ORGAN YANG BERPERAN DALAM MENGKONSUMSI MAKANAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III SISTEM URAT DAGING

Sistem Otot (Urat Daging)

listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Sinar - X Hukum Coloumb Induksi Tabung Katoda Tabung Televisi Isolator dan konduktor Sistem Syaraf

IDENTIFIKASI IKAN. Ani Rahmawati Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian UNTIRTA. Mata Kuliah Iktiologi

PERSEPSI BENTUK. Persepsi Modul 1. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

SENSASI SENSAS dan PERSEPSI PERSE 4/2/

01FDSK. Persepsi Bentuk. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.

Bahan Ajar Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Tarbiyah STAIN Batusangkar TAKSONOMI VERTEBRATA. Pisces: Evolusi Kelas Agnatha

II. TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi lele menurut SNI (2000), adalah sebagai berikut : Kelas : Pisces. Ordo : Ostariophysi. Famili : Clariidae

Pemberian Pakan Alami Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Di Desa Sari Kecamatan Sape Kabupaten Bima

Metode Menarik Perhatian Ikan (Fish Attraction) Muhammad Arif Rahman, S.Pi

I. TINJAUAN PUSTAKA. Ikan lele dumbo adalah jenis ikan hibrida hasil persilangan antara C. batracus

INDERA PENCIUMAN. a. Concha superior b. Concha medialis c. Concha inferior d. Septum nasi (sekat hidung)

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN

MAKALAH SISTEM RESPIRASI PADA IKAN

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

Morfologi Ikan BENTUK TUBUH

BAB IX. Hubungan Antara Proses Penginderaan dan Persepsi

Konsep Dasar Artikulasi

CREATIVE THINKING. MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Klasifikasi dan Morfologi Lele Masamo (Clarias gariepinus) Subclass: Telostei. Ordo : Ostariophysi

JMSC Tingkat SD/MI2017

Sistem Saraf Tepi (perifer)

ELECTRIC EEL POWER PLANT SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF GUNA MENGATASI MASALAH KEKURANGAN PASOKAN LISTRIK DI PULAU PULAU KECIL ABSTRAK

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.2

Bahan Ajar Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan Tarbiyah STAIN Batusangkar TAKSONOMI VERTEBRATA. Pisces: Kelas Chondrichthyes

1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 12. RANGKA DAN SISTEM ORGAN PADA MANUSIALatihan soal 12.2

Psikologi Pendidikan BBM 8 SETIAWATI PPB-FIP-UPI. next

Ani Rahmawati, S.Pi, M.Si Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian- UNTIRTA

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 9. PERKEMBANGBIAKAN DAN PENYESUAIANDIRI MAKHLUK HIDUPLatihan soal 9.2

Otak melakukan Integrasi (penggabungan), rekognisi, reorganisasi & interpretasi informasi sensoris yg lebih kompleks Makna

Ikan-ikan Laut yang Berbahaya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Sungai Tabir merupakan sungai yang berada di Kecamatan Tabir Kabupaten

TEORI FENOMENA ORGAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Ellen Prima, S.Psi., M.A.

SWAMP EELS (Synbranchus sp.) JENIS YANG BARU TERCATAT (NEW RECORD SPECIES) DI DANAU MATANO SULAWESI SELATAN *)

BAB VII. Fungsi Indera Pengecap

BIOLOGI TIKUS BIOLOGI TIKUS. Kemampuan Fisik. 1. Menggali (digging)

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN TEORITIS

Orang buta tidak buta lagi Aku ingin melihat dunia!

BUDIDAYA IKAN LELE. TUGAS E-BISNIS ( Electronic Business ) disusun oleh

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Clarias fuscus yang asli Taiwan dengan induk jantan lele Clarias mossambius yang

Aspek Interaksi Manusia dan Komputer

LEMBAR KUESIONER PENILAIAN SENSORIS PRODUK SUSU UHT FULL CREAM PADA RESPONDEN DEWASA

PENGATURAN KONSUMSI. M.K. Pengantar Ilmu Nutrisi. Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB.

BAB I PENDAHULUAN. dunia. Berbagai macam vitamin, gizi maupun suplemen dikonsumsi oleh

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PAKAN

BAHAN AJAR. Hubungan Usaha dengan Energi Potensial

JUPE, Volume 1 ISSN Desember 2016 IDENTIFIKASI JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PANTAI JERANJANG

PENDAHULUAN. Mengapa Interaksi Manusia dan Komputer (Human Computer Interaction)?

PERKEMBANGAN MASA BAYI

3. Diantara pertnyataan berikut ini yang merupakan contoh adaptasi tingakah laku adalah...

BAB I PENDAHULUAN ! <!!!!!

