Istiko Agus Wicaksono Dosen Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Purworejo ABSTRACT. was smaller than t table (t t

dokumen-dokumen yang mirip
DAMPAK BANTUAN PUPUK, BENIH, DAN PESTISIDA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI PADI

DAMPAK PENGGUNAAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG

Analisis Risiko Usahatani Kedelai Di Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas. Abstract

Reza Raditya, Putri Suci Asriani, dan Sriyoto Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ABSTRACT

ANALISIS RISIKO PENDAPATAN PADA USAHATANI PADI ORGANIK DI DESA LOMBOK KULON KECAMATAN WONOSARI KABUPATEN BONDOWOSO

SEPA : Vol. 8 No.1 September 2011 : 9 13 ISSN : ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI KEDELAI DI KABUPATEN SUKOHARJO

AGRITECH : Vol. XVIII No. 2 Desember 2016: ISSN :

ANALISIS KOMPARASI USAHATANI PADI ORGANIK DAN ANORGANIK DI KECAMATAN SAMBIREJO KABUPATEN SRAGEN

TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP TEKNOLOGI PERTANIAN TERPADU USAHATANI PADI ORGANIK

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KOTA BANGUN KECAMATAN KOTA BANGUN

e-j. Agrotekbis 2 (2) : , April 2014 ISSN :

EFISIENSI USAHATANI PADI BERAS HITAM DI KABUPATEN KARANGANYAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

III. KERANGKA PEMIKIRAN. usahatani, pendapatan usahatani, dan rasio penerimaan dan biaya (R-C rasio).

ANALISIS PENDAPATAN DAN PRODUKSI PADI DI KABUPATEN ACEH UTARA TESIS. Oleh ZURIANI

HUBUNGAN ANTARA IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP) DENGAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 2 September 2013

BESARNYA KONTRIBUSI CABE BESAR (Capsicum annum L) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI (Oryza sativa L) DI KELURAHAN BINUANG

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA

ANALISIS OPTIMASI PENGGUNAAN INPUT PRODUKSI PADA USAHATANI UBI KAYU

ANALISIS PERBANDINGAN KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH

KELAYAKAN DAN ANALISIS USAHATANI JERUK SIAM (Citrus Nobilis Lour Var. Microcarpa Hassk) BARU MENGHASILKAN DAN SUDAH LAMA MENGHASILKAN ABSTRAK

METODE PENELITIAN. deskriptif analisis, pelaksanaan penelitian ini menggunakan studi komparatif,

VI. ANALISIS BIAYA USAHA TANI PADI SAWAH METODE SRI DAN PADI KONVENSIONAL

BAB IV METODE PENELITIAN

DAMPAK PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI JAGUNG DI SEKITAR WADUK KEDUNG OMBO KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN

ANALISA KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS CIHERANG DAN VARIETAS IR

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 1 Maret 2013

KAJIAN USAHATANI TANAMAN TOMAT TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI,

Penggunaan Tenaga Kerja Keluarga Petani Peternak Itik pada Pola Usahatani Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Air Hangat Kabupaten Kerinci

Pengembangan pertanian organik (kasus penerapan pupuk organik pada padi sawah di kecamatan arga makmur; Kabupaten Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu)

ANALISIS USAHATANI BAWANG MERAH LAHAN SEMPIT DIBANDINGKAN DENGAN LAHAN LUAS

III. METODE PENELITIAN. memperoleh dan menganalisis data yang berhubungan dengan penelitian,

ANALISIS PENGARUH INPUT PRODUKSI TERHADAP PRODUKSI USAHATANI UBI KAYU DI DESA SUKASARI KECAMATAN PEGAJAHAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI NANAS DI DESA DODA KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI

USAHATANI PADI ORGANIK DI KECAMATAN MOJOGEDANG KABUPATEN KARANGANYAR

ANALISIS PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA BONEMARAWA KECAMATAN RIOPAKAVA KABUPATEN DONGGALA

BIAYA PRODUKSI IKAN PATIN (Pangasius pangasius) (Kasus :Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau)

RISIKO PENDAPATAN DAN PERILAKU PETANI TERHADAP RISIKO PADA USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA DI DATARAN TINGGI KABUPATEN PURWOREJO

