DesiminasI SinematografI Balai Teknolonogi Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi 2016 1
Pendahuluan Sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita. Lebih dalam lagi Desiminasi Sinematografi Pendidikan menekankan bagaimana menggunakan Sinematografi dalam kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan gairah belajar peserta didik. Daftar Isi Pendahuluan halaman 02 Konsep halaman 03 GBIM & JB halaman 10 Naskah halaman 12 Pengambilan Gambar halaman 21 Editing Video halaman 26 Teknik Editing halaman 08 Finising halaman 09 2
Konsep A. FILM PENDEK PENDIDIKAN IDE / GAGASAN Untuk menemukan sebuah Ide/Gagasan yang akan kita usung dalam produksi sebuah Video, ada berberapa hal yang bisa kita angkat dari segala hal, berberapa pertanyaan untuk menyokong Ide/Gagasan adalah: Adakah masalah di sekitar kita? Ada kejadian yang berkesan? Adakah fenomena yang unik? Adakah perjuangan berat? Ada mimpi / cita-cita? Adakah tokoh yang inspiratif? Adakah sejarah yang terlupakan? Adakah pesan yang mau disampaikan? MENAJAMKAN IDE Film statement / Pesan / Materi Contoh : 1. Jangan takut mencoba usaha / berwiraswasta 2. Tak ada keserasian dalam pernikahan mendorong terjadinya perceraian 3. Aktifitas penambangan pasir yang berlebihan akan berdampak pada kerusakan alam 4. Kerja keras dengan jujur akhirnya akan membawa keberhasilan 5. Siswa mengetahui makanan yang merugikan kesehatan dan makanan yang menyehatkan. 6. Kemiskinan mendorong berbuat kejahatan Riset / Mengumpulkan Data Kegiatan yang sistematis mengumpulkan materi dan sumber data untuk menarik satu kesimpulan / benang merah atas suatu fenomena. 5 W 1 H Who What When Where Why How Memilah fakta, membuang yang tak perlu dan mendalami yang penting. Merangkai cerita, mencari kesinambungan, hubugan sebab-akibat dan menarik kesimpulan. UNSUR-UNSUR CERITA Penokohan Protagonis Ingin mencapai tujuan Antagonis Penghambat ke tujuan Pendukung / narasumber / presenter 3
Konsep Gaya Bererita Sudut pandang orang ketiga Sudut pandang orang pertama PENGEMBANGAN KONSEP Sinopsis adalah Ringkasan cerita yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Treatment adalah Menyampaikan cerita dalam adegan-adegan Contoh : I. Keseharian Andi di Sekolah. II. Kesibukan Andi berjualan Sovenir. III. Guru menyampaikan perihal ujian sekolah. IV. Beberapa teman mengajak membuat contekan. V. Adik Andi sakit dan butuh uang banyak untuk obat. VI. Ujian semakin dekat, Andi belum siap. X. XII..(end) VISUAL THINKING Ide (konsep) Susi adalah siswa yang aktif di sekolahnya. Selain berprestasi Susi memiliki banyak teman dan suka menolong. Visual o Susi belajar di dalam kelas. o Tampak guru memberi pertanyaan kepada murid-murid. o Susi angkat tangan dan menjawab. o Susi berjalan bersama seorang teman. Sesekali ada teman lain yang menegur, bertanya, atau mengingatkan janji untuk nanti sore. o Susi sedang menghibur temannya yang sedih. o Susi membantu teman menyelesaikan soal sulit. RAGAM BAHASA Bukan Menggunakan Kalimat Imajinatif Dewi Sukesi bercahaya seperti menara emas di tengah lautan darah. Kecantikannya mengumandang ke segenap penjuru dunia. Bidadari pun menjadi rendah hati melihat keelokan putri raksasa yang berwujud manusia jelita ini. Sampai mega-mega mengurungkan niatnya menjadi hujan, supaya manusia senantiasa terpukau akan kecantikannya yang bagaikan Dewi Ratih ini. Bibirnya membentuk senyuman bunga angsoka yang manja dibangunkan embun pagi. (Sindhunata, Anak Bajang Minggiring Angin) Tapi Kalimat yang Konkret EXT. DI DALAM BUS KOTA - SIANG Gie membaca kembali kertas ulangannya. Ia tampak sangat kecewa. Han hanya berdiam diri di sebelahnya. Gie melihat kondektur mendekatinya. Gie (V.O) 4
Konsep Hari ini adalah hari ketika dendam mulai membatu. Nilai ulanganku 8 tapi oleh guruku dikurangi 3. Aku tidak senang dengan itu. Tangan Gie keluar dari jendela bus, memegang kertas ulangan yang kemudian diremasnya lalu dilepaskan hingga terbang oleh angin. (Riri Reza, GIE) SKENARIO Dua (2) Kolom No Video Audio IV 13 14 Satu (1) Kolom INT RUANG MAKAN SIANG SEBUAH KELUARGA ( AYAH, IBU, TIKA DAN ADIK) SEDANG MAKAN BERSAMA DENGAN MENU LENGKAP EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA.. MCU: AYAH MEMBERI NASEHAT KEPADA TIKA. MCU: TIKA MENJAWAB KEMUDIAN MENOLEH BERTANYA KEPADA IBUNYA AYAH: Tika, setiap hari kita harus makan makanan yang sehat dan bergizi supaya badan kita sehat dan kuat, ya! TIKA : Ya ayah.. Tetapi semua makanan itu berasal dari mana, Bu? EXT. RUMAH IRA SIANG Ketukan pelan di pintu. Pintu yang diketuk itu dibuka dari luar. Deni tampak berdiri di luar. Hujan mulai turun DENNY (pelan) Ra, Denny menunduk IRA Den? Kenapa?, DENNY (merogoh kantongnya) Ra..Gie menitipkan ini padaku, untuk disampaikan untukmu. Denny menyerahkan kertas kecil berlipat, terlihat tulisan UNTUK IRA di permukaan kertas itu 5
Konsep B. VIDEO PEMBELAJARAN ADDIE MODEL Analysis Design Development Implementation Evaluation menganalisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang tepat dan menentukan kompetensi menentukan kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan strategi pembelajaran memproduksi program dan bahan ajar yang akan digunakan dalam program pembelajaran melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi program melakukan evaluasi program pembelajaran dan evaluasi hasil belajar TAHAPAN PENGEMBANGAN Analisis Kebutuhan Penyusunan Rancangan Model Penyusunan Garis Besar Isi Media & Jabaran Materi Penulisan Naskah/Skenario Produksi Uji coba ALUR PENGEMBANGAN Evaluasi Analisi Kebutuhan Penyusunan Rancangan Model Penyusunan GBIM & JB Penulisan Naskah/ Skenario Produksi Uji Coba PEMANFAATAN OK Tidak REVISI 6
