PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Berikut beberapa persiapan jika Anda ingin menjalankan bisnis Laundry ini:

PELUANG BISNIS LAUNDRY

HALAMAN PENGESAHAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LAPORAN AKHIR. : Rp ,00 : Tidak ada : 3 Bulan

KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS PELUANG BISNIS LAUNDRY KILOAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA FURNITURE UNIK DARI LIMBAH JERAMI

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. DIVERSIFIKASI TALAS (Colocasia Esulenta) SEBAGAI BAHAN DASAR PENGGANTI SINGKONG DALAM PEMBUATAN PEUYEUM

PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA BIDANG KEGIATAN

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BIDANG KEWIRAUSAHAAN VALUASI BISNIS LUMBRICUS CHOCOLATE SEBAGAI JAJANAN YANG MENYEHATKAN

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM SIKIL WANGI LAUNDRY SEPATU SEBAGAI SARANA ANTI BAU KAKI BIDANG KEGIATAN PKM KEWIRAUSAHAAN

LAPORAN AKHIR PKMK MENTIMUN (MEDIA EDUKASI ANAK : T-SHIRT IMUT DAN UNIK) SEBAGAI SARANA ANAK UNTUK MENGENAL LINGKUNGAN.

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LAPORAN PKMK

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM PEMANFAATAN AIR BEKAS WUDHU SEBAGAI ALTERNATIF IRIGASI PERTANIAN SKALA KECIL BIDANG KEGIATAN : PKM-GT

OPTIMASI PENYANDANG CACAT MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL

DIVISI OUTLET JASA LAUNDRY KILOAN

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENINGKATAN NILAI JUAL IKAN NON EKONOMIS MELALUI USAHA CEMILAN CFC CRISPY FISH CARAAGE

LEMBAR PENGESAHAN USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN MASYARAKAT

MAKALAH PENDIRIAN PERUSAHAAN : KINCLONG LAUNDRY

Kewirausahaan 3. Hal-Hal Yang Hrs Disiapkan dalam mengembangkan Usaha. Mustika Sari, SE, MMTr. Modul ke: Fakultas Fasilkom

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN KOMERSIALISASI BOKANGI SEBAGAI ALTERNATIF PENGHARUM RUANGAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

LEMBAR PENGESAHAN. (Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.) ( Umu Rosidah )

Peluang Bisnis USAHA LAUNDRY

SECOND STUFF BARIS TERDEPAN FASHION STORE

PELUANG BISNIS USAHA LAUNDRY ON KILO. Oleh: NAMA : ACHMAD BUKHORI KELAS : S1 SI 2C NIM :

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PROPOSAL USAHA ROTI GORENG BIDANG KEGIATAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. T-SHIRT de BUITENZORG SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN SERTA EDUKASI LINGKUNGAN KOTA BOGOR

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BUBAR BARCA BUSANA BATIK ANAK-ANAK HASIL DAUR ULANG KAIN PERCA PKM-K

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SAPARI (SALE TANPA MATAHARI) PKM KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA KERASI (KERUPUK NASI) BIDANG KEGIATAN: PKM Kewirausahaan (PKMK)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. suatu perusahaan. Melimpahnya sumber daya manusia yang ada saat ini

LEMBAR PENGESAHAN. a. Nama Lengkap : Alkhosim NIM. B

BAB 1 PENDAHULUAN UKDW

INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

Strategi yang dapat dilakukan yang pertama dengan melakukan inovasi program

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BIDANG KEGIATAN : PKM KEWIRAUSAHAAN. Disusun oleh :

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM (SARUNG TANGAN TERBUAT DARI KAIN PERCA) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN.

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Diusulkan Oleh: M. Budi Muliyawan E / 2008 ( Anggota) Dimas Ardi Prasetya F / 2009 ( Anggota)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM KONVEKSI UT (UNITED TAYLORS) SEBAGAI PELUANG USAHA PENSEJAHTERA PENJAHIT DI DESA SENDANGAGUNG

PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DALAM PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PRODUK KERAJINAN TANGAN

BOOK WITH NATURAL COVER

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

LAPORAN AKHIR PKM-K. Disusun oleh:

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BIDANG PENGABDIAN MASYARAKAT

PEMANFAATAN DAUN SIRSAK SEBAGAI OBAT HERBAL UNTUK UNTUK MENGOBATI PENYAKIT KANKER

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SOSIALISASI IKAN TERI SEBAGAI BAHAN MAKANAN YANG MENGANDUNG SUMBER KALSIUM TINGGI PKM-GT

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENGABDIAN MASYARAKAT

FORMULASI Bacillus subtilis PADA AIR LIMBAH OLAHAN TEBU (Saccharum officinarum L.) SEBAGAI PROBIOTIK TANAMAN POTENSIAL

LAPORAN AKHIR PKM-KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA STEM-BANANA (KERAJINAN HAND-MADE PELEPAH PISANG) PENGHASIL UANG. Bidang Kegiatan: PKM Kewirausahaan.

