BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB XIV PEKERJAAN KONSTRUKSI ATAP

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Bangunan

BAB I SYARAT SYARAT PENAWARAN

Metode Pelaksanaan Pembangunan Jalan Lingkungan Datuk Taib Desa Leuhan < SEBELUMNYA BERIKUTNYA >

BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG

RSU KASIH IBU - EXTENSION STRUKTUR : BAB - 06 DAFTAR ISI PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA 01. LINGKUP PEKERJAAN BAHAN - BAHAN..

METODE PELAKSANAAN PAKET PEKERJAAN : PEMBANGUNAN PERUMAHAN RAKYAT DI PAPUA LOKASI : KABUPATEN WAROPEN.

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 12 DAFTAR ISI PEKERJAAN PENGECATAN

Laporan Kerja Praktik Nusa Konstruksi Enjiniring - Proyek Apartemen Ciputra International Tower 4&5 BAB 3 TINJAUAN UMUM PROYEK

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen

PENGAMATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN INTERIOR DINDING DAN PLAFOND OLEH : YUNA ARIFAH PRESENTASI LAPORAN KERJA PRAKTEK

DAFTAR HARGA SATUAN ANALISA PEKERJAAN

BAB XV PEKERJAAN CAT

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS

BAB IV METODE PENGECORAN KOLOM, DINDING CORE WALL, BALOK DAN PLAT LANTAI APARTEMENT GREEN BAY PLUIT LANTAI 15 - LANTAI 25

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

SPESIFIKASI TEKNIS. Pasal 1 JENIS DAN LOKASI PEKERJAAN

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

KEMENTERIAN AGAMA MADRASAH IBTIDA YA NEGERI WALIMPONG KAB. BONE PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN Jalan Poros Palattae - Lappariaja

DINDING DINDING BATU BUATAN

RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) REKAPITULASI AKHIR

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH

REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA

Bab VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS

Laporan Tugas Akhir Rekayasa Nilai Pembangunan RS Mitra Husada Slawi 29

BAB XVI PEKERJAAN CAT

Pelaksanaan Pekerjaan Balok Dan Plat Lantai Pada Gedung 2 Lantai 5 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan

ANALISA HARGA SATUAN

BONDEK DAN HOLLOW CORE SLAB

RANGKA ATAP BAJA RINGAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB VII TINJAUAN PELAKSANAAN PEKERJAAN CORE WALL

ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN. Nomor : Add. 02/03/PK/Indag.01/ULP-HB/VII/2015. Tanggal : 22 Juli untuk Pekerjaan PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT

Achmad Rifki Fauzi TEKNIK PERENCANAAN SIPIL DAN ARSITEKTUR

PEMERINTAH KABUPATEN.. DINAS PENDIDIKAN SMKNEGERI. UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PELAJARAN :

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. pengamatan struktur plat lantai, pengamatan struktur core lift.

URAIAN. Tenaga Oh Tukang 90, Oh Kepala Tukang 110, Oh Pekerja 75, Oh Mandor 120,000.

A. METODE PELAKSANAAN GEDUNG 2 TINGKAT PONDASI TIANG PANCANG. Adapun metode pelaksanaan yang digunakan adalah sebagai berikut:

Cara menghitung Volume pekerjaan : I. Pekerjaan Awal

(Ir. Hernu Suyoso, MT., M. Akir.) A. Komponen Jembatan. 1. Tipe Jembatan. a) Jembatan Pelat Beton Berongga. b) Jembatan Pelat. c) Jembatan Girder

BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN

INOVASI PERUBAHAN PLAT LANTAI PEKERJAAN FISIK PEMBANGUNAN GEDUNG TERMINAL BANDARA SULTAN THAHA JAMBI

PENGAMATAN PEKERJAAN FINISHING DINDING, LANTAI DAN PLAFON PADA BANGUNAN OFFICE AT PASAR BARU.

