Gambar 2. Enclosed Ground Flare

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

LAPORAN INSPEKSI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK PLTU BANTEN 1 X 660 MW (PT. LESTARI BANTEN ENERGI) 27 FEBRUARI - 1 MARET 2017

Makalah Seminar Kerja Praktik APLIKASI DCS HARMONAS DEO UNTUK OTOMATISASI MEDIAFILTER PT.AZBIL BERCA INDONESIA

Session 11 Steam Turbine Protection

BAB III PERANCANGAN 3.1. PERANCANGAN SISTEM KONTROL

VIII Sistem Kendali Proses 7.1

Pratama Akbar Jurusan Teknik Sistem Perkapalan FTK ITS

Pertemuan-1: Pengenalan Dasar Sistem Kontrol

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Integrasi PLC S7 Lite 300 dan DCS Centum CS 3000 Untuk Sistem Kontrol Aliran Uadara Melalui Control Valve

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 3 METODOLOGI PENGUJIAN

BAB II RESISTANCE TEMPERATURE DETECTOR. besaran suatu temperatur/suhu dengan menggunakan elemen sensitif dari kawat

Bab I Pendahuluan Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I-1

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN. jumlah banyak, mudah dibawa dan bersih. Untuk bahan bakar motor gasoline. mungkin belum dapat memenuhi persyaratan pasaran.

Pengolahan Kantong Plastik Jenis Kresek Menjadi Bahan Bakar Menggunakan Proses Pirolisis

Pengoperasian pltu. Simple, Inspiring, Performing,

BAB 1 PENDAHULUAN. tersebut merupakan kebutuhan yang esensial bagi keberlangsungan hidup

BAB I PENDAHULUAN. Penyusunan tugas akhir ini terinspirasi berawal dari terjadinya kerusakan

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

Sistem Utama sebuah Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)

SISTEM KENDALI DIGITAL

BAB III METODE PENELITIAN. Sebelum pengambilan data dimulai, turbin gas dioperasikan sampai dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SIMULASI

1. Bagian Utama Boiler

PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM BOILER

BAB 1 KONSEP KENDALI DAN TERMINOLOGI

PENGOLAHAN LIMBAH KANTONG PLASTIK JENIS KRESEK MENJADI BAHAN BAKAR MENGGUNAKAN PROSES PIROLISIS

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN DCS PADA ROTARY DRYER UNTUK PENGERINGAN PETAI CINA

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB II KONSEP DASAR SISTEM PENGISIAN ULANG AIR MINUM

SESSION 12 POWER PLANT OPERATION

GLOSSARY STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN ENERGI BARU DAN TERBARUKAN

MODUL V-B PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS

ANALISIS PENCAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM - PERTAMAX TERHADAP KINERJA MESIN KONVENSIONAL

Gambar 1.1. Proses kerja dalam PLTU

Prinsip kerja PLTG dapat dijelaskan melalui gambar dibawah ini : Gambar 1.1. Skema PLTG

BAB III LANDASAN TEORI

DAFTAR SNI PRODUK/PERALATAN SUB BIDANG MINYAK DAN GAS BUMI

PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS

Analisis Kegagalan isolasi Minyak Trafo jenis energol baru dan lama dengan minyak pelumas

BAB I PENDAHULUAN. Dalam proses PLTU dibutuhkan fresh water yang di dapat dari proses

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. yang aman, andal dan ekonomis, maka diperlukan beberapa komponen penyusun

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR DENGAN RADIATOR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KINERJA MESIN BENSIN

ANALISIS SISTEM KONTROL PADA HIGH TEMPERATURE FLARE SYSTEM 60.0 DI JOINT OPERATING BODY PERTAMINA PETROCHINA EAST JAVA (JOB P- PEJ)

PT. DELTA REKAPRIMA SAKTI INDUSTRIAL AUTOMATION AND ROBOTIC SYSTEMS

Rancang Bangun Pembangkit Listrik dengan Sistem Konversi Energi Panas Laut (OTEC)

Makalah Seminar Kerja Praktek ANALISA SISTEM FLOW CONTROL amdea DI CO 2 REMOVAL PLANT SUBANG

BAB II LANDASAN TEORI

Presentasi Tugas Akhir Bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan Jurusan Teknik Elektro - ITS

Makalah Seminar Kerja Praktek Distributed Control Sistem (DCS) dan Sistem Kontrol pada CO 2 Removal Plant

Instrumentasi dan Pengendalian Proses

MITIGASI DAMPAK KEBAKARAN

Oleh Ir. Najamudin, MT Dosen Universitas Bandar Lampung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

LAPORAN TUGAS AKHIR PENURUNAN KADAR AIR BAHAN MATERIAL DENGAN ROTARY DRYER SISTEM COUNTER CURRENT

BAB I PENDAHULUAN.

