PROSES TERAPI. P-Drugs & P-Treatment

dokumen-dokumen yang mirip
Preskripsi dokter sangat penting bagi seorang dokter dalam proses peresepan

LAMPIRAN HANDOUT TOPIK/POKOK BAHASAN MATA KULIAH ILMU FARMASI KEDOKTERAN. Universitas Gadjah Mada 1

Preskripsi dokter perlu disusun secara benar dan rasional. Benar artinya ditulis secara jelas dapat dibaca,lengkap dan memenuhi peraturan perundangan

PRINSIP PENULISAN RESEP DOKTER Oleh : Wiwik Kusumawati

RESEP DAN KELENGKAPAN RESEP DR. APRILITA RINA YANTI EFF., M.BIOMED PRODI FARMASI-FIKES

RESEP DAN SALINAN RESEP. Farmasetika Dasar II

PENUNTUN KETERAMPILAN KLINIK TOPIK : PENULISAN RESEP I

Menerapkan pembuatan sediaan obat sesuai resep dokter di bawah pengawasan Apoteker HILMA HENDRAYANTI, S.Si., Apt.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Resep. Penggunaan obat berlabel dan tidak berlabel Aspek legal. Pengertian Unsur resep Macam-macam resep obat

BLOK 4.1 PENUNTUN SKILLS LAB

SURVEI KESALAHAN DALAM PENULISAN RESEP DAN ALUR PELAYANANNYA DI APOTEK KECAMATAN AMPEL KABUPATEN BOYOLALI SKRIPSI

BAB 10: RESEP DAN SALINAN RESEP

KAJIAN ADMINISTRASI, FARMASETIK DAN KLINIS RESEP PASIEN RAWAT JALAN DI RUMKITAL DR. MINTOHARDJO PADA BULAN JANUARI 2015

Pedoman Penulisan Resep. EM Sutrisna

STUDI KELENGKAPAN RESEP OBAT PADA PASIEN ANAK DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN SUKOHARJO BULAN OKTOBER-DESEMBER TAHUN 2008 SKRIPSI

PENYIMPANAN OBAT Tujuan penyimpanan Agar obat tidak menguap Agar khasiat obat tidak berubah Agar obat tetap dalam keadaan baik dan bersih Agar obat ti

OTC (OVER THE COUNTER DRUGS)

Niken Nur W., S.Farm., Apt. Page 1

SURVEI KESALAHAN DALAM PENULISAN RESEP DAN ALUR PELAYANANNYA DI 4 APOTEK KECAMATAN GROGOL KABUPATEN SUKOHARJO SKRIPSI

SURAT KEPUTUSAN TENTANG KEBIJAKAN PENULISAN RESEP DIREKTUR RS HARAPAN BUNDA MENIMBANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN ASPEK ADMINISTRASI PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KABUPATEN PEMALANG PERIODE JANUARI - JUNI 2008 SKRIPSI

LAMPIRAN A PETA WILAYAH SURABAYA TIMUR

JURNAL PRAKTIKUM ILMU RESEP II

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Stabat dalam rangka pembinaan Puskesmas. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pusat Kesehatan Masyarakat yang disingkat puskesmas adalah unit

R E S E P. By. H. Zuhhad, S. Kep. Ns

Pembelajaran E-learning

Pembelajaran E-learning

Pembelajaran E-learning

Mahral Effendi.S.S.Si.M.M.,Apt

TINJAUAN ASPEK ADMINISTRATIF PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KOTA SURAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI TAHUN 2008 SKRIPSI

KERANGKA ACUAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS CILEDUG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA

dr. Sarah Ayu SIP. 087/2007 Jl. Kenanga No.10 Surakarta m.f.l.a. pulv.d.t.d. No. VI Alamat: Penumping 1/2 Surakarta