LAPORAN AKHIR PKMM. Program Bangkit Wirausahawan Muda. di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelita 1 Ciampea Bogor. Disusun oleh:

LEMBAR PENGESAHAN NIM. I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Nama Perusahaan : Kayla Florist. 2. Bidang Usaha : Papan Bunga. 3. Jenis Produk/ Jasa : Usaha Dagang

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PIZZA JAWA CEMILAN KAYA VITAMIN DAN BERKARBOHIDRAT TINGGI BIDANG KEGIATAN: (PKM -K) Diusulkan Oleh:

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM Kebab Fish fish BIDANG KEGIATAN: PKM Kewirausahaan

tertentu makanan yang merupakan kebutuhan pokok justru dianjurkan untuk dikurangi. Adapun mencuci pakaian tidak memiliki kasus ini.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam peneitian ini penulis menggunakan objek penelitian pada

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM. Mengoptimalkan Peluang Bisnis Online Shop di Tengah Perkembangan Trend Fashion di Indonesia

LAPORAN AKHIR PKM-K. Oleh:

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

LAPORAN PKMM PENGOLAHAN LIMBAH PADI TERPADU DI DESA CIKARAWANG, DRAMAGA - BOGOR

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM JAMU BOOTH GODHONG BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN. Diusulkan oleh:

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA BISNIS ANEKA BONEKA AROMA TERAPI ASLI INDONESIA DENGAN DESAIN KREATIF YANG MODERN DARI AKAR WANGI

BAB III GAMBARAN UMUM POLARIS LAUNDRY SYARIAH. 1. Sejarah dan perkembangan Laundry Syariah

BAB V GAMBARAN UMUM WAHANA FARM

PROGAM KREATIVITAS MAHASISWA

USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA UPAYA PEMANFAATAN DAUN ANTANAN (Centella asiatica L) MENJADI TEH YANG BERKHASIAT BAGI KESEHATAN PKM KEWIRAUSAHAAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENANGANAN LINEN KOTOR NON-INFEKSIUS DI RUANGAN KEPERAWATAN No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 / 1. RS Siti Khodijah Pekalongan

PELUANG USAHA LAUNDRY

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA POTENSI LIMBAH KULIT SINGKONG DALAM PRODUKSI BIOBRIKET SEBAGAI SOLUSI PERMASALAHAN KELANGKAAN ENERGI DI INDONESIA

Panduan Program Magang

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM KAPEIN (KAOS PEMUDA INDONESIA) BIDANG KEGIATAN: PKM KEWIRAUSAHAAN.

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA DE BROC S, INOVASI BISNIS PANGAN MODERN COKLAT KAYA SERAT DAN ANTIOKSIDAN BERBAHAN BAKU BROKOLI

LAPORAN AKHIR SEPATU SANDAL BONGKAR PASANG (STAND KARS) BIDANG KEGIATAN : PKM KEWIRAUSAHAAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Berdirinya Usaha Famous Laundry,

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA APLIKASI TEKNOLOGI MIKROENKAPSULASI THIN LAYER DRYING DAN TEKNOLOGI AGLOMERASI UNTUK MEMBUAT SKALA PILOT PLANT

LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA. BASO KEJU NATURA Baso Isi Keju Berlapis Sayuran Berbasis Empat Sehat Lima Sempurna.

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA ANALISIS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN (STUDI KASUS PADA PENGGUNAAN ALAT-ALAT TULIS DI LINGKUNGAN KAMPUS IPB)

USULAN PROGAM KREATIFITAS MAHASISWA BOPENMUK : BONEKA PENGUSIR NYAMUK. Bidang Kegiatan. PKM-Kewirausahaan. Diusulkan oleh : A

FORMAT PROPOSAL PMW 2017

LAPORAN AKHIR PKM-M. Oleh: M Aldi Khusnul Khuluq D Ivan Noveanto D Fransiska Rahmadani D

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA ECO-FERMENTOR: ALTERNATIF DESAIN WADAH FERMENTASI ECO-ENZYME UNTUK MENGOPTIMALKAN PRODUKTIVITAS ECO-ENZYME

BAB II BISNIS LAUNDRY CLEAN N CLEAR. 1. Nama Perusahaan Laundry Clean N Clear. 2. Bidang Usaha Pelayanan Jasa