Makalah Seminar Kerja Praktek

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS (PLTG)

PERTAMINA SIAP IMPOR BBM TIDAK LEWAT TRADER DPR MINTA BPK PERIKSA PETRAL

Bab IV Hasil dan Pembahasan

PRESSURE CONTROL INTERFACE SYSTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PANAS BUMI CHEVRON GEOTHERMAL INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. di pabrik, kebutuhan peralatan kantor, peralatan rumah tangga, traffic light, dan

Generation Of Electricity

Makalah Seminar Kerja Praktek SISTEM CONTROL VALVE PADA AFTERCOOLER (E-103) DI PT. GEO DIPA ENERGI UNIT DIENG. Jl. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang

3 KARAKTERISTIK LOKASI DAN PERALATAN YANG DIGUNAKAN UNTUK PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

K3 KEBAKARAN. Pelatihan AK3 Umum

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2.10 Caesar II. 5.10Pipe Strees Analysis

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III DATA DESAIN DAN HASIL INSPEKSI

RANCANG BANGUN SISTEM SIMULASI PENDINGIN MESIN SECARA OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER AVR ATmega128L TUGAS AKHIR

Tujuan Pembelajaran. Saat kuselesaikan bab ini, kuingin dapat melakukan hal-hal berikut.

BAB I PENDAHULUAN. maupun dunia industri, dapat menimbulkan kecelakaan bagi manusia dan

BAB III LANDASAN TEORI

No. Karakteristik Nilai 1 Massa jenis (kg/l) 0, NKA (kj/kg) 42085,263

III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Kiswanto, Teguh Sulistyo, Muhammad Taufiq, Yuyut S

Tujuan Pengendalian 1. Keamanan (safety) 2. Batasan Operasional (Operability) 3. Ekonomi Pengendalian keamanan (safety) reaktor eksotermis isu-isu lin

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. modern ini, Indonesia sudah banyak mengembangkan kegiatan pendirian unit -

BAB 1 PENDAHULUAN. Pemanfaatan potensi..., Andiek Bagus Wibowo, FT UI, Universitas Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. ke tahun pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB II TINJAUAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN

KINERJA GENSET TYPE EC 1500a MENGGUNAKAN BAHAN PREMIUM DAN LPG PENGARUHNYA TERHADAP TEGANGAN YANG DIHASILKAN

PENGARUH PEMANASAN BAHAN BAKAR PERTALITE TERHADAP TORSI

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

OFFSITE FACILITIES 1. Flare System Flare system adalah sistem pembuangan gas berlebih hasil proses refinery minyak bumi yang bertujuan untuk mengurangi kelebihan gas agar tidak keluar ke atmosfer. Jenis-Jenis Flare System: 1. Elevated Flare System Gambar 1. Elevated Flare System 2. Enclosed Ground Flare System Flare system terdiri dari : 1. Pipa 2. Knockout Drum 3. Water Sear 4. Burner dan flare stack 5. Gas pilot dan ignitor 6. Steam injector 7. Flare Stack Gambar 2. Enclosed Ground Flare

2. Interconnecting Pipeline Interconneting pipeline merupakan jaringan pipa yang berfungsi mengalirkan fluida bertekanan. Jaringan pipa yang digunakan untuk mentransport hidrokarbon sebagian besar menggunakan pipa baja. Adapun standarnya mengikuti stnadar American Petroleum Institute (API 1994, 2000), the American Society of Mechanical Engineers (ASME), the American National Standards Institute (ANSI), and the American Society of Testing Materials (ASTM). 2.1 Tipe Pemipaan a. Flowline Flowline digunakan memindahkan crude oil dari sumur(well) ke penampungan(storage). Pada umumnya berdiameter kecil(2-4 inch) dengan tekanan operasi rendah. b. Crude Trunk line Crude Trunk line diguanakan untuk memindahkan crude oil dari pusat penampungan ke fasilitas refinery. Crude Trunk line beroperasi pada tekanan lebih tinggi dibandingkan dengan Flowline dengan diameter 6 inch 4 kaki. c. Product Pipeline Product Pipeline digunakan untuk mengalirkan hasil olahan crude oil dari refinery ke penampungan(produk akhir). Contoh pipeline oil refinery :

3. Storage Tank & Pump 3.1 Storage Tank Storage Tank merupakan tempat untuk menampung crude oil dan hasil olahanya. Storage Tank Storage Tank Contoh Storage Tank :

3.2 Pump Sistem pompa pada oil refinery difungsikan untuk membantu mengalirkan crude oil dan hasil olahanya dari pipeline ke storage. Pompa diletakan disetiap pipeline sebelum ke penampungan. Contoh-Contoh Pompo :

