FAKTA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN

dokumen-dokumen yang mirip
TUGAS AKHIR KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA SEMESTER GANJIL T.A. 2011/2012 STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

BAHAN TAYANG MODUL 5

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e )

SANTIAJI PANCASILA: Lima Nilai Dasar PANCASILA

Berkomitmen terhadap Pokok Kaidah Negara Fundamental

Kedudukan Pembukaan UUD Anggota Kelompok : -Alfin Anthony -Benadasa -Jeeva Laksamana -Nicolas Crothers -Steven David -Lukas Gilang

Pancasila : Persatuan Indonesia. STMIK AMIKOM Yogyakarta

UNDANG - UNDANG DASAR REPUBLIK INDONESIA Pembukaan

KATA PENGANTAR. Penulis. iii

LATIHAN SOAL UUD 1945 ( waktu : 36 menit )

PANCASILA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

PENTINGNYA PEMIMPIN BERKARAKTER PANCASILA DI KALANGAN GENERASI MUDA

PENDIDIKAN PANCASILA

MODUL 5 PANCASILA DASAR NEGARA DALAM PASAL UUD45 DAN KEBIJAKAN NEGARA

Pancasila dalam Konteks Ketatanegaraan Indonesia. Selly Rahmawati, M.Pd.

Title? Author Riendra Primadina. Details [emo:10] apa ya yang di maksud dengan nilai instrumental? [emo:4] Modified Tue, 09 Nov :10:06 GMT

ANALISIS UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN. Pasal 19 s/d 37. Tugas untuk memenuhi Mata Kulia Pendidikan Kewarganegaraan

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAM MASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARA

RINGKASAN PERMOHONAN Perkara Nomor 35/PUU-XII/2014 Sistem Proporsional Terbuka

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

Penjabaran Pancasila Dalam Pasal UUD 45 dan Kebijakan negara. Komarudin, MA

EKSISTENSI PANCASILA DALAM KONTEKS MODERN DAN GLOBAL PASCA REFORMASI

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

TUGAS AKHIR PENDIDIKAN PANCASILA

PEMBUKAAN UUD 1945 (Kuliah-8) 1

Nama : Yogi Alfayed. Kelas : X ips 1. Tugas : Kaidah yang fundamental (PPKn) JAWABAN :

NILAI-NILAI DASAR SILA-SILA PANCASILA

HAKIKAT PANCASILA TUGAS AKHIR. Disusun oleh : Sani Hizbul Haq Kelompok F. Dosen : Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma.

PENERAPAN SILA KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA

Pendidikan Pancasila PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA. Ari Sulistyanto, S. Sos., M. I. Kom. Modul ke: 05Fakultas Ekonomi Bisnis. Program Studi Manajemen

Soal Undang-Undang Yang Sering Keluar Di Tes Masuk Sekolah Kedinasan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

I. Hakikat Pancasila. 1. Pancasila sebagai dasar Negara

PAPER PANCASILA. Hak Asasi Manusia Menurut Pancasila Dan UUD. Dosen : Drs. Tahajudin S. OLEH : : Eko Hernanto NIM :

MAKALAH HAK ASASI MANUSIA DALAM PANCASILA HAK ASASI MANUSIA

Pancasila Sebagai Dasar Negara (dalam hubungannya dengan Pembukaan UUD 1945)

Pancasila Sebagai Pedoman Hidup Bangsa Indonesia

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

Bab 2. Pokok Pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 29

SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DAN BUTIR PENGAMALAN PANCASILA

BAB VI PANCASILA DALAM KONTEKS KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA

3.2 Uraian Materi Pengertian dan Hakikat dari Dasar Negara Pancasila sebagai dasar negara sering juga disebut sebagai Philosophische Grondslag

1. Arti pancasila sebagai way of life (pandangan hidup)

RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor 19/PUU-VIII/2010 Tentang UU Kesehatan Tafsiran zat adiktif

Aji Wicaksono S.H., M.Hum. Modul ke: Fakultas DESAIN SENI KREATIF. Program Studi DESAIN PRODUK

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA

KEDUDUKAN PANCASILA DI INDONESIA

AKU WARGA NEGARA YANG BAIK

WAWASAN NUSANTARA. Dewi Triwahyuni. Page 1

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

2.4.1 Struktur dan Anatomi UUD NRI tahun 1945 Pembukaan UUD 1945 yang di dalamnya mengandung Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara tidak ikut

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Bartima Oktavia Bahar Nim: E

TUGAS AKHIR PANCASILA SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA

A. Latar Belakang. B. rumusan masalah

PERUMUSAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

PANCASILA PENJABARAN NILAI-NILAI PANCASILA

2.4 Uraian Materi Pengertian dan Hakikat dari Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia Sebagai pendangan hidup bangsa Indonesia,

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

13MKCU. PENDIDIKAN PANCASILA Makna dan aktualisasi sila Persatuan Indonesia dalam kehidupan bernegara. Drs. Sugeng Baskoro,M.M. Modul ke: Fakultas

PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP

MATA KULIAH PENDIDIKAN PANCASILA

IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

AGENDA DALAM SISTEM EKONOMI INDONESIA

LATIHAN PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

PLEASE BE PATIENT!!!

