JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

dokumen-dokumen yang mirip
Physical conditions of seawater in coastal area can be studied by sampling at several locations. To perform spatial

Physical conditions of seawater in coastal area can be studied by sampling at several locations. To perform

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

1 Peneliti Pusbangja, LAPAN 2 Dosen Statistika, IPB 3 Mahasiswa Statistika, IPB. Abstrak

Jurnal PERIKANAN dan KELAUTAN 14,2 (2009) :

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

METODE INTERPOLASI SPASIAL DALAM STUDI GEOGRAFI (Ulasan Singkat dan Contoh Aplikasinya)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN AKHIR PROGRAM IPTEK BAGI MASYARAKAT (IbM) IbM KELOMPOK NELAYAN BAGAN TANCAP KECAMATAN LEKOK KABUPATEN PASURUAN

JURNAL PEMANFAATAN SUBERDAYA PERIKANAN

INTERPOLASI. Mengapa perlu interpolasi? 12/19/2011 MINGGU 5 : INTERPOLASI. Data yg dapat diinterpolasi

DISTRIBUSI CAHAYA LAMPU DAN TINGKAH LAKU IKAN PADA PROSES PENANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN MALUKU TENGAH. Haruna *)

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gambar 2. Peta Batas DAS Cimadur

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 5 No. 1 : Juni 2015

E-Jurnal Matematika Vol. 4 (1), Januari 2015, pp ISSN:

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas wilayah perairan. Sumberdaya hayati (ikan) merupakan bagian dari sumberdaya alam yang

Balai Diklat Perikanan Banyuwangi

5 PEMBAHASAN 5.1 Proses penangkapan pada bagan rambo

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SIMULASI PENGUKURAN KETEPATAN MODEL VARIOGRAM PADA METODE ORDINARY KRIGING DENGAN TEKNIK JACKKNIFE. Oleh : DEWI SETYA KUSUMAWARDANI

METODE ROBUST KRIGING UNTUK MENGESTIMASI DATA SPASIAL BERPENCILAN

RSNI-3 Rancangan Standar Nasional Indonesia

ANALISIS PERBANDINGAN ESTIMASI CURAH HUJAN DENGAN DATA SATELIT DAN RADAR INTEGRASI DI BALIKPAPAN

PENENTUAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) BERDASARKAN SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN IDI RAYEUK KABUPATEN ACEH TIMUR

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

3 METODOLOGI PENELITIAN

TINGKAT KEMATANGAN GONAD KEPITING BAKAU Scylla paramamosain Estampador DI HUTAN MANGROVE TELUK BUO KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG.

PEMANFAATAN METODE KRIGING UNTUK PERAPATAN DATA SPASIAL RADIASI SURYA KRIGING METHOD UTILIZATION TO DOWNSCALE SPATIAL DATA OF SOLAR RADIATION

Studi ketertarikan ikan di keramba jaring apung terhadap warna cahaya lampu di perairan Sindulang I, Kecamatan Tuminting, Kota Manado

2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Sejarah Penggunaan Cahaya pada Penangkapan Ikan

III. METODOLOGI. 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian

PENENTUAN KARAKTERISTIK HABITAT DAERAH POTENSIAL IKAN PELAGIS KECIL DENGAN PENDEKATAN SPASIAL DI PERAIRAN SINJAI

KAJIAN HUBUNGAN HASIL TANGKAPAN IKAN CAKALANG

ANALISIS KECENDERUNGAN PRODUKSI IKAN PELAGIS KECIL DI PERAIRAN LAUT HALMAHERA TAHUN Adrian A. Boleu & Darius Arkwright

VII. POTENSI LESTARI SUMBERDAYA PERIKANAN TANGKAP. Fokus utama estimasi potensi sumberdaya perikanan tangkap di perairan

SELEKSI UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING TEGAK. (Selection on bait and hook number of vertical line) Oleh:

6 PEMBAHASAN 6.1 Produksi Hasil Tangkapan Yellowfin Tuna

PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI IDW, KRIGING, DAN SPLINE PADA DATA SPASIAL SUHU PERMUKAAN LAUT IHSANUL FAJRI

