PROGRAM PRIORITAS DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN

dokumen-dokumen yang mirip
KEBIJAKAN PROGRAM KESELAMATAN PERHUBUNGAN DARAT

BAB I PENDAHULUAN. nasional. Kendaraan bermotor dalam perkembangannya setiap hari

2 3. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Neg

OPERASIONAL JEMBATAN TIMBANG DAN RAMPCHECK KENDARAAN BERMOTOR DALAM RANGKA ANGKUTAN LEBARAN 2017

BUPATI MALANG PROVINSI JAWA TIMUR


1) Sub Bagian umum Sub Bagian Umum mempunyai tugas : a) melaksanakan kegiatan ketatausahaan dan ketatalaksanaan. b) melaksanakan pengelolaan urusan su


BUPATI TOLITOLI PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOLITOLI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN LALULINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

TUGAS DAN FUNGSI DINAS PERHUBUNGAN

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 48 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 57 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI DINAS PERHUBUNGAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.2574/AJ.403/DRJD/2017

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LAMONGAN NOMOR: 188/ / /2017 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

RANCANGAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG RENCANA UMUM PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT TAHUN

Angkutan Jalan a) Jaringan Pelayanan Angkutan Jalan

BIDANG PERHUBUNGAN. SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN KABUPATEN 1. Perhubungan Darat. 1. Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR 53 TAHUN 2016

Pengarahan Umum Direktur Jenderal Perhubungan Darat

INDIKATOR KINERJA UTAMA SKPD LAKIP 2012

2016, No Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 123

WALIKOTA TANGERANG SELATAN

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN ANGKUTAN BARANG PADA JEMBATAN TIMBANG

2016, No Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor

PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

G. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PERHUBUNGAN

BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH

LAMPIRAN C DAFTAR ISTILAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 15 TAHUN 2012

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 53 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

BUPATI JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI JEPARA NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG

-2- Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 6. Undang-Un

POHON KINERJA Meningkatnya sarana dan prasarana perkantoran. Meningkatnya prasarana dan fasilitas perhubungan Meningkatnya sarana perhubungan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 66 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI PROVINSI BALI

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan BAB III Urusan Desentralisasi

BUPATI CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH

RINCIAN APBD MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH, ORGANISASI, PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK 113/HK.207/DRJD/2010 TENTANG

RENCANA KERJA 2014 KATA PENGANTAR

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN GUBERNUR RIAU NOMOR 77 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI RIAU

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT

SALINAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 40 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PERHUBUNGAN KABUPATEN BANYUWANGI

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR...TAHUN 2010 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 79 TAHUN 2016 TENTANG

RENSTRA VISI dan MISI DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BANDUNG

2016, No Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5208); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan (Lembaran N

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 61 TAHUN 2008 T E N T A N G

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2017 KABUPATEN BLITAR. RKPD: DINAS PERHUBUNGAN hal 1 dari 7

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN BLITAR NOMOR : 188/ / /KPTS/2017 TENTANG

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 13 TAHUN 2009 T E N T A N G

P. BIDANG PERHUBUNGAN SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN

2012, No MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TATA CARA PEMERIKSAAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN DAN PENINDAKAN PELANGGARAN LALU

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT LALU LINTAS DAN ANGKUTAN SUNGAI, DANAU DAN PENYEBERANGAN

P. BIDANG PERHUBUNGAN SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 19-G TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PADA DINAS PERHUBUNGAN WALIKOTA SURAKARTA,

BUPATI KUANTAN SINGINGI PROVINSI RIAU

KATA PENGANTAR [LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT TAHUN 2015] Maret 2016

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KERANGKA REGULASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN

BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Persentase ruas jalan yang memenuhi standar keselamatan lalu lintas. Program pembangunan prasarana dan fasilitas perhubungan. Seksi Sarana Lalu Lintas

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Konsep transportasi didasarkan pada adanya perjalanan ( trip) antara asal ( origin) dan tujuan

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

2 Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI

KATA PENGANTAR. Jakarta, Oktober 2016 DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT TTD. Drs. PUDJI HARTANTO, MM