WARGA NEGARA DAN KEWARGANEGARAAN WARGA NEGARA, PENDUDUK, DAN BUKAN PENDUDUK

Pasal 3 (1) Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undangundang Dasar. ***) (2) Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Pres

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN PERKARA Registrasi Nomor : 54/PUU-X/2012 Tentang Parliamentary Threshold dan Electoral Threshold

Sumber : Perpustakaan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan

SEJARAH PANITIA SEMBILAN DAN SEJARAH PIAGAM JAKARTA

K E T E T A P A N MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR : VII/MPR/2001 TENTANG VISI INDONESIA MASA DEPAN

Pendidikan Pancasila. Berisi tentang Pancasila sebagai dasar negara dan hubungannya dalam Pasal UUD 45. Dosen : Sukarno B N, S.Kom, M.Kom.

KATA PENGANTAR. Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN

PANCASILA. Pancasila sebagai Dasar Negara. Poernomo A. Soelistyo, SH., MBA. Modul ke: Fakultas MKCU. Program Studi Manajemen

PANCASILA. AKTUALISASI NILAI PANCASILA : Implementasi Sila Pertama dalam kaitan dengan Pembangunan Manusia Seutuhnya. Dr. Achmad Jamil M.Si.

PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA INDONESIA. Dosen Pembimbing: Mohammad Idris. P, Drs, MM

MATERI UUD NRI TAHUN 1945

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

2. Perumusan Dasar Negara oleh Pendiri Negara

Demokrasi di Indonesia

YODI PERMANA PENGAMALAN PANCASILA PENDIDIKAN PANCASILA JURUSAN SISTEM INFORMASI

TUGAS AKHIR IMPLEMENTASI PANCASILA PANDU JOKO PRASETYO KELOMPOK F S1 TEKNIK INFORMATIKA. DOSEN : Dr. ABIDARIN ROSYIDI, MMa.

TUGAS AKHIR DEMOKRASI PANCASILA MENURUT UUD 1945

BAHAN TAYANG MODUL 11 SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2016/2017 RANI PURWANTI KEMALASARI SH.MH.

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e)

TUGAS AKHIR PENERAPAN PANCASILA PADA MASA KINI

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Modul ke: Fakultas TEKNIK. Program Studi SIPIL.

UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 DALAM SATU NASKAH

Transkripsi:

FAKTA PANCASILA DALAM KEHIDUPAN Dosen Nama : Dr. Abidarin Rosyidi, MMA :Ratna Suryaningsih Nomor Mahasiswa : 11.11.5435 Kelompok : E Program Studi dan Jurusan : S1 Sistem Informatika STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRAK Pancasila sebagai Dasar Filsafat Indonesia, yang mana setiap warga negara perlu dan seharusnya menghayati, serta melaksanakan makna dari isi Pancasila, bukan hanya tahu dari kata-kata setiap sila dalam Pancasila. Isi dari Pancasila dapat diartikan dalam berbagai aspek. Seperti dalam arti umum kolektif, yang khusus, singular, dan konkrit, dan lain sebagainya. Di dalam isi arti Pancasila yang khusus, singular, dan konkrit, terdapat contoh-contoh dalam pengamalan pancasila, seperti dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, dan kehidupan umat beragama. Serta penyimpangan-penyimpangan yang terdapat didalamnya.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pancasila adalah Dasar Filsafat Negara Republik Indonesuia yang secara resmi tercantum didalam Pembukaan UUD 1945 dan ditetapkan oleh PPKI tanggal 18 agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945 diundangkan dalam berita republik Indonesia tahun II no 7. Maka setiap warga Negara perlu dan seharusnya mempelajari, mendalami, menghayati dan selanjutnya untuk diamalkan dalam rangka bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terutama di dunia pendidikan sejak dari taman kanakkanak hingga perguruan tinggi. 1.2 Rumusan Masalah Dalam penulisan ilmiah ini, saya mengambil masalah pada: 1. Bagaimana bentuk dari susunan kesatuan sila-sila Pancasila? 2. Bagaimana isi arti dari Pancasila secara umum kolektif? 3. Bagaimana isi arti dari Pancasila secara khusus, singular, dan konkrit? 4. Dan dalam bidang apa saja contohnya? 1.3 Tujuan Penulisan Makalah ini salah satunya ditujukan untuk mengetahui arti dari sila-sila Pancasila dalam pendekatan secara Yuridis Kewarganegaraan, serta contoh dalam bidang-bidang tertentu, yang diterapkan sehari-hari dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, dan kehidupan umat beragama.

