SWITCHER (ROUTER) VIDEO/ AUDIO 4x2

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI

BAB III PERENCANAAN DAN REALISASI SISTEM

BAB IV PENERAPAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT. Proses perancangan meliputi tujuan dari sebuah penelitian yang kemudian muncul

EMS. 2 A Dual H-Bridge

BAB III PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT

Menampilkan nilai dari 8 kanal ADC ke Port Serial PC oleh Modul ST-51 dan AD-0809 V2.0

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7

PERANCANGAN MINIATUR TRAFFIC LIGHT DENGAN MEMPERGUNAKAN PENGENDALI PORT PARALEL

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan Secara Blok Diagram

JOBSHEET SENSOR ULTRASONIC

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II KONSEP DASAR SISTEM PENGISIAN DAYA AKI

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

USER MANUAL KERAN AIR OTOMATIS MATA DIKLAT : ELEKTRONIKA INDUSTRI ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

MODUL I GERBANG LOGIKA

BAB III DESKRIPSI DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

PC-Link. 1x Komputer / Laptop dengan OS Windows 2000, Windows XP atau yang lebih tinggi. Gambar 1 Blok Diagram AN200

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET PRAKTIK TEKNIK DIGITAL

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Tujuan Pengukuran 4.2. Peralatan Pengukuran

EMS. 1 A Dual H-Bridge

BAB III PROSES PERANCANGAN

BAB III PERENCANAAN. operasi di Rumah Sakit dengan memanfaatkan media sinar Ultraviolet. adalah alat

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA. monitoring daya listrik terlihat pada Gambar 4.1 di bawah ini : Gambar 4.1 Rangkaian Iot Untuk Monitoring Daya Listrik

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB V PENGUJIAN DAN ANALISIS. dapat berjalan sesuai perancangan pada bab sebelumnya, selanjutnya akan dilakukan

BAB III PERANCANGAN. Microcontroller Arduino Uno. Power Supply. Gambar 3.1 Blok Rangkaian Lampu LED Otomatis

BAB III METODE PENELITIAN. Pada pengerjaan tugas akhir ini metode penelitian yang dilakukan yaitu. dengan penelitian yang dilakukan.

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. software arduino memiliki bahasa pemrograman C.

USER MANUAL PALANGAN KERETA API OTOMATIS MATA DIKLAT : SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIKA

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Bidang Information Technology and Communication 336 PERANCANGAN DAN REALISASI AUTOMATIC TIME SWITCH BERBASIS REAL TIME CLOCK DS1307 UNTUK SAKLAR LAMPU

AUDIO/VIDEO SELECTOR 5 CHANNEL DENGAN MIKROKONTROLER AT89C2051

Oleh : Miftahul Kanzil Muhid Irfan Mustofa Dosen Pembimbing : Ir. Josaphat Pramudijanto, M.Eng NIP :

Modul 3 Modul 4 Modul 5

EMS. Low Voltage Dual H-Bridge

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. pada sistem pengendali lampu telah dijelaskan pada bab 2. Pada bab ini akan dijelaskan

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menerapkan Pengontrolan Dan Monitoring Ruang Kelas Dengan Menggunakan

PENULISAN ILMIAH LAMPU KEDIP

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM KENDALI. Kontrol Putaran Motor DC. Dosen Pembimbing Ahmad Fahmi

Written by Mada Jimmy Monday, 24 August :40 - Last Updated Thursday, 18 November :51

Aplikasi Kamera Pemantau & Electrical Appliance Remote. Berbasis PC Menggunakan Microcontroller. Arduino Uno & LAN Connection

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV PENGUJIAN ALAT. Logika LOW = 0 Volt, sehingga keluaran dari sistem sensor cahaya yang akan. keluaran yang relatif stabil terhadap pembebanan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Adapun blok diagram modul baby incubator ditunjukkan pada Gambar 3.1.

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN ALAT

melibatkan mesin atau perangkat elektronik, sehingga pekerjaan manusia dapat dikerjakan dengan mudah tanpa harus membuang tenaga dan mempersingkat wak

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

BAB V PERSIAPAN PEMPROGRAMAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pemrograman. Pemrogramannya akan di deskripsikan berupa flowchart yang akan

BAB IV PEMILIHAN KOMPONEN DAN PENGUJIAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

III. METODE PENELITIAN

RANCANG BANGUN KONTROL PERALATAN LISTRIK OTOMATIS BERBASIS AT89S51

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. besar berupa gambar dengan tujuan agar sebuah sistem dapat lebih mudah

BAB III PERENCANAAN. 3.1 Perencanaan kerja alat Secara Blok Diagram. Rangkaian Setting. Rangkaian Pengendali. Rangkaian Output. Elektroda. Gambar 3.