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 5 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN PENIMBANGAN KENDARAAN BERMOTOR DI JALAN MENTERI PERHUBUNGAN,

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS

Transkripsi:

PROGRAM PRIORITAS DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN Oleh EDDI, A.Md. LLAJ, S.Sos, MM Direktur Pembinaan Keselamatan disampaikan pada Rakornis Bidang Perhubungan Darat Jakarta, 6 Oktober 2016 1

STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN DIREKTUR PEMBINAAN KESELAMATAN KASUBBAG TU KASUBDIT MANAJEMEN KESELAMATAN KASUBDIT PROMOSI DAN KEMITRAAN KASUBDIT PENGENDALIAN KESELAMATAN KASUBDIT AUDIT DAN INSPEKSI KESELAMATAN KASI MONITORING DAN EVALUASI KASI PROMOSI KASI PENGAWASAN OPERASIONAL KASI AUDIT KESELAMATAN KASI PENGEMBANGAN KESELAMATAN KASI KEMITRAAN KASI PENINDAKAN DAN PELANGGARAN KASI INSPEKSI DAN PENANGANAN KESELAMATAN

FUNGSI : TUGAS DAN FUNGSI TUGAS : melaksanakan penyiapan perumusan, pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, pemberian bimbingan teknis dan supervisi serta evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan keselamatan transportasi darat Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan Penyiapan penyusunan, norma, standar, prosedur, dan kriteria Penyiapan pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan supervisi Penyiapan evaluasi dan pelaporan di bidang pembinaan keselamatan; dan Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian dan rumah tangga direktorat. di bidang manajemen keselamatan, audit, inspeksi dan penanganan keselamatan, promosi dan kemitraan keselamatan, pengendalian keselamatan angkutan umum, angkutan sungai, danau dan penyeberangan, pengendalian operasional transportasi darat, serta kompetensi sumber daya manusia di bidang audit dan inspeksi keselamatan dan pengendalian keselamatan transportasi darat; 3

PENDEKATAN PELAKSANAAN TUPOKSI DIT. BINKES Dit. Binkes dalam melaksanakan tupoksi menggunakan pendekatan manajemen modern yang menerapkan fungsi-fungsi manajemen yaitu perencanaan pengorganisasian, pemantauan, pengendalian dan langkah koreksi. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action) dimana : 1.Plan atau perencanaan Subdit Manajemen Keselamatan (MK) 2.Do yaitu penerapan atau implementasi Subdit Audit dan Inspeksi Keselamatan (ADIK) dan Subdit Promosi dan Kemitraan (Promitra) 3.Check Hasil pelaksanaan diukur atau dipantau pelaksanaanya Subdit Manjemen Keselamatan (MK) dan Pengendalian Keselamatan (DALKES) 4.Action Tindakan perbaikan atau koreksi jika diperlukan Subdit Manajemen Keselamatan (MK), Audit dan Inspeksi Keselamatan (ADIK), Subdit Promosi dan Kemitraan (Promitra) dan Pengendalian Keselamatan (DALKES) 1. Perencanaan Teknis Keselamatan Transdar; 2. Perumusan Kebijakan Transdar; 3. Penyusunan Program dan Anggaran Dit. Pembinaan Keselamatan Transdar 4. Perumusan Peraturan Keselamatan Jalan 1. Perbaikan Lokasi Rawan Kecelakaan (LRK); 2. Pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS); 3. Pembangunan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) 4. Pembangunan Fasilitas Penyeberangan Pejalan Kaki 5. Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Keselamatan 6. Inspeksi Keselamatan Angkutan Umum 7. Penanganan Muatan Lebih dan Dimensi Lebih 1. Pengawasan dan penindakan keselamatan jalan 1. Review NSPK bidang Keselamatan Jalan; 2. Melakukan koreksi perbaikan kepada pelaku jasa transportasi; 3. Perbaikan dan pemeliharaan Fasiltas Keselamatan Jalan ( Zoss, LRK, RASS) terhadap kebijakan yang sudah diterapkan; 2. Monitoring dan Evaluasi Keselamatan Jalan;