PENGARUH FENOMENA LA-NINA TERHADAP SUHU PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN KABUPATEN MALANG

VARIABILITY NET PRIMERY PRODUCTIVITY IN INDIAN OCEAN THE WESTERN PART OF SUMATRA

Kesesuaian ukuran soma pajeko dan kapalnya di Labuan Uki Kabupaten Bolaang Mongondow

PENGARUH ATRAKTOR CUMI TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP DI PERAIRAN JEPARA

PENERAPAN METODE ORDINARY KRIGING PADA PENDUGAAN KADAR NO 2 DI UDARA

V. GAMBARAN UMUM PERAIRAN SELAT BALI

PENGARUH SUHU PERMUKAAN LAUT TERHADAP HASIL TAGKAPAN IKAN CAKALANG DI PERAIRAN KOTA BENGKULU

ANALISIS KEBUTUHAN ENERGI UNTUK SEKTOR PERIKANAN DI PROVINSI GORONTALO

Analisa Data Foto Udara untuk DEM dengan Metode TIN, IDW, dan Kriging

Pengumunan terkait revisi Dosen Pengampu dan Materi DPI

SISTEM PENGENALAN PENGUCAPAN HURUF VOKAL DENGAN METODA PENGUKURAN SUDUT BIBIR PADA CITRA 2 DIMENSI ABSTRAK

Pengertian Sistem Informasi Geografis

Study Catches of Decpterus Fish (Decapterus Sp) With The Arrested Purse Seine in Samudera Fishing Port (Pps) Lampulo

BAB III METODOLOGI 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 3.2 Alat dan Bahan

PERBEDAAN PENGGUNAAN INTENSITAS CAHAYA LAMPU TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN SELAT ROSENBERG KABUPATEN MALUKU TENGGARA KEPULAUAN KEI

ANTARA PERAIRAN SELAT MAKASAR DAN LAUT JAWA (110O-120O BT

Kata kunci : LISA, Moran I, Spatial Autocorrelation. Abstract

dari perkembangan teknologi penangkapan ikan di dunia secara keseluruhan. Salah satu bentuk teknologi penangkapan ikan yang dianggap sukses dan

1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

III. BAHAN DAN METODE

5 HASIL 5.1 Kandungan Klorofil-a di Perairan Sibolga

Sp.) DI PERAIRAN TIMUR SULAWESI TENGGARA

BAB II DESKRIPSI (OBJEK PENELITIAN)

BAHAN DAN METODE. Gambar 1 Peta Lokasi Penelitian

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 8. SUPLEMEN PENGINDRAAN JAUH, PEMETAAN, DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)LATIHAN SOAL 8.3.

PERSEMBAHAN. Karya ini dipersembahkan untuk ibu, bapak, dan kakak yang selalu mendoakan dan memotivasiku untuk terus berjuang menyelesaikan skripsi.

Rizqi Agung Wicaksono Zuharnen Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ABSTRACT

Basis data spasial oseanografi: Suhu, salinitas, oksigen terlarut, derajat keasaman, turbiditas, dan kecerahan

Jurnal Penginderaan Jauh Vol. 9 No. 2 Desember 2012 :

SKRIPSI YUANITA ARUM PRIMANINGTYAS

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN

Gambar 5. Peta Lokasi Penelitian

ANALISA HASIL PERBANDINGAN IDENTIFIKASI CORE POINT PADA SIDIK JARI MENGGUNAKAN METODE DIRECTION OF CURVATURE DAN POINCARE INDEX

VARIABILITAS SPASIAL DAN TEMPORAL SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KONSENTRASI KLOROFIL-a MENGGUNAKAN CITRA SATELIT AQUA MODIS DI PERAIRAN SUMATERA BARAT

PENERAPAN METODE BOOTSTRAP RESIDUAL DALAM MENGATASI BIAS PADA PENDUGA PARAMETER ANALISIS REGRESI

EFISIENSI WAKTU PENGISIAN PERBEKALAN TERHADAP WAKTU TAMBAT KAPAL PERIKANAN SONDONG DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) DUMAI PROVINSI RIAU

GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (GWRPCA) PADA PEMODELAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI JAWA TENGAH

ANALISIS SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI MUARA PERANCAK BALI DENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT MULTITEMPORAL

PRODUKTIVITAS PERIKANAN TUNA LONGLINE DI BENOA (STUDI KASUS: PT. PERIKANAN NUSANTARA)

ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN DI PERAIRAN MORODEMAK

STUDI ASPEK PERTUMBUHAN UDANG NENEK (Harpiosquilla raphidea) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

STUDI KONSENTRASI KLOROFIL-A BERDASARKAN TEKNIK PENGINDERAAN JAUH

PREDIKSI JUMLAH PENERIMAAN SISWA SMK SWASTA TAHUN AJARAN 2011/2012

2. TINJAUAN PUSTAKA. pantai utara Pulau Jawa dan timur Teluk Jakarta. Secara geografis teluk tersebut

Pengaruh warna umpan pada hasil tangkapan pancing tonda di perairan Teluk Manado Sulawesi Utara

TEKNIK PENANGKAPAN IKAN PELAGIS BESAR MEMAKAI ALAT TANGKAP FUNAI (MINI POLE AND LINE) DI KWANDANG, KABUPATEN GORONTALO

Pola Sebaran Total Suspended Solid (TSS) di Teluk Jakarta Sebelum dan Sesudah Reklamasi

Analisis Kualitas Interpolasi Terhadap Fitur Statistik pada Citra

ANALISA KEKUATAN TARIK BESI BETON STRUKTUR BETON JEMBATAN WAIHATTU (PERHITUNGAN MANUAL-MINITAB.13)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

ARAHAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH PESISIR UNTUK BUDIDAYA DENGAN MEMANFAATAN CITRA SATELIT DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SEBAGIAN BALI SELATAN

APPLICATION HYPERTEXT MARKUP LANGUAGE TO DESIGN ANCHOVY (Stolephorus spp) FISHERIES SYSTEM INFORMATION IN THE GULF OF BONE

BAB III METODE PENELITIAN

Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang

Abstract. Keywords : Agriculture, GIS, spatial data and non-spatial data, digital map. Abstrak

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Keywords: spatial interpolation, types, the application

Transkripsi:

JURNAL MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN Volume 8, Nomor 2, Oktober 2012 KOMPOSISI KIMIA DAN PEMANFAATAN CACING LAUT SIA SIA YANG DIKONSUMSI MASYARAKAT DI PULAU NUSALAUT MALUKU TENGAH AKURASI METODE KRIGING DALAM INTERPOLASI SEBARAN ILUMINASI CAHAYA LAMPU PADA ALAT BANTU PENANGKAPAN BAGAN NILAI EKONOMI DARI PEMANFAATAN SUMBERDAYA PELAGIS KECIL OLEH NELAYAN PURSE SEINE DI DESA LATUHALAT KELAYAKAN PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN TUNA HAND LINE DI NEGERI TIAL KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH MUSIM DAN PUNCAK MUSIM REPRODUKSI KEPITING BAKAU Scylla serrata PADA EKOSISTEM MANGROVE DESA WAIHERU TELUK AMBON DALAM ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN KOTA AMBON DENGAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT INTRODUCTION THE IMPACTS OF OCEAN ACIDIFICATION AND CLIMATE CHANGE TO INTERTIDAL MARINE GASTROPODS JURUSAN MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON TRITON Vol. 8 No. 2 Hlm. 1-68 Ambon, Oktober 2012 ISSN 1693-6493