Sensasi dan Persepsi

I. PENDAHULUAN. sumber daya perairan, baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Perikanan adalah

TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi ikan mas menurut Saanin (1984) adalah sebagai berikut:

BAB IV SISTEM RANGKA

Awal Kanker Rongga Mulut; Jangan Sepelekan Sariawan

Elektronika Kontrol. Sensor dan Tranduser. Teknik Elektro Universitas Brawijaya

SNI : Standar Nasional Indonesia. Induk ikan lele dumbo (Clarias gariepinus x C.fuscus) kelas induk pokok (Parent Stock)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Ikan Nilem (Osteochilus hasselti C.V.) adalah salah satu jenis ikan air tawar

1 kalori = 4,2 joule atau 1 joule = 0,24 kalori

ANATOMI SISTEM PENGECAPAN & PENGHIDU

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

4 OTAK IKAN KERAPU 4.1 Pendahuluan

Pengantar Psikologi Fungsi-Fungsi Psikis. Dosen Meistra Budiasa, S.Ikom, MA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Klasifikasi ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus var) menurut Kordi, (2010) adalah. Subordo : Siluroidae

PROGRAM PEMBELAJARAN IILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH DASAR KELAS I - SEMESTER 1

TUMBANG PRENATAL, NEONATAL, BAYI COLTI SISTIARANI

SENSASI PERSEPSI Biopsikologi

BAB II KONSEP DASAR A. PENGERTIAN. Halusinasi adalah suatu persepsi yang salah tanpa dijumpai adanya

KUESIONER PENELITIAN

SNI : Standar Nasional Indonesia. Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio Linneaus) strain Majalaya kelas induk pokok (Parent Stock)

Murid ini telah menguasai Band sehingga tarikh. (band yang tertinggi)

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI) Mei Vita Cahya Ningsih. Pengertian

Metode Observasi & Wawancara

1. DUGONG BUKAN PUTRI DUYUNG

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan daging di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Klasifikasi Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus)

BAB 1 PENDAHULUAN. mengenai makna yang dihubungkan dengan gagasan-gagasan yang diarahkan

BAB 2 DEFINISI GAG REFLEX. Dari semua permasalahan yang mungkin terjadi di bagian intraoral

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Oleh: Hermanto SP, M.Pd. Hp / Telp. (0274) atau

PMR WIRA UNIT SMA NEGERI 1 BONDOWOSO Materi 3 Penilaian Penderita

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Klasifikasi dan Struktur Morfologis Klasifikasi

BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN CUCUT. Oleh. Fahmi 1)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Morfologi dan Klasifikasi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

LABORATORIUM PENGUJIAN INDERAWI

GERAK PADA TUMBUHAN. Pendahuluan. 1. Gerak Endonom

Analisis Fungsi Organ-organ Penginderaan dan Pengembangannya bagi Individu Tunanetra

Transkripsi:

2. ORGAN YANG BERPERAN DALAM MENGKONSUMSI MAKANAN Sama halnya pada hewan, ransangan untuk makan muncul dari ikan itu sendiri (faktor internal) dan ransangan dari makanan yang akan di makan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan (faktor eksternal). Daya tarik atau ransangan tersebut bersumber dari proses pembauan, penglihatan, pendengaran dan sebagainya. Menurut Parker dalam Rastogi (1977) bahwa pengelompokan penerima ransangan (receptor) secara alamiah dapat dibedakan atas: a. Chemoreceptor yaitu penerima ransangan yang berasal dari ransangan kimia, dalam hal ini terdiri dari organ pencium (olfactory receptor) dan organ pengecap (gustatory receptor) 10

b. Mechanoreceptor yaitu penerima ransangan yang berasal dari ransangan secara mekanik yaitu: muscel receptors, pressure receptor dari kulit, gravitasi receptor, audio receptor dan noci receptor c. Radio receptor yaitu penerima ransangan yang berasal dari aliran energi seperti tekanan dan cahaya, misalnya photoreceptor dan thermoreceptor. Untuk mendeteksi makanan yang terdapat di perairan, ikan biasanya menggunakan organ-organ yang berhubungan dengan penglihatan dan penciuman. Adapun organ-organ tersebut adalah: a. Mata Mata merupakan organ penglihatan yang umum dan biasa digunakan oleh ikan untuk mendeteksi makanan. Pusat penglihatan adalah otak bagian tengah (mesencephalon). Ikan-ikan yang mengandalkan mata umumnya aktif mencari makan pada siang hari (diurnal fishes), misalnya ikan-ikan 11

dari famili Scombridae. Pada ikan-ikan salmonid, organ penglihatan lebih utama digunakan dalam pencarian makanan dibandingkan organ pencium (Shpherd dan Bromage, 1992). Karakteristik mata pada ikan teleostei berhubungan dengan pola makan (feeding mode) dan juga berhubungan dengan waktu aktifitas pengambilan makanan (activity periode) (Pankhurst, 1989). b. Linea Lateralis Linea lateralis dapat digunakan untuk mendeteksi makanan, terutama untuk ikan-ikan yang memburu mangsa yang bergerak. Linea lateralis mengandung syaraf-syaraf sensori yang dapat mendeteksi sesuatu melalui pendengaran (Flock, 1971). c. Elektro Recepetor Beberapa jenis ikan cucut dan ikan berorgan listrik lainnya dapat mendeteksi makanannya (mangsa), melalui organ penerima arus listrik yang terdapat pada permukaan tubuh atau kulitnya 12