BAB XII PEKERJAAN KUNCI DAN PENGANTUNG

PERLENGKAPAN HUBUNG BAGI DAN KONTROL

BAB VI KEMAJUAN PEKERJAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK. tahapan tahapan tertentu dalam pengerjaannya. Berlangsungnya kemajuan

BAB V METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN. Dalam melaksanakan suatu proyek konstruksi, diperlukan adanya suatu

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Plafon juga sering disebut langit-langit merupakan komponen

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

B. BENTUK, FORMAT DAN ISI FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKAT LAIK FUNGSI

MANUAL APLIKASI DINDING LUAR. Versa Board 10 & 12 mm

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN PADA STRUKTUR ATAS. Pada sebuah pelaksanaan konstruksi, banyak sekali pihak-pihak yang

BAB IV HASIL DAN ANALISIS. Data ketidaksesuaian atau defect atau punch list yang terjadi pada 8 proyek yang

PERSYARATAN TEKNIS PEKERJAAN MEUBELAIR

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. terhitung mulai dari tanggal 07 Oktober 2013 sampai dengan 07 Desember 2013

KONSTRUKSI PLAFON ATAU LANGIT-LANGIT

METODE PELAKSANAAN Pekerjaan Bekisting Raka Pratama

BAB XII DINDING KAYU DAN PLAFON

BAB V METODE PELAKSANAAN STRUKTUR ATAS

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. sebuah lahan sementara di sebuah proyek bangunan lalu dipasang pada proyek

BAB VII TINJAUAN KHUSUS

Struktur dan Konstruksi II

WORKING PLAN SIMPLE WALL SHELF S001

DAFTAR ISI. Halaman Judul Pengesahan Persetujuan ABSTRAK ABSTRACT KATA PENGANTAR

PERMASALAHAN STRUKTUR ATAP, LANTAI DAN DINDING

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB ) REDESAIN GEDUNG PENGADILAN AGAMA MUNGKID MAGELANG TAHUN 2012

Diproduksi oleh: PT. Bangunperkasa Adhitamasentra Distributor: PT. Ciptapapan Dinamika SISTEM SAMBUNGAN FLUSH JOINT

STUDI ANALISIS DAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PERKUATAN SAMBUNGAN PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA CANAI DINGIN TERHADAP LENDUTANNYA

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR ATAS. Proyek pembangunan Aeropolis Lucent Tower dibangun dengan

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

STUDI PENGGUNAAN BAJA RINGAN SEBAGAI KOLOM PADA RUMAH SEDERHANA TAHAN GEMPA PRAYOGA NUGRAHA NRP

REKAPITULASI ANGGARAN BIAYA. NO. URAIAN PEKERJAAN JUMLAH HARGA (Rp)

BAB VII TINJAUAN KHUSUS CORE WALL

KOP PERUSAHAAN R E K A P I T U L A S I

BAB I PENDAHULUAN. Teknologi Besi Dan Baja. A. Sejarah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

b. Komponen D2 Berat komponen adalah 19,68 kg Gambar 65. Komponen D1 Gambar 66. Komponen D2

KONSTRUKSI PINTU JENDELA KONSTRUKSI PINTU JENDELA

PEKERJAAN PERAKITAN JEMBATAN RANGKA BAJA

STRUKTUR BAJA Fabrikasi komponen struktur baja. a. Komponen sambungan struktur baja; 1) Baja profil. 2) Baja pelat atau baja pilah

Cara menghitung Volume pekerjaan Untuk bangunan sederhana Di susun oleh : Gazali Rahman, ST

Laporan Tugas Akhir Rekayasa Nilai Pembangunan RS Mitra Husada Slawi 1

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. lift di cor 2 lantai diatas level plat lantai. Alasan menggunakan metode perlakuan core sebagai kolom adalah :

PRODUK BAHAN AJAR JOBSHEET PEMBELAJARAN PRAKTIK KERJA BETON OLEH: DR. V. LILIK HARIYANTO

BABV PELAKSANAAN PEKERJAAN. perencana. Dengan kerjasama yang baik dapat menghasilkan suatu kerja yang efektif

BAB 8 RENCANA ANGGARAN BIAYA

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI BALOK BETON PRATEGANG DI PROYEK WISMA KARTIKA GROGOL

GAMBAR : PEMBANGUNAN BARU GEDUNG ICU/ICCU

DAFTAR ANALISA SNI DINAS PU CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN JEMBER TAHUN ANGGARAN 2012

SURAT PERJANJIAN KERJA

BAB VII PEMBAHASAN TINJAUAN KHUSUS

BAB IV ANALISA PERBANDINGAN DATA TEKNIS PADA PASANGAN DINDING BATA DENGAN DINDING PARTISI

Transkripsi:

BAB XIII PEKERJAAN PLAFOND DAN DINDING PARTISI Pasal 1 : Material Plafond 1. Material utama plafond adalah GYPSUM BOARD 9 MM DAN ACRILYC 5 MM dengan ukuran panel standard adalah 1220 mm x 2440 mm. 2. Material plafond adalah hasil produksi pabrik dengan kualitas terbaik dan harus mempunyai Merk Dagang. 3. Pada setiap lembaran GYPSUM BOARD/ Acrilyc harus dicantumkan merk dagang, ukuran lembar dan ketebalan lembaran. 4. Kontraktor Pelaksana harus mengajukan contoh material untuk disetujui oleh Konsultan PENGAWAS. 1. Material plafond yang didatangkan kelokasi pekerjaan tidak boleh dalam keadaan cacat dan rusak. Pasal 2 : Alat Sambung 1. Alat Sambung Plafond untuk rangka plafond dari Metal atau Baja Ringan adalah Paku Sekrup dengan lapisan anti karat atau galvanis. 2. Jarak maksimum antara sekrup tidak boleh lebih dari 200 mm pada sisi papan dan tidak lebih dari 300 mm pada bagian tengah papan. 5. Kontraktor Pelaksana harus mengajukan contoh material untuk disetujui oleh Konsultan PENGAWAS. 1

Pasal 3 : Rangka Plafond Baja Ringan 1. Untuk material Rangka plafond GYPSUM/ Acrilyc adalah BAJA RINGAN dari jenis ZINCALUME STEEL product BLUESCOPE INDONESIA atau setara 2. Ukuran dan dimensi rangka plafond adalah sesuai dengan standard yang ditetapkan pleh Pabrik. 3. Bentuk Profil material rangka Plafond adalah bentuk HOLLOW atau bentuk lain yang dianjurkan oleh pabrik dengan persetujuan Konsultan PENGAWAS. 4. Kontraktor Pelaksana harus mengajukan contoh material untuk disetujui oleh Konsultan PENGAWAS. 5. Kontraktor Pelaksana juga harus menyerahkan Garansi Resmi dari Pabrik yang minimal menjelaskan tentang daya tahan dan kekuatan material. 6. Cara pemasangan harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang dianjurkan oleh Pabrik. 7. Pabrik melalui Kontraktor Pelaksana harus menempatkan tenaga ahli khusus dilokasi pekerjaan untuk mengawasi pekerjaan pemasangan rangka plafond yang dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana. 3. Pemasangan rangka plafond harus sesuai dengan Gambar Pola pemasangan rangka plafond dalam Gambar Bestek. 4. Rangka plafond harus dijangkarkan dengan baik pada dinding, ring balok dan konstruksi kuda-kuda. 5. Hasil pemasangan rangka plafond harus benar-benar rata dan elevasi dengan permukaan lantai. 6. Harus ada koordinasi yang baik antara pekerja pemasangan rangka plafond dengan pekerja Instalasi Listrik. 2

Pasal 4 : List Profil Plafond 1. List Profil Plafond pada pinggir-pinggir pemasangan material plafond GYPSUM BOARD 9 MM adalah dari material Gypsum ukuran 9,5/15 cm. Material plafond acrilyc pada lantai 1 dan 2 tidak diberikan profil atau polos. Khusus lantai 3, material acrilyc pada pinggir material plafond di buat sudut melengkung. 2. Model dan bentuk List Profil Plafond harus sesuai dengan model dan bentuk yang ada dalam Gambar Bestek. 3. Kontraktor Pelaksana harus mengajukan contoh material untuk disetujui oleh Konsultan PENGAWAS. Pasal 5 : Pengantung Rangka Plafond 1. Pengantung rangka plafond adalah besi tulangan polos diameter 10 mm dengan ujung mempunyai kait dari plat tebal 5 mm dan baut jangkar 3/8 atau paku kayu ukuran 3 untuk tambatan ke lagurlagur rangka plafond kayu. 2. Penjangkaran pengantung plafond ke plat lantai beton bertulang harus sudah dikerjakan pada saat pengecoran plat lantai sedang dikerjakan. 3. Penjangkaran pengantung plafond ke plat lantai beton bertulang setelah plat lantai dikerjakan dengan alasan apapun tidak dibenarkan. 4. Setiap 1 m2 luas rangka plafond harus terdapat minimal 4 buah pengantung plafond. 3