10 Akurasi Metode Kriging Dalam Interpolasi AKURASI METODE KRIGING DALAM INTERPOLASI SEBARAN ILUMINASI CAHAYA LAMPU PADA ALAT BANTU PENANGKAPAN BAGAN (Accuracy of Kriging Method in Interpolation Distribution Lamplight Illumination on Lift Net ) Jacobus Bunga Paillin Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura Jl. Mr.Cr. Soplanit, Poka- Ambon Bobby_paillin@yahoo.com ABSTRACT: Interpolation is a method or a mathematical function that assumed value at the location for which data are available. There are several methods commonly used to interpolate among others such as Trend, Spline, Inverse Distance Weighted (IDW) and Kriging. Each of these methods will provide different interpolation results. Kriging method is classified into stochastic estimation where statistical calculations performed to generate interpolation. This method is similar to IDW method which uses linear and weight to estimate values between data samples. The purpose of this study were to determine the accuracy of the kriging method based on the type of approach, the distance and the amount of light in the interpolated distribution of light illumination on the tools catching charts. The data used were the measured light intensity data from a depth of 0 m - 10 m at the surface of the water with a number of different lights (1-5 lights) with digital Lux Underwater INPO 1540. Intensity measurements were made at the center where the lights were at intervals of 1 meter. The results of this study indicated that the results of the statistical calculations, the method kriging with spherical type had the smallest standard deviation value that was equal to 15.3065. Based on distance intervals shown that interval 0.2 m had the smallest standard deviation which was equal to 12.5721. While based on the amount of light interpolation parameters with 1 lamp had the smallest standard deviation which was 15.3065. Keywords : Kriging method, Interpolation distribution, Light illumination, Lift net PENDAHULUAN Usaha penangkapan ikan pada prinsipnya adalah mencari gerombolan ikan yang kemudian dilakukan penangkapan dengan suatu alat purse seine. Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan adalah dengan menggunakan cahaya. Fungsi cahaya di sini adalah sebagai alat pemikat

Jurnal TRITON Volume 8, Nomor 2, Oktober 2012, hal. 10 15 11 ikan untuk datang, khususnya untuk ikan yang bersifat fototaksis positif (Patty, 2010). Pemasangan sumber cahaya diatas jaring akan menyebabkan ikan-ikan yang berfototaksis positif tertarik pada cahaya dan berkumpul di dalam area jaring sehingga akan mempermudah dan mempercepat operasi penangkapan. Awalnya penggunaan cahaya lampu digunakan pada perairan dangkal dengan menggunakan alat tangkap pukat pantai, jaring serok dan pancing. Pada tahun 1953 penggunaan cahaya lampu telah berkembang dengan cepat khususnya pada perikanan bagan, tetapi sekarang tidak terbatas pada perikanan pantai saja tetapi juga perikanan lepas pantai (Ayodhyoa, et.al., 2001). Sebaran cahaya di laut dapat diukur dengan menggunakan alat lux underwater. Kemampuan alat ini cukup baik didalam mengukur sebaran cahaya dilaut secara vertikal, namun setiap alat yang dipakai pasti memiliki keterbatasan. Alat ini dapat mengukur sebaran cahaya di laut hanya beberapa meter saja dalamnya, sehingga untuk menjangkau sebaran cahaya yang lebih dalam lagi perlu dilakukan dengan melakukan interpolasi. Interpolasi adalah suatu metode atau fungsi matematika yang menduga nilai pada lokasi yang datanya tidak tersedia. Interpolasi spasial mengasumsikan bahwa atribut data bersifat kontinyu di dalam ruang (space) dan atribut ini saling berhubungan (dependence) secara spasial (Anderson, 2001 dalam Prasasti, dkk., 2005). Kedua asumsi tersebut mengindikasikan bahwa pendugaan atribut data dapat dilakukan berdasarkan lokasi-lokasi disekitarnya dan nilai pada titik-titik yang berdekatan akan lebih mirip dari pada titik-titik yang terpisah lebih jauh. Sistem Informasi Geografis (SIG) umumnya digunakan untuk mengolah dan menganalisa data secara spasial. Analisa spasial dalam bentuk format vektor maupun raster, memerlukan data yang meliputi studi area. Oleh sebab itu, proses interpolasi perlu dilaksanakan untuk mendapatkan nilai diantara titik sampel (Pramono, 2008). Ada beberapa metode yang biasa digunakan untuk melakukan interpolasi antara lain Trend, Spline, Inverse Distance Weighted (IDW) dan Kriging. Setiap metode ini akan memberikan hasil interpolasi yang berbeda. Metode Kriging digolongkan dalam estimasi stochastic dimana perhitungan statistic dilakukan untuk menghasilkan interpolasi. Metode ini mirip dengan metode IDW dimana menggunakan linear dan weight untuk memperkirakan nilai diantara sampel data. Asumsi dari metode ini adalah jarak dan orientasi antara sampel data menunjukkan korelasi spasial yang penting dalam hasil interpolasi (ESRI, 1996). Metode ini sangat banyak menggunakan sistem komputer dalam perhitungan. Kecepatan perhitungan tergantung dari banyaknya sampel data yang digunakan dan cakupan wilayah yang diperhitungkan. Penelitian ini hanya difokuskan pada penggunaan metode kriging dalam interpolasi sebaran iluminasi cahaya lampu pada alat bantu penangkapan bagan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui akurasi dari metode kriging berdasarkan pendekatan tipe, jarak dan jumlah lampu dalam interpolasi sebaran iluminasi cahaya lampu pada alat bantu penangkapan bagan. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menyajikan informasi tentang akurasi metode kriging dalam interpolasi sebaran iluminasi cahaya lampu pada alat bantu penangkapan bagan.