Konsep ANALISIS KEBUTUHAN DATA Bedah kurikulum Identifikasi masalah pembelajaran (strategi penyampaian isi ajar) Inventarisasi kompetensi & pilihan media (analisis potensi media) Penenentuan model/format/status media. Pemetaan Materi dan Kompetensi Mata Pelajaran Standart Kompetensi/ Kompetensi Inti Materi Kompetisi Dasar Materi yang sulit dipahami siswa Indikator Materi yang menarik di visualkan Kataresistik Siswa Pokok-Pokok Materi Media Video Pemetaan Kompetensi Standar Kompetensi/ Kompetensi Inti: Berdasarkan Jalur dan Jenjang pendidikan Sasaran Kompetensi Dasar: Sesuai dengan Standar Kompetensi/ Kompetensi Inti Indikator: Sesuatu yang hendak dicapai untuk memenuhi KD Karakteristik Siswa : Untuk program Video/ Televisi sangat disarankan untuk siswa Pendidikan khusus (Diksus) yang menggunakan indra Penglihatan dan atau pendengaran. Pemetaan Materi Materi: Berdasarkan kurikulum dari jalur dan jenjang pendidikan yang akan dikembangkan, dengan memperhatikan skala prioritas. Materi yang sulit dipahami: umumnya yang bersifat visual. Materi yang menarik divisualkan: Umumnya visualisasi yang dijumpai dalam kehidupan seharihari (implementatif). Pokok-pokok Materi: Mengacu pada Indikator-indikator yang diturunkan dari kompetensi dasar yang akan ddicapai. PENYUSUNAN RANCANGAN MODEL Menentukan SOP pada tiap tahapan pengembangan Penenentuan model/format/status media. Estimasi rentang pembayaan PENYUSUNAN GBIM & JM Garis-garis Besar Isi Media: outline media pembelajaran. 7
Konsep Jabaran Materi: Uraian materi ajar dan penuangan ide (audio/audio visual) yang akan disajikan dalam media. Melibatkan penulis, pengkaji (materi, media, bahasa, psikologi, dll) PENULISAN NASKAH/SKENARIO Naskah/skenario: media komunikasi antara penulis dengan kerabat kerja/kru produksi (sutradara dkk) dan pemain. Menggunakan peristilahan khusus (bahasa: penyiaran, film, tv) Melibatkan penulis, pengkaji (materi, media, bahasa, psikologi, dll) Terdapat beberapa format penulisan. PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN Menterjemahkan bahasa tulis ke dalam bahasa audio dan bahasa audio-visual. Media Audio: mengoptimalkan potensi aspek pendengaran. Media Audio Visual: mengoptimalkan potensi aspek pendengaran dan penglihatan secara simultan. UJI COBA Mencari jawaban Apakah media pembelajaran yang dikembangkan: Efektif Efisien Menarik (appeal) PENGKAJIAN HASIL PENGEMBANGAN Evaluasi hasil ujicoba (judgement expert) Memperoleh berbagai masukan berdasarkan data ujicoba Tinjauan berdasarkan materi, media dan kurikulum Saran perbaikan Masukan tentang kekurangan Alternatif implementasi pemanfaatan Siaran televisi Video klasikal Mandiri Studi kasus (perkuliahan) atau yang lain C. ISTILAH ISTILAH DALAM NASKAH TELEVISI Ambience / Atmosphere Pengambilan suara dari lingkungan asli. Caption Teks yang muncul dalam layar Credit Title Penayangan nama tim kreatif dan para ahli serta semua yang terlibat dalam produksi video. 8
Konsep Cut Back To Transisi dengan tempo cepat, tetapi kembali ke adegan / lokasi yang dilihat sebelumnya. Cut To Pergantian gambar seketika atau langsung. Dissolve Pergantian gambar secara berlahan-lahan. 9
CONTOH GARIS-GARIS BESAR ISI MEDIA (GBIM) VIDEO PEMBELAJARAN Kompetensi Sasaran Model Durasi Penulis : Pedagogik : Guru SMPLB-B : Linier, Broadcast* : 24 menit : Hero Mega Surya, S.Sn Kompetensi Inti : Menguasai karateristik pesrta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. No. Sub Kompetensi Indikator Pokok-pokok Materi Bentuk Tes Alternatif Judul 1 Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. Mampu mengidentifikasi bakat minat siswa. Mengidentifikasi bakat/minat siswa. Uraian Menentukan Pilihan. Mampu memaknai hasil identifikasi. Memaknai hasil identifikasi Uraian Mampu menempatkan siswa sesuai dengan potensi (bakat/minat) Penempatan siswa sesuai dengan potensi (bakat/minat) Uraian 10
CONTOH JABARAN MATERI (JM) VIDEO PEMBELAJARAN Kompetensi Sasaran Model Durasi Format Penulis : Pedagogik : Guru SMPLB-B : Linier, Broadcast* : 24 menit : Presenter, Fragmen, dan Narasi : Hero Mega Surya, S.Sn. Kompetensi Inti : Menguasai karateristik pesrta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. Sub Kompetensi : Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu. Segmen Nomor Uraian Materi Alternatif Visual Sumber I 1 Mengidentifikasi bakat/minat siswa: a) Observasi; Mengamati prilaku siswa di kelas. Mengamati buku-buku yang dibaca siswa di Perpustakaan. Presenter: Membuka Program Guru mengamati prilaku siswa di kelas dan diperlihatkan bentuk lembar observasi. Presenter: memberi ulasan Guru mengamati buku-buku yang dibaca siswa di Perpustakaan dan mencatatdi lembar observasi. Rena B. Lewis(1981) Pedoman Pelaksanaan BK di SMPLB-B Kurikulum Ketrampilan SMPLB-B Marlina, S.Pd. 2007. Assesmen dan Strategi Intervensi Anak ADHD. Jakarta: Departemen Pendidikan nasional. Dirjen DIKTI. Mengamati minat siswa di arena Pameran Pembangunan. Presenter: memberi ulasan Guru mengamati minat siswa di Pameran Kerajinan dan mencatat aktifitas siswa. 11
Naskah Kegiatan awal yang perlu kita lakukan dalam pengembangan program video adalah penulisan naskah (lazim disebut skenario). Pengertian naskah video adalah rancangan visual yang nanti akan muncul dalam sebuah tayangan program video. Naskah video ini berguna bagi sutradara dan seluruh kerabat kerja sebagai pedoman untuk melakukan shooting atau pengambilan gambar. Naskah video pembelajaran berpedoman pada GBIM dan JM yang sudah ditulis dalam tahapan produksi sebelumnya. ISTILAH DALAM NASKAH Seorang penulis naskah program video sebelum mekakukan penulisan naskah perlu memiliki pengetahuan tata peristilahan yang umum yang digunakan dalam pertelevisian/video sehingga tidak akan menimbulkan salah tafsir diantara kerabat produksi dalam memproduksi program video tersebut. Tata peristilahan yang umum digunakan dalam penulisan naskah video menurut I Wayan Inten dan Mumung Bastaman (1988: 8) dapat dikategorikan menjadi empat macam yaitu: 1. Pengambilan gambar: a. Shot: munculnya gambar pada monitor dari menekan start kamera sampai stop. - Two shot (2 S) tampak dua gambar dimonitor - Three shot (3 S) tampak 3 orang dimonitor - Group shot: muncul gambar sekelompok orang pada monitor (minimal empat obyek disebut group shot) 12
