Keywords : Long Bean Leaves, Haemoglobin, Pregnancy Second Trimester

dokumen-dokumen yang mirip
PERBEDAAN PENGARUH MULTIPLE MICRO NUTRIENT (MMN) DAN MORINGA OLEIFERA TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TIKUS BUNTING

PENGARUH MULTIPLE MIKRO NUTRIEN (MMN) TERHADAP BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI DESA PANDES KLATEN

PENGARUH KONSUMSI TELUR AYAM RAS REBUS TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DI BPM WILAYAH KERJA PUSKESMAS KLATEN TENGAH

Siti Asiyah, Dwi Estuning Rahayu, Wiranti Dwi Novita Isnaeni

EFEKTIVITAS JUS JAMBU BIJI TERHADAP PERUBAHAN KADAR HB PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BACEM KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat dilakukan. pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. spermatozoa dan ovum kemudian dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.

INFOKES, VOL.5 NO.2 September2015 ISSN : PENGARUH EKSTRAK DAUN KELOR TERHADAP BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN ANAK TIKUS GALUR WISTAR

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu

BAB I PENDAHULUAN. kurang dari angka normal sesuai dengan kelompok jenis kelamin dan umur.

BAB I PENDAHULUAN. Anemia adalah suatu kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal kelompok orang yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DAN HIPOTESIS

BAB I PENDAHULUAN. sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuabaet al., 2012).

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan Millenium Development

BAB I PENDAHULUAN. pada ibu hamil disebut potensial danger to mother and child (potensial

BAB I PENDAHULUAN. Ketidak cukupan asupan makanan, misalnya karena mual dan muntah atau kurang

BAB I PENDAHULUAN. defisiensi besi, etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan yaitu hemodilusi. 1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ibu hamil merupakan penentu generasi mendatang, selama periode kehamilan ibu hamil membutuhkan asupan gizi yang

BAB I PENDAHULUAN. sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut Manuaba (2010),

Jurnal Bidan Midwife Journal Volume 2, No. 1, Januari 2016 pissn eissn X

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut W.J.S Poerwodarminto, pemahaman berasal dari kata "Paham

PEMBERIAN TABLET FE DAN ASUPAN ZAT GIZI TERHADAP STATUS ANEMIA PADA MURID SDN 20 RUMBIA KABUPATEN MAROS

PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET BESI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Kehamilan (konsepsi) adalah pertemuan antara sel telur dengan sel

BAB I PENDAHULUAN. gangguan absorpsi. Zat gizi tersebut adalah besi, protein, vitamin B 6 yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA PENERIMA SUPLEMEN ZAT GIZI DI KABUPATEN BARRU

BAB 1 : PENDAHULUAN. dan jumlah sel darah merah dibawah nilai normal yang dipatok untuk perorangan.

BAB I PENDAHULUAN. berbagai negara, dan masih menjadi masalah kesehatan utama di. dibandingkan dengan laki-laki muda karena wanita sering mengalami

PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG TABLET FE (STUDI DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG TAHUN 2013)

HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DAWE KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

PERBEDAAN KADAR HB DALAM PEMBERIAN TABLET FE + VITAMIN C PADA REMAJA PUTRI DI KOTA BUKITTINGGI. Hasrah Murni (Poltekkes Kemenkes Padang )

BAB 1 : PENDAHULUAN. kelompok yang paling rawan dalam berbagai aspek, salah satunya terhadap

BAB I PENDAHULUAN. Anemia merupakan masalah yang sering terjadi di Indonesia. Anemia

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN

BAB I PENDAHULUAN. tinggi, menurut World Health Organization (WHO) (2013), prevalensi anemia

BAB 1 PENDAHULUAN. masa kehamilan. Anemia fisiologis merupakan istilah yang sering. walaupun massa eritrosit sendiri meningkat sekitar 25%, ini tetap

ABSTRAK. Angelia Diah Rani A., 2008; Pembimbing I: Dr,dr. Felix Kasim. M.Kes. Pembimbing II: dr. Rimonta F.G, Sp.OG.