SURAT KEPUTUSAN TENTANG KEBIJAKAN PENULISAN RESEP DIREKTUR RS BAPTIS BATU MENIMBANG

PEMBERIAN OBAT RASIONAL (POR) dr. Nindya Aryanty, M. Med. Ed

Konsep Dasar Pemberian Obat. Basyariah Lubis, SST, MKes

TINJAUAN ASPEK LEGALITAS DAN KELENGKAPAN RESEP DI 5 APOTEK KABUPATEN KLATEN TAHUN 2007 SKRIPSI

Salinan Resep (2/3/2014)

PERESEPAN OBAT YANG RASIONAL

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERAN APOTEKER DALAM PELAYANAN SWAMEDIKASI. Dra. Liza Pristianty,MSi,MM,Apt Fakultas Farmasi Universitas Airlangga PC IAI Surabaya

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SOSIALISASI MENGENAL OBAT AGAR TAK SALAH OBAT PADA IBU-IBU PENGAJIAN AISYIYAH PATUKAN AMBARKETAWANG GAMPING

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASI PRAKTIS KAJIAN ADMINISTRASI RESEP

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PHARMACEUTICAL CARE. DALAM PRAKTEK PROFESI KEFARMASIAN di KOMUNITAS

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2012 di Apotek RSU

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUWANGI PUSKESMAS TEGALSARI UPTD PUSKESMAS TEGALSARI Jl. KH syafa at No. 09 Telp (0333) Tegalsari

BAB I PENDAHULUAN. yang semula hanya berfokus kepada pengelolaan obat (drug oriented)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Izin Apotek Pasal 1 ayat (a): Apotek adalah tempat tertentu, tempat dilakukan

TINJAUAN ASPEK KLINIS PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KOTA SURAKARTA PERIODE JANUARI-JUNI 2008 SKRIPSI

TINJAUAN ASPEK KLINIS PADA RESEP DI TIGA APOTEK DI KABUPATEN PEMALANG PERIODE JANUARI-JUNI 2008 SKRIPSI

Perhitungan Dosis Obat

2. Bagi Apotek Kabupaten Cilacap Dapat dijadikan sebagai bahan masukan sehingga meningkatkan kualitas dalam melakukan pelayanan kefarmasian di Apotek

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab 11 Bagaimana menjelaskan kepada dokter saat berobat

DINAS KESEHATAN PUSKESMAS WONOMERTO Jalan Bantaran 853 Patalan Kecamatan Wonomerto, Telp. (0335) PROBOLINGGO 67253

DOSIS OBAT. Dra. Helni. MKes, Apt

AGAR OBAT MEMBERIKAN MANFAAT DAN KEAMANAN BAGI ANDA

Gerakan Nasional Peduli Obat dan Pangan Aman (GNPOPA) Edukasi terkait OBAT pada Remaja dan Dewasa

RENCANA TERAPI A PENANGANAN DIARE DI RUMAH (DIARE TANPA DEHIDRASI)

STUDI KELENGKAPAN RESEP OBAT UNTUK PASIEN ANAK DI APOTEK WILAYAH KECAMATAN KARTASURA BULAN OKTOBER - DESEMBER 2008 SKRIPSI

LEBIH DEKAT DENGAN OBAT

TINJAUAN ASPEK LEGALITAS DAN KELENGKAPAN RESEP DI LIMA APOTEK KOTA SURAKARTA SKRIPSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penggunaan obat ketika pasien mendapatkan obat sesuai dengan kebutuhan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PULVIS, PULVERES, TABLET dan KAPSUL

KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS BEJEN NOMOR : TENTANG PERESEPAN, PEMESANAN, DAN PENGELOLAAN OBAT KEPALA PUSKESMAS BEJEN,

INTISARI KESESUAIAN DOSIS CEFADROXIL SIRUP DAN AMOKSISILIN SIRUP PADA RESEP PASIEN ANAK DI DEPO UMUM RAWAT JALAN RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA

KAJIAN PERESEPAN BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO

BAB III TINJAUAN KASUS. Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2007 jam : Jl. Menoreh I Sampangan Semarang