Naskah b. Macam macam variasi shot: 1. Very Close Up (VCU) atau Extreme Close Up (ECU): memperlihatkan gambar secara detail. VERY CLOSE UP (VCU) 2. Big Close Up (BCU) atau Big Close Shot (BCS): memperlihatkan wajah dari dahi sampai dagu atau di atasnya. BIG CLOSE UP (BCU) 3. Close Up (CU) atau Close Shot (CS): memperlihatkan seluruh wajah atau bagian suatu benda. CLOSE UP (CU) 4. Medium Close Up (MCU) atau Medium Close Shot disebut juga Chest atau bust shot: memperlihatkan dari kepala sampai dada. MEDIUM CLOSE UP (MCU) 13
5. Medium Shot (MS) pengambilan gambar dari kepala sampai pinggang. Naskah MEDIUM SHOOT (MS) 6. Medium Long Shot (MLS) disebut juga knee shot: menampakkan kepala sampai lutut. MEDIUM LONG SHOT (MLS) 7. Long Shot (LS) menampakkan seluruh tubuh/badan manusia. LONG SHOT (LS) 8. Over Shoulder Shot (OSS) pengambilan dua orang yang berhadap-hadapan dari atas bahu, dipergunakan bila sedang bercakap-cakap. OVER SHOULDER SHOT (OSS) c. Variasi Shot Berdasarkan Sudut Pengambilan Gambar 1. Low Angle Pengambilan gambar dilakukan dari posisi lebih rendah. 14
Naskah 2. Eye Level Pengambilan gambar dilakukan dari posisi sejajar dengan objek 3. High Angle Pengambilan gambar dilakukan dari posisi lebih tinggi dari objek 4. Top Angle Pengambilan gambar dilakukan dari posisi atas objek 15
Naskah 5. Frontal Pengambilan gambar dilakukan dari depan objek 6. Side Shot Pengambilan gambar dilakukan dari samping objek 7. ¾ Shot Pengambilan gambar dilakukan dari sudut 45% dari objek 16
Naskah 2. Macam istilah pergerakan kamera, antara lain: a.panning (PAN): gerakan kamera menoleh ke kanan atau ke kiri; b.tilting (TILT); gerakan kamera ke atas atau ke bawah; c. Zoom (Zoom in atau Zoom out): gerakan kamera yang menghasilkan gambar seolah-olah mendekat atau menjauh) 3. Peristilahan yang berkaitan dengan tata suara, misalnya: a. Fade in: musik/suara perlahan-lahan diperdengarkan makin lama makin mengeras. b. Fade out: musik/suara diperlemah sampai akhirnya tidak terdengar lagi. c. Music under: musik yang lemah tetapi masih terdengar mengiringi suara lainnya d. Sound Effects (FX): suara selain suara manusia. 4. Peristilahan yang berkenaan dengan transisi gambar, misalnya: a. Cut: pergantian dari satu shot ke shot berikutnya dengan memotong gambar terdahulu langsung dengan gambar berikutnya secara tiba-tiba. b. Dissolve: perpindahan gambar ke gambar berikutnya dengan menghilangkan gambar terdahulu secara perlahan-lahan, dan bersamaan dengan itu dimunculkan gambar berikutnya yang kelihatan semakin jelas. c. Super impose (S/I): bila dua atau lebih gambar atau caption saling bertindihan. Misal gambar pembawa acara dengan tulisan orang tersebut. 5. Peristilahan yang berhubungan dengan lokasi/tempat shooting atau setting a. INT. (INTERIOR), apabila setting lokasi shoting dilakukan di dalam ruangan atau studio (indoor), misalnya dalam kelas, dalam rumah, dalam rumah makan, dll. b. EXT. (EXTERIOR), apabila setting lokasi shoting dilakukan di luar ruang (outdoor), misalnya lapangan bola, padang rumput, halaman rumah, dll. 17
Naskah CONTOH NASKAH : IDENTIFIKASI PROGRAM Mata Pelajaran Tingkat / Jenjang / Kelas Pemanfaatan Kategori Judul Kompetensi Dasar Indikator : Bahasa Indonesia : SMPLB B Kelas VIII / Sem I : Broadcast : Formal : SEMUA BISA JADI WARTAWAN : Wawancara melalui bahasa isyarat dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara. : Setelah melihat tayangan program, siswa dapat: a. Membuat daftar pertanyaan untuk wawancara b. Melakukan wawancara dengan narasumber dari berbagai kalangan dengan memperhatikan etika berwawancara. c. Menulis pokok-pokok wawancara. d. Merangkum hasil wawancara dengan bahasa yang mudah dipahami. Pokok-Pokok Materi : 1. Daftar pertanyaan untuk wawancara. 2. Hal-hal yang harus diperhatikan saat wawancara dengan narasumber. 3. Pokok-pokok wawancara dan deskripsi wawancara dengan bahasa yang mudah dipahami Durasi : 24 menit Penulis : Setiadi Puji Waluyo Pengkaji Materi : Titik Indarti, M.Pd Pengkaji Media : Drs. Riyanto Mulyoatmono Pengkaji PLB : Prof. Dr. Siti Masitoh, M.Pd SINOPSIS Sekelompok anak SMPLB hendak menerbitkan majalah dinding. Sebelum memulai kegiatan, mereka melakukan rapat redaksi yang dibimbing oleh salah seorang guru sebagai pembina. Salah satu rubrik dalam mading ini adalah laporan utama. Anak-anak akan mengangkat usaha pengetikan komputer sebagai laporan utama. Untuk itu mereka harus melakukan wawancara pada pemilik pengetikan komputer. Segmen pertama membahas persiapan sebelum melakukan wawancara. Segmen berikutnya membahas bagaimana melakukan wawancara dan segmen terakhir membahas bagaimana menuangkan hasil wawancara ke dalam sebuah tulisan. Tayangan diakhiri dengan keberhasilan anak-anak ini menerbitkan mading. 18
Naskah TREATMENT SEGMENT 1 I. OPENING Tampak seorang narasumber dikerumuni wartawan yang sedang melakukan wawancara. II. INT - STUDIO CHROMAKEY Presenter membuka program dengan menjelaskan pengertian wawancara dan persiapan untuk wawancara. III. EXT - TERAS SEKOLAH - PAGI Anton mengingatkan Robi untuk rapat redaksi majalah dinding. IV. INT - RUANG REDAKSI MADING Anak-anak dengan dipandu seorang guru pembimbing membahas rencana wawancara untuk majalah dinding. V. REPETISI Pengulangan materi dalam bentuk CAPTION ANIMASI VI. GRAFIS SOAL LATIHAN Soal-soal latihan dalam bentuk multiple choice. CASTING: 1. Presenter, wanita cantik yang bisa komunikasi total (komtal). 2. Guru, seorang guru SMPLB-B yang mengampu kegiatan ekstrakuriluler majalah dinding. 3. Anton, siswa SMPLB-B yang aktif di kegiatan majalah dinding. 4. Robi, siswa SMPLB-B yang aktif di kegiatan majalah dinding. 5. Fitri, siswa SMPLB-B yang aktif di kegiatan majalah dinding. 6. Kak Alisa, alumnus SMPLB-B yang membuka usaha pengetikan komputer. 7. Siswa SMPLB-B lain. SKENARIO 1 NO VIDEO AUDIO COLOR BLACK ID PROGRAM COLOR BARS COLOR BLACK + COUNTDOWN I OPENING: LOGO DEPDIKNAS S/I: MEMPERSEMBAHKAN BUMPER IN PROGRAM PLB CAPTION JUDUL: SEMUA BISA JADI WARTAWAN 19
