Prosiding Manajemen ISSN:

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Era modern merupakan sebuah era yang sangat dinamis, baik dalam aspek

Prosiding Manajemen ISSN:

Prosiding Manajemen ISSN:

Analisis Bauran Produk dengan Menggunakan Metode Simpleks untuk Memaksimalkan Keuntungan (Studi Kasus pada CV. Idola Indonesia Bandung)

Optimalisasi Tata Letak Mesin Produksi Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV. ABC Aceh Besar

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Prosiding Manajemen ISSN:

TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d

Prosiding Manajemen ISSN:

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

PERENCANAAN TATA LETAK GUDANG PENYIMPANAN PRODUK PT PIPA BAJA DENGAN METODE DEDICATED STORAGE

PERTEMUAN #1 PENGANTAR PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS TKT TAUFIQUR RACHMAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

ANALISIS STRATEGI TATA LETAK TERHADAP PRODUKTIVITAS OPERASIONAL PRODUKSI DAN INVENTORY CONTROL PADA PT.MEGATAMA PLASINDO

Analisis Pengawasan Persediaan Bahan Baku Solar Module dengan Menggunakan Metode ABC untuk Meminimumkan Biaya pada PT. Len Industri (Persero) Bandung

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Relayout Gudang Produk Polypropylene Dengan Metode Dedicated Storage

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. dibandingkan dengan metode konvensional yang diterapkan Fungiyaki.

SILABUS MATAKULIAH. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 4 September 2015

PERANCANGAN TATALETAK GUDANG DENGAN METODA DEDICATED STORAGE LOCATION POLICY (Studi Kasus : PT. X)

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

Analisis Pengendalian Kualitas dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (Studi Kasus pada Kantor Pos Mpc Bandung)

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

ANALISIS PENERAPAN METODE KESEIMBANGAN LINI PADA EFISIENSI LAYOUT FASILITAS PRODUKSI UD SUMBER AYEM

Prosiding Manajemen ISSN:

PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SHARED STORAGE

PELAKSANAAN PENGAWASAN MUTU UNTUK MEMINIMALISASI BARANG RUSAK GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN PADA PT SEMESTA KERAMIKA RAYA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

APLIKASI ALGORITMA BLOCK PLAN DAN ALDEP DALAM PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PABRIK PENGOLAHAN KARET

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

Analisis Pengendalian Kualitas Jasa Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (Studi Kasus pada Siliwangi Trans Shuttle di Kota Sukabumi)

Prosiding Manajemen ISSN:

Analisis Peramalan Penjualan Produk Dodol Coklat Menggunakan Metode Adjusted Exponential Smoothing (Studi Kasus pada Pabrik Dodol Asli 99 Garit)

Perancangan Ulang Tata Letak Pabrik untuk Meminimalisasi Material Handling pada Industri Pembuat Boiler

Penentapan Perencanaan Produksi guna Menentukan Besaran Produksi yang Tepat pada PT Goodyear Indonesia Tbk

Usulan Tata Letak Gudang Untuk Meminimasi Jarak Material Handling Menggunakan Metode Dedicated Storage

ANALISIS TATA LETAK FASILITAS PABRIK DENGAN METODE KUANTITATIF MEMPUNYAI PERAN PENTING DALAM KELANCARAN PROSES PRODUKSI PADA CV AGUNG KARYA

Prosiding Manajemen ISSN:

BAB I PENDAHULUAN. ini tentunya dapat dilakukan dengan cara mengatur layout pabrik sedemikian rupa

Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Perusahaan Base Camp Clothing dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity ( EOQ)

Analisis Penggunaan Model Transportasi dalam Memaksimumkan Penjualan Tiket pada Perusahaan Shuttle Xtrans Cabang Bandung

Usulan Perbaikan Tata Letak Gudang Produk Drum Oli Menggunakan Metode Dedicated Storage Di PT XYZ

Prosiding Manajemen ISSN:

Prosiding Manajemen ISSN:

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

PENATAAN ULANG GUDANG CV. BANDUNG PARTS SKRIPSI. Disusun Oleh: Fuksien Wijaya Nim

Usulan Perbaikan Tata Letak Pabrik dengan Menggunakan Systematic Layout Planning (SLP) di CV. Arasco Bireuen

BAB 1 PENDAHULUAN. Definisi Tata Letak Fasilitas adalah suatu tata cara pengaturan

Prosiding Manajemen ISSN:

BABS SIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian, analisis, dan pembahasan yang telah. dilakukan, maka simpulan yang dapat dikemukakan adalah:

Usulan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Automated Layout Design Program Di Industri Hilir Teh PT. Perkebunan Nusantara VIII *

OPTIMALISASI PERSEDIAAN SEMEN PADA C.V. SURYA INDAH DI SAMARINDA. Muhammad Erwan Rizki 1

BAB V PENUTUP. signifikansi f dan t lebih besar dari lima persen. berkesinambungan memiliki tingkat signifikansi f dan t lebih besar dari

sekarang maupun berat beban yang ada pada usulan dapat dikatakan diterima karena berada dibawah nilai berat beban maksimum yang diperbolehkan. c.

