DATABASE TERDISTRIBUSI (DISTRIBUTED DATABASE= DDB)

dokumen-dokumen yang mirip

6/26/2011. Database Terdistribusi. Database Terdesentralisasi

BASIS DATA TERDISTRIBUSI

DATABASE TERDISTRIBUSI

D:\eri Ngajar\Sistem Basis Data 2008\Pertemuan 5 Tambahan.doc DATABASE TERDISTRIBUSI

ARSITEKTUR SISTEM. Alif Finandhita, S.Kom, M.T. Alif Finandhita, S.Kom, M.T 1

Contoh Distributed Database

Database Terdistribusi. by: Ahmad Syauqi Ahsan

Teknik Informatika Universitas Pasundan. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI PADA MANAJEMEN INVENTARISASI PERALATAN LABORATORIUM

Sistem Basis Data Terdistribusi Arif Basofi

TUGAS PENGGANTI UAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI TERDISTRIBUSI. Makalah Arsitektur dan Desain Database Management System Terdistribusi

Perancangan Basis Data

DATABASE LINGKUNGAN DATABASE

BASIS DATA TERDISTRIBUSI

Database dalam Sistem Terdistribusi

Database dalam Sistem Terdistribusi

SILABUS SISTEM TERDISTRIBUSI (S1 - Sistem Informasi) (KK ) MINGGU POKOK BAHASAN MATERI SUMBER

Arsitektur Sistem Basis Data. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom., M.Kom

Pemrosesan data sebelum adanya basis data Perancangan sistemnya masih didasarkan pada kebutuhan individu pemakai, bukan kebutuhan sejumlah pemakai

LINGKUNGAN BASIS DATA

Aplikasi Teori Graf dalam Manajemen Sistem Basis Data Tersebar

Pertemuan XII Distributed Database Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. Caca E. Supriana, S.Si.,MT.

Pengantar Basis Data SISTEM BASIS DATA I. WAN H. Manihuruk, S.kom

Dosen : Nuraini Purwandari

Tujuan Instruksional Khusus :

Basis Data 2. Database Client / Server. Arif Basofi, S.Kom. MT. Teknik Informatika, PENS

KONSEP DAN RANCANGAN BASIS DATA TERDISTRIBUSI SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI

Sistem terdistribusi. Albertus dwi yoga widiantoro, M.Kom

Ranah Aplikasi Database. Lingkungan Database. Pendekatan Database. Personal Computer Databases. Workgroup Databases. database

Rony Heri Irawan. Implementasi Sistem ERP

SISTEM BASIS DATA 1. WAHYU PRATAMA, S.Kom., MMSI.

Pengantar Teknologi. Informasi (Teori) Minggu ke-07. Basis Data. Oleh : Ibnu Utomo WM, M.Kom UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO FAKULTAS ILMU KOMPUTER

FILE SERVICE DAN NAME SERVICE

- File server pertama kali dikembangkan tahun 1970

BAB 1 PENDAHULUAN. satu hal yang sangat dominan dan terjadi dengan sangat pesat. Informasi

Gambar 1. Service terdistribusi

SILABUS SISTEM TERDISTRIBUSI * (S1 - Sistem Komputer) KK

SISTEM BASIS DATA. Pendahuluan. Gentisya Tri Mardiani, S.Kom.,M.Kom

DISTRIBUTED FILE SYSTEMS

CONTOH PENDSTRIBUSIAN HARDWARE

PERTEMUAN 2 LANJUTAN PERANCANGAN DATABASE DAN DBMS

SISTEM OPERASI TERDISTRIBUSI

SISTEM BASIS DATA TERDISTRIBUSI CLIENT- SERVER 3-TIER BERBASIS KOMPONEN

PERTEMUAN 2 LANJUTAN PERANCANGAN DATABASE DAN DBMS

Bab 2 Tinjauan Pustaka

Parallel Database. by: Ahmad Syauqi Ahsan

PENERAPAN DATABASE TERDISTRIBUSI MENGGUNAKAN METODE BOTTOM UP FRAGMENTATION STUDI KASUS APLIKASI REKAM MEDIS PMI PURWOKERTO

