Langkah-Langkah Pencegahan Korupsi

dokumen-dokumen yang mirip
Komisi Pemberantasan Korupsi. Peranan KPK Dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

STUDI KASUS KORUPSI DI INDONESIA

538 KOMPILASI KETENTUAN PIDANA DI LUAR KUHP

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA

PEDOMAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Lampiran 4 SK No /HK.01.01/02/ReINDO/12/2012 Tanggal 26 Desember 2012 PEDOMAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG

KOORDINASI DAN SUPERVISI PENCEGAHAN KORUPSI DALAM SEKTOR PELAYANAN PUBLIK

BAB II PENGATURAN HUKUM TENTANG PERLINDUNGAN TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA KORUPSI

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG GRATIFIKASI, SEBAGAI AWAL DARI KORUPSI. Oleh : Ennoch Sindang Widyaiswara Madya, Pusdiklat KNPK, Kementerian Keuangan

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU SAKU UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 31 TAHUN 1999

2017, No Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PEDOMAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI

2016, No Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

Matriks Perbandingan KUHAP-RUU KUHAP-UU TPK-UU KPK

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2015, No Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No

PENINGKATAN KAPASITAS PENGENDALIAN INTERN DAN UPAYA PENCEGAHAN KORUPSI GUNTUR KUSMEIYANO DIREKTORAT DIKYANMAS DEPUTI BIDANG PENCEGAHAN KPK

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

2017, No Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 3874), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang

Gratifikasi dilarang karena dapat mendorong Insan PTC

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ETIK UMB. Tindakan Korupsi dan Penyebabnya. Pendahuluan. Modul ke: Daftar Pustaka. 12Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA (LHKPN)

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

Modul ke: ETIK UMB. Mengenali Tindakan Korupsi. Fakultas Ilmu Komputer. Yani Pratomo, S.S, M.Si. Program Studi. Sistem Informasi.

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e )

PENGERTIAN KORUPSI. Bab. To end corruption is my dream; togetherness in fighting it makes the dream come true. PENDIDIKAN ANTI-KORUPSI

TINDAKAN KORUPSI DAN PENYEBABNYA

Modul ke: Etik UMB. Tindakan Korupsi dan Penyebabnya - 1. Fakultas MKCU. Finy F. Basarah, M.Si. Program Studi MKCU.

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SISTEM PENGENDALIAN GRATIFIKASI

ETIK UMB. Pengembangan Wawasan (Mengenali Tindakan Korupsi) Modul ke: 09Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen

PENDIDIKAN ANTIKORUPSI UNTUK KITA SEMUA Memahami Gratifikasi

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH TENTANG PEDOMAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/PERMEN-KP/2013 TENTANG

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERIKANAN

Nomor : 995/BAN-PT/AK/2017 Jakarta, 21 Februari 2017 Lampiran : 1(satu) berkas : Kode Etik Asesor

PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 82 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA

PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN

KEMENTERIAN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR 4 TAHUN 2015

WALIKOTA PONTIANAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN WALIKOTA PONTIANAK NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG

PEDOMAN PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Pedoman Pengendalian Gratifikasi. Good Governance is Commitment and Integrity

Berkomitmen terhadap Pokok Kaidah Negara Fundamental

SOSIALISASI PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN INTELEKTUAL

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 Tahun 2014 TENTANG PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN

Konsep Gratifikasi. Persinggungan Gratifikasi Sosial/Budaya. Penerapan Pengendalian Gratifikasi

2 Tahun 1992 Nomor 116, Tambahan Negara Republik Indonesia Nomor 3502); 2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersi

Yang Terhormat: Sulawesi Tengah

Pendidikan Anti-Korupsi Untuk Perguruan Tinggi

KEMENDAGRI. Gratifikasi. Unit Pengendalian.

