PUSAT SENI KONTEMPORER ANTONO ABSTRAKSI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULLUAN 1.1 LATAR BELAKANG

6.5 Fauvisme Aliran Fauvisme merupakan suatu aliran yang menyimpang dari hukum-hukum seni lukis pada era itu, kelompok ini adalah kaum pembrontak

PASAR SENI DI YOGYAKARTA

PUSAT KESENIAN JAWA TENGAH DI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang GALERI SENI RUPA SINGARAJA

PASAR SENI DI DJOGDJAKARTA

BAB I PENDAHULUAN Potensi Kota Yogyakarta Sebagai Kota Budaya Dan Seni

BAB I PENDAHULUAN. baru, maka keberadaan seni dan budaya dari masa ke masa juga mengalami

SOLO FINE ART SPACE BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Proses realisasi karya seni bersumber pada perasaan yang

BAB I PENDAHULUAN Pengertian Judul

BAB I PENDAHULUAN Seni Tari Sebagai Hasil dari Kreativitas Manusia. dan lagu tersebut. Perpaduan antara olah gerak tubuh dan musik inilah yang

PUSAT SENI DAN KERAJINAN KOTA YOGYAKARTA

GALERI SENI RUPA DI MEDAN BAB 1 PENDAHULUAN

GALLERY PHOTOGRAPHY IN YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN OBJEK RANCANGAN. Judul Perancangan yang terpilih adalah Gorontalo Art Gallery Centre, dengan

BAB I PENDAHULUAN. Selain unsur visualisasi, teknik sapuan kuas yang ada di atas kanvas juga

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Fenomena

BAB I PENDAHULUAN. Museum Budaya Dayak Di Kota Palangka Raya Page 1

Galeri Seni Lukis Yogyakarta

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pusat Seni Rupa di Yogyakarta dengan Analogi Bentuk Page 1

BAB I PENDAHULUAN. GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK dan TARI KONTEMPORER di. SURAKARTA dengan PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO

REDESAIN PUSAT KESENIAN JAKARTA - TAMAN ISMAIL MARZUKI (PKJ - TIM)

BAB I PENDAHULUAN. Sumber : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Tahun 2013

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I GALERI SENI RUPA DI YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Judul Tugas Akhir KAMPUNG SENI tema : Metafora Tari dalam Arsitektur

BAB IV KONSEP 4.1 IDE AWAL

BAB I PENDAHULUAN. olehnya. Bahkan kesenian menjadi warisan budaya yang terus berkembang dan maju.

GALERI SENI RUPA KONTEMPORER DI KOTA SEMARANG

PUSAT PAGELARAN SENI KONTEMPORER INDONESIA DI YOGYAKARTA

PERANCANGAN INTERIOR ART SHOP YANA ART GALLERY DI GIANYAR, BALI

Propinsi Jawa Barat dengan Propinsi DKI Jakarta. Dengan letak yang berdekatan

GALERI SENI UKIR BATU PUTIH. BAB I.

PUSAT SENI RUPA YOGYAKARTA

Patung dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia

Gedung Pameran Seni Rupa di Yogyakarta BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Permasalahan

STUDI PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP REVITALISASI KAWASAN TAMAN BUDAYA RADEN SALEH SEMARANG TUGAS AKHIR. Oleh ARDIAN YOSEP YOHANNES L2D

79. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Atas Luar Biasa Tunadaksa (SMALB D)

[ORAT ORET ARTSPACE] TA 131/53 BAB I PENDAHULUAN

pendidikan seni tersebut adalah pendidikan seni rupa yang mempelajari seni mengolah kepekaan rasa, estetik, kreativitas, dan unsur-unsur rupa menjadi

KOMPETENSI DASAR SENI BUDAYA DAN PRAKARYA SEKOLAH DASAR KELAS I - VI

BAB II TINJAUAN UMUM PROYEK

SEJARAH SUMBER TERBUKA: PEMETAAN PAMERAN SENI RUPA DI INDONESIA

Galeri Fotografi Pelukis Cahaya yang Berlanggam Modern Kontemporer dengan Sentuhan Budaya Lombok. Ni Made Dristianti Megarini

BAB I PENDAHULUAN. Seni lukis ini memiliki keunikan tersendiri dalam pemaknaan karyanya.

