dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI


DATA WAREHOUSE PERTEMUAN I S1 TEKNIK INFORMATIKA TITUS KRISTANTO, S.KOM

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2]

DATA WAREHOUSING AND ONLINE ANALYTICAL PROCESSING (OLAP)

BAB 2 LANDASAN TEORI

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2]

PERTEMUAN 14 DATA WAREHOUSE

Business Intelligence. Data Warehousing, Data Acquisition, Data Mining, Business Analytics, and Visualization

DATAWAREHOUSE. Sukarsa:Pasca Elektro Unud. I Made Sukarsa

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. Data adalah sesuatu yang mewakilkan objek dan peristiwa yang memiliki arti

Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Fakulas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika. Knowledge Discovery in Databases (KDD)

[Data Warehouse] [6/C2 & 6/D2]

BAB II. LANDASAN TEORIse. Menurut McLeod dan Schell (2004, p405), data warehouse adalah sebuah

Perancangan Basis Data

MEMBANGUN DATA WAREHOUSE

Datawarehouse dan OLAP (Overview) Diambil dari presentasi Jiawei Han

Data Warehouse dan Decision Support System. Arif Basofi

6/26/2011. Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H. Menurut Vidette Poe

PROSES EXTRACT, TRANSFORM DAN LOAD PADA DATA WAREHOUSE

KARAKTERISTIK DATA WAREHOUSE

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

PERKEMBANGAN BASIS DATA SAAT INI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Berikut ini akan dijelaskan teori umum atau dasar yang digunakan, yaitu sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

INTRODUCTION OF DATA WAREHOUSE. Presented by HANIM M.A M. IRWAN AFANDI.

Pemodelan Data Warehouse

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE CALON MAHASISWA BARU POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE

BAB II KONSEP DATA WAREHOUSING

ANALISA DATA TRANSAKSIONAL PADA E-COMMERCE DENGAN TEKNOLOGI OLAP (ON-LINE ANALYTICAL PROCESS)

BAB II LANDASAN TEORI. Dasar-dasar teori tersebut akan digunakan sebagai landasan berpikir dalam

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Database adalah suatu koleksi / kumpulan dari data yang persistent, yaitu ada

FAST berarti sistem ditargetkan untuk memberikan response terhadap user dengan secepat mungkin, sesuai dengan analisis yang dilakukan.

OLAP - PERTEMUAN 8 OLAP

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

jumlah keluarga, dan jumlah rumah. Data diambil dari hasil sensus potensi desa yang dilakukan BPS tahun 1996, 1999, 2003, dan 2006.

DATA WAREHOUSE KONSEP Konsep dasar data warehouse adalah perbedaan antara data dan informasi. Data terdiri dari fakta-fakta yang dapat diamati dan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. bentuk yang dimengerti dan dapat digunakan.

Data Warehousing dan Decision Support

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan atau organisasi dalam menentukan kebijakan-kebijakan strategis

BAB 2 LANDASAN TEORI

Lecture s Structure. Desain Data Warehouse (I): Dimensional Modelling. Mendisain Sebuah Data Warehouse

BAB 2 LANDASAN TEORI. kebutuhan informasi suatu perusahaan. komputer secara sistematis. menggunakan database SQL Server 2000.

Tugas Akhir (KI091391) Muhamad Adi Prasetyo

Sistem Pendukung Keputusan. Komponen SPK. Entin Martiana, S.Kom, M.Kom. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

MENGENAL DATA WAREHOUSE

DATA WAREHOUSE. Pertemuan ke-3

Basis Data Oracle - Business Intelligence System. Ramos Somya, M.Cs.

BAB 4 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI

BAB 2 LANDASAN TEORI. berarti dan penting di lingkungan pemakai. (Hoffer, Prescott, dan McFadden, 2002, p5).

