PENGARUH PENDEKATAN SAVI

dokumen-dokumen yang mirip
PENGARUH PENDEKATAN SAVI

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION

PENGARUH PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRING MINDS WANT TO KNOW (IMWK)

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

PENGARUH PENERAPAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK SISWA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

JURNAL PENDIDIKAN BIOLOGI

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DITINJAU DARI KEMAMPUAN AKADEMIK SISWA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE (5E) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS BIOLOGI SISWA KELAS X SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN LISTENING TEAM

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Bung Hatta

RIDA BAKTI PRATIWI K

PENGARUH MODEL GUIDED INQUIRY DISERTAI FISHBONE DIAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

1) Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret 2) Dosen Prodi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sebelas Maret

SKRIPSI. Oleh: UMI NURJANNAH K

JURNAL ILMIAH KOHESI Vol. 1 No. 2 Juli 2017

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR DITINJAU DARI MINAT BELAJAR SISWA SMA N 2 KARANGANYAR

PERBEDAAN PENGARUH ANTARA MODEL KOOPERATIF TIPE TPS DAN STAD TERHADAP HASIL BELAJAR IPS

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INSTAD TERHADAP METAKOGNISI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF BIOLOGI SISWA SMA BATIK 1 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Citra Yunita dan Khairul Amdani Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRING MINDS WANT TO KNOW TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK

PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MTs

HASIL BELAJAR BIOLOGI MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN AKTIF QUESTION STUDENT HAVE

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 15 KOTA TASIKMALAYA JURNAL

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE

MODEL KOOPERATIF STAD BERBASIS PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA ARTIKEL. Oleh

MODEL INQUIRY TRAINING DENGAN SETTING KOOPERATIF DALAM PEMBELAJARAN IPA-FISIKA DI SMP

Siva Fauziah, Purwati Kuswarini Suprapto, Endang Surahman

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE LEARNING TOURNAMENT PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 15 PADANG

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 8 KOTA TASIKMALAYA JURNAL

PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH

MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN ANALISIS WACANA ISU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII 4 SMP NEGERI 1 MAKASSAR

THE INFLUENCE OF THE INPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE MAKE A MATCH TOWARD STUDENTS MATHEMATICAL COCEPTUAL UNDERSTANDING

PENERAPAN KETRAMPILAN PROSES SAINS MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE PADA PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

PENERAPAN INTEGRASI SINTAKS INKUIRI DAN STAD (INSTAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VII-D SMPN 27 SURAKARTA

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN GUIDED INQUIRY

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DISERTAI MEDIA CARD SORT DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

WHELLY YULIANA K

Millathina Puji Utami et al., Model Pembelajaran Children Learning in Science (CLIS)...

Risaftia Andini 1, Johni Azmi 2, Jimmi Copriady 2 No.

(The Influence of Creative Problem Solving Learning Model by Video Media to The Student Achievement on The Material Environmental Pollution.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS

ISSN: Volume 3, Nomor 1

ARTIKEL PENELITIAN OLEH: HELMI SUSANTI

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENGARUH PENERAPAN QUANTUM LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X SMA NEGERI 4 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika STKIP PGRI Sumatera Barat 2

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization terhadap Minat Belajar Biologi Siswa pada Materi Pteridophyta di SMAN 39 Jakarta

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE QUESTION STUDENT HAVE (QSH) PADA KONSEP EKOSISTEM DI KELAS VII SMP NEGERI 5 TASIKMALAYA JURNAL

MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY (GD) DISERTAI MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) DI SMP

PENGARUH PENDEKATAN SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL) MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

(The Influence of Cooperative Learning Model Teams Games Tournament Type to The Student Learning Result on Human Excretion System)

(The Influence of Cooperative Learning Model Type of Question Student Have toward Students Learning Achievement on Excretion System Subject) ABSTRACT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN TEKNIK PROBING-PROMPTING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN TGT (Team Games Tournament) YANG DILENGKAPI DENGAN MEDIA POWER POINT DAN DESTINASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR

ABSTRAK

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing disertai diskusi dalam Pembelajaran Fisika Kelas VII di SMP

Sariyani, Purwati Kuswarini, Diana Hernawati ABSTRACT

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP KARTIKA 1-7 PADANG ARTIKEL OLEH: ZUMRATUN HASANAH

PENERAPAN STRATEGI BELAJAR AKTIF LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ)

ARTIKEL. Oleh : RINI MELIA SARI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) DISERTAI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA FISIKA SMP ARTIKEL.