BAB I PENDAHULUAN. Seni atau art berasal dari kata dalam bahasa latin yaitu ars, yang memiliki arti

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

ALIRAN NEO KLASIKISME

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 1 Koentjaranigrat (seniman). Majalah Versus Vol 2 edisi Februari 2009

MEDAN TRADITIONAL HANDICRAFT CENTER (ARSITEKTUR METAFORA)

7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Presentase Jumlah Pecinta Seni di Medan. Jenis Kesenian yang Paling Sering Dilakukan Gol. Jumlah

BAB I PENDAHULUAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Latar Belakang Pengadaan Proyek Gambar 1.1. Diagram Kebutuhan Maslow

BAB I PENDAHULUAN FAJRI BERRINOVIAN 12032

ENTERTAINMENT CENTER DI PURWODADI

BAB III TINJAUAN KHUSUS

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Observasi

Memahami Gagasan Primitive Future

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

60. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB D)

III. METODE PENCIPTAAN TOPENG SEBAGAI TEMA DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI RUPA. A. Implementasi Teoritis

I. PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

56. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)

pentingnya sebuah gedung pameran seni rupa yang permanen dan dapat mewadahi

BAB III PERENCANAAN PROYEK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENCIPTAAN. keluar dari kegelisahan tersebut. Ide/gagasan itu muncul didorong oleh keinginan

SOAL UAS SENI BUDAYA KLS XI TH Kegiatan seseorang atau sekelompok dalam upaya mempertunjukan suatu hasil karya atau produknya kepada

LEMBAR PENGESAHAN LP3A. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. Judul : GALERI SENI RUPA KONTEMPORER DI SEMARANG.

PUBLIKASI ILMIAH GEDUNG TEATER SERBAGUNA DI SURAKARTA (PENDEKATAN PADA ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI)

KOMPLEK GEDUNG KESENIAN SOETEDJA PURWOKERTO

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan kunci keberhasilan sumber daya manusia untuk

TUGAS AKHIR GALERI SENI RUPA KONTEMPORER BAB I PENDAHULUAN

5. HASIL RANCANGAN. Gambar 47 Perspektif Mata Burung

BAB I PENDAHULUAN. gagasan, ekspresi atau ide pada bidang dua dimensi.

TUGAS AKHIR GALERI & SANGGAR KREATIFITAS SENI ANAK RUANG EKSPLORATIF MEMPEROLEH GELAR SARJANA TEKNIK ARSITEKTUR

BAB 1 PENDAHULUAN. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan dan kesatuan suatu bangsa dapat ditentukan dari aspek- aspek

BAB I PENDAHULUAN. Kampus Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Bina Nusantara. yang Berhubungan dengan Arsitektur.

MAKALAH TUGAS AKHIR 2014 Wedding Hall BAB I PENDAHULUAN

Women and Child Center di Semarang

59. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunarungu (SMPLB B)

GALERI KERAJINAN PATUNG BATU DI GIANYAR

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

61. Mata Pelajaran Seni Budaya untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunalaras (SMPLB E)

menciptakan sesuatu yang bemilai tinggi (luar biasa)1. Di dalam seni ada

BAB I PENDAHULUAN. Nur Syarifah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Perancangan Marina Central Place di Jakarta Utara (Sebagai Lokasi Sentral Bisnis dan Wisata Berbasis Mixed Use Area)

Transkripsi:

PUSAT SENI KONTEMPORER ANTONO ABSTRAKSI Seni kontemporer merupakan bagian dari seni modern yang sedang berkembang di Indonesia. Perkembangan seni kontemporer yang pesat terjadi di beberapa kota di Indonesia, salah satunya adalah Semarang. Kota Semarang yang merupakan daerah pesisir, sangat mendukung pesatnya pertumbuhnya seni kontemporer, Belum adanya sebuah pusat seni kontemporer membuat seniman-seniman lebih sering mengadakan pameran hasil karya mereka di galeri-galeri komersial, bahkan di Museum atau di hotel-hotel bintang lima. Pentas-pentas seni kontemporer lebih sering digelar di ruang-ruang sempit yang relatif tidak memiliki sarana memadai dan magnet yang mampu menyedot publik untuk berduyun-duyun mendatanginya. Proyek Pusat Seni Kontemporer merupakan salah satu usaha sebagai wadah untuk menampung aktifitas aktifitas seni, mulai dari pelatihan seni hingga proses pengembangan dan pengaplikasiannya, dengan kelengkapan sarana penunjangnya, dengan tujuan untuk melayani masyarakat kota dan memenuhi kebutuhan akan minat terhadap seni kontemporer. Keberadaan wadah ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat dan memasyarakatkan dunia seni di Semarang, serta meningkatkan karya seniman kontemporer indonesia ke jenjang profesional. Kata Kunci : Pusat Seni, Seni Kontemporer, Kubisme PENBAHULUAN Dilihat dari sejarahnya, Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kesenian, selain itu pula Indonesia mempunyai kekayaan yang tidak dipunyai oleh banyak negara lain yaitu keragaman budaya tradisional dan modern, yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia. Salah satu unsur budaya dalam masyarakat adalah seni, seni kontemporer merupakan bagian dari seni modern yang sedang berkembang di Indonesia, hal ini terlihat dari banyaknya karya-karya seni kontemporer yang dihasilkan oleh para seniman dalam negri, salah satu contohnya adalah pagelaran instrument musik kontemporer yang diberi judul otot kawat balung besi dan beringin kurung karya Nyoman sadra. Nyoman sadra menggunakan telur dan gergaji sebagai instrument musiknya. yang di gelar di indonesia banyak dihadiri seniman-seniman baik dari dalam maupun luar negri untuk ambil bagian, dari luar negri diantaranya El Hanager yang menampilkan seni teater dari Mesir, DA- M Theater dari Jepang, Compagnie Magali dan Didier Mulleras dengan penampilan tari dari Prancis, Tuhonohono musisi dari Selandia Baru, Commi Kitti & Co dari Finlandia, The Tam Dance Company dari Korea Selatan, Dieter Mack dan Ensemble Surplus dari Jerman, Robert Hylton dari Inggris, Kim Itoh dan The Glorious Future penampilan tari dari Jepang dan Black Sky White Theater dari Rusia, sedangkan dari dalam negri diantaranya musikus asal Bali, I Wayan Sadra, Hartati dari seni tari, Dindon WS dari Teater Kubur, Elly Lutan yang akan Dalam festifal seni kontemporer

menampilkan tarian dan Yadi Ahmad dari Teater Garasi. Sementara itu dari bidang seni rupa terdapat nama Agus Suwage, Anusapati, Arahmaiani, Dikdik S, Hendrawan R, Heri Dono, Krisna Murti, Mella J, Nindityo A, Oscar Motulloh, Nyoman Erawan, Tisna Sanjaya, Made Wianta, S Teddy D, Yusra M, IGK Murniasih dan Dolorosa Sinaga. Belum adanya sebuah pusat seni kontemporer membuat seniman-seniman lebih sering mengadakan pameran hasil karya mereka di galeri-galeri komersial, bahkan di Museum, Art Centre Denpasar, hotel bintang-lima dan museum-museum milik perorangan, galeri-galeri yang sering mengadakan pameran seni kontemporer diantaranya adalah Seniwati Galleri of Art, Ganesha Gallery, Sika Gallery Contemporary, Sembilan Gallery, Paros Gallery, Jezz Gallery, Gaya Fusion of Sense, Komaneka Gallery, dll Perkembangan seni kontemporer yang pesat terjadi di beberapa kota di Indonesia salah satunya adalah kota Semarang. Sebagai daerah pesisir, Kota Semarang tak lepas dari serbuan pendatang. Mereka memiliki watak sendiri yang campur aduk. Hal Itu menjadi kekuatan bagi tumbuhnya seni khususnya seni kontemporer. Di Semarang ada beberapa galeri yang secara rutin mengadakan pameran seni kontemporer, diantaranya galeri semarang, rumah seni yaitu, merby centre, bilik rupa semarang dan lain-lain, pameran-pameran seni kontemporer di Semarang banyak memamerkan karya seni kontemporer dari seniman-seniman kontemporer Semarang, diantaranya : Harmanto, Doel Achmad Besari, Putut Wahyu Widodo, Kokoh N, Agung Yuliansyah, Agus Sudarto, Asep Herman, Auly Kastari, Bayu Tambeng, Bibit Jabrang, Deny Pribadi, G Haryanto, Gunawan, Ham Ngien Beng, Ibnu Thalhah, Imam Bucah, M Salafi H/Ridho, dan Winachto Belum adanya ruang yang cukup untuk melakukan eksplorasi dan eskperimentasi berkesenian di Semarang membuat kota Semarang (nyaris) kehilangan aura" keseniannya. Kini, sulit ditemukan gedung-gedung bergengsi yang berkenan menampung agendaagenda kesenian lanataran secara finansial dianggap sangat tidak menguntungkan. Pentas-pentas seni kontemporer hanya digelar di ruang-ruang sempit yang relatif tidak memiliki sarana memadai dan magnet yang mampu menyedot publik untuk berduyun-duyun mendatanginya. Terlihat dari minimnya sarana seni di semarang dan besarnya minat para seniman-seniman Semarang serta seniman-seniman Indonesia terhadap seni kontemporer maka timbul gagasan k e b e r a d a a n s e b u a h P u s a t s e n i kontemporer di Semarang. Keberadaan wadah ini berfungsi untuk menumbuhkan semangat dan memasyarakatkan dunia seni khususnya seni kontemporer di S e m a r a n g d a n I n d o n e s i a s e r t a m e n i n g k a t k a n k a r y a s e n i m a n kontemporer indonesia ke jenjang professional. PENGERTIAN UMUM Secara sederhana, sejarah seni di Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu tradisional dan modern. Seni kontemporer termasuk kedalam seni modern yang mulai berkembang sejak tahun 1980. Seni kontemporer sebagai seni rupa dengan ciri kebebasan berekspresi yang didasarkan pada pengalaman dan kemampuan dari tiap senimannya untuk memperkaya ide dan daya eksplorasi. Seni kontemporer adalah seni yang mempunyai ciri pluralitas (kaya r a g a m ). Me n g a n d u n g b e r b a g a i kecenderungan yang berkembang dari berbagai dasar. Pusat Seni Kontemporer bisa diartikan sebagai suatu tempat atau wadah

