Algoritma Pengujian Komposisi Material

dokumen-dokumen yang mirip
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

PERTEMUAN #3 TEORI DASAR OTOMASI 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

Elemen Dasar Sistem Otomasi

Studi Penambahan Gula Tetes Pada Cetakan Pasir Terhadap Kuantitas Cacat Blow-hole

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

PEMBUATAN POLA dan CETAKAN HOLDER MESIN UJI IMPAK CHARPY TYPE Hung Ta 8041A MENGGUNAKAN METODE SAND CASTING

PERBANDINGAN KARAKTERISTIK MEKANIS DAN KOMPOSISI KIMIA ALUMUNIUM HASIL PEMANFAATAN RETURN SCRAP

PERTEMUAN #7 SISTEM KONTROL CONTINUE & DISKRIT 6623 TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

ANALISIS PEMBUATAN HANDLE REM SEPEDA MOTOR DARI BAHAN PISTON BEKAS. Abstrak

Kategori Dasar Industri

ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PENUANGAN DAN TEMPERATUR CETAKAN TERHADAP SIFAT MEKANIS BAHAN PADUAN Al-Zn

SISTEM KONTROL INDUSTRI PERTEMUAN # TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

PEMBUATAN SAMPEL DAMI (TIRUAN) BERPEDOMAN PADA SAMPEL STANDART BERSERTIFIKAT UNTUK PENGUJIAN SPEKTROMETER

SISTEM KONTROL KONTINU DAN DISKRIT

BAB I PENDAHULUAN.

PERBANDINGAN PROSES PEMESINAN SILINDER SLEEVE DENGAN CNC TIGA OPERATION PLAN DAN EMPAT OPERATION PLAN ABSTRACT

TUGAS AKHIR PENGARUH ELEKTROPLATING TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMINIUM PADUAN

ANALISIS STRUKTUR MIKRO CORAN PENGENCANG MEMBRAN PADA ALAT MUSIK DRUM PADUAN ALUMINIUM DENGAN CETAKAN LOGAM

BUKU RANCANGAN PENGAJARAN MATA AJAR MENGGAMBAR TEKNIK. oleh. Tim Dosen Mata Kuliah Menggambar Teknik

PENGARUH DEOKSIDASI ALUMINIUM TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA MATERIAL SCH 22 Yusup zaelani (1) (1) Mahasiswa Teknik Pengecoran Logam

BAB I PENDAHULUAN. Luasnya pemakaian logam ferrous baik baja maupun besi cor dengan. karakteristik dan sifat yang berbeda membutuhkan adanya suatu

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH TEKNIK PENGECORAN KODE / SKS : KK / 2 SKS. Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM INFORMASI INVENTORY DI ASTI OFFSET

TIN310 - Otomasi Sistem Produksi Materi #1 Ganjil 2016/2017 TIN310 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

PERENCANAAN TEKNOLOGI OLEH: MEGA INAYATI RIF AH, ST., M.SC.

TIN310 - Otomasi Sistem Produksi Materi #1 PENGANTAR OTOMASI TIN310 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PERKULIAHAN SEMESTER (RPKPS)

1. BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISA PENGARUH PENGECORAN ULANG TERHADAP SIFAT MEKANIK PADUAN ALUMUNIUM ADC 12

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

TIN310 - Otomasi Sistem Produksi. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d

Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Tuntutan Sistem Produksi Maju

ANALISIS HASIL PENGECORAN LOGAM AL-SI MENGGUNAKAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI PENGIKAT PASIR CETAK

PENGARUH JARAK DARI TEPI CETAKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA CORAN ALUMINIUM

PERANCANGAN SISTEM PENELUSURAN MATERIAL PT ALSTOM POWER ESI SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. digunakan dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik kalangan

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI DIMENSI CIL DALAM (INTERNAL CHILL) TERHADAP CACAT PENYUSUTAN (SHRINKAGE) PADA PENGECORAN ALUMINIUM 6061

Aplikasi Metode Group Technology dalam Memperbaiki Tata Letak Mesin untuk Meminimalkan Jarak Perpindahan Bahan (Studi Kasus di Perusahaan Mebel Logam)

RANCANG BANGUN CETAKAN PEMANEN (PERMANENT MOLD) UNTUK PEMBUATAN PULLEY ALUMINIUM ABSTRACT

PENGECORAN SUDU TURBIN AIR AKSIAL KAPASITAS DAYA 102 kw DENGAN BAHAN PADUAN TEMBAGA ALLOY 8A

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

STUDI EKSPERIMEN PENGARUH WAKTU PENIUPAN PADA METODA DEGASSING JENIS LANCE PIPE, DAN POROUS PLUG TERHADAP KUALITAS CORAN PADUAN ALUMINIUM A356.

