DESIGN SISTEM BLADE POMPA AKSIAL AFP W.M. Rumaherang *) Abstract

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR SIMBOL... A. Latar Belakang B. Tujuan dan Manfaat C. Batasan Masalah...

BAB 3 POMPA SENTRIFUGAL

BAB II LANDASAN TEORI


BAB II DASAR TEORI. bagian yaitu pompa kerja positif (positive displacement pump) dan pompa. kerja dinamis (non positive displacement pump).

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. hampir meliputi di segala bidang kegiatan meliputi: pertanian, industri, rumah

BAB I PENGUJIAN TURBIN AIR FRANCIS

BAB II DASAR TEORI. dari suatut empat ketempat lain dengan cara menaikkan tekanan cairan tersebut.

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

BAB II DASAR TEORI. Kenaikan tekanan cairan tersebut digunakan untuk mengatasi hambatan-hambatan

TUGAS KHUSUS POMPA SENTRIFUGAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. fluida yang dimaksud berupa cair, gas dan uap. yaitu mesin fluida yang berfungsi mengubah energi fluida (energi potensial

SKRIPSI. Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik MARULITUA SIDAURUK NIM

TUGAS AKHIR BIDANG KONVERSI ENERGI PERANCANGAN, PEMBUATAN DAN PENGUJIAN POMPA DENGAN PEMASANGAN TUNGGAL, SERI DAN PARALEL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH SUDUT PIPA PESAT TERHADAP EFISIENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO ( PLTMH )

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

LOGO POMPA CENTRIF TR UGAL

Tugas Akhir. PERANCANGAN POMPA AXIAL SUBMERSIBLE (Studi kasus instalasi pengendali banjir Mulyosari Surabaya)

Publikasi Online Mahsiswa Teknik Mesin Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Volume 1 No. 1 (2018)

PENGUKURAN ALIRAN TUNAK PADA SALURAN TERBUKA DAN PENGUJIAN KARAKTERISTIK DASAR POMPA TURBIN. Disusun Oleh : Latif Wahyu

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Analisa Efisiensi Turbin Vortex Dengan Casing Berpenampang Lingkaran Pada Sudu Berdiameter 56 Cm Untuk 3 Variasi Jarak Sudu Dengan Saluran Keluar

UJI PERFORMANSI POMPA BILA DISERIKAN DENGAN KARAKTERISTIK POMPA YANG SAMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Dasar Teori Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

D III TEKNIK MESIN FTI-ITS

PENGUJIAN PENGARUH VARIASI HEAD SUPPLY DAN PANJANG LANGKAH KATUP LIMBAH TERHADAP UNJUK KERJA POMPA HIDRAM

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

PERANCANGAN TURBIN UAP PENGGERAK GENERATOR LISTRIK DENGAN DAYA 80 MW PADA INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Jurnal Ilmiah TEKNIK DESAIN MEKANIKA Vol. 6 No. 3, Juli 2017 ( )

BAB II LANDASAN TEORI

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

ANALISIS PERFORMA CIRCULATING WATER PUMP PADA INDUSTRI PEMBANGKITAN (STUDI KASUS PLTU BOLOK NTT)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Gambar 9. Segitiga kecepatan untuk turbin reaksi aliran ke luar.

BAB II TEORI DASAR. sering disebut sebagai Sistem Konversi Energi Angin (SKEA).

BAB V STUDI POTENSI. h : ketinggian efektif yang diperoleh ( m ) maka daya listrik yang dapat dihasilkan ialah :

KARAKTERISASI DAYA TURBIN PELTON MIKRO SUDU SETENGAH SILINDER DENGAN VARIASI BENTUK PENAMPANG NOSEL

BAB IV PEMODELAN POMPA DAN ANALISIS

BAB IV PERHITUNGAN SISTEM HIDRAULIK

PERFORMANSI TURBIN ANGIN SAVONIUS DENGAN EMPAT SUDU UNTUK MENGGERAKKAN POMPA SKRIPSI

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA DATA

Analisa Aliran Fluida Pada Turbin Udara Untuk Pneumatic Wave Energy Converter (WEC) Menggunakan Computational Fluid Dynamic (CFD)

