Wahyu Surya Kusumawati. Dra. Hj. Mas udah M., M.Pd

dokumen-dokumen yang mirip
Pengaruh Bermain Puzzle Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Anak Kelompok A

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL KONSEP UKURAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PLAYDOUGH TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH BERMAIN BOLA WARNA MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A

Pengaruh Media Menara Angka Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Kelompok A

PENGARUH BERMAIN BOLA WARNA MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A

Amalia Tri Rachmawati Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya. M., M.Pd.

PENGARUH MEDIA WAYANG ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN BERNYANYI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBILANG ANAK

Pengaruh Permainan Dadu Kain Halus Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KERETA BERNOMOR TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK KELOMPOK B TK DHARMA WANITA PERSATUAN KEBOMAS GRESIK

PENGARUH PENERAPAN MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN

PENGARUH MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN ANAK MENGENAL BENTUK GEOMETRI KELOMPOK A DI TK ANEKA RIA

PENGARUH MEDIA DADU HURUF TERHADAP KEMAMPUAN PENGENALAN HURUF PADA TK KELOMPOK A

PENGGUNAAN MEDIA BALOK CUISENAIRE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL WARNA DAN UKURAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK R.

PENGARUH METODE PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP UKURAN ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PERMAINAN MENCARI HARTA KARUN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A. HAIRANISA AL AMANAH DEWI KOMALASARI

PENGARUH METODE RESITASI BERMEDIA KOKORU TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BENTUK GEOMETRI ANAK KELOMPOK B

PENGARUH METODE EKSPERIMEN BERBAHAN ALAM TERHADAP KEMAMPUAN PENGENALAN WARNA PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH PERMAINAN PETAK UMPET TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK

Pengaruh Penggunaan Media Flashcard terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok A di TK Dharma Wanita Padelegan Pademawu Pamekasan

PENGARUH MEDIA GELAS ANGKA 1-10 TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL LAMBANG BILANGAN KELOMPOK A

PENGARUH MEDIA PUZZLE MODIFIKASI SEPATUKU TESIKU TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL POLA AB-AB ANAK USIA 4-5 TAHUN

PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PERMAINAN KALENG PINTAR terhadap KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A di TK PUTERA HARAPAN

PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP KEMAMPUAN SAINS ANAK KELOMPOK B

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI PERMAINAN CONGKLAK PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH DONGENG TERHADAP KEMAMPUAN EMPATI ANAK KELOMPOK B

PENGARUH KEGIATAN MERONCE TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL POLA PADA ANAK KELOMPOK A DI TAMAN KANAK-KANAK WIFA

PENGARUH KEGIATAN MOZAIK TERHADAP KEMAMPUAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK KELOMPOK B DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL 3 SURABAYA

Enok Dwi Mahmudi. Sri Joeda Andajani

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGKLASIFIKASIKAN BENDA

PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI TERHADAP CAPAIAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK

PENGARUH MEDIA BUBUR KORAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B DI TK DHARMA WANITA WADUK KECAMATAN TAKERAN KABUPATEN MAGETAN

Elisabeth Christiana PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya,

PENGARUH THREE COLOUR WIRE GAME TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK KELOMPOK A DI TK ISLAM PLUS AL-MUCHLISIN

Retno Ayu Wulandari Rachma Hasibuan

Rizkha Novitasari PG PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya,

PENGARUH KEGIATAN MELUKIS BERMEDIA KAPAS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS PEMODELAN TARIAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN

PENGARUH BERMAIN TANAH LIAT TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL GEOMETRIANAK

Pengaruh Media Puzzle Terhadap Kemampuan Anak Dalam Mengenal Bentuk Geometri Di Kelompok A

PENGARUH BERMAIN PASIR TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP GEOMETRI KELOMPOK A

PENGARUH SERI MENGGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENGGAMBAR PERMULAAN ANAK. Nosha Putri Sekar Arum Nurhenti Dorlina Simatupang

PENGARUH MEDIA LOTO WARNA DAN BENTUK TERHADAP KEMAMPUAN KOGNTITIF ANAK KELOMPOK A DI RA AL-ISLAM JETIS DAGANGAN MADIUN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PEMECAHAN MASALAH SAINS ANAK KELOMPOK B