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK GUDANG MATERIAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEDICATED STORAGE

ANALISIS TATA LETAK FASILITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY RELATIONSHIP CHART PADA INDUSTRI MEBEL BAMBU KARYA MANUNGGAL YOGYAKARTA

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan (Studi Kasus pada Produk Tas PD.Madeleine Bandung)

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang Masalah

Seminar Nasional IENACO 2016 ISSN: PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI PT MITRA PRESISI PLASTINDO

Perencanaan Tata Letak Fasilitas Produksi Menggunakan Pendekatan Kuantitatif Dengan Metode Alghoritma Craft (Studi Kasus CV. Graffity Labelindo)

TATA LETAK PABRIK KULIAH 1: INTRODUCTION

EVALUASI TATA LETAK FASILITAS PABRIK PADA PERUSAHAAN PENGGILINGAN PADI DIKI DI KABUPATEN SIGI

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PABRIK UNTUK MENURUNKAN TOTAL BIAYA PERPINDAHAN MATERIAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAIRWISE EXCHANGE

PENGARUH DESAIN PROSES DAN PERENCANAAN TATA LETAK FASILITAS PABRIK TERHADAP PRODUKTIVITAS PERUSAHAAN KATEL ALUMUNIUM MATAHARI CIAMIS

EVALUASI TATA LETAK GUDANG DAN INVENTORY CONTROL UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BISNIS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

Prosiding Manajemen ISSN:

Rencana Rancangan Tahapan Penambangan untuk Menentukan Jadwal Produksi PT. Cipta Kridatama Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI GUNA MEMINIMUNKAN JARAK DAN BIAYA MATERIAL HANDLING MENGGUNAKAN APLIKASI QUANTITATIVE SYSTEM VERSION 3

Penentuan Lokasi dan Perancangan Tata Letak Fasilitas Tempat Packaging PT.ABC

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Kursi Lipat dengan Menggunakan Metode Economic Order (Eoq) pada PT. Chitose Tbk Cimahi

ANALISIS PETA KENDALI ATRIBUT DALAM MENGIDENTIFIKASI KERUSAKAN PADA PRODUK BATANG KAWAT PT. KRAKATAU STEEL (PERSERO) Tbk

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK AREA PRODUKSI PT X DENGAN METODE SYSTEMATIC PLANT LAYOUT

Oleh : AISYAH ALFIANI

Bab 6. Kesimpulan dan Saran

PEMILIHAN ALTERNATIF PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI PADA HOME INDUSTRY GAJAH DELTA SIDOARJO

Perancangan Ulang Tata Letak Mesin Mesin Produksi Di PT. Surya Bumi Kartika

ABSTRAK. Kata kunci : Tata Letak Fasilitas Produksi, Efisiensi, Total Jarak Perpindahan.

Khristian Edi Nugroho; Dimas Rahmawan; Prayogo Adi Utomo

DAFTAR PUSAKA. loth Edition, McGrawHill Companies, Inc, New York. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pembahasan

BAB II BAHAN RUJUKAN

USULAN PERBAIKAN LAYOUT PRODUKSI OBLONG PADA DIVISI GARMEN LOKAL DI PT MKF, LTD.

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM MENGEFISIENKAN BIAYA PERSEDIAAN PADA UMKM KUE NIKMAT RASA ABSTRAK

PENGAPLIKASIAN ANALISIS LAYOUT DAN BEP PADA PERUSAHAAN

Pengaruh Pemberian Insentif dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di PT Hyundai Mobil Indonesia Cabang Bandung

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS LANTAI PRODUKSI PRODUK SEPATU PERLENGKAPAN DINAS HARIAN (STUDI KASUS PADA CV. MULIA)

SILABUS MATA KULIAH. Pengalaman Pembelajaran. 1. Mendiskusikan pentingnya. perancangan tata

Optimasi Produksi dengan Menggunakan Metode Grafis untuk Menentukan Jumlah Produk yang Optimal (Kasus pada House Of Leather Bandung)

PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PABRIK PEMBUATAN RANGKA MEJA PING-PONG PADA CV SHIAMIQ TERANG ABADI