BAB I PENDAHULUAN. Kasus anemia merupakan salah satu masalah gizi yang masih sering

PENGARUH KONSUMSI BELIMBING MANIS TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN, KEJADIAN KONSTIPASI DAN TEKANAN DARAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KLATEN SELATAN

PENGARUH PEMBERIAN ZAT BESI HEM DAN NON HEM PADA DIET HARIAN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI ANEMIA

PEMBERIAN TABLET Fe DAN JUS JAMBU BIJI PADA REMAJA PUTRI YANG ANEMIA DEFISIENSI BESI

BAB I PENDAHULUAN. sering ditemukan dan merupakan masalah gizi utama di Indonesia

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia


BAB I PENDAHULUAN. repository.unimus.ac.id

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dengan baik, bayi tumbuh sehat sesuai yang diharapkan dan

BAB I PENDAHULUAN. terutama di negara berkembang. Data Riset Kesehatan Dasar (R iskesdas)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. tahun Konsep pembangunan nasional harus berwawasan kesehatan, yaitu

HUBUNGAN PEMBERIAN SUPLEMEN ZAT BESI DENGAN PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III. Oleh: YURI SHABRINA SUSANI

BAB I PENDAHULUAN. melalui alat indra (Lukaningsih, 2010: 37). Dengan persepsi ibu hamil dapat

Metabolisme Besi dan Pembentukan Hemoglobin

BAB I PENDAHULUAN. kehamilan. Dalam periode kehamilan ini ibu membutuhkan asupan makanan sumber energi

BAB I PENDAHULUAN. Masa kehamilan merupakan masa yang dihitung sejak Hari Pertama

BAB 1 : PENDAHULUAN. kurang vitamin A, Gangguan Akibat kurang Iodium (GAKI) dan kurang besi

PENGARUH KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL

Hubungan Asupan Fe dan Vitamin A dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Air Dingin Kota Padang

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE PADA IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS TEGALREJO TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. 2001). Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada

BAB I PENDAHULUAN. sampai usia lanjut (Depkes RI, 2001). mineral. Menurut Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI 1998

PENGARUH MENGKONSUMSI MULTIPLE MICRO NUTRIENT (MMN) TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN IBU HAMIL

BAB I PENDAHULUAN. ditentukan dalam tujuan pembangunan Millenium Development Goals

22,02%, 23,48% dan 22,45% (Sarminto, 2011). Kejadian anemia di Provinsi DIY pada tahun 2011 menurun menjadi 18,90%. Berbeda dengan provinsi, kejadian

HUBUNGAN ANTARA KETERATURAN MENGKONSUMSI TABLET ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS JETIS II BANTUL YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

Universitas Riau Telp. (0761) 31162, Fax (859258)

BAB 1 PENDAHULUAN. anemia pada masa kehamilan. (Tarwoto dan Wasnidar, 2007)

HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN KADAR FERRITIN PADA ANAK USIA 6 SAMPAI 24 BULAN DI PUSKESMAS KRATONAN SURAKARTA

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia

BAB I PENDAHULUAN. dan Afrika. Menurut World Health Organization (dalam Briawan, 2013), anemia

BAB I PENDAHULUAN. Menurut World Health Organization (WHO) wanita dengan usia tahun

BAB 1 PENDAHULUAN. terjadinya gangguan gizi antara lain anemia. Anemia pada kehamilan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. defisiensi vitamin A, dan defisiensi yodium (Depkes RI, 2003).

BAB I PENDAHULUAN. vitamin B12, yang kesemuanya berasal pada asupan yang tidak adekuat. Dari

PENGARUH SUPLEMENTASI ZAT BESI DAN ASAM FOLAT TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DENGAN ANEMIA DI POLITEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA TESIS

BAB I PENDAHULUAN. trimester III sebesar 24,6% (Manuba, 2004). Maka dari hal itu diperlukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 : PENDAHULUAN. kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) tahun 2010 menyebutkan

KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DAN III DI BPS. NY. K KOTA MOJOKERTO Oleh: DEFIRA AYU RAHAYU

BAB I PENDAHULUAN. generasi sebelumnya di negara ini. Masa remaja adalah masa peralihan usia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

KOMBINASI VITAMIN C DAN TABLET FE EFEKTIF MENINGKATKAN KADAR HB IBU NIFAS VITAMIN C AND FE INCREASE HB LEVELS TO POSTPARTUM MOTHERS

RELATIONSHIP BETWEEN THE CONSUMPTION OF TABLETS FE COMPLIANCE OF EVENTS Anemia HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE TERHADAP KEJADIAN ANEMIA

ABSTRAK. Kata Kunci: Asupan Energi, Frekuensi Antenatal Care, Ketaatan Konsumsi Tablet Fe, Anemia

LEMBAR PENJELASAN KEPADA RESPONDEN. Saya bernama Devi Yunani Nasution adalah mahasiswa di Program Studi S2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengetahuan juga didapatkan dari tradisi (Prasetyo, 2007).