Dan pula, makalah ini ditujukan untuk memenuhi Ujian Akhir Semester dalam tugas akhir dari kuliah Pendidikan Pancasila semester ganjil tahun ajaran 2011/2012 di STMIK AMIKOM YOGYAKARTA. BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Bentuk Susunan Kesatuan Sila-Sila Pancasila Pancasila sebagai perkataan adalah suatu sebutan, suatu istilah untuk memberikan nama kepada Dasar Filsafat (Asas Kerohanian) Negara kita. Didalam nama itu tersimpul isi dari Dasar Filsafat asas keadaban. Orang hendaknya janganlah segera merasa tahu telah mengerti Pancasila hanya karena hafal akan ucapan kelima sila pancasila. Kita harus berusaha memahami apa maksud bentuk susunan Pancasila seperti yang tertera pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu. Pancasila yang terdiri atas lima sila itu tidaklah merupakan kumpulan dari sila-sila yang boleh dicerai beraikan satu dari yang lain. Pancasila dengan kelima silanya itu haruslah kita artikan sebagai suatu susunan yang bulat dan utuh. Karena Pancasila itu memang dikehendaki demikian sesuai dengan fungsinya sebagai dasar Filsafat Negara. Suatu dasar filsafat Negara harus merupakan suatu kesatuan keseluruhan. Boleh terdiri atas bagian-bagian (sila-sila), tetapi bagian-bagian itu harus tidak saling bertentangan. Dan semuanya harus bersama-sama menyusun satu hal yang baru/lain dan utuh. Tiap-tiap bagian (sila) merupakan bagian yang mutlak, apabila dihilangkan satu bagian (sila) saja, hilanglah juga halnya (Pancasila) itu. Sebaliknya terlepas dari halnya (yang baru/lain dan utuh, yaitu Pancasila) itu, bagian (sila) yang terlepas itu menjadi kehilangan kedudukan dan fungsinya.

2.2 Isi Arti Pancasila yang Umum Kolektif SILA PERTAMA : KETUHANAN YANG MAHA ESA A. Tuhan Yang Maha Esa mengkaruniakan wilayah, tanah air Indonesia beserta kekayaan alamnya kepada Bangsa Indonesia. B. Tuhan Yang Maha Esa mengkaruniakan rakhmat atas proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, dan berlakunya UUD 1945. C. Mewajibkan pemerintah dan penyelenggara Negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. D. Negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa dengan jaminan Kemerdekaan bagi tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya dan kepercayaannya (pasal 29 ayat (2) UUD 1945). E. Pendidikan Nasional antara lain bertujuan untuk membentuk manusia yang bertakwa terhadap Tuhan yang Maha Esa (Ketetapan No.II/MPR/1988). SILA KEDUA : KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB A. Jaminan hak-hak asasi Warga Negara seperti tercantum dalam pasal 27, 28, 29 ayat (2), 30 ayat (1) dan 31 UUD 1945. 1. Segala warga Negara bersamaan kedudukannya dalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. 2. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisn dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang (Pasal 28 UUD 1945). 3. Negara menjamin kemerdekaan-kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya (Pasal 29 ayat (2) UUD 1945).

4. Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan Negara (Pasal 30 UUD ayat (1) UUD 1945). 5. Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran; dan pemerintahan berkewajiban mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran Nasional yang diatur dengan Undang-Undang (Pasal 31ayat (1) dan (2) UUD 1945). B. Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, penjajahan harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (Pembukaan UUD 1945 alinea 1). C. Hakikat pembangunan Nasional Indonesia seutuhnya (GBHN, Ketetapan Nomor : II/MPR/1988). SILA KE TIGA : PERSATUAN INDONESIA A. Negara Indonesia yang bersatu adalah hasil perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, serta terlaksananya cita-cita kemerdekaan (Pembukaan UUD 1945 alinea II). B. Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik (pasal 1 UUD 1945). C. Negara melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan, dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pembukaan UUD 1945 alinea IV). D. Warga Negara ialah orang-orang Indonesia asli dan orang-orang asing yang di syahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara Indonesia (Pasal 26 ayat (1) UUD 1945). E. Lambang Negara dan Bangsa adalah bendera Sang Merah Putih (Pasal 35 UUD 1945). F. Bahasa Negara adalah Undang-Undang Dasar bahasa persatuan adalah Bahasa Indonesia (Pasal 26 UUD 1945).

