BAB I PENDAHULUAN I.1.

dokumen-dokumen yang mirip
LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 25 MEI 2015 NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2016

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RKPD KOTA SURABAYA TAHUN 2018 BAB I PENDAHULUAN

BUPATI PESISIR SELATAN

Bab I Pendahuluan. Rencana Kerja Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Tahun Latar Belakang

BUPATI BOALEMO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOALEMO NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN

- 1 - DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MADIUN,

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR LAMPIRAN NOMOR : 40 TAHUN 2012 LAMPIRAN TANGGAL : 30 MEI 2012

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

GUBERNUR RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI RIAU TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lingga Tahun

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN CILACAP TAHUN

GUBERNUR RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI RIAU NOMOR 7 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH PROVINSI RIAU TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang

BUPATI TIMOR TENGAH UTARA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SINJAI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SINJAI TAHUN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN NOMOR TANGGAL TENTANG

BUPATI BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KOTA TANGERANG SELATAN

Mekanisme dan Tahapan Revisi RPJMD

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN

LEMBARAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN DAERAH NOMOR 3 TAHUN 2011 TANGGAL 6 JUNI LATAR BELAKANG

PEMERINTAH KABUPATEN POSO

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 12 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KOTA SALATIGA

BUPATI KAPUAS HULU, PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAPUAS HULU NOMOR 4 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan tahunan yang disusun untuk menjamin keterkaitan dan

BUPATI BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI BANJAR NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I P E N D A H U L U A N

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085

BAB I PENDAHULUAN. Page 1

BUPATI JENEPONTO PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR 02 TAHUN 2014 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB - I PENDAHULUAN I Latar Belakang

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG

SURAKARTA KOTA BUDAYA, MANDIRI, MAJU, DAN SEJAHTERA.

PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA KEDIRI NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA KEDIRI TAHUN

BUPATI POLEWALI MANDAR PROVINSI SULAWESI BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN MALANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

TAHAPAN DAN TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA

BAB I PENDAHULUAN. Hal. I - 1

ISI DAN URAIAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KOTA TASIKMALAYA TAHUN BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUKAMARA (REVISI)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

BUPATI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN

BUPATI TANA TORAJA PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANA TORAJA NOMOR 10 TAHUN 2011 T E N T A NG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

BUPATI NGANJUK PERATURAN DAERAH KABUPATEN NGANJUK NOMOR 02 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG

BAB I P E N D A H U L U A N

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 3 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun I Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun BAB I PENDAHULUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2008 NOMOR : 07 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAMPIRAN I PERATURAN BUPATI SLEMAN NOMOR TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

PENDAHULUAN BAB I PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) 2012 PENDAHULUAN

RPJMD KABUPATEN LINGGA

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Perencanaan pembangunan daerah menjadi satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan sesuai dengan kewenangannya. Perencanaan pembangunan daerah disusun guna mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah, baik jangka panjang maupun jangka menengah. Selain itu, rencana pembangunan daerah disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan, sehingga penyusunannya harus dilakukan secara terpadu, terukur, dapat dilaksanakan dan berkelanjutan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyusun dokumen perencanaan daerah berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005-2025 dan memperhatikan RPJMN. Dalam RPJMD tersebut visi dan misi kepala daerah telah dijabarkan ke dalam tujuan dan sasaran serta program pembangunan daerah yang akan dilaksanakan selama lima tahun. Dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tersebut, evaluasi hasil rencana pembangunan daerah perlu dilakukan untuk dapat mengetahui seberapa jauh rencana pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dapat memberikan hasil (kinerja) sesuai dengan tujuan serta visi dan misi yang ditetapkan semula. Selanjutnya sesuai Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dalam pasal 275-277 mengamanatkan bahwa pemerintah wajib melaksanakan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah yang meliputi: (a) pengendalian terhadap perumusan kebijakan perencanaan pembangunan Daerah; (b) pelaksanaan rencana pembangunan Daerah; dan (c) evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan Daerah. Melalui evaluasi akan diketahui kesesuaian kebijakan dokumen rencana pembangunan dengan dokumen perencanaan terkait, kesesuaian pelaksanaan rencana pembangunan, dan seberapa besar pencapaian kinerja pembangunan daerah. Sesuai dengan Permendagri 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, dinyatakan bahwa evaluasi rencana pembangunan daerah terdiri atas: (1) Evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan; (2) Evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan; dan (3) Evaluasi terhadap hasil rencana pembangunan daerah. Evaluasi kebijakan perencanaan pembangunan dilakukan untuk mewujudkan konsistensi antara kebijakan dengan I - 1