METODE PENELITIAN. status suatu gejala yang ada. Data dikumpulkan disusun, dijelaskan dan kemudian

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 2 September KELAYAKAN USAHATANI UBI JALAR (Ipomoea batatas L) DI LAHAN PASIR KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN

I. PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan upaya sadar dan terancang untuk melaksanakan

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADA KOPI TRADISIONAL DAN KOPI SAMBUNG DI DESA LUBUK KEMBANG, KEC. CURUP UTARA, KAB. REJANG LEBONG

Jurnal Agrisistem, Desember 2012, Vol. 8 No. 2 ISSN

DAMPAK KEANGGOTAAN KELOMPOK LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KABUPATEN TAKALAR

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI PADI ORGANIK DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI (Studi Kasus : Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan)

HUBUNGAN PERANAN WANITA TANI DALAM BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT)

PARTISIPASI PETANI DALAM PENERAPAN USAHATANI PADI ORGANIK (Studi Kasus: Desa Lubuk Bayas Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai)

DAMPAK TEKNOLOGI MULSA PLASTIK TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI TOMAT

ANALISIS KOMPARASI DISTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI JERUK DAN USAHATANI KOPI DI KABUPATEN KARO

KERANGKA PENDEKATAN TEORI. dalam arti sempit dan dalam artisan luas. Pertanian organik dalam artisan sempit

II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gambaran Komoditas Caisin ( Brassica rapa cv. caisin)

e-j. Agrotekbis 1 (3) : , Agustus 2013 ISSN :

BAB I PENDAHULUAN. Pada awal masa orde baru tahun 1960-an produktivitas padi di Indonesia hanya

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KARAWANA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

Faidah, Umi., dkk. Faktor-faktor Yang...

ANALISIS PRODUKSI DAN KELAYAKAN USAHATANI KAKAO DI KABUPATEN MADIUN

PENGARUH SISTEM PENGELOLAAN USAHATANI CABAI MERAH TERHADAP JUMLAH PRODUKSI DAN TINGKAT PENDAPATAN

ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS PENELITIAN

ANALISIS FINANSIAL USAHATANI SAWI

STUDI KOMPARATIF USAHATANI PADI ORGANIK DAN PADI KOVENSIONAL DI KECAMATAN BENER KABUPATEN PURWOREJO

ANALISIS USAHA PEMBESARAN IKAN NILA (Oreochromis sp.) PADA KARAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN WONOGIRI KABUPATEN WONOGIRI

III. METODE PENELITIAN

Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara ABSTRAK

Kata kunci: pendapatan, usahatani, jagung, hibrida Keywords: income, farm, maize, hybrid

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

EFISIENSI EKONOMI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN WIROSARI KABUPATEN GROBOGAN SKRIPSI. Oleh : YULIANA

ANALISIS RISIKO PRODUKSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA USAHATANI JAGUNG (Zea mays L.) DI KECAMATAN MEMPAWAH HULU KABUPATEN LANDAK

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DENGAN METODE SRI (System of Rice Intensification) DI DESA EMPAT BALAI KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR

ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KABUPATEN KARANGANYAR COST AND REVENUE ANALYSIS OF RICE FARMING IN KARANGANYAR REGENCY

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013

Mhd Riswan Hanafi*), Thomson Sebayang**), Yusak Maryunianta**)

ABSTRACT SITI ROMELAH. Intensive farming practices system by continuously applied agrochemicals,

Oleh : 1 Ahmad Jaelani Siddik, 2 Soetoro, 3 Cecep Pardani

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Dan Pendapatan Usahatani Jagung (Studi Kasus : Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat) ABSTRAK

I. PENDAHULUAN. yang cocok untuk kegiatan pertanian. Disamping itu pertanian merupakan mata

ANALISIS USAHATANI SAYURAN

SURYA AGRITAMA Volume I Nomor 2 September 2012

Nelfita Rizka*), Salmiah**), Aspan Sofian**)

BAB I PENDAHULUAN. padi sawah merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun.