2 MONTAGE : BERBAGAI ADEGAN WARTAWAN MEWAWANCARAI NARASUMBER S/I CAPTION: ROLLING CREDIT PENASEHAT Menteri Pendidikan Nasional PENGARAH Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah PRODUSER KAPUSTEKKOM II 3a 3b STUDIO CHROMAKEY MS: PRESENTER PRESENTER MENGGUNAKAN KOMTAL S/I SUBTITLE: Adik-adik, pernahkah kalian melihat orang melakukan wawancara? Wawancara adalah mengajukan pertanyaan kepada narasumber untuk memperoleh informasi. SPLIT SCREEN: ADEGAN WAWANCARA MS: PRESENTER MENGGUNAKAN KOMTAL S/I SUBTITLE: Sebelum wawancara dilakukan perlu persiapan agar wawancara berjalan dengan lancar SPLIT SCREEN: CAPTION: 1. Menentukan topik wawancara. 2. Menentukan tujuan wawancara. 3. Selanjutnya menentukan narasumber. 4. Menyusun daftar pertanyaan. PRESENTER: Adik-adik, pernahkah kalian melihat orang melakukan wawancara? Wawancara adalah mengajukan pertanyaan kepada narasumber untuk memperoleh informasi. Sebelum wawancara dilakukan perlu persiapan agar wawancara berjalan dengan lancar. Persiapan tersebut antara lain 1. Menentukan topik wawancara 2. Menentukan tujuan wawancara. 3. Selanjutnya menentukan narasumber, dan 4. Menyusun daftar pertanyaan. 20
Pengambilan Gambar Teknik Dasar Pengambilan Gambar Dalam produksi sebuah media video pembelajaran tentunya tak lepas dari kekuatan unsur audio dan video. Perpaduan keduanya sangat menentukan tersampaikannya pesan dengan baik. Dalam unsur video tentunya semua yang ada dalam frame harus diperhitungkan dengan matang sehingga tidak menimbulkan pesan yang berbeda. ada banyak hal tentang pengambilan gambar yang perlu diperhatikan. : Kenali Perangkat Pengambilan Gambar Memang betul pepatah yang menyebutkan tak kenal maka tak sayang. Untuk itu pastikan kita mengenali dan menguasai betul operasional alat yang akan kita gunakan sehingga akan memudahkan dalam proses pengambilan gambar. Sehingga hasil yang kita dapatkan akan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tentunya sesuai dengan kebutuhan pesan yang akan disampaikan. Dengan teknologi yang sudah berkembang pesat sangat memungkinkan pengambilan gambar tidak hanya menggunakan kamera video professional saja. Bisa menggunakan handycame, kamera laptop, kamera foto digital, juga berbagai gadjet yang sudah dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang canggih diantaranya kamera perekam, seperti handphone, iphone, tablet, dll. Jenis Kamera Video : 1) Berdasarkan Format Analog Data yang disimpan sebagai pancaran berbagai kuat sinyal (gelombang) pada pita kamera perekam. Macam kamera jenis ini antara lain VHS, S VHS, 8mm, dan Hi 8. Digital Kamera perekam video digital menyimpan data dalam format kode biner bit per bit yang terdiri atas rangkaian 1 (on) dan 0 (off). Jenis kamera ini antara lain mini DV, dan Digital 8. 2) Berdasarkan Media Rekam Betamax VHS 8mm VHS-C DV(Digital Video) Mini DV Betacam Memori stick Mini Disc 3) Secara umum bagian-bagian kamera terdiri dari seperti dalam gambar berikut ini: 21
Pengambilan Gambar Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas : 1. Baterai untuk catu daya 2. Tempat kaset 3. Tombol Zoom 4. Tombol Recorder 5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital) 6. Cincin Fokus 7. Jendela preview (View Fender) 8. Mikrofon 9. Tombol kontrol cahaya 10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video). 11. Terminal DC Input. Selain itu juga banyak terdapat fasilitas fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi. Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain: - Bird Eye View Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan. 22
Pengambilan Gambar - High Angle Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai kerdil. - Low Angle Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan. - Eye Level Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar. - Frog Eye Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak. Sedang untuk ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan: - Tujuan pengambilan gambar - Tingkat emosi / suasana yang ingin dibangun - Situasi objek - Kodisi objek. 23
Pengambilan Gambar Beberapa macam istilah dalamkomposisi pengambilan gambar, antara lain: - Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail. seperti : kacamata, hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu. - Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu. - Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat. seperti : hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru - Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas. - Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas). - Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut. - Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki. - Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek. - Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut. - Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya. - One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek. - Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang. - Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang. - Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang. Beberapa istilah yang terkait dengan pergerakan kamera : Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera. 24
Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod. Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk. Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh. Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak. Pengambilan Gambar Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengambilan gambar, diantaranya Headroom, merupakan ruang diatas kepala yang berfungsi membatasi bingkai dan bagian atas kepala objek. Noseroom, Arah pandang atau ruang gerak objek dalam sebuah frame, bertujuan untuk memberikan ruang pandang sehingga terkesan bahwa objek memang sedang melihat sesuatu. Foreground, Segala sesuatu yang menjadi latar depan dari objek. Background, segala sesuatu yang menjadi latar belakang objek. Tips Merekam Video Dengan Sempurna Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus. 1. Atur white balance pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan. 2. Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya. 3. Gunakan tripod atau alat bantu lainnya. 4. Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir kopi panas). 5. Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing). 6. Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.) 7. Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung. 8. Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatu shot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik. 25
Editing Video Editing video adalah salah satu proses produksi Tv/Video, dimana masuk dalam tahapan pasca produksi. Dalam tahapan ini, video hasil tangkapan kamera (shot) kita pilih, potong, dan kita sambung menjadi sebuah video utuh sesuai dengan alur cerita yang telah kita buat (naskah). Dalam proses editing pula kita menggabungkan berbagai efek suara, grafis, musik maupun narasi menjadi satu kesatuan dengan video, sehingga diperoleh sebuah tayangan video atau film yang sesuai dengan keinginan dan layak untuk dinikmati. Untuk editing video dibutuhkan 2 perangkat pokok yang harus ada, perangkat keras (hardware) berupa komputer PC ataupun laptop, dan perangkat lunak (software) berupa aplikasi editing video. Untuk kebutuhan spesifikasi komputer PC dan laptop tergantung pada aplikasi editing yang kita pakai. Banyak software editing yang bisa kita pergunakan yang beredar di pasaran, namun rata-rata berbayar alias tidak gratis, yang tentunya tidak murah pula. Software editing video itu diantaranya Adobe Premiere, Avid, Edius, Sony Vegas, Pinacle Studio, Final Cut Pro, ataupun Corel Video Studio serta masih banyak lagi. Lalu, apabila semua tidak gratis, sementara kita ingin mempelajari editing sedangkan untuk membeli program tersebut kita tidak punya anggaran lebih, apakah dengan budget kecil kita tidak bisa mengedit sebuah video? Jangan khawatir, masih ada software editing tak berbayar yang bisa kita pergunakan untuk mengedit video kita. Seperti Windows Movie Maker, Videopad, Wax, Avidemux, VSDS Free editor, dan masih banyak lagi. Silahkan cari dengan browsing di internet. Untuk kali ini kita akan belajar editing video dengan software gratis yang bisa anda unduh dari internet (Dalam pelatihan ini telah kami sertakan softwarenya). Yaitu editing video dengan menggunakan VIDEOPAD. Videopad dapat diunduh dari websitenya di www.nchsoftware.com. Videopad tidak membutuhkan sepesifikasi komputer yang tinggi, artinya aplikasi ini dapat dijalankan pada komputer ataupun laptop yang standar. Salah satu kelebihan Videopad adalah aplikasi ini bisa bekerja pada banyak sistem( Operating System) seperti Windows, Apple Machintosh, Android(HP atau Tablet), IOS(Iphone atau Ipad). Artinya kita punya banyak pilihan hardware untuk mengedit video yang kita buat, dimanapun dan kapanpun dengan alat apapun, karena tidak membutuhkan peralatan yang banyak dan ribet. Tampilan dari Videopad ini juga cukup menarik dan mudah dipelajari bagi para pemula yang ingin belajar editing video. Tampilan aplikasinya hampir menyerupai aplikasi editing profesional semacam Adobe Premiere, Sony Vegas ataupun Final Cut Studio(FCP). Selanjutnya mari kita mulai berkenalan dengan aplikasi Videopad ini. 26
Editing Video Terlebih dahulu download aplikasi Videopad di www.nchsoftware.com. Bila anda menggunakan laptop atau komputer berbasis Windows silahkan pilih menu Download Videopad Video Editing Software for Windows atau anda bisa juga menggunakan menu laman sebelah kanan untuk memilih pilihan menu download sesuai dengan hardware/gadget yang anda miliki. Bila anda roll ke bawah tampilan web ini maka anda bisa melihat spesifikasi hardware yang dibutuhkan untuk bisa menginstal aplikasi Videopad dan jenis file video, audio maupun image yang bisa diedit dengan aplikasi ini serta output video yang dihasilkan. Setelah kita berhasil mendownload, sekarang kita instal aplikasi Videopad tersebut (contoh diinstal pada laptop Windows). Berikut langkah-langkahnya: 1. Instal aplikasi Videopad yang telah kita download, atau instal yang telah tersedia di CD pelatihan ini. Klik dua kali instaler vppsetup, tunggu sampai muncul peringangatan selanjutnya, kemudian anda tekan yes Selanjutnya muncul tampilan sebagai berikut, centang pilihan I accepts the license forms, kemudian tekan tombol next 27
Editing Video Langkah selanjutnya, muncul tampilan seperti berikut Optional Programs and Extras, ada pilihan untuk menambahkan beberapa program bawaan videopad, silahkan dicentang apabila ingin menambahkan, atau tidak perlu centang bila tidak ingin menyertakan program tambahan tersebut dalam instalasi aplikasi Videopad. Kemudian tekan tombol next untuk langkah selanjutnya Dan inilah tampilan antarmuka awal Videopad kita, Videopad versi Home only alias gratis. Setiap kita membuka Videopad akan disertai pula welcome screen Videopad, dengan beberapa pilihan menu. 28