PELUANG BISNIS LOUNDRY KILOAN ABSTRAK

HALAMAN PENGESAHAN. a. Nama Lengkap : Mudho Saksono NIM. F

LAPORAN AKHIR PKMP. PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KACANG BABI (Vicia faba L.) SEBAGAI BIOPESTISIDA

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENENTUAN WAKTU PRODUKSI OPTIMUM PADA USAHA PEMBIBITAN IKAN LELE SKALA RUMAH TANGGA DENGAN ANALISIS REGRESI

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA ORCHID GIFT SEBAGAI GREEN SOUVENIR MASA KINI BIDANG KEGIATAN: PKM-K. Diusulkan oleh:

Transkripsi:

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LAUNDRY AROMA TERAPI DENGAN AROMA ANTI NYAMUK BIDANG KEGIATAN : PKM KEWIRAUSAHAAN Oleh : Anang Triyatmoko B04070186 (Ketua) Bagus Setiawan B04070051 (Anggota) Daud Abdulah N B04070081 (Anggota) Julianto B04070042 (Anggota) Wahid Fahri H B04070004 (Anggota) INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2010

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA 1. Judul Kegiatan : Laundry Aroma Terapi dengan Aroma Anti Nyamuk 2. Bidang Kegiatan : ( ) PKMP ( ) PKMK ( ) PKMT ( ) PKMM 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Anang Triyatmoko b. NIM : B04070186 c. Departemen : Fakultas Kedokteran Hewan d. Universitas : Institut Pertanian Bogor e. Alamat Rumah/telp : Babakan Lio RT 02 RW 09 Darmaga Bogor/085645946621 f. Alamat email : anang_fkh_ipb@yahoo.com 4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 4 orang 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap : Dr. Drh Aryani Sismin Satyaningtijas, Msc b. NIP : 19600914 198603 2001 c. Alamat Rumah/Telp : Jalan Singkong no.3- kampus IPB Baranang Siang I Cihelent Baranang Siang Bogor 16143 6. Biaya Kegiatan Total a. Dikti : Rp. 7.000.000,00 (Tujuh Juta Rupiah) b. Sumber Lain : Tidak ada 7. Jangka Waktu Pelaksanaan : Februari Juni 2010 Bogor, 13 Juni 2010 Menyetujui, Wakil Dekan Ketua Pelaksana Kegiatan (Dr. Nastiti Kusumorini) NIP 19621205 198703 2001 Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, (Anang Triyatmoko) NRP B04070186 Dosen Pembimbing (Prof.Dr.Ir.H. Yonny Kusmaryono, MS.) (Dr.Drh Aryani S.S, Msc) NIP195 81228 198503 1003 NIP 19600914 198603 2001

ABSTRAK Laundry yang asal katanya workplace where clothes are washed and ironed ; diartikan tempat usaha dimana pakaian dicuci dan disetrika. Sedangkan untuk usaha laundry sendiri telah banyak pihak yang mempelajari dan menganalisanya, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Perubahan gaya hidup dan pola berpikir masyarakat ikut menyokong tumbuhnya usaha ini.. Berdasarkan hal tersebut kami membuat inovasi dan terobosan dengan mengenalkan usaha laundry aroma terapi dengan aroma anti nyamuk. Lavender atau Laveandula latiofola. Bunga lavender ini memiliki manfaat untuk menangkal nyamuk dan mampu melemaskan sistem kerja syaraf dan meningkatkan aktivitas gelombang alpha di otak yang membuat tubuh lebih rileks. Karena itu lavender sering digunakan untuk bahan lotion antinyamuk dan juga aromaterapi. Kegiatan usaha yang dilakukan ini menghasilkan jasa laundry yang memilki kekhasan yang belum pernah dilakukan oleh usaha laundry sejenis dengan memberikan orama terapi pada pakaian yaitu menggunakan pewangi lavender yang telah banyak literatur membuktikan berkhasiat untuk mengusir nyamuk. Kegiatan jasa ini meliputi penerimaan, pemprosesan(pelabelan, pencucian dan penyetrikaan), pengepakan dan pengataran pada pelanggan. Kata kunci: Laundry, Lavender, anti nyamuk

KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadhirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan berkah, rahmat, dan ridho-nya sehingga kami dapat menyelesaikan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan berjudul Laundry Aroma Terepi dengan Aroma AntiNyamuk dengan baik dan lancar. Berdasarkan kebutuhan mahasiswa akan kebersihan dan kerapian pakaian, usaha laundry aroma terapi anti nyamuk sangatlah dibutuhkan. Hal tersebut menjadikan dasar dari latar belakang yang jelas terhadap kreativitas ini. Sebuah usaha yang memiliki potensi dengan kelayakan bisnis yang cukup tinggi dengan pengupayaan dari latar belakang tersebut telah kami lakukan. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Dosen Pembimbing Dr.Drh Aryani S.S, Msc, yaitu dan juga pihak kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Hewan Dr. drh. Hera Maheswari, M.Sc. dan Dr. drh. Amrozi yang telah memberikan bantuan, arahan, dan bimbingan selama proses dan penyusunan PKMK ini, serta kepada seluruh pihak yang telah membantu hingga terwujudnya PKMK ini. Tujuan akhir dari kegiatan ini merupakan harapan berkembangnya jiwa entepreneurship setiap anggota kelompok PKM. Tim PKMK berharap usaha ini tidak berhenti begitu saja, melainkan ada kesinambungan untuk terus berkembang. Untuk itu, saran dan kritik akan kami jadikan sebagai bahan evaluasi demi kemajuan usaha kami. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh pembaca. Bogor, 13 Juni 2010 Tim Penyusun

I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Laundry yang asal katanya menurut electronic dictionary (www.dict.org) adalah workplace where clothes are washed and ironed ; diartikan tempat usaha dimana pakaian dicuci dan disetrika. Sedangkan untuk usaha laundry sendiri telah banyak pihak yang mempelajari dan menganalisanya, seperti Slamet Supriyadi bahasannya mengenai Berebut rezeki dari usaha laundry mengatakan, Bisnis laundry seakan menemukan momentumnya. Perubahan gaya hidup dan pola berpikir masyarakat ikut menyokong tumbuhnya bisnis basah ini. Yang pasti ceruk pasarnya masih sangat besar untuk diperebutkan ( dalam Majalah Pengusaha - Peluang Usaha dan Solusinya 11 Mei 2009). Berdasarkan hal tersebut kami membuat inovasi dan terobosan dengan mengenalkan usaha laundry aroma terapi dengan aroma anti nyamuk. Indonesia memilki kekayaan tanaman yang sangat beragam, beberapa dari tanaman yang ada memilki berbagai kegunaan, salah satunya yaitu bunga lavender. Lavender atau Laveandula latiofola. Bunga lavender ini memiliki manfaat untuk menangkal nyamuk dan mampu melemaskan sistem kerja syaraf dan meningkatkan aktivitas gelombang alpha di otak yang membuat tubuh lebih rileks. Karena itu lavender sering digunakan untuk bahan lotion antinyamuk dan juga aromaterapi. Oleh karena itu, kami yakin keberadaan pewangi pakaian dengan aroma lavender mampu menarik pelanggan dalam usaha laundry. Daerah sekitar kampus merupakan tempat beraktifitas mahasiswa IPB yang mempunyai frekuensi tinggi khususnya pejalan kaki dan terlebih perkembangan hunian kost yang banyak terletak di daerah sekitar kampus. Dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa yang memakai jasa laundry terus meningkat ditunjukkan dengan ramainya jasa laundry di daerah sekitar kampus. Dari analisis bisnis bahwa jasa laundry merupakan usaha yang sangat prospek dan menjanjikan.pangsa pasar yang besar kami adalah semua mahasiswa IPB yang tinggal di daerah sekitar kampus. Dengan pangsa pasar sebesar itu dan ditambah pegawai yang berpengalaman dan ulet, maka kami optimis usaha kami ini akan sangat potensial. 1.2 PERUMUSAN MASALAH Kegiatan usaha laundry oleh sebagian orang saat ini masih dianggap sebagai kegiatan sampingan yang hanya bersifat menambah penghasilan. Padahal usaha laundry di sekitar daerah kampus IPB ini dapat dikelola dengan menejemen yang baik, profesional dan disiplin, maka

