Lembar Data Keselamatan ini mengikuti persyaratan peraturan perundangan Republik Indonesia dan mungkin tidak sesuai dengan persyaratan peraturan perundangan di negara lain. 1. IDENTITAS BAHAN DAN PERUSAHAAN Informasi produk Nama dagang : Penggunaan Bahan / Preparat : Insektisida Perusahaan : PT DuPont Agricultural Products Indonesia Beltway Office Park Building A, 5th. Floor, Jalan Ampera Raya No. 9-10, Jakarta 12550, Indonesia Phone : +62 21-780-3150 Telefax : +62 21-780-3502 Nomor telepon darurat : 0-800-140-1288 (bebas pulsa) dan +62-21-2997-8916 2. KOMPOSISI BAHAN Sinonim : B12527036 Komponen Nama kimia No-CAS Konsentrasi Klorantraniliprol 500008-45-7 5 % Bahan-bahan tambahan 95 % 3. IDENTIFIKASI BAHAYA Risiko Beracun untuk organisme air, dapat menyebabkan efek merugikan jangka-panjang dalam lingkungan air. Data keselamatan Gunakan wadah yang sesuai untuk menghindari pencemaran lingkungan. Bahan ini dan atau wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya. 4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) Saran umum Penghirupan Kena kulit : Bawa kemasan produk atau label bersama anda ketika menghubungi Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKer Nas). Badan POM atau dokter, atau untuk mendapatkan perawatan. : Pindahkan korban ke daerah dengan udara segar. Jika tanda-tanda/gejala berlanjut, tangani segera secara medis. Pernapasan buatan dan/atau oksigen mungkin diperlukan. : Tidak ada intervensi khusus karena senyawa mungkin tidak berbahaya. 1/7
Periksakan ke dokter jika perlu. Kena mata Tertelan : Tidak ada intervensi khusus karena senyawa mungkin tidak berbahaya. Biarkan mata terbuka guyur dengan air secara perlahan dan hati-hati selama 15-20 menit. Lepas lensa kontak, jika ada, setelah 5 menit pertama, lalu dilanjutkan membilas mata. Hubungi Sentra Informasi Keracunan Badan POM atau dokter untuk mendapatkan saran penanganan. : Tidak ada intervensi khusus karena senyawa mungkin tidak berbahaya. Periksakan ke dokter jika perlu. 5. TINDAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN Media pemadam yang sesuai Media pemadam yang tidak boleh digunakan karena alasan keselamatan Alat perlindungan khusus bagi petugas pemadam kebakaran Informasi lebih lanjut : Semprotan air, Busa, Bahan kimia kering, Karbon dioksida (CO2) : Semburan air volume besar, (risiko pencemaran) : Jika terjadi kebakaran, pakai alat bantu pernapasan SCBA. Pakai / kenakan alat-alat pelindung penuh / lengkap. : Cegah air pemadam kebakaran mengkontaminasi air permukaan atau sistem air tanah. Kumpulkan air bekas pemadam kebakaran yang tercemar secara terpisah. Air ini tidak boleh dibuang ke saluran pembuangan. Residu kebakaran dan air bekas pemadam kebakaran yang tercemar harus dibuang sesuai dengan peraturan lokal. Kendalikan air limbah. (pada kebakaran kecil) Jika area sudah terbakar dan jika keadaan memungkinkan, biarkan kebakaran berlanjut sampai padam sendiri karena air dapat memperluas daerah yang tercemar. Dinginkan wadah / tangki dengan semprotan air. 6. TINDAKAN TERHADAP TUMPAHAN DAN KEBOCORAN Tindakan pencegahan pribadi Tindakan pencegahan untuk melindungi lingkungan Metode untuk pembersihan : Periksa / ulas bagian 5 dan 7 sebelum melanjutkan membersihkan segala sesuatu. Gunakan alat pelindung diri. : Cegah masuknya bahan ke saluran pembuangan, aliran air, atau daerah rendah. : Sapulah dan sekoplah ke dalam wadah yang sesuai untuk dibuang. Serap / rendam dengan serbuk gergaji, pasir, minyak kering atau bahan penyerap lain. Buang dengan wadah yang disetujui. Nasihat tambahan : Baca label produk untuk mendapatkan petunjuk. Jangan sekali-kali mengembalikan tumpahan ke dalam wadah asli untuk digunakan lagi. Buang sesuai dengan peraturan lokal. 2/7
7. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN BAHAN Penanganan Nasihat penanganan yang aman : Sediakan ventilasi yang memadai. Cuci tangan sebelum waktu istirahat dan segera setelah menangani produk. Lepaskan dan cuci pakaian yang tercemar sebelum dipakai lagi. Nasehat mengenai perlindungan terhadap api dan ledakan : Jauhkan dari panas dan sumber api. Penyimpanan Persyaratan bagi area penyimpanan dan wadah : Dilarang mencemari air, pestisida lain, pupuk, atau makanan di dalam penyimpanan. Simpan di tempat yang sejuk dan gelap. Taati label tindakan pencegahan. Simpan produk di dalam wadah aslinya hanya di lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak dan binatang peliharaan. 8. PENGENDALIAN PEMAJANAN / PERLINDUNGAN DIRI Nilai Ambang Batas Pekerjaan Nama kimia Nilai Ambang Batas Pekerjaan Peraturan Klorantraniliprol AEL * 10 mg/m3 (Debu seluruhnya.) DuPont AEL (2007) AEL * 5 mg/m3 (Debu dapat dihirup.) DuPont AEL (2007) AEL * 10 mg/m3 (Debu seluruhnya.) DuPont AEL (2007) AEL * 5 mg/m3 (Debu dapat dihirup.) DuPont AEL (2007) Metil etil keton TWA 200 ppm US. ACGIH Threshold Limit Values (12 2010) STEL 300 ppm US. ACGIH Threshold Limit Values (12 2010) TWA 200 ppm, 590 mg/m3 Nilai Ambang Batas (NAB) zat kimia di udara tempat kerja, Standar Nasional Indonesia SNI 19-0232-2005 (02 2005) Tindakan rekayasa untuk mengurangi pajanan (paparan) Gunakan hanya dengan ventilasi yang cukup. Alat Pelindung Diri Perlindungan pernapasan : Dimana ada potensi pajanan di udara melebihi batas-batas terapan, gunakan pelindung pernafasan dengan cartridge debu / kabut. 3/7
Pelindung tangan : Bahan: Sarung tangan pelindung Pelindung kulit dan tubuh Tindakan higienis Langkah-langkah perlindungan : Memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan, celemek / rok kerja, sepatu boot atau pakaian kerja tertutup yang sesuai. : Jangan menghirup uap atau kabut semprotan. Cuci tangan dengan sepenuhnya memakai sabun dan air setelah menyentuh dan sebelum makan, minum, mengunyah permen karet atau menggunakan tembakau. : Pengguna akhir dari produk ini harus mengikuti perintah-perintah pada label untuk perlindungan diri bila menggunakan produk ini. Semua pakaian pelindung kimiawi harus diperiksa secara visual sebelum digunakan. Pakaian dan sarung tangan harus diganti jika rusak karena terkena bahan kimia atau jika rusak fisik atau jika terkontaminasi. 9. SIFAT-SIFAT FISIKA DAN KIMIA Bentuk Warna Bau : cairan semi kental : putih : ringan, seperti-alkohol ph : 6.2 Titik nyala : > 100 C Densitas Viskositas, dinamis : 1.036 g/cm3 (20 C) : 570 mpa.s 10. REAKTIFITAS DAN STABILITAS Kondisi yang harus dihindari : Paparan pada kelembaban. Terurai perlahan-lahan jika terpajan pada air Untuk menghindari penguraian termal, jangan memanaskan berlebihan. Dalam kondisi sangat berdebu, bahan ini dapat membentuk campuran yang eksplosif di udara. Tidak ada yang dapat diramalkan dengan akal sehat. Bahan yang harus dihindari Produk berbahaya hasil peruraian Reaksi berbahaya : Tidak ada yang dapat diramalkan dengan akal sehat. : Karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx) : Polimerisasi tidak akan terjadi. Stabil di suhu normal dan di kondisi penyimpanan normal. 11. INFORMASI TOKSIKOLOGI 4/7