ANALISIS USAHATANI KOPI DI DESA PIRIAN TAPIKO KECAMATAN TUTAR KAB.POLEWALI MANDAR. Rahmaniah HM.,SP, M.Si

TINGKAT ADOPSI INOVASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI KELOMPOK TANI SEDYO MUKTI DESA PENDOWOHARJO KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL

ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP BIAYA INPUT DAN OUTPUT USAHATANI AYAM BROILER DI KABUPATEN DELI SERDANG

PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI SISTIM LEGOWO 2:1 DI KABUPATEN BANTAENG

IV. METODE PENELITIAN

ANALISIS USAHATANI KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS PARADE (Studi Kasus di Kelurahan Pataruman Kecamatan Pataruman Kota Banjar)

ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI PADI SAWAH BERDASARKAN LUAS PENGUASAAN LAHAN DI KECAMATAN BANYUURIP KABUPATEN PURWOREJO JURNAL PENELITIAN

PENGANTAR EKONOMI PERTANIAN

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PETANI PADI PENGGUNA PUPUK NPK DENGAN NON PENGGUNA PUPUK NPK DI DESA TRANGKIL KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI

BAB II TUNJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

Oleh : Suyono,*Martono Achmar,** ABSTRACT

KAJIAN EKONOMI USAHATANI KENTANG DI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO

TINJAUAN PUSTAKA. definisi sempit dan pertanian organik dalam definisi luas. Dalam pengertian

ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KEMUNING MUDA KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK

PEMANFAATAN KREDIT DARI KOPERASI KELOMPOK TANI (KKT) TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI DI KECAMATAN SUKOHARJO KABUPATEN SUKOHARJO

ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT PENDAPATAN USAHATANI POLA DIVERSIFIKASI DENGAN MONOKULTUR PADA LAHAN SEMPIT

ANALISIS PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI TERHADAP LUAS TANAM BAWANG MERAH DI BERDASARKAN PENDAPAT PETANI DI KABUPATEN DAIRI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PADI SAWAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI

Transkripsi:

RISIKO PRODUKSI DAN RISIKO PENDAPATAN PADA USAHATANI PADI SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN LIMBAH KELINCI (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Budi Mulyo Desa Balorejo Kecamatan Bonorowo Kabupaten Kebumen) Dosen Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Purworejo ABSTRACT The objectives of this research were to fi nd out about: 1) the amount of production and income from rice farming before and after using fertilizer from rabbit waste; 2) the differences in income from rice-farming before and after using rabbit fertilizer; 3) the amount of risk on production and rice-farming income before and after using rabbit fertilizer. This research used a descriptive method consisting of case study and survey using an interview and a questionnaire technique for collecting the necessary data. The result showed that rice production before using rabbit waste was 20.6 tonne which increase to 22.95 tonne after the application of the rabbit waste (where approximately 0.828 tonnes changed to 0.918 tonnes). The average income for rice farmers increases form Rp. 1,827,014.00 to Rp. 2,086,594.10. The result of t-test using SPSS with the value of t, where t o was -10.411 smaller than t table (t t ) with the value of -2.064, and degree of signifi cance < 0.005 (0.00 < 0.05) showed that in rice-farming there is a different in average income between using and not using rabbit waste. Therefore the risk is higher for the rice farmers not using rabbit waste in terms of production, indicating a higher variation in rice production when comparing numbers of farmers using and not using rabbit waste. There is a higher income risk for rice farmers not using fertilizer from rabbit waste. Key words: Income, production risk, income risk, fertilizer, rabbit waste PENDAHULUAN Selama kurun waktu 30 tahun terakhir ini, negara-negara industri mulai berpendapat bahwa paket pertanian modern yang memberikan hasil panen yang tinggi ternyata menimbulkan dampak lingkungan. Paket teknologi pertanian modern yang dimaksud,enggunakan varietas unggul berproduksi tinggi, pestisida kimia, pupuk kimia dan menggunakan mesin-mesin pertanian untuk pengolahan tanah dan memanen hasil. Penggunaan pupuk hijau, pupuk hayati untuk meningkatkan biomassa dan penyiapan kompos yang diperkaya guna mengendalikan hama dan penyakit secara hayati diharapkan mampu memperbaiki kesehatan tanah sehingga hasil tanaman dapat ditingkatkan, tetapi aman dan menyehatkan manusia yang mengkonsumsi. Kunci pembangunan nasional yang sampai sekarang masih menghadapi tantangan adalah usaha mempertahankan kesehatan tanah, melidungi lingkungan dan mempertahankan produktivitas berkelanjutan serta memenuhi kebutuhan masa depan sesuai dengan pertumbuhan penduduk (Susanto, 2002). Kelinci merupakan hewan yang menarik dan enak dipandang bagi masyarakat. Kelinci bukan sekedar hewan piaraan yang menghasilkan daging atau uang hasil penjualan tetapi juga menghasilkan kotoran padat maupun cairnya yang bisa digunakan untuk pupuk tanaman yang menghasilkan produktivitas yang tinggi mengurangi pupuk kimia. Kelompok Tani Budi Mulyo merupakan Kelompok Tani yang bergerak dalam pertanian dan mulai mengembangkan pertanian organik. Kelompok Tani Budi Mulyo mulai memanfaatkan limbah kelinci dalam tanaman padi. Limbah kelinci biasanya hanya dibuang di tempat sampah, padahal dalam pertanian limbah ternak kelinci baik kotoran padat maupun cair sangat berguna sebagai pupuk organik. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan : (1) mengetahui besar produksi dan pendapatan usahatani padi sebelum