Oleh: Via Vandella*, Yulia Haryono**, Alfi Yunita**

ABSTRAK. Kata kunci: Kooperatif, Numbered Heads Together, Student Team Achievement Division, hasil belajar

PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI SMA

Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember Abstract

* Keperluan korespondensi, Telp: ,

VIDEO UJI KADAR TIMBAL PADA DAUN MAHONI SEBAGAI MEDIA BELAJAR PADA POKOK BAHASAN PENCEMARAN UDARA DI SMA NEGERI 2 KARANGANYAR

Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia 5 (2009): PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE KELOMPOK BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 25 PADANG

PENGARUH PENERAPAN TEKNIK BERKIRIM SALAM DAN SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMPN 3 LEMBAH GUMANTI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BAB I PENDAHULUAN. salah satu bidang pembangunan yang dapat perhatian serius dari pemerintah.

1. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum 2016

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DEVISION (STAD) DISERTAI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP

Pendidikan Biologi Volume 4, Nomor 2 Mei 2012 Halaman 44-52

Citra Yunita dan Khairul Amdani Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Unimed

PEMBERIAN MATERI PRASYARAT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDOKS DI KELAS X SMA NEGERI 4 PEKANBARU

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KOMBINASI STAD DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS USB SAGULUNG BATAM

Rahayu Siti Fatonah, Purwati Kuswarini Suprapto, Romy Faisal Mustofa

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENERAPAN METODE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMPN 1 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG

EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN MURDER TERHADAP PARTISIPASI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA SMA NEGERI 1 GOMBONG PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI

Sriningsih Program Studi Pendidikan Akuntansi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya,

Wardah Fajar Hani, 2) Indrawati, 2) Subiki 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika. Dosen Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember

YASIR SIDIQ K

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DITINJAU DARI AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP, UNS, Surakarta

Transkripsi:

Pendidikan Biologi Volume 5, Nomor 1 Januari 2013 Halaman 1-14 PENGARUH PENDEKATAN SAVI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 14 SURAKARTA THE INFLUENCE SAVI APPROACH APPLICATION USING STAD TYPE OF COOPERATIVE LEARNING MODEL ON LEARNING ACHIEVEMENT IN THE VII GRADERS OF SMP NEGERI 14 SURAKARTA Tutik Fitri Wijayanti 1), Baskoro Adi Prayitno 2), dan Marjono 3) 1) Pendidikan Biologi FKIP UNS, Email: tutikfitri@ymail.com 2) Pendidikan Biologi FKIP UNS, Email: baskoro_ap@uns.ac.id 3) Pendidikan Biologi FKIP UNS, Email: marjono@yahoo.com ABSTRACT This research aims to find out the influence of SAVI approach using STAD type of cooperative learning model on learning achievement in the VII graders Junior High School of 14 Surakarta. This research belonged to a quasi-experiment with quantitative approach. The research was designed using posttest only non-equivalent control group design by applying SAVI approach with STAD type of cooperative learning for experiment class and using conventional learning approach with lecture and demonstration methods for control class. The population of research was all 7 th graders Junior High School of 14 Surakarta in the school year of 2011/2012. The sample of research was the VII C graders as experiment group and VII B graders as control group. The sampling technique used was cluster random sampling. Technique of collecting data used was objective test, observation test, and school document. The hypothesis testing was conducted using t-test. The data analyzed by Minitab version 16 program help at 5% significance. The hypothesis result of the influence of SAVI approach with STAD type of cooperative learning results p-value < 0,05, so there is affects SAVI approach with STAD type of cooperative learning on the learning achievement in the VII graders Junior High School of 14 Surakarta. Keywords: SAVI approach, STAD, Learning Achievement. PENDAHULUAN Biologi merupakan bagian dari sains yang mempelajari tentang makhluk hidup dan lingkungannya. Biologi sebagai bagian dari sains terdiri dari aspek produk, proses, dan sikap. Aspek produk biologi terdiri atas fakta, konsep, prinsip, dan teori yang berkaitan dengan kehidupan makhluk hidup beserta interaksi dengan lingkungannya. Aspek proses adalah proses yang digunakan untuk menemukan produk sains. Aspek proses biologi berupa keterampilan proses