KONSEP DAN RANCANGAN BASIS DATA TERDISTRIBUSI

SISTEM BASIS DATA By Novareza Klifartha

Pertemuan 12. Basis Data Terdistribusi

Pertemuan 2 : LINGKUNGAN BASIS DATA

adalah : Q.1) Suatu susunan/kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan

ARSITEKTUR TELEMATIKA DISTRIBUTED PROCESSING ( CLIENT SERVER )

PE P NGE N NAL NA AN AN K ONS K E ONS P P D A D S A A S R A BAS A I S S D S A D T A A T ( A R ( ev e i v ew) e Dr. Karmilasari

SISTEM BASIS DATA. Pendahuluan. Gentisya Tri Mardiani, M.Kom

PERTEMUAN 2 LANJUTAN PERANCANGAN DATABASE DAN DBMS

Sistem Terdistribusi. Sistem Operasi Terdistribusi oleh : Musayyanah, S.ST, MT

Kontrak Kuliah. Arsitektur Sistem Basis Data. Edi Sugiarto, S.Kom, M.Kom

Pendahuluan. Semester Genap Th Ajaran 2012/2013. Budi Susanto UKDW. Sistem Basis Data. Sistem Basis Data. Teknik Informatika

Replikasi adalah suatu teknik untuk melakukan copy / pendistribusian data dan objek-objek dalam melaksanakan sinkronisasi antara objek sehingga

DISTRIBUTED FILE SYSTEM. Sistem terdistribusi week 11

PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI

PERTEMUAN 2 LANJUTAN PERANCANGAN DATABASE DAN DBMS

BASIS DATA TERDISTRIBUSI

IMPLEMENTASI BASIS DATA TERDISTRIBUSI PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INDUSTRI DALAM OPTIMALISASI PRODUKSI

KONSEP DATABASE ORACLE BKPM 1

BAB III LANDASAN TEORI. organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil

BAB II LANDASAN TEORI. Basis Data Terdistribusi didefinisikan sebagai sebuah collection of multiple,

Pengenalan Komunikasi Data

Θ KONSEP JARINGAN KOMPUTER Θ

TSI Perbankan REPLIKASI

SISTEM TERDISTRIBUSI

Bab 1. Pengenalan Sistem Terdistribusi

BAB I PENDAHULUAN : SISTEM BASIS DATA

Pertemuan 11 FRAGMENTASI DATA

BAB II LANDASAN TEORI

Sentralisasi dan Desentralisasi

Pengantar Sistem Basisdata DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2008

Basis Data (2) Model Data & Skema

DATABASE TERDISTRIBUSI

PENGANTAR BASIS DATA

Database bisa dikatakan sebagai suatu kumpulan dari data yang tersimpan dan diatur atau

LOCAL AREA NETWORK (LAN)

Bab 6. Basis Data Client / Server POKOK BAHASAN: TUJUAN BELAJAR: 6.1 PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

SISTEM TERDISTRIBUSI. Agenda : - Pengantar Sistem Terdistribusi - Karakteristik Sistem Terdistribusi - Model Sistem Terdistribusi. Yuli Purwati, M.

Sistem Basis Data. Sebuah sistem yang memiliki fungsi utama untuk mengelola data dan menyediakan data tersebut jika dibutuhkan

Consistency and Replication

BAB V IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

SISTEM BASIS DATA (PENDAHULUAN) Alif Finandhita,S.Kom, M.T.

Mata pelajaran ini memberikan pengetahuan kepada siswa mengenai konsep dasar dan design jaringan komputer.