PENGANTAR OTOMASI PERTEMUAN # TAUFIQUR RACHMAN TKT312 OTOMASI SISTEM PRODUKSI

USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PEMOTONGAN KABEL DIVISI CABLE CASING DI PT.INSERA SENA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Pengaruh Bentuk Riser Terhadap Cacat Penyusutan Produk Cor Aluminium Cetakan Pasir

1.6. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tugas akhir ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

ANALISIS SIFAT FISIS DAN MEKANIS ALUMINIUM (Al) PADUAN DAUR ULANG DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN LOGAM DAN CETAKAN PASIR

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (GBPP)

PENGARUH TEMPERATUR TUANG DAN TEMPERATUR CETAKAN PADA HIGH PRESSURE DIE CASTING (HPDC) BERBENTUK PISTON PADUAN ALUMINIUM- SILIKON

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (STUDI KASUS: PT.

TUGAS PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK II CETAKAN PERMANEN

TIN314 Perancangan Tata Letak Fasilitas. h t t p : / / t a u f i q u r r a c h m a n. w e b l o g. e s a u n g g u l. a c. i d

RPKPS (RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER)

PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SHARED STORAGE

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DI LABORATORIUM PLASTIK INJEKSI POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA

KONTROL OTOMATIS PADA ROBOT PENGANTAR BARANG DENGAN PARAMETER MASUKAN JARAK DENGAN OBJEK DAN POSISI ROBOT. oleh. Ricky Jeconiah NIM :

PENINGKATAN EFISIENSI INDUSTRI KECIL POLA PENGECORAN LOGAM CEPER

PENGELOLAAN BIAYA MANUFAKTUR PADA LINGKUNGAN TEKNOLOGI MANUFAKTUR MAJU. Oleh : Edi Sukarmanto Th. 1 Abstrak

BAB I PENDAHULUAN I.1

Menentukan strategi pembelajaran teknik pengecoran logam berdasarkan

MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI

Cacat shrinkage. 1 1,0964 % Bentuk : merupakan HASIL DAN ANALISA DATA. 5.1 Hasil Percobaan

Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Dimensi Cil dalam (Internal Chill) terhadap Cacat Penyusutan (Shrinkage) pada Pengecoran Aluminium 6061

Sistem Otomasi Pengisian Material Zat Cair Menggunakan RFID

Khristian Edi Nugroho; Dimas Rahmawan; Prayogo Adi Utomo

DAFTAR ISI.. LEMBAR PENGESAHAN SURAT PERNYATAAN ABSTRAK.. ABSTRACT... DAFTAR TABEL.. DAFTAR PERSAMAAN..

BAB 1 PENDAHULUAN. Silinder liner adalah komponen mesin yang dipasang pada blok silinder yang

FM-UDINUS-PBM-08-04/R0 SILABUS MATAKULIAH. toleransi. Revisi : 4 Tanggal Berlaku : 04 September 2015

Program Studi Teknik Mesin S1

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN UKURAN LOT TRANSFER BATCH UNTUK MINIMASI MAKESPAN KOMPONEN ISOLATING COCK DI PT PINDAD

I. PENDAHULUAN. Aluminium merupakan logam yang banyak digunakan dalam komponen

APLIKASI MANAJEMEN PERKANTORAN E*/**

Momentum, Vol. 10, No. 2, Oktober 2014, Hal ISSN

Mata Kuliah: Proses Manufaktur II (Pengecoran, Pembentukan) 3 sks

BAB 6. Kesimpulan dan Saran

PENELITIAN PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PEMANASAN LOW TEMPERING

SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : ANALISIS & PERANCANGAN SISTEM INFORMASI */** KODE / SKS : AK / 3 SKS

