place, product, process, physical evidence

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV JUAL BELI SEPATU SOLID DI KECAMATAN SEDATI SIDOARJO DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP AKAD JASA PENGETIKAN SKRIPSI DENGAN SISTEM PAKET DI RENTAL BIECOMP

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI REPENAN DALAM WALIMAH NIKAH DI DESA PETIS SARI KEC. DUKUN KAB. GRESIK

BAB IV PERAN BIMBINGAN ROHANI (BIMROH) DI KODAM V BRAWIJAYA SURABAYA DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KELUARGA DITINJAU DARI PERSPEKTIF MAṢLAḤAH

BAB IV ANALISIS TRANSAKSI JUAL BELI BBM DENGAN NOTA PRINT BERBEDA SPBU PERTAMINA DI SURABAYA UTARA

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK JUAL BELI SISTEM NOTA KURANG LEBIH (NKL) DI INDOMARET SUKODONO KARANGPOH CABANG GRESIK

BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN USAHA BANK SYARIAH MANDIRI

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN SEWA- MENYEWA TANAH FASUM DI PERUMAHAN TNI AL DESA SUGIHWARAS CANDI SIDOARJO

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP BISNIS PULSA DENGAN HARGA DIBAWAH STANDAR

BAB IV ANALISIS TERHADAP PENERAPAN SISTEM LOSS / PROFIT SHARING PADA PRODUK SIMPANAN BERJANGKA DI KOPERASI SERBA USAHA SEJAHTERA BERSAMA

BAB IV ANALISIS SADD AH TERHADAP JUAL BELI KREDIT BAJU PADA PEDAGANG PERORANGAN DI DESA PATOMAN ROGOJAMPI BANYUWANGI

Musha>rakah di BMT MUDA Kedinding Surabaya

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. A. Analisis Praktik Jual Beli Produk atau Barang Replika di Darmo Trade

BAB IV REKSADANA EXCHANGE TRADED FUND DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

BAB IV. suatu transaksi. Pembiayaan yang terjadi yaitu pembiayaan mura>bah}ah bi alwaka>lah.

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KLAIM ASURANSI DALAM AKAD WAKALAH BIL UJRAH

BAB II LANDASAN TEORI TENTANG URF

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN. 1. Variabel product secara langsung tidak berpengaruh terhadap loyalitas

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI CEGATAN DI DESA GUNUNGPATI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG

BAB IV ANALISIS HUKUM BISNIS ISLAM TENTANG PERILAKU JUAL BELI MOTOR DI UD. RABBANI MOTOR SURABAYA

BAB IV ANALISIS TERHADAP PRAKTIK BISNIS JUAL BELI DATABASE PIN KONVEKSI. A. Analisis Praktik Bisnis Jual Beli Database Pin Konveksi

BAB IV ANALISIS SADD AL-DH>ARI< AH TERHADAP JUAL BELI PESANAN MAKANAN DENGAN SISTEM NGEBON OLEH PARA NELAYAN DI DESA BRONDONG GANG 6 LAMONGAN

BAB IV ANALISIS HUKUM SLAM TERHADAP TRANSAKSI SHARE SWAP DAN AKIBAT HUKUMNYA

UAS Ushul Fiqh dan Qawa id Fiqhiyyah 2015/2016

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan sehari-hari, dan dalam hukum Islam jual beli ini sangat dianjurkan

BAB I PENDAHULUAN. Artinya: Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al- Baqarah : 275).