LINGKUNGAN BASIS DATA

PENDAHULUAN. Alif Finandhita, S.Kom

DASAR BASIS DATA BASIS_DATA XI-RPL

MERANCANG WEB DATA BASE UNTUK CONTENT SERVER

Bab II Landasan Teori

Model arsitektur Terdistribusi

SATUAN ACARA PERKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

Server & Client Overview

Transkripsi:

DATABASE TERDISTRIBUSI (DISTRIBUTED DATABASE= DDB) PENDAHULUAN CERI : A distributed DB is a collection of data which belong logically to the same system but are spread over the sites of a computer network OZSU : A distributed DB is a collection of multiple, logically interrelated DB distributed over a computer network KORTH : A DDB system consists of a collection of sites, each of which maintains a local database system Dalam sebuah database terdistribusi, database disimpan pada beberapa komputer. Komputer-komputer dalam sebuah sistem terdistribusi berhubungan satu sama lain melalui bermacam-macam media komunikasi seperti high-speed buses atau telephone line. Sebuah sistem database terdistribusi berisikan sekumpulan site, di mana tiap-tiap site dapat berpartisipasi dalam pengeksekusian transaksi-transaksi yang mengakses data pada satu site atau beberapa site. Tiap-tiap site dapat memproses transaksi lokal yaitu sebuah transaksi yang mengakses data pada satu site di mana transaksi telah ditentukan. Sebuah site juga dapat mengambil bagian dalam mengeksekusi transaksi global yaitu transaksi yang mengakses data pada site yang berbeda di mana transaksi telah ditentukan, atau transaksi yang mengakses data pada beberapa site yang berbeda. Ada 2 aspek penting dari DDB : 1. Distribusi : data tidak disimpan pada tempat (prosesor) yang sama, sehingga DDB dapat dibedakan dari database tunggal, sentralisasi 2. Korelasi logika : data memiliki property yang berhubungan sehingga DDB dapat dibedakan dari sekumpulan database local atau file yang disimpan pada tempat yang berbeda pada jaringan komputer. Sistem Manajemen Basis Data 1/12

DB1 DB2 C 1 T C2 T comm netw. DB3 C3 T Gambar 1. Database terdistribusi secara geografis Site-site dalam database terdistribusi dihubungkan secara fisik dengan berbagai cara. Beberapa topologi digambarkan sebagai sebuah graph yang simpulsimpulnya bersesuaian dengan site. Sebuah edge dari simpul A ke simpul B bersesuaian dengan sebuah hubungan langsung antara dua site. Beberapa konfigurasi (bentuk) digambarkan sebagai berikut: A B A F C B C E D F E D Fully connected network Partially connected network Sistem Manajemen Basis Data 2/12

A A B A B B C C D C D E F E F D E Tree structured network Ring network Star network Gambar 2. Topologi network Fully Connected network : Keuntungan : kalau salah satu node rusak, yang lainnya masih dapat berjalan (tetapi biaya mahal). Kerugian : control management tidak terjamin Partially connected network : Keuntungan : reliability rendah, biaya dapat ditekan Kerugian : control management tidak terjamin Tree structure network : Keuntungan : bersifat sentral, control management lebih terjamin Kerugian : kalau node pusat (A) rusak, semua akan rusak. Cat : setiap proses dimulai dari bawah. Ring Network (LAN) : Keuntungan : rusak satu, yang lain masih berjalan Kerugian : Control management kurang terjamin karena bersifat desentralisasi Star Network (LAN) : Keuntungan : - control management lebih terjamin, karena bersifat sentral - reliability rendah Kerugian : kalau pusat rusak, yang lainnya rusak SistemManajemen Database Terdistribusi (Distributed DBMS) merupakan sistem software yang dapat memelihara DDBS dan transparan ke user. DDBS bukan merupakan kumpulan dari file yang dapat disimpan tersendiri di setiap node dari jaringan komputer. Untuk membentuk DDBS, file tidak seharusnya berelasi secara logika saja, tetapi perlu ada struktur di antara file dan akses data bukan merupakan hal yang khusus. Keuntungan dari DDBS Otonomi local : karena data didistribusikan, user dapat mengakses dan bekerja dengan data tersebut sehingga memiliki kontrol local. Sistem Manajemen Basis Data 3/12