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN SISTEM

APLIKASI PLC OMRON CPM 1A 30 I/O UNTUK PROSES PENGEPAKAN BOTOL SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN SISTEM PNEUMATIK

Dalam kondisi normal receiver yang sudah aktif akan mendeteksi sinyal dari transmitter. Karena ada transmisi sinyal dari transmitter maka output dari

MANUAL OPERASIONAL AAS

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III CARA PEMBUATAN ALAT. Mulai. Persiapan Perakitan Pemancar Televisi. Pengadaan Alat dan Bahan. Perakitan Pemancar Televisi.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN. bayi yang dilengkapi sistem telemetri dengan jaringan RS485. Secara umum, sistem. 2. Modul pemanas dan pengendali pemanas

BAB III PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI KERUSAKAN KABEL

BAB III PERANCANGAN SISTEM

DQI 06 DELTA DATA ACQUISITION INTERFACE V.06

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

yaitu, rangkaian pemancar ultrasonik, rangkaian detektor, dan rangkaian kendali

BAB III RANCANG BANGUN

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

BAB III PEMBUATAN ALAT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di Laboratorium Elektronika Dasar

BAB III METODOLOGI PENULISAN

Transkripsi:

SWITCHER (ROUTER) VIDEO/ AUDIO 4x2 Dalam sistem pemancar televisi, khususnya yang bersifat relay transmisi, sinyal informasi yang diterima dari sumber akan dikuatkan dan kemudian diteruskan ke tujuan selanjutnya. Sistem pemancar tersebut pada umumnya memiliki input sinyal informasi yang lebih dari satu sumber atau hanya satu sumber tetapi membutuhkan peralatan pendukung sebagai peralatan cadangan (Back-Up) terlebih jika salah satu sistem penerima mengalami gangguan. Sehingga dibutuhkan untuk memindahkan input yang satu ke input yang lain yang memiliki kualitas lebih baik dan yang ingin ditransmisikan. Pemindahan input transmitter dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan menggunakan pen-jumper-an atau memasang kabel penghubung melalui suatu perangkat panel penghubung (Patching panel). Namun, yang menjadi kendala adalah pemasangan kabel penghubung (Jumper) sering kali tidak efisien, selain membutuhkan energi, tenaga dan keakuratan, juga membutuhkan jedah waktu pemasangan, sehingga terdapat jedah waktu dimana pemancar kehilangan sinyal input (Blank). Olehnya itu, dibutuhkan perangkat penyaklaran (Switcher) yang lebih handal dari segi kecepatan dan lebih efisien dari segi fungsinya. Berikut ini adalah salah satu bentuk dari Modul Switcher (Router) yang telah didesain sedemikian rupa hingga memiliki fungsi yang dapat diandalkan. Switcher ini merupakan rangkaian switcher 4x2, yakni memiliki 4 (empat) masukan (input device) yang akan dipilih untuk diteruskan ke jalur keluaran (Output). Output Switcher ini sendiri memiliki 2 (dua) jalur keluaran. Satu untuk jalur monitoring (Disable State) dan yang lain untuk jalur ke transmitter/ Main (Enable State). Dimana kedua jalur keluaran ini terpisah dan tidak akan saling mempengaruhi. Switcher ini terdiri dari 4 (empat) bagian, dimana setiap bagian memiliki fungsi masing-masing yang bekerja dan saling terintegrasi hingga membentuk fungsi Switcher (Router) Video/ Audio. Berikut bagianbagiannya: 1. Switcher Trigger Block 2. Switcher Relay Block 3. Delay Power Supply (with Driver Switcher Trigger) 4. Port I/O Created by trans7makassar@gmail.com Page 1 of 13

Input Port V/A Switcher Relay Block Output Port V/A Power Supply Block Driver Switcher Trigger Switcher Trigger Block Detail Receiver1 TT1220 (source 1 V/A) Transmitter/ Main (enable State) Receiver2 TT1260 (source 2 V/A) DVD1 for local Prog. (Optional source V/A) DVD1 for local Prog. (Optional source2 V/A) Routing Switcher 4 x 2 Video/Audio Monitoring Equipment (Disable State) Power Supply Block Created by trans7makassar@gmail.com Page 2 of 13