2 Pendidikan Biologi Vol. 5, No. 1, hal 1-14 sains meliputi aspek mengamati dengan indera, mengelompokkan, menerapkan konsep atau prinsip, menggunakan alat dan bahan, berkomunikasi, merumuskan hipotesis, menafsirkan data, melakukan percobaan, dan mengajukan pertanyaan. Sikap adalah karakter ilmiah yang muncul setelah siswa mempelajari biologi. Sikap yang diperoleh berupa sikap jujur, tanggung jawab, dan teliti. Pembelajaran biologi yang menekankan pada aspek proses menuntut siswa harus belajar secara konstruktivisme untuk membangun konsep biologi secara mandiri. Konsep yang ditemukan secara mandiri akan membuat siswa lebih paham dan mengingat materi lebih lama dibandingkan dengan sekedar menghafal konsep. Menemukan konsep pada pembelajaran biologi membuat siswa lebih aktif tanpa harus bergantung pada guru. Pembelajaran yang seperti ini tentu akan menghasilkan prestasi belajar yang lebih maksimal dan efektif dibandingkan pembelajaran biologi yang hanya mengacu pada aspek produk saja. Sudjana (2008) menyatakan, hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki seorang siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Hal ini sangat mendukung pada penjelasan di atas yang menyatakan bahwa belajar biologi diperlukan adanya pengalaman belajar dari siswa. Pengalaman inilah yang benar-benar dibutuhkan oleh siswa untuk mencapai hasil pembelajaran biologi sesuai hakikat biologi sebagai sains. Chotimah (2007) juga menjelaskan adanya permasalahan dalam pembelajaran biologi yang bersifat teacher centered. Pembelajaran yang seperti ini dipandang kurang efektif karena kurang melibatkan pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak secara kritis, kurang dapat mengembangkan kemampuan berkolaborasi dalam proses belajar, peserta didik kurang termotivasi dan kurang bertanggungjawab terhadap proses belajar. Silberman (2009: 2) mengemukakan bahwa siswa yang mendengarkan tanpa berpikir rata-rata dapat mendengar 400-500 kata per menit. Ketika mendengarkan secara terus menerus selama waktu tertentu pada seorang guru yang sedang bicara empat kali lebih lamban, siswa

Tutik Fitri Wijayanti Pengaruh Pendekatan SAVI Melalui Model 3 cenderung bosan, dan pikiran mereka akan melayang kemana-mana. Permasalahan-permasalahan di atas juga terjadi pada SMPN 14 Surakarta. Hasil observasi yang penulis lakukan, terdapat permasalahan pembelajaran biologi yang harus ditangani misalnya: (1) pembelajaran Biologi di SMPN 14 Surakarta masih terorientasi pada aspek produk, (2) pembelajaran Biologi masih bersifat teacher centered, (3) cara belajar siswa yang lebih menekankan untuk menghafal daripada berusaha untuk menemukan konsep biologi, dan (4) siswa kurang aktif dalam pembelajaran biologi. Permasalahan ini terjadi karena adanya kecenderungan seorang guru yang menganggap bahwa biologi hanya teori dan kumpulan produk sains sehingga cenderung membuat siswa untuk menghafal materi. Faktor permasalahan ini ternyata menyebabkan hasil belajar siswa di SMPN 14 Surakarta masih rendah, baik itu pada ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar adalah tipe belajar siswa. Ada siswa yang hanya suka belajar secara somatis, auditori, visual, maupun ketiga-tiganya. Belajar somatis berarti belajar dengan bergerak dan berbuat, auditori berarti belajar dengan berbicara dan mendengar, dan visual berarti belajar dengan mengamati dan menggambarkan. Kurangnya respon yang baik dari guru dapat menyebabkan pembelajaran sangat membosankan bagi siswa karena tidak sesuai dengan tipe belajar mereka. Guru perlu menggunakan strategi mengajar dalam pembelajaran biologi yang berorientasi pada proses untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Cara yang dilakukan oleh penulis adalah mengkaji pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif STAD agar siswa dapat berperan aktif dan pembelajaran berpusat pada siswa (student centered) sedangkan guru hanya cukup sebagai fasilitator. SAVI berarti somatis (S) yang bermakna gerakan tubuh, auditori (A) yang bermakna bahwa belajar harus berbicara dan mendengar, visual (V) yang berarti belajar dengan mengamati dan menggambarkan, dan intelektual (I) belajar dengan memecahkan masalah. Pengertian ini menekankan bahwa pendekatan SAVI haruslah