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

REKAYASA DAN INOVASI TEKNOLOGI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BANGSA

BAB VII LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II LANDASAN TEORI. secara efektif dan efisien. Dalam rangka ini dikembangkan pemikiran-pemikiran dan

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era globalisasi dan perdagangan bebas, persaingan usaha

BAB I PENDAHULUAN. meliputi pengaturan tataletak fasilitas produksi seperti mesin-mesin, bahan-bahan,

Transkripsi:

Prosiding Manajemen ISSN: 2460-6545 Analisis Tataletak dengan Menggunakan Model Load Distance untuk Meminimumkan Jarak Beban dan Biaya Material Handling (Studi Kasus pada Bagian Produksi WAREPACK CV.AHRS, Garut) 1 Anis Nur Anisa, 2 Tasya Aspiranti, 3 Nining Koesdiningsih 1,2,3 Prodi Manajemen, Fakultas Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari No. 1 Bandung 40116 e-mail: 1 anisnuranisa17@gmail.com Abstrak: Maksud dan tujuan dari melakukan penelitian ini adalah untuk melakukan analisa terhadap layout awal dan melakukan re-layout agar dapat meminimalkan jarak beban perpindahan barang dengan menggunakan model load distance. Dan meminimalkan jarak material handling agar dapat meminimalkan biaya material handling di CV.AHRS. Dalam melakukan penelitian ini penulis melakukan analisa data dengan cara observasi langsung ke bagian produksi CV.AHRS. Dan setelah di lakukukannya analisa maka dapat di peroleh total load distance pada layout awal sebesar 218 dengan total jarak material handling sebesar 93 dan total biaya material handling sebesar 806.496 yang apabila di bandingkan dengan layout usulan dengan total load distance sebesar 166 dengan total jarak material handling sebesar 70 dan total jarak material handling sebesar 70 dengan total biaya material handling sebesar 806.470. yang artinya penurunan load distance terjadi 23% dan penurunan jarak material handling 24% dan total biaya material handling dengan penurunan sebesar 3%. Kata Kunci : Load Distance Dan Materil Handling A. Pendahuluan Era modern merupakan sebuah era yang sangat dinamis, baik dalam aspek prilaku manusia, budaya, dan perkembangan teknologi. Kementrian Perdagangan Republik Indonesia mengatakan pada tahun 2015, apabila masyarakat Ekonomi Asean (AEC) tercapai, maka ASEAN akan menjadi pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal dimana terjadi arus barang, jasa, investasi, dan tenaga terampil yang bebas, serta arus modal yang lebih bebas diantara Negara ASEAN,AEC akan menimbulkan peluang bagi Indonesia untuk memperluas target pasar. Terbentuknya sistem produksi yang efektif dan efisien, membuat perusahaan mencapai tujuannya yaitu mendapatkan harga terjangkau dengan kualitas yang baik. Pencapaian yang baik untuk perusahaan akan membuat perusahaan mampu bertahan dan bersaing dengan perusahaan lain. Sepanjang pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan hanya sebatas penambahan kapasitas mesin (mixer), dan tenaga kerja pada tempat yang terbatas tanpa memperhatikan tata letaknya. Sepanjang pengembangan yang dilakukan oleh perusahaan hanya sebatas penambahan kapasitas mesin dan tenaga kerja pada tempat yang terbatas tanpa memperhatikan tata letaknya. CV.AHRS yang memproduksi baju khusus untuk balap ini belum melihat peluang keuntungan yang tepat, ketika menerapkan teori tata letak di seluruh fasilitas perusahaan. Permasalahan utama ialah material dalam perusahaan bergerak sangat tidak efisien karena harus memutar ruangan untuk masuk ruangan lain, letak pintu antar ruangan yang berkaitan tidak diperhatikan, akses keluar masuk utama hanya memiliki satu jalur yang sering kadang harus bergantian menggunakan jalur tersebut. Banyaknya alur yang kurang tepat membuat perpindahan bahan antar mesin menjadi lama.dan menyatunya gudang bahan baku dengan gudang penyimpanan membuat pekerja harus mundar-mandir dan meninggalkan pekerjaannya untuk beberapa 230