Berikut penjelasan masing-masing bagian: 1. Switcher Trigger Block Indikator Output Enable Switcher Trigger Indikator Output Disable Switcher Trigger Switcher Trigger Block Tombol Logika Enable/Disable Tombol Logika Masukan Created by trans7makassar@gmail.com Page 3 of 13

Blok rangkaian ini adalah blok rangkaian yang terkompleks daripada blok rangkaian yang lain. Oleh karena yang terkompleks, maka rangkaian ini merupakan blok yang paling penting dan utama. Rangkaian inilah yang akan menggerakkan Switch Relay dimana sinyal Audio dan Video dari berbagai input dipilih untuk diteruskan atau diputuskan berdasarkan pilihan user. Rangkaian ini terdiri dari 3 (tiga) bagian dasar, yakni tombol logika masukan, rangkaian penentu prioritas dan rangkaian penahan logika (Latch). Tombol Logika Masukan Tombol logika masukan adalah tombol yang disediakan agar user dapat menggunakannya untuk memilih 1 (satu) dari 4 (empat) jalur masukan dimana setiap tombol mewakili selector input device yang akan diteruskan ke jalur keluaran setelah melalui switcher relay. Selain dari tombol logika masukan, terdapat juga sebuah tombol logika Enable/Disable yang berfungsi untuk merubah mode penyaklaran. Pada saat tombol berada pada posisi Enable, maka rangkaian Switcher Trigger akan bekerja untuk men-trigger Switcher Relay yang jalur keluarannya menuju ke pemancar untuk ditransmisikan. Sebaliknya jika tombol tersebut berada pada posisi Disable, maka rangkaian Switcher Trigger hanya bekerja untuk men-trigger Switcher Relay yang jalur keluarannya menuju ke Video/ Audio Monitoring. Rangkaian Penentu Prioritas Rangkaian ini merupakan rangkaian yang tersusun dari berbagai gerbang logika yang membentuk suatu formula dan fungsi tertentu yang menentukan prioritas dari tombol logika, dimana prioritas tertinggi berada pada tombol logika pertama dan berurutan hingga tombol logika keempat yang memiliki prioritas terendah. Jika terdapat lebih dari satu tombol logika pemilih input yang tertekan baik sengaja maupun tidak disengaja, maka yang akan aktif hanya ada satu, yaitu tombol logika yang memiliki prioritas yang paling tinggi dari pada yang lain. Sehingga dengan demikian, keadaan beradu input yang dapat mengakibatkan kesalahan yang fatal dapat dihindari. Rangkaian penentu prioritas ini dapat pula disebut sebagai rangkaian proteksi. Rangkaian Penahan Logika Setelah melalui rangkaian penentu prioritas, sinyal logika dari tombol logika kemudian diteruskan ke rangkaian penahan (Latch). Rangkaian ini berfungsi untuk mempertahankan kondisi logika terakhir yang diperoleh dari tombol logika, sehingga pada saat rangkaian Switcher Trigger beralih mode operasi dari Enable ke disable atau sebaliknya (saat tombol logika Enable/Disable ditekan), kondisi pada keluaran dapat dipertahankan. Created by trans7makassar@gmail.com Page 4 of 13

Keluaran dari rangkaian Switcher Trigger terdiri dari 8 (delapan) jalur trigger. 4 (empat) jalur trigger untuk sisi Enable (Sisi untuk menggerakkan relay-relay yang menghubungkan keluaran device ke input Exciter Transmitter) dan terdapat 4 (empat) trigger untuk sisi Disable (Sisi untuk menggerakkan relay-relay yang menghubungkan keluaran device ke peralatan monitoring). Kondisi salah satu sisi akan tetap bertahan pada posisi terakhir meskipun telah beralih mode operasi. Sebagai contoh, pada saat Switcher Trigger berada pada mode Enable, kemudian user memilih untuk menekan tombol logika masukan nomor urut 3 (tiga), maka yang akan ditransmisikan oleh pemancar adalah input device pada jalur 3. Selanjutnya, ketika Switcher Trigger diubah mode operasinya ke mode Disable (dengan cara menekan tombol Enable/Disable), kemudian user memilih untuk menekan tombol logika masukan nomor urut 2 (dua), maka yang akan termonitor di layar monitoring adalah input device pada jalur 2, dan yang ditransmisikan oleh pemancar adalah tetap input device jalur 3. Created by trans7makassar@gmail.com Page 5 of 13