PERANCANGAN DATA MART BAGIAN PENJUALAN MOTOR BEKAS(USED MOTOR CYCLE ) PADA CV. ATLAS MOTOR

DATA WAREHOUSE (The Building Blocks)

BAB 2 LANDAS AN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. subject-oriented, integrated, time-variant, and non-volatile collection of data in

Data Warehouse, Data Mart, OLAP, dan Data Mining CHAPTER 6

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE E-PROCUREMENT PADA INSTANSI PEMERINTAHAN

Sistem Basis Data Lanjut DATA WAREHOUSE. Data Warehouse 1/20

Perkembangan Teknologi Database

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. Pengertian data warehouse menurut Inmon (2002, p31), a data warehouse is a

Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 1 Edisi...Volume..., Bulan 20..ISSN : PEMBANGUNAN INDEPENDENT DATA MART PADA OPTIK YUDA

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

DATAMULTIDIMENSI. DATAWAREHOUSE vs DATAMART FIRDAUS SOLIHIN UNIVERSITAS TRUNOJOYO

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PENGOLAHAN PERSEDIAAN BUKU PT. GRAMEDIA ASRI MEDIA MAKASSAR

BAB 2 LANDASAN TEORI. each unit of data is relevant to some moment in time, atau kurang lebih dapat

Business Intelligence. Hendrik

LANDASAN TEORI. Sebelum dikenal database, penyimpanan data menggunakan pendekatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. yang akan dibuat adalah sebagai berikut : Sistem Monitoring Pertumbuhan Balita Berbasis Web. Wahyuningsih

Achmad Yasid, S.Kom

ABSTRAK. Kata Kunci : Data Warehouse, Real Time Data Warehouse, Change Data Capture, Audit Log. vii

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERANCANGAN DATA WAREHOUSE PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NASIONAL

BAB 2 LANDASAN TEORI. fakta, dengan sendirinya, secara relatif tidak ada artinya. kumpulan fakta yang merepresentasikan suatu objek atau kejadian yang

ABSTRAK. Kata kunci: Change Data Capture, Real-Time, Data Warehouse, Database Management System, Binary Log. vii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

MANFAAT DATA WAREHOUSE PADA PT ABC

Adapun karakteristik umum yang dimiliki datawarehouse adalah :

BAB 2 LANDASAN TEORI. informasi yang mentah atau kumpulan dari fakta yang masih harus diproses agar

BAB 2 LANDASAN TEORI. Menurut Nugroho (2004), Modern Database Management. serta vedio yang bermanfaat di lingkup pengguna.

Tugas. Data Warehouse. OLAP, Operasi OLAP, dan Jenis Rolap

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. Data merupakan bentuk jamak dari datum (Vardiansyah, 2008, p3). Dalam

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA. Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil tahun 2005/2006

Transkripsi:

Pengantar Datawarehouse Muhammad Subhan subhan@binusian.org m@tsubhan.com subhan_0072001@live.com http://subhan.blog.binusian.org http://geeks.netindonesia.net/blogs/muhammadsubhan Lisensi Dokumen: Copyright 2003-2009 IlmuKomputer.Com Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. Pengertian Datawarehouse Datawarehouse adalah kumpulan macam-macam data yang subject oriented, integrated, time variant, dan nonvolatile. dalam mendukung proses pembuatan keputusan. Inmon and Hackathorn (1994). Datawarehouse sering diintegrasikan dengan berbagai sistem aplikasi untuk mendukung proses laporan dan analisis data dengan menyediakan data histori, yang menyediakan infrastruktur bagi EIS dan DSS.

Karakteristik Datawarehouse : subject oriented, integrated, time variant, non volatile Kenapa subject oriented? Datawarehouse diorganisasikan pada subjek-subjek utama, seperti pelanggan, barang/ produk, dan penjualan. Berfokus pada model dan analisis pada data untuk membuat keputusan, jadi bukan pada setiap proses transaksi atau bukan pada OLTP. Menghindari data yang tidak berguna dalam mengambil suatu keputusan. Kenapa integrated? Dibangun dengan menggabungkan/menyatukan data yang berbeda. relational databse, flat file, dan on-line transaction record. Menjamin konsistensi dalam penamaan, struktur pengkodean, dan struktur atribut diantara data satu sama lain. Datawarehouse time variant? Data disimpan untuk menyediakan informasi dari perspektif historical, data yang tahuntahun lalu/ 4-5 thn. Waktu adalah elemen kunci dari suatu datawarehouse/ pada saat pengcapture-an. Kenapa Non Volatile? Setiap kali proses perubahan, data akan di tampung dalam tiap-tiap waktu. Jadi tidak di perbaharui terus menerus. Datawarehouse tidak memerlukan pemrosesan transaksi dan recovery. Hanya ada dua operasi initial loading of data dan access of data.