Analisis Tataletak dengan Menggunakan Model Load Distance untuk Meminimumkan Jarak Beban 231 saat.oleh karena itu pihak perusahaan harus dapat melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada untuk mengurangi pemborosan-pemborosan (inefisiensi) dan melakukan usaha-usaha agar biaya material handling dapat diminimalisi. Melalui re-layout di harapakan kefisienan dalam melakukan proses produksi dapat di tingkatkan lebih optimal baik dalam biaya maupun jarak antar mesin produksi. Tujuan Penelitian Ada beberapa poin yang diangkat dari tujuan dilakukannya penelitian ini, diantaranya adalah untuk : 1. Untuk mengetahui bagaimana tata letak proses produksi produk warepack dan biaya material handling pada CV AHRS 2. Untuk mengetahui bagaimana tata letak proses pruduksi produk warepack dan material handling dengan menggunakan metode load distance pada CV AHRS B. Landasan Teori Manajemen menurut Andrew F. Sikula dalam Hasibuan (2009:2) adalah: Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan produk atau jasa secara efisien. Manajemen Operasi Menurut William J. Stevenson dan Sun Chee Chong (2014:4) Sistem atau proses yang menciptakan barang dan atau jasa. Penciptaan barang dan jasa meliputi transformasi atau pengubahan input menjadi output, berbagai input seperti modal, tenaga kerja, dan informasi di gunakan untuk menciptakan barang dan jasa dengan menggunakan satu atau lebih proses. Menurut Rika Ampuh Hadiguna (2008:5) tata letak adalah kegiatan yang menghasilkan fasilitas yang terdiri atas penataan unsur fisiknya dan pegaturan aliran bahan dan kejaminan keamanaan para pekerja. Material handling menurut (Assauri (2008:239) Secara sederhana dapat dikatakan bahwa material handling merupakan kegiatan mengangkat, mengangkutdan meletakan bahan-bahan atau barang-barang dalam proses didalam pabrik. Kegiatan dimulai semenjak bahan-bahan masuk atau diterima di pabrik sampai pada barang jadi atau produk akan dikeluarkan dari pabrik. Load Distance Model Pendekatan yang digunakan untuk menghitung dan mengetahui jumlah beban yang dipindahkan selama proses produksi serta jumlah jarak yang ditempuh oleh beban tersebut selama proses produksi C. Hasil dan Penelitian Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja dari suatu pabrik adalah pengaturan tata letak fasilitas produksi. Pengaturan tata letak lantai produksi meliputi pengaturan tata letak fasilitas produksi seperti mesin-mesin, bahan-bahan, dan semua peralatan yang digunakan dalam proses pada area yang tersedia. Proses produksi dengan Manajemen, Gelombang 2, Tahun Akademik 2014-2015

232 Anis Nur Anisa, et al. kondisi jumlah mesin yang cukup banyak dan aliran produksi yang panjang membutuhkan pemindahan bahan dan pengaturan tata letak fasilitas produksi, hal ini menjadi suatu hal yang penting diperhatikan. Analisis yang berkaitan dengan total momen perpindahan merupakan salah satu aspek yang dievaluasi sehingga total momen perpindahan bahan yang terjadi di lantai produksi selama periode tertentu dihitung untuk dapat dilakukan perbandingan dengan perubahan total momen perpindahan dari rancangan tata letak usulan. Setiap stasiun digambarkan dalam bentuk block layout yang dengan ukuran dan letaknya seperti pada lantai produksi di pabrik. Pada gambar block layout ini tidak digambarkan yang ada pada lantai produksi Menunjukan bahwa total biaya perpindahan material yang terjadi pada layout awal adalah Rp 806.496 dalam satu hari produksi, Berdasarkan hasil penghitungan di atas, nampak bahwa dari jumlah jarak beban sebesar 218 meter berubah menjadi 116 meter. Sedangkan setelah ada usulan tata letak baru total biaya perpindahan material handling turun menjadi Rp.806.470. Penurunan ini terjadi akibat dari beban jarak yang mengalami penurunan setelah adanya tata letak usulan. Perubahan beban jarak dari tata letak awal dan setelah adanya tata letak usulan dapat dilihat dari perbandingkan antara beban jarak realisasi dan actual yang dapat dihitung sebagai berikut : Beban Jarak Beban Jarak Aktual - Beban Jarak Realisasi Beban Jarak Realisasi = = 23 % Setelah adanya re-layout menyebabkan terjadinya peningkatkan efisiensi beban jarak sebesar 52 m atau 23%. Dengan menggunakan tata letak alternatif yang diusulkan ini, maka jarak antara pusat kerja ke pusat kerja lainnya menjadi lebih dekat serta alur Prosiding Penelitian Sivitas Akademika Unisba(Sosial dan Humaniora)

