Denny Charter

dokumen-dokumen yang mirip
Image Overlay Google Earth

Denny Charter

MODUL 2 REGISTER DAN DIGITASI PETA

Gambar 1. prinsip proyeksi dari bidang lengkung muka bumi ke bidang datar kertas

KONSEP DASAR WEB GIS KONSEP WEB GIS. Denny Charter

BAB III METODE PENELITIAN

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

BAB IV. Ringkasan Modul:

MODUL 3 REGISTER DAN DIGITASI PETA

BAB 3 KOREKSI KOORDINAT

Arsyad Dwiyankuntoko Pendahuluan. Lisensi Dokumen:

Heryzal Heryandi

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SLTP DI KOTAMADYA JAKARTA SELATAN

adalah jenis-jenis tombol-tombol (buttons) yang dipakai di dalam system ini : Gambar 4.63 : Tombol ruler

Sofiyan Arif Kurniawan

3 MEMBUAT DATA SPASIAL

Ari Angga Wijaya

Sistem Informasi Geografis (SIG) Pengenalan Dasar ArcGIS 10.2 JURUSAN TEKNIK GEOMATIKA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

Bab 8 Georeference Data Raster

Tutorial Penggunaan Truecrypt

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. aplikasi sistem informasi geografis ini adalah : a. Spesifikasi perangkat keras minimum : memori 64 MB.

Riyanto

TUTORIAL ARCVIEW BAB 1. Amir Rachman Syarifudin

PRAKTIKUM-2 PENGENALAN ARCVIEW

Septina Budi Kurniawati

Ika Nur Khana

Cara Mudah Membuat Banner Animasi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sistem Informasi Geografi (SIG) atau yang lebih dikenal dalam bahasa inggris

Registrasi Peta. Practical Module Geographic Information System STMIK-STIKOM Balikpapan Firmansyah, S.Kom. Page 1

Endi Dwi Kristianto

MODUL #1 Membuat Kartu Nama dengan Adobe Illustrator CS2

Indowebster media penyimpanan berbasis Cloud Computing

3. Pilih A new existing map, klik ceckbox Do not show this dialog again dan akhiri dengan klik Button OK. Maka layar ArcMap akan terbuka.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Informasi Geografis untuk Kepadatan Lalu Lintas

Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya gratis. Beberapa nama besar apl

BAB IV BASIS DATA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DAERAH PENELITIAN

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. a. Spesifikasi perangkat keras minimum: 3. Harddisk dengan kapasitas 4, 3 GB

DIGITASI PETA RASTER. 3. Klik Close, hingga muncul screen windows berikut:

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI SISTEM

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI


Digitasi Peta. Practical Module Geographic Information System STMIK-STIKOM Balikpapan Firmansyah, S.Kom. Page 1

Slamet Riyanto

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi SIG ini dengan baik adalah sebagai berikut :

PERTEMUAN 12 PEMBUATAN PETA TEMATIK QUERY DATA. Oleh: Andri Oktriansyah

Rima Hidayati

Pengenalan Hardware dan Software GIS. Spesifikasi Hardware ArcGIS

Creating and Management Data 1

Praktikum 1 - Pengantar Quantum GIS

BAB II. Ringkasan Modul:

Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop

Registrasi Image. Modul Pelatihan ArcGis 10-1 X. REGISTRASI IMAGE

Sesi Pokok Bahasan TIK Sub Pokok Bahasan Durasi Pre requisite Metoda/alat Referensi 1. Pengenalan

Miftah Fahmi

Cara Membangun Server Virtual Linux Debian Menggunakan VMWare

BAB IV IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENDIDIKAN KOTA DEPOK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN QUANTUM GIS

Cara Install Windows XP pada QEMU

PETA DASAR DALAM JARINGAN VER

KEMENTERIAN KEHUTANAN DIREKTORAT JENDERAL PLANOLOGI KEHUTANAN BUKU PETUNJUK PENGGUNAAN APLIKASI WEBGIS KEMENTERIAN KEHUTANAN

Wonderware InTouch Template : OSX, procedure instalasi Iwan Kationo

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjalankan aplikasi dengan baik adalah : a. Prosesor Intel Pentium IV atau lebih tinggi