12 Akurasi Metode Kriging Dalam Interpolasi METODE PENELITIAN Data yang digunakan adalah data intensitas cahaya yang diukur dari kedalaman 0 m 10 m pada permukaan perairan dengan jumlah lampu yang berbeda-beda (1-5 lampu) dengan digital Lux Underwater Inpo 1540. Pengukuran intensitas dilakukan pada bagian tengah dimana lampu berada dengan interval jarak 1 meter.data hasil pengukuran tersebut kemudian diproses dengan menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu Arcview 3.3 dari Environmental Systems Research Institute (ESRI). Untuk melakukan interpolasi digunakan ekstensi Spatial Analyst versi 2.0 dengan sistem operasi Windows 7 pada komputer berbasis Intel Core 2 Duo dengan kecepatan 2.20 GHz dan kapasitas memori 4 Gigabyte. HASIL DAN PEMBAHASAN Parameter Tipe Metode kriging merupakan suatu metode yang memerlukan hitungan statistik dari setiap sampel data. Perhitungan statistik ini dilakukan dengan membuat semivariogram. Metode ini dapat dilakukan dengan 5 pendekatanyaituspherical, circular, exponential, gaussian dan linier (ESRI, 1999). Std : 15,3065 Std: 15,3088 Std: 21,0424 Std: 21,0753 Std: 15,3117 Gambar 1. Pola Sebaran Iluminasi Cahaya Lampu Berdasarkan Pendekatan Tipe

Jurnal TRITON Volume 8, Nomor 2, Oktober 2012, hal. 10 15 13 Hasil interpolasi kriging dengan tipe berbeda (Gambar 1) menunjukkan bahwa hasil pengukuran distribusi vertikal cahaya mengalami penurunan sejalan dengan menurunnya kedalaman perairan. Pola sebaran iluminasi cahaya dari setiap tipe yang digunakan bervariasi, dimana cahaya tersebar mulai dari kedalaman 0 meter hingga kedalaman 15 meter. Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa untuk tipe spherical memiliki nilai standar deviasi 15,3065, tipe circular nilainya sebesar 15,3088, tipe exponential 21,0424, tipe Gaussian sebesar 21,0753 dan tipe linier nilai standar deviasinya sebesar 15,3117. Berdasarkan hasil perhitungan statistik tersebut, metode kriging dengan tipe spherical memiliki nilai standar deviasi terkecil. Ini berarti bahwa tipe spherical lebih layak dipergunakan dalam interpolasi sebaran iluminasi cahaya lampu karena hasil interpolasinya lebih mendekati sampel data. Parameter Interval Interval jarak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,2 m, 0,4 m, 0,6 m, 0,8 m, dan 1 m. Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa kelima interval tersebut memiliki nilai standar deviasi yang tidak berbeda jauh (Gambar 2). Std: 12,5721 Std: 14,0336 Std: 12,7563 Std: 15,0300 Std: 15,3065 Gambar 2. Pola Sebaran Iluminasi Cahaya Berdasarkan Pendekatan Interval Jarak