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pada era globalisasi ini, persaingan bisnis yang dihadapi perusahaanperusahaan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PEMBIAYAAN LETTER OF CREDIT PADA BANK MANDIRI SYARI AH

BAB IV ANALISIS YURIDIS PERATURAN KAPOLRI NOMOR 1 TAHUN 2009 TERKAIT PENGGUNAAN SENJATA API PADA TUGAS KEPOLISIAN PERSPEKTIF MAS}LAH}AH MURSALAH

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK TRANSAKSI BISNIS DI PASAR SYARIAH AZ-ZAITUN 1 KUTISARI SELATAN TENGGILIS MEJOYO SURABAYA

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSAKSI PEMBAYARAN DENGAN CEK LEBIH PADA TOKO SEPATU UD RIZKI JAYA

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PEMBIAYAAN MURA<BAH{AH DI BMT MADANI TAMAN SEPANJANG SIDOARJO

BAB IV STUDI ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG APLIKASI RETENSI CO ASURANSI SYARI AH DI PERUSAHAAN ASURANSI PT. TAKA>FUL INDONESIA DI SURABAYA

BAB II PEMBAHASAN TENTANG MASLAHAH

HILMAN FAJRI ( )

BAB IV. A. Analisis Hukum Islam terhadap Pemberlakuan tarif parkir progressif di

BAB IV ANALISA TERHADAP APLIKASI METODE ACCRUAL BASIC. DI PT. BANK MUAMALAT INDONESIA, Tbk. CABANG SURABAYA

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP OPERASIONALISASI DANA DEPOSITO DI BNI SYARI AH CAB. SURABAYA

BAB IV ANALISIS MAṢLAḤAH TENTANG POLIGAMI TANPA MEMINTA PERSETUJUAN DARI ISTRI PERTAMA

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI SAWAH BERJANGKA WAKTU DI DESA SUKOMALO KECAMATAN KEDUNGPRING KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV PENENTUAN HARGA TEMBAKAU DI PAMEKASAN. 1. Analisis Penentuan Harga Tembakau di Pamekasan

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM DAN UU PERLINDUNGAN KONSUMEN NOMOR 8 TAHUN 1999 TERHADAP JUAL BELI BARANG REKONDISI

BAB IV ANALISIS JARI<MAH TA ZI<R TERHADAP SANKSI HUKUM MERUSAK ATAU MENGHILANGKAN TANDA TANDA BATAS NEGARA DI INDONESIA

BAB V PEMBAHASAN. A. Pengaruh Marketing Mix Product Terhadap Kepuasan Anggota Dalam

BAB IV ANALISIS DATA. suatu perusahaan dalam memasarkan produknya secara efektif.

BAB IV TINJAUAN MAS}LAH}AH MURSALAH TERHADAP UTANG PIUTANG PADI PADA LUMBUNG DESA TENGGIRING SAMBENG LAMONGAN

BAB IV ANALISIS MAS}LAH}AH MURSALAH TERHADAP PROSES PEMBUATAN DAN PENGHARUM RUANGAN YANG TERBUAT DARI KOTORAN SAPI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV TINJAUAN MAS}LAH}AH MURSALAH TERHADAP PENERAPAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR DI MINIMARKET SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. penciptaan dan pertukaran produk dan nilai 1. Berhasil tidaknya suatu usaha atau

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PERSEPSI NASABAH TENTANG APLIKASI MURA<BAH}AH DI BMS FAKULTAS SYARIAH

BAB IV ANALISIS FIKIH MURĀFA A<T TENTANG KEKUATAN PEMBUKTIAN SAKSIVERBALISAN MENURUT PUTUSAN NOMOR 2822/PID.B/2012/PN.SBY.

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PANDANGAN TOKOH AGAMA TERHADAP UTANG-PIUTANG BERSYARAT

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM JUAL BELI IKAN DENGAN PERANTAR PIHAK KEDUA DI DESA DINOYO KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN

BAB I PENDAHULUAN. Pada era globalisasi saat ini, manajer harus mampu mengelola perusahaan dengan

dalam ibadah maupun muamalah. Namun nas-nas syarak tidak secara rinci memberikan solusi terhadap berbagai macam problematika kehidupan manusia.