C. Prosedur Pelaksanaan

DAFTAR ISI. WebSIGIT - Web Sistem Informasi Geografis Infrastruktur Terpadu

Monitoring Sinyal WLAN Menggunakan inssider

Rima Hidayati

TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN REKLAME DI SURABAYA BERBASIS WEB. Nurul Hilmy Rahmawati NRP:

Memasukkan file Flash Ke Delphi 7

LAYERING INFORMASI PETA DAN TABULASI UNTUK INFORMASI KEPADATAN LALU LINTAS

Septina Budi Kurniawati

[Type the document title]

Ghandie Kurnia Widi

LATIHAN 3 : QUERY DATABASE

Septina Budi Kurniawati

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TEMPAT PENGOLAHAN BARANG BEKAS DI SURAKARTA

Instruksi Kerja Laboratorium Pedologi dan Sistem Informasi Sumberdaya Lahan INSTRUKSI KERJA. PROGRAM ArcGIS 9.3

MODUL 4 MENGHUBUNGKAN DATABASE DENGAN PETA

LOCUS GIS. Oleh : IWAN SETIAWAN

Instalasi Software monitoring jaringan TCPeye

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

PENDAHULUAN. Halaman 1 Dari 19

Juhaeri

Septina Budi Kurniawati

CD Interaktif Dokumentasi Acara

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. menjadi dua, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). 1. Processor Pentium III 1 Ghz

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS


VIEW. Menampilkan Data Spasial. - Mahasiswa dapat menampilkan data-data spasial dengan menggunakan software Arcview

M. Miftakul Amin

Juhaeri

Endi Dwi Kristianto

2. GEO REFERENCING. A. Georeferencing menggunakan koordinat yang tertcantum dalam peta analog.

Transkripsi:

Register Peta di Map Info Professional Denny Charter denny_charter@telkom.net http://www.dennycharter.multiply.com Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari IlmuKomputer.Com. PENDAHULUAN Segala bentuk aktivitas manusia pasti akan melibatkan dan memasukkan ukuran geofrafis. Mulai dari orang yang ingin membuka restoran, seorang ahli geologi yang akan mencari emas, seorang broker saham yang sedang mencari pasar untuk mendapatkan kesempatan investasi, atau seorang engineer telekomunikasi yang ingin meletakkan sental, BTS, atau jaringan kabel,.dimana, kapan, dan bagaimana?. Tentunya kita harus mengetahui lingkungan disekitar kita, seperti komunitas alamiah suatu tempat, akan tetapi ketika kita menambah skala pandangan kita manjadi local, nasional, atau scope internasional maka kemampuan kita sangatlah kurang. Geographi Information System sebenarnya adalah akronim dari : 1. Geografi Istilah ini digunakan karena GIS dibangun secara mendasar dari geografi atau spasial. Object ini mengarah kepada spesifikasi lokasi dalam suatu space. Objek bisa berupa fisik, budaya atau ekonomi alamiah. Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk memberikan gambaran yang representatif dari spasial suatu object sesuai dengan kenyataannya di bumi. Simbol, warna dan gaya garis digunakan untuk mewakili setiap spasial yang berbeda pada peta dua dimensional. Saat ini teknologi komputer telah mampu membantu proses pemetaan melalui pengembangan dari automated cartography (pembuatan peta) dan Computer Aided Design (CAD). 2. Informasi Informasi berasal dari pengolahan sejumlah data. Dalam GIS informasi memiliki volume terbesar. Setiap object geografi memiliki setting data tersendiri karena tidak sepenuhnya data yang ada dapat terwakili dalam peta. Jadi semua data harus di asosiasikan dengan objek spasial yang dapat membuat peta manjadi intelligent. Ketika data-data tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografi yang representatif maka data-data tersebut 1