4. Mogas Blending Plant Motor gasoline(mogas) adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Warna kuning tersebut akibat adanya zat pewarna tambahan (dye). Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti : mobil, sepeda motor, motor tempel dan lain-lain. Bahan bakar ini sering juga disebut premium atau petrol. Mogas diproduksi dari crude oil dengan cara destilasi pada suhu antara 35 C dan 215 C. Motor gasoline may include additives, oxygenates and octane enhancers, including lead compounds such as TEL (Tetraethyl lead) and TML (tetramethyl lead). Tabel 1. Spesifikasi Teknik(www.pertamina.com) Blending Plant merupakan fasilitas yang memiliki kemampuan me-refainery dan menghasilkan produk akhir mogas melaui mechanical blending atau oxygenation blending.

SUPPORT FACILITIES 1. Electrical Distribution System Suplai energy listrik berasal dari pembangkitan energi listrik dengan PLTU, PLTD atau PLTG. Ada tiga bagian utama dalam distribusi energy listrik dalam oil refenary yaitu : Pembangkitan, Transmisi, dan Distribusi sebagai man terlihat pada gambar di bawah ini : Pembangkitan Transmisi Distribusi

2. Distributed Control System Distributed Control System adalah sebuah system kontrol yang biasanya digunakan pada sistem manufacturing atau proses, dimana elemen controller tidak berada pada sentral sistem (sebagai pusat) tetapi tersebar di sistem dengan komponen subsistem di bawah kendali satu atau lebih controller. DCS dihubungkan ke sensor dan actuator. DCS terdiri dari : a. Operator console Alat ini mirip monitor komputer. Digunakan untuk memberikan informasi umpan balik tentang apa yang sedang dikerjakan atau dilakukan dalam pabrik, selain itu juga bisa menampilkan perintah yang diberikan pada sistem kontrol. Melalui konsol ini juga, operator memberikan perintah pada instrumen-instrumen di lapangan. b. Engineering station Engineering station adalah stasion-satationuntuk para teknisi yang digunakan untuk mengkonfigurasi sistem dan juga mengimplementasi algoritma pengontrolan. c. History module Alat ini mirip dengan harddisk pada komputer. Alat ini digunakan untuk menyimpan konfigurasi dc dan juga konfigurasi semua titik di pabrik. Alat ini juga bisa digunakan untuk menyimpan berkas-berkas grafik yang ditampilkan di konsol dan banyak sistem saat ini mampu menyimpan data-data operasional pabrik. d. Data historian Biasanya berupa perangkat lunak yang digunakan untuk menyimpan variabel 2 proses, set point dan nilai-nilai keluaran. Perangkat lunak ini memiliki kemammpuan laju scan yang tinggi dibandingkan history module. e. Control modules Ini seperti otaknya dcs. Disinilah fungsi-fungsi kontrol dijalankan, seperti kontrol pid, kontrol pembandingan, kontrol rasio, operasi-operasi aritmatika sederhana maupun kompensasi dinamik. Saat ini sudah ada peralatan modul kontrol yang lebih canggih dengan kemampuan yang lebih luas. f. I/O Bagian ini digunakan untuk menangani masukan dan luaran dari dcs. Masukan dan luaran tersebut bisa analog, bisa juga digital. Masukan/luaran digital seperti sinyal-sinyal on/off atau start/stop. Kebanyakan dari pengukuran proses dan luaran terkontrol merupakan jenis analog. Semua elemen tersebut terhubung dalam satu jaringan.

Contoh DCS :

3. Fire Protection System Fire Protection System merupakan sistem keselamatan dari resiko kecelakaan yang disebabkan oleh api. Fire Protection System terbagi dalam dua jenis yaitu sistem aktif dan pasif. 3.1 Active Fire Protection System Active Fire Protection System adalah sistem yang memerlukan beberapa bentuk intervensi atau aktivasi sebelum system tersebut dapat bekerja dalam mengisolasi api dan panas. Media : air, busa(recommended), gas inert, bubuk kimia dan gas halon. 3.2 Passive Fire Protection System Passive Fire Protection System adalah sistem yang tidak memerlukan beberapa bentuk intervensi atau aktivasi sebelum system tersebut dapat bekerja dalam mengisolasi api dan panas. Media : mortar, intumescent coating, sublimation coating, mineral fibre matting, dan tanah. Contoh-Contoh Fire Protection : 4. Safety & Environmental - Sistem Keselamatan Sistem keselamatan dimaksudkan meminimalisir risiko kerja dengan menerapkan Manajemen Risiko - Perlengkapan Keselamatan : Canister Mask, Hand Gloves, Face Shield, Goggles, Ear Protection, Safety Torch, Dust Musk, Water Gel.