PENGARUH MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA MODIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK KELOMPOK B

PENGGUNAAN MEDIA SATE BUAH TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF DALAM MENGENAL KONSEP WARNA ANAK KELOMPOK A DI TK PAMIWAHAN PUTRA II WAHYU LUHUR

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DENGAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP UKURAN JURNAL. Oleh

Pengaruh Media Flashcard Terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan

PENGARUH MEDIA NUMBER SENSE TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK KELOMPOK B

METODE PROYEK BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK

PENGARUH MODEL PELATIHAN DASAR MENGGAMBAR TIRUAN TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PENGGUNAAN BALOK ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN ANAK

PENGARUH PERMAINAN MENCARI HARTA KARUN TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A. Hairanisa Al Amanah Dewi Komalasari

PENGARUH MEDIA KARTU BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK B

Pengaruh Metode Bercakap-cakap Berbasis Media Pop Up Book Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Kelompok A

Pengaruh Media Papan Titian Terhadap Keseimbangan Gerak Motorik Kasar Anak Kelompok A di RA Al- Hidayah

PENGARUH PERMAINAN BALOK ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN 1-10 PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH PERMAINAN ENGKLEK MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B

KEGIATAN BERNYANYI BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK TK KELOMPOK B

Pengaruh Meronce Pola Manik-Manik Geometri Terhadap Kemampuan Kognitif. TARBIYATUL FALAHIYAH MOJOPETUNG-GRESIK Nurul Alfiyah

Pengaruh Permainan Futsal Modifikasi Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 4-5 Tahun

PENGARUH KEGIATAN MENGGUNTING POLA TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TK ISLAM QOSHRUL UBUDIYAH

PENGARUH MIND MAPPING BOARD TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK B

PENGARUH PERMAINAN ANGKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN PADA USIA 4-5 TAHUN JURNAL. Oleh SEPTA SETIA SARI ( )

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DOMINO ALFABET TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK KELOMPOK A DI TK TUNAS BANGSA KECAMATAN NGORO MOJOKERTO

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA REALIA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH MEDIA PAPAN FLANEL TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL POLA AB-AB BERBENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK A

PENGARUH MEDIA APE (PUZZLE) GABUS WARNA-WARNI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL BENTUK ANAK KELOMPOK A DI TK PEMBINA PUTRA

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TARI TAKTETAH MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK A

PENGARUH PERMAINAN PIPA BOCOR TERHADAP KEMAMPUAN SOSIAL DALAM BEKERJASAMA PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN. Amilia Anom Sari Dewi Komalasari

EFEKTIVITAS MEDIA KINCIR KATA TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK HARAPAN DHARMAWANITA PAINAN KABUPATEN PESISIR SELATAN

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA LOTTO WARNA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF PADA ANAK KELOMPOK A DI TAMAN KANAK-KANAK PKK I GINTUNGAN

PENGARUH PERMAINAN ENGKLEK MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK

Pengaruh Metode Bercerita Berbasis Gambar Seri Terhadap Kemampuan Menyimak Anak Kelompok A

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI MEDIA PUZZLE PADA KELOMPOK B DI TK SISWA BUDI I SURABAYA

PENGARUH KEGIATAN SENI FINGER PAINTING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BANYAK SEDIKIT PADA ANAK KELOMPOK A. Heni Fitriyani Dewi Komalasari

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN CONGKLAK PADA KELOMPOK A

Pengaruh Permainan Engklek Modifikasi Terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B

ABSTRACT. Keywords: Group Counseling Services, Learning Mathematics Motivation

PENINGKATAN KEMAMPUAN MATEMATIKA ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN JAM PINTAR DI TAMAN KANAK - KANAK PEMBINA KEC. BARANGIN SAWAHLUNTO

Pengaruh Penerapan Permainan Lego Terhadap Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A

PENGARUH PERMAINAN BOWLLING TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK KELOMPOK B

PENGARUH TEKNIK KOLASE DENGAN BAHAN MANIK-MANIK TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI MELALUI KEGIATAN MENCETAK PADA ANAK USIA 3 4 TAHUN

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TANDUR TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK KELOMPOK B DI TK PUTRA HARAPAN BOJONEGORO. Meilia Ambarnianti

PENGARUH KEGIATAN BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK B RA MUSLIMAT NU 079 TARBIYATUS SHIBYAN PETUNG PANCENG GRESIK

Dra. Endang Purbaningrum.,M.Kes. Program Studi PLB, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya.

PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN UMUM DAN SAINS JURNAL. Oleh RATNA HANDAYANI FIKRI ( )

PENGARUH PENGGUNAAN MAZE ALUR TULIS TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK ARTIKEL JURNAL SKRIPSI

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagai Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Pada program studi PG-PAUD

PENGARUH PERMAINAN BENTUK GEOMETRI TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A DI TK NUSA INDAH II

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA WAYANG DUPLEKS KOMUNIKASI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK KELOMPOK B. Priska Anindita Titisari Putriningtyas Sri Setyowati

Pengaruh Permainan Tradisional Angklek Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Kelompok A TK Dharma Wanita Persatuan Kemangi Gresik

PENERAPAN METODE PROYEK TERHADAP KEMAMPUAN NATURALIST INTELLIGENCE ANAK USIA 5-6 TAHUN

PENGARUH PERMAINAN LEGO ADU CEPAT TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK A DI TK AISYIYAH 3 SURABAYA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 15 KOTA TASIKMALAYA JURNAL

PENGARUH BERMAIN TANAH LIAT TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL GEOMETRI ANAK. Made Ayu Anggraeni Universitas PGRI AdiBuana Surabaya

Transkripsi:

Pengaruh Media Puzzle Terhadap Kean Kognitif Mengenal Konsep Bilangan Pada Kelompok A Di PENGARUH MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF MENGENAL KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK A DI TK DHARMA WANITA NGRASEH KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Wahyu Surya Kusumawati (wahyu.kusumawati@yahoo.co.id) Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya Dra. Hj. Mas udah M., M.Pd Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya Abstrak Penelitian pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kean kognitif mengenal konsep bilangan 1-10. Dari 15 anak 3 anak sudah mengenal konsep bilangan dari 1-10 dengan baik, 8 anak mengenal konsep dari 1-6, dan 4 anak lagi belum bisa sama sekali. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk membuktikan apakah ada pengaruh media puzzle terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis pre eksperimen dan desain penelitian menggunakan one group pretest-posttest. Subyek penelitian berjumlah 15 anak. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik non parametrik uji jenjang bertanda Wilcoxon (Wilcoxon match pairs test) dengan rumus t hitung < t table, dimana jika t hitung < t tabel maka hasil penelitian signifikan adanya pengaruh antara dua variabel. Berdasarkan hasil analisis data tentang kean kognitif mengenal konsep bilangan pada saat observasi awal (pretest) dan setelah diberikan perlakuan (post test) menggunakan kegiatan pembelajaran menggunakan media puzzle diperoleh nilai rata-rata hasil pretest 2,27 dan hasil posttest 3,27. Hasil perhitungan dengan uji jenjang diperoleh t hitung = 0 lebih kecil dari t tabel = 25 dan hasil pengambilan keputusannya yaitu: Ha diterima karena t hitung < t tabel (0 < 25). Simpulan penelitian menunjukkan bahwa media puzzle berpengaruh terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh. Hal ini terbukti bahwa media puzzle dapat membantu anak dalam melatih kean kognitif mengenal konsep bilangan dalam hal menyebutkan urutan bilangan dengan benar 1-10, membilang jumlah gambar 1-10, dan mengurutkan gambar atau benda secara urut 1-10. Kata kunci: media puzzel, kean kognitif mengenal konsep bilangan Abstract The background of the research which is conducted at A group children of Dharma Wanita Ngraseh kindergarten Dander Bojonegoro is the low of children s cognitive skill to recognize number concept of 1-10. Of the 15 children 3 children are be able to recognize of good number concept of 1-10, 8 children are be able to recognize of good number concept of 1-6, and 4 more children can not at all. The research aims to prove that there is an effect of puzzle for the cognitive skill in understanding the numeric concept. This research used quantitative research by using pre experiment and one group pretestposttest design. The subjects of the research are 15 children. The data collecting method used are observation and documentation. The data analysistechnic used is non parametric statistic, Wilcoxon match pairs test with the formula t count < t table, if t count < t table the result of this research is significant between two variables. Based on the data analysis about children s cognitive skill in recognizing the number concept in the primary observation (pretest) and after given treatment (posttest) by using puzzle in the learning activities, the average of pretest score is 7, 79 and the average score of posttest is 10. The result by using sign test gets t count = 0 which is smaller than t table. T table is 25. The conclusion is: Ha is accepted because t count < t table (0 < 25). The conclusion of research shows that puzzle affect the A group children s cognitive skill in recognizing the number concept at Dharma Wanita Ngraseh kindergarten, it is proven that the puzzle can help the children in training their cognitive skill in recognizing the number concept by mention a order of numbers correctly 1-10, a counting the number of pictures 1-10, and arranging the pictures of things in order 1-10. Keywords: puzzle, cognitive skill in recognizing the number concept 1