Analisis Tataletak dengan Menggunakan Model Load Distance untuk Meminimumkan Jarak Beban 233 produksinyapun menjadi lebih teratur. Akibat dari perpindahan jarak beban yang mengalami penurunan, maka jarak perpindahan matrial handlingpun menjadi lebih efisien dimana jarak perpindahan awal sebesar 93 m berubah menjadi 70 meter atau turun sebesar 24%. Akibatnya total biaya material handling setelah adanya tata letak usulan menjadi lebih efisien. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan antara total biaya material handling aktual dengan alternatif yang dapat dihitung sebabagi berikut Biaya Material Handling (BMH) BMH Aktual - BMH Realisasi BMH Realisasi 806.496 806.470 x 100% 3% 806.470 Memperhatikan hasil penghitungan total biaya material handling, nampak bahwa selisi kedua biaya tersebut terlihat kecil yakni Rp. 26 dalam satuhari produksi dengan persentase penurunan sebesar 3%, namun jika selisih tersebutdiakumulasikan menjadi satu bulan hingga satutahun akan sangat dapat bermanfaat. Berdasarkan hasil penghitungan di atas, nampak bahwa beban jarak dan biaya material handling secara keseluruhan mengalami penurunan setelah adanya perubahan tata letak dengan menggunakan load distance, dengan demikian proses produksi kedepan diharapkan akan lebih efektif dan efisien. D. Kesimpulan Total load distance pada layout awal sebesar 218 dengan total jarak material handling sebesar 93 dan total biaya material handling sebesar 806.496 yang apabila di bandingkan dengan layout usulan dengan total load distance sebesar 166 dengan total jarak material handling sebesar 70 dan total jarak material handling sebesar 70 dengan total biaya material handling sebesar 806.470. yang artinya penurunan load distance terjadi 23% dan penurunan jarak material handling 24% dan total biaya material handling dengan penurunan sebesar 3%. E. Saran CV. AHRS dapat mempertimbangkan penerapan tata letak usulan agar proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga biaya material handling dapat diminimalisir. Perusahaan sebaiknya menjaga kondisi keamanan terhadap pekerja, dan kenyamanan baik dalam kebersihan, kebisingan alat, kedap suara, pencahayaan pada tingkat produksi, adanya sirkulasi udara, penataan tempat yang baik. Maka lebih di tingkatkan agar kenyamanan tenaga kerja terjaga dalam melakukan setiap prosesnya. DAFTAR PUSTAKA Apple, James M, 1990, Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Edisi Ketiga Bandung: ITB. Bary dan Jay Heizer.2001. Prinsip-prisip Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat. Manajemen, Gelombang 2, Tahun Akademik 2014-2015

234 Anis Nur Anisa, et al. Chase, Ricard B abd Nicholas J. Aquilano. 1994. Produksi dan Operasi Manajemen. Illionis: Homewood. Francis, R.L., McGinnis, L.F. and White, J.A. (2003). Facility Layout and Location: An Analytical Approach. Prentice-Hall, Englewood Cliffs, NJ. Heizer, Jay., Render, Barry. 2006. Operations Management (Manajemen Operasi). Jakarta : Salemba Empat. Lalu Sumayang, 2003. Dasar-dasar Manajemen Operasi Dan Produksi. Jakarta: Salemba Empat. Malayu, S.P. Hasibuan, 2009. Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara. Mardalis, 2002, Metodologi Penelitian (Suatu Pendekatan Proposal). Jakarta: Bumi Aksara. Meyers, F.E, 1993, Plant Layout and Material Handling. New Jersey: Prentice Hall. Moleong, Lexy J, 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Robbins, Stephen P, 2010, Perilaku Organisasi, Edisi kesepuluh, Jakarta. (Alih bahasa: Hadyana Pujaatmaka). PT. Ikrar Mandiri Abadi, Indonesia Shroeder, Roger G. 2000. Manajemen Operasi : Konsep Kontemporer dan Kasus. Internasional Edition USA: Mc Graw Bukit Inc. Sofjan Assauri, 2008, Manajemen Produksi dan Operasi, LPFE UI Edisi Revisi, Jakarta. Stritomo Wignjosoebroto, 2003. Ergonomi, studi gerak dan waktu. Surabaya: Guna Widya. Stritomo Wignjosoebroto, 2009. Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan Edisi Ketiga. Surabaya: Guna Widya. Sugiyono, 2010, Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Kelima, ALFABETA, Bandung. T. Hani. Handoko, 2011, Manajemen Personalia Dan Sumber Daya Manusia, BPFE, Yogyakarta Tompkins, J.A. and White, 2003. An applied model for the facilities design problem. International Journal of Production Research, Vol. 14 No. 5, pp. 583-95. Prosiding Penelitian Sivitas Akademika Unisba(Sosial dan Humaniora)