Meningkatkan kinerja : karena setiap site menangani hanya bagian dari DB, CPU dan I/ O tidak seberat seperti DB pusat. Data yang dipakai untuk transaksi disimpan dalam beberapa site, sehingga eksekusi transaksi dapat secara parallel. Meningkatkan reliability/ availability : jika satu site mengalami crash, dapat membuat beberapa site tidak dapat diakses. Jika data direplikasi ke banyak site, kerusakan hubungan komunikasi tidak menjadikan sistem total tidak dapat dioperasikan. Ekonomis : dari biaya komunikasi, baik membagi aplikasi dan memproses secara local di setiap site. Dari biaya komunikasi data, akan lebih murah untuk memelihara sistem komputer dalam satu site dan menyimpan data secara local. Expandibility : akan lebih mudah mengakomodasikan ukuran DB yang semakin besar. Ekspansi dapat dilakukan dengan menambah proses dan kekuatan penyimpanan ke jaringan. Shareability : jika sistem informasi tidak terdistribusi, akan sulit untuk berbagi data dan sumber daya. Sistem DB terdistribusi memungkinkan hal ini. Kerugian dari DDBS Kurangnya pengalaman : sistem DB terdistribusi bertujuan umum (generalpurpose) tidak sering digunakan. Yang digunakan adalah sistem prototype yang dibuat untuk satu aplikasi (misal : reservasi pesawat) Kompleksitas : masalah DDBS lebih kompleks dibandingkan dengan manajemen database terpusat Biaya : sistem terdistribusi membutuhkan tambahan hardware (untuk mekanisme komunikasi) sehingga biaya hardware meningkat. Yang terpenting pada biaya ini adalah replikasi. Jika fasilitas komputer dibuat di banyak site, akan memerlukan orang2 yang memelihara fasilitas tersebut Kontrol distribusi : sebelumnya menjadi keuntungan. Tetapi karena distribusi menyebabkan masalah sinkronisasi dan koordinasi, kontrol terdistribusi menjadi kerugian atau kekurangan di masalaha ini. Keamanan : akan mudah mengontrol database yang terpusat. Dalam sistem database terdistribusi, jaringan membutuhkan keamanan tersendiri. Perubahan yang sulit : tidak ada tool atau metodologi untuk membantu user mengubah database terpusat ke database terdistribusi. PERANCANGAN DATABASE TERDISTRIBUSI Alokasi data Ada beberapa alternatif dasar untuk menyimpan atau menempatkan data : partisi dan replikasi. Dalam skema partisi, database dibagi ke dalam sejumlah partisi yang disjoin yang masing2 ditempatkan di site yang berbeda. Perancangan replikasi dibedakan atas fully replication atau fully duplicated dimana seluruh database ditempatkan di masing2 site, atau partially replicated yaitu masing2 partisi dari database disimpan di lebih dari satu site tetapi tidak di semua site. Ada 2 perancangan dasar yaitu fragmentasi, pemisahan database ke dalam partisi2, disebut fragment, dan distribusi. Sistem Manajemen Basis Data 4/12

Fragmentasi Relasi dibagi ke dalam beberapa fragment, masing2 disimpan di site yang berbeda. Ada 2 strategi, yaitu fragmentasi horizontal dan vertikal. Fragmentasi horizontal Fragmentasi berdasarkan tupel. Setiap fragment memilki subset dari tupel relasi. Relasi r dibagi ke dalam sejumlah subset r 1, r 2,.., r n, masing2 berisi dari sejumlah tupel relasi r. Masing2 tupel relasi r harus merupakan satu dari fragment2 tersebut sehingga relasi awalnya dapat dibentuk kembali. Suatu fragmen didefinisikan sebagai seleksi pada relasi global r. Sebuah predikat P i digunakan untuk menyusun fragmen r i : r i = σ Pi (r) Pembentukan kembali dilakukan dengan menggabungkan seluruh fragment : n R = U r i i=1 Fragmentasi vertikal Fragmentasi vertikal dari r(r) melibatkan beberapa subset R 1, R 2,, R n dari R sedemikian sehingga n U R i = R i=1 Setiap fragment r i dari r didefinisikan sebagai : r i = Π Ri (r) Pembentukan kembali dengan menggunakan join natural : r = r 1 x r 2 x x r n Fragmentasi vertikal dibuat dengan menambahkan atribut khusus yaitu tuple-id, yang merupakan alamat fisik atau logika untuk tupel dan menjadi kunci pada skema. Tetapi tuple-id tidak diperlihatkan ke user. Sistem Manajemen Basis Data 5/12

