9.28. Lampu road-holding position

dokumen-dokumen yang mirip
Gambar : Diagram Isocandela untuk Lampu Threshold Wing Bar Intensitas Tinggi (Sinar Hijau)

9.23. Lampu Taxiway Centre Line

Gambar : Diagram Isocandela untuk lampu Runway edge Omnidirectional Sistem penerangan runway intensitas rendah

Gambar : Konfigurasi lampu runway edge untuk runway lebar 45 m

Gambar : Konfigurasi lampu runway threshold pada runway lebar 30 m 9-74

9.14. Lampu Runway Turn Pad

1) Nilai intensitas telah memperhitungkan penerangan latar belakang yang kuat, termasuk kemungkinan berkurangnya cahaya yang dihasilkan akibat debu da

Gambar 9.7-4: Precision approach category I lighting systems 9-37

The arrangement of a PAPI system and the resulting display. Gambar 9.9-9:

9.4. Aerodrome Beacon

KRITERIA PENEMPATAN CIRCLING GUIDANCE LIGHT

Ilustrasi category II and III approach lighting system. Diagram Isocandela untuk lampu approach centerline

Jarak pendaratan yang tersedia 800 m hingga, 1200 m hingga, tetapi tidak mencapai 2400 m. Kurang dari 800 meter. Lokasi dan Dimensi.

Gambar : Typical apron markings

MARKING LANDASAN DAN PERLAMPUAN

d. PAPI harus dipasang di sisi kiri runway, kecuali jika tidak dapat diterapkan Jika lebih dari satu sistem indikator kemiringan visual

Lokasi, jarak, dan karakteristik lampu apron edge mengacu pada lampu taxiway edge dalam paragraf , dan

Contoh marka dan pencahayaan struktur tinggi 8-65

Gambar8.16-4: Glider is in opera

Tabel : Karakteristik lampu obstacle

Gambar : Marka taxiway pavement-strength limit

9.36. Pemberian Lampu pada Daerah yang Ditutup dan Unserviceable

Gambar : Bentuk dan proporsi huruf, angka dan simbol yang digunakan pada Movement Area Guidance Sign

Warna Putih (dalam candela) 1 to to to to to

6.4. Runway End Safety Area (RESA)

Runway Guard Light ditempatkan pada persimpangan taxiway dengan precision approach Runway dan Runwaynya

Pemeliharaan di sekitar Alat Bantu Navigasi

Petunjuk dalam pemilihan arus hubungan seri (series line currents) untuk berbagai tahap intensitas

Aircraft stand number designation. Gambar :

dan 30 m jika code number runway 1 atau 2. Lihat Gambar Gambar : Runway exit sign

Gambar Transitional, inner horizontal dan conical surface OLS (instrument non-precision approach FATO)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA TENTANG

Gambar 7.2-5: Zona Bebas Obstacle (Obstacle Free Zone)

Light beams dan sudut pengaturan elevasi PAPI dan APAPI (Light beams and angle of elevation setting of PAPI and APAPI) Gambar 9.

10.5. Contoh Daftar Singkatan NOTAM Aerodrome (Aerodrome Works) Obstacle Penutupan Runway untuk

Keselamatan Pekerjaan Bandar Udara

mencapai 1200 m Tabel 8.6-2:Standar marka Runway aiming point

AIRPORT MARKING AND LIGHTING

Gambar 8.6-1: Marka Runway designation, centre line and threshold 8-6

Tabel 6.7-7: Jarak pemisah minimum taxiway Garis tengah nonprecision. Code letter. approach runway

PERENCANAAN BANDAR UDARA. Page 1

Area tidak dapat digunakan (Unserviceable area)

Reference Code Letter. Tabel8.7-3: Pilot Stop Line

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/114/VI/2002 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : SKEP/114/VI/2002 TENTANG

Bab IV. Pengujian dan Analisis

Standar tekanan ban pesawat. MN/m 3 MN/m 3 MN/m 3 MN/m 3. psi kg/cm 2 mpa A B C D A B C D

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 61 TAHUN 1993 TENTANG RAMBU-RAMBU LALU LINTAS DI JALAN MENTERI PERHUBUNGAN,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III LANDASAN TEORI. A. Petunjuk Pelaksanaan Perencanaan/ Perancangan Landasan pacu pada Bandar Udara

M-5 PENENTUAN PANJANG GELOMBANG CAHAYA TAMPAK

Kawasan keselamatan operasi penerbangan

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG

tanpa persetujuan khusus Ditjen Hubud.

Pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obstacle lights) di sekitar bandar udara

MAKALAH ILUMINASI DISUSUN OLEH : M. ALDWY WAHAB TEKNIK ELEKTRO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penumpang menunggu. Berikut adalah beberapa bagian penting bandar udara.

Canadair CL 44. ACNrelatif terhadap. Subgrade perkerasan Rigid (Kaku) Subgrade perkerasan Flexible Standar tekanan. Jenis Pesawat Udara.

LAYOUT OBYEK MODUL 3 MENYUSUN, MENATA, MENGATUR, MENGUBAH OBYEK

Aeronautical study. Aeroplane reference field length

Code Letter Minimum Clearance

Perencanaan Sisi Udara Pengembangan Bandara Internasional Juanda Surabaya

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM 62 TAHUN 1993 T E N T A N G ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS MENTERI PERHUBUNGAN,

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA. Telepon : (Sentral) PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA

Code Letter Minimum Clearance

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 49 TAHUN 2014 TENTANG ALAT PEMBERI ISYARAT LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Perhitungan panjang landasan menurut petunjuk dari. persyaratan yang ditetapkan FAA, dengan pesawat rencana:

TUGAS Topik Khusus Transportasi BANDAR UDARA

Physical Characteristics of Aerodromes

DAFTAR lsi. ii DAFTAR lsi. iv DAFTAR TABEL. vi DAFTAR GAMBAR. vii DAFTAR LAMPIRAN. viii ISTILAH - ISTILAH. ix NOTASI- NOTASI

Jenis dan Sifat Gelombang

e <S^^TZ1XZT^ 1.5 mpada runway yang digunakan terutama ««" /*'^weight. (This

Wardaya College. Tes Simulasi Ujian Nasional SMA Berbasis Komputer. Mata Pelajaran Fisika Tahun Ajaran 2017/2018. Departemen Fisika - Wardaya College

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN. Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

BAB V MEDIAN JALAN. 5.2 Fungsi median jalan

BAB I PENDAHULUAN I.1 LATAR BELAKANG

TUGAS AKHIR PERENCANAAN ULANG DAN MANAJEMEN KONSTRUKSI TAXIWAY DI BANDARA ADI SUTJIPTO YOGYAKARTA

機車標誌 標線 號誌是非題 印尼文 第 1 頁 / 共 15 頁 題號答案題目圖示題目. 001 X Tikungan beruntun, ke kiri dahulu. 002 O Persimpangan jalan. 003 X Permukaan jalan yang menonjol

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berpotongan/bersilangan. Faktor faktor yang digunakan dalam perancangan suatu

1. Masuk ke dalam file explorer atau file commander pada smartphone. 2. Cari file Mojo.apk kemudian pilih file Mojo.apk.

SISTEM KEMUDI & WHEEL ALIGNMENT

ANALISA EFEKTIVITAS SUDUT DEFLEKSI AILERON PADA PESAWAT UDARA NIR AWAK (PUNA) ALAP-ALAP

( LAPANGAN TERBANG ) : Perencanaan Lapangan Terbang

LEMBARAN DAERAH KOTA PALU NOMOR 13 TAHUN 2003 SERI E NOMOR 1 PERATURAN DAERAH KOTA PALU NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG

ANGKA UKUR. Angka ukur diletakan di tengah-tengah garis ukur. Angka ukur tidak boleh dipisahkan oleh garis gambar. Jadi boleh ditempatkan dipinggir.