KEGIATAN PRIORITAS DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN NO KEGIATAN PRIORITAS KETERANGAN 1 Penyusunan Regulasi di Bidang Keselamatan Telah terbit: a. PM No. 111 Tahun 2015 ttg Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan; b. PM No. 26 Th 2015 ttg Standar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; c. PM No. 27 Th 2015 ttg Perubahan Atas Permenhub No. PM 10 Th 2012 ttg Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan; d. PM No. 28 Th 2015 ttg Perubahan Atas Permenhub No. PM 46 Th 2014 ttg Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek; e. PM No. 29 Th 2015 ttg Perubahan Permenhub No. PM 98 Th 2013 ttg Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek. f. PM No. 16 Th 2016 ttg Penerapan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS); g. Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK.1304/AJ.403/DJPD/2014 ttg Zona Selamat Sekolah (ZoSS) h. Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK.523/AJ.402/DRJD/2015 Tentang Pedoman Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan LLAJ bidang Angkutan Umum; i. Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK.3949/AJ.403/DRJD/2015 Tentang Taman Edukatif Keselamatan Transportasi Darat. 5 Dalam Penyelesaian: 1. Pembahasan RPP Keselamatan LLAJ; 2. Penetapan RPM Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum (SMK AU); 3. Penyusunan Pedoman Teknis Penanganan Perlintasan Sebidang; 4. Penyusunan Pedoman Teknis Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan;

KEGIATAN PRIORITAS DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN NO KEGIATAN PRIORITAS KETERANGAN 2 Pembangunan dan Pengawasan Prasarana LLAJSDP yang Berkeselamatan Pembangunan Prasarana LLAJSDP yang Berkeselamatan a. Perbaikan Lokasi Potensi Kecelakaan (LPK) dan Lokasi Rawan Kecelakaan (LRK) pada Jalan Nasional, Perlintasan Sebidang dan Alur Pelayaran Sungai dan Danau; b. Pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS); c. Pembangunan Rute Aman Selamat Sekolah (RASS) ; d. Pembangunan Fasilitas Penyeberangan Pejalan Kaki. Pengawasan Prasarana LLAJSDP yang Berkeselamatan a. Pelaksanaan Audit Keselamatan; b. Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan; c. Pelaksanaan Laik Fungsi Jalan. 3 SDM yang berkeselamatan a. Pembangunan Taman Edukatif b. Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan c. Pemilihan Awak Angkutan Umum Teladan d. Sosialisasi Keselamatan e. Bimbingan Teknis Bidang Keselamatan 6 a. Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan selanjutnya menggunakan data dari kepolisian dan usulan dari Pemerintah Daerah; b. Pembangunan Zona Selamat Sekolah menggunakan aturan yang baru yaitu Perdirjen No. SK. 1304/AJ.403/DJPD/2014 ttg Zona Selamat Sekolah (ZoSS); c. Tersedianya Kebutuhan Fasilitas Keselamatan. a. Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Tingkat Daerah Kab/Kota, Tingkat Daerah Provinsi, Tingkat Nasional b. Pemilihan Awak Angkutan Umum Teladan Tingkat Daerah Kab/Kota, Tingkat Daerah Provinsi, Tingkat Nasional c. Sosialisasi tentang Keselamatan LLAJ

KEGIATAN PRIORITAS DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN TAHUN 2017 NO KEGIATAN PRIORITAS KETERANGAN 4 Pengawasan Sarana LLAJSDP yang Berkeselamatan a.inspeksi Keselamatan Bidang Angkutan (Ramp Check) Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan Bidang Angkutan agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaan di lapangan perlu pembagian tugas yang jelas sesuai dengan kewenangan masing masing. (Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Provinsi dan Dinas Perhubungan Kab/Kota). Pelaksanaan Inspeksi Keselamatan Bidang Angkutan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan : 1) No. PM 26 Th 2015 ttg Standar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 2) No. PM 27 Th 2015 ttg Perubahan Atas Permenhub No. PM 10 Th 2012 ttg Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan 3) No. PM 28 Th 2015 ttg Perubahan Atas Permenhub No. PM 46 Th 2014 ttg Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek 4) No. PM 29 Th 2015 ttg Perubahan Permenhub No. PM 98 Th 2013 ttg Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek 7