2. Switcher Relay Block Input Port Audio untuk 4 (empat) device Created by trans7makassar@gmail.com Page 6 of 13

Video Input Port (Device 1-4) Video Output Port, Out 1 = For Enable/Transmit Out 2 = For Disable/Monitoring Audio Output Port, Out 1 = Out for Enable Out 2 = Out for Disable Created by trans7makassar@gmail.com Page 7 of 13

Blok rangkaian ini adalah kumpulan dari beberapa relay elektronik yang terangkai sedemikian rupa hingga menghasilkan susunan fungsi saklar yang akan menghubungkan sinyal input dengan output berdasarkan tombol input logika yang dipilih oleh user. Relay OMRON ini membutuhkan suplai tegangan dari Power Supply sebesar 5 Volt sesuai dengan spesifikasinya. Suplai tegangan ini diperoleh dari rangkaian pemicu yakni Rangkaian Switcher Relay Trigger setelah melalui Driver yang berfungsi menguatkan sinyal pemicu tersebut. Rangkaian Switcher Relay berada di bagian akhir sebelum output port. 3. Delay Power Supply (With Driver Switcher Trigger) Rangkaian ini merupakan rangkaian Power Supply yang dilengkapi dengan rangkaian penguat/driver untuk Switcher Trigger. Keduanya berada dalam satu board PCB. Time Delay Regulator Created by trans7makassar@gmail.com Page 8 of 13

Delay Power Supply Rangkaian Power Supply untuk Switcher ini memiliki waktu tunda (Delay time) sebelum rangkaian Power Supply tersebut aktif (On State). Waktu tunda tersebut berada sekitar 1 detik setelah sumber listrik masuk ke rangkaian. Alasan mengapa Power Supply ini didesain memiliki waktu tunda adalah oleh karena setelah dilakukan pengujian rangkaian Switcher Trigger menggunakan Power Supply biasa (Tanpa waktu tunda), terdapat kesalahan pada keluaran Trigger. Hal ini disebabkan oleh karena pada saat start awal, rangkaian Switcher Trigger yang terdiri dari komponen logika aktif, belum mencapai kondisi yang stabil. Seperti yang kita ketahui, baik CMOS maupun komponen TTL, tersusun dari beberapa komponen dasar yang bersifat bipolar transistor untuk membentuk fungsi logika tertentu. Saat start awal ketika supply electron diberikan, transistor-transistor penyusun fungsi logika tersebut berada dalam kondisi pacu (transistor saling berpacu untuk mencapai kondisi logika 1 atau 0) dan dalam kondisi tersebut bisa saja terjadi kesalahan logika tergantung dari karakteristik kecepatan aktif dari transistor-transistor tersebut dengan kata lain transistor-transistor tersebut saling beradu. Dengan adanya waktu tunda, transistor-transistor penyusun fungsi logika akan diberi waktu sejenak untuk berada pada kondisi aktif dan stabil sehingga siap untuk menerima input logika yang diberikan pada basisnya. Dengan demikian, kesalahan logika terhadap kondisi pacu dapat dihindari. Driver Switcher Trigger Created by trans7makassar@gmail.com Page 9 of 13

Driver Switcher Trigger Rangkaian ini pada dasarnya merupakan rangkaian switching sederhana yang tersusun dari beberapa transistor yang terangkai sedemikian rupa untuk menguatkan arus keluaran dari Switcher Trigger, mengingat keluaran dari rangkaian Switcher Trigger merupakan keluaran logika digital yang hanya memiliki arus keluaran yang terbatas (orde seper-mili-ampere) yang tidak mungkin dapat menggerakkan Switcher Relay yang membutuhkan arus listrik yang cukup. 4. Port I/O Konektor input/output dari Modul ini terdiri dari 2 (dua) jenis, yakni konektor XLR Female untuk input dan output sinyal Audio dan konektor BNC Female untuk input/output sinyal Video. Created by trans7makassar@gmail.com Page 10 of 13

Created by trans7makassar@gmail.com Page 11 of 13

Created by trans7makassar@gmail.com Page 12 of 13

Created by trans7makassar@gmail.com Page 13 of 13