4 Pendidikan Biologi Vol. 5, No. 1, hal 1-14 memanfaatkan semua alat indera yang dimiliki siswa. Hal ini tentu membuat siswa dapat berproses dalam belajar biologi. Pendekatan SAVI cenderung mengajak siswa untuk lebih aktif melakukan kegiatan agar siswa memiliki ketrampilan proses sains sesuai hakikat pembelajaran Biologi. Selain itu SAVI juga mampu mengatasi tipe belajar siswa yang berbeda-beda baik secara somatis, auditori, ataupun visual. Silberman (2009: 3-4) menyatakan, manakala pengajaran menggunakan auditori dan visual, kesan menjadi lebih kuat dengan dua sistem penyampaian itu. Menggunakan auditori dan visual tersebut, guru memiliki kesempatan lebih besar memenuhi kebutuhan beberapa tipe siswa. Namun hanya mendengarkan sesuatu dan melihatnya tidaklah cukup untuk mengetahuinya. Pendekatan SAVI ini diterapkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pendekatan SAVI menuntut siswa untuk bekerja secara mandiri tanpa adanya hubungan sosial dengan teman lainnya, sedangkan pada STAD memiliki kelebihan untuk dapat bekerjasama dan saling membantu dalam satu tim yang terdiri dari siswa berkemampuan tinggi hingga berkemampuan rendah sehingga akan terjadi kerjasama dalam tugas kelompok dan mampu mengembangkan sikap saling menghargai. Penerapan pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Hal ini terjadi karena alat indera siswa yang digunakan secara maksimal akan membuat siswa berproses secara sains dalam belajar. Melalui proses ini siswa mampu menemukan konsep secara mandiri yang tentunya akan lebih mudah dipahami dan diingat lebih lama oleh siswa. Hasil belajar siswa yang diperoleh apabila menerapkan pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD akan meningkatkan aspek produk (kognitif), begitu pula dengan aspek proses (psikomotor) dan sikap ilmiah (afektif) siswa akan didapat lebih efektif. Sehubungan dengan latar belakang di atas maka perlu dilakukan penelitian dengan judul Pengaruh

Tutik Fitri Wijayanti Pengaruh Pendekatan SAVI Melalui Model 5 Pendekatan SAVI melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Hasil Belajar pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 14 Surakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendekatan SAVI melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 14 Surakarta. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 14 Surakarta. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini termasuk quasi experimental research. Variabel bebasnya adalah pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan pendekatan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah dan demonstrasi, sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar. Penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data. Teknik tes digunakan untuk mengambil data pad aranah kognitif dalam bentuk tes objektif. Metode dokumentasi digunakan untuk mengambil data kemampuan akademik siswa, sedangkan metode observasi digunakan untuk mengambil data pada ranah psikomotor dan ranah afektif. Instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi yang telah diuji cobakan untuk diketahui validitas dan reliabilitasnya. Penelitian ini menggunakan desain posttest only non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini semua siswa kelas VII SMP Negeri 14 Surakarta. Sampel pada penelitian ini yaitu kelompok kontrol pada kelas VII B sedangkan kelompok eksperimen adalah kelas VII C. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Uji kesetaraan ini menggunakan uji t (ttest). Uji prasyarat uji t meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas menggunakan uji Anderson- Darling dengan taraf signifikansi (α) sebesar 0,05. Uji homogenitas dengan uji Levene s dengan taraf signifikansi (α) sebesar 0,05. Semua perhitungan statistik menggunakan program Minitab 16 pada taraf signifikansi 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Pengaruh Pendekatan SAVI melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Hasil Belajar