PENGGUNAAN 15% LUMPUR PORONG, SIDOARJO SEBAGAI PENGIKAT PASIR CETAK TERHADAP CACAT COR FLUIDITAS DAN KEKERASAN COR

Optimasi Cutting Tool Carbide pada Turning Machine dengan Geometry Single Point Tool pada High Speed

TEKNIK PENGECORAN Halaman 1 dari 6

ANALISIS PENGARUH TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI TERHADAP KARAKTERISTIK MATERIAL PISTON

ANALISA KELAYAKAN PENERAPAN ERP PADA PT. PWI DENGAN MENGGUNAKAN SWOT

PENGARUH PENAMBAHAN TEMBAGA (Cu) TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADA PADUAN ALUMINIUM-SILIKON (Al-Si) MELALUI PROSES PENGECORAN

SIMULASI TEKNIK PENANGANAN MATERIAL SISTEM PRODUKSI SECARA MANUAL DAN OTOMATIS BERBASIS AUTOMATIC GUIDED VEHICLE (AGV)

Information System Analysis and Design

ISSN hal

PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP BEBAN IMPAK MATERIAL ALUMINIUM CORAN

VARIASI PENAMBAHAN FLUK UNTUK MENGURANGI CACAT LUBANG JARUM DAN PENINGKATAN KEKUATAN MEKANIK

PERANCANGAN PENGECORAN KONSTRUKSI CORAN DAN PERANCANGAN POLA

PENGARUH PUTARAN TERHADAP LAJU KEAUSAN Al-Si ALLOY MENGGUNAKAN METODE PIN ON DISK TEST

enterprise resource planning, penjualan, produksi, work order, otomatisasi

Jurusan Teknik Industri Itenas No.03 Vol.02 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli 2014

: MES 313 (2 SKS TEORI + 1 SKS PRAKTIK)

ANALISA KEKERASAN PADA PISAU BERBAHAN BAJA KARBON MENENGAH HASIL PROSES HARDENING DENGAN MEDIA PENDINGIN YANG BERBEDA

Gambar 1 Sistem Saluran

Konsep Just in Time Guna Mengatasi Kesia-Siaan dan Variabilitas dalam Optimasi Kualitas Produk

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

OPTIMALlSASI PENCAPAIAN TARGET KOMPOSISI PADA PEMBUATAN BAJA SKD 61 MELALUI PENGGUNAAN SCRAP BESI COR

ANALISIS FLEXIBLE ASSEMBLY LINE DENGAN MELAKUKAN VIRTUAL PROTOTYPING

Transkripsi:

Algoritma Pengujian Komposisi Material Hendri Budiman Dosen Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin - Universitas Bung Hatta email: hbtea@yahoo.com Abstrak Kondisi lingkungan yang dinamis membuat perusahaan harus lebih kompetitif dan meningkatkan fleksibilitas sistem manufakturnya agar tidak kehilangan pangsa pasarnya. Hal tersebut dicapai dengan menghilangkan kondisi tidak normal dalam proses produksinya. Komposisi material yang yang tidak sesuai dengan standar adalah suatu kondisi tidak normal dalam suatu pabrik pengecoran. Untuk mencapai komposisi yang sesuai dengan standar tidaklah mudah karena memerlukan alat uji dan proses penyesuaian (adjustment). Dalam perencanaan piranti lunak diperlukan suatu kecerdasaan buatan yang dapat menyesuaikan komposisi material. Dalam tulisan ini akan diulas algoritma pengujian komposisi material untuk menyesuaikan komposisi material yang dilebur dengan standar material. Kata kunci: Komposisi Material, Penyesuaian, Piranti lunak, kecerdasan buatan. Abstract The dynamic change of environment has made the factory must more competitive if they don t want to lose their market. To anticipate it can be by loosing un normal condition in production process. Material composition un appropriate by standard is un normal condition in foundry industry. To reach standard material composition is not simple because needed testing instrument and adjustment process. In software design needed a artificial intelligent can be adjust material composition. In the paper will be covered material composition testing algorithm for adjust material composition than material standard. Keywords: Material omposition, Adjustment, Software, artificial Intelligent. 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi komputer (software & hardware) akan memicu perkembangan teknologi informasi. Imbasnya sekarang sudah terasa disegala bidang. Dibidang industri manufaktur juga terasa imbasnya untuk membantu aktivitas proses produksi. Aktivitas industri manufaktur yang dapat dibantu misalnya pengelolaan order, perencanaan produksi, inspeksi, inventory dan lain - lain. Berikut ini akan mengulas peranan teknologi informasi dalam membantu kegiatan di suatu pabrik pengecoran (pengujian komposisi material). atatan : Diskusi untuk makalah ini diterima sebelum tanggal 1 Juli 2003. Diskusi yang layak muat akan diterbitkan pada Jurnal Teknik Mesin Volume 5 Nomor 2 Oktober 2003. 2. Kajian Teori Setiap industri dewasa ini cenderung mengarah ke otomasi sistem produksi. Untuk itu integrasi antara sistem otomatis yang ada pada setiap elemen produksi memegang peranan yang penting. Otomasi sistem produksi mempunyai konsekuensi informasi yang ada tentang elemen produksi harus disiapkan sebaik. Menurut ISO, model arsitektur dibagi dalam 6 tingkatan seperti tampak pada tabel 1. Adapun tingkatannya adalah tingkat perusahaan besar (enterprise), tingkat pabrik, tingkat area, tingkat cell, tingkat stasiun pengerjaan dan yang paling akhir tingkat komponen.pada tingkatan perusahaan besar banyak macam informasi dengan struktur data yang kompleks, 11

JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 5, No. 1, Mei 2002: 11 15 sehingga model perusahaan yang besar dapat dibagi menjadi modul-modul yang kecil agar lebih sederhana. Pada tabel 1. terlihat bahwa AD/AM berada pada tingkat kelima yaitu pabrik berdasarkan model arsitektur IM. Jadi pemodelan pabrik juga meliputi pemodelan informasi yang diperlukan oleh sistem AD/AM. ng diperlukan AD/AM berupa informasi teknik dan informasi produksi. Tabel 1. Enam tingkat model arsitektur IM Tingkat Aktivitas Basis data Jaringan 6 (Perusa haan) Sistem bisnis : - Penjualan - Order Sistem manajemen : - Perencanaan manajemen Jaringan Lokal Perusahaan 5 (Pabrik) 4 (Area) 3 (ell) 2 (Stasiun pengerjaan) 1 (Komponen) - Perhitungan Permintaan - Sistem Produksi : - Perencanaan Produksi, Gudang, MRP, Komponen, Order Desain, Perkembangan Teknologi Produksi : - AD, AM, APP, AE Distribusi. Sistem Proses. Sistem Aliran Material. Distribusi Material Pemesinan-FMS Perakitan-FMS Pengiriman Pengontrol Gudang Otomatis Pengontrol Peralatan Gudang penyimpanan otomatis Perkakas Mesin N Alat Transportasi Informasi teknik Informasi Produksi Aktual Lokasi Kualitas Jaringan Lokal Pabrik Jaringan Area (LAN, MAP) Masalah-masalah didunia nyata sangat kompleks, seringkali untuk pemecahan masalah tersebut perlu dibuatkan model. Model dibuat berdasarkan apa yang telah diketahui, sehingga belum tentu semua variabel terwakili. Karena itu agar dapat beroperasi maka langkah pertama yang dilakukan adalah pemodelan dimana setiap elemen produksi dimodelkan menjadi suatu obyek virtual pada komputer, seperti yang diperlihatkan pada gambar 1. Permasalahan yang ada disuatu workshop atau pabrik yang selama ditangani dengan cara manual dan membutuhkan waktu yang lama dan ketelitian yang rendah dapat dibantu dengan menggunakan komputer. Misalnya adalah permasalahan pengujian komposisi material pada suatu indutri pengecoran yang akan dijelaskan berikut ini. Untuk produk presisi dan bekerja pada temperatur tinggi seperti produk-produk otomotif (piston, crank shaft dan ring piston) memiliki rentang komposisi yang sempit disamping proses pembuatannya cukup rumit dan kompleks. Salah satu proses pembuatanya adalah proses pengecoran. Parameter yang cukup penting dalam proses pengecoran adalah masalah komposisi akhir produk yang dicor. Komposisi akhir produk cor harus direncanakan sebelumnya. Komposisi yang sesuai dengan standar untuk setiap produk yang dibuat sangat penting artinya karena akan mempengaruhi sifat-sifat material (sifat fisik dan mekanik). Area peleburan merupakan area yang paling menentukan komposisi material. Model of Factory in omputer Modelling Factory Gambar 1. Pemodelan Dalam suatu industri pengecoran komposisi produk yang tidak sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya merupakan kondisi yang tidak normal dalam suatu proses produksi. Kondisi ini harus dieliminir agar fleksibilitas dan kedinamisan proses produksi dapat dicapai. 3. Pabrik Pengecoran Peleburan (melting) merupakan proses yang cukup dominan penting dalam proses pengecoran (casting process). Area peleburan adalah satu diantara beberapa area pada suatu Foundry. Di area ini dilakukan peleburan raw material sampai dihasilkan logam cair siap tuang. Secara global metoda peleburan untuk setiap jenis material di area peleburan dilakukan dengan metoda yang sama. Ilustrasi aktivitas produksi di Area Peleburan dapat dilihat pada gambar 2. 12

