Penerapan Reverse Engineering pada Analisa Tegangan Bracket Engine Mounting

dokumen-dokumen yang mirip
Reverse Engineering Blok Silinder, Comp-Head Genset X dan Pengaruh Developer terhadap Hasil 3D Scanning

REVERSE ENGINEERING OUTER BODY MOBIL CITY CAR

REVERSE ENGINEERING OUTER FENDER PADA MOBIL MINI TRUK ESEMKA

PROSES REVERSE ENGINEERING MENGGUNAKAN LASER OPTICAL SCANNER TESIS

TEGANGAN DAN REGANGAN

BAB I PENDAHULUAN. terciptanya suatu sistem pemipaan yang memiliki kualitas yang baik. dan efisien. Pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian

TUGAS AKHIR MODELING PROSES DEEP DRAWING DENGAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

REVERSE ENGINEERING AUTOMATIC WELD SIZE GAUGE DAN VALIDASI DATA DENGAN MENGGUNAKAN COORDINATE MEASURING MACHINE (CMM)

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. dan efisien.pada industri yang menggunakan pipa sebagai bagian. dari sistem kerja dari alat yang akan digunakan seperti yang ada

ANALISA KEGAGALAN POROS DENGAN PENDEKATAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB IV METODE PENELITIAN

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2013

BAB 11 ELASTISITAS DAN HUKUM HOOKE

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR PERNYATAAN ABSTRACT DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR NOTASI BAB I.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Perencanaan Interior 2. Perencanaan Gedung 3. Perencanaan Kapal

NASKAH PUBLIKASI TUGAS AKHIR REVERSE ENGINEERING (PENGAMBILAN DATA DAN KALIBRASI 3D DENGAN MENGGUNAKAN KAMERA DIGITAL)

Perbandingan Hasil Analisa Konsentrasi Tegangan Pada Plat Berlubang Akibat Beban Tarik Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga dan Kajian Eksperimen

PENGARUH BEBAN PENGGETAR MESIN PRESS BATAKO PADA PROSES PRODUKSI BATAKO TANPA PLESTER DAN TANPA PEREKAT (BTPTP) TERHADAP KEKUATAN DINDING

BAB I PENDAHULUAN. Ekstrusi merupakan salah satu proses yang banyak digunakan dalam

Menguasai Konsep Elastisitas Bahan. 1. Konsep massa jenis, berat jenis dideskripsikan dan dirumuskan ke dalam bentuk persamaan matematis.

Mekanika Bahan TEGANGAN DAN REGANGAN

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. mendorong terciptanya suatu produk dan memiliki kualitas yang baik.

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 6 KESIMPULAN & SARAN

1.1 Latar belakang Di awal abad 21, perkembangan teknologi komputer grafis meningkat secara drastis sehingga mempermudah para akademisi dan industri

INDEPT, Vol. 4, No. 1 Februari 2014 ISSN

Bab 1. Pendahuluan Latar Belakang Masalah

Diktat-elmes-agustinus purna irawan-tm.ft.untar BAB 2 BEBAN, TEGANGAN DAN FAKTOR KEAMANAN

SIMULASI PROSES BACKWARD EKSTRUSION PADA PEMBUATAN KOMPONEN PISTON

TEGANGAN MAKSIMUM DUDUKAN STANG SEPEDA: ANALISIS DAN MODIFIKASI PERANCANGAN

Laporan Praktikum Laboratorium Teknik Material 1 Modul A Uji Tarik

BAB 2. PENGUJIAN TARIK

Kompetensi Dasar: 3.6 Menganalisis sifat elastisitas bahan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Pembelajaran:

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

STUDI ANALISIS PEMODELAN BENDA UJI BALOK BETON UNTUK MENENTUKAN KUAT LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE KOMPUTER

1. PERUBAHAN BENTUK 1.1. Regangan :

BAB II TEORI DASAR. Gambar 2.1 Tipikal struktur mekanika (a) struktur batang (b) struktur bertingkat [2]

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

REVERSE ENGINEERING SEBAGAI BASIS DESAIN PENGEMBANGAN MOBIL MINI TRUK ESEMKA

Abstrak. Kata Kunci : Frame, Analisis Tegangan Statik, Ansys 14.5, Tegangan Von Mises, Faktor Keamanan. Abstract

