Standards for Science Teacher Preparation

dokumen-dokumen yang mirip
Pembelajaran IPA Terintegrasi di SMP A. Pendahuluan

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA SMP PADA TEMA ENERGI DALAM TUBUH MENGGUNAKAN METODE 4S TMD

Integrated Science Worksheet Pembelajaran IPA SMP Dalam Kurikulum 2013

JURUSAN PENDIDIKAN IPA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan Nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Hayyah Fauziah, 2013

Melihat Lebih Jauh Manfaat Pembelajaran IPA Terpadu Tipe Shared

MODEL CONNECTED (MODEL 2: HOW TO INTEGRATE THE CURRICULA) Muktar Panjaitan Universitas HKBP Nommensen

PEMBELAJARAN IPA SMP MENURUT KURIKULUM 2013

LANGKAH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Oleh Purwanti Widhy H, M.Pd

MODEL TERPADU DALAM PEMBELAJARAN IPS DAN REKONSTRUKSI STANDAR ISI. Oleh: Tim Pengembang IPS

KONSEP IPS TERPADU KONSEP PEMBELAJARAN TERPADU

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Tsani Fathani, 2013

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. pemecahan masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU (IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013)

Mochammad Maulana Trianggono, M.Pd. Prodi PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Jember 2016

Pembelajaran IPA dengan Hands-on Science Activity Berbasis Local Technology dalam Menyongsong Kurikulum 2013

KEINTEGRASIAN MATERI IPA DALAM KURIKULUM 2013

PEMBELAJARAN TERPADU UNTUK MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP DI ERA GLOBALISASI

A. PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU

MODEL KETERPADUAN PEMBELAJARAN SAINS DALAM KURIKULUM 2013

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

2015 PENGARUH PEMBELAJARAN IPA TERPAD U TIPE INTEGRATED TERHAD AP PENGUASAAN KONSEP D AN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP PAD A TOPIK TEKANAN

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendatangkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang mempelajari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dini Herdiani, 2014 Pembelajran Terpadu dalam Kurikulum 2013 di Kelas VIII SMP Pasundan 3 Bandung

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG B. RUMUSAN MASALAH C. TUJUAN

KONSEP DAN RASIONAL PEMBELAJARAN IPA TERPADU

Lampiran-1 S I L A B U S (E D I S I R E V I S I) TAHUN Mata Kuliah/Kode : IPA Terintegrasi dan Pembelajaran

BAB II KAJIAN TEORI. yang dituangkan ke dalam kertas atau buku dapat digolongkan ke media

2015 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU PADA TEMA UDARA BERBASIS NILAI RELIGIUS MENGGUNAKAN 4 STEPS TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU

Kegiatan 1. Melakukan Pemetaan Kompetensi IPA Terintegrasi dengan Pendekatan Keterampilan Proses

INTEGRATED APPROACH. Oleh : Dra. Siti Sriyati, M.Si

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang dibutuhkan untuk kehidupan. (KTSP). Sesuai dengan amanat KTSP, model pembelajaran terpadu

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Erie Syaadah, 2013

PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA SD OLEH: ENNY ZUBAIDAH

BAB I PENDAHULUAN. Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini menjadi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. khususnya teknologi sekarang ini telah memberikan dampak positif dalam

PELATIHAN SEBUAH SOLUSI DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU BAGI DOSEN IPA DI LINGKUNGAN PRODI PGMI. Budiyono Saputro

LAPORAN PPM WORKSHOP PEMBELAJARAN IPA

PEMBELAJARAN TERPADU

Pembelajaran IPA pada Kurikulum 2013

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TERPADU TEMA ES LOLI RASA DURIAN KELAS VII DI SMP NEGERI 2 WONOGIRI

PEMBELAJARAN TERPADU

PENGEMBANGAN LKS IPA TERPADU TOPIK CAHAYA DAN INDERA PENGLIHATAN MENGGUNAKAN INKUIRI TERBIMBING

BAB I PENDAHULUAN. Pada dasarnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cara mencari

BAB III STANDAR KOMPETENSI LULUSAN STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

Susilowati Prodi Pendidikan IPA, FMIPA, UNY Abstak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU OLEH NOVI RESMINI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA. A. Pendahuluan

Tersedia online di EDUSAINS Website: EDUSAINS, 8 (2), 2016,

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan masalah yang harus diselesaikan

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SECARA TERPADU Oleh Novi Resmini, M.Pd Universitas Pendidikan Indonesia

MODEL INKUIRI DENGAN TIPE INTEGRATED PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP SKRIPSI. Oleh: ETIK KHOIRUN NISA NIM

[learning subject and supporting through direct instruction model to increase students achievement in Physical Chemistry I class]

2016 PENGEMBANGAN MODEL DIKLAT INKUIRI BERJENJANG UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGI INKUIRI GURU IPA SMP