pelaksanaan dan hasil rencana pembangunan daerah; keselarasan antar dokumen perencanaan; dan kesesuaian antara capaian pembangunan daerah dengan indikator-indikator kinerja yang telah ditetapkan. Evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan mencakup pemantauan dan supervisi pelaksanaan rencana pembangunan daerah. Sementara itu evaluasi terhadap hasil pembangunan mencakup capaian berbagai target indikator yang tercantum dalam dokumen rencana pembangunan. Berdasarkan Permendagri No. 54 Tahun 2010 tersebut, dalam Pasal 228 dinyatakan bahwa evaluasi hasil RPJMD Pemerintah Provinsi dilaksanakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Disamping itu disebutkan pula evaluasi terhadap hasil RPJMD lingkup provinsi mencakup indikasi rencana program prioritas yang disertai kebutuhan pendanaan untuk mencapai misi, tujuan dan sasaran dalam upaya mewujudkan visi pembangunan jangka menengah daerah. Evaluasi tersebut dilakukan melalui penilaian hasil pelaksanaan RPJMD provinsi guna mengetahui: 1).Realisasi antara rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan RPJMD provinsi dengan capaian rencana program dan kegiatan prioritas daerah dalam RKPD provinsi; dan 2).Realisasi antara capaian rencana program dan prioritas yang direncanakan dalam RPJMD provinsi dengan sasaran pokok dan prioritas serta sasaran pembangunan nasional dalam RPJMN. Pada prinsipnya evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan jangka menengah daerah provinsi dapat dicapai untuk mewujudkan visi pembangunan jangka panjang daerah provinsi dalam rangka mendukung pencapaian target pembangunan jangka menengah nasional. Berkenaan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 2019, Pemerintah Daerah berkewajiban melaksanakan program dalam RPJMN yang dijabarkan dalam RPJMD. Program nasional dalam RPJMN yang perlu diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah dikenal dengan Nawa Cita. Kemudian khususnya dalam buku III RPJMN 2015-2019 berkaitan dengan agenda pengembangan wilayah terdapat target pembangunan untuk Provinsi Jawa Tengah yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah meliputi target penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Terbitnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, masih diberlakukannya Permendagri Nomor 54 tahun 2010 dan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 serta memperhatikan kondisi dan dinamika baik internal maupun eksternal maka Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 (s/d triwulan III Tahun 2015) untuk melihat capaian kinerja dan kesesuaian kebijakan pembangunan Provinsi Jawa Tengah dengan nasional. Hasil evaluasi RPJMD tersebut menjadi acuan dalam penentuan rencana pembangunan daerah berikutnya agar dapat mengarah pada pencapaian tujuan, sasaran dan hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan jangka menengah. I - 2

I.2. Landasan Hukum Dasar hukum penyusunan Evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 2018 sebagai berikut: 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah; 3. Peraturan Pemerintahan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah; 4. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 5. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019; 6. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005 2025; 7. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 2018; 8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. I.3. Maksud dan Tujuan Evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 dimaksudkan untuk mengetahui pencapaian hasil pembangunan daerah berdasarkan target kinerja yang tercantum dalam dokumen RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014 s/d triwulan III Tahun 2015. Tujuan penyusunan Evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 s/d Tahun 2015 adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui perkembangan kondisi perekonomian daerah, menyangkut perekonomian dan pengelolaan keuangan, dinamika yang berkembang saat ini dan yang akan datang, termasuk penyesuaian terhadap regulasi dan kebijakan nasional serta daerah yang berlaku; 2. Menganalisis kesesuaian dan konsistensi kebijakan daerah, baik terhadap RPJPD, RPJMD, RKPD maupun RPJMN serta capaian hasil pelaksanaan RPJMD sampai dengan tahun 2015 triwulan III; 3. Merumuskan rekomendasi kebijakan perencanaan pembangunan dan target kinerja Tahun 2017-2018 melalui perubahan RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013 2018. I - 3