6 Pendidikan Biologi Vol. 5, No. 1, hal 1-14 Hasil analisis data pengaruh pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar biologi disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Analisis Pengaruh Pendekatan SAVI melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Biologi Hasil Belajar p- value Kognitif 0,000 Afektif 0,000 Psikomotor 0,045 Kriteria p-value < 0,05 p-value < 0,05 p-value < 0,05 Keputusan Uji H 0 Ditolak, Berbeda Nyata H 0 Ditolak, Berbeda Nyata H 0 Ditolak, Berbeda Nyata Hasil perhitungan uji t berdasarkan Tabel 1 mengindikasikan bahwa p-value < 0,05, maka H O ditolak dan H 1 diterima, artinya bahwa pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 14 Surakarta. Pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan suatu bentuk inovasi model pembelajaran yang menggunakan unsur-unsur SAVI yaitu somatis, auditory, visual, dan intelektual yang disertai unsur STAD yaitu bekerja sama dan bersosialisasi. Somatis yang terdapat pada unsur SAVI menuntut siswa untuk belajar dengan cara bergerak dan berbuat. Auditori menuntut siswa untuk belajar dengan cara berkomunikasi dan mendengar semua informasi yang terdapat pada pembelajaran. Visual menuntut siswa untuk belajar dengan cara mengamati keadaan lingkungan sekitar. Intelektual menuntut siswa untuk berpikir dan menganalisis semua informasi yang diperoleh dari proses pembelajaran pada unsur somatis, auditori, dan visual (Meier, 2000). Pembelajaran ini tentunya mendorong siswa untuk menemukan konsep materi secara mandiri yang akan membuat siswa lebih mengerti, mengingat dalam jangka waktu lama tanpa harus menghafal materi, dan memiliki sikap ilmiah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu mengaktifkan gerak fisik dan aktivitas intelektual dalam bentuk kerja sama pada suatu kelompok dengan langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditetapkan pada pembelajaran STAD sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang maksimal, baik pada

Tutik Fitri Wijayanti Pengaruh Pendekatan SAVI Melalui Model 7 ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang menerapkan pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Unsur SAVI lebih berpotensi terlatihkan pada kelompok ini karena siswa benarbenar memanfaatkan alat indra yakni dapat menggerakkan fisik dan aktivitas intelektualnya dalam bentuk kerja sama pada suatu kelompok. Hal ini tentu dapat membuat siswa untuk menemukan konsep pelajaran secara mandiri, karena siswa berproses secara langsung dalam belajar. Pertemuan pertama pada penelitian sesuai dengan sintaks yang telah dibuat yaitu fase presentasi kelas. Peneliti yang berperan sebagai guru menyajikan gambar-gambar tentang pencemaran lingkungan sebagai apersepsi dan dilanjutkan dengan penyajian video kerusakan hutan beserta dampak dan penyebabnya, dan video mengenai pencemaran lingkungan sebagai materi awal. Penyajian gambar dan video ini membuat siswa memanfaatkan kemampuan visual secara maksimal untuk mengamati gambar dan video, kemampuan auditory untuk mendengar penjelasan video, serta intelektual untuk menganalisis gambar dan video yang disajikan oleh guru. Selanjutnya peneliti memberikan pertanyaan-pertanyan seputar materi yang telah disajikan sebelumnya, untuk mengecek apakah siswa mampu menganalisis dan menemukan konsep materi secara mandiri yang telah disampaikan oleh guru. Pertemuan kedua, peneliti menerapkan fase kerja kelompok yang merupakan bagian dari sintaks STAD, supaya unsur SAVI ikut serta dalam fase ini maka peneliti memberikan praktikum. Praktikum dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok kecil yang setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Materi yang diberikan oleh peneliti pada praktikum mengenai dampak pencemaran air dan tanah terhadap makhluk hidup. Melalui praktikum, siswa terlihat terampil dalam mengamati, menggunakan alat dan bahan serta dalam melaksanakan percobaan, di sini dimaksudkan supaya siswa memberdayakan unsur visual dan somatis dengan melakukan gerak fisik yang terarah. Siswa juga dituntut untuk menganalisis hasil percobaan dan menjawab permasalahan yang telah