2016, No sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang P

PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI. UU No. 31 TAHUN 1999 jo UU No. 20 TAHUN 2001

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PENGENDALIAN GRATIFIKASI DI LINGKUNGAN BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

BSN. Pengendalian Gratifikasi. Sistem.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keuangan negara sebagai bagian terpenting dalam pelaksanaan

UNDANG - UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA Pembukaan

2017, No Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 23, Tambahan Lembar

MATERI KPK. Indonesia Kita. Pemberantasan Korupsi. Gratifikasi

BUPATI TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

POTENSI KORUPSI DANA DESA DAN SANKSI HUKUMNYA pada

2017, No Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara di Lingkungan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Mengingat

LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA NEGARA (LHKPN) Hery Nurudin Group Head Pendaftaran & Pemeriksaan LHKPN

BAB II IDENTIFIKASI DATA

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2016 NOMOR 16

BERITA DAERAH KOTA BOGOR. Nomor 27 Tahun 2016 Seri E Nomor 19 PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 27 TAHUN 2016 TENTANG

Transkripsi:

Langkah-Langkah Pencegahan Korupsi Roni Dwi Susanto Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Disampaikan dalam Raker Kemenperin Jakarta, 7 Februari 2014 1

AGENDA Potret Korupsi di Indonesia Apresiasi untuk Kemenperin Langkah 1: Pahami Definisi dan Modus Korupsi Langkah 2: Pengendalian Gratifikasi Langkah 3: Pencegahan melalui LHKPN Langkah 4: Keteladanan Pimpinan Langkah 5: Perbaikan Sistem 2

Potret Korupsi di Indonesia 3

UNDANG UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN (Preambule) Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

UNDANG-UNDANG DASAR 1945 AMANDEMEN KE EMPAT Anggaran pendapatan dan belanja negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. (pasal 23 ayat 1) www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi

DAMPAK KORUPSI POTRET INDONESIA PENGANGGURAN HUTANG LUAR NEGERI KERUSAKAN ALAM www.kpk.go.id KEMISKINAN MASSIF 6 Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi

POTRET INDONESIA ANGKA KEMISKINAN: Maret 2012: 29,13 juta orang (11,96%) Maret 2013: 28,07 juta orang (11,37 %) September 2013 mencapai 28,55 juta orang. PENGANGGURAN: Agustus 2012: 7,24 juta orang Februari 2013: 7,17 orang Agustus 2013: 7,39 juta orang. HUTANG LUAR NEGERI: Oktober 2013: Rp 2.276,89 triliun (Berupa, pinjaman Rp 658,37 triliun dan surat utang Rp 1.618,53 triliun) KERUSAKAN ALAM: 3,8 juta hektar hutan di Indonesia dibabat dan dieksploitasi secara ilegal www.kpk.go.id 7 Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi

8

Apresiasi untuk Kemenperin 9

Apresiasi untuk Kementerian Perindustrian Tim Kementerian Perindustrian telah membuat langkah-langkah perbaikan integritas pelayanan publik. Diantaranya adalah pembuatan: Pedoman Evaluasi Penerapan Integritas Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian Perindustrian Pedoman Pencegahan Korupsi di Lingkungan kementerian Perindustrian Pakta Integritas Kode Etik Pelayan Publik 10

Langkah 1: Pahami Definisi dan Modus Korupsi 11

Korupsi (bahasa latin: corruptio dari kata kerja corrumpere = busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok), kebejatan, ketidakjujuran, tidak bermoral... Robert Klitgaard: korupsi dapat terjadi jika ada monopoli kekuasaan yang dipegang oleh seseorang yang memiliki kemerdekaan bertindak atau wewenang yang berlebihan, tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas. Transparency International: Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. 12

Korupsi Dalam Konteks Yuridis 1. Psl 2 ayat (1) UU No 31/1999 (sebagamana telah diubah dengan UU No 20/2001) Tentang Pemberantasan Tipikor Setiap orang yang secara MELAWAN HUKUM melakukan perbuatan MEMPERKAYA DIRI SENDIRI atau ORANG LAIN atau suatu KORPORASI yang dapat MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA atau PEREKONOMIAN NEGARA, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp.200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi 13

Korupsi Dalam Konteks Yuridis 2. Psl 12b Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya dipidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi 14

*Fraud Triangle (Donald R Cressey, 1950) OPPORTUNITY

Pemberantasan Korupsi & KPK Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi didefinisikan sebagai serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas TPK melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan-penyidikan-penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan dengan peran serta masyarakat. (Pasal 1 UU 30/2002) Monitoring Pasal 14 Koordinasi Pasal 7 TUGAS KPK Pencegahan Pasal 13 Supervisi Pasal 8 Penyelidikan, Penyidikan & Penuntutan Pasal 11 1. networking counterpartner 2. tidak memonopoli tugas dan wewenang lid-dik-tut; 3. trigger mechanism 16 Azas KPK : keadilan; kepastian hukum; keterbukaan; akuntabilitas; kepentingan umum; & proporsionalitas.