Pasal 6 : Pemasangan Plafond 1. Pemasangan Plafond baru boleh dilakukan jika pekerjaan rangka plafond sudah mencapai 100 %. 2. Pemasangan Plafond GYPSUM BOARD 9 MM/ acrilyc 5 mm dilakukan langsung pada rangka plafond dengan alat sambung paku Sekrup. 3. Jika diperlukan oleh Konsultan PENGAWAS maka Kontraktor Pelaksana harus membuat Shop Drawing untuk pekerjaan pemasangan material plafond. 4. Cara pemasangan harus mengikuti denah plafond yang ada dalam Gambar Bestek. 5. Hasil pemasangan plafond harus menghasilkan permukaan akhir yang rata dan tidak melendut. 6. Antara lembaran plafond GYPSUM BOARD yang satu dengan lembaran plafond GYPSUM BOARD lainnya harus tedapat celah sebesar 3 mm untuk keperluan pemuaian dan susut. 7. Pada posisi pinggir pemasangan lembaran plafond GYPSUM BOARD dengan balok lantai, ring balok dan dinding harus tedapat celah sebesar 3 mm untuk keperluan pemuaian dan susut. 8. Harus ada koordinasi yang baik antara pekerjaan plafond dengan pekerjaan instalasi listrik, instalsi AC, instalasi air bersih dan instalasi air kotor sehingga plafond yang telah dipasang tidak dibongkar kembali. 9. Tidak dibenarkan mengerjakan Instalasi Listrik, Instalasi AC, Instalasi Air Bersih dan Instalasi Air Kotor setelah pekerjaan pemasangan plafond selesai kecuali ditentukan lain oleh Konsultan PENGAWAS. 10. Plafond yang telah selesai dipasang kalau terpasak dibongkar karena alasan-alasan yang disetujui oleh Konsultan PENGAWAS tidak boleh dibongkar sembarangan tetapi harus dibongkar 4

perlembar standarnya pada posisi penjangkaranya pada rangka plafond. Pasal 7 : Dinding Partisi Acrilyc 1. UMUM 1.1. Ketentuan Umum Sebelum pekerjaan pembuatan dan pemasangan dinding partisi dilakukan, maka : a. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan pengukuran dilapangan agar tahu ukuran dinding partisi/kosen yang dilapangan. b. Pemborong harus mengajukan terlebih dahulu contoh-contoh bahan yang akan digunakan dan membuatkan mock-up untuk mendapatkan persetujuan PENGAWAS, Pemberi Tugas, dan Perencana. c. Bahan yang cacat tidak boleh digunakan, bahan yang dipasang harus sesuai contoh yang sudah disetujui PENGAWAS, Pemberi Tugas, dan Perencana. d. Pemborong harus membuat shop drawing untuk disetujui oleh PENGAWAS, Arsitek dan Pemberi Tugas. 1.2. Lingkup Pekerjaan a. Bagian ini mencakup ketentuan/syarat-syarat (pembayaran, pengiriman, penyimpanan, pemasangan) untuk pekerja, material, dan peralatan. b. Meliputi penyediaan bahan gypsum board termasuk finishing pendukung sepert compound, tape, dan sebagainya, penyiapan bidang yang akan dipasangi bahan, acrilyc 5 mm, serta pemasangannya pada tempat-tempat yang sesuai dengan gambar rencana. 1.3. Referensi a. Semua pekerjaan harus merefer ke standar : 5