akan menjadi pekerjaan utama yang menghasilkan keuntungan yang secara ekonomi sangat besar. Berdasarkan pemikiran diatas maka usaha ini juga akan mampu menyerap tenaga kerja yang jumlahnya cukup banyak. Pemberdayaan masyarakat sekitar kampus IPB masih menjadi prioritas, karena masih banyaknya angka penganguran di sekitar kampus dan apabila usaha laundry ini dijalankan maka selain mengurangi angka pengangguran juga dapat menekan angka kejahatan. Usaha laundry di sekitar kampus IPB sangat menjanjikan karena konsumen utamanya adalah mahasiswa. Mahasiswa sendiri memiliki kecenderungan untuk mencucikan dan menyetrikakan pakainnya disaat jadwal perkuliahan padat, tugas yang menumpuk, dan terlebih dimusim hujan tiba. Berdasarkan fakta tersebut usaha laundry di sekitar kampus IPB ini sangat berpeluang besar dan menguntungkan dengan konsumen utama yang besar. 1.3 TUJUAN PROGRAM Secara umum tujuan dari program usaha laundry aroma terapi di sekitar kampus IPB ini adalah mengambil peluang usaha dengan jumlah konsumen yang besar dan juga mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan di sekitar kampus IPB. Adapun secara khusus tujuan usaha laundry aroma terapi yang memiliki aroma anti nyamuk adalah menumbuhkan kesadaran hidup sehat yang dimulai dari diri sendiri yang diwujudkan dengan cara yang berpakaian yang bersih dan rapi dan mengenalkan sistem laundry dengan aroma terapi anti nyamuk dan juga untuk diri sendiri dan tim dapat sebagai tambahan finansial yang sifatnya pokok untuk biaya hidup dan kuliah. 1.4 LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari program ini adalah : 1. Membantu mahasiswa dalam hal penyediaan jasa laundry untuk mencucikan dan menyetrikakan pakaiannya yang memilki aroma terapi anti nyamuk. 2. Memperdayakan masyarakat di sekitar kampus IPB 3. Menciptakan pola hidup sehat dilingkungan mahasiswa yang dimulai dari berpakaian yang bersih dan rapi

1.5 KEGUNAAN PROGRAM 1. Diri sendiri dan kelompok Progam usaha ini dapat menumbuhkan kepekaan terhadap potensi bisnis dilingkungan sekitar kampus IPB. Disamping itu, progam usaha laundry ini akan menjadi tambahan dan bahkan menjadi pemasukan keuangan yang utama untuk memfasilitasi kegiatan perkuliahan dan kebutuhan hidup. 2. Masyarakat (dalam hal ini mahasiswa- mahasiswi dan juga masyarakat sekitar kampus IPB) Progam usaha laundry ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mahasiswa-mahasiswi IPB untuk meningkatkan pola hidup sehat yang dimulai dari kebersihan dan kerapian berpakaian dan juga mereleksasikan pikiran dari tekanan perkuliahan. Progam usaha ini juga dapat memperdayakan masyarakat di sekitar kampus IPB. 3. Pemerintah Keberhasilan program usaha laundry aroma terapi anti nyamuk ini dapat membantu pemerintah, misalnya Departemen Kesehatan dalam hal menekan jumlah kasus demam berdarah,malaria dan kaki gajah karena gigitan nyamuk. II. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Analisis aspek finansial dalam membuka sebuah usaha sangat diperlukan, terutama untuk melihat kelayakan usaha tersebut. Kegiatan seperti ini tentunya membutuhkan biaya dalam pelaksanaannya. Akan tetapi seringkali mahasiswa kesulitan untuk mendapatkan pemasukan atau modal untuk menunjang usaha tersebut. Oleh karena itu, dengan adanya PKM ini diharapkan masalah finansial untuk mewujudkan usaha laundry dapat terpecahkan. Usaha laundry di sekitar kampus IPB merupakan suatu prospek bisnis yang menguntungkan dengan tingkat pengguna jasa terbesar yaitu mahasiswa-mahasiswi IPB. Oleh karena itu, tim pelaksana memilih usaha laundry yang memiliki ke-khas-an pewangi dengan aroma terapi anti nyamuk untuk dijadikan usaha jasa yang menjanjikan dan menjadi inovasi terbaru. Proses usaha laundry memilki beberapa tahapan yaitu tahap penerimaan, tahap pemprosesan, dan tahap pengepakan. Dimana kesemua tahapan tersebut merupakan satu kesatuan dalam menjalankan usaha jasa laundry yang akan didukung dengan pengadaan bahan