Toksisitas oral akut Toksisitas inhalasi akut Toksisitas kulit akut Iritasi kulit : LD50/tikus : > 5,000 mg/kg : LC50/4 h/tikus : > 2.1 mg/l : LD50/tikus : > 5,000 mg/kg : kelinci Hasil: Tidak menyebabkan iritasi kulit Iritasi mata : kelinci Hasil: Tidak menyebabkan iritasi mata Sensitisasi : kelinci percobaan Klasifikasi: Tidak menyebabkan sensitisasi pada hewan percobaan. 12. INFORMASI EKOLOGIS informasi lebih lanjut tentang ekologi Informasi ekologis tambahan : Lihat label produk untuk petunjuk aplikasi tambahan yang berkaitan dengan tindakan pencegahan terhadap lingkungan. 13. PEMBUANGAN LIMBAH Produk : sesuai dengan peraturan lokal dan nasional. Jangan mencemari kolam, saluran air, atau parit dengan bahan kimia atau wadah bekas. 14. INFORMASI PENGANGKUTAN IMDG Nomor UN : 3082 Nama pengiriman yang : Environmentally hazardous substance, liquid, n.o.s. benar (Chlorantraniliprole) Kelas : 9 Kelompok pengemasan : III Nomor Label : 9 Bahan pencemar laut : Ya IATA_C Nomor UN : 3082 Nama pengiriman yang : Environmentally hazardous substance, liquid, n.o.s. benar (Chlorantraniliprole) 5/7
Kelas : 9 Kelompok pengemasan : III Nomor Label : 9MI 15. PERATURAN PERUNDANG - UNDANGAN Informasi peraturan nasional Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep. 187/MEN/1999. Lampiran I - Lembar Data Keselamatan Bahan. Peraturan Menteri Perdagangan No. 44/M-DAG/PER/9/2009 tentang Pengadaan, Distribusi dan Pengawasan Bahan Berbahaya. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1973 Tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan dan Penggunann Pestisida. Indonesian Minister of Agriculture Regulation Number 24/Permentan/SR.140/4/2011 tentang syarat dan tata cara pendaftaran pestisida. Simbol : N Berbahaya untuk lingkungan R - Frasa : R51/53 Beracun untuk organisme air, dapat menyebabkan efek merugikan jangka-panjang dalam lingkungan air. S - frasa : S57 Gunakan wadah yang sesuai untuk menghindari pencemaran lingkungan. S60 Bahan ini dan atau wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya. 16. INFORMASI LAIN Sumber data utama yang digunakan untuk menyusun lembar data: Departemen: PT DuPont Agricultural Products Indonesia Beltway Office Park Building A, 5th. Floor, Jalan Ampera Raya No. 9-10, Jakarta 12550, Indonesia Informasi lebih lanjut: merek dagang terdaftar dari DuPont Perhatikan petunjuk penggunaan pada label. Sebelum menggunakan, bacalah informasi keamanan DuPont. Perubahan signifikan dari versi sebelumnya ditunjukkan dengan palang dua. Informasi yang diberikan dalam Lembar Data Keselamatan ini benar menurut pengetahuan, informasi, dan keyakinan kami pada tanggal penerbitan. Informasi yang diberikan dimaksudkan hanya sebagai pedoman untuk penanganan, penggunaan, pemprosesan, penyimpanan, pengangkutan, pembuangan, dan pemusnahan yang aman dan tidak boleh dianggap sebagai jaminan atau spesifikasi mutu. Informasi di atas hanya menyangkut 6/7
bahan spesifik yang telah ditentukan dan mungkin tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses apa saja atau jika bahan diubah atau diproses kecuali jika dinyatakan secara spesifik dalam tulisan ini. 7/7