(ampulla of lorenzini). Menurut Bennet (1971), kekuatan listrik yang dihasilkan berbeda-beda pada setiap ikan. Misalnya pada ikan dari famili Torpedinidae electric rays dapat menghasilkan daya listrik sebesar 60 Volt atau 1 kw, ikan Electrophorus electricus sebesar 500 Volt, dan Malapeterurus electricus sebesar 300 Volt. Sedangkan beberapa spesies lainnya, daya listrik yang dihasilkan kecil misalnya Gymnotus carapo dan beberapa spesies dari famili Rajiddae, Mormyridae, Gymnarchidae, Gynotidae, Sternopygidae, Rhamphichthyidae dan Sternarachidae. d. Sungut Sungut merupakan alat peraba pada ikan yang terdapat di sekitar mulut. Pada sungut terdapat pemusatan organ peraba. Seperti pada ikan mas (Cyprinidae) dan lele (Claridae), sungut merupakan organ pendeteksi makanan yang sangat penting. Jumlah sungut tersebut bervariasi pada setiap spesies ikan. Pada ikan lele terdapat 8 lembar sungut. Sungut-sungut pada ikan lele tersebut kaya akan 13

syaraf-syaraf sensori yang sensitif pada sentuhan. Ikan-ikan yang memiliki sungut demikian akan memudahkan dalam pendeteksian makanan karena dapat mengkombinasikan syaraf penciuman dan sentuhan (Rajbanshi, 1996; 1979 dalam Hepper, 1992). e. Alat Pengecap (Taste Organ) Organ pengecap pada ikan Teleostei terdapat hampir di sekitar seluruh tubuh dan sirip. Selanjutnya banyaknya organ perasa tersebut berbeda pada setiap spesies ikan, dimana jumlah yang terbanyak biasanya menyebar di organ yang berhubungan dengan kegiatan makan yaitu mulut, bibir, pharing, tapis insang, lengkung insang dan kumis. Organ pengecap (taste bud) pada ikan terpusat pada rongga mulut yaitu pada lidah dan organ palatine dan organ pengecap tersebut juga menyebar di lengkung insang, epibranchial dan gigi faring (Rahardjo et al., 1989). Pada ikan yellow bulhead (Icthalurus natalis), didapatkan 5 taste organ pada setiap 1 mm 2 luas tubuh dan semakin meningkat jumlahnya pada 14

bagian punggung (dorsal), 10 mm 2 pada daerah hidung dan bibir, 10-15 mm 2 pada sungut (Atema, 1971 dalam Hepper, 1992). Pada ikan tomcods (Microgadus tomcod) terdapat pada sirip (Hara, 1971). Sedangkan pada ikan cucut (shark), organ pengecap terdapat hampir pada seluruh tubuh (Swift, 1993). f. Organ Pendengar Organ pendengar seperti telinga pada ikan hanya terdiri dari telinga dalam yang berfungsi sebagai alat pendengar dan keseimbangan. Pendengaran pada ikan biasanya lemah. Alat pendengaran ini juga dapat dimanfaatkan oleh ikan untuk mencari mangsa, misalnya ikan cucut lemon (Megaprion brevirosit) (Tavolga, 1971). Ikan cucut lemon akan teransang untuk makan jika mendengar mangsanya mengeluarkan suara. g. Organ Pencium (Olfactory Organ) Organ tersebut memegang peranan sangat penting dalam mendeteksi makanan, terutama yang 15

berada pada jarak yang cukup jauh. Ikan-ikan dasar seperti pari, sidat, belut, cucut dan ikan-ikan dari famili Mastecembelidae serta ikan-ikan yang hidup di laut dalam mempunyai sistem penciuman yang berkembang baik. Penerimaan ransangan melalui organ penciuman ini berlangsung sangat cepat, biasanya berlangsung beberapa detik saja. Pada kebanyakan ikan, olfactory organ memegang peranan sangat penting dalam pencarian makanan (Malyukina et al., 1977 dan Hepper, 1992). Kesensitifan syaraf olfactory organ pada ikan berbeda-beda antara spesies dan individu ikan. Kesensitifan syaraf ini dapat dilihat dari warna epithelium pada olfactory organ. Semakin hitam epithelium semakin sensitif organ tersebut. Hal ini erat kaitannya dengan suplai darah ke organ tersebut, penurunan suplai darah akan menurunkan sensitifitas olfactory organ (Malyukina et al., 1977). Ikan-ikan yang menggunakan organ pencium dalam pencarian makanannya, otak bagian depan akan menjadi lebih berkembang (Rahardjo et al., 1990). 16

Di antara organ-organ pendeteksi makanan tersebut di atas, organ pengecap merupakan penentu akhir diterima atau tidaknya suatu jenis makanan. Benda-benda yang dianggap makanan, misalnya melalui organ penglihatan dan diambil oleh ikan, kemudian dideteksi oleh organ perasa maka makanan tersebut akan dimuntahkan kembali melalui mulut atau celah insang jika berukuran kecil atau tidak disukai. 17