ISSN: Inovasi Kurikulum, Februari 2009, Thn.4 Vol. 1 No: 4

6.2.a Pembelajaran Kontekstual 6.2.b Pembelajaran Terpadu 6.2.c Pengelolaan Pembelajaran

Hakikat Belajar dan Pembelajaran

PEMANFAATAN SUBAK DALAM PEMBELAJARAN IPA (UPAYA MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN IPA YANG MENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013)

TUJUAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2006

BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Scientific Approach a. Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA TERPADU OLEH GURU BIOLOGI SMP NEGERI DI KABUPATEN SRAGEN

PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM MENINGKATKAN AKTIFITAS BELAJAR DAN HASIL BELAJAR FISIKA

I. PENDAHULUAN. Berdasarkan observasi di SMP Pelita Bangsa Bandar Lampung, pada proses

MATERI UTAMA KEGIATAN BELAJAR 4

PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE WEBBED dan SHARED PADA TEMA PEMANFAATAN SAMPAH UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan dimana objeknya adalah benda benda alam. Ilmu pengetahuan

MODEL INKUIRI DENGAN TIPE INTEGRATED PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMP ARTIKEL. Oleh. Etik Khoirun Nisa NIM

KONSEPSI SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA TERPADU TIPE SHARED KONSEP TEKANAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA. lain-lain). Sementara itu dalam pandangan konstruktivisme yang lain belajar

FISIKA SEKOLAH 1 FI SKS

1. Konsep Dasar KurikulumTingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 1 ayat 15 (Mulyasa, 2010:

MAKALAH PEMBELAJARAN IPA TERPADU MODEL SEQUENCED. Oleh: Yana Sambeka

PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TEMA PEMANASAN GLOBAL BERBASIS KOMIK DI SMPN 4 DELANGGU

I. PENDAHULUAN. yaitu: sikap, proses, produk, dan aplikasi. Keempat unsur utama tersebut

I. PENDAHULUAN. Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA TIPE WEBBED DENGAN PENDEKATAN INKUIRI

PANDUAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPA TERPADU

Jurnal Pembelajaran Prospektif 1 (2) (2016) 1-8 J P P. Journal of Prospective Learning

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Permasalahan Badan Nasional Standar Pendidikan (BSNP) merumuskan 16

Transkripsi:

Guru sains di SMP saat ini bukan output S1 Pendidikan IPA Standards for Science Teacher Preparation Memiliki kompetensi dalam biologi, kimia, fisika serta bumi dan antariksa. Guru-guru IPA harus memiliki kecenderungan interdisipliner pada IPA

NSTA (Standasrs for Science Teacher Preparation) dalam Insih Wilujeng (2010:353), merekomendasikan agar guru-guru IPA sekolah dasar dan menengah harus memiliki kecenderungan interdisipliner pada IPA. Sebagai usaha untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka guru-guru IPA sekolah dasar dan menengah hendaknya disiapkan untuk memiliki kompetensi dalam biologi, kimia, fisika, bumi dan antariksa serta bidang IPA lainnya.

IPA mempunyai objek dan persoalan yang holistik sehingga IPA perlu disajikan secara holistik. Menurut Hewitt, Paul G and etc (2007: xvi), sains terintegrasi menyajikan aspek fisika, kimia, biologi, ilmu bumi, astronomi dan aspek lainnya dari Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam bukunya Conceptual Integrated Science, IPA terintegrasi disajikan berbasis pendekatan kontekstual yaitu menghubungkan sains dengan kehidupan sehari-hari, bersifat personal dan langsung, menempatkan salah satu ide pokok, mengandung pemecahan masalah. Dalam penyajiannya, IPA disajikan dengan kesatuan konsep.

Menurut Trefil, James & Hazen Robert (2007: xii), pendekatan terintegrasi (An integrated approach) melibatkan proses ilmiah, mengorganisasikan prinsip, mengorganisasikan integrasi alam dari pengetahuan ilmiah dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, dalam an integrated approach ini juga siswa diharapkan mampu mengkaitkan dalam bidang lain meliputi fisika, astronomi, kimia, geologi, biologi, teknologi, lingkungan, dan kesehatan keselamatan.