14 Akurasi Metode Kriging Dalam Interpolasi Interpolasi dengan interval 0,2 meter memiliki standar deviasi sebesar 12,571, interval 0,4 meter standar deviasi sebesar 14,0336, interval 0,6 meter standar deviasi sebesar 12,7563, interval 0,8 meter standar deviasi sebesar 15,0300 dan untuk interval 1 meter standar deviasinya sebesar 15,3065. Berdasarkan hasil tersebut, interval 0,2 meter memiliki standar deviasi terkecil yang menunjukkan bahwa interpolasi dengan interval 0,2 meter lebih mirip sampel data. Hal ini disebabkan karena interval 0,2 meter penyimpangannya lebih kecil dibandingkan dengan interval-interval yang lain. Parameter Jumlah Lampu Jumlah lampu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 hingga 5 buah lampu. Pola sebaran iluminasi cahaya melalui pendekatan penambahan jumlah lampu terlihat bervariasi (Gambar 3). Std: 15,3065 Std: 61,7972 Std: 61,5373 Std: 59,9589 Std: 74,3122 Gambar 3. Pola Sebaran Iluminasi Cahaya Lampu Berdasarkan Penambahan Jumlah Lampu Hasil perhitungan statistik menunjukkan bahwa interpolasi dengan 1 lampu memiliki standar deviasi terkecil yaitu 15,3065. Interpolasi dengan penambahan 2 lampu, 3 lampu, 4 lampu dan 5 lampu memiliki standar deviasi yang tidak terlalu berbeda jauh masing-masing sebesar 61,7972 (2 lampu), 61,5373 (3 lampu),

Jurnal TRITON Volume 8, Nomor 2, Oktober 2012, hal. 10 15 15 59,9589 (4 lampu) dan 74,3122 (5 lampu). Bila dilihat dari hasil pengukuran dilapangan, nilai yang dihasilkan dari penggunaan 1 lampu sampai dengan 5 lampu relatif sama. Kecilnya standar deviasi dari penggunaan 1 lampu diduga karena 1 lampu cahayanya lebih fokus masuk ke perairan dalam arti bahwa cahaya yang dipancarkan ke perairan tidak terhalang oleh cahaya-cahaya dari lampu-lampu yang lain. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode interpolasi kriging dengan opsi interval 0,2 meter, tipe spherical, dapat digunakan untuk proses interpolasi karena menghasilkan sebaran data yang mendekati kisaran sampel data. Adapun saran yang dapat disampaikan yaitu perlu dilakukan perbandingan akurasi metode kriging dengan metode interpolasi lainnya seperti Inverse Distance Wight (IDW). DAFTAR PUSTAKA Ayodhyoa, A. U, A. Purbayanto, Sudirman, dan Baskoro. 2001. Light Fishing in Indonesia : In Fishing Technology Manual Series 1. Light Fishing in Japan and Indonesia. The JSPS-DGHE International Workshop. Published by TUF JSPS International, Tokyo University of Fisheries Vol, 11. ISBN: 4925135 11-2). Esri., 1996. Using the Arcview Spatial Analyst. Redlands, Enviromental Systems Research Institute, Inc. Esri., 1999. ArcView Help. Redlands, Enviromental Systems Research Institute, Inc. Patty, W., 2010. Analisa Sebaran Iluminasi Cahaya Petromaks Dengan Perlakuan Bertudung Dan Tanpa Tudung. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. Vol. VI-3 Desember 2010. Hal 156-159. Pramono, G. H., 2008. Akurasi Metode IDW dan Kriging untuk Interpolasi Sebaran Sedimen Tersuspensi di Maros Sulawesi Selatan. Forum Geografi. Vol. 22, No. 1, Juli 2008. Hal. 145-158. Prasasti, I. H. Wijayanto, Maulana., 2005. Analisis Penerapan Metode Kriging dan Invers Distance pada Interpolasi Data Dugaan Suhu, Air Mampu Curah (AMC) dan Indeks Stabilitas Atmosfer (ISA) dari Data NOAA-TOVS. Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV. Pemanfaatan Efektif Penginderaan Jauh Untuk Peningkatan Kesejahteraan Bangsa. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.