ASTM A 123, A 164 atau A386 BS 4965 untuk Cubicle High Density Board BS 5750 b. Quality Assurance : Kualifikasi manufaktur : produk yang digunakan disini harus diproduksi oleh perusahaan yang sudah terkenal dan mempunyai pengalaman yang sukses dan diterima oleh PENGAWAS dan Pemberi Tugas. c. Kualifikasi pekerja : Sedikitnya harus ada 1 orang yang sepenuhnya mengerti terhadap bagian ini selama pelaksanaan, paham terhadap kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan, material, serta metode yang dibutuhkan selama pelaksanaan. Tenaga kerja terlatih yang tersedia harus cukup serta memiliki skill yang dibutuhkan. Dalam penerimaan atau penolakan pekerja, PENGAWAS, Pemberi Tugas, dan Perencana tidak mengijinkan tenaga kerja tanpa atau kurang skill-nya. 1.4. Pengiriman (Submittals) a. Kontraktor harus mengirimkan contoh bahan dan sistem partisi yang akan dipakai lengkap dengan teknikal spesifikasi dan label dari pabrik pembuat. b. Mengirimkan shop drawing yang menunjukkan sistem pemasangan partisi dan sistem sambungan/hubungan dengan bagian-bagian lain seperti jendela, pintu, penguat-penguat yang dipakai, hubungan dengan dinding, ceiling, plat beton lantai, dan sebagainya untuk disetujui PENGAWAS, Perencana, dan Pemberi Tugas. c. Mengirimkan schedule pemasangan yang dikoordinasikan dengan bagian-bagian/kepentingan-kepentingan terkait lain pada area yang sama untuk disetujui PENGAWAS, Perencana dan Pemberi Tugas. 6

d. Membuat mock-up hubungan yang sebenamya termasuk untuk masalah hubungan-hubungan yang sulit. 1.5. Penyimpanan dan Perawatan a. Kontraktor harus menyimpan dan merawat bahan-bahan yang akan dipakai pada tempat yang kering, terlindung, dan ventilasi secukupnya. b. Rangka pasangan besi harus sudah dicat dasar zynchromate untuk memudahkan dan menghemat waktu kerja. 1.6. Garansi Kontraktor harus memberi garansi untuk kerapihan kerja, kebenaran sistem, kekokohan, ketahanan partisi terhitung 1 tahun dari telah selesainya pemasangan ruang interior dan alatalat yang menempel pada partisi atau atas petunjuk PENGAWAS dan Pemberi Tugas. 2. BAHAN 2.1. Kunci dan perlengkapan pintu partisi (Lihat Pasal pekerjaan alat pengunci dan penggantung) 2.2. Partisi a. Produk : acrilyc b. Panel Penutup : acrylic c. Tebal Panel : 5 mm/ 2 sisi d. Ukuran partisi : sesuai gambar rencana e. Warna : ditentukan kemudian f. Rangka : Rangka Metal, Boral Metal System / setara 3. PEMASANGAN 1. Pekerjaan pembuatan/penyetelan dan pemasangan dinding partisi khusus dan alat-alat penggantung/kunci dan perlengkapan lainnya 7

harus dilaksanakan kunci dan perengkapan lainnya harus dilaksanakan oleh kontraktor dengan memakai tenaga tukangtukang yang berpengalaman dan ahli didalam bidangnya masingmasing. 2. Setelah terpasang, bidang permukaan rangka partisi harus rata, lurus dan waterpass. 3. Semua alat-alat penggantung dan kunci serta perlengkapanperlengkapan lainnya, harus terpasang dengan baik, rapih, tepat dan teliti, sehingga dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya. 4. Pemasangan kosen pintu harus menempel pada rangka-rangka aluminium dan dipasang dengan sekrup, termasuk pada bagian atasnya (frame head). 5. Penggunaan rangka, sekrup dan lain-lain harus rapih dan tertanam dengan baik, sehingga tidak merusak daun pintu, kosen maupun alat-alat penggantung. 6. Sekrup/mur setelah terpasang harus didempul (compound) agar finishing terlihat rapi. 7. Pemasangan yang tidak rapih dan menimbulkan cacat-cacat harus diperbaiki dan diganti atas beban kontraktor sendiri. 8. Kontraktor harus menjaga agar supaya dinding partisi khusus ini setelah terpasang, terjaga dan terpelihara dari kotoran-kotoran dan kerusakan-kerusakan akibat pekerjaan-pekerjaan lain yang sedang dikerjakan, ataupun terkena benturan-benturan baik oleh manusia maupun alat-alat kerja dan sebagainya. 9. Instalasi: pemasangan instalasi yang tertanam pada partisi khusus harus betul-betul diperhatikan sehingga tidak merusak tampak dinding partisi khusus yang ada. Untuk partisi khusus yang dilalui kabel instalasi rangka steel tube harus dilubangi dengan mesin pelubang. 8