Persiapan Raw Material Raw Material Sample Inspeksi Logam air (Spectrometer ) Operator Logam air Ladel Besar Area Peleburan Inspeksi Logam air (E Meter) Furnace Peleburan Tapping Gambar 2. Ilustrasi aktivitas di Area Peleburan Aktivitas Area Peleburan diawali dengan persiapan raw material dan furnace. Kemudian raw material yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam furnace sampai terbentuk logam cair. Untuk mengetahui komposisi logam cair dilakukan inspeksi logam cair. Alat uji yang digunakan misalnya E meter atau spektrometer. Kemudian aktivitas diarea ini diakhiri dengan penyesuaian komposisi logam cair terhadap standar material yang dibuat. Setelah itu dilakukan proses tapping yang merupakan awal aktivitas di Area Penuangan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya setelah dketahui komposisi logam cair dengan pengujian komposisi (E dan spectrometer) dilakukan proses penyesuaian untuk mencapai komposisi yang sesuai dengan standar. Proses penyesuaian adalah penambaham material tertentu atau pengurangan logam cair dari furnace (tungku) sehingga komposisi material sesuai dengan standar yang ditetapkan sebelumnya. 4. Batasan Masalah Algoritma yang dibuat ini merupakan studi kasus suatu pabrik pembuat ring piston. Jadi aturan dan prinsisp yang digunakan sesuai dengan yang ada pada pabrik tersebut. Jadi dalam makalah ini perlu dibatasi bahwa: Alat uji yang digunakan adalah E meter dan spectrometer Standar material yang digunakan adalah standar material pabrik 5. Algoritma Pengujian Komposisi Material Proses pengujian komposisi material pada studi kasus ini menggunakan E meter dan spectrometer. Seperti dijelaskan pada gambar 3 ada tiga bagian utama yaitu : Furnace berisi logam cair yang dilebur dari beberapa raw material Standar material yang menentukan kandungan komposisi masing-masing unsur yang ditetapkan Proses pengujian komposisi yang menggunakan E meter dan Spectrometer. Dari proses pengujian didapatkan data mengenai logam cair seperti Temperatur Liquidus (T_Liq), komposisi logam cair Dari data tersebut diketahui apakah komposisi sesuai dengan standar atau tidak. Apabila komposisi tidak sesuai dengan standar maka dilakukan proses penyesuaian (adjustment). Proses pengujian material dilakukan setelah logam cair mendekati temperatur tuang dengan cara mengambil sampel dari furnace kemudian dituangkan ke mangkuk uji pada E meter kemudian akan terdeteksi temperatur liquidus dari sampel uji. Setelah T Liq terbaca pada E meter maka akan didapat dua kemungkinan apakah T_Liq berada dalam rentang target atau tidak. Bila T_liq tidak berada dalam rentang target maka dilakukan penambahan komponen (unsur) yang bersangkutan atau pembuangan logam cair dari furnace. FURNAE Logam air Gambar 3. Set Of Raw Material Raw Material Set Of Komponen Spectrometer INSPEKSI Target Komponen E Target Komponen ng Terjadi Adjustment Penyesuaian Target Komponen ng Terjadi Dengan Standar Standar Material Set Of Komponen Ilustrasi proses pengujian komposisi dan proses penyesuaian Apabila T_Liq berada dalam rentang target maka peyesuaian dilanjutkan untuk masingmasing unsur yang ditetapkan dalam standar material. Disini juga dilakukan penambahan dengan raw material untuk mencapai standar komposisi yang telah ditetapkan. Pada algoritma ini terjadi iterasi untuk masing-masing unsur. Apabila semua unsur yang disesuaikan komposisinya dengan rentang target maka proses penyesuaian telah selesai dilakukan dengan demikian komposisi material ini telah Fe Mn Ni Si Dll. P r 13

JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 5, No. 1, Mei 2002: 11 15 sesuai dengan standar. Algoritma secara rinci dapat dilihat pada lampiran 1. Untuk mendukung algoritma ini dibutuhkan basis data mengenai : Standar material, seperti komposisi masingmasing unsur yang membentuknya Raw material, seperti komposisi masingmasing unsur yang membentuknya Furnace, seperti tipe, kapasitas, dan lain. Untuk sempurnanya algoritma ini alangkah baiknya dilakukan pemodelan terhadap seluruh bagian yang terlibat dalam proses peleburan ini. Sehingga piranti lunak yang dibuat tidak hanya berguna untuk pengujian komposisi material saja tetapi dapat digunakan untuk pengelolaan suatu bengkel peleburan. 6. Martawirya, tna Yuwatna, Modul Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri, Diktat Kuliah, ITB, Bandung, 1992. 7. Martawirya, tna Yuwatna, Modul Teknik Pemodelan Berorientasi Obyek, Diktat Kuliah, ITB, Bandung, 1992. 8. oad, Peter., Yourdon, Edward, Object Oriented Analysis, second edition, Prentice- Hall, Inc, Engewood liffs, New Jersey, 1991. 9. Setyadi, Rochmad, Panduan Belajar ++ 4.x untuk pemodelan, edisi pertama, ITB, Bandung, 1996. 6. Penutup Proses penyesuaian komposisi sering dilakukan dalam setiap peleburan untuk mendapatkan komposisi produk yang sesuai dengan yang direncanakan. Dengan adanya algorima ini sangat membantu aktivitas proses peleburan. Dari lagoritma yang dibuat maka dalam proses peleburan diharapkan, antara lain; waktu penyesuaian komposisi material lebih cepat karena menggunakan piranti lunak sehingga lebih cepat dari cara manual, pemakaian raw material lebih hemat, dan perhitungan akan lebih akurat dibandingkan cara manual sehingga penggunaan material lebih efisisen Daftar Pustaka 1. Degarmo, Paul, Material And Process in Manucaturing Process, Second Edition, McGraw-Hill, New Delhi, 1986. 2. Groover, Mikell P., Fundamentals Of Modern Manufacturing, Material, Processes And Systems, Prentice Hall Inyternational Inc, 1987. 3. Jain PL., Principles Of Foundry Technology, Second Edition, McGraw-Hill, New Delhi, 1986. 4. Surdia, Tata. -, Kenji., Teknik Pengecoran Logam, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1976. 5. Martawirya, tna Yuwatna., Sistem Produksi Lanjut, Diktat Kuliah., ITB, Bandung, 1992. 14

Lampiran 1. ALGORITMA PENGUJIAN KOMPISISI MATERIAL Mulai Nomor asting, asting Date & Standar Material T_Liq E Meter Benda uji baru T_Liq sesuai rentang target Bandingkan % unsur dengan target B Menghitung Jumlah penambahan Steel F1 T_Liq kurang dari target Menghitung Jumlah Penambahan arbon F2 % unsur sesuai rentang target % unsur > target S T Menentukan Fe Alloy yang ditambahkan Menentukan raw material ditambahkan S > 5 Buang logam cair sebanyak S Menghitung berat Fe Alloy yang ditambahkan [F3] Kr Menghitung berat raw material yang ditambahkan [F4] Lr Tambahkan Steel sebanyak S Tambahkan arbon sebanyak T Tambahkan Fe Alloy sebanyak Kr Tambahkan raw material sebanyak Lr B Selesai 15