36 Jurnal Agroforestri Volume VI Nomor 1 Maret 2011 dan sesudah menggunakan limbah kelinci (2) mengetahui perbedaan pendapatan usahatani padi sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci (3) menganalisis besar risiko produksi dan risiko pendapatan usahatani padi sebelum dan METODE PENELITIAN Pelaksanaan Penelitian Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, yaitu penelitian mengenai kasus usahatani padi dengan limbah kelinci dan tanpa limbah kelinci di Kelompok Tani Budi Mulyo Desa Balorejo, Kecamatan Bonorowo Kabupaten Kebumen selama satu kali produksi. Pengambilan sampel Kelompok Tani menggunakan metode purposive sampling yaitu pengambilan sampel mempunyai suatu tujuan atau dilakukan dengan sengaja. Kelompok Tani yang akan dijadikan sampel adalah Kelompok Tani Budi Mulyo. Alasan dijadikan sampel karena Kelompok Tani ini lebih tertarik dengan pertanian organik khususnya menggunakan limbah kelinci. Analisis Data HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Analisis Usahatani Padi Sebelum dan a) Produksi Usahatani Padi Produksi padi yang baik dengan biaya yang terjangkau adalah impian semua petani. Maka untuk memperoleh semua itu para petani berusaha semaksimal mungkin merawat tanaman padinya dengan baik. Akan tetapi petani sering salah persepsi mengenai masalah tersebut. Hal itu terbukti dengan banyaknya petani yang menggunakan sistem pembudidayaan padi secara non-organik. Padahal tanpa disadari di sekitar kita banyak dijumpai bahan pupuk organik yang tidak terbatas. Berikut hasil usahatani padi sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci. Tabel 1. Produksi Padi Sebelum dan Uraian Hasil (kw) Rata-rata (kw) Sebelum 206,0 8,24 229,5 9,18 Sumber : Analisis Data Primer. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat hasil yang diterima oleh petani sebelum dan Selisih hasil produksi secara keseluruhan pada usahatani padi sebesar 23,5 kwintal yaitu sebelum menggunakan limbah sebesar 206 kwintal dan sesudah menggunakan limbah sebesar 229,5 kwintal, dan rata-rata petani menghasilkan produksi di lahan sebelum menggunakan limbah sebesar 8,24 kwintal dan sesudah menggunakan limbah rata-rata produksinya sebesar 9,18 kwintal. b) Pendapatan Usahatani Padi Biaya eksplisit terdiri dari tenaga kerja luar, penyusutan alat, benih, urea, NPK, dan pestisida. Berikut biaya ekplisit sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2. Biaya Eksplisit Sebelum dan Pada Usahatani Padi No Uraian Eksplisit 1 Sebelum 562.585,8 2 575.605,8 Sumber : Analisis Data Primer Berdasarkan tabel diatas diketahui perbedaan biaya eksplisit sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci yaitu Rp 562.000 menjadi Rp 575.000, dengan selisih biaya Rp 13.000. Perbedaan biaya eksplisit antara sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci disebabkan oleh tenaga kerja luar keluarga yang digunakan pada saat penanaman, penyiangan, pemupukan, dan pemanenan. Pendapatan usahatani dihitung dari penerimaan dikurangi dengan biaya produksi berupa biaya eksplisit. Besar pendapatan usahatani padi sebagai berikut: Risiko Produksi dan Risiko Pendapatan pada Usaha Tani Padi Sebelum dan Menggunakan Limbah Kelinci (Studi Kasus pada Kelompok Tani Budi Mulyo Desa Balorejo Kec. Bonorowo Kab.Kebumen)