Penerapan Sumber Belajar di Lingkungan Sekolah terhadap Konsep Bilangan Usia 5 6 Tahun di TK Handayani Plaosan Kabupaten Magetan Tahun Ajaran 2013/2014 PENDAHULUAN Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (dalam Suyadi, 2010:194) menyatakan bahwa anak usia dini adalah kelompok manusia yang berusia 0-6 tahun. Menurutnya, anak usia dini adalah kelompok yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar), intelegensi, daya pikir, daya cipta, sosial emosional, bahasa, komunikasi, yang khusus sesuai perkembangan anak. Perkembangan tersebut dapat berpenuhi melalui sebuah pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 angka 14 (dalam Tim Bina Potensi, 2011:5) menyatakan bahwa Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaran pendidikan yang menitik beratkan pada pendekatan dasar kearah pertumbuhan dan perkembangan fisik (motorik halus dan kasar), pengembangan kecerdasan (daya pikir, daya cipta), kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual, sosial emosi (sikap dan perilaku), serta beragama, bahasa, dan komunikasi sesuai dengan keunikan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Satu diantara aspek perkembangan anak yang penting untuk dikembangankan yaitu perkembangan kognitif anak. Menurut Depdiknas (2005:5) pengembangan kognitif ini bertujuan agar anak mengolah perolehan belajarnya, menemukan bermacammacam alternatif pemecahan masalah, mengembangkan kean logika matematika, pengetahuan ruang dan waktu, kean memilah dan mengelompokkan, dan persiapan pengembangan kean berpikir teliti. Berdasarkan teori kognitif, belajar lebih mementingkan proses belajar itu sendiri, bukan dari hasilnya. Menurut Winkel (dalam Riyanto, 2010:48), dalam belajar kognitif terdapat 2 aktivitas, yaitu mengingat dan berpikir. Aktivitas itu mengawali anak mempelajari, mengingat, dan berpikir tentang sesuatu hingga memperoleh sebuah konsep. Menurut Jean Piaget (dalam Riyanto, 2010:53) tahap perkembangan anak usia 2-7 tahun yaitu anak mengandalkan diri pada persepsi tentang realitas, menggunakan simbol, bahasa, konsep sederhana, dan menggolongkan. Menurut Depdiknas tahun 2004 (dalam Susanto, 2011:105), kean berhitung pada kelompok A mengacu pada Kurikulum 2004 Standar Kompetensi TK/RA. Teori perkembangan struktur intelektual yang dikemukakan oleh Jean Piaget bahwa anak yang berusia 2-7 tahun mengalami struktur intelektual pada tahap yang disebut tahap pra operasional. Pada usia ini anak di dalam berpikirnya tidak didasarkan pada keputusan yang logis melainkan hanya dilihat seketika. Perilaku anak yang dapat diamati pada perkembangan anak dalam usia ini antara lain, anak akan menggunakan kata-kata untuk menyatakan suatu benda, menghitung secara sederhana, anak secara konkret dapat melakukan perbandingan lebih tinggi, dan lebih banyak. Mengenal konsep adalah tahap mengenalkan konsep atau pengertian tentang sesuatu dengan menggunakan benda-benda yang nyata, seperti pengenalan warna, bentuk, dan menghitung bilangan, menurut Susanto (2011:100). Sedangkan pengertian bilangan menurut Depdikbud (1995:132), bilangan adalah banyaknya benda, jumlah, satuan jumlah, satuan dalam sistem matematis yang abstrak dan dapat diunitkan, ditambah, atau dikalikan. Model pembelajaran dalam rangka pengembangan kean berhitung permulaan ini harus dilakukan dalam bentuk bermain. Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak, yaitu kesehatan, intelegensi, jenis permainan, lingkungan, dan status sosial ekonomi. Faktor-faktor ini akan mempengaruhi perkembangan anak dalam memahami berhitung permulaan. Menurut Hurlock (dalam Susanto, 2011:107), seiring dengan perkembangan pemahaman bilangan permulaan ini, menyatakan bahwa konsep yang mulai dipahami anak sejalan dengan bertambahnya pengalaman yang dialami anak, diantaranya adalah konsep bilangan. Puzzle merupakan alat permainan yang dapat digunakan untuk mengembangkan daya mengingat, berpikir dan kreativitas pada anak. Dengan menggunakan media puzzle anak secara aktif melakukan kegiatan belajar. Menurut Eliyawati, (2005:72-74), puzzle mempunyai tujuan pembelajaran, yaitu untuk mengenalkan bentuk pada anak, melatih daya pengamatan dan daya konsentrasi serta melatih keterampilan jari-jari anak. Selain itu juga bisa untuk mengenalkan waktu pada anak dan mengenalkan lambang bilangan, serta mengatur angka-angka membentuk deretan yang sesuai dengan arah jarum jam. Kean kognitif mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro masih banyak yang belum lancar dalam mengenal konsep bilangan dari 1-10. Kebanyakan guru di TK tersebut gurunya masih sering menggunakan Lembar Kerja yang kadang membuat anak jenuh dan bosan. Dalam mengatasi masalah tersebut perlu diterapkannya media permainan yang dapat menarik minat anak agar pembelajaran menjadi lebih efektif. Puzzle merupakan media permainan yang menantang, seru, dan dapat meningkatkan kreativitas anak. Dengan memberikan media permainan tersebut, guru bisa memberikan pembelajaran tentang konsep bilangan. Karena sejatinya dunia anak adalah bermain, jadi guru harus menerapkan metode bermain sambil belajar. Menurut Catron dan Allen (dalam Sujiono, 2009:135) bermain dapat memberikan pengaruh secara langsung terhadap semua area perkembangan. Oleh sebab itu, peneliti menggunakan media puzzle dalam penelitian ini karena puzzle merupakan media yang menarik untuk anak. Menurut Jamil (2012:20) puzzle merupakan bentuk teka-teki dengan model menyusun potongan-potongan gambar menjadi kesatuan gambar utuh. Sedangkan menurut Patmonodewo (2003:119) puzzle adalah mainan bongkar pasang. Dengan demikian, anak akan lebih 2