www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi

www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi

POLA UMUM KORUPSI Contoh Pola Umum Modus Korupsi Pemalsuan Fraud Penyuapan Bribery Penggelapan Embezzlement Sumbangan ilegal Illegal Contribution Komisi Commission Nepotisme Nepotism Pemerasan Extortion Bisnis Orang Dalam Insider Trading Penyalahgunaan Wewenang Abuse of discretion Pilih Kasih Favoritism

Tabulasi Data Pelaku Korupsi Berdasarkan Jabatan Tahun 2004-2013 (per Desember 2013) 20

Langkah 2: Pengendalian Gratifikasi 21

Pengertian Gratifikasi Pengertian gratifikasi terdapat pada penjelasan Pasal 12B Ayat (1) UU No.31 Tahun 1999 juncto UU No.20 Tahun 2001, bahwa : "Yang dimaksud dengan "gratifikasi" dalam ayat ini adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjawalan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diteria di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik." www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi 22

JENIS-JENIS GRATIFIKASI Pemberian dalam arti luas dan fasilitas lainnya 23

Pelaporan Gratifikasi dari Kementerian Perindustrian Tahun Laporan Gratifikasi 2014 0 (per 27 Januari 2014) 2013 0 2012 0 2011 1 2010 1 2009 0 2008 2 www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi 24

Pertanyaan Reflektif Apakah motif dari pemberian hadiah yang diberikan oleh pihak pemberi kepada Anda? Jika motifnya menurut dugaan Anda adalah ditujukan untuk mempengaruhi keputusan Anda sebagai pejabat publik, maka pemberian tersebut dapat dikatakan cenderung ke arah gratifikasi ilegal dan sebaiknya Anda tolak. Apakah pemberian tersebut diberikan oleh pemberi yang memiliki hubungan kekuasaan/posisi setara dengan Anda atau tidak? Jika jawabannya tidak (memiliki posisi tidak setara) maka Anda perlu mulai meningkatkan kewaspadaan Anda mengenai motif pemberian Apakah pemberian tersebut memiliki potensi menimbulkan konflik kepentingan saat ini maupun di masa mendatang? Jika jawabannya ya, maka sebaiknya pemberian tersebut Anda tolak dengan cara yang baik 25

Pertanyaan Reflektif Bagaimana metode pemberian dilakukan? Terbuka atau rahasia? Anda patut mewaspadai gratifikasi yang diberikan secara tidak langsung, apalagi dengan cara yang bersifat sembunyi-sembunyi (rahasia). Adanya metode pemberian ini mengindikasikan bahwa pemberian tersebut cenderung ke arah gratifikasi ilegal. Bagaimana kepantasan/kewajaran nilai dan frekuensi pemberian yang diterima (secara sosial)? Jika pemberian tersebut di atas nilai kewajaran yang berlaku di masyarakat ataupun frekuensi pemberian yang terlalu sering sehingga membuat orang yang berakal sehat menduga ada sesuatu di balik pemberian tersebut, maka pemberian tersebut sebaiknya Anda laporkan ke KPK atau sedapat mungkin Anda tolak. www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi 26

Contoh-contoh Kasus Gratifikasi Pemberian tiket perjalanan kepada pejabat atau keluarganya untuk keperluan pribadi secara cuma-cuma Pemberian hadiah atau parsel kepada pejabat pada saat hari raya keagamaan, oleh rekanan atau bawahannya. Hadiah atau sumbangan pada saat perkawinan anak pejabat oleh rekanan kantor pejabat tersebut Pemberian potongan harga khusus bagi pejabat untuk pembelian barang dari rekanan Pemberian biaya atau ongkos naik haji dari rekanan kepada pejabat Pemberian hadiah ulang tahun atau pada acara-acara pribadi lainnya dari rekanan Pemberian hadiah atau souvenir kepada pejabat pada saat kunjungan kerja Pemberian hadiah atau uang sebagai ucapan terima kasih karena telah dibantu 27