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Berikut adalah data data awal dari Upper Hinge Pass yang menjadi dasar dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

REVERSE ENGINEERING PADA DESIGN OUTER FENDER MOBIL MINI TRUCK ESEMKA

ANALISIS MOMEN LENTUR MATERIAL ALUMINIUM DENGAN VARIASI MOMEN INERSIA DAN BEBAN TEKAN

LAPORAN TUGAS AKHIR ANALISA ELASTIS-PLASTIS KONTAK ROLLING MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK BELAH KETUPAT PADA BAN TANPA UDARA TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL

ABSTRAK. Kata kunci: diagram kelas, xml, java, kode sumber, sinkronisasi. v Universitas Kristen Maranatha

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

Mesin atau peralatan serta komponenkomponenya pasti menerima beban operasional dan beban lingkungan dalam melakukan fungsinya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA DAN EKSPERIMENTAL PERHITUNGAN KURVA BEBAN-LENDUTAN BALOK BAJA ABSTRAK

ANALISA PERKIRAAN UMUR PADA CROSS DECK KAPAL IKAN KATAMARAN 10 GT MENGGUNAKAN METODE FRACTURE MECHANICS BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

TUGAS AKHIR DESAIN PROGRESSIVE DIES PROSES PIERCING DAN BLANKING ENGSEL UNTUK KOMPONEN KURSI LIPAT RULY SETYAWAN NIM

1. Tegangan (Stress) Tegangan menunjukkan kekuatan gaya yang menyebabkan perubahan bentuk benda. Perhatikan gambar berikut

Jurnal Teknika Atw 1

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB IV SIFAT MEKANIK LOGAM

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN TEGANGAN DAN SIMULASI SOFTWARE

PERANCANGAN KONSTRUKSI PADA SEGWAY

BAB III METODE KAJIAN

Bab II STUDI PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

ANALISA KARAKTERISTIK KONTAK CAPSULE ENDOSCOPY DI DALAM USUS KECIL MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

PERANCANGAN TEMPAT TIDUR PASIEN BERBAHAN ALUMUNIUM MENGGUNAKAN CAD. Jl. Grafika No.2, Yogyakarta

Analisis Kekuatan dan Deformasi Piston Mesin Bensin-Bio Etanol dan Gas dengan Injeksi Langsung untuk Kendaraan Nasional dengan Simulasi Numerik

1. Tegangan (Stress) Tegangan menunjukkan kekuatan gaya yang menyebabkan perubahan bentuk benda. Perhatikan gambar berikut

ANALISIS DESAIN MOBILE STAND VOLVO FH16-SST45 MENGGUNAKAN CATIA V5

METODOLOGI PENELITIAN

LAMPIRAN B2. KISI-KISI SOAL TES KETERAMPILAN PROSES SAINS : Sekolah Mengengah Atas

Analisis Tegangan Plat Penghubung Bucket Elevator Menggunakan Metode Elemen Hingga. Ully Muzakir 1 ABSTRAK

Tugas Akhir ANALISA PENGARUH TEBAL DAN GEOMETRI SPOKE BERBENTUK SQUARE BAN TANPA ANGIN TERHADAP KEKAKUAN RADIAL DAN LATERAL

Pembebanan Batang Secara Aksial. Bahan Ajar Mekanika Bahan Mulyati, MT

DECIDING THE OPTIMUM SPOKE ANGLE OF MOTORCYCLE CAST WHEEL USING FINITE ELEMENT APLICATION AND PUGH S CONCEPT SELECTION METHOD

Disusun oleh: Nama: Eko Warsito Nrp :

A. Penelitian Lapangan

TUGAS SARJANA PEMODELAN KONTAK ELASTIS-PLASTIS ANTARA SEBUAH BOLA DENGAN SEBUAH PERMUKAAN KASAR (ROUGH SURFACE) MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

BAB III OPTIMASI KETEBALAN TABUNG COPV

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin ABSTRAKSI

OPTIMASI DESAIN TANGKI TRUCK BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT APPLICATION

Analisis Titik Luluh Material Menggunakan Metode Secant

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

TEGANGAN DAN REGANGAN GESER. Tegangan Normal : Intensitas gaya yang bekerja dalam arah yang tegak lurus permukaan bahan

DISAIN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN DIES SASIS MOBIL MINI TRUK ESEMKA