CONTOH Deposit Branch-name Account-number Customer-name balance Hillside 305 Lowman 500 Hillside 226 Camp 336 Valleyview 117 Camp 205 Valleyview 402 Kahn 10000 Hillside 155 Kahn 62 Valleyview 408 Kahn 1123 Valleyview 639 Green 750 Fragmentasi horizontal deposit 1 = σ branch-name = Hillside (deposit) Branch-name Account-number Customer-name balance Hillside 305 Lowman 500 Hillside 226 Camp 336 Hillside 155 Kahn 62 deposit 2 = σ branch-name = Valleyview (deposit) Branch-name Account-number Customer-name balance Valleyview 117 Camp 205 Valleyview 402 Kahn 10000 Valleyview 408 Kahn 1123 Valleyview 639 Green 750 Fragmentasi vertikal Deposit = Deposit-scheme U tuple-id Branch-name Account-number Customer-name balance Tuple-id Hillside 305 Lowman 500 1 Hillside 226 Camp 336 2 Valleyview 117 Camp 205 3 Valleyview 402 Kahn 10000 4 Hillside 155 Kahn 62 5 Valleyview 408 Kahn 1123 6 Valleyview 639 Green 750 7 Deposit-scheme-3 = (branch-name, customer-name, tuple-id) Deposit-scheme-4 = (account-number, balance, tuple-id) deposit 3 = Π deposit-scheme-3 (deposit ) Branch-name Customer-name Tuple-id Hillside Lowman 1 Hillside Camp 2 Valleyview Camp 3 Valleyview Kahn 4 Hillside Kahn 5 Valleyview Kahn 6 Valleyview Green 7 Sistem Manajemen Basis Data 6/12

deposit 4 = Π deposit-scheme-4 (deposit ) Account-number balance Tuple-id 305 500 1 226 336 2 117 205 3 402 10000 4 155 62 5 408 1123 6 639 750 7 Pembentukan kembalinya Π deposit-scheme (deposit 3 x deposit 4 ) Fragmentasi campuran Terdiri dari : 1. Mengaplikasikan fragmentasi horizontal terhadap fragment vertikal A1 A2 A3 A4 A5 2. Mengaplikasikan fragmentasi vertikal terhadap fragment horizontal A1 A2 A3 A4 A5 Deposit 3a = σ branch-name = Hillside (deposit 3 ) Deposit 3b = σ branch-name = Valleyview (deposit 3 ) Relasi r dibagi ke dalam 3 fragment deposit 3a, deposit 3b dan deposit 4. Masing2 disimpan di site yang berbeda. REPLIKASI Jika relasi r direplikasi, salinan dari relasi r disimpan di 2 atau lebih site. full replication menyimpan salinan di setiap site dari sistem. Fragmen dapat direplikasi. Misal ada sistem terdistribusi terdiri dari S 1, S 2,, S 10. Salinan fragment deposit 3a pada site S 1, S 3 dan S 7. Salinan deposit 3b pada site S 7 dan S 10 dan salinan deposit 4 ada pada site S 2, S 8 dan S 9. Keuntungan dan kerugian dari replikasi Availability : jika satu site yang berisi relasi r gagal, relasi r masih didapat di site yang lain. Sistem dapat melanjutkan proses meskipun satu site mengalami kegagalan. Sistem Manajemen Basis Data 7/12