mampu memberikan informasi dengan hanya meng-klik mouse pada objek. Namun ingat bahwa semua informasi adalah data tapi tidak semua data merupakan informasi. 3. System Pengertian suatu sistem adalah kumpulan elemen-elemen yang saling berintegrasi dan berinterdependensi dalam lingkungan yang dinamis untuk mencapai tujuan tertentu. Istilah ini digunakan untuk mewakili pendekatan sistem yang digunakan dalam GIS, dengan lingkungan yang compleks dan komponen yang terpisah-pisah maka sistem digunakan untuk mempermudah pemahaman dan penanganan yang terintegrasi. Teknologi komputer sangat dibutuhkan untuk pendekatan ini jadi hampir semua sistem informasinya bedasarkan pada komputer. Jadi Geographi Information System (GIS) merupakan komputer yang berbasiskan pada sistem informasi yang digunakan untuk memberikan bentuk digital dan analisa terhadap permukaan geografi bumi. Saat ini sudah banyak software-software yang dapat digunakan untuk membangun sebuah GIS salah satunya adalah MapInfo Prossional. MapInfo Professional dikembangkan oleh MapInfo Corp sejak tahun 1986 dan software ini menjadi salah satu standard software bagi pengembang karena harga relatif murah, tampilannya interaktif, user friendly dan dapat dicustomized dengan bahasa skrip MapBasic. Disini saya tidak menjelaskan mengenai Mapbasic tapi lebih kepada bagaimana cara melakukan registrasi peta yang diperoleh dari Citra Raster (Tipe Gambar) ke sistem koordinat. REGISTRASI PETA Citra Raster merupakan tipe gambar yang dikomputerisasi yang terdiri dari baris-baris titik (pixel). Ada beberapa format file citra raster yang dapat dibaca oleh MapInfo yaitu : namafile.gif (Graphic Interchange Format) namafile.jpg (format JPEG) namafile.tif (Tagged Image File Format) namafile.pcx (PC Paintbrush) namafile.tga (Targa) namafile.bil (SPOT Satlittes Images) Sumber data dalam GIS dapat diperoleh dari digitasi peta analog, hasil survey, foto udara, citra satelit, dan data hasil scanning. Untuk itu diperlukan transformasi data yakni proses mengubah data analog menjadi data digital yang disebut dengan peta registrasi. Peta Ragistrasi adalah proses transformasi data secara matematika yang disatukan dalam system koordinat kedalam koordinat lain sehingga banyak layer data dapat di overlay untuk analisa geografis yang valid. Untuk registrasi citra kita harus mengikuti tahapan berikut : 1. Pilih satu set titik control (control point) dalam citra (source) dan dalam peta. Titik kontrol tersebut harus mudah di identifikasi dan dipilih baik dlam sumber citra raster dan peta. Kita harus mempunyai lokasi yang sama dalam kedua system koordinat tersebut. Sebagai contoh titik kontrol terbaik 2

adalah titik control perpotongan jalan sehingga mudah mengenalinya baik dalam tabel maupun citra raster. 2. Selanjutnya kita harus melakukan konfirmasi dengan MapInfo untuk koordinat dari titik-titik kontrol dalam kedua layer. Kita dapat memasukkan nilai koordinat secara langsung dengan penggetikkan atau petunjuk lokasi yang berhubungan dalam peta dan pemanggilan koordinat. 3. Registrasi terbaik akan dihasilkan dari penggunaan banyak titik control yang memungkinkan dan berdistribusi merata pada areal citra. Disini saya akan menggunakan data-data tutorial yang sudah tersedia di CD bawaan MapInfo Professional atau dapat di download di http://www.mapinfo.com/data. Data yang digunakan adalah tabel dengan nama DCWASH.TAB dan raster hasil scan USGS Quadrange dari DC (DC_QUAD.TIF). Langkah-langkah melakukan registrasi peta adalah : 1. Mulai MapInfo Professional. 2. Buka File DC_QUAD.TAB dengan File > Open Tabel 3. Tampilkan juga file DC_QUAD.TIF dari kotak daftar nama dan pilih ekstension Raster Images dari kotak File Type. Kemudian akan ditampilkan kotak dialog Image Registration. 3

4. Tekan register untuk melanjutkan ke proses register. Jika tidak dan hanya menampilkan saja tanpa registrasi tekan Display. 5. Tahap ini untuk menetapkan titik control registrasi yang pertama dalam file citra. Tempatkan titik tersebut pada pusat Dupoint Circle seperti pada gambar berikut. 6. Tekan pada titik tersebut lalu muncul kotak dialog seperti dibawah ini berilah nama titik control tersebut dengan nama PT1. Tekan OK. 7. Dengan cara yang sama kita akan mencari tiga titik lagi. Tekan tombol, pindahkan tampilan citra ke kanan untuk mencari titik perpotongan baru. 4