KAIDAH FIQH. Jual Beli Itu Berdasarkan Atas Rasa Suka Sama Suka. Publication 1437 H_2016 M. Kaidah Fiqh Jual Beli Itu Berdasarkan Suka Sama Suka

Muza>ra ah dan mukha>barah adalah sama-sama bentuk kerja sama

BAB IV DENGAN UANG DI DESA LAJU KIDUL KECAMATAN SINGGAHAN KABUPATEN TUBAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP HAK KHIYA>R PADA JUAL BELI PONSEL BERSEGEL DI COUNTER MASTER CELL DRIYOREJO GRESIK

BAB I PENDAHULUAN. jumlah penduduk. Seiring dengan pesatnya daya beli masyarakat dalam bidang

BAB I PENDAHULUAN. yang ada sekarang ini. Selain itu sebagai mahluk sosial manusia yang tidak

BAB IV ANALISIS STRATEGI PEMASARAN SYARIAH TABUNGAN WADI AH DAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH DAN CARA MENGATASI

BAB I PENDAHULUAN. Sejak krisis melanda Indonesia tidak sedikit perusahaan yang mengalami

BAB IV TINJAUAN MASḶAHẠH TERHADAP PENERAPAN FATWA DSN NO. 29/ DSN-MUI/ VI/ 2002 TENTANG PEMBIAYAAN PENGURUSAN HAJI DI BRI SYARIAH SIDOARJO

BAB IV ANALISIS METODE ISTINBA<T} HUKUM FATWA MUI TENTANG JUAL BELI EMAS SECARA TIDAK TUNAI

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRANSAKSI JUAL BELI ALAT TERAPI DI PASAR BABAT KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN.

BAB IV. A. Mekanisme Penundaan Waktu Penyerahan Barang Dengan Akad Jual Beli. beli pesanan di beberapa toko di DTC Wonokromo Surabaya dikarenakan

BAB IV ANALISIS TERHADAP APLIKASI PEMBIAYAAN PLAY STATION DENGAN SISTEM MURA<BAH}AH

TINJAUAN MAQASHID AL-SYARI AH SEBAGAI HIKMAH AL-TASYRI TERHADAP HUKUM WALI DALAM PERNIKAHAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TENTANG SISTEM PENGUPAHAN BERDASARKAN KELEBIHAN TIMBANGAN

BAB IV ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP KEBOLEHAN PENDAFTARAN PENCATATAN PERKAWINAN PADA MASA IDDAH

BAB I PENDAHULUAN. suatu proses sosial dan manajemen. Dalam proses itu, individu-individu atau kelompokkelompok

BAB II PELANGGARAN HAK PEMEGANG PATEN (PENCURIAN) MENURUT HUKUM PIDANA ISLAM. A. Pengertian Pelanggaran Hak Pemegang Paten (Pencurian)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Era perdagangan bebas dewasa ini, menuntut perusahaan untuk

BAB V PEMBAHASAN. A. Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Menjadi Nasabah di PT. Prudential Life Assurance Cabang Tulungagung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENERAPAN AKAD QARD\\} AL-H\}ASAN BI AN-NAZ AR DI BMT UGT SIDOGIRI CABANG WARU SIDOARJO

BAB VI ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP TRADISI GADAI SAWAH DI DESA MORBATOH KECAMATAN BANYUATES KABUPATEN SAMPANG

BAB IV. pembiayaan-pembiayaan pada nasabah. Prinsip-prinsip tersebut diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Persaingan dalam usaha perbankan saat ini sangatlah ketat mengingat

BAB I PENDAHULUAN. Abdullah Al-Mushlih, Fiqh Ekonomi Keuangan Islam, Darul Haq, Jakarta, 2004, hlm.90.

BAB I PENDAHULUAN. makhluk sosial manusia tidak akan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, ia

BAB I PENDAHULUAN. seluruh alam, dimana didalamnya telah di tetapkan ajaran-ajaran yang sesuai

BAB IV ANALISIS TENTANG APLIKASI PERJANJIAN SEWA SAFE DEPOSIT BOX DITINJAU DARI BNI SYARIAH HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN

BAB I PENDAHULUAN. Islam adalah agama universal yang mempunyai sekumpulan aturan dan

Bab I PENDAHULUAN UKDW. percaya diri ketika akan memasuki dunia kerja.