pendukung bulanan, pengontrolan peralatan oleh bagian teknisi tiap minggunya, pelayanan komplain pelanggan dan kegiatan promosi. Sedang untuk pengembanggan kedepannya akan diperluas dengan sistem marketing Frencise dengan pihak yang menyakinin usaha ini akan membrikan keuntungan lebih dengan resiko yang minim. Diharapkan sistem ini mampu menjaring pelanggan yang lebih luas untuk menggunakan jasa laundry aroma terapi dengan aroma anti nyamuk. III. METODE PELAKSANAAN PROGRAM 3.1 Rencana Usaha jasa Laundry Perencanaan usaha jasa laundry ini dibagi menjadi 3 manajemen utama yaitu: Jasa Laundry Manajemen penerimaan Manajemen pemprosesan Manajemen pengepakan Ketiga manajemen tersebut memiliki deskripsi kegiatan yang berbeda akan tetapi mempunyai keterkaitan yang sangat erat antara satu dengan yang lain. Manajemen penerimaan merupakan tahap awal dari kegiatan jasa laundry yang meliputi : No. Manajemen Penerimaan Keterangan 1 Pelanggan datang Penimbangan (± 1pakaian=3ons), beri tanda untuk pakaian basah (menghindari komplain berat pakaian datang tidak sama dengan hasil laundry) 2 Rinci jenis pakain Kaos, kemeja, celana, dan penyortiran pakaian per 3 Penandaan pakain dengan Tag Pin warna untuk menghindari kelunturan dengan pakain lain Nomor nota, nama pelanggan, jumlah, nomor urut pakaian (pencatatan kode khusus tiap pakain untuk mempermudah pencarian jika tanda pakain lepas saat pencucian), dan penjepretan tanda menggunakan tag pin 4 Penulisan nota Nama pelanggan, No Hp, pencatatan berat, rincian pakaian, dan penulisan harga

Manajemen pemprosesan merupakan tahapan yang memerlukan ketelitian, kedisiplinan dan pengawasan yang intesif, karena pada tahapan inilah yang akan menentukan kualitas jasa yang kita berikan pada pelanggan. Manajemen ini meliputi : No. Manajemen Pemprosesan Keterangan 1 Pencucian 1 x pencucian 8kg pakaian ± 1jam (bergantung kapasitas mesin cuci contoh Kapasitas 10kg maksimal digunakan 8kg agar hasil lebih baik dan menghindarkan dari kerusakan mesin), pewangi pakaian yang disesuaikan khusus untuk mesin cuci, dan detergen yang digunakan adalah detergen khusus mesin cuci 2 Pengeringan Setelah dikeringkan dalam mesin cuci, kemudian dilakukan penggantungan yang tujuannya untuk mengangin-anginan pakain yang telah kering mesin, penjemuran dengan sinar matahari (±1jam), dan juga penggunaan mesin pengering tanpa dijemur matahari saat musim hujan 3 Penyeterikaan Penyeterikaan dan pemberian pewangi Manajemen pengepakan merupakan tahapan akhir dari kegiatan jasa laundry yang meliputi : No. Manajemen Pengepakan Keterangan 1 Penyusunan hasil penyeterikaan Hasil seterikaan disusun berdasarkan pakaian pelangan 2 Pengepakan ke dalam plastik Pengepakan ke dalam plastik dilakukan setelah hasil seterikaan dingin (menghindari penguapan di dalam plastik yang akan menimbulkan bau pada pakaian, pemberian lubang kecil pada plastik pakaian yang sudah dipak (alternatif pengeluaran uap pakaian), plastik yang digunakan ±7 jenis plastik berdasarkan banyak atau sedikitnya pakaian dan pemberian nota dalam plastik untuk mengetahui nama pelanggan

Dilakukan juga kegiatan yang mendukung ketiga manajemen diatas, mencakup : 1. Pengadaan bahan pendukung bulanan (detergen dan pewangi mesin cuci, pewangi pakaian, plastik, kain keras, dan pin) 2. Pengontrolan peralatan oleh bagian teknisi tiap minggunya 3. Pelayanan komplain pelanggan 4. Kegiatan promosi 3.2 Rencana Organisasi Manajer utama bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengevaluasian kegiatan dari awal hingga akhir proses laundry. Bagian teknisi bertangung jawab atas perawatan dan pengoperasiaan peralatan laundry baik itu mesin cuci, tag pin, dan setrika. Bagian penyedia bahan dan peralatan bertanggung jawab atas penyediaan bahan dan peralatan penunjang kegiatan laundry baik itu deterjen khusus mesin cuci, pewangi aroma terapi, pin, plastik pembungkus, penjepret,bolpen dan nota. Bagian keuangan bertanggung jawab terhadap manajemen keuangan jasa laundry baik itu pengeluaran maupun pemasukan. Bagian promosi bertanggung jawab untuk mempromosikan baik itu melalui media massa (leaflet, brosur dan juga SMS) jasa laundry kepada konsumen yang akan menjadi pelanggan. Dalam pengorganisasian kegiatan jasa laundry dan pemasarannya, penyebaran sumberdaya manusia dan jalur koordinasi tim pelaksana adalah sebagai berikut : Manajer Utama Anang Triyatmoko Teknisi Daud Abdulah Penyedia bahan dan peralatan Bagus Setiawan Keuangan Julianto marketing Wahid Fahri H