GARIS DAN SUDUT. (Materi SMP Kelas VII Semester1)

Penampang Melintang Jalan Tipikal. dilengkapi Trotoar

Penempatan marka jalan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. terbang. Panjang runway utama ditentukan oleh pesawat yang memiliki maximum

Gambar Air taxi-route Tidak diperbolehkan mengoperasikan helikopter secara simultan pada helicopter air taxi-route.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut PP RI No.70 Tahun 2001 tentang Kebandar udaraan, Pasal 1 Ayat

MANAJEMEN TRANSPORTASI UDARA DAN LAUT

PEDOMAN. Perencanaan Median Jalan DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH. Konstruksi dan Bangunan. Pd. T B

V. INTERPRETASI DAN ANALISIS

EDITING DASAR OBYEK MODUL 2

SIFAT-SIFAT CAHAYA. 1. Cahaya Merambat Lurus

Marka runway yang ditutup karena unserviceablity. Gambar : marka taxiway atau apron yang ditutup karena unserviceability 8-67

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kendaraan dengan pejalan kaki (Abubakar I, 1995).

Transkripsi:

9.27.2. Pola dan Lokasi Lampu Intermediate Holding Position Pada taxiway yang dilengkapi dengan lampu centre line, lampu intermediate holding position harus berisikan paling tidak 3 lampu inset, dengan jarak 1,5 m satu sama lain, dengan posisi yang simetris, dan tegak lurus terhadap taxiway centreline, ditempatkan tidak lebih dari 0.3 m sebelum marka intermediate holding position atau marka taxiway intersection. 9.27.3. Karakteristik Lampu Intermdiate Holding Position Lampu Inset intermediate holding position harus: a. Lampu permanen unidirectional yang memancarkan sinar kuning; b. Sejajar sehingga dapat dilihat oleh penerbang pesawat udara yang mendekati posisi holding; dan c. Mempunyai sebaran lampu sedekat mungkin dengan lampu taxiway center line. 9.28. Lampu road-holding position 9.28.1. Umum 9.28.1.1. Lampu road-holding position harus disediakan di setiap road-holding position jika runway tersebut digunakan dalam kondisi jarak pandang runway kurang dari 350 m. 9.28.1.2. Lampu road holding position harus disediakan pada setiap road-holding position jika runway tersebut digunakan dalam kondisi jarak pandang runway antara 350 hingga 550 m. 9.28.2. Lokasi lampu road-holding position Lampu road-holding position harus terletak dekat dengan marka holding position1.5 m (±0.5 m) dari salah satu sisi jalan, yaitu sebelah kiri atau kanan, disesuaikan dengan peraturan lokal lalu lintas. 9.28.3. Karakteristik lampu road-holding position a. Lampu road holding position harus terdiri dari: i. Lampu lalu lintas merah (berhenti) / hijau (jalan) terkontrol; atau ii. Lampu merah berkedip Catatan: Lampu yang ditentukan dalam 9.29.3a (i) dikontrol oleh Pelayanan lalu lintas udara (ATS). b. Sinar lampu road-holding position harus unidirectional dan sejajar sehingga dapat dilihat oleh pengemudi kendaraan yang mendekati holding position. c. Intensitas sinar lampu harus memadai untuk kondisi jarak pandang dan cahaya lingkungan yang dimaksudkan untuk penggunaan holding position dan tidak boleh menyilaukan pengemudi. 9-120

9.29. Kontrol Lampu di Taxiway Catatan Lampu lalu lintas yang umum digunakan harus memenuhi persyaratan dalam 9.29.3b dan 9.29.3c d. Frekuensi kedipan lampu merah harus antara 30 hingga 60 kedipan permenit. 9.29.1. Umum 9.29.1.1. Pada bandar udara yang memiliki Air Traffic Service, lampu taxiway dengan intensitas ratarata sinar utamanya adalah lebih dari 20 candella harus dilengkapi dengan kontrol intensitas sesuai dengan Paragraf 9.1.11.5, agar dimungkinkan dapat melakukan penyesuaian pada penerangan sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi sekitar. 9.29.1.2. Jika digunakan hanya untuk menerangi standard taxi routes pada saat periode operasi tertentu, misalnya pada saat kondisi operasi dengan daya pandang rendah, penerangan taxiway dapat didesain untuk memungkinkan taxiway yang sedang digunakan dapat diterangi dan yang tidak digunakan akan dipadamkan. 9.29.1.3. Ketika suatu runway menjadi bagian dari standard taxi-route dilengkapi dengan penerangan runway dan penerangan taxiway, sistem penerangan harus dikunci satu terhadap yang lain untuk menutup kemungkinan terjadinya operasi bersamaan dari kedua bentuk penerangan tersebut. 9.29.2. Karakteristik Fotometrik Lampu Taxiway 9.29.2.1. Intensitas rata-rata dari sinar utama (main beam) lampu taxiway dihitung dengan: a. Menetapkan grid points sesuai dengan metode yang ditunjukkan pada Sub Bagian 9.31, Gambar 9.31-10; b. Mengukur intensitas lampu di seluruh grid points di dalam dan pada perimeter yang mewakili bentuk dari sinar utama (main beam); c. Menghitung rata-rata aritmatik intensitas lampu dari hasil pengukuran di grid points. 9.29.2.2. Nilai intensitas lampu maksimum yang diukur pada atau yang berada di dalam perimeter sinar utama (main beam) tidak boleh lebih dari tiga kali intensitas lampu minimum jika diukur dengan cara yang sama. 9-121