Editing Video Pada saat pertama muncul akan ada beberapa pilihan. New Project apabila kita ingin membuat projek editing baru, Open Project bila kita telah pernah membuat projek editing dan kita ingin membuka kembali projek editing tersebut atau ingin memperbaikinya. Video tutorials bila ingin melihat tutorial penggunaan videopad secara online, otomatis harus terkoneksi dengan internet, dan Getting started guide berupa petunjuk penggunaan secara online. 2. Sekarang kita akan memulai membuat projek editing baru, silahkan klik New Project, Berikut tampilan awal projek baru kita, masih kosong bukan.:) 29
Editing Video Mari kita mengenal lebih dahulu beberapa menu utama serta tool bar dari aplikasi Videopad ini, berikut daftar menu dan fungsinya.(menu utama dan tool bar berada di atas dan daftar menu yang ditampilkan diasumsikan sebagai menu yang akan sering kita pakai nantinya dalam proses editing video dengan Videopad) Main Menu dan open save project add file add text add blank record video effect audio effect : untuk membuka file (ctrl+o) : menyimpan project dengan format file *.vpj (ctrl+s) : untuk menambahkan file gambar,video,music (ctrl+m) : untuk menambahkan text pada video : untuk menambahkan jeda pada video : terdapat pilihan record yaitu record video/webcam,screen,audio : digunakan untuk menambahkan effect video auto levels sampai waves : digunakan untuk menambahkan effect audio seperti amplify sampai rever 30
transition delete undo & redo subtitles preview export video options Editing Video : untuk menambahkan efek transisi/perpindahan layar : untuk menghapus bagian video/audio : untuk mengulang kembali dan sesudahnya : sama halnya pada tools text akan tetapi subtitles digunakan untuk menambahkan tulisan yang berada dibawah yang biasanya bertujuan untuk menampilkan percakapan dalam bentuk tulisan : digunakan untuk melihat hasil edit sebelum di save : digunakan untuk menyimpan video dalam format yang langsung dapat ditonton seperti.avi.mkv.flv.mp4.3gp dan lain lain : pengaturan aplikasi dari mulai audio,video sampai disk yang digunakan Setelah kita mengenal menu-menu dasar Videopad, selanjutnya kita perlu mengenal juga beberapa bagian pada tampilan antarmuka Videopad yang perlu kita ketahui. Seperti gambar di bawah ini Project Media Window: tempat file video, audio, gambar, dsb, yang ingin kita edit Jendela media Monitor window Track Video Track Audio TIMELINE Project Media Window : menampilkan isi media yang dibutuhkan dalam projek anda. Dalam videopad kelebihannya adalah pemisahan file video, file audio, file gambar (image) dalam jendela-jendela media sendiri, tidak tercampur dalam jendela media, sehingga mempermudah pengguna memilih file bahan yang akan diedit. Monitor window: untuk menampilan preview dari file editing baik yang masih berada di project window maupun yang telah diproses editing di timeline. Pada Videopad secara otomatis ketika kita membuka pertama, tampilan monitor window akan muncul satu tampilan preview saja seperti gambar di atas. Kita dapat merubah menjadi tampilan menjadi dua monitor window, yaitu untuk monitor window file di project media dan monitor window untuk tampilan file editing di timeline. Caranya, arahkan kursor pada menu view di bagian atas, klik kemudian pilih show dual preview. Lihat pada Gambar 31
Editing Video Dan tampilan akan menjadi seperti gambar di bawah ini Monitor file project Monitor Timeline Timeline: tempat untuk merangkai klip-klip yang akan diedit. Timeline memiliki dua track, track atas untuk file video dan gambar(image), track bawah untuk audio/suara. 3. Menyimpan Project Editing. Setelah kita tahu cara membuat projek baru editing, Yang tak kalah penting adalah bagaimana menyimpan projek editing kita tersebut. Fungsi menyimpan ini sama seperti kita bekerja pada aplikasi komputer lainnya, yaitu supaya memiliki dokumen/projek kerja yang setiap saat bisa kita edit ulang. Menyimpan perubahan-perubahan baru pada dokumen/projek kita. Berjaga-jaga apabila terjadi masalah dengan komputer/laptop dan aplikasi komputer kita, sehingga file ini menjadi back up dokumen/projek kita. Cara menyimpan projek editing pada videopad ada 2 cara, yaitu: 32
Editing Video 1. Pilih menu File, pilih Save Project As (apabila ini projek baru dan belum pernah kita simpan serta belum kita beri nama projeknya). Simpan pada tempat dimana anda inginkan atau pilih Save Project (apabila projek kita sudah pernah kita simpan sebelumnya). 2. Cara kedua, klik menu Save Project pada tool bar. Alternatif lain gunakan tombol shortcut pada keyboard, tekan tombol CTRL+S 33
Editing Video CATATAN: Simpan file project editing anda dan file pendukungnya seperti klip video, audio, file image atau gambar dalam satu folder, jangan terpisah-pisah. Bila terpisah maka efeknya saat anda akan membuka kembali projek editing anda maka akan terjadi missing link atau error. 4. Mengimport File. Setelah kita mengenal tampilan antar muka Videopad, kini saatnya belajar memasukkan (import) file yang akan kita edit ke dalam Videopad. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama arahkan kursor anda pada menu tool bar di bagian atas, kemudian klik Add file. Akan muncul tempat dimana anda meletakkan atau menyimpan file yang akan kita edit nantinya. Pilih file tersebut, kemudian klik tombol open di bagian bawah. (Apabila file yang kita pilih berupa file video maka file tersebut akan otomatis ditempatkan pada jendela Video file yang berada di Project Media Window. Demikian juga apabila file tersebut berupa file audio, musik atau efek suara maka akan otomatis ditempatkan pada jendela Audio file. Untuk file berupa gambar (image) atau foto ditempatkan pada jendela Image). Media 34
Editing Video Cara kedua, klik kanan mouse anda pada jendela project media, akan muncul menu yang sama dengan yang ada pada menu tool bar di bagian atas tadi. klik menu add file. Langkah langkah selanjutnya lakukan seperti langkah pertama di atas Inilah tampilan apabila file berhasil kita import. File akan muncul pada project media window (karena contoh file yang kita import berupa video maka file tersebut otomatis masuk ke dalam jendela Video File). Otomatis monitor file project juga menampilkan preview dari file tersebut. (Kita dapat memainkan file video tersebut di dalam jendela monitor file projet dengan menekan tombol play pada bagian bawah monitor). 35