Jurnal Agroforestri Volume VI Nomor 1 Maret 2011 Tabel 3. Rata-rata Pendapatan Sebelum dan pada Usaha tani Padi No Uraian Penerimaan Rata-rata eksplisit Pendapatan 1 Sebelum 2.389.600 562.585,8 1.827.014 2 2.844.000 575.605,8 2.086.594,1 Sumber Analisis Data Primer. Berdasarkan hasil analisis di atas dapat diketahui, besar rata-rata penerimaan dan pendapatan usahatani padi sebelum dan Penerimaan sebelum diperoleh Rp 2.389.600 dan sesudah yaitu Rp 2.844.000, ada peningkatan penerimaan yaitu Rp 454.400. Biaya eksplisit rata-rata sebelum yaitu Rp 562.000, menjadi Rp 575.000. Hasil pendapatan rata-rata usahatani padi sebelum yaitu Rp 1.827.000 dan sesudah menjadi Rp 2.086.000. 2. Perbedaan Pendapatan Usahatani Padi Sebelum dan Menggunakan Limbah Kelinci Untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani padi sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci digunakan uji t (t test). Uji t adalah uji hipotesis untuk mengetahui apakah ada perbedaan pendapatan usahatani padi anggota Kelompok Tani Budi Mulyo sebelum menggunakan limbah kelinci dan sesudah menggunakan limbah kelinci dengan menggunakan bantuan SPSS. Pada usahatani padi, nilai t hitung <-t tabel (-10,411< -2,064) dan signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata pendapatan antara sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci. Dari perhitungan SPSS dapat pula diketahui bahwa rata-rata pendapatan sesudah menggunakan limbah kelinci lebih tinggi. Hal ini dapat diartikan bahwa menggunakan limbah kelinci memberikan andil dalam peningkatan pendapatan usahatani. 3. Risiko Usahatani Padi Sebelum dan 37 a) Risiko Produksi Analisis risiko produksi menggunakan koefisien variasi (CV) kemudian dilakukan perbandingan risiko produksi antara sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci. Nilai koefisien variasi produksi yang kecil menunjukkan variabilitas nilai rata-rata produksi yang rendah. Hal ini menggambarkan risiko produksi yang dihadapi untuk mendapatkan hasil produksi tersebut kecil, demikian sebaliknya. Perbandingan risiko produksi antara usahatani padi sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Perbandingan Risiko Produksi Pada Usahatani Padi Sebelum dan Menggunakan Limbah Kelinci Uraian Usahatani Padi Sebelum Rata-rata Produksi 8,24 9,18 Standar Deviasi 5,36 5,33 Koefisien Variasi 0,6505 0,5806 CV (%) 65,05% 58,06% Sumber : Analisis Data Primer, 2009. Berdasarkan hasil analisis dapat dikaji bahwa risiko produksi usahatani padi sebelum menggunakan limbah kelinci lebih tinggi dibandingkan sesudah menggunakan limbah kelinci. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya variasi produksi yang lebih tinggi pada usahatani padi sebelum menggunakan limbah kelinci dibanding usahatani b) Risiko Pendapatan Pendapatan merefleksikan nilai yang diperoleh petani dari penerimaan dikurangi dengan biaya yang benar-benar dikeluarkan oleh petani dalam melakukan usahatani padi. Pendapatan petani seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga perlu diketahui risiko pendapatan. Risiko pendapatan dianalisis dengan menggunakan koefisien variasi (CV) dan selanjutnya dilakukan perbandingan risiko pendapatan antara usahatani padi sebelum menggunakan limbah kelinci dan sesudah menggunakan

