PENGAMBILAN KEPUTUSAN

dokumen-dokumen yang mirip
DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEDIK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. a. Gender adalah peran sosial dimana peran laki-laki dan peran. perempuan ditentukan (Suprijadi dan Siskel, 2004).

Pengambilan keputusan dalam kebidanan. By: Damayanti, SST

Alat bantu yang berfungsi ganda!

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

Sistem Rujukan (ASKEB ANAK) MIRA MELIYANTI, SST

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Materi Konsep Kebidanan

Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian neonatus, yaitu : 1. Hipotermia 2. Asfiksia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dikatakan ibu hamil risiko tinggi bila pada pemeriksaan ditemukan satu atau lebih

BAB I PENDAHULUAN. Setiap perempuan ingin menghadapi kelahiran dengan aman dan nyaman. Continuity

VI. KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka ditarik kesimpulan sebagai

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB 1 PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan suatu negara. Angka kematian ibu (AKI) adalah indikator di

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh status gizi ibu, keadaan sosial ekonomi, keadaan

BAB II TINJAUAN TEORI

KERANGKA ACUAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K)

BAB 1 PENDAHULUAN. Kehamilan adalah suatu krisis maturitas yang dapat menimbulkan stres,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. persalinan dimulai (Bobak, 2004). Sedangkan Pilliteri (2002) menyatakan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dalam Millenium Development Goals (MDG) yaitu goal ke-4 dan ke-5. Target

Aborsi dan Kegagalan Kontrasepsi IUD 1

SURAT PERNYATAAN. selaku dosen pembimbing atas nama HAMIDAH PURBA, NIM : telah menyetujui mahasiswa tersebut untuk melakukan penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. berkedudukan di masyarakat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002, hlm. 215).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. menyelamatkan jiwa para ibu dan bayi baru lahir (JNPK-KR, 2012).

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. adalah peristiwa kodrati yang harus dilalui tetapi sebagian lagi menganggap

BAB 1 PENDAHULUAN. persalinan. Selama proses tersebut seorang ibu akan mengalami berbagai

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan jumlah kematian perinatal sebesar orang. Dari jumlah

BAB 1 PENDAHULUAN. terdapat kemungkinan suatu keadaan yang dapat mengancam jiwa ibu dan

2013 GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III TENTANG TANDA- TANDA PROSES PERSALINAN DI PUSKESMAS SINGANDARU KOTA SERANG TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. menurut WHO merupakan kematian selama kehamilan atau setelah 42 hari

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan

Psikologi Konseling Konseling Berbasis Problem

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Nama saya Ester Selfia Napitupulu, saat ini saya sedang menjalani

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Gambaran Umum Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang memiliki

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Setiap individu akan melewati tahap-tahap serta tugas perkembangan mulai dari lahir

BAB 1 PENDAHULUAN. berbeda-beda yang tentu saja sangat berpengaruh terhadap Angka Kematian Bayi

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini dalam setiap menit setiap hari, seorang ibu meninggal disebabkan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Faktor resiko kematian ibu dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi,

: Komunikasi Dan Konseling Dalam Pelayanan Kebidanan

BAB I PENDAHULUAN. meninggal karena melahirkan bayinya (Nolan, 2010, hal. 135).

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan zat gizi bagi bayi sampai usia dua tahun merupakan hal yang

BAB I PENDAHULUAN. diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

Kalender Doa Januari 2016

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG ETIS

Lampiran 1. Formulir Persetujuan Partisipasi Dalam Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. dengan AKI di negara-negara ASEAN, penolong persalinan adalah hal yang

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan AKI di negara-negara ASEAN, penolong persalinan adalah hal yang

BAB I PENDAHULUAN. menentukan jumlah Perdarahan yang terjadi karena tercampur dengan air

BAB 1 PENDAHULUAN. hamil sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ANC komprehensif yang

KERANGKA ACUAN PEMERIKSAAN IVA

BAB V PENUTUP. untuk menyebut dukun bayi, ma blien merupakan penduduk asli yang sudah sejak

BAB I PENDAHULUAN. yang terjadi saat hamil, bersalin atau dalam 42 hari setelah persalinan dengan

Menurut Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan jumlah kematian ibu melahirkan di Kabupaten

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan ibu di masyarakat (Riskesdas.2013:169). sampai bulan November jumlah K1 33, K4 33, Persalinan Nakes 33, dari

BAB 1 PENDAHULUAN. tertinggi di Asia Tenggara. Hal itu menjadi kegiatan prioritas departemen

HAND OUT OBJEKTIF PERILAKU SISWA SUMBER PUSTAKA PENDAHULUAN

LEMBAR PENJELASAN PENELITIAN. : Fak. Keperawatan USU Medan

KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN BAYI DI KAB TRENGGALEK

BAB I PENDAHULUAN. menyusu dalam 1 jam pertama kelahirannya (Roesli, 2008). Peran Millenium

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan kesehatan. Penurunan AKI juga merupakan indikator keberhasilan derajat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. derajat ringan sampai berat yang dapat memberikan bahaya terjadinya

KerangkaAcuanKegiatan Program Perencanaan, Persalinan Dan PencegahanKomplikasi( P4K )