Pengaruh Media Puzzle Terhadap Kean Kognitif Mengenal Konsep Bilangan Pada Kelompok A Di tertarik belajar, karena bagi anak puzzle merupakan permainan yang menantang. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diberikan rumusan masalah sebagai berikut Adakah pengaruh media puzzle terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media puzzle terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Berjenis penelitian kuantitatif karena data yang digunakan berupa angka-angka dan teknik analisis datanya menggunakan statistik. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen karena penelitian ini menggunakan perlakuan untuk mempengaruhi obyek penelitian. Menurut Sugiyono (2010:72) eksperimen selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat suatu perlakuan (treatment). Menurut Sugiyono (2011:107), metode penelitian eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk Pre-Experimental Design. Desain ini belum merupakan eksperimen sesungguhnya, karena menurut Sugiyono (2011:109), dalam desain ini masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Hasil eksperimen yang merupakan variabel dependen itu tidak hanya dipengaruhi oleh variabel independen. Hal ini dapat terjadi karena tidak adanya variabel kontrol dan sampel tidak dipilih secara random, menurut Sugiyono (2011:109). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh treatment media puzzle terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan. Dari beberapa macam Pre-Experimental Design, yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Group Pretest-Posttest Design, karena dalam desain ini terdapat prestest sebelum diberi perlakuan dan post test setelah diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan keadaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Di dalam desain One-Group Pretest-Posttest ini, tes akan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu test sebelum diberikan perlakuan atau disebut pre test (O 1 ) dan tes sesudah diberikan perlakuan atau disebut post test (O 2 ). Menurut Arikunto (2006:85), perbedaan antara O 1 dan O 2 yakni O 2 O 1 diasumsikan merupakan efek dari treatment atau eksperimen. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut: O 1 X O 2 Gambar 3.1 Rancangan penelitian One-Group Pretest- Posttest Design (Sugiyono, 2011) Keterangan : O 1 = nilai pretest tentang pemahaman konsep bilangan sebelum diberikan perlakuan atau treatment menggunakan media puzzle X = pemberian perlakuan atau treatment menggunakan media puzzle O 2 = nilai posttest tentang pemahaman konsep bilangan sesudah diberikan perlakuan atau treatment menggunakan media puzzle O 1 X O 2 = pengaruh media puzzle terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan Penelitian ini dilaksanakan pada kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro yang berjumlah 15 anak. Adapun kisi-kisi instrumen penelitian ini adalah: Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian Mengenal Konsep Bilangan Varibel Menge nal Konse p Bilang an Indikator Membuat urutan bilangan 1-10 dengan benda pernyataan menyebutk an urutan bilangan dengan benar 1-10 membilang jumlah gambar 1-10 mengurutk an gambar atau benda secara urut 1-10 Nomor Jumlah 1 1 2 1 3 1 Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon (wilcoxon match pairs test). Karena sampel yang digunakan dalam penelitian ini kurang dari 25, yaitu ada 3