IV. PELAKSANAAN PROGRAM 4.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari Juni 2010 di Leuwikopo, Kecamatan Darmaga, Kabupaten Bogor. 4.2. Tahapan Pelaksanaan/Jadwal Faktual Tahapan pelaksanaan PKMK meliputi tahap praproduksi, tahap produksi, dan tahap pemasaran. N o Kegiatan 1 Persiapan tempat 2 Persiapan alat 3 Promosi 4 Pelaksana an usaha 5 evaluasi n ke-1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 n ke- 11 n ke- 12 4.3. Pelaksanaan a. Pra-Kegiatan Jasa Laundry Pra-Kegiatan jasa laundry ini mencangkup seberapa jauh persiapan baik itu tempat, peralatan dan bahan pendukung laundry. Pra-Kegiatan ini dikatakan berhasil apabila tempat, peralatan dan bahan pendukung laundry telah siap pada waktu yang ditentukan. b. Kegiatan Jasa Laundry kegiatan jasa laundry dapat dikatakan berhasil apabila mampu mencapai target harian sebesar 30Kg dan juga dikatakan berhasil apabila tidak ada komplain dari pelanggan. Dalam kegiatan ini juga harus diawasi kinerja pekerja guna meningkatkan pelayanan dan kualitas jasa yang diberikan kepada pelanggan. c. Promosi Indikator keberhasilan promosi adalah jumlah pelanggan yang meningkat tiap minggunya. Dapat juga diasumsikan jumlah baju yang masuk memenuhi target harian 30Kg bahkan lebih dari itu. 4.4. Instrumen Pelaksanaan

Pelaksanaan program ini ditunjang dengan mesin cuci, setrika, hanger, timbangan, staples, penjepit pakaiaan, plastik pembungkus, kamera digital, alat tulis, dan alat komunikasi (telepon selular). 4.5. Rancangan dan Realisasi Biaya 4.5.1. Rancangan proyeksi rugi/laba periode komersil n Pemasukkan (Rp) Biaya operasional (Rp) Gaji pegawai (Rp) Saldo (Rp) Januari 900.000 150.000 450.000 300.000 Februari 900.000 150.000 450.000 300.000 Maret 800.000 150.000 450.000 200.000 April 950.000 150.000 450.000 350.000 Total 3.550.000 600.000 1.800.000 1.150.000 Dimana : = profit (keuntungan usaha) dalam satu tahun TR = Total Revenue (Total Penerimaan) = Rp. 3.550.000 TC = Total Cost (Total Biaya) = Rp. 2.400.000 Jadi: = Rp. Rp.3.550.000 - Rp. 2.400.000 = Rp. 1.150.000 Estimasi BEP = Modal awal X 1 bulan Profit = Biaya Tetap + Biaya Variabel Awal X 1 bulan = Rp. 7.000.000,00 Rp. 300.000,00 Profit per bulan = 23,3 bulan pembulatan menjadi 24 bulan 4.5.2. Realisasi Biaya No. Rincian Jumlah (Rp) 1 Mesin cuci 2.500.000 2 Timbangan 2 x @ Rp 110.000 220.000 3 Setrika + kabel panjang 192.000 4 Ember, gantungan baju, gayung, sikat baju 120.000

5 Kalkulator, tag gun + isinya dan kantong plastic, staples 212.000 6 Keranjang pakaian 55.000 7 Buku dan alat tulis 100.000 8 Nota Bulbo 300.000 9 Tambah daya listrik dan ongkosnya 300.000 10 Perbaikan tempat jemuran dan mesin pompa air 420.000 11 Tas pelanggan Bulbo 400.000 12 Spanduk dan pamflet 210.000 13 Kaos tim Bulbo 425.000 14 Sabun cuci, molto, rapika 150.000 15 Ekstrak lavender 300.000 16 Pembuatan proposal dan laporan 125.000 17 Transportasi dan komunikasi 5 x @Rp 26.000 130.000 18 Dokumentasi 50.000 19 Lain lain 30.000 Total 6.259.000 V. HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Persiapan kegiatan Persiapan kegiatan dilakukan pada bulan januari dan februari 2010. Tahap persiapan dimulai dari pencarian peralatan(mesin cuci, setrika, pengantung pakaian dll) dan bahan penunjang kegiatan laundry (sabun, pewangi, kain keras dll) 5.2. Kegiatan jasa laundry Kegiatan jassa laundry ini meliputi penerimaan, pemprosesan(pelabelan, pencucian dan penyetrikaan), pengepakan dan pengataran pada pelanggan. Semua kegiatan tersebut saling berkaitan dan memilki pengaruh yang besar terhadap pendapatan jasa ini. Tahap pertama adalah penerimaan dari pelanggan kemudian dilakukan Penimbangan (± 1pakaian=3ons), beri tanda untuk pakaian basah (menghindari komplain berat pakaian datang tidak sama dengan hasil laundry). Dilanjutkan dengan pemisahan kaos, kemeja, celana, dan penyortiran pakaian per warna untuk menghindari kelunturan dengan pakain lain. Pencatatan nomor nota, nama pelanggan, jumlah, nomor urut pakaian (pencatatan kode khusus tiap pakain untuk mempermudah pencarian jika tanda pakain lepas saat pencucian), dan penjepretan tanda menggunakan tag pin nama pelanggan, No Hp, pencatatan berat, rincian pakaian, dan penulisan harga.