BAB 1 PENDAHULUAN. derajat kesehatan negara tersebut buruk. Hal ini disebabkan ibu hamil dan bersalin

BAB V ANALISIS, PENELUSURAN DATA KOHORT DAN RENCANA TINDAK LANJUT

BAB I PENDAHULUAN. terjadinya angka Kematian Ibu yang masih tinggi (AKI) di. berbagai pihak. Terdapat beberapa penyebab yang

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung antara minggu (hamil aterm) dan ini merupakan periode

Kalender Doa. Oktober Berdoa Bagi Wanita Yang Menderita Karena Aborsi

BAB 1 PENDAHULUAN. langkah awal menuju kesuksesan menyusui. Salah satu tujuan IMD adalah menekan

BAB I PENDAHULUAN. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi (fertilisasi) sampai lahirnya janin.

BAB 1 PENDAHULUAN. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari)

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini keadaan ibu post partum masih sangat memprihatinkan, karena

IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN PERSALINAN OLEH BIDAN PRAKTIK DI DESA TENGGULUNAN KABUPATEN SIDOARJO SKRIPSI

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN

Danang Setyo Budi Baskoro, M.Psi

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny I GII P I00I INPARTU DENGAN GEMELLI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah

Lampiran Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Kesehatan Keluarga TA 2016

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan balita sangatlah penting,

JAMINAN MUTU LAYANAN KESEHATAN

BK KELOMPOK Diana Septi Purnama KOHESIFITAS KELOMPOK

BAB 1 PENDAHULUAN. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Kehamilan

BAB 1 PENDAHULUAN. Masalah kesehatan ibu di Indonesia masih memprihatinkan dimana Angka

BAB I PENDAHULUAN. Asuhan Kebidanan Komprehensif..., Leny Dwi Oktaviani, Kebidanan DIII UMP, 2015

PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS DI KELUARGA

2. Tanggal Lahir : Umur : bulan. 4. Nama Ayah :. Umur : tahun. 5. Nama Ibu :. Umur : tahun

Praktek Profesional Bidan. Kebidanan Sebagai Profesi :

BAB I PENDAHULUAN. atau pembuahan yaitu meleburnya sel telur dan sel sperma yang kemudian

BAB 1 PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kepada ibu dalam masa pra konsepsi, hamil, bersalin, post partum, bayi baru lahir (Lestari, 2014:34).

BAB I PENDAHULUAN. Profil Kesehatan RI (2015) mengalami penurunan. Tercatat tahun 2012 sebanyak

BAB I PENDAHULUAN. utama dalam pembangunan sektor kesehatan sebagaimana tercantum dalam Program

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Transkripsi:

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan 1. FISIK 2. EMOSIONAL 3. RASIONAL 4. PRAKTIKAL 5. INTERPERSONAL 6. STRUKTURAL

FISIK DIDASARKAN PADA RASA YANG DIALAMI TUBUH, SEPERTI RASA SAKIT, TIDAK NYAMAN, ATAU RASA NIKMAT. ORANG AKAN MENGHINDARI TINGKAH LAKU YANG MENIMBULKAN RASA SAKIT, ATAU SEBALIKNYA ORANG AKAN MEMILIH TINGKAH LAKU YANG MEMBERIKAN KESENANGAN

EMOSIONAL DIDASARKAN PADA PERASAAN ATAU SIKAP. ORANG AKAN BEREAKSI PADA SUATU SITUASI SECARA SUBJEKTIF

RASIONAL DIDASARKAN PADA PENGETAHUAN. ORANG AKAN MENDAPAT INFORMASI MEMAHAMI SITUASI DAN BERBAGAI KONSEKUENSINYA

PRAKTIKAL DIDASARKAN PADA KETERAMPILAN INDIVIDUAL DAN KEMAMPUAN MELAKSANAKANNYA. SESEORANG AKAN MENILAI POTENSI DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRINYA MELALUI KEMAMPUANNYA DALAM BERTINDAK

INTERPERSONAL DIDASARKAN PADA PENGARUH JARINGAN-JARINGAN SOSIAL YANG ADA. HUBUNGAN ANTAR SATU ORANG KE ORANG LAINNYA DAPAT MEMPENGARUHI TINDAKAN INDIVIDUAL

STRUKTURAL DIDASARKAN PADA LINGKUP SOSIAL, EKONOMI DAN POLITIK. LINGKUNGAN MUNGKIN MEMBERIKAN HASIL YANG MENDUKUNG ATAU MENGKRITIK SUATU TINGKAH LAKU TERTENTU

1. Pengambilan keputusan karena ketidaksanggupan. Membiarkan kejadian berlalu, tanpa berbuat apa pun 2. Pengambilan keputusan intuitif, bersifat segera. Dirasakan sebagai tindakan yang tepat dan langsung diputuskan 3. Pengambilan keputusan yang terpaksa, karena sudah krisis. Sesuatu yang segera harus dilaksanakan 4. Pengambilaan keputusan yang reaktif. Kamu telah melakukan hal itu untuk saya, karenanya saya akan melakukan itu untukmu. Seringkali dilakukan dalam situasi marah atau tergesa-gesa