yang merupakan sarana untuk menampung kegiatan atau aktivitas, mulai dari pelatihan seni hingga proses pengembangan dan pengaplikasiannya, d e n g a n k e l e n g k a p a n s a r a n a penunjangnya, dengan tujuan untuk melayani masyarakat kota dan memenuhi kebutuhan akan minat terhadap seni kontemporer. Gambar Lukisan Kubisme ELABORASI TEMA Pada proyek Tugas Akhir ini tema yang digunakan adalah Cubism / Kubisme Adapun penjabaran tentang tema yang diangkat tersebut adalah sebagai berikut : Kubisme adalah seni modern yang menegaskan penggambaran bentuk alami ke dalam bentuk abstrak. (Fine art dictionary) Ciri khas kubisme didapat dari pengurangan dan pecahan bentuk alami ke dalam bentuk abstrak, biasanya bentuk bentuk geometris didapat dari kesatuan bidang-bidang tersendiri. (American heritage dictionary) Kubisme adalah Sebuah gerakan seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh George Braque dan Pablo Picasso. Prinsip-prinsip dasar yang umum pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak. Kubisme merupakan salah satu aliran seni kontemporer. Yang merupakan gerakan seni lukis modern paling revolusioner yang pernah dicatat dalam sejarah. Istilah "Kubis" itu sendiri, tercetus berkat pengamatan beberapa kritikus. Louis Vauxelles (kritikus Prancis) setelah melihat sebuah karya Braque di Salon des Independants, berkomentar bahwa karya Braque sebagai reduces everything to little cubes (menempatkan segala sesuatunya pada bentuk kubus-kubus kecil. Gil Blas menyebutkan lukisan Braque sebagai bizzarries cubiques (kubus ajaib). Sementara itu, Henri Matisse menyebutnya sebagai susunan petits cubes (kubus kecil). Maka untuk selanjutnya dipakai istilah Kubisme untuk memberi ciri dari aliran seperti karyakarya tersebut. Lukisan Kubisme Perkembangan seni lukis kubisme Dalam tahap perkembangan awal, Kubisme mengalami fase Analitis yang dilanjutkan pada fase Sintetis. Pada 1908-1909 Kubisme segera mengarah lebih