BAB I PENDAHULUAN. usia subur. Perdarahan menstruasi adalah pemicu paling umum. kekurangan zat besi yang dialami wanita.meski keluarnya darah saat

HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET BESI

PENGARUH PEMBERIAN TABLET ZAT BESI (Fe) TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL YANG ANEMIA

BAB I PENDAHULUAN. negara maju maupun negara berkembang adalah anemia defisiensi besi.

Transkripsi:

PENGARUH KONSUMSI DAUN KACANG PANJANG TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TM II DENGAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POLANHARJO KABUPATEN KLATEN Dewi Andang Prastika, Onny Setiani, Sri Sumarni Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Surakarta Jurusan Kebidanan Program Magister Kesehatan Lingkungan UNDIP Kementerian Kesehatan Politeknik Kesehatan Semarang Jurusan Kebidanan Abstract: Long Bean Leaves, Haemoglobin, Pregnancy Second Trimester. Anemia in pregnancy is called the 'potencial danger of mother and child' because anemia is a serious problem and need attention from all parties involved in maternal and child health services. WHO reported that the prevalence of anemia in pregnancy in the world amounted to 55% and tended to increase with increasing gestational age. To determine the effect of bean leaf consumption to increased hemoglobin levels of second trimesterpregnant women with anemia in Puskesmas Polanharjo working area. This research was Quasy experiment with a pretest posttest control group design. This research used a treatment group is the group of second trimester-pregnant women with anemia has given long bean leaves consumption as many as 15 respondents and the control group is the group of pregnant women with anemia second trimester without additional Fe tablet intake as many as 15 respondents. There is a difference between the average of hemoglobin levels before the intervention group consumed long beans leaves with an average of hemoglobin levels in the intervention group after consuming long beans leaves. By eating 35 grams of long beans leaves for one month (28 days) may help prevent anemia in pregnant women. Keywords : Long Bean Leaves, Haemoglobin, Pregnancy Second Trimester Abstrak: Daun Kacang Panjang, Haemoglobin, Kehamilan Trimester Kedua. Anemia pada kehamilan disebut 'bahaya potensi ibu dan anak' karena anemia adalah masalah serius dan perlu perhatian dari semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. WHO melaporkan bahwa prevalensi anemia pada kehamilan di dunia sebesar 55% dan cenderung meningkat dengan bertambahnya usia kehamilan. Untuk mengetahui pengaruh konsumsi daun kacang untuk peningkatan kadar hemoglobin trimester hamil wanita kedua dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Polanharjo. Penelitian ini adalah penelitian Quasy dengan desain kelompok kontrol posttest pretest. Penelitian ini menggunakan kelompok perlakuan adalah kelompok wanita trimester hamil kedua dengan anemia telah memberikan kacang panjang daun konsumsi sebanyak 15 responden dan kelompok kontrol adalah kelompok ibu hamil dengan anemia trimester kedua tanpa tambahan asupan tablet Fe sebanyak 15 responden. Ada perbedaan antara rata-rata kadar hemoglobin sebelum kelompok intervensi dikonsumsi kacang panjang daun dengan rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok intervensi setelah mengkonsumsi daun kacang panjang. Dengan makan 35 14