KEGIATAN PRIORITAS DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN TAHUN 2017 NO KEGIATAN PRIORITAS KETERANGAN b. Penanganan Muatan Lebih dan Dimensi Kendaraan Bermotor 1) Penataan Lokasi Jembatan Timbang dan Penambahan lapangan penumpukan dan penitipan kendaraan 2) Melengkapi dan menigkatkan kapasitas penimbangan di Jembatan Timbang (Alat Penimbangan dan Peralatan Bongkar/Muat) 3) Penerapan Teknologi Informasi (koneksitas dengan Unit Pengujian Kendaraan Bermotor) 4) Terbangunnya Sistem Pengawasan Muatan Angkutan Barang dan Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan bermotor secara Online 5) Menerapakan Tata Cara Penindakan Apabila Pelanggaran Muatan Melebihi 20% dari Daya Angkut yang Ditetapkan dan yang Melakukan Pelanggaran Persyaratan Teknis dan Laik Jalan 6) Pengawasan terhadap peredaran Tanda Bukti Lulus Uji Kendaraan Bermotor 7) Melaksanakan penegakan hukum terkoordinasi antara PPNS LLAJ, Kepolisian, Kejaksaaan dan Pengadilan Negeri 8

KESELAMATAN JALAN TANGGUNG JAWAB KITA BERSAMA

KEGIATAN DIREKTORAT PEMBINAAN KESELAMATAN

PERBAIKAN PERLINTASAN SEBIDANG PADA JALAN NASIONAL 11

8. PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN Tabrakan beruntun Kendaraan barang/truk jenis box L.9763 UA mengangkut oli menabrak angkot jurusan Cianjur - Warungkondang - Gekbrong F 1922 YA yang sedang berhenti di + km Bd 78+000 kemudian menabrak sepeda motor dan pejalan kaki serta 3 rumah warga di + KM Bd 77+200 dan + KM BD 77+100 ruas jalan Cianjur Sukabumi (Bangbayang), Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. KONDISI SEBELUM PENANGANAN KONDISI SESUDAH PENANGANAN 12

PERBAIKAN INFRASTRUKTUR JALAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN Perbaikan Perlintasan sebidang pada jalan nasional; Pemasangan zebra cross di jalan nasional (misalnya di Kabupaten Ciamis dan Kota Cilegon); Perbaikan LRK/DRK pada jalan nasional; Perbaikan Lokasi Rawan Kecelakaan pada Alur Sungai dan Danau Kecelakaan Mobil Bus Trisakti AA 1729 CA Jurusan Semarang - Yogyakarta Masuk Ke Dalam Jurang di Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung - Jawa Tengah KONDISI SEBELUM PENANGANAN 13 KONDISI SESUDAH PENANGANAN

Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. SK.3949/AJ.403/DRJD/2015 Tentang Taman Edukatif Keselamatan Transportasi Darat Spesifikasi dan Lay Out Taman Edukatif Keselamatan Transportasi Darat (Persyaratan Minimal) 1 2 3 Keterangan gambar: Gedung galeri Taman Edukatif. Tempat parkir kendaraan mainan Taman Edukatif. Dermaga Angkutan Sungai dan Danau. 14

PEMBANGUNAN TAMAN EDUKATIF KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT 15

Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution Bandung, Jawa Barat Taman Lalu-lintas Ade Irma Suryani yaitu taman rekreasi yang ada di jantung kota Bandung. Selain sebagai taman, disini juga dijadikan pusat latihan membaca rambu-rambu lalu lintas. Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution adalah tempat yang tepat bagi anak untuk belajar kelalulintasan. Di taman yang sejuk dan nyaman ini, anak-anak akan menikmati berkendara dengan sepeda atau kendaraan mini di jalur buatan yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas. Dan langsung mempraktekkan pelajaran kelalulintasan dalam suasana permainan yang menyenangkan. Lingkungan taman yang luas, hijau dan dilengkapi dengan kursi-kursi taman sangat cocok sebagai pilihan rekreasi Anda sekeluarga. 16