Jika Saya Menerima Gratifikasi, Apa Yang Harus Saya Lakukan? Jika anda memiliki posisi sebagai penyelenggara negara atau pegawai negeri menerima gratifikasi maka langkah yang terbaik yang bisa anda lakukan (jika anda dapat mengidentifikasi motif pemberian adalah gratifikasi ilegal) adalah menolak gratifikasi tersebut secara baik, sehingga sedapat mungkin tidak menyinggung perasaan pemberi. Jika keadaan memaksa anda menerima gratifikasi tersebut, misalnya pemberian terlanjur dilakukan melalui orang terdekat anda (suami, istri, anak, dan lain-lain) atau ada perasaan tidak enak karena dapat menyinggung pemberi, maka sebaiknya gratifikasi yang diterima segera dilaporkan ke KPK. Jika instansi anda kebetulan adalah salah satu instansi yang telah bekerjasama dengan KPK dalam Program Pengendalian Gratifikasi (PPG), maka anda dapat melaporkan langsung di instansi anda. 28

Langkah 3: Pencegahan melalui LHKPN 29

Kewajiban Penyelenggara Negara Terkait LHKPN Penyelenggara Negara berkewajiban untuk: Bersedia diperiksa kekayaannya sebelum, selama dan sesudah menjabat Melaporkan harta kekayaannya pada saat pertama kali menjabat, mutasi, promosi dan pensiun Mengumumkan harta kekayaannya 30

LHKPN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN No. 1 2 3 4 5 Unit Kerja Badan Penelitian Dan Pengembangan Industri Badan Pengkajian Kebijakan, Iklim, Dan Mutu Industri Direktorat Jenderal Basis Industri Manufaktur Direktorat Jenderal Industri Agro Direktorat Jenderal Industri Agro Dan Kimia Jumlah Wajib Lhkpn * Jumlah Yang Telah Melaporkan LHKPN (Formulir A Dan B) Jumlah % Form A % Wajib Isi Form B % Total % 6 0 0 0 0 6 100 6 100 10 0 0 1 10 9 90 10 100 8 0 0 0 0 8 100 8 100 7 1 14,29 0 0 6 85,71 6 85,71 1 0 0 0 0 1 100 1 100 6 Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi Dan Telematika 1 0 0 0 0 1 100 1 100 31

7 8 9 10 Direktorat Jenderal Industri Kecil Dan Menengah Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Direktorat Jenderal Kerjasama Industri Internasional Direktorat Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri 5 0 0 0 0 5 100 5 100 8 0 0 3 37,5 5 62,5 8 100 5 1 20 2 40 2 40 4 80 4 0 0 2 50 2 50 4 100 11 Inspektorat Jenderal 6 1 16,67 1 16,67 4 66,67 5 83,33 12 Kementerian Perindustrian 4 2 50 0 0 2 50 2 50 13 Sekretariat Jenderal 11 2 18,18 1 9,09 8 72,73 9 81,82 TOTAL 76 7 9,21 10 13,16 59 77,63 69 90,79 32

Langkah 4: Keteladanan Pimpinan 33

NILAI-NILAI ANTI KORUPSI =NlLAI-NILAI INTEGRITAS 1. Kejujuran 6. Kerja Keras 2. Kepedulian 7. Sederhana 3. Kemandirian 8. Keberanian 4. Kedisiplinan 9. Keadilan 5. Tanggungjawab www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi

Keteladanan Pimpinan -Jujur -Sederhana Penanaman Integritas Bangun Pegawai Anti Korupsi 35

Langkah 5: Perbaikan Sistem 36

Sistem 37

FILM KARIKATUR KORUPSI MUSUH BERSAMA MEWUJUDKAN INDONESIA YANG BEBAS DARI KORUPSI www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi 38

TERIMA KASIH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI Jl. HR Rasuna Said Kav C1 Jakarta 12920 Po. Box 575, Jakarta 10120 E-mail: pengaduan@kpk.go.id Telephone: 021-25578300 575 SMS: 0811 959 575 atau 0855 8 575 www.kpk.go.id 39

Website KPK - http://www.kpk.go.id Radio Streaming - http://www.kpk.go.id/streaming ACCH KPK - http://acch.kpk.go.id/home E-modul Gratifikasi - www.kpk.go.id/gratifikasi Film KvK - http://www.indonesiabersih.org/video/ Film Profile KPK - http://www.youtube.com/watch?v=dsxfhmvjysa&feat ure=youtu.be www.kpk.go.id Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Korupsi 40