Meningkatkan parallel : beberapa site dapat memproses query terhadap r secara parallel. Semakin banyak ada replikasi, semakin besar kesempatan data yang dibutuhkan ditemukan pada site dimana transaksi dijalankan. Replikasi data meminimalkan pergerakan data di antara site. Meningkatkan overhead update : sistem harus memastikan bahwa semua replikasi dari relasi r konsisten. Karena kalau tidak, akan terjadi kesalahan komputasi. Di mana pun r di-update, update ini harus disebar ke seluruh site. replikasi meningkatkan kinerja operasi baca dan meningkatkan availability pembacaan data. Transaksi update meningkatkan overhead. Masalah pengontrolan konkurensi update data yang direplikasi semakin kompleks dari pendekatan terpusat. Cara sederhana adalah membuat salinan utama dari r. Misal : di sistem perbankan, rekening dapat dihubungkan dengan site dimana rekening tersebut dibuka. TRANSPARANSI PADA DDBMS Merupakan pemisahan dari semantic level tingkat tinggi dari implementasi level rendah. Atau sistem transparansi menyembunyikan rincian implementasi dari user. Language transparancy fragmentasi replikasi network data independence data lapisan transparansi Tidak mudah dalam menggambarkan tingkat transparansi yang jelas. Dengan adanya transparansi bahasa sebagai lapisan generik, membuat user memiliki akses terhadap data bertingkat tinggi (4 th GL, GUI, akses bahasa natural, dll). Bentuk2 transparansi Data independence Kebebasan data menjadi bentuk dasar transparansi yang terlihat di DBMS. Kebebasan data berarti kekebalan dari aplikasi user untuk mengubah definisi dan organisasi data dan sebaliknya. Definisi data dapat terjadi dalam 2 tahap. Pada satu level, struktur logika dari data dispesifikasikan (schema definition) dan pada level yang lain struktur fisik dari data didefinisikan (physical data description). Ada 2 tipe kebebasan data 1. Kebebasan data secara logic : kekebalan aplikasi user untuk mengubah struktur logika database. Secara umum, jika aplikasi user dioperasikan pada sebuah subset atribut relasi, tidak ada pengaruh yang terjadi jika atribut baru ditambahkan ke relasi yang sama. 2. Kebebasan data secara fisik : berhubungan dengan penyembunyian rincian struktur penyimpanan dari aplikasi user. Saat aplikasi user ditulis, rincian dari Sistem Manajemen Basis Data 8/12

organisasi data secara fisik tidak perlu diperhatikan. Organisasi data apa pun dapat dipakai. Transparansi jaringan/ terdistribusi Dalam sistem terpusat, hanya satu sumber yang dipelihara user yaitu data (sistem penyimpanan). Dalam manajemen DB terdistribusi, ada sumber kedua yagn perlu dipelihara yaitu jaringan. User perlu dilindungi dari detail operasi jaringan. Tidak perlu ada perbedaan antara aplikasi database yang berjalan di DB terpusat dan DB terdistribusi. Akan baik jika memiliki keseragaman dalam operasi yang diakses. Jika ingin mengkopi sebuah file, perintah yang digunakan seharusnya sama untuk pengkopian dalam satu mesin atau antar mesin yang terhubung dengan jaringan. Sayangnya banyak OS untuk jaringan yang belum menyediakan transparansi ini. cp <source file> <target file> ; satu mesin rcp <machine-name:source file> <machine-name:target file> ; mesin berbeda Transparansi lokasi merupakan transparansi terhadap perintah yang bebas digunakan pada lokasi data maupun pada sistem dimana operasi berjalan. Transparansi penamaan (naming tranparancy) berarti nama yang unik diberikan ke setiap objek database. Caranya dengan menambahkan nama lokasi (identifier) sebagai bagian dari nama objek. Sistem yang bertanggungjawab memberikan penamaan terhadap objek agar menjadi unik. Transparansi replikasi Data yang mudah diakses oleh user dapat ditempatkan pada mesin local user seperti mesin user lain dengan akses data yang sama. Jika satu mesin gagal, salinan data masih ada pada lokasi mesin yang lain dalam jaringan. Keputusan direplikasikan atau tidak, dan berapa banyak salinan dari objek database, bergantung pada tingkatan aplikasi user. Tetapi replikasi menyebabkan masalah dalam meng-update DB. Jika apllikasi user berorientasi pada update, sebaiknya tidak perlu ada banyak salinan data. Transparansi fragmentasi Fragmentasi dapat mengurangi efek negatif dari repllikasi. Setiap salinan tidak merupakan salinan penuh tetapi hanya sebuah subset, jadi ruang yang dibutuhkan lebih sedikit dan item data lebih sedikit untuk dipelihara. Saat objek DB difragment, masalah menangani queri user timbul. Masalah menangani strategi memproses queri berdasarkan fragment dibandingkan relasi meskipun query dibuat kemudian. Bentuk translasi ini disebut sebagai query global ke beberapa query fragment. Siapa yang menyediakan transparansi Penyediaan transparansi perlu melihat lapisan transparansi. Ada 3 lapisan transparansi yang berbeda yang dapat saling menguntungkan secara eksklusif dalam penyediaan service meskipun lebih sesuai untuk ditinjau sebagai tambahan. Tanggungjawab dalam menyediakan akses data yang transparan Sistem Manajemen Basis Data 9/12