Tahap selanjutnya adalah pemprosesan meliputi pencucian, pengeringan, dan penyetrikaan. Pencucian meliputi 1 x pencucian 8kg pakaian ± 1jam (bergantung kapasitas mesin cuci contoh Kapasitas 10kg maksimal digunakan 8kg agar hasil lebih baik dan menghindarkan dari kerusakan mesin), pewangi pakaian yang disesuaikan khusus untuk mesin cuci, dan detergen yang digunakan adalah detergen khusus mesin cuci. Kemudian setelah dikeringkan dalam mesin cuci, kemudian dilakukan penggantungan yang tujuannya untuk mengangin-anginan pakain yang telah kering mesin, penjemuran dengan sinar matahari (±1jam), dan juga penggunaan mesin pengering tanpa dijemur matahari saat musim hujan.tahap akhir berupa Penyeterikaan dan pemberian pewangi. Tahap selanjutnya pengepakan yaitu hasil seterikaan disusun berdasarkan pakaian pelangan, dilanjutkan dengan pengepakan ke dalam plastik dilakukan setelah hasil seterikaan dingin (menghindari penguapan di dalam plastik yang akan menimbulkan bau pada pakaian, pemberian lubang kecil pada plastik pakaian yang sudah dipak (alternatif pengeluaran uap pakaian), plastik yang digunakan ±7 jenis plastik berdasarkan banyak atau sedikitnya pakaian dan pemberian nota dalam plastik untuk mengetahui nama pelanggan 5.4. Promosi Kegiatan promosi kita lakukan melalui media pamphlet, brosur, benner, dan juga sosialisasi pada teman-teman baik teman fakultas maupun teman dilingkungan kost. 5.5. Evaluasi Tahap persiapan kegiatan dan praproduksi dapat dikatakan telah berhasil karena tim PKM telah memperoleh apa yang telah direncanakan. Tahap kegiatan jasa laundry juga dinilai berhasil, karena telah melakukan pelayanan jasa laundry pada para pelanggan. Tahap promosi, juga dikatakan berhasil karena pelanggan mendapatkan info mengenai jasa laundry baik dari pamphlet, brosur, benner, dan juga sosialisasi pada teman-teman baik teman fakultas maupun teman dilingkungan kost. Keuntungan sementara yang didapatkan dari jasa laundry sebesar Rp1.150.000. VI. KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Usaha kegiatan jasa laundry ini sangata menjajikan karena memilki nilai ekonomi yang besar terutama lagi kegiatan ini dilaksanakan pada daerah sekitar kampus yang kebanyakan mahasiswa-mahasiswinya sangat membutuhkan jasa ini. 6.2. Saran Jasa laundry adalah kegiatan usaha yang sangta membuttuhakan suatu komitmen yang saling berkaitan baik itu dari pelayanan, ketepatan waktu, kepuasan pelanggan dan juga keramahan kita dalam menghadapi pelanggan baik berupa masukkan maupun kritikan. Hal itulah yang akan mampu membuat usaha ini berkembang dan maju

Dokumentasi Kegiatan 1. Tahap penerimaan LAMPIRAN 2. Tahap pemprosesan n

Jadwal piket Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Daud dan Fahri Daud dan Junto Anang dan Bagus Anang dan Bagus Fahri dan Junto Piket bersama Nama-nama pelanggan Nama Alamat Nama Alamat Aini Tri dara Ade okta Perum-dosen Gita Tri dara Puin Perum-dosen Rida Tri dara Cristian Perum-dosen Upi Tri dara Saroh jinni Perum-dosen Indi Tri dara Uut Leuwkopo Theodora Perwira Ridwan Perwira Ayu Perwira Meta Perwira Hafiz Perwira Yasmin Perwira Galuh Leuwkopo Patricia Perwira Kenyo Bara 4 niken Perwira