Karakteristik Datawarehouse : subject oriented, integrated, time variant, non volatile Datawarehouse bukan hanya tempat penyimpanan data, Datawarehouse adalah Business Intelligence tools, tools to extract, merubah (transform) dan menerima data (load) ke penyimpanan (repository) serta mengelola dan menerima metadata. Sejarah / Evolution 1960, Dunia komputerisasi membuat aplikasi individu yang digunakan pada file utama. General mill mulai mengembangkan istilah dimensi dan fakta. 1970, IRI menyediakan database dimensi untuk pembeli eceran, tahun untuk memperbaiki, mengembangkan dan mencocokan dengan hardware yang dimiliki. 1983, DBMS diperkenalkan untuk mengambil keputusan. 1988, Barry dan Paul mempublikasikan karyanya tentang Arsitektur Bisnis dan Sistem Informasi 1990, memperkenalkan tool DBMS sebagai alat untuk datawarehouse. 1990-sekarang, banyak bermunculan buku-buku datawarehouse dan aplikasiaplikasi datawarehouse.

Arsitektur Datawarehouse Maksudnya adalah bagaimana datawarehouse dibangun, arsitektur tidak ada yang benar dan salah tetapi suatu arsitektur dibangun tergantung situasi dan kondisi. Arsitektur datawarehouse akan berpengaruh pada penggunaan dan pemeliharaan. Lapisan-lapisan arsitektur datawarehouse : 1. Operational database layer / Lapisan basis data operasional a. Sumber data (source) untuk datawarehouse b. Data lengkap, Data hari ke hari c. Mempunyai nilai saat ini/ data berarti. d. Tingkat kemungkinan data besar. 2. Data Access Layer/ Lapisan Akses Data a. Tools untuk mengekstrak, mengubah dan mengambil(load) data. b. Meliputi karakteristik datawarehouse. 3. Metadata Layer / Lapisan Metadata a. File data tersimpan / Direktori b. Lebih detil dari direktori data sistem, maksudnya lebih mendalam dari file data yang tersedia sebelumnya. c. Ada pentunjuk untuk keseluruhan warehouse dan ada petunjuk data yang dapat diakses report khusus untuk di analisis. 4. Informational access layer (lapisan akses informasi) a. Akses data dan juga tool untuk laporan dan analisis. b. Tools Business Intelligence masuk ke tahap ini.

Kenapa dan Untuk apa Datawarehouse? Disini saya akan memberikan ilustrasi untuk datawarehouse. Datawarehouse itu dimiliki oleh perusahaan yang sudah besar, yang memiliki banyak cabang, data yang banyak dan tentunya struktur organisasi yang kompleks. Mari bayangkan sebuah perusahaan yang memiliki banyak transaksi, yang memiliki banyak cabang. Tentu data-data tersebut tersebar dilokasi yang berbeda, sistem operasi yang berbeda, bahkan di basisdata (database) yang berbeda. Nah, Lalu bagaimana seorang pimpinan/ manager mengambil sebuah keputusan? Tentu bagi sang pembuat keputusan hanya membutuhkan akses ke semua sumber data tersebut. Kalau melakukan query di setiap masing-masing cabang tentu tidak efisien dan tidak praktis. Atau bahkan data yang dimiliki oleh perusahaan adalah data-data terbaru, bukan datadata terdahulu dari perusahaan tersebut. Dari permasalahan ini, Datawarehouse hadir sebagai solusinya. Jika mengandalkan database OLTP untuk dilakukan query terlalu besar. Datawarehouse dibuat agar prosesnya lebih efisien. Dan selalu berkompetitif, maksudnya di zaman saat ini perusahaan sudah mengandalkan teknologi datawarehouse untuk pengambilan keputusan di perusahaan. Tujuan Akhir menggunakan Datawarehouse Menyediakan data organisasi yang mudah diakses oleh manager. Data yang berada di datawarehouse bersifat konsisten, dan merupakan kebenaran. Datawarehouse merupakan tempat, dimana data yang telah digunakan di publikasikan. Kualitas data di datawarehouse dapat diandalkan.