8 Pendidikan Biologi Vol. 5, No. 1, hal 1-14 diberi oleh guru berupa pertanyaan cara menanggulangi pencemaran lingkungan, dimaksudkan untuk menggunakan daya pikir dan aktivitas intelektual siswa dalam menemukan konsep materi secara mandiri. Penggunaan kelompok pada pembelajaran diharapkan mampu mendorong siswa untuk memiliki sifat dan sikap saling menghargai, bekerja sama, dan berjiwa sosial. Pertemuan ketiga, peneliti melakukan post test untuk melihat hasil belajar siswa dalam ranah kognitif. Nilai post test yang diperoleh masingmasing siswa akan dibandingkan dengan nilai awal sebelum dilakukan post test oleh peneliti. Nilai awal ini diambil dari nilai rata-rata hasil ulangan harian sebelumnya. Nilai akhir siswa yang mengalami kenaikan, maka akan mendapatkan nilai atau poin perkembangan yang nantinya akan disumbangkan pada kelompoknya. Tahap ini dinamakan fase skor kemajuan individual. Tujuan fase ini yaitu, untuk memberikan hasil akhir yang maksimal pada setiap peserta didik untuk berlomba-lomba mendapatkan poin sebanyak-banyaknya pada kelompok mereka sehingga mendapatkan penghargaan terbaik di fase terakhir. Fase terakhir pembelajaran ini adalah rekognisi tim atau penghargaan kelompok. Penghargaan kelompok ditentukan berdasarkan poin rata-rata kelompok yang diperoleh. Perlunya dilakukan rekognisi ini adalah untuk menghargai hasil kerja keras siswa dan memotivasi mereka agar lebih giat lagi dalam belajar sehingga bisa mendapatkan poin lebih banyak dan penghargaan kelompok yang terbaik. Untuk penilaian aspek psikomotor dan afektif dilakukan ketika pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang diisi oleh tiga observer. Kegiatan pembelajaran yang diterapkan siswa di kelas VII C berbeda keadaanya dengan kegiatan yang dilakukan siswa di kelas VII B yang menjadi kelas kontrol. Pendekatan pembelajaran konvensional yang digunakan hanya menggunakan metode ceramah dan demonstrasi yang seluruh kegiatannya berpusat pada guru. Keadaan ini membuat guru mendominasi kelas dan hanya sedikit kesempatan yang diberikan untuk siswa dalam menemukan konsep secara

Tutik Fitri Wijayanti Pengaruh Pendekatan SAVI Melalui Model 9 mandiri dan berproses dalam kegiatan pembelajaran secara maksimal. Hal tersebut terlihat pada pertemuan ketiga saat dilakukan evaluasi akhir pembelajaran, siswa mengalami kesulitan saat mengerjakan soal. Terbukti dari hasil perhitungan peneliti, hasil belajar pada kelas kontrol memiliki nilai rata-rata yang lebih rendah dibandingkan kelas ekperimen, baik pada ranah kognitif, psikomotor, maupun afektif. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh peneliti, perbedaan nilai rata-rata hasil belajar siswa dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Perbandingan Hasil Belajar Biologi Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen Pencapaian nilai hasil belajar dari ketiga ranah yang rendah ini disebabkan oleh penerapan pendekatan pembelajaran yang diterapkan di kelas kontrol ini masih monoton, belum mengeksplorasi keterampilanketerampilan yang dimiliki siswa. Guru yang menerapkan pendekatan pembelajaran konvesional dengan metode ceramah dan demonstrasi menempatkan diri sebagai pemberi pengetahuan penuh bagi siswa dan cenderung masih didominasi dengan metode ceramah. Padahal penguasaan biologi melalui pembelajaran secara teoritis sangat ditentukan oleh kemampuan dan kreatifitas dalam memanfaatkan seluruh indra siswa dalam menguasai materi biologi. Keefektifan pendekatan SAVI melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD ini telah dibuktikan oleh Kusuma, Wijayanti, dan Wibowo (2008) yang telah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang berbasis SAVI. Hasil penelitian tersebut memberikan kesimpulan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT yang berbasis SAVI memperlihatkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Kimia pokok bahasan Laju Reaksi. Meski terdapat perbedaan pada tipe pembelajaran kooperatif, namun keduanya tetap memiliki peran