adalah akses lapisan. Transparansi dimulai dari transparansi bahasa yang menterjemahkan service yang diminta ke operasi yang dibutuhkan. Compiler atau interpreter mengambil alih tugas dan tidak ada service transparan disediakan untuk compiler atau interpreter. Lapis kedua adalah transparansi di level sistem operasi. Penyediaan akses transparan ke sumber daya di level OS diperluas ke distribusi, dimana manajemen jaringan diambil alih oleh OS terdistribusi. Sayangnya tidak semua OS memiliki manajemen jaringan ini. Lapis ketiga ada pada DBMS. DBMS bertindak sebagai operasi yang terintegrasi dan sistem manajemen DB. Yang khas adalah pembuatan DBMS pada komputer generalpurpose yang berjalan di beberapa OS. Pada lingkungan ini, transparansi dan dukungan fungsi DB yang disediakan untuk perancang DBMS sangat minimal dan khas ke operasi dasar untuk menjalankan tugas khusus. DBMS bertanggungjawab untuk membuat semua translasi yang berarti dari OS ke interface user yang lebih tinggi. Sistem Manajemen Basis Data 10/12

CLIENT-SERVER Workstation2 Workstation1 Workstation3 LAN request for data files returned Database file server Gambar 3. File Server Di lingkungan file-server, pemrosesan didistribusikan ke jaringan yang Local Area Network (LAN). File-Server menunjang kebutuhan file dengan aplikasi-aplikasi dan DBMS. Aplikasi dan DBMS bekerja pada masing-masing workstation. Permintaan file dari file-server diilustrasikan pada gambar di atas. File-server bertindak sebagai sebuah drive hard-disk yang dapat dipakai bersama. DBMS pada masing - masing workstation mengirimkan permintaan ke file-server untuk seluruh data yang dibutuhkan DBMS yang disimpan di disk. Contoh : SELECT fname, lname FROM b, staff s WHERE b.bno = s.sno AND b.street = '163 Main St' ; File-server tidak mempunyai pengetahuan SQL, DBMS harus meminta file-file untuk berhubungan dengan relasi Branch dan Staff dari file-server. Sistem Manajemen Basis Data 11/12

Kerugian arsitektur file-server : 1. Adanya lalulintas network. 2. Salinan DBMS dibutuhkan pada masing - masing workstation. 3. Concurency, recovery dan integrity kontrol lebih kompleks karena pada multiple DBMS mengakses file yang dapat dipakai bersama. Referensi 1. Ceri, Stefano & Pelagatti G, Distributed Databases : Principles & Systems, McGraw-Hill, Singapore, 1984 2. Korth, H.F & Siberschatz, Database System Concepts, McGraw-Hill, USA, 1986 3. Öszu, M.T & Valduriez, Principles of Distributed Database Systems, Prentice- Hall,New Jersey, 1991 Sistem Manajemen Basis Data 12/12