Editing Video Tombol play 5. Setelah file berhasil kita import, supaya file tersebut dapat kita edit maka langkah selanjutnya adalah klik dan drag(klik kiri mouse tanpa melepas tombol) dan drop file tersebut pada Timeline (garis waktu). Nah file tersebut sekarang telah berada pada timeline, dan moitor timeline memperlihatkan tampilan dari file tersebut. File kita pun siap untuk melalui proses editing. 6. Proses editing video tidak lepas dari tahapan memotong, membuang dan menyambung gambar. Untuk tahapan memotong (Cut) gambar/video pada Videopad dapat dilakukan dengan menggeser garis vertikal warna merah pada jendela Timeline (Crosshair). Geser-geser bagian mana dari video yang ingin kita potong, setelah terpilih klik tombol split pada monitor timeline 36
Editing Video Crosshair Dan inilah tampilan klip video setelah dipotong (cut). Klip video terbagi menjadi 2 bagian. Kita masih bisa memotong klip video ini pada bagian lain yang kita inginkan. Bagian klip yang tidak terpakai bisa kita buang dengan mengklik klip tersebut kemudian tekan tombol delete pada keyboard atau klik kanan mouse,pilih delete Split Tampilan menghapus potongan klip dengan klik kanan mouse 37
Editing Video TIPS: Klip video yang kita import ke timeline terdiri atas 2 track, track video dan track audio. Kedua track tersebut menjadi satu kesatuan tapi kita bisa memisahkan keduanya sehingga video dan audio bisa berdiri sendiri-sendiri, dengan cara kita klik kanan klip video di timeline, pilih Unlink from audio Setelah video dan audio terpisah, kita bisa melakukan editing pada video atau audionya saja (memotong, menggeser audio atau videonya, serta membuang salah satunya apabila tidak kita gunakan). Seperti tampak pada gambar di bawah ini. 38
Editing Video 7. Bagaimana bila kita ingin mengimport file video lain? Lakukan sama seperti langkah di atas, pilih menu pada tool bar Add file atau klik kanan project media window, pilih menu Add file.. Setelah file kedua telah terimport pada project media, klik dan drag tersebut pada timeline, letakkan posisinya pada track video pertama, maka otomatis track video dan audio akan bertambah satu, karena Videopad memiliki kemampuan multitrack seperti halnya aplikasi editing kelas profesional. 39
Editing Video Pada jendela timeline ini, kita bisa mengedit suara/audio bawaan klip video yang terletak pada track audio. Kita bisa mengubah tinggi rendah volumenya atau bahkan bisa membisukan(mute) audio tersebut. Caranya klik ikon speaker sebelah kiri bawah track audio, kemudian kita geser-geser saja pengaturan pada ikon tersebut.(lihat gambar di bawah) Pengaturan volume Bisa juga dengan meng-klik kanan file track audio, muncul menu pilihan mute audio, fade in atau fade out. Pilih salah satu yang diinginkan. 40
Editing Video 8. Mengimport file audio. Jika kita ingin mengimport file audio (suara, musik, efek), lakukan seperti langkahlangkah mengimport file video. Bisa dengan klik kanan pada Project Media Window atau menekan tombol add file pada menu tool bar. Kemudian cari file audio anda di tempat mana anda simpan, pilih filenya dan tekan open untuk mengimportnya. (Lihat pada gambar) Klik dan drag file audio tersebut pada timeline, letakkan pada track audio paling bawah, otomatis akan tercipta track audio baru (kedua). 41
Editing Video Untuk melakukan editing audio ini bisa dilakukan seperti klip video, untuk memotong gunakan tombol split. Untuk mengatur volume audio lakukan seperti langkah-langkah yang telah diajarkan di atas. (Kita bisa mengubah tinggi rendah volumenya atau bahkan bisa membisukan(mute) audio tersebut. Caranya klik ikon speaker sebelah kiri bawah track audio, kemudian kita geser-geser saja pengaturan pada ikon tersebut) TIPS: Videopad juga memiliki kemampuan merekam suara sebagai narasi dari kita atau sumber suara lain. Caranya tekan tombol Record pada menu tool bar, akan muncul beberapa pilihan. Untuk merekam suara, pilih record audio, anda dapat me;akukan perekaman suara sendiri, dari berbagai sumber. Anda juga bisa merekam suara sendiri untuk narasi atau suara presenter sebagai pengantar program dengan memilih menu Narate. Untuk perekaman suara atau narasi tentunya selain menggunakan laptop atau Komputer PC dengan bantuan aplikasi Videopad, dibutuhkan satu lagi hardware yang penting agar nantinya diperoleh hasil rekaman suara yang bagus, yaitu Mic, bisa juga menggunakan Mic dengan headset untuk merekam narasi. Mic dihubungkan pada laptop atau Komputer anda. Selain merekam suara anada dapat juga merekam video, melalui menu Record ini. Tombol 42
Editing Video 9. Menambahkan Title (Judul). Untuk menambahkan title/judul ataupun teks pada video yang kita edit dengan cara pilih menu Add text pada menu tool bar. Atau Klik kanan pada jendela Project media, pilih menu Add text Ketika kita klik menu tersebut maka otomatis akan muncul text clip pada jendela image di Project media window, text clip juga akan otomatis terpasang pada timeline menjadi track baru. Muncul pula menu kotak pengaturan text clip, seperti gambar di bawah ini 2 3 1 Area menulis teks Keterangan: 1. pengaturan jenis huruf, ukuran dan warna huruf 2. pengaturan efek pada huruf, pemberian outline, bayangan (shadow) pada huruf dan pengaturan background teks. 43