OLAP [On-Line Analitical Process] OLAP adalah operasi basis data (database) untuk mendapatkan dalam bentuk kesimpulan dengan menggunakan aggregasi sebagai mekanisme utama. Mekanisme berupa analisis dan pengambilan keputusan. OLTP [On-Line Transaction Process] Proses transaksi di suatu proses bisnis seperti penjualan, pemesanan dan pembayaran. Proses yang dilakukan rutin dari hari ke hari. Karakteristiknya dengan input/ data entry, update dan delete. Berfokus pada satu area bisnis saja, entah itu persediaan, penjualan atau bahkan sumber daya. Tugas utamanya terlihat dari hubungan tradisional ke DBMS. Saya akan memberikan contoh perbedaan fitur yang mendasar antara OLTP dan OLAP. User dan Orientasi Sistem : customer vs market. Data contents : sekarang, detil vs historical Design Database : ER Application vs Star Subject View : Sekarang, Lokal vs Perubahan dari setiap data, data terintegrasi. Pola Akses : Update vs hanya bisa membaca tetapi dengan bermacam sudut pandang.

OLTP OLAP users data entry manager perusahaan function transaksi setiap hari Pendukung keputusan db design aplikasi oriented subjek oriented data sekarang, terbaru, historical, ringkas, lengkap detail multidimensi terintegrasi usage repetitive ad-hoc access membaca,menulis dan membaca dengan rinci merubah <kompleks> unit of work pendek,transaksi yang query kompleks ringkas db size mega byte Terra byte size_record_access 10 jutaan size_user ribuan ratusan Cara mengembangkan datawarehouse, melalui beberapa metode pendekatan. Pendekatan Ralph Kimball Seorang pakar dibidang datawarehouse yang membuat metode perancangan datawarehouse yang disebut dengan perancangan bottom-up. Disebut bottom-up karena pertama-tama data pada kantor cabang diidentifikasi dan dibuat terlebih dahulu, untuk menyediakan kapabilitas laporan dan analisis untuk proses bisnus tertentu. Data cabang ini dapat dikombinasikan untuk membuat sebuah datawarehouse. Kelebihannya : o Nilai Bisnis dapat dikembalikan secepat data cabang yang pertama dibuat. o Model yang berdimensi o Mudah dimengerti.

Kekurangan : o Integrasi o Mapping dari pemodelan berdimensi ke sistem yang sudah ada. o Sulit untuk memastikan kekonsisten dimensi dari semua data cabang. Identify Subject Area Identify Measure Fact Table Identify Dimensions Implements Datawaarehouse Source Cleanse Data Pendekatan Bill Inmonn Bill Inmonn adalah orang yang menggagas pertama kali datawarehouse sebagai wadah/tempat (repository) untuk seluruh data perusahaan. Pendekatan perancangan Inmonn disebut dengan top-down, dimana datawarehouse dirancang menggunakan data model yang telah dinormalisasi. Keuntungan : o Perancangan top-down menghasilkan dimensional view yang konsisten untuk semua data, Karena semua data diload dari repository terpusat/ terintegrasi. o Top down sanggup menghadapi perubahan bisnus, membuat data dimensional cabang yang baru menjadi tugas yang mudah. Kekurangan : o Kesulitan dan biaya mendisain model data perusahaan.

o Feedback dari pengguna. o Durasi waktu yang cukup lama saat dimulainya projek hingga manfaat dari datawahouse itu sendiri. o Tidak fleksibel terhadap perubahan kebutuhan pada saat implementasi. Pendekatan Hybrid Suatu pendekatan yang menggunakan campuran dari pendekatan top down dan pendekatan bottom up.

Penyimpanan data dalam datawarehouse? Dimensional Data transaksi dipecah menjadi fakta terutama data transaksi yang numeric atau di rubah menjadi dimensi. Contohnya : Data pembayaran pada EF Course, faktanya seberapa banyak anggota yang melakukan pembayaran tepat waktu. Dimensinya, seperti kode anggota, tanggal, dan jenis kursus. Kelebihannya : o o Datawarehouse lebih mudah dimengerti oleh pengguna. Data yang dicari / ditampilkan dengan lebih cepat. Kekurangan : o Kurang mempertahankan integritas dari fakta dan dimensi jika sistem operasi yang digunakan berbeda-beda. o Kesulitan mengubah struktur datawarehouse, jika proses bisnis yang dilakukan perusahaan berubah.