10 Pendidikan Biologi Vol. 5, No. 1, hal 1-14 untuk siswa dalam bersikap sosial pada pembelajaran. Selain itu, Nugroho, Hartono, dan Edi (2009) mengemukakan bahwa STAD yang berorientasi keterampilan proses dalam pembelajaran akan membuat siswa mandiri untuk menemukan pengetahuannya sendiri dan meningkatkan pemahaman siswa. Pemahaman dapat meningkat karena siswa berdiskusi kelompok dengan siswa lain atau bertanya pada guru apabila ada masalah atau kesulitan. Dua pernyataan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar pada ranah kognitif, karena pada dasarnya dalam pembelajaran ini siswa terdorong untuk melakukan keterampilan proses saat belajar. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan pendapat Russel yang menyatakan bahwa untuk meningkatkan proses belajar siswa sebaiknya guru menyampaikan seluruh informasi baru melalui kegiatan auditori, visual, dan kinestetik (2011). Kinestetik di sini dapat dikategorikan dalam somatis, karena keduanya memiliki arti yang sama yakni belajar dengan bergerak dan berbuat. Siswa yang menggunakan seluruh indranya dengan baik, menandakan bahwa siswa belajar dengan cara berproses. Terbukti dengan adanya perbedaan yang sangat nyata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang diterapkan di kelas eksperimen memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa karena dalam pendekatan pembelajaran ini telah mengembangkan panca indra siswa, intelektual, dan keterampilan sosial siswa secara maksimal. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar ranah psikomotor dan afektif pada kelas eksperimen dan kontrol yang menyatakan bahwa pendekatan SAVI melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu membuat siswa pada kelas eksperimen meningkatkan keterampilan proses dan sikap ilmiahnya. Kekurangan dalam pendekatan SAVI ini yaitu kurang mengembangkan keterampilan sosial siswa, sehingga perlu hadirnya pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pembelajaran ini menekankan proses scaffolding pada

Tutik Fitri Wijayanti Pengaruh Pendekatan SAVI Melalui Model 11 kelompok belajar heterogen yang di dalamnya terjadi peer tutorial antara siswa yang berkemampuan akademik atas, tengah, dan bawah untuk menyelesaikan masalah, sehingga dipastikan selain siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial juga dapat mengembangkan keterampilan intelektualnya (Slavin, 2008). Selain tutorial sebaya, siswa juga mendapat bimbingan dari guru dalam menguasai konsep. Melalui proses scaffolding siswa yang mempunyai kemampuan rendah akan terlatih oleh siswa lain yang memiliki kemampuan lebih tinggi dan guru. Scaffolding yang berarti memberikan bantuan selama tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan tersebut kepada siswa. Selanjutnya, memberikan kesempatan pada siswa untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar tersebut setelah mampu mengerjakan sendiri. Sesuai dengan teori Vygotsky yang mengemukakan bahwa teori belajar konstruktivistik merupakan pengetahuan yang berjenjang (scaffolding). Pengetahuan diskontruksi yang dilakukan secara kolaboratif antar individu dapat disesuaikan oleh masingmasing siswa. Proses penyesuaian ini sama dengan membangun pengetahuan dan konsep secara individu, yakni melalui proses regulasi diri secara internal. Konstruktivis Vygotskian ini lebih menekankan siswa untuk saling tukar-menukar gagasan (Thobroni dan Mustofa, 2011). Pendapat ini diperkuat oleh Nugroho, Hartono, dan Edi (2009) yang mengatakan bahwa metode pembelajaran kooperatif STAD mampu membuat siswa lebih berpartisipasi dalam pembelajaran, aktivitas meningkat, berani menyampaikan pendapat, mampu menjelaskan persoalan pelajaran lewat diskusi dan kerja kelompok, sehingga nilai afeksi dan psikomotornya juga meningkat. Deskripsi di atas secara jelas telah menunjukkan bahwa dari segi teori, deduksi dari pendekatan SAVI saja sebenarnya cukup meyakinkan kita bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penjelasan tersebut diperkuat lagi oleh keunggulan dari pembelajaran kooperatif tipe STAD yang juga mampu mengembangkan keterampilan sosial siswa, sehingga dapat melengkapi hakikat pembelajaran biologi ini sebagai sains. Keterangan ini juga ditunjang dari