I.4. Tahapan Evaluasi RPJMD Tahapan kegiatan evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 disusun sebagai berikut: a. Rapat Persiapan Internal (minggu I bulan Juni 2015); b. Sosialisasi kegiatan Evaluasi RPJMD kepada stakeholders (minggu II bulan Agustus 2015); c. Penjaringan DIM di 3 Bakorwil (minggu III dan IV bulan Agustus 2015); d. Focus Group Discussion (minggu II bulan September 2015); e. Desk dengan SKPD Provinsi (Minggu I bulan Oktober 2015); f. Konsinyering I/Rancangan Awal Evaluasi RPJMD (minggu III bulan Oktober 2015); g. Konsultasi Publik Rancangan Evaluasi RPJMD (minggu IV bulan November 2015); h. Finalisasi dokumen evaluasi RPJMD pasca konsultasi publik (Minggu IV bulan November 2015); i. Penyampaian hasil kepada Gubernur Jawa Tengah (Minggu I Desember 2015). I.5. Metode Evaluasi RPJMD Evaluasi hasil rencana pembangunan daerah perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh rencana pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah memberikan hasil (kinerja) sesuai dengan visi dan misi serta tujuan pada RPJMD. Adapun sasaran utama evaluasi pelaksanaan rencana secara umum adalah untuk mengetahui sejauhmana pencapaian kinerja terhadap rencana yang telah ditetapkan. Apabila pelaksanaan rencana tersebut berjalan dengan baik perlu dijelaskan faktor-faktor penentu keberhasilan (Key Success Factors) agar dapat ditingkatkan pada periode perencanaan berikutnya. Namun demikian jika pelaksanaan rencana tersebut tidak berjalan dengan baik, perlu diketahui kendala dan permasalahan yang dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti, dan menjadi dasar penentuan kebijakan pada waktu penyusunan rencana periode berikutnya. Evaluasi kinerja pembangunan daerah Jawa Tengah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 dilakukan melalui pengukuran kinerja berdasarkan target dan realisasi dengan satuan pengukuran dalam bentuk persentase. Secara umum, persentase pencapaian kinerja pembangunaan daerah dihitung dengan rumus yang hasilnya mengandung pengertian bahwa semakin tinggi persentase menggambarkan pencapaian kinerja yang semakin baik. Namun demikian, dalam pengukuran ini diperhatikan pula karakteristik indikator, mencakup tiga kondisi yang berbeda dan harus diperhatikan dalam pengukuran kinerja. Kondisi tersebut yaitu: 1. Semakin tinggi angka persentase menunjukkan pencapaian kinerja dan kondisi yang semakin baik (positif), maka digunakan rumus: % capaian kinerja = realisasi rencana 100% I - 4

Untuk melakukan interpretasi terhadap keseluruhan hasil pengukuran kinerja pembangunan daerah Jawa Tengah dalam RPJMD, maka digunakan 3 (tiga) kriteria yaitu tercapai/melampaui, akan tercapai, dan perlu upaya keras, dengan penjelasan sebagaimana Tabel 1.1. Tabel 1.1 Kriteria I Interpretasi Hasil Evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 NO Simbol Status Evaluasi Kriteria Status Evaluasi 1 Tercapai/Melampaui Apabila persentase RPJMD sebesar 100% 2 Akan Tercapai Apabila persentase RPJMD sebesar 75% s/d <100% 3 Perlu upaya keras Apabila persentase RPJMD sebesar <75% Keterangan Dasar perhitungan yang digunakan adalah rata-rata persentase target kinerja s/d tahun 2015 (Tw 3) dibandingkan dengan target akhir tahun RPJMD sebesar 75,00% 2. Semakin tinggi angka persentase menunjukkan pencapaian kinerja kondisi yang semakin buruk (negatif), maka digunakan rumus: % capaian kinerja = rencana realisasi rencana rencana 100% Sedangkan untuk kondisi pada poin ini, interpretasi terhadap keseluruhan hasil pengukuran kinerja pembangunan daerah Jawa Tengah dalam RPJMD, dijelaskan sebagaimana Tabel 1.2. I - 5