BAB IV ANALISIS HUKUM BISNIS ISLAM TERHADAP PENGAMBILAN KEUNTUNGAN PADA PENJUALAN ONDERDIL DI BENGKEL PAKIS SURABAYA

Nama : Tedy Hardyansyah NPM : Jurusan : Manajemen Pembimbing : Sri Kurniasih Agustin, SE., MM

BAB I PENDAHULUAN. logika itu unit bisnis diharapkan bisa mencapai sasaran sasaran. hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi

BAB I PENDAHULUAN. berpedoman penuh pada Al-Qur an dan As-Sunnah. Hukum-hukum yang melandasi

BAB I PENDAHULUAN. Konsep pemasaran muncul pada pertengahan tahun 1950-an dengan

BAB IV ANALISIS TERHADAP JUAL BELI IKAN BANDENG DENGAN PEMBERIAN JATUH TEMPO DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Transkripsi:

BAB IV TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PENERAPAN MARKETING MIX DALAM KONSEP BISNIS SYARIAH DI BANK JATIM SYARIAH CABANG SURABAYA A. Analisis Penerapan Marketing Mix di Bank Jatim Syariah Cabang Surabaya Marketing mix atau yang sering dikenal sebagai bauran pemasaran ialah seperangkat alat pemasaran yang terdiri dari people, price, promotion, place, product, process, physical evidence (unsur 7P) yang digunakan perusahaan untuk terus menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Marketing Mix yang dipraktikkan di Bank Jatim Syariah cabang Surabaya adalah sebagai berikut: 1. People (manusia). Manusia yang dimaksud dalam hal ini adalah Sumber Daya Manusia dalam bidang marketing (marketer). Marketer atau tenaga marketing yang bertugas berdasarkan SK penempatan yang dikeluarkan Bank Jatim. Tenaga marketing sebelumnya dibekali mengenai keterampilan marketing dan teknik-teknik ber-marketing. Mereka juga dibekali pengetahuan mengenai Bank Jatim dan produk-produknya sebelum dilepas kelapangan. Tenaga marketing dalam satu teamnya terdiri dari empat orang. 2. Price (harga). Dalam penetapan harga produk-produknya, Bank Jatim Syariah mengikuti rate dari Bank Indonesia. Harga yang ditetapkan telah distandarkan oleh Bank Jatim kantor pusat berdasarkan ketetapan harga yang mereka sebut ALCO. Harga produk pun tergantung dari produknya. 66

67 3. Promotion (promosi), yaitu promosi penjualan. Promosi penjualan yang dilakukan Bank Jatim Syariah adalah dengan menggunakan media brosur, slide presentasi, dan poster. Kegiatan promosi dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa produk-produk yang dimiliki Bank Jatim Syariah adalah produk yang memiliki daya saing yang baik dan bermutu. Namun tak jarang pelaku marketing memakai berbagai cara untuk mempengaruhi minat nasabah terhadap Bank Jatim Syariah. Salah satunya melakukan kebohongan yaitu ketidak sesuaian antara kenyataan kondisi produk dengan penjelasan mengenai produknya. Sehingga hal ini menyebabkan kerugian bagi nasabah. 4. Place (tempat atau lokasi). Tempat atau lokasi pemasaran juga merupakan hal yang diperhatikan Bank Jatim Syariah dalam melakukan pemasaran. Tempat yang biasa digunakan adalah tempat-tempat yang mengadakan event untuk berpromosi, contohnya pada bulan Ramadhan Bank Jatim Syariah melakukan pemasaran di event Kampung Ramadhan. Event yang lain, apabila dari developer memiliki acara, Bank Jatim Syariah turut bergabung dalam acara tersebut untuk melakukan pemasaran. 5. Product (produk). Dalam melakukan pemasaran, produk juga diperhatikan oleh Bank Jatim Syariah. Produk yang akan dipromosikan haruslah produk yang siap jual, memiliki kualitas yang baik dan halal, dan produk tersebut adalah produk yang mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat Islam. 6. Process (proses). Proses pemasaran pun juga menjadi pertimbangan oleh Bank Jatim Syariah. Dalam proses pemasaran produknya, tenaga marketing