Dewi Andang Prastika, Pengaruh Konsumsi Daun Kacang Panjang 141 gram daun kacang panjang selama satu bulan (28 hari) dapat membantu mencegah anemia pada wanita hamil. Kata Kunci: Daun Kacang Panjang, Haemoglobin, Kehamilan Trimester Kedua PENDAHULUAN Anemia pada kehamilan disebut dengan Potencial danger of mother and child (potensial membahayakan ibu dan anak), hal itu dikarenakan anemia merupakan masalah yang serius dan sangat memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak 1. WHO melaporkan bahwa prevalensi anemia pada kehamilan di dunia adalah sebesar 55% dan cenderung meningkat sesuai dengan bertambahnya usia kehamilan. Berdasarkan survey kejadian di Indonesia, prevalensi anemia ibu hamil mencapai 7 %, dan di Jawa Tengah mencapai 8% 1. Kriteria anemia pada kehamilan menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah Hb kurang dari 11 gr/dl. Sedikit berbeda dengan WHO, The centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan kriteria anemia adalah Hb kurang dari 11 gr/dl untuk trimester I dan III, serta Hb kurang dari 1,5 gr/dl untuk trimester II. Penyebab anemia pada kehamilan paling sering adalah karena defisiensi zat besi dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain. Anemia defisiensi besi dapat terjadi karena kurangnya asupan zat besi dan protein dari makanan, adanya gangguan absorbsi di usus, perdarahan akut maupun kronis, dan meningkatnya kebutuhan zat besi. Di Indonesia, Departemen Kesehatan menyarankan pemberian tablet besi pada semua wanita hamil sekitar 6 mg perhari selama 9 hari 3. Ibu hamil diharapkan dapat mengkonsumsi lebih dari 9 tablet selama kehamilan. Akan tetapi, pada kenyataannya, persentase ibu yang melaporkan minum tablet Fe berdasarkan jumlah hari minum di Indonesia yaitu, minum selama 3 hari hanya 36,3 persen, yang minum 31-59 hari hanya 2,8 persen, minum 6-89 hari berjumlah 8,3 persen dan ibu hamil yang minum tablet Fe selama 9 hari sebanyak 18 persen 4. Tetapi suplementasi besi folat belum dapat menurunkan prevalensi anemia ibu hamil secara signifikan. Strategi lain untuk menurunkan angka kejadian anemia khususnya pada ibu hamil adalah dengan memberikan asupan nutrisi yang kaya akan zat besi. Telah banyak dikenal oleh masyarakat bahwa sayuran hijau sangat kaya akan zat besi, kebiasaan masyarakat awam akan mengkonsumsi bayam dan kangkung dalam usaha untuk mencukupi kebutuhan zat besi, namun tanpa disadari bahwa penanaman bayam dan kangkung kini telah banyak ditanam pada tempat-tempat yang terpapar banyak polutan sehingga kandungan nutrisi yang seharusnya bermanfaat beralih menjadi hal yang harus diwaspadai. Salah satu contoh asupan sayuran lain yang sering dikonsumsi dan juga sangat kaya akan zat besi adalah daun kacang panjang. Dilaporkan hasil sebuah penelitian dari Rahmat (29) dalam SEAFAST 212 4, menyatakan bahwa dalam 1 gr daun kacang panjang memiliki 6,2 mg zat besi dengan tingkat kelarutan besi dalam tubuh cukup tinggi yaitu sekitar 17,4 %. Daun kacang panjang yang tumbuh menjalar ke atas dan jarang dilakukan penyemprotan dengan