FARMAKOPE INDONESIA YENI FARIDA S.FARM., M.SC., APT

SOFI NURMAY STIANI, M.Sc, Apt YUSRANSYAH, M.Sc, Apt AADC3 (ALL ABOUT DRUG COMPONENT, CALCULATION AND CONTRIBUTION FOR HEALTH)

PTIRIASIS VERSIKOLOR

KEBIJAKAN OBAT DAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT

FORMULIR KLAIM CACAT TETAP TOTAL ATAU SEMENTARA

karena selain komoditas perdagangan, obat juga memiliki fungsi sosial. Obat berperan sangat penting dalam pelayanan kesehatan karena penanganan dan

Bagaimana Penulisan SOAP oleh Farmasi? Tim KARS

BUKU ACUAN FARMAKOPE EDISI III FARMAKOPE EDISI IV ILMU MERACIK OBAT FARMASETIKA SAINS JURNAL DLL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI A. TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dengan menyediakan pelayanan

ANALISIS IKLAN OBAT BEBAS DAN OBAT BEBAS TERBATAS PADA ENAM MEDIA CETAK YANG BEREDAR DI KOTA SURAKARTA PERIODE BULAN FEBRUARI-APRIL 2009

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Dept.Farmakologi dan Terapeutik, Universitas Sumatera Utara

DRUG RELATED PROBLEMS

Keterangan mengenai takaran saji merupakan informasi pertama yang tercantum dalam format Informasi Nilai Gizi.

KIE di Rumah Riset Jamu. Dikompilasi dari materi Pelatihan Apoteker Saintifkasi Jamu di B2P2TOOT

Peran Kefarmasian dari Aspek Farmasi Klinik dalam Penerapan Akreditasi KARS. Dra. Rina Mutiara,Apt.,M.Pharm Yogyakarta, 28 Maret 2015

STUDI KESERAGAMAN BOBOT SEDIAAN PULVERES YANG DIBUAT APOTEK DI KOTA JAMBI ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. ke pasien yang mengacu kepada pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care).

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pasien yang menderita suatu penyakit membutuhkan adanya obat sebagai

PERANAN APOTEKER DI RUMAH SAKIT

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. ke pasien yang mengacu kepada Pharmaceutical Care. Kegiatan pelayanan

SUBSISTEM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN

Transkripsi:

PROSES TERAPI P-Drugs & P-Treatment

Contoh kasus: Seorang wanita 20 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan giginya geraham bawah yang paling belakang terasa cekot-cekot. Pada pemeriksaan intra oral didapatkan gigi geraham tersebut akan erupsi. Untuk memastikan posisinya dokter gigi menganjurkan untuk menjaga kebersihan mulutnya, memberikan surat rujukan untuk melakukan foto pada gigi tersebut, dan untuk mengurangi rasa sakitnya diberikan parasetamol.

Pemilihan terapi kelihatan mudah,sederhana tidak sederhana Memerlukan pemikiran yang sistematik scientific process proses klinik dan proses terapi Keputusan terapi membutuhkan pengetahuan, keahlian, pertimbangan profesional hasil pengobatan optimal/ maksimal dengan resiko sekecil mungkin

Terapi Rasional Proses pemilihan Terapi Proses Ilmiah Masalah / Problem Tujuan Terapi Pemilihan Terapi Mulai Lakukan Terapi Monitor dan Evaluasi Hasil Terapi

Pada kasus tsb. keputusan terapi advis referal (rujukan) rontgen photo obat menghilangkan sakit gigi P-drugs berbasis efficacy, safety, suitability, cost (kemanfaatan, keamanan, kecocokan, harga) How & not What to choose treatment Proses terapi = process of rational treatment

Proses Terapi Rasional (G to GP) Langkah 1. Tentukan problem pasien Langkah 2. Tentukan tujuan terapi Apa yang ingin dicapai pada terapi ini Langkah 3. Pemilihan P-treatment & P-drug Perhatikan efektivitas dan keamanan Langkah 4. Mulai terapi R/ Langkah 5. Beri informasi, instruksi and perhatian Langkah 6. Monitor hasil terapi dan evaluasi