G. Lambang persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika. H. Wawasan Nusantara yang mencakup : 1. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik. 2. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya. 3. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai suatu kesatuan ekonomi. 4. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu pertahanan dan keamanan. SILA KEEMPAT : KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN A. Asas politik Negara, adalah Negara Indonesia berkedaulatan rakyat, bedasarkan kerakyatan yang dipimpimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. (pembukaan UUD 1945, alinea IV) B. Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (Pasal 1 ayat (2) UUD 1945). Termasuk pasal 2 dan 3 tentang MPR. SILA KE LIMA : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA A. Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. (Pembukaan UUD 1945). B. Pembentukan pemerintahan Indonesia adalah bertujuan untuk menyejahterakan seluruh bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial (UUD 1945 alinea IV) C. Negara mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat (Pembukaan UUD 1945) (pokok pikiran kedua).

D. Suatu tata perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan, dimana cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (Pasal 33 UUD 1945). E. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara (Pasal 34 UUD 1945). F. Kepada para warga Negara diberi hak kebebasan dalam memilih pekerjaan dan diberi hak akan pekerjaan serta penghidupan yang layak (Lihat dalam kaitannya dengan pasal 27 ayat (2) UUD 1945). 2.3 Isi arti pancasila yang khusus, singular, dan konkrit. Sebagaimana dijelaskan di muka isi-arti Pancasila yang bersifat umum universal adalah merupakan prinsip-prinsip dasar bagi setiap pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. Oleh karena itu isi-arti Pancasila sebagai dasar filsafat bangsa dan Negara Indonesia merupakan sumber segala nilai, norma, maupun sifat-sifat yang menyangkut segala hal dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. Sebagai suatu dasar filsafat maka Pancasila bersifat abstrak, artinya tidak maujud, tidak kasat mata, dan tidak dapat ditangkap dengan indera manusia. Namun demikian prinsip-prinsip yang bersifat universal tersebut perlu dilaksanakan, diwujudkan dan direalisasikan dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara. Oleh karena itu dalam suatu pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara dan dalam hal ini adalah suatu Negara Indonesia memerlukan suatu norma-norma atau ukuran-ukuran yang berlaku secara kolektif, dan oleh karena itu isi-arti pancasila dan pengertian ini adalah bersifat umum kolektif yaitu merupakan pedoman umum bagi seluruh Bangsa Indonesia dan Negara Indonesia.

Namun demikian pedoman umum tersebut perlu dijabarkan dan dilaksanakan dalam praktek penyelenggaraan Negara secara nyata, yaitu dalam lingkungan kehidupan nyata. Isi arti Pancasila yang khusus konkrit ini merupakan pelaksanaan Pancasila dasar filsafat Negara yang diterapkan dalam kehidupan nyata, antara lain pada bidang sosial, budaya, ekonomi, politik, kebudayaan, organisasi, administrasi, partai politik maupun golongan karya, pertahanan dan semua aspek yang berkaitan dengan pembangunan nasional termasuk kebijaksanaan dalam maupun luar negeri. Pelaksanaan Pancasila yang konkrit ini sangat bersifat dinamis, yaitu sesuai dengan perkembangan zaman, keadaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban manusia. Karena sifatnya yang khusus dan kongkrit serta dinamis maka setiap pelaksaan dan kebijaksanaan bisa berbeda, namun tetap dalam batas norma isi-arti Pancasila yang umum universal dan umum kolektif (yaitu sebagaimana terumuskan dalam pedoman-pedoman umum secara kolektif terutama sebagaimana tercantum dalam rumusan pokok hukum positif Indonesia yaitu UUD 1945 dan Ketetapan MPR). Beberapa contoh konkrit pelaksanaan isi-arti Pancasila yang khusus singular dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara adalah sbb : a. Bidang politik, Dalam kehidupan politik, terlihat kesan kuat bahwa telah timbul apa yang pernah disebut dan dikhawatirkan oleh dr. Mohammad Hatta sebagai suatu ultra demokrasi. Walaupun lembaga legislatif serta lembaga eksekutif telah dipilih secara demokratis, namun demonstrasi ke jalan-jalan bukan saja tidak berhenti, tetapi sudah menjadi suatu hal yang terjadi secara rutin. Tiada hari tanpa demonstrasi. Partai-partai politik yang seyogyanya berfungsi sebagai lembaga demokrasi yang mengagregasi serta mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan rakyat serta sebagai wahana untuk seleksi kepemimpinan ditengarai hanya asyik dengan dirinya sendiri dan telah mulai kehilangan kepercayaan dari rakyat. Dalam contoh lain, seperti :