142 Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, Volume 1, No 2, September 216, hlm 1-144 pestisida akan meminimalisir kemungkinan daun tercemar pestisida secara langsung 3. Dengan demikian diharapkan daun kacang panjang mampu menjadi alternative asupan nutrisi penambah darah yang ramah terhadap ibu dan janinnya. METODE PENELITIAN Quasy experiment dengan rancangan pretest postest control group design. Dalam penelitian ini digunakan satu kelompok perlakuan yaitu kelompok ibu hamil trimester II dengan anemia yang diberi konsumsi daun kacang panjang dan kelompok kontrol yaitu kelompok ibu hamil trimester II dengan anemia yang tidak diberikan suplementasi tablet fe. Populasi studi pada penelitian ini adalahsemua ibu hamil TM II yang berada di wilayah kerja Puskesmas Polanharjo Kabupaten Klaten responden penelitian ini seluruhnya berjumlah 3 responden. Dimana 15 responden adalah kelompok kontrol dan 15 responden kelompok intervensi. Variabel penelitian ini terdiri dari konsumsi daun kacang panjang, kadar hemoglobin, anemia, asupan makanan. Pengolahan data dan analisis data menggunakan computer prograf PASW 18.Analisis terdiri dari analisis univariat dan bivariat. HASIL PENELITIAN Karakteristik responden ditunjukkan dalam tabel 1 Karakteristik Kelompok Frekuensi Prosentase Umur Tingkat pendidikan <2 tahun 2-35 tahun >35 tahun SD SMP SMA PT (orang) 15 (%) 1 3 1 2 2 66,67 13,33 Jumlah 15 1 Pengumpulan data umur responden dilakukan pada awal screening responden. Dari hasil penelitian, menunjukkan karakteristik responden berdasarkan umur secara keseluruhan berusia antara 2-35 tahun. Usia minimal responden adalah 22 tahun, sedangkan maksimal usia responden adalah 32 tahun. Rata-rata usia responden Dari pengumpulan data yang telah dilakukan, karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan responden menunjukkan bahwa 3 orang responden memiliki tingkat pendidikan SMP, kemudian 1 orang responden memiliki tingkat pendidikan SMA, sedangkan 2 responden memiliki tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan responden cukup baik dilihat dari 66,67 % responden telah menyelesaikan pendidikan sampai tingat menengah atas dan tidak ada responden yang hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat dasar. Dari pengumpulan data yang telah dilakukan, karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan responden menunjukkan bahwa 3 orang responden memiliki tingkat pendidikan SMP, kemudian 1 orang responden memiliki tingkat pendidikan SMA, sedangkan 2 responden memiliki tingkat pendidikan Perguruan Tinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan responden cukup baik dilihat dari 66,67 % responden telah menyelesaikan pendidikan sampai tingat menengah atas dan tidak ada responden yang hanya menyelesaikan pendidikan sampai tingkat dasar. PEMBAHASAN Dalam 1 gram daun kacang panjang terdapat 6,2 mg besi, 29 mg

Dewi Andang Prastika, Pengaruh Konsumsi Daun Kacang Panjang 143 vitamin C, 4,1 gr protein, dan 88,1±,28 % air. Besi diet yang berasal dari daun kacang panjang diserap di dalam lambung (ph 1,5) sebanyak 17,4 %, sedangkan dalam duodenum (ph 7,5) terserap sebesar 15,5 ±,29 %. Berdasarkan data kandungan gizi pada daun kacang panjang di atas, dapat dicermati bahwa mengkonsumsi daun kacang panjang sangat baik untuk mencegah atau memperbaiki kondisi anemia pada ibu hamil hal ini dapat dibuktikan dengan tingginya kandungan zat besi yang terkandung didalamnya yaitu sebesar 6,2 mg per 1 gram daun kacang panjang segar dengan tingkat penyerapan sebesar 17,4 %. Selain itu, didukung pula oleh kandungan asam askorbat (vitamin C) yang terkandung didalamnya sebesar 29 mg per 1 gram daun kacang panjang dimana sifat dari asam askorbat ini adalah untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Proses penyerapan besi dalam duodenum terdiri dari 3 fase yaitu fase luminal, fase mucosal, dan fase sistemik atau korporeal. Pada fase luminal ikatan besi dari bahan makanan dilepaskan atau dirubah menjadi bentuk terlarut dan terionisasi. Kemudian besi dalam bentuk feri (Fe 3+ ) direduksi menjadi bentuk fero (Fe 2+ ) sehingga siap diserap usus. Dalam proses ini getah lambung memegang peranan penting. Absorbs paling baik terjadi pada duodenum dan jejenum proksimal. Hal ini dihubungkan dengan jumlah reseptor pada permukaan usus dan ph usus. Di dalam usus, besi akan dibedakan menjadi besi heme, dan non heme. Kedua jenis besi ini memiliki sifat yang sangat berbeda. Besi heme diserap secara langsung, tidak dipengaruhi oleh bahan penghambat atau pemacu dan presentase absorbsinya besar yaitu 4 kali dari besi non heme. Sedangkan absorbs besi non heme sangat dipengaruhi oleh zat pengikat (ligand) yang dapat menghambat ataupun memacu absorbsi. Senyawa besi heme diserap secara utuh dan setelah berada dalam epitel usus akan dilepaskan dari rantai porfirin oleh enzim haemoxygenase, kemudian ditransfer ke dalam plasma atau disimpan dalam ferritin. Presentase penyerapan besi sangat tinggi yaitu 1-25%. Penyerapan besi non heme sangat dipengaruhi oleh adanya zat yang mempertahankan besi tetap dalam keadaan terlarut yaitu vitamin c (asam askorbat). Bahan ini disebut dengan zat pemacu atau promoter atau enhancer. Pada daun kacang panjang terdapat vitamin c (asam askorbat) yang merupakan bahan pemacu absorbs besi yang sangat kuat yang berfungsi sebagai reduktor yang dapat mengubah feri menjadi fero, mempertahankan ph usus tetap rendah sehingga mencegah presipitasi besi dan bersifat sebagai monomeric chelator yang membentuk iron-ascorbate chelate yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Setelah itu, besi diserap secara aktif melalui reseptor. Jika dosis terlalu besar besi akan masuk secara difusi pasif. Dalam sel enterosit besi akan diikat oleh suatu karier protein spesifik dan ditransfer melalui sel ke kapiler atau disimpan dalam bentuk ferritin dalam enterosit kemudian dibuang bersamaan dengan deskuamasi epitel usus. Pada fase sistemik, besi yang masuk ke plasma akan diikat oleh apotransferin menjadi transferrin dan diedarkan ke seluruh tubuh, terutama ke sel eritroblast dalam sumsum tulang. Semua sel mempunyai reseptor transferrin pada permukaannya. Transferrin ditangkap oleh reseptor ini dan kemudian melalui proses pinositosis (endositosis) masuk dalam vesikel