ANALISA PENGUJIAN TARIK SERAT AMPAS TEBU DENGAN STEROFOAM SEBAGAI MATRIK

PREDIKSI SPRINGBACK PADA PROSES DEEP DRAWING DENGAN PELAT JENIS TAILORED BLANK MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA

KONSEP TEGANGAN DAN REGANGAN NORMAL

ANALISADEFLEKSI PLAT STOPPER PADA MESIN UJI TARIK HIDROLIK Budi Hartono. Abstrak

Nana Supriyana 1, Nur Biyanto 2, 1,2

BAB I PENDAHULUAN. analisa elastis dan plastis. Pada analisa elastis, diasumsikan bahwa ketika struktur

STUDI ANALISIS PERTEMUAN BALOK KOLOM BERBENTUK T STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG DENGAN PEMODELAN STRUT-AND- TIE ABSTRAK

Laporan Praktikum MODUL C UJI PUNTIR

PROPOSAL TUGAS AKHIR DAFTAR ISI

Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha. Suatu benda dikatakan memiliki energi jika benda tersebut dapat melakukan usaha.

Pengertian Reverse Engineering

KARAKTERISAS I SENSOR STRAIN GAUGE Kurriawan Budi Pranata 1, Wignyo Winarko 2, Solikhan 3

Tutorial SolidWorks : Analisa tegangan dengan COSMOSXpress (seri 1)

Transkripsi:

Penerapan Reverse Engineering pada Analisa Tegangan Bracket Engine Mounting Sholikin 1, a dan Carolus Bintoro 2 1 Program Studi Teknik Mesin, Universitas Presiden, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia 2 Program Studi Teknik Mesin, Politeknik Negeri Bandung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia a m.sholikin.ms@gmail.com Abstract. The objective of reverse engineering process in the manufacturing field is to reproduce or re-create an existing model. There are three stages in the research process: data acquisition, 3D modeling and design analysis. The results of the data capture acquisition form 3D products in.stl format. From this data is making 3D models, the level of deviation from the geometry created showing the quality of the results of the 3D bracket. The deviation was -0.8 mm in cross section runner. Geometry 3D design bracket and then analyzed using the finite element method software. For material testing bracket using the spectrometer, the type of material is aluminum AC4CH. The results of stress analysis testing in the bracket indicates there is high stress concentration at the center of the bracket. It demonstrates that the bracket will crack with the application of F 44.1 kn. Keywords. Reverse Engineering, Bracket Engine Mounting, 3D Model, CAE, CAM. Abstrak. Reverse engineering adalah sebuah proses dalam bidang manufacturing yang bertujuan untuk mereproduksi atau membuat ulang model yang sudah ada. Terdapat tiga tahapan dalam proses penelitian yaitu data acquisition, 3D modeling dan analisa design. Hasil dari data aqusition berupa capture 3D produk dalam format.stl. Dari data ini dilakukan pembuatan 3D model, tingkat penyimpangan dari geometri yang dibuat menunjukkan kualitas dari hasil 3D bracket. Penyimpangan terbesar adalah -0.8 mm pada bagian potongan runner. Geometri 3D bracket kemudian dilakukan analisa design dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak. Untuk pengujian material bracket dengan menggunakan spectrometer, jenis materialnya adalah alumunium AC4CH. Analisa pengujian tegangan pada bracket menunjukan terdapat konsentrasi tegangan yang tinggi pada bagian tengah bracket. Hal ini menunjukkan bracket akan crack dengan penerapan F 44.1 kn. Kata kunci. Reverse Engineering, Bracket Engine Mounting, 3D Model, CAE, CAM. Latar Belakang Reverse engineering dimulai dengan produk sedangkan rekayasa maju adalah meneliti suatu produk dan diakhiri dengan suatu produk. Rekayasa maju (forward engineering) lazim dilakukan dalam menciptaan dan membuat suatu produk, sedangkan reverse engineering menciptakan dan membuat produk dengan cara mengkopi dari produk tersebut.dengan menggunakan bantuan software CAD, produk dapat digambarkan dalam bentuk produk digital, sehingga dapat dianalisisa. Reverse engineering dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi sistematis dari suatu produk dengan tujuan replika atau pembuatan model baru karena bagian yang rusak umumnya terlalu mahal untuk mengganti atau tidak tersedia lagi[1]. Banyak metode yang dapat dilakukan dalam reverse engineering suatu produk atau barang. Salah satu metode yang sering dilakukan adalah dengan mendapatkan 3D modeling suatu produk dengan cara melakukan proses scanning. Produk ini di scan menggunkan laser 3D scanner dimana output dari proses tersebut adalah data berupa capture produk, biasaya dalam format file stl. 23