68 Bank Jatim Syariah bersikap sangat ramah kepada para calon nasabah. Selain keramahan, para tenaga marketing juga melayani para nasabah dengan sangat sabar. 7. Physical Evidence (bukti fisik), adalah keadaan sekitar atau suasana. Dalam melakukan pemasaran, Bank Jatim Syariah sangat memperhatikan suasana saat melakukan pemasaran. Suasana lokasi yang nyaman adalah yang diperhatikan oleh tenaga marketing Bank Jatim Syariah. Dalam penerapannya di Bank Jatim Syariah, marketing mix adalah suatu manajemen pemasaran yang terbukti jitu untuk mencapai tujuan pemasarannya yaitu meraih pasar sasaran. Dengan diterapkannya marketing mix, manajemen pemasaran menjadi lebih terorganisir dengan baik. Selain itu, penerapan marketing mix ini juga meningkatkan penjualan produk di Bank Jatim Syariah cabang Surabaya. Bagi para nasabah, konsep marketing ini menjadikan informasi produk yang diterima nasabah menjadi lebih jelas dan lengkap. Penerapan marketing mix pun mampu menghilangkan kesulitankesulitan diantaranya: 1. Keterbatasan akses informasi mengenai produk oleh para nasabah. 2. Kesulitan dalam hal pengenalan produk oleh Bank Jatim Syariah kepada nasabah. 3. Ketidak teraturan praktik marketing oleh Bank Jatim Syariah. 4. Kesulitan dalam hal pencapaian target penjualan produk dan target dalam memperoleh nasabah.

69 Jika konsep marketing ini tidak digunakan, akan sulit bagi Bank Jatim Syariah dalam menembus pasar sasarannya dan juga memperoleh target penjualan. Maka berdasarkan hal ini dapat diketahui bahwa jika marketing mix ini tidak diterapkan dalam manajemen pemasaran perusahaan, akan mendatangkan kesulitan dalam hal pemasaran. Kesulitan ini juga akan menghambat jalannya sebuah kemajuan dalam berbisnis. Namun, sisi negatif dari penerapan marketing mix di Bank Jatim Syariah cabang Surabaya adalah praktik promosi yang tidak sesuai dengan etika bisnis Islam. Berdasarkan etika bermarketing, seorang marketer diharuskan memiliki karakter yang jujur dan terpercaya dan tidak suka menjelek-jelekkan. Dalam berniaga ataupun berpromosi, seseorang dilarang melebih-lebihkan penjelasan mengenai produknya yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun dalam praktiknya, masih saja tidak memperhatikan etika dalam melakukan promosi. Kebohongan mengenai penjelasan produk dalam praktik promosi, sehingga dalam perjalanannya menyebabkan kerugian bagi salah satu pihak, dan hal inilah yang menyebabkan batalnya akad sebelum pada waktunya akad berakhir. Hal inilah yang menjadi sisi mud}arat dari penerapan marketing mix. Marketing mix, jika diterapkan dalam konsep bisnis syariah akan mendatangkan banyak manfaat bagi para pelaku bisnis syariah. Konsep marketing mix harus dijalankan berdasarkan etika bisnis yang Islami. Dan berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan, dapat diketahui bahwa