PEMBANGUNAN ZOSS (ZONA SELAMAT SEKOLAH)

Tipe Skema RASS 18

PENYUSUNAN NSPK BIDANG KESELAMATAN PENYUSUNAN STUDI-STUDI BIDANG KESELAMATAN DALAM MENDUKUNG PEMBUATAN NSPK (NORMA, STANDAR, PERATURAN DAN KRITERIA) 1. Studi Penyusunan Batas Kecepatan; 2. Studi Penyusunan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum 3. Studi Penyusunan Manajemen Keselamatan, dll PRODUK YANG SUDAH DIHASILKAN : 1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 111 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan; 2. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 26 Tahun 2015 Tentang Standar Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan 3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 27 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 10 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Massal Berbasis Jalan 4. Peraturan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 28 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 46 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek 5. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan19 Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek PRODUK HUKUM YANG MASIH MENJADI PR : 1. Pembahasan RPP Keselamatan; 2. Penetapan RPM SMK AU (Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum) 3. Pedoman SMK AU (Sistem Manajemen Keselamatan Angkutan Umum) perlu ditetapkan

PELAJAR PELOPOR KESELAMATAN

PENGAWASAN ANGKUTAN UMUM Pengawasan Dilakukan di Pemeriksaan Teknis Angkutan Umum PEMERIKSAAN ADMINISTRASI ANGKUTAN ORANG Terminal Angkutan Penumpang; Tanda bukti lulus uji berkala Kartu Pengawasan Ruas Jalan; Pool; Fisik kendaraan bermotor (Persyaratan Teknis dan Laik Jalan) Dokumen Perizinan Angkutan Dalam Trayek/Tidak Dalam Trayek meliputi: Tiket Penumpang Umum Tanda Pengenal Bagasi Manifes Tempat Pariwisata. Buku Uji 21

PENGAWASAN ANGKUTAN BARANG PENGAWASAN DILAKUKAN DI PEMERIKSAAN TEKNIS ANGKUTAN BARANG PEMERIKSAAN ADMINISTRASI ANGKUTAN BARANG PENGAWASAN MUATAN ANGKUTAN BARANG Terminal Angkutan Barang; Tanda bukti lulus uji berkala Surat Perjanjian Pengangkutan Tata cara pemuatan; Ruas Jalan; Fisik kendaraan bermotor Surat Muatan Barang Buku Uji Daya angkut; Dimensi kendaraan; Tempat Alat Penimbangan Secara Tetap; Tata cara muat Ijin Penyelenggaraan Angk. Barang Khusus dan B3 Kelas jalan yang dilalui.

Tata Cara Penindakan Pelanggaran Pasal 26 (PM No. 134 Tahun 2016) Membuat BAP Tilang/Pelanggaran Apabila Pelanggaran Muatan Lebih dari 5% s/d 20% Dari Daya Angkut yg Ditetapkan Membuat BAP Tilang/Pelanggaran dan Melarang Pengemudi Meneruskan Perjalanan Apabila Pelanggaran Muatan Melebihi 20% Dari Daya Angkut yg Ditetapkan PPNS Menyita Tanda Bukti Lulus Uji Kendaraan Yang Melakukan Pelanggaran Persyaratan Teknis dan Laik Jalan atau Daya Angkut dan Tata Cara Muat PPNS Menunda atau Melarang Operasi/ Menyita Kendaraan Bermotor Kendaraan Yang Melakukan Pelanggaran Persyaratan Teknis dan Laik Jalan Sampai Dengan 5% Tidak Dilakukan Penilangan Kelebihan Berat Muatan masingmasing Sumbu

PENANGANAN MUATAN LEBIH DAN DIMENSI LEBIH Panjang Sumbu Pada Buku Uji : 4.300 mm Kenyataan di lapangan : 5.600 mm

Contoh pelanggaran dimensi

26