saja. Tempat pengomposan bisa dibangun secara individu dan komunal disesuaikan dengan lahan yang ada. Dipilih pengomposan secara komunal untuk memudahkan warga Di pilih tempat pengomposan di RW 7 sebelah bank sampah. Karena lahan kosong yang ada cukup luas.

Pengomposan pada Bank Sampah Sampah organik dari gerobak Diangkut petugas Pemilahan Minggu ke-6 pengomposan selesai Sebagian dipakai untuk penghijauan taman Sebagian dijual (Rp1000-1500/kg). Hasilnya untuk operasional bank sampah 2 minggu sekali sampah diaduk Yang mudah membusuk dimasukkan dalam lubang pengomposan

Skema Areal Pengomposan yang Ada di Sebelah Bank Sampah Total sampah organik yang mau diolah sebanyak 1,3608 m 3 atau 605,556 kg Luas lahan lahan pengomposan : minimal 32,4 m 2 Kedalaman 1,5 m

Langkah Desain Lubang Pengomposan Total sampah organik per hari yang dapat dikomposkan : 1,3608 m 3 (605,556 kg) Timbulan sampah per minggu : 9,5256 m 3 Volume lubang harus sama atau lebih besar dari angka ini. Dipilih dimensi lubang sebesar 1,5 x 2,75 x2,5 m volume 10,3 m 3 Proses pengomposan terjadi selama 6 minggu maka dibuat 6 lubang. Jadi 1 lubang dipakai untuk mengolah sampah organik selama 1 minggu.

Cara Pembuatan Kompos 1. Buat larutan MiG Decomposer (1 ll MiG Decomposer +10 L air), diamkan sebentar cukup untuk mengkomposkan 1 ton sampah organik Agar pengomposan lebih cepat, sampah dicacah dahulu sebelum dimasukkan dalam lubang pengomposan. Semprotkan larutan Agrobost tiap ketebalan 20 cm sampai maksimum ketinggian 1,5 meter Cek tiap 2 minggu. Pengomposan berjalan baik bila terjadi penyusutan volume dan bila dipegang terasa panas. Aduk aduk sampai rata Kompos yang telah matang berwarna coklat kehitaman, tidak berbau, lunak, dan temperatur pada ke suhu kamar.

Pemilahan & Pewadahan Pengolahan agar menjadi lebih mudah Pengolahan Sampah Penyuluhan kepada masyarakat Pentingnya pengolahan terutama pemilahan dan pewadahan Berdasarkan karakteristik sampah Pemilahan & pewadahan

Pemilahan dan pewadahan dingunakan agar proses pengolahan menjadi lebih mudah. Untuk itu, dibutuhkan penyuluhan kepada warga mengenai jenisjenis sampah dan pentingnya pemilahan. Sampah Organik Anorganik

Sampah Sistem pemilahan dan pewadahan dilakukan sehingga sampah yang dibuang ke TPS berkurang Dapat membusuk Organik Makanan Dedaunan Kotoran Hewan Tidak Dapat membusuk Anorganik Plastik Botol Tetrapack

Sistem Pengumpulan Rumah Dikumpulkan dengan gerobak sampah Bank Sampah TPS Dari rumah sampah yang telah dipilah oleh masyarakat, petugas sampah akan menggangkut sampah menggunakan gerobak sampah. Gerobak akan disekat menjadi 2 bagian, yaitu untuk sampah organik & anorganik. Setelah itu sampah diangkut ke bank sampah untuk dipilah & dijadikan kompos. Sampah organik yang tidak dapat dijadikan kompos diangkut ke TPS

Gerobak Sampah Yang Disekat Organik Anorganik