Normalisasi Penyimpanan yang dilakukan berdasarkan aturan normalisasi data, dikelompokan berdasarkan katagori (pelanggan, produk, keuangan,dll). Keuntungan : Mudah untuk menambah informasi kedatabase. Kekurangan : Karena banyak table yang terlibat maka akan sulit bagi pengguna untuk menggabungkan data dari sumber yang berbeda. Kedua penyimpanan diatas dimensional dan normalisasi tidaklah berpisah secara utuh, melainkan satu sama lain saling berhubungan. Normalisasi adalah upaya untuk menghindari duplikasi data dalam sebuah tabel dengan melakukan pemisahan informasi dari sebuah entitas ke dalam banyak tabel, dan menghubungkan tabel-tabel tersebut dengan sebuah key yang biasa disebut dengan foreign key. Denormalisasi adalah informasi dari sebuah entitaas yang diletakan dalam sebuah table sehingga table tersebut memiliki banyak duplikasi data.

Evolusi perusahaan yang menggunakan Datawarehouse Pada awalnya perusahaan menerapkan datawarehouse yang sangat sederhana. Saat ini perkembangan datawarehouse semakin canggih dan kebutuhan perusahaan pun semakin meningkat. Tingkat- tingkat kebutuhan datawarehouse: Database operasional offline Tahap ini secara sederhana datawarehouse dibangun dengan menduplikasi data dari sistem operasional ke server lain. Sehingga saat membutuhkan data untuk membuat laporan, tidak akan berimbas pada sistem operasional. Datawarehouse Offline Tahapan bau dimana data dari sistem operasional ke suatu bentuk umum dan data dari datawarehouse di simpan dengan struktur yang dirancang untuk membuat laporan. Datawarehouse Realtime Tahap ini setiap kali melakukan proses bisnis, akan selalu terupdate di datawarehouse. Datawarehouse Terintegrasi Tahapan ini hampir sama seperti tahapan realtime, hanya saja setiap kali datawarehouse melakukan update maka secara otomatis akan memberikan data baru ke data sistem operasional.

KOMPONEN DATAWAREHOUSE Data Source Untuk membangun suatu datawarehouse yang baik data yang didapatkan harus teralokasi dengan baik. Ini melibatkan OLTP saat ini dimana informasi dari hari ke hari tentang bisnis yang berjalan, tentunya dengan data historis periode sebelumnya, yang mungkin telah dikumpulkan dalam beberapa bentuk sistem lain. Sering kali data yang terbentuk bukan terbentuk database relasional, sehingga membutuhkan banyak upaya untuk mengambil data yang diinginkan. Design Datawarehouse Proses perancangan datawarehouse sangat berhati-hati untuk memilih jenis query yang digunakan dalam datawarehouse. Tahapan ini sangat memerlukan pemahaman yang baik tentang skema database yang ingin dibuat, dan haruslah selalu aktif untuk berkomunikasi dengan pengguna. Desain adalah proses yang tidak dilakukan satu kali, melainkan berulang-ulang agar model yang dimiliki stabil. Tahap ini harus dilakukan secara berhati-hati karena model akan diisi dengan data yang jumlahnya sangat banyak, yang salah satunya dari beberapa model adalah model yang tak dapat diubah. Akuisi data Proses perpindahan data dari sumbernya (source) ke datawarehouse. Proses ini proses yang menggunakan banyak waktu dalam proyek datawarehouse, dan dilakukan dengan software yang dikenal dengan ETL (extract,transform,load) Tools. Sekarang sudah hamper lebih kurang 60 tool yang tersebar diranah maya.