144 Kebidanan Dan Kesehatan Tradisional, Volume 1, No 2, September 216, hlm 1-144 (endosome) dalam sel. Akibat penurunan ph, besi, transferrin, dan reseptor akan terlepas dari ikatan. Besi akan dipakai oleh sel sedangkan reseptor dan transferrin dikeluarkan untuk dipakai ulang. Pada keadaan ini, tubuh akan tercukupi penyediaan besinya sehingga metabolisme besi berjalan lancar. Pemberian suplemen daun kacang panjang dan nutrisi yang baik selama 4 minggu pada ibu hamil TM II dengan anemiadengan kandungan Fe setara kadar zat besi yang tinggi mencapai 23,45 mg, vitamin C sebanyak 11,5 mg, dan protein sebanyak 14,35 gr dapat meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil rata-rata 1,72 gr/dl per minggunya hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kadar hemoglobin setelah pemberian konsumsi daun kacang panjang berada di atas harapan, yaitu,3 gr/ dl/ minggu 5. Rata-rata kadar hemoglobin tertinggi terjadi pada minggu keempat yaitu sebesar 15,88 gr/dl sedangkan kenaikan rata-rata kadar hemoglobin tertinggi terjadi pada minggu kedua yaitu mencapai 42,84 %. Kenaikan rata-rata kadar hemoglobin pada minggu pertama mencapai 12,87 g/dl, mg ke 2 14,33, kenaikan rata-rata kadar hemoglobin minggu ketiga mencapai 14,9 gr/dl, dan kenaikan rata-rata kadar hemoglobin pada minggu keempat mencapai 15,88 gr/dl, sedangkan kelompok control bervariasi untuk kadar hemoglobin selama 4 minggu, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol kadar Hb tergantung dari kualitas asupan makanan masing masing. KESIMPULAN DAN SARAN Pemberian suplemen berupa daun kacang panjang terbukti secara signifikan meningkatkan kadar Hb sampai dengan 76 %. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pemberian suplemen daun kacang panjang terbukti secara signifikan dapat meningkatkan kadar Hb, dapat diterapkan secara praktis dan aman, karena selain mudah dan murah juga daun kacang panjang merupakan suplemen alami yang baik untuk meningkatkan kadar Hb. Kadar Vitamin C yang tinggi pada daun kacang panjang juga sangat baik untuk meningkatkan penyerapan Fe dalam tubuh, meningkatkan kadar sel darah merah dan Hb pada ibu hamil trimester II. DAFTAR RUJUKAN Mansjoer, A. 21. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1. Edisi 3. Jakarta: Media Aesculapius: 253: 255: 55-1 Departemen Kesehatan R.I. Ditjen Kesehatan Masyarakat.: Pedoman Pemberian Besi bagi Petugas. Jakarta: Departemen Kesehatan, I- 5; 2. Riset Kesehatan Dasar. 21. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan SEAFAST center.212. senyawa fenolik pada Sayuran Indigenous. Arisman MB. 24. Gizi dalam Daur Kehidupan : Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : EGC. hal : 2-13,144-7.