Tekan tombol berikut untuk memperbesar dan memperkecil tampilan. 8. Geserkan tampilan citra ke kanan. Kemudian pilih titik control kedua cari perpotongan jalan yang paling menonjol seperti tampilan berikut (Q Street). Akan ditampilkan kotak dialog Add Control Point kemudian berinama dengan PT2. Tekan OK. 9. Geserkan tampilan citra kesudut kanan bawah citra. Pilih titik control ketiga pada daera Washington DC yaitu East Capitol. Berinama dengan PT3. Tekan OK. Selanjutnya kita akan menampilkan keempat titik control yang dipilih pada tabel DCWASH. 10. Geser kearah kiri posisi tadi. Pilih titik control yang keempat pada perpotongan 17 th Street dan Constitution Street seperti ditunjukkan gambar berikut. Berinama dengan PT4 kemudian tekan OK. 5

11. Lakukan prosedur berikut untuk melokalisasikan titik yang telah kita pilih. Caranya dengan tekan PT1 pada kotak dialog. 12. Tekan tombol Goto. Lalu tekan DCWASH Window. Pilih menu Query > Find. Akan dimunculkan kotak dialog seperti berikut: Isi sesuai dengan tampilan diatas lalu tekan OK untuk memunculkan kotak dialog find kedua seperti berikut: 6

Pilih jalan yang sesuai dengan nama titik PT1 yaitu Dupont Cirle. Tekan OK lalu akan dimunculkan kotak dialog seperti berikut : Pilih Dupont Cir NW (North West) sesuai dengan posisi titik PT1. Tekan tombol respective untuk kembali ke kotak dialog pertama. Tekan tombol mark with symbol lalu pilih symbol silang merah seperti berikut: 7

Tekan OK maka akan dimunculkan kotak verifikasi seperti berikut : Isi alamat yang sesuai misalnya adalah 0 8. Kemudian tekan OK. 13. Pilih kembali pada DCWASH. Menu table > Raster > Select Control Point From Map, lalu letakkan kursor pada lokasi titik pertama pada peta DCWASH sesuai dengan pilihan PT1 pada raster. Muncul kontak dialog edit control point seperti berikut : 8

14. Ulangi prosedur diatas untuk ketiga titik control lainnya yaitu pada PT2 di Q Street NE, PT3 di East Capitol ST, dan PT4 do Constitution NW. 15. Setelah semua titik control di tetapkan untuk citra dan peta, kemudian tekan OK dalam kotak dialog Image Registration. Citra raster telah teregistrasi dengan jalan overlay di atas citra raster. Setelah citra di registrasi maka akan menjadi file DC_Quad.Tab. Buka file telah di registrasi tersebut dengan menggunakan Open > File. 9

Untuk melihat kondisi overlay citra raster, pilih tombol layer control dari blok menu utama. Akan ditampilkan kotak dialog kemudian pilih style override dan atur garis warna menjadi biru serta lebar menjadi dua kali. Tekan dua kali maka Map Windows akan digambarkan kembali. Selesai. Referensi 1. Charter, Denny, Agtrisari, Irma, Desain dan Applikasi GIS, Elex Media Komputindo, 2003 2. Charter, Denny, MapInfo Professional, Penerbit Informatika, Bandung, 2004 10

Biografi Penulis DENNY CHARTER Denny Charter, ST, Lahir di Palembang 21 May 1980, SD sampai SMA di tempuh di Palembang, Lulus dari STT Telkom Bandung tahun 2004. Pernah menulis buku-buku Komputer diantaranya : Membangun WAP (Elex Media Komputindo, 2002 dengan GSM Team STT Telkom), Desain dan Applikasi GIS (Elex Media Komputindo, 2003), dan Map Info Professional (Penerbit Informatika Bandung, 2004). Sekarang mengajar di Fak. Teknik Universitas Panca Budi Medan dan Dosen tetap di Politeknik Informatika Rantauprapat (STIEKOM Rantauprapat), Juga System Administrator di salah satu ISP di Sumut, dan mendirikan perusahaan Sigma Agung Indonesia (www.sigmaagung.co.id) yang bergerak di bidang IT Konsultan dan Wireless Networking. 11