9.29.2.3. Gambaran Penerangan Taxiway Gambar 9.30.1: Layout secara umum lampu Taxiway center line (Typical Taxiway Centre line Lights Layout) 9-122

9.30. Diagram Isocandela untuk Lampu Taxiway 9.30.1. Catatan Kolektif untuk Gambar 9.30.1.1. Hijau dan kuning untuk lampu taxiway centre line dan warna merah untuk lampu stop bar (stop bar). 9.30.1.2. Gambar 9.31-1 hingga Gambar 9.31-5 menunjukkan intensitas lampu minimum yang diperbolehkan. Intensitas rata-rata dari sinar utama (main beam) dihitung dengan menetapkan grid points seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9.31-10, dan dengan menggunakan nilai intensitas yang diukur di semua grid point yang berlokasi di dalam dan pada perimeter persegi panjang yang menggambarkan sinar utama (main beam). Nilai rata-rata adalah rata-rata aritmatik dari intensitas lampu yang diukur di semua grid points yang diperhitungkan. 9.30.1.3. Tidak ada penyimpangan pada sinar utama (main beam) yang dapat diterima apabila dudukan lampu telah diarahkan dengan benar. 9.30.1.4. Sudut horizontal diukur dengan mengacu pada bidang vertikal pesawat udara yang melalui garis taxiway centreline kecuali pada kurva yang akan diukur dengan mengacu pada sudut tangen kurva. 9.30.1.5. Sudut vertikal diukur dari kemiringan longitudinal (longitudinal slope) permukaan taxiway (taxiway surface). 9.30.1.6. Lampu dipasang sedemikian rupa sehingga sinar utama disejajarkan dalam satu setengah derajat dari persyaratan yang telah dirinci. 9.30.1.7. Pada perimeter dan dalam bagian persegi panjang yang menggambarkan sinar utama, nilai intensitas lampu maksimum tidak lebih dari tiga kali intensitas minimum lampu yang diukur. 9-123

Catatan: 1) Nilai intensitas telah memperhitungkan penerangan latar belakang yang kuat, termasuk kemungkinan berkurangnyacahaya yang dipancarkan akibat debu dan kontaminasi setempat. 2) Pada saat lampu omnidirectional digunakan, mereka harus selaras dengan sebaran sinar vertikal. 3) Lihat catatan kolektif di Paragraf 9.31.1 untuk diagram isocandella ini. Gambar 9.31-1: Diagram Isocandela untuk lampu Taxiway Centreline dan lampu Stop Bar pada Bagian Lurus (Straight Sections) Taxiways ditujukan untuk penggunaan bersama-sama dengan Runway Non-Precision atau Precision Approach Category I or II 9-124