Penerapan Sumber Belajar di Lingkungan Sekolah terhadap Konsep Bilangan Usia 5 6 Tahun di TK Handayani Plaosan Kabupaten Magetan Tahun Ajaran 2013/2014 15 sampel, jadi tes uji Wilcoxon menggunakan tabel penolong. Tabel 3.4 Tabel Penolong Uji Wilcoxon Match Pairs Test Nama X Y Beda Tanda Jenjang Y-X Jenjang + _ 14 12 10 8 6 4 2 0 Berikut adalah grafik perkembangan nilai hasil pre test dan post test 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 pretest posttest Jumlah (T) Keterangan: X : nilai sebelum diberi perlakuan Y : nilai sesudah diberi perlakuan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan di TK Handayani Plaosan Kabupaten Magetan. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 11 23 Januari 2014. Pre-test dilaksanakan tanggal 11 Januari 2014, kemudian Treatment dilaksanakan pada tanggal 15 21 Januari 2013, dan Post-test tanggal 23 Januari 2014. Pada kegiatan pretest dan posttest, media yang digunakan adalah kartu gambar. Sedangkan pada saat treatment media yang digunakan adalah puzzle. Materi yang diberikan adalah sesuai dengan kisi-kisi instrumen yang dibuat. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro diperoleh hasil perhitungan dengan menggunakan rumus penolong Wilcoxon, diketahui bahwa nilai t hitung yang diperoleh yaitu 0 dan t tabel yang diperoleh yaitu 20. Berdasarkan rumus penolong Wilcoxon diperoleh hasil t hitung < t tabel (0 < 20). Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran menggunakan media puzzle terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan analisis data, skor rata-rata pretest adalah sebesar 7,9. Sedangkan skor rata-rata posttest adalah sebesar 10. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan menyusun puzzle berpengaruh terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh. 4.1 Grafik Perkembangan skor nilai pretest dan post test Grafik di atas menunjukkan perkembangan skor kean kognitif mengenal konsep bilangan yang dialami oleh masing-masing anak. Dalam penelitian ini terjadi pengaruh yang signifikan dalam kean kognitif mengenal konsep bilangan melalui kegiatan menyusun puzzle. Konsep bilangan tersebut termasuk dalam perhitungan matematika. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Kemendiknas (2010:12). Melalui kegiatan mengurutkan gambar atau benda tersebut, anak mengalami perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif yang dialami anak yaitu, anak dapat menyebutkan urutan bilangan dengan benar 1-10, membilang jumlah gambar 1-10, dan mengurutkan gambar atau benda secara urut 1-10. Hal ini seiring dengan tujuan pentingnya pengembangan kean kognitif yaitu anak mengenal konsep bilangan, seperti pemaparan Susanto (2011:101). Melalui pembelajaran menggunakan media puzzle, dalam penelitian ini dapat dilihat bahwa tingkat kean anak dalam berpikir dan berkonsentrasi; kean motorik anak untuk meletakkan setiap kepingan puzzle; tingkat koordinasi mata dan tangan anak untuk mencocokkan setiap kepingan puzzle; kean kognitif anak dalam menyebutkan urutan bilangan dengan benar 1-10, membilang jumlah gambar 1-10, mengurutkan gambar secara urut 1-10; dan tingkat kesabaran anak dalam menghitung satu persatu keping puzzle, sehingga dapat menemukan urutan yang sesuai dapat meningkat. Hal tersebut sesuai dengan manfaat dari media puzzle yang dikemukakan oleh Jatmika (2012:26-34). Dari kenyataan yang ditemukan dalam penelitian ini, dapat diketahui bahwa perkembangan kognitif dapat dipengaruhi oleh penerapan media puzzle dengan materi mengenal konsep bilangan, dengan kegiatan menyebutkan urutan bilangan dengan benar 1-10, membilang jumlah gambar 1-10, dan mengurutkan gambar atau benda secara urut 1-10. Dan melalui penelitian tersebut ditemukan bahwa ada pengaruh 4