Dari data ini kemudian diolah dan dibuatlah 3D modeling dengan bantuan software CAD. 3D modeling ini menggambarkan bentuk dan ukuran dari produk tersebut. Sebelum membuat atau mengembangkan suatu produk, hal yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa design atau gambar dari produk tersebut benar benar sudah sesuai dengan requirement yang ditentukan atau diharapkan. Untuk itu design tersebut sebaiknya dilakukan pengujian menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan komputer, seperti analisis menggunakan (Computer Aided Engineering) CAE. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai reverse engineering dan analisa tegangan dari produk yang telah dimodelkan. Produk tersebut adalah bracket engine mount. Engine mounting merupakan salah satu komponen penting dalam kendaraan roda empat, dimana komponen ini berfungsi untuk meredam getaran pada chasis kendaraan, mesin juga tidak terlalu bergetar apabila kendaraan sedang bergerak. Reverse engineering atau rekayasa mundur adalah sebuah proses dalam bidang manufacturing yang bertujuan untuk mereproduksi atau membuat ulang model yang sudah ada baik komponen, sub asemmbly, atau produk tanpa menggunakan data data dokumen design atau gambar kerja yang sudah ada [2]. Reverse engineering juga didefinisikan sebagai proses untuk mendapatkan model CAD (Computer Aided Design) geometris dari 3-D poin yang diperoleh dari scanning atau digitalisasi produk yang sudah ada [3]. Metodologi Penelitian Langkah pertama yang dilakukan sebelum masuk ke tahap scanning dan pemodelan dengan metode elemen hingga adalah menghitung manual tegangan yang terdapat pada bracket engine mounting tersebut. Bagian yang dihitung antara lain tegangan, hukum Hooke dan konstanta pegas. Pada perhitungan tegangan, benda yang mengalami deformasi akibat gaya dari luar, molekulnya akan membentuk tahanan terhadap deformasi. Tahanan ini per satuan luas disebut dengan tegangan. Tegangan yang bekerja pada suatu penampang didefinisikan sebagai berikut. (1) Dimana : σ = Tegangan (N/m 2 ) P = Beban atau gaya (N) A = Luas Penampang (m 2 ) Perhitungan selanjutanya adalah hukum Hooke yang berbunyi : Jika benda dibebani dalam batas elastisitas, maka tegangan berbanding lurus dengan regangannya.tegangan berbanding lurus dengan regangan, dalam daerah elastisnya, yaitu : Dimana : E = Modulus elastisitas atau modulus young (N/m 2 ), σ = Tegangan ( N/m 2 ) ε = Regangan L = Luas penampang suatu bahan (m 2 ), ΔL = Pertambahan panjang ( m ) Modulus elastisitas menunjukkan tingkat elastisitas bahan. (2) 24

Pada konstanta pegas menunjukkan kekuatan dari suatu pegas. Semakin besar nilai konstanta pegas, maka semakin sulit untuk menarik atau menekan pegas tersebut. Persamaan dari kosntanta pegas yang berhubungan dengan modulus young adalah : (3) Dimana : k = Konstanta atau tetapan pegas (N/m) Bolt merupakan salah satu fastener yang paling banyak digunakan dalam dunia industri. Dalam kebanyakan situasi dan kondisi terdapat hubungan yang relatif sederhana antara torsi yang diterapkan pada baut atau mur dan gaya yang diciptakan di dalamnya, sehingga dapat dirumuskan sebagi berikut. T = K x d x F (4) Dimana : T = Torsi ( Nm), d = Diamater baut ( m), F = Gaya ( N), K = Nut factor Tabel 1. Nilai K Langkah yang dilakukan dalam melakukan reverse engineering dan analisa yang ditunjukan pada bagan yang terdapat pada Gambar 2. Gambar 1. Diagram alir penelitian 25