70 penerapan marketing mix mendatangkan maslahat yang lebih banyak dari pada mud}arat-nya. B. Tinjauan Mas}lah}ah Mursalah terhadap Penerapan Marketing Mix Marketing mix adalah konsep pemasaran yang mendatangkan maslahat lebih banyak dari pada mud}arat-nya jika penerapannya benar-benar mematuhi etika bisnis yang Islami. Kegiatan marketing menjadi hal yang sangat penting dalam setiap kegiatan perniagaan dan bisnis, sebab dari marketing-lah suatu bisnis menuju proses berkembang. Melihat pentingnya kegiatan marketing dalam bisnis, maka penerapan marketing mix menjadi hal yang dapat mendatangkan banyak manfaat bagi para pelaku bisnis syariah. Jika ditinjau dari maslahat yang dimiliki marketing mix, maka marketing mix dikategorikan dalam mas}lah}ah mursalah. Hal ini berdasarkan pengertian mas}lah}ah mursalah sebagai berikut: 1. Abdul Wahab Khallaf mendefinisikan sebagai kemaslahatan yang tidak disyariatkan oleh syara untuk ditetapkan. Dan tidak ditunjuk oleh dalil syara untuk meng-i tibar-kannya atau membatalkannya. Kemaslahatan yang disyariatkan oleh syari itu untuk menetapkan hukum. 102 2. Kemudian Abu Zahrah mendefinisikannya dengan suatu mas}lah}ah yang sesuai dengan maksud-maksud pembuat hukum (Allah) secara umum, 102 Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Usul Fikih, Halimuddin, 98.

71 tetapi tidak ada dasar yang secara khusus menjadi bukti diakui atau tidaknya. 103 3. Menurut Rachmat Syafe i, melihat mas}lah}ah yang terdapat pada kasus yang dipersoalkan, akan tetapi kemaslahatan tersebut tidak didasarkan pada dalil yang menunjukkan pentingnya kasus yang dipersoalkan itu. Kemaslahatan ditinjau dari sisi ini disebut al-mas}lah}ah al-mursalah (maslahah yang terlepas dari dalil khusus), tetapi sejalan dengan petunjuk-petunjuk umum syari at Islam. Penerapan marketing mix, jika ditinjau dari segi maslahatnya, akan mendatangkan kemaslahatan sebagai berikut: 1. Memudahkan manajemen pemasaran dalam menjalankan tugas pemasarannya. 2. Meningkatkan penjualan produk. 3. Memudahkan nasabah dalam memperoleh informasi produk. Sedangkan jika ditinjau dari segi mud}aratnya, penerapan marketing mix terletak pada unsur promotion (promosi). Dalam promosi, seharusnya marketer hanya menyadarkan dan memberi informasi kepada nasabah bahwa produk yang dimiliki adalah produk yang baik. Bukan dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai target perolehan nasabah, salah satunya dengan mendiskripsikan produk tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Penerapan marketing mix, yang mendatangkan banyak maslahat bagi bisnis syariah dari pada mud}arat-nya namun tidak terdapat ketegasan dalil 103 Rachmat Syafe i, Ilmu Ushul Fiqih, 119.