Pengaruh Media Puzzle Terhadap Kean Kognitif Mengenal Konsep Bilangan Pada Kelompok A Di penerapan media puzzle terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A. PENUTUP Kesimpulan Dari penelitian yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa langkah awal yang diberikan adalah dilakukan pretest terlebih dahulu. Pretest ini dilakukan menggunakan media kartu gambar. Dari hasil pretest yang dilakukan rata-rata kean anak adalah 7,9. Langkah yang kedua adalah treatment. Peneliti memberikan treatment sebanyak 3 kali dan dalam setiap pertemuan dilakukan secara berulang-ulang. Treatment yang diberikan adalah menggunakan media puzzle. Dan langkah terakhir adalah posstest. Media yang digunakan pada waktu posstest ini adalah kartu gambar sama dengan yang digunakan pada waktu pretest. Dari hasil posttest yang dilakukan rata-rata kean anak meningkat menjadi 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan media puzzle berpengaruh terhadap kean kognitif mengenal konsep bilangan pada anak kelompok A di TK Dharma Wanita Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Saran Dari uraian hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka disampaikan saran sebagai berikut: 1. Dalam memaksimalkan pembelajaran sebaiknya guru menggunakan media pembelajaran yang menarik untuk anak, sehingga anak tidak bosan. tidak hanya diajak untuk mengerjakan Lembar Kerja 2. Guru bertindak sebagai fasilitator yang baik untuk anak, sehingga anak lebih kreatif 3. Bagi peneliti lain semoga dapat dijadikan referensi dalam penelitian selanjutnya Kemendiknas Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah, Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak Dan Sekolah Dasar. 2010. Kumpulan Pedoman Pembelajaran Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Patmonodewo, Soemiarti. 2003. Pendidikan Prasekolah. Jakarta: Rineka Cipta Riyanto, Yatim. 2010. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta Sujiono, Yuliani N. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Macanan Jaya Cemerlang Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Usia Dini: Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Suyadi. 2010. Psikologi Belajar PAUD. Yogyakarta: Pedagogia Tim Bina Potensi. 2011. Pedoman Teknis Penyelenggaraan Kelompok Bermain. Bandung: CV NUANSA AULIA DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Depdiknas Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah. 2005. Pedoman Pembelajaran Di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Eliyawati, Cucu. 2005. Pemilihan dan Pengembangan Sumber Belajar untuk Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Jamil, Sya ban. 2012. 56 Games Untuk Keluarga. Jakarta: Mahaka Publishing Jatmika, Yusep Nur. 2012. Ragam Aktivitas Harian untuk Playgroup. Jogjakarta: DIVA Press 5