1. Tentukan problem pasien. Proses klinik Patofisiologi, perjalanan peny, manifestasi Penyakit (diagnosa) Gejala dari penyakit penyerta Efek samping obat Problem psikologik, psikososial Pola hidup (perokok) Kondisi khusus (umur, hamil, menyusui) Kombinasi

2.Tentukan tujuan terapi Apa yang ingin dicapai dari terapi ini Mencegah penggunaan obat yang tidak perlu Mencegah pengobatan profilaksis yang tdk perlu Diskusikan tujuan terapi dengan pasien sebelum mulai terapi Terapi obat/farmakoterapi, non farmakoterapi, atau keduanya Bukan obat sebagai plasebo

3.Tentukan intervensi terapi P-Treatment & P-Drugs Tidak semua penyakit memerlukan terapi dengan obat! Tidak selalu P-treatment adalah P-drug! P-treatment advis terapi non obat terapi obat rujuk ke spesialis / RS kombinasi

Bagaimana memilih obat yang tepat untuk pasien dengan waktu yang relatif singkat? Buat P-drugs! Formularium pribadi

P-Drugs Obat-2 yang rutin dipilih khusus untuk indikasi tertentu dan dokter sudah sangat familiar dg obat tersebut personal Bukan sekedar nama obat bentuk, dosis, frekuensi, durasi pengobatan Formularium essential drugs Mempermudah dokter, meringkas waktu Sebaiknya up date disesuaikan dengan evidence based

Bagaimana memilih P-drug: 1. Tentukan diagnosa (patofisiologi) 2. Tentukan tujuan terapi 3. Kumpulkan beberapa kelompok (golongan) obat 4. Pilih kelompok obat sesuai dengan: Efficacy, Safety, Suitability, and Cost 5. Pilih P-drug Efficacy, Safety, Suitability, and Cost Kesimpulan: Bahan aktif, bentuk sediaan obat, besar dosis, frekuensi, dan lama pemberian How & not What to choose treatment

Inventarisasi Kelompok Obat analgesik Efficacy Obat : lihat farmakodinami dan potensi obat

Safety: Side effects

Suitability: disesuaikan dengan keadaan sistemik pasien dan efek samping & kontraindikasi obat

4.Mulai terapi Tulis resep Penulisan resep harus lengkap dan mengikuti aturan yang berlaku Nama obat disertai bentuk sediaan, dosis, frekuensi & lama pemberian Tulisan harus jelas kalau perlu diketik/diprint

5.Beri informasi, instruksi & perhatian Komunikasi dokter-pasien Informasi Instruksi Peringatan? } Obat & Pengobatan

Dokter menerangkan obat yang akan diminum?????? 50% Px tidak minum obat dg benar (tidak teratur atau tidak diminum sama sekali) Ketaatan Pasien Keberhasilan terapi

Informasi Informasi harus jelas, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti Buat petunjuk penggunaan obat yg sederhana, (tulisan, gambar) Informasi kepada keluarga/ orang lain untuk pasien bayi/anak, usia lanjut, pasien yang sulit bergerak atau tdk kooperatif perlu bantuan minum obat

Informasi minimal yang diberikan pada saat komunikasi 1. Efek obat apa efeknya, kapan mulai, bagaimana jika obat tdk teratur/ berhenti 2. Efek samping obat apa ES, brp lama, diteruskan?, menggangggu? 3. Instruksi aturan pakai, cara penyimpanan 4. Peringatan hrs teratur, jangan mengendarai kendaraan, hati-hati dosis toksik 5. Konsultasi berikutnya perjanjian untuk monitor terapi 6. Apakah sudah mengerti? informasi diulang

6. Monitor (dan stop?) terapi Apakah terapi cukup efektif? A. Ya, dan penyakit sembuh Stop terapi B. Ya, tapi belum komplit ada efek samping serius? tidak: terapi diteruskan ya : fikirkan kembali dosis, pilihan obat C. Tidak, penyakit tdk sembuh evaluasi semua langkah