Editing Video 3. pengaturan tata letak (layout) teks pada video, misal: rata tengah, atas, bawah, kiri atau kanan. Dan memberi animasi pada teks, misal animasi scroling. Apabila ingin mengedit kembali text clip tersebut, klik text clip pada jendela project, maka akan muncul menu untuk pengaturan kembali text clip tersebut pada jendela monitor preview, seperti pada gambar di bawah ini. Selanjutnya klik bagian bawah monitor maka menu pengaturan text clip akan muncul. Untuk mengatur seberapa lama (durasi) panjang pendek kemunculan text atau judul yang kita buat. Kita dapat lakukan dengan cara menarik ulur text clip pada timeline. 44
Editing Video Tarik ke belakang bagian ini untuk Catatan: Selain kita bisa menambahkan judul atau text pada video, kita juga bisa menambahkan subtitle atau caption (teks keterangan tambahan pada video) dengan cara pilih menu Subtitle pada tool bar (lihat gambar) Terlebih dahulu pilih bagian klip video yang ingin kita tambahkan keterangan/subtitle, kemudian klik menu Subtitle pada tool bar, akan muncul pengaturan seperti gambar di bawah ini. Setelah kita lakukan pengaturan sedemikian rupa, klik tombol apply di kanan bawah untuk mengaplikasikan teks subtitle pada video. 45
Editing Video Area menuliskan Area pengaturan durasi Area pengaturan jenis huruf, ukuran huruf, efek dan layout Contoh tampilan menu penambahan dan pengaturan Subtitle 46
Editing Video Tampilan video setelah diberi Subtitle. Apabila ada yang dirasa kurang pas dengan subtitle yang kita tambahkan dan kita ingin mengeditnya, klik kembali menu Subtitle pada toolbar, anda akan kembali pada menu pengaturan subtitle. Dan subtitle pun siap untuk diedit. 10. Memberikan Efek Transisi dan efek tertentu pada video dan audio. Kita bisa menambahkan efek transisi pada sambungan video. Efek transisi ini fungsinya adalah untuk memperhalus sambungan adegan pada video, baik pada klip video yang kita potong atau pun klip video yang lain. Efek transisi juga bisa diterapkan pada audio. Kita bisa lihat menu-menu untuk menambahkan efek transisi, efek video, dan efek audio pada bagian toolbar, lihat pada gambar dibawah ini. Menu efek video, efek audio, dan 47
Editing Video Selain dengan cara memilih menu pada toolbar di atas, Kita bisa pula menambahkan efek tersebut dengan mengklik beberapa ikon yang ada di klip video dan audio pada timeline Ikon transisi Ikon efek video dan Videopad memiliki banyak efek transisi, efek video, dan audio yang lumayan banyak dan menarik, seperti halnya aplikasi editing profesional. Karena tidak akan dibahas satu persatu di sini, silahkan Anda bisa mengeksplorasi sendiri efek-efek tersebut pada klip video anda. 11. Finishing. Pada tahap ini kita lakukan apabila projek editing kita telah anggap selesai, semua unsur pendukung baik berupa efek suara, musik, title, efek video ataupun audio yang diperlukan telah masuk. Tahapan finishing dilakukan agar video yang telah kita edit menjadi sebuah file atau output video sesuai dengan apa yang kita perlukan. Pada videopad menyediakan 3 jenis output video yang dapat kita pilih sesuai kebutuhan. Output video untuk diputar di komputer/laptop berupa soft file. Output video untuk diputar di DVD/VCD player berupa keping CD, dengan syarat laptop atau komputer anda memiliki CD Rom untuk burning/bakar CD. Output video berupa soft file untuk keperluan upload di internet atau media sosial seperti Youtube, facebook, dan lain-lain. Tahapan merubag projek video kita menjadi file Output video disebut dengan Export Video. Berikut caranya yang dapat dilakukan Videopad - Klik menu Export video pada tool bar, lihat pilihan tipe export video yang disediakan. Tipe export File, Disc, dan Upload. Sebagai contoh, jika kita memilih tipe export File, muncul beberapa pilihan, seperti tampak pada gambar 48
Editing Video Tipe Export File akan menghasilkan output video yang tersimpan di dalam laptop/komputer anda. File tersebut nantinya bisa kita putar di komputer/laptop, bisa juga diputar di tablet/gadget anda tergantung jenis file yang kita pilih. Bisa juga nantinya kita jadikan file video untuk kita upload lewat internet. Berikut tampilan cara pengaturan apabila kita memilih tipe export File. Silahkan mencoba mengeksplor pengaturan ini. 49
Editing Video Lokasi simpan file output video Format file(mis:.avi;.mp4;.mov; dll Pilihan Jenis video, mis: untuk program Tv atau streaming internet Pilihan resolusi output CATATAN: Videopad yang kita gunakan ini adalah versi gratis/free. Tentu ada konsekuensinya, feature atau fasilitas yang disediakan dibatasi, dibandingkan dengan Videopad versi berbayar. Berdasarkan pengamatan penulis, untuk kelengkapan menu maupun efek-efek yang disediakan sudah cukup bagus dan mumpuni untuk pengerjaan editing video. Namun yang ada satu yang menurut penulis cukup menjadi kelemahan pada versi gratis videopad ini, yaitu fasilitas Export Video. Pada tahap ini untuk versi berbayar kita bisa export video berkali-kali proses bisa kita lakukan. Untuk versi gratis, kita diberi kesempatan mengeksport video satu kali, dan untuk ekxport kedua dan seterusnya Videopad akan meminta registerasi dengan memasukkan serial number, dimana serial number tersebut harus membeli.apakah ini akan menghambat belajar kita?...tentu tidak. Banyak kelebihan yang kita bisa dapat dari Videopad ini dibanding satu kelemahannya tersebut, Jadi..ini bukan hambatan untuk terus belajar. Banyak cara supaya Videopad gratis kita bisa dipakai terus. Salah satu caranya adalah: - Simpan terlebih dahulu Project editing anda - Keluar dan tutup program Videopad - Uninstall terlebih dahulu program Videopad anda dari Laptop/komputer, melalui Start - Control Panel program-uninstall a program pilih Videopad, tunggu sampai proses selesai dan videopad anda benar-benar telah terhapus dari komputer. 50
Editing Video - Install kembali aplikasi Videopad seperti cara awal, tunggu sampai proses instalasi selesai. - Buka kembali project editing anda dengan Videopad seperti biasa. Dan cobalah untuk mengeksport video editing anda, Kini Videopad anda sudah bisa untuk mengeksport berulang-ulang project editing anda tanpa harus registrasi. 51