Catatan: 1) Nilai intensitas telah memperhitungkan penerangan latar belakang yang kuat, termasuk kemungkinan berkurangnya cahaya yang dihasilkan akibat debu dan kontaminasi setempat. 2) Cahaya pada kurva agar memiliki light beam toed-in 15,75º dengan mengacu pada garis singgung dengani kurva. 3) Cakupan sinar ini memungkinkan pemindahan cockpit dari garis tengah hingga jarak 12 m dari garis tengah (centreline) seperti yang dapat terjadi pada ujung bagian melengkung (end of curve). 4) Lihat catatan kolektif di Paragraf 9.31.1 untuk diagram isocandela ini. Gambar 9.31-2: Diagram Isocandela untuk lampu Taxiway Centreline, dan lampu Stop Bar pada Bagian Melengkung (Curved Sections) dari Taxiways yang digunakan untuk Runway Non-Precision atau Precision Approach Category I or II 9-125

Catatan: 1) Cakupan cahaya ini cocok untuk pemindahan cockpit secara normal dari garis tengah hingga 3 m. 2) Lihat catatan kolektif pada Paragraph 9.31.1 untuk diagram isocandela ini. Gambar 9.31.3: Diagram Isocandela untuk lampu Taxiway Centreline dan lampu Stop Bar ada Taxiway yang digunakan untuk Runway Precision Approach Category III untuk digunakan pada bagian lurus (straight sections) taxiway dimana dapat terjadi pergeseran yang besar. Juga untuk lampu Runway Guard Konfigurasi B. 9-126

Catatan: 1) Cakupan cahaya ini cocok untuk pemindahan cockpit secara normal dari garis tengah hingga 3 m. 2) Lihat catatan kolektif di Paragraf 9.31.1 untuk diagram isocandella ini. Gambar 9.31.4: Diagram Isocandela untuk lampu Taxiway Centreline dan lampu Stop Bar pada Taxiway yang digunakan untuk Runway Precision Approach Category III untuk digunakan pada bagian lurus (straight section) taxiway dimana pergeseran besar tidak terjadi Catatan: 1) Cahaya pada kurva agar memiliki light beam toed-in 15,75º dengan mengacu pada garis singgung dengan kurva. 2) Lihat catatan kolektif pada Paragraf 9.31.1 untuk diagram isocandela ini. Gambar 9.31.5: Diagram Isocandela untuk lampu Taxiway Centreline dan lampu Stop Bar pada Taxiway yang digunakan untuk Runway Precision Approach Category III untuk digunakan pada bagian melengkung (curved sections) taxiway 9-127

Kurva a b C d e Intensitas (cd) 8 20 100 450 1800 Catatan: Cakupan sinar ini memungkinkan pergeseran kokpit dari garis tengah ke jarak 12 m yang diminta dan dimaksudkan untuk penggunaan sebelum dan setelah kurva Gambar 9.31-6: Diagram Isocandela untuk lampu taxiway center line (spasi 15 m) intensitas tinggi dan lampu stop bar di bagian lurus taxiway yang ditujukan untuk advanced surface movement guidance and control system dimana dibutuhkan intensitas yang lebih tinggi dan dapat terjadi offset yang besar. 9-128

Kurva a b C d e Intensitas (cd) 8 20 100 450 1800 Catatan: Cakupan sinar ini sudah mencukupi dan memenuhi untuk pergeseran kokpit normal yang berhubungan dengan gear wheel utama bagian luar pada tepi taxiway. Gambar 9.31.7: Diagram isocandela untuk lampu taxiway center line (spasi 15 m) intensitas tinggi dan lampu stop bar di bagian lurus taxiway untuk penggunaan di advanced surface movement guidance and control system dimana dibutuhkan intensitas yang lebih tinggi 9-129

Curve Kurva Intensity (cd) Intensitas (cd) a b c d 8 100 200 400 Catatan: Lampu untuk kurva di toe-in 17 derajat berkenaan dengan garis singgung kurva Gambar 9.31-8: Diagram isocandela untuk lampu taxiway center line (spasi 7,5 m) intensitas tinggi dan lampu stop bar di bagian lurus taxiway untuk penggunaan advanced surface movement guidance and control system dimana dibutuhkan intensitas yang lebih tinggi. 9-130

Gambar 9.31.9: Diagram Isocandela untuk setiap lampu pada lampu Runway Guard. Konfigurasi A. Gambar 9.31.10: Metode untuk menetapkan Grid point yang akan digunakan untuk perhitungan intensitas rata-rata lampu Taxiway Center Line dan lampu Stop Bar 9-131