PENGERTIAN UMUM TENTANG RESEP Resep didefinisikan sebagai permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi atau dokter hewan kepada apoteker pengelola apotek (APA) untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi penderita Resep yang benar adalah ditulis secara jelas, dapat dibaca,lengkap dan memenuhi peraturan perundangan serta kaidah yang berlaku

Unsur-unsur resep: 1. Identitas Dokter Nama, nomor surat ijin praktek, alamat praktek dan rumah dokter penulis resep serta dilengkapi dengan nomor telepon dan hari serta jam praktek. Biasanya sudah tercetak dalam blanko resep. 2. Nama kota (sudah dicetak dalam blanko resep) dan tanggal ditulis resep 3. Superscriptio. Ditulis dengan symbol R/ (recipe=harap diambil). Biasanya sudah dicetak dalam blanko. Bila diperlukan lebih dari satu bentuk sediaan obat/formula resep, diperlukan penulisan R/ lagi. 4. Inscriptio. Ini merupakan bagian inti resep, berisi nama obat, kekuatan dan jumlah obat yang diperlukan dan ditulis dengan jelas

5. Subscriptio. Bagian ini mencantumkan bentuk sediaan obat (BSO) dan jumlahnya. Cara penulisan (dengan singkatan bahasa latin) tergantung dari macam formula resep yang digunakan. Contoh: - m.f.l.a. pulv. d.t.d.no. X (campur dan buatlah menurut cara sebanyak sepuluh bungkus) - m.f.l.a. sol - m.f.l.a. pulv. No XX da in caps 6. Signatura Berisi informasi tentang aturan penggunaan obat bagi pasien yaitu meliputi frekuensi, jumlah obat dan saat diminum obat, dll. Contoh: s.t (3).d.d.tab.I.u.h.p.c ( tandailah tiga kali sehari satu tablet satu jam setelah makan) 7. Identitas pasien Umumnya sudah tercantum dalam blanko resep (tulisan pro dan umur). Nama pasien dicantumkan dalan pro. Sebaiknya juga mencantumkan berat badan pasien supaya kontrol dosis oleh apotek dapat akurat.

PEDOMAN CARA PENULISAN RESEP DOKTER 1. Ukuran blanko resep (ukuran lebar 10-12 cm, panjang 15-18 cm) 2. Penulisan nama obat (Bagian Inscriptio): a. Dimulai dengan huruf besar b. Ditulis secara lengkap atau dengan singkatan resmi (dalam farmakope Indonesia atau nomenklatur internasional) misal: ac. Salic; acetosal c. Tidak ditulis dengan nama kimia (missal: kalium chloride dengan KCl) atau singkatan lain dengan huruf capital (missal promazin dengan CPZ)

3. Penulisan jumlah obat a. Satuan berat: mg (milligram), g, G (gram) b. Satuan volume: ml (mililiter), l (liter) c. Satuan unit: IU/IU (Internasional Unit) d. Penulisan jumlah obat dengan satuan biji menggunakan angka Romawi. - Tab Novalgin no. XII - Tab Stesolid 5 mg no. X (decem) - m.fl.a.pulv. dt.d.no. X e. Penulisan alat penakar: Dalam singkatan bahasa latin dikenal: C. = sendok makan (volume 15 ml) Cth. = sendok teh (volume 5 ml) Gtt. = guttae (1 tetes = 0,05 ml)

Catatan: Hindari penggunaan sendok teh dan sendok makan rumah tangga karena volumenya tidak selalu 15 ml untuk sendok makan dan 5 ml untuk sendok teh. Gunakan sendok plastik (5 ml) atau alat lain ( volume 5, 10, 15 ml) yang disertakan dalam sediaaan cair paten. f. Arti prosentase (%) 0,5% (b/b) 0,5 gram dalam 100 gram sediaan 0,5% (b/v) 0,5 gram dalam 100 ml sediaan 0,5% (v/v) 0,5 ml dalam 100 ml sediaan g. Hindari penulisan dengan angka desimal (misal: 0,...; 0,0...; 0,00...)