72 untuk mengerjakannya ataupun meninggalkannya dalam al-qur an maupun sunnah Rasul, maka masalah ini termasuk dalam mas}lah}ah mursalah. Jika ditinjau dari syarat-syarat sebuah masalah dikategorikan sebagai mas}lah}ah mursalah, yaitu sebagai berikut: 1. Menurut Imam Malik, untuk memakai metode mas}lah}ah mursalah secara benar dan tidak disalahgunakan, secara teologis ditetapkan tiga syarat: a. Adanya kesesuaian antara sesuatu yang mengandung kemaslahatan dan pokok mas}lah}ah universal yang disebut us}u>l, dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil qat} i sehingga sejalan dengan mas}lah}ah yang menjadi tujuan syara meski tidak disebut secara tekstual oleh satu dalil pun. b. Kemaslahatan itu pasti sejalan dengan akal sehat karena adanya kesesuaian paradigma mas}lah}ah yang dapat diterima secara universal oleh para ahli logika. c. Dalam penggunaannya, mas}lah}ah dapat menghilangkan kesulitankesulitan yang sekiranya tidak diterapkan, niscaya manusia akan mengalami kesulitan itu. 104 2. Menurut Abdul Wahab Khallaf, syarat mas}lah}ah mursalah yang dipakai sebagai dasar pembentukan hukum adalah sebagai berikut: a. Mas}lah}ah hakikat, bukan mas}lah}ah wahamiah (angan-angan). Yang dimaksud adalah agar bisa mewujudkan pembentukan hukum dari suatu masalah yang mendatangkan manfaat dan membuang yang 104 Hamka Haq, Al-Syathibi Aspek Teologis Konsep Mas}lah}ah dalam Kitab Al-Muwafaqat, 252.

73 mud}arat. 105 Bukan berupa dugaan belaka dengan hanya mempertimbangkan adanya kemanfaatan tanpa melihat kepada akibat negatif yang ditimbulkan. 106 b. Ada kemaslahatan umum, bukan kemaslahatan perorangan. Yang dimaksud adalah penetapan hukum terhadap suatu peristiwa yang mendatangkan manfaat untuk orang banyak bukan untuk kemaslahatan pribadi atau orang yang sedikit jumlahnya. 107 Berdasarkan syarat-syarat yang ditetapkan para ulama untuk mengkategorikan sebuah masalah masuk dalam mas}lah}ah mursalah, maka: 1. Marketing mix mendatangkan maslahat yang universal (maslahat bagi banyak orang), yaitu bagi produsen pelaku bisnis maupun bagi konsumen. Teori marketing mix juga tidak bertentangan dengan dalildali dalam al-qur an, hanya saja penerapannya tergantung pada siapa yang menerapkan. Jika saja yang menerapkan adalah orang-orang yang memegang teguh etika bisnis yang Islami, maka penerapan marketing mix menjadi sejalan dengan teori yang dikemukakan. 2. Kemaslahatan yang ada pada teori marketing mix juga sejalan dengan akal sehat karena sesuai dengan paradigma para ahli logika. 3. Dalam penggunaannya, marketing mix dapat menghilangkan kesulitankesulitan yang sekiranya tidak diterapkan, niscaya pelaku bisnis akan mengalami kesulitan. 105 Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Usul Fikih, 101. 106 Satria Effendi, Ushul Fiqh, 152. 107 Abdul Wahab Khallaf, Ilmu Usul Fikih, 101.

74 4. Kemaslahatan yang ada pada penerapan marketing mix adalah kemaslahatan yang benar-benar ada bukan hanya kemaslahatan berdasarkan angan-angan saja. Berdasarkan kemaslahatan yang dimiliki yang lebih banyak dari pada mud}arat-nya, penerapan marketing mix diperbolehkan penerapannya dalam konsep bisnis syariah dengan memperhatikan etika berbisnis yang Islami agar mud}arat yang ditimbulkan dari penerapan teori ini bisa dihilangkan. Marketing mix boleh diterapkan dalam konsep bisnis syariah untuk membantu para pebisnis dalam melakukan transaksi bisnisnya. Pembolehan penerapan marketing mix ini berdasarkan kaidah fiqh dalam bermuamalah sebagai berikut: ا ا ا لى ا ال ا ى ا لل ل ى ا دلا ف أ ل ل ى ا ا ى ال د أ ل ف أ ل فى ا أ لا ا أ ل ل ى ف ى أ لا ا أ ل ا ف اى أ لا ف Hukum yang pokok dari segala sesuatu adalah boleh, kecuali terdapat dalil yang mengharamkannya. Bahwa pada dasarnya kegiatan marketing itu sah dilakukan ketika tidak ada dalil yang melarang pelaksanaan kegiatan marketing.