Tabel 1.2 Kriteria II Interpretasi Hasil Evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 No Simbol Status Evaluasi Kriteria Status Evaluasi 1 Tercapai/Melampaui Apabila persentase RPJMD sebesar 0% 2 Akan Tercapai Apabila persentase RPJMD lebih besar dari 0% sampai dengan kurang dari 77% 3 Perlu upaya keras Apabila persentase RPJMD lebih besar dari atau sama dengan 77% Keterangan Dasar perhitungan yang digunakan adalah rata-rata persentase target kinerja s/d tahun 2015 (Tw 3) dibandingkan dengan target akhir tahun RPJMD lebih besar dari atau sama dengan 77% 3. Untuk target indikator yang bersifat kumulatif dilakukan perhitungan pencapaian kinerja dengan rumus yang sama dengan poin 1, yaitu: % capaian kinerja = realisasi rencana 100% Interpretasi terhadap keseluruhan hasil pengukuran kinerja pembangunan daerah, dijelaskan sebagaimana Tabel 1.3. Tabel 1.3 Kriteria III Interpretasi Hasil Evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 Status Evaluasi Kriteria Status No Simbol Evaluasi 1 Tercapai/Melampaui Apabila persentase RPJMD sebesar 100% Keterangan Dasar perhitungan yang digunakan adalah rata-rata persentase target kinerja s/d tahun I - 6

No Simbol Status Evaluasi Kriteria Status Evaluasi 2 Akan Tercapai Apabila persentase RPJMD lebih besar dari 35% sampai dengan kurang dari 100% 3 Perlu upaya keras Apabila persentase RPJMD sebesar 35% Keterangan 2015 dibandingkan dengan target akhir tahun RPJMD sebesar 35% Metode evaluasi capaian kinerja indikator RPJMD merupakan panduan bersifat umum guna memudahkan interpretasi dalam menentukan status capaian kinerja (tercapai, akan tercapai dan perlu upaya keras). Namun demikian mengingat perilaku dan faktor-faktor untuk pencapaian target masing-masing indikator beragam, maka dalam melakukan interpretasi untuk menentukan status capaian kinerja selain memperhatikan metode evaluasi dimaksud hendaknya memperhatikan pula perilaku dan faktor-faktor yang berpengaruh dalam pencapaian target masing-masing indikator. I.6. Sistematika Penulisan Hasil evaluasi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 disusun dengan sistematika sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Memuat Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, Proses dan Tahapan Evaluasi RPJMD, Metode Evaluasi RPJMD, dan Sistematika Penulisan. BAB II EVALUASI KONDISI PEREKONOMIAN DAERAH DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Memuat Kondisi Perekonomian Daerah dan Pengelolaan Keuangan Daerah. BAB III EVALUASI KESESUAIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH Memuat Kesesuaian RPJMD dengan RPJPD, Kesesuaian RPJMD dengan RPJMN, Kesesuaian RPJMD dengan UU Nomor 23 Tahun 2014, dan Kebijakan Pengembangan Wilayah. BAB IV EVALUASI KONSISTENSI PELAKSANAAN RPJMD DALAM RKPD Memuat Konsistensi Kebijakan RPJMD dan Konsistensi Program Pembangunan RPJMD. I - 7

BAB V EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RPJMD SAMPAI DENGAN TRIWULAN III TAHUN 2015 Memuat Capaian Sasaran Misi RPJMD dan Capaian Program Prioritas Pembangunan Daerah. BAB VI PENUTUP Memuat Kesimpulan dan Rekomendasi. I - 8