38 Jurnal Agroforestri Volume VI Nomor 1 Maret 2011 limbah kelinci, yang disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Perbandingan Risiko Pendapatan Pada Usahatani Padi Sebelum dan Uraian Usahatani Padi Sebelum R a t a - r a t a Pendapatan 1.827.014 2.086.594 Standar Deviasi 1208150 1195650 Koefisien Variasi 0,6613 0,5730 CV (%) 66,13% 57,30% Sumber : Analisis Data Primer, 2009. Berdasarkan Tabel 5, risiko pendapatan usahatani padi sebelum menggunakan limbah kelinci lebih tinggi dibanding sesudah menggunakan limbah kelinci. Ini berarti bahwa terdapat variasi pendapatan yang lebih tinggi pada usahatani padi sebelum menggunakan limbah kelinci dibanding KESIMPULAN 1. Rata-rata produksi pada usahatani padi sebelum menggunakan limbah sebesar 8,24 kwintal dan sesudah menggunakan limbah kelinci sebesar 9,18 kwintal. Sedangkan rata-rata pendapatan usahatani padi sebelum menggunakan limbah sebesar Rp. 1.827.014,00 dan sesudah menggunakan limbah kelinci sebesar Rp. 2.086.594,00. 2. Adanya hasil usahatani padi yang berbeda sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci. Analisis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan limbah kelinci yaitu hasil rata-rata usahatani padi sebelum dan sesudah 8,24 kwintal meningkat menjadi 9,18 kwintal, sedangkan untuk pendapatan rata-rata meningkat dari Rp 1.827.014,00 menjadi Rp 2.086.594,00. 3. Risiko produksi usahatani padi sebelum menggunakan limbah kelinci yaitu sebesar 65,05%, sesudah menggunakan limbah kelinci sebesar 58,06%. Sedangkan untuk risiko pendapatan usahatani padi sebelum menggunakan limbah kelinci yaitu sebesar 66,13%, sesudah menggunakan limbah kelinci sebesar 57,30%. DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifudin. 1998. Metode penelitian. Pustaka Pelajar Offset. Yogyakarta Abdul, Dudung. 1981. Dasar-Dasar Pembinaan Kelompok Tani Dalam Intensifikasi Tanaman Pangan. Satuan pengendali Binas. Jakarta Firdaus, Muhammad. 2008. Manajemen Agribisnis. Petani Bumi Angkasa Jakarta. Hernanto, Fadholi. 1996. Ilmu Usaha Tani. Penebar Swadaya. Jakarta. Isnaini. 2006. Pertanian organik. Kreasi Wacana. Yogyakarta. Mardalis. 2004. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Bumi Angkasa. Jakarta Madikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret Universty Press. Surakarta. Mosher, A.T. ed. Krisnandi, S dan Samad Bahrin.1987. Mengerakan dan membangun pertanian. C.V. Yasa Guna. Jakarta. Nazir, Mohammad. 1988. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta Priyanto, Duwi. 2009. 5 jam belajar olah data dengan SPSS 17. C.V ANDI OFFSET (Penerbit Andi). Yogyakarta. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. CV Alfabeta. Kartadisastra,1994. Beternak Kelinci Unggul. Kanisus. Yogyakarta. Risiko Produksi dan Risiko Pendapatan pada Usaha Tani Padi Sebelum dan Menggunakan Limbah Kelinci (Studi Kasus pada Kelompok Tani Budi Mulyo Desa Balorejo Kec. Bonorowo Kab.Kebumen)

Jurnal Agroforestri Volume VI Nomor 1 Maret 2011 Soekartawi. 2001. Pengantar Agroindustri. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Soekartawi. 2003. Agribisnis. ESPA 4522. Universitas Terbuka. Jakarta Susanto, Rachmad. 2002.Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatif Dan Berkelanjutan. Kanisus. Yogyakarta. Sutrisno. 1980. Ekonomi Pembangunan. Barta Gurat. Medan Suryabarta, Sumardi. 1993. Metode Penelitian.CV Rajawali. Jakarta 39