ASTRONOMI KESEHATAN BIOLOGI FISIKA KIMIA GEOLOGI EARTH SCIENCE IDE UTAMA TEMA UTAMA Trefil, J. dan Hazen, R. M

Fragmented; Connected; Nested; Sequenced; Shared; Webbed; Threaded; Integrated; Immersed dan Networked. (Fogarty, R)

Model Pengintegrasian Kurikulum (Forgaty, 1991) MODEL RENTANGAN DESKRIPSI Mapel terpisah Integrasi beberapa Mapel Lintas Peserta didik fragmented connected nested Sequenced shared Webbed (terjala/tematik) threaded integrated immersed Networked Tiap Mapel disampaikan terpisah Suatu konsep dipertautkan dengan konsep lain Selain target di Mapel ada target multiketerampilan beberapa topik diatur ulang serta diurutkan agar dapat serupa satu sama lain dua mata pelajaran yang sama-sama diajarkan dengan menggunakan konsep-konsep atau keterampilan-keterampilan yang tumpang tindih (overlap) Berangkat dari tema yang dibangun bersama-sama antara guru dengan siswa, atas dasar beberapa topik pada beberapa mata pelajaran yang berhubungan pendekatan metakurikuler digunakan untuk mencapai beberapa keterampilan dan tingkatan logika para siswa dengan berbagai mata pelajaran guru masing-masing mata pelajaran bekerja sama melihat dan memberikan topik-topik yang berkaitan dan tumpang tindih berpusat untuk mengakomodasikan kebutuhan para siswa, di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri jaringan kerja dengan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membantu bagian dari pekerjaannya yang lebih bersifat implementatif. Mereka akan bekerja secara terpadu sesuai dengan topik pekerjaan yang mengikat mereka.

INTEGRATED WEBBED CONNECTED

Kimia Fisika Biologi Membelajarkan beberapa KD yang konsep-konsepnya tumpang tindih (bila mana perlu digunakan tema/proyek tertentu)

KD Kimia tema KD Fisika KD Biologi Membelajarkan beberapa KD yang berkaitan melalui sebuah tema

Membelajarkan sebuah KD, konsep-konsep pada KD tersebut dipertautkan dengan konsep pada KD yang lain

Model Karakteristik Kelebihan Keterbatasan Keterhubungan (connected) Membelajarkan sebuah KD, konsep-konsep pada KD tersebut dipertautkan dengan konsep pada KD yang lain Melihat permasalahan tidak hanya dari satu bidang kajian Pembelajaran dapat mengikuti KD-KD dalam SI, tetapi harus dikaitkan dengan KD yang relevan Kaitan antara bidang kajian sudah tampak tetapi masih didominasi oleh bidang kajian tertentu

Landasan filosofis: PROGRESIVISME Landasan teori belajar: TEORI KONSTRUKTIVISME Landasan yuridis Sains - C6 16

Suatu aliran filsafat pendidikan yang menekankan pada perubahan. Nilai-nilai berkembang terus karena ada pengalamanpengalaman baru. Oleh karena itu, kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

Suatu pandangan tentang belajar, bahwa belajar dalam diri seseorang adalah membangun pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan sebelumnya. Kontruktivisme merupakan suatu teori mengenai bagaimana seseorang belajar. Konstruktivisme menjelaskan bagaimana manusia membangun pemahaman dan pengetahuannya mengenai dunia sekitarnya melalui pengenalan terhadap benda-benda di sekitarnya yang direfleksikannya melalui pengalamannya

Permendiknas nomor 22 dan 23 Permendiknas No 24 Tahun 2006 pada pasal 1 ayat 2 dinyatakan bahwa satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan standar yang lebih tinggi dari Standar Isi.

Permen Diknas No 41 Tahun 2007 butir II dinyatakan bahwa RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Kemudian, dalam Butir II C nomor 5 dinyatakan pengembangan RPP memperhatikan prinsip keterkaitan dan keterpaduan, artinya penyusunan RPP harus memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar

1) Mengembangkan kompetensi siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari menggunakan metode ilmiah 2) Mengembangkan inkuiri siswa, seperti: mengukur, menggunakan peralatan, menggolongkan atau melakukan klasifikasi, mengolah dan menganalisis data, menerapkan ide pada situasi baru, serta mengkomunikasikan informasi dalam berbagai cara, misalnya dengan gambar, lisan, tulisan

Mengembangkan sikap dan nilai pada diri siswa, antara lain: memiliki rasa ingin tahu, memiliki kepercayaan diri, jujur, objektif, sabar, terbuka/mau menerima kritik/pendapat orang lain, skeptis/tidak mudah percaya, kritis, tekun, ulet, cermat, disiplin, peduli terhadap lingkungan, memperhatikan keselamatan kerja, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.

Lingkup/bidang kajian IPA di tingkat SMP/MTs (1) energi dan perubahannya, (2) bumi antariksa, (3) makhluk hidup dan proses kehidupan, (4) serta materi dan sifatnya. IPA terpadu adalah sebuah pendekatan integratif yang mensintesis perspektif (sudut pandang/tinjauan) dari seluruh aspek bidang kajian untuk memecahkan permasalahan. Dengan IPA Terpadu, siswa mempunyai pengetahuan IPA yang utuh (holistik) untuk menghadapi permasalahan kehidupan sehari-hari secara kontekstual.