1. Dengan adanya partai-partai politik yang berbeda-beda namun memiliki asas yang sama yaitu asas Pancasila. Setiap partai politik tersebut memiliki perbedaan-perbedaan, sifat organisasinya, anggaran rumah tangganya, dan terutama perbedaan dalam kebijaksanaan programnya. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 1985 tentang Pemilihan Umum anggota-anggota badan Permusyawaratan/Perwakilan Rakyat yang telah tiga kali diubah, yaitu dengan Undang Undang Nomor 4 Tahun 1975, Undang Undang Nomor 3 Tahun 1985, serta untuk menggantikan Peraturan Pemerintahan Nomor 41 Tahun 1980 tentang Pelaksanaan Undang Undang Pemilihan Umum. b. Bidang ekonomi, seperti : 1. Ekonomi Indonesia yang sosialistik sampai 1966 berubah menjadi kapitalistik bersamaan dengan berakhirnya Orde Lama (1959-1966). Selama Orde Baru (1966-1998) sistem ekonomi dinyatakan didasarkan pada Pancasila dan kekeluargaan yang mengacu pasal 33 UUD 1945, tetapi dalam praktek meninggalkan ajaran moral, tidak demokratis, dan tidak adil. Ketidakadilan ekonomi dan sosial sebagai akibat dari penyimpangan/penyelewengan Pancasila dan asas kekeluargaan telah mengakibatkan ketimpangan ekonomi dan kesenjangan sosial yang tajam yang selanjutnya menjadi salah satu sumber utama krisis moneter tahun 1997.Aturan main sistem ekonomi Pancasila yang lebih ditekankan pada sila ke-4 Kerakyatan (yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan) menjadi slogan baru yang diperjuangkan sejak reformasi. Melalui gerakan reformasi banyak kalangan berharap hukum dan moral dapat dijadikan landasan pikir dan landasan kerja. Sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang memihak pada dan melindungi kepentingan ekonomi

rakyat melalui upaya-upaya dan program-program pemberdayaan ekonomi rakyat. Sistem ekonomi kerakyatan adalah sub-sistem dari sistem ekonomi Pancasila, yang diharapkan mampu meredam ekses kehidupan ekonomi yang liberal. 2. Untuk menyehatkan perekonomian nasional maka pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan paket Oktober (Pakto), Kebijaksanaan devaluasi, peningkatan ekspor non migas dan kebijaksanaankebijaksanaan di bidang moneter dan perbankan yang lainnya. 3. Kebijaksanaan menaikkan harga BBM, kerjasama ekonomi dengan Negara-negara lain dan sebagainya. Kesemuanya itu tetap berpedoman pada perekonomian yang berdasarkan Pancasila, sebagaimana diatur secara kolektif dalam Pasal 33 UUD 1945). c. Bidang Kebudayaan, misalnya : 1. Pemerintahan mengembangkan kebudayaan nasional, namun demikian kebudayaan daerah harus tetap dijaga dan dilestarikannya. 2. Tidak menutup kemungkinan masuknya kebudayaan asing namun harus tetap berpedoman pada budaya Pancasila sebagai kepribadian bangsa dasar filsafat Negara Indonesia. d. Bidang Kehidupan Umat Beragama, misalnya : 1. Setiap pemeluk agama beribadah dan menggunakan ajaran-ajaran agama sesuai dengan ajaran agama masing-masing. 2. Diwujudkannya Undang-undang Perkawinan, yang berdasarkan ajaran agama masing-masing, dan lain sebagainya.

BAB 3 PENUTUP KESIMPULAN Pancasila sebagai Dasar Filsafat Negara yang isi dari arti sila-silanya bukan hanya sekedar mengerti atau hafal, akan tetapi bangsa harus dapat mengamalkannya. Dan kita sebagai warga negara yang baik harus menjalani atau mengamalkan sila-sila dari Pancasila itu sendiri. Dari arti sila-sila yang dijabarkan diatas, kita dapat mengetahui dan mengamalkan sila-sila tersebut untuk menjaga keseimbangan perilaku didalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA Kaelan, Drs. M.S., 1996, Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan, Paradigma, yogyakarta. http://www.ekonomirakyat.org/edisi_11/artikel_1.htm