5. Pengambilan keputusan yang ditangguhkan, dialihkan pada orang lain, membiarkan orang lain yang bertanggungjawab 6. Pengambilan keputusan secara berhati-hati. Dipikirkan baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan Seorang petugas konseling, bertujuan untuk membantu klien dengan berhati-hati, bijaksana dan mengambil keputusan secara rasional yang didasarkan pada pengetahuan, kenyataan-kenyataan dan juga mempertimbangkan semua pilihan @@@@@@@

1. Membantu klien meninjau kemungkinan pilihan dari alternatif pemecahan masalah 2. Membantu klien dalam mempertimbangkan pilihan spesifik dari alternatif pemecahan masalah 3. Membantu klien menilai pilihan/keputusan 4. Membantu klien menentukan langkahlangkah untuk melaksanakan keputusan

3 K DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN YANG BAIK 1. KONDISI : Identifikasi kondisi yang dihadapi Apa dan bagaimana kondisi masalah yg dihadapi klien? 2. KEHENDAK : Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan Apa kehendaknya, apa pilihan keputusannya dan apa saja alternatif lain yang dimilikinya untuk dapat mengatasi masalahnya? 3. KONSEKUENSI : Untuk tiap pilihan, mempunyai konsekuensi, buatlah daftar hasil yang positif dan negatif. Apa konsekuensi untuk setiap pilihan keputusannya? (Dari segi positif dan segi negatif)

KASUS IBU YENI Ibu Yeni 35 tahun, sedang hamil 29 minggu anak ke tiga. Persalinan anak ke 2 kurang baik. Menjelang persaalinan anak ke 2, tekanan darahnya tinggi, dan terjadi perdarahan. Untunglah pada akhirnya anak ke 2 dan dirinya selamat Peristiwa itu seringkali mengganggu pikirannya, dan membuat dirinya cemas. Walaupun demikian ia mencoba mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya selama kehamilan dan mempersiapkan dana yg dibutuhkan untuk persalinan dengan menabung bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh pabrik. Ia dan suaminya berpendapat yg penting keselamatan baik dirinya maupun anaknya Saat ini ia belum menentukan dimana ia akan melahirkan, melahirkan di rumah dibantu dukun bayi yg dulu membantunya melahirkan, dipuskesmas dibantu bidan atau ddi rumah sakit di kabupaten??

KONDISI Usia 35 tahun, hamil anka ke 3, usia kehamilan 29 minggu Riwayat persalinan ke 2 bermasalah (perdarahan, tekanan darah tinggi) Sosial ekonomi menengah ke bawah Ada upaya menyiapkan dana

KEHENDAK Ingin melahirkan dengan selamat Kemungkinan persalinan : - Melahirkan dibantu dukun beranak - Melahirkan di puskesmas - Melahirkan di RS Kabupaten

KONSEKUENSI MELAHIRKAN DIBANTU DUKUN BERANAK : KONSEKUENSI POSITIF : Murah dan banyak yg membantu Tidak perlu menyiapkan transportasi KONSEKUENSI NEGATIF : Trauma peristiwa lalu Bila terjadi komplikasi sulit diatasi

MELAHIRKAN DI PUSKESMAS KONSEKUENSI POSITIF Biaya lebih murah dibanding RS Lokasi tidak jauh Bidan mengetahui perkembangan kesehatan sejak awal Banyak sanak saudara yg memperhatikan KONSEKUENSI NEGATIF Tidak baik bagi ibu dengan riwayat persalinan buruk Bila terjadi komplikasi dibutuhkan penatalaksanaan lebih lanjut

MELAHIRKAN DI RS KABUPATEN KONSEKUENSI POSITIF Peralatan kesehatan lebih lengkap Bila terjadi komplikasi dapat diatasi Donor darah bila diperlukan lebih mudah diperoleh KONSEKUENSI NEGATIF Lokasi jauh dan transportasi sulit Biaya mahal Terbatas sanak saudara yang menemani kecuali suami Belum terbiasa dengan dokter laki-laki

Dalam hubungan konseling, pengambilan keputusan merupakan tanggungjawab klien.

@@@@@@@@@@

Dalam konseling ada saatnya konselor memberi informasi dalam membantu klien membantu membuat suatu keputusan. Pemberian informasi dilakukan setelah mendengarkan dengan aktif masalah klien dan pertanyaan klien tentang informasi Konseling bukan proses pemberian informasi, tetapi dalam proses konseling mengandung unsur pemberian informasi setelah konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan klien dan informasi yg diberikan sesuai kondisi dan kebutuhan klien

PEMBERIAN INFORMASI EFEKTIF : Informasi yg diberikan spesifik, dapat membantu klien dalam membuat keputusan Informasi disesuaikan dengan situasi klien, dan mudah dimengerti Diberikan dengan memperhatikan hal-hal berikut : singkat dan tepat, menggunakan bahasa sederhana, gunakan alat bantu visual sewaktu menjelaskan, beri kesempatan klien bertanya dan minta klien mengulang hal-hal penting yang perlu diingat