Hasil dan Analisis 3D Scanning (Data Acquisition) Tujuan : untuk mendapatkan capture model dalam bentuk model 3D dengan format.stl. Gambar 2. Proses scanning 3D Modeling Hasil dari proses scanning berupa data stl file, dari data ini kemudian dilakukan pembuatan permodelan 3D. Tahapan pembuatan geometri 3D model : a. Segmentation Data could point kemudian dijadikan polygon mesh untuk mendapatkan karakteristik meshing. Bentuk mesh adalah triagulasi. Jumlah point set : 694.462 point Gambar 3. Meshing. 26

Fungsi dari segmentation ini adalah sebagai referensi untuk pembuatan datum atau proses alignment pandangan. Fungsi yang lainnya untuk pembuatan surfacing or solid model (primitives) berdasarkan region yang dihasilkan. b. Alignment Alignment menentukan pandangan dan plane dari produk yang akan di buat 3D model nya. Gambar 4. Segmentation Gambar 5. Alignment c. Surface dan Solid Model Mesh sketch akan menampilkan dan mengidentifikasi countur atau profil dari bagian stl produk yang telah di meshing berdasarkan posisi terhadap plane yang dibuat. Profil ini kemudian dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan sketch. Gambar 6. Plane & sketch d. Penyimpangan Penyimpangan menunjukkan seberapa besar penyimpangan surface atau geometri yang telah dibuat terhadap actual part (data stl hasil scanning). 27

Gambar 7. Penyimpangan Anak panah menunjukan tingkat penyimpangan yang cukup besar dengan rata rata penyimpangan - 0.8mm. Hal ini dikarenakan pada bagian tersebut, terdapat sisa runner dari proses casting. Pengecekan material ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2. Komposisi Kimia diukur dengan Optical Spectrometer CAE Dari geometri 3D model yang dibuat, kemudian dilakukan analisa design dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan perangkat lunak. Analisa ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tegangan pada design dengan penerapan beban tarik. 28

Gambar 8. Posisi gaya F = 44.1 kn Perhitungan F bolt. Torsi : 83 Nm Persamaan untuk mencari F yang diberikan pada bolt yaitu : T = K x d x F,K : 0.2 d : 12 mm = 0.012 m F = 34583.33 N Perhitungan tetapan pegas Diameter bolt = 12 mm = 0.012 m, Radius = 0.006 m L bolt = 66.1 mm = 0.0661 m, E = 200 GPa = N/m 2 A = π. r 2 = 3.14 x 0.0062 = 1.1304 x 10-4 m 2 k = 342027231.5 N/m = 342027.2315 N/mm Kesimpulan 1. Reverse engineering dilakukan untuk membuat geometri model berdasarkan actual part dengan melakukan proses 3D scanning. 2. Hasil dari 3D scanning berupa capture 3D model yang dapat di export ke dalam file.stl. 3. Tingkat penyimpangan dari geometri yang dibuat menunjukkan kualitas dari hasil 3D modeling. Penyimpangan terbesar adalah -0.8 mm pada bagian potongan runner. 4. Pengujian material bracket dengan menggunakan spectrometer, jenis materialnya adalah alumunium AC4CH. 5. Analisa pengujian tegangan pada bracket menunjukan terdapat konsentrasi tegangan yang tinggi pada bagian tengah bracket. hal ini menunjukkan bracket akan crack dengan penerapan F 44.1KN. 29

Daftar Pustaka [1] Bagci, E. Reverse Engineering Applications for Recovery of Broken or Worn Parts and Re-manufacturing: Three case studies. Advances in Engineering Software, v. 40, p. 407-418, 2009. [2] Urbanic.R.J.dkk. A Reverse Engineering Methodology For Rotary Components From Point Cloud Data. University of Wisdor. Canada, 2008. [3] Vinesh Raja, and Kiran J. Fernandes.Reverse Engineering An Indutrial Perspective. UK: Springer Science + Business Media, 2008. [4] Kumar, A., Jain, P.K. & Pathak, P.M. Reverse Engineering in Product Manufacturing: An Overview, Chapter39.Vienna : DAAAM International Scientific Book, 2013. [5] https://id.m.wikipedia.org/wiki/cad. Diakses tanggal 14 Mei 2015. [6] Laintarawan, I Putu, I Nyoman Suta Widnyana dan I Wayan Artana. Elemen Hingga. Denpasar : Universitas Hindu Indonesia, 2009. 30