Waktu yang dibutuhkan untuk akuisisi data bisa mencapai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Perubahan data tangkapan Pembaharuan data periodik datawarehouse dari sistem transaksi menjadi rumit karena harus diidentifikasi dari sumber data yang selalu up to date. Ini disebut dengan perubahan data capture. Ini merupakan tahapan khusus, dan sudah cukup banyak software yang beredar untuk mengatasinya. Seperti Replication Server, Publish/Subscribe, Triggers and Stored Procedures, dan Database log Analysis. Pembersihan Data Ini biasanya dilakukan dengan akuisisi data, kalau dalam ETL ini terdapat pada bagian T. Datawarehouse yang berisi data tidak benar tidak hanya tak berguna, tapi juga menyesatkan. Ide dibalik pembuatan datawarehouse adalah untuk memudahkan pengambilan keputusan, jika keputusan yang besar yang ditunjang oleh data yang tidak valid maka perusahaan mengalami resiko yang amat besar pula. Pembersihan data suatu proses rumit yang memvalidasi dan bila perlu mengoreksi data sebelum masuk kedalam datawarehouse. Pembersihan data dapat juga disebut sebagai data scrubbing atau penjamin kualitas data, proses ini harus dilakukan secara berhati-hati dan dilakukan keseluruhan terutama datawarehouse yang diambil dari perangkat yang sudah tua.

Data Aggregation Termasuk proses tansformasi, datawarehouse dirancang untuk menyimpanan yang amat detil dari tiap transaksi, untuk beberapa tingkat aggregate (ringkasan). Keuntungan jika data diringkas yaitu query khusus dalam datawarehouse berjalan lebih cepat. Kekurangannya adalah informasi yang didapat kurang, karena ringkasnya data yang ada pada datawarehouse. Ini harus berhati-hati karena keputusan tidak dapat dibatalkan tanpa membangun kembali datawarehouse dan mencocokan dengan datawarehouse lain (atau sumber data lain). Paling aman digunakan oleh perusahaan yang amat besar, yang mampu membangun datawarehouse tingkat detail yang tinggi dengan biaya yang besar pula. Metadata adalah istilah dari proses pengidentifikasian suatu atribut dan struktur dari sebuah data atau informasi. Metadata menjelaskan sebuah data itu sendiri

3 Model Datawarehouse Enterprise Datawarehouse Semua informasi yang dikumpulkan berupa subjek, yang mencakup seluruh organisasi perusahaan. Data Mart Sebagian data dari bagian perusahaan yang mempunyai nilai bagi pengguna. Ruang lingkupnya lebih spesifik, seperti data Penjualan atau marketing saja. Virtual Warehouse Memantau melalui data operasional pada database. Suatu ringkasan dari data yang fleksibel, mengurangi biaya untuk pengguna yang membutuhkan. Karena tersedianya data yang siap disajikan tidak hanya untuk beberapa pengguna didalam perusahaan, akan tetapi perusahaan lain yang membutuhkan data tersebut dapat mudah untuk memperolehnya.

Keuntungan Datawarehouse Datawarehouse menyediakan model data yang bervariasi, dan tidak bergantung pada satu sumber data saja. Hal ini memudahkan pimpinan perusahaan/manager membuat laporan dan menganalisa. Saat me-load data ke dalam datawarehouse, data yang tidak konsisten akan diketahui dan secepatnya dirubah. Mendukung proses pembuatan laporan, agar keputusan yang diambil adalah keputusan yang benar sesuai data. Keamanan informasi didalam datawarehouse terjamin, karena datawarehouse selalu digunakan dan dimonitor oleh pengguna datawarehouse tersebut. Dalam membuat laporan tidak membuat proses transaksi yang ada menjadi lambat, karena datawarehouse terpisah dengan database operasional. Datawarehouse menyediakan berbagai macam bentuk laporan yang terbaru. Kerugian Datawarehouse Datawarehouse tidak cocok untuk data yang tidak struktur. Data perlu di extract, diubah, dan di load ke datawarehouse, sehingga membutuhkan waktu (delay) kerja untuk datawarehouse yang belum terbentuk. Semakin lama masa hidup bisnis yang menggunakan datawarehouse, maka semakin banyak biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memodifikasi teknologi datawarehouse atau perawatan berjalan datawarehouse. Jika data yang diambil lambat, maka data yang dimiliki di datawarehouse tidak berkulitas/ sehingga laporan tidak optimal.

Biografi Penulis Muhammad Subhan, I am Student in Binus University, Faculty Computer Science Major Information System, Spezialitation of Business Integence. SQL Server 05/08 my tools for developing my project. YM : subhan_0072001@yahoo.com Facebook : http://www.facebook.com/muhammadsubhan Email : subhan@binusian.org http://www.subhan.blog.binusian.org http://geeks.netindonesia.net/blogs/muhammadsubhan