kompleks dalam corak yang kemudian lebih sistematis berkisar antara tahun 1910-1912. Fase awal ini sering diberi istilah Kubisme Analitis karena objek lukisan harus dianalisis. Semua elemen lukisan harus dipecah-pecah terdiri atas faset-fasetnya atau dalam bentuk kubus. Objek lukisan kadang-kadang setengah tampak digambar dari depan persis, sedangkan setengahnya lagi dilihat dari belakang atau samping. Wajah manusia atau kepala binatang yang diekspos sedemikian rupa, sepintas terlihat dari samping dengan mata yang seharusnya tampak dari depan. Pada fase Kubisme Analitis ini, para perupa sebenarnya telah membuat pernyataan dimensi keempat dalam lukisan, yaitu ruang dan waktu karena pola perspektif lama telah ditinggalkan. Bila pada periode analitis Braque maupun Picasso masih terbelenggu dalam kreativitas yang terbatas, berbeda pada fase Kubisme Sintetis. Kaum Kubis tidak lagi terpaku pada tiga warna pokok dalam goresan-goresannya. Tema karya-karya mereka pun lebih variatif. Dengan keberanian meninggalkan sudut pandang yang menjadi ciri khasnya untuk beranjak ke tingkat inovatif berikutnya. Perkembangan karya kaum Kubis selanjutnya adalah dengan perhatian mereka terhadap realitas. Dengan memasukkan guntingan-guntingan kata atau kalimat yang diambil dari surat kabar kemudian direkatkan pada kanvas sehingga membentuk satu komposisi geometris. Eksperimen tempelan seperti ini lazim disebut teknik kolase atau paper colle. Mengamati perkembangan dunia seni lukis sekarang ini yang bisa dibilang begitu revolusioner, paling tidak Kubisme telah memberi andil dalam kelahiran aliran-aliran baru. Hal ini sekaligus meratakan jalan bagi pengekspresian kreativitas yang tiada batas Gambar Lukisan Kubisme Aplikasi langsung kubisme dalam arsitektur masih menjadi satu problema, salah satunya adalah villa cubiste oleh pematung Raymond de champ villion (1912),tidak lebih dari rumah neo klasik konvensional yang menggunakan kubisme sebagai dekorasi. Situasi tersebut tidak selalu berbeda dalam kasus kelompok arsitektur czech, dimana dipublikasikan setelah tahun 1911 pada sebuah majalah, bahkan dalam karya mereka elemen kubisme didefinisikan sebagai ornamen atau fasade yang bersifat scluptural, yang tidak berefek terhadap rencana dasar atau tipe bangunan.orang-orang yang bergelut dengan arsitektur kubisme antara lain; Josef Capec, Josef Chocol, Josef Gocar, Vlastislav Hofman, Pavel Janak, Otokar Novotny. Aplikasi kubis terhadap arsitektur dilakukan oleh orang-orang yang menguasai pergerakan modern; tapi dengan karyanya yang fundamental kubisme(asimetris, transparan dan penerapan volume diadaptasi dan persepsi yang berkelanjutan) memperluas wawasan arsitektur sebagai disiplin ilmu yang bebas.

Gambar Bangunan karya Josef Gocar Bentuk massa bangunan merupakan pengembangan dari bentuk balok dengan menerapkan prinsip kubisme. Interior bangunan dirancang dengan prinsip-prinsip kubisme dan dibuat menyatu dengan lansekap dan bentuk bangunan Gambar Reconstrucio casa Dr Fara, APLIKASI TEMA Penerapan tema ini akan terlihat pada lansekap dan bentuk bangunan baik interior maupun eksterior. Bentuk eksterior Bangunan Berdasarkan study banding proyek sejenis, langgam bangunan diekspresikan dengan gaya modern untuk menampilkan ciri kontemporer. Bentuk bangunan dirancang dengan prinsip-prinsip kubisme dan dibuat menyatu dengan tapak sehingga akan memberikan suasana seni yang kental Bentuk interior Bangunan Panel-panel interior dibuat dengan bentuk dasar persegi kemudian di potong dan di distorsi, sehingga interior akan menyatu dengan elemen lain. Open space menggunakan pola lantai yang dibuat dengan prinsip menyusun dengan permainan warna, penggunaan warna tegas dibuat pada sumbu maya untuk membuatnya lebih dominan.

HASIL RANCANGAN

DAFTAR PUSTAKA Tim prima pena. Kamus ilmiah populer. Penerbit Gitamedia press. Jakarta. 2006 W.J.S. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Penerbit Balai Pustaka, Jakarta. 1974 Widya Yudhoeputro. Ekspresi kontemporer. Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta. 1990 Jim Supangkat. Pengantar untuk beinnialle Seni Rupa Jakarta IX. Dewan Kesenian Jakarta. 1993 www.wikipedia.org.id. www. Answer.com www.barcelonetes.com Suara Merdeka, Rabu 23 Juni 2004 Suara Merdeka, Selasa 07 September 2004 Kompas, Rabu 17 September 2003