4. a. Penulisan kekuatan obat dalam sediaan obat jadi (generik/paten) yang beredar di pasaran dengan beberapa kekuatan, maka kekuatan yang diminta harus ditulis, misalkan Tab. Primperan 5 mg atau Tab. Primperan 10 mg b. Penulisan volume obat minum dan berat sediaan topikal dalam tube dari sediaan jadi/paten yang tersedia beberapa kemasan, maka harus ditulis, misal: Allerin exp. volume 60 ml atau 120 ml Garamycin cream, 5 mg/tube atau 15mg/tube 5. Penulisan bentuk sediaan obat (merupakan bagian subscriptio) Misal: - m.f.l.a.pulv. No. X Tab Antangin mg 250 X Tab Novalgin mg 250 X

6. Penulisan jadwal dosis/aturan pemakaian (bagian signatura) a. Harus ditulis dengan benar Misal: s.t.d.d. pulv. I.p.c atau s.p.r.n.t.d.d.tab.i b. Untuk pemakaian yang rumit seperti pemakaian tapering up/down gunakan tanda s.u.c (usus cognitus = pemakaian sudah tahu). Penjelasan kepada pasien ditulis pada kertas dengan bahasa yang dipahami. 7. Setiap selesai menuliskan resep diberi tanda penutup berupa garis penutup (untuk 1 R/) atau tanda pemisah di antara R/ (untuk > 2R/) dan paraf/tanda tangan pada setiap R/. 8. Resep ditulis sekali jadi, tidak boleh ragu-ragu, hindari coretan, hapusan dan tindasan.

9. Penulisan tanda Iter (Itteretur/ harap diulang) dan N.I. (Ne Iterretur/tidak boleh diulang) Resep yang memerlukan pengulangan dapat diberi tanda: Iter n X di sebelah kiri atas dari resep untuk seluruh resep yang diulang. Bila tidak semua resep, maka ditulis di bawah setiap resep yang diulang. Resep yang tidak boleh diulang, dapat diberi tanda: NI di sebelah kiri atas dari resep untuk seluruh resep yang tidak boleh diulang. Bila tidak semua resep, maka ditulis di bawah setiap resep yang diulang. 10. Penulisan tanda Cito atau PIM Apabila diperlukan agar resep segera dilayani karena obat sangat diperlukan bagi penderita, maka resep dapat diberi tanda Cito atau PIM dan harus ditulis di sebelah kanan atas resep.

Dr. Fatiroh Malang, 3 Oktober 2007 Jl. Saturnus 3, Malang Telp. 0341 582110 SIP. 446.DU/012/35.73.306/2007 R/ Parasetamol 500 mg tab. No X 3 dd tab I prn ----,,---- ft Pro : Tn. Amin Umur : 60 th. Alamat : Jl. Planet no 10, Malang

Dr. Fatiroh Malang, 3 Oktober 2007 Jl. Saturnus 3, Malang Telp. 0341 582110 SIP. 446.DU/012/35.73.306/2007 R/ Amoksisilin syrup fl No.I S 3 dd cth 1 ½ ---,,--- as Pro : An. Uci Umur : 5 th Alamat : Jl. Guntur no 49, Malang

Dr. Fatiroh Jl. Saturnus 3, Malang Telp. 0341 582110 SIP. 446.DU/012/35.73.306/2007 R/ Paracetamol mg 120 Sacch. Lactis q.s m.f.l.a. pulv.d.t.d. No. X Malang, 3 Oktober 2007 Keterangan: Ambilkan paracetamol 120 mg dan sacch lactis secukupnya, campur dan buatlah menurut aturan puyer sebanyak 10 bungkus, masing-masing bungkus mengandung 120 mg paracetamol dan sacch lactis secukupnya. Tandailah: bila panas dapat diberikan 3 X sehari 1 bungkus s.p.r.n.3.d.d.pulv I (febris) Pro : Sari (12 kg) Umur : 2 tahun Alamat: ----