12 Pendidikan Biologi Vol. 5, No. 1, hal 1-14 hasil penelitian yang dilakukan penulis. Analisis seluruh hasil penelitian yang diperoleh telah berhasil membuktikan bahwa penerapan pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VII SMPN 14 Surakarta, sehingga bisa dikatakan pendekatan ini sudah layak untuk diterapkan guru-guru di sekolah, dan menjadi inovasi baru pada pembelajaran dalam rangka melatihkan keterampilan proses sain siswa. 2. Pendekatan SAVI melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD sebagai Temuan Penelitian Baru Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah-sekolah saat ini telah dituntut untuk memusatkan siswa secara aktif membangun sendiri pengetahuannya. Senada yang yang diungkapkan Slavin bahwa dalam proses belajar seorang siswa harus berusaha mendapatkan pengetahuannya sendiri. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus belajar bekerja memecahkan masalah dan menemukan segala sesuatu untuk dirinya (2008). Teori belajar yang menerapkan prinsip tersebut dinamakan teori belajar konstruktivisme. Merujuk pada teori belajar konstruktivisme tersebut, penulis mencoba menghadirkan pendekatan pembelajaran baru yakni, pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Bukan hanya bercondong ke arah konstruktivisme saja, melainkan juga dilatarbelakangi oleh penulis sebagai pembelajar sains, khususnya biologi yang dituntut untuk mengaplikasikan hakikat pembelajaran sains dalam menerapkan pembelajaran. Berdasarkan hakikat biologi sebagai sains, maka belajar biologi sesungguhnya tidak hanya sekedar sajian konsep dan informasi, tetapi juga usaha untuk menumbuhkembangkan keterampilan berpikir, sikap ilmiah, dan penguasaan keterampilan proses sains. Untuk memenuhi kaidah-kaidah di atas, penulis meyakini dengan memunculkan pendekatan SAVI, siswa mampu memanfaatkan berbagai indranya, sehingga menggabungkan antara gerak fisik (hands on) dan kemampuan berpikir intelektual (minds on). Hal ini dikarenakan di dalam pembelajaran SAVI terdapat unsur-unsur somatic yang bermakna gerakan tubuh

Tutik Fitri Wijayanti Pengaruh Pendekatan SAVI Melalui Model 13 (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melalui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menaggapi; visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga; dan intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on), belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, mencipta, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan. Segi sikap sosial (hearts on) memang kurang terlihat pada pendekatan SAVI ini sehingga penulis mengkombinasikannya dengan pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menekankan proses scaffolding pada kelompok belajar heterogen yang di dalamnya terjadi peer tutorial antara siswa yang berkemampuan akademik atas, tengah, dan bawah untuk menyelesaikan masalah, sehingga dipastikan dapat mengembangkan keterampilan sosial dan intelektual siswa (Slavin, 2008). Hasil penelitian yang dilakukan penulis membuktikan bahwa pengintegrasian antara pendekatan SAVI dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Nilai rata-rata hasil belajar siswa di kelas eksperimen yang menerapkan pendekatan SAVI dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata siswa di kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penelitian ini memang terbatas pada hasil belajar yang menjadi variabel terikatnya, namun, dapat menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dalam mengukur keterampilan siswa lainnya yang menjadi variabel terikat. Pendekatan pembelajaran ini kemungkinan juga masih bisa dikombinasikan dengan pembelajaran lainnya dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran siswa yang maksimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan

14 Pendidikan Biologi Vol. 5, No. 1, hal 1-14 bahwa penerapan pendekatan SAVI melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 14 Surakarta. DAFTAR PUSTAKA Chotimah, H. (2007). Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Biologi dalam Pendekatan Kontekstual melalui Model Pembelajaran Think-Pair-Share pada Peserta Didik Kelas X-6 SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang.Jurnal Penelitian Kependidikan, 17 (1) Slavin, R.E. (2008). Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media Sudjana, N. (2008). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Thobroni, M., & Mustofa, A. (2011). Belajar dan Pembelajaran Pengembanagan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembangunan Nasional. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Kusuma, E., Wijayanti, N. & Wibowo, L.S. (2008). Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT Berbasis SAVI untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Pokok Bahasan Laju Reaksi. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 2 (1), 216-223. Meier, D. (2000). The Accelerated Learning Handbook. New York: McGraw-Hill Nugroho, U., Hartono, & Edi, S.S. (2009). Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berorientasi Keterampilan Proses. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 5 (2009), 108-112. Russel, Lou. (2011). The Accelerated Learning Fieldbook. Bandung: Nusa Media Silberman, M.L. (2009). Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Insan Madani