PENERBITAN ARTIKEL ILMIAH MAHASISWA Universitas Muhammadiyah Ponorogo


SKRIPSI TURBIN UAP PERANCANGAN TURBIN UAP UNTUK PLTPB DENGAN DAYA 5 MW. Disusun Oleh: WILSON M.N.GURNING NIM:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pompa adalah salah satu jenis mesin fluida yang berfungsi untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL PERHITUNGAN PARAMETER PENSTOCK

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

a. Turbin Impuls Turbin impuls adalah turbin air yang cara kerjanya merubah seluruh energi air(yang terdiri dari energi potensial + tekanan +

BAB II LANDASAN TEORI

DESAIN DAN PERHITUNGAN TEORITIS POMPA SENTRIFUGAL DENGAN STUDI KASUS DI PT. CHAROEN POKPHAND INDONESIA

KARAKTERISASI DAYA TURBIN PELTON MIKRO DENGAN VARIASI BENTUK SUDU

POMPA SENTRIFUGAL. Oleh Kelompok 2

BAB I PENDAHULUAN. memindahkan fluida dari suatu tempat yang rendah ketempat yang. lebih tinggi atau dari tempat yang bertekanan yang rendah ketempat

ANALISIS VARIASI SUDUT SUDU-SUDU TURBIN IMPULS TERHADAP DAYA MEKANIS TURBIN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP

RANCANG BANGUN ALAT PRAKTIKUM TURBIN AIR DENGAN PENGUJIAN BENTUK SUDU TERHADAP TORSI DAN DAYA TURBIN YANG DIHASILKAN

OPTIMASI SUDUT INLET DAN OUTLET SUDU IMPELER POMPA TERHADAP HEAD DAN DAYA POMPA. Taufiqur Rokhman Program Studi Teknik Mesin D-3

PENGUJIAN TURBIN AIR FRANCIS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ANALISA CFD DAN AKTUAL PERFORMA TURBINE BULB DENGAN HEAD 0,6 METER Gatot Eka Pramono 1

Jurnal Dinamis Vol.II,No.14, Januari 2014 ISSN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... PRAKATA... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN...

BAB III METODOLOGI PENGUKURAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Analisa efek secondary..., Paian Oppu Torryselly, FT UI, 2008

BAB III ANALISA IMPELER POMPA SCALE WELL

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN POMPA SENTRIFUGAL UNTUK IRIGASI PERTANIAN

START STUDI LITERATUR MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN. PENGUMPULAN DATA : - Kecepatan Angin - Daya yang harus dipenuhi

BAB IV HASIL YANG DICAPAI DAN POTENSI KHUSUS

Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) 2014 ISSN: X Yogyakarta, 15 November 2014

BAB III METODE PENELITIAN

58. Pada tail race masih terdapat kecelakaan air 1m/det serta besarnya K = 0,1. Hitung : 1) Hidrolik Losses!

BAB I PENDAHULUAN. misalnya untuk mengisi ketel, mengisi bak penampung (reservoir) pertambangan, satu diantaranya untuk mengangkat minyak mentah

Session 20 Steam Turbine Design. PT. Dian Swastatika Sentosa

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... SAMPUL DALAM... HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN... INTISARI... ABSTRACT... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI...

SKRIPSI. Skripsi Yang Diajukan Untuk Melengkapi. Syarat memperoleh Gelar Sarjana Teknik OLEH : ERICK EXAPERIUS SIHITE NIM :

BAB II LANDASAN TEORI

MODUL POMPA AIR IRIGASI (Irrigation Pump)

BAB III DESKRIPSI ALAT UJI DAN PROSEDUR PENGUJIAN

PERENCANAAN WATER JET SEBAGAI ALTERNATIF PROPULSI PADA KAPAL CEPAT TORPEDO 40 M UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN SAMPAI 40 KNOT

Panduan Praktikum Mesin-Mesin Fluida 2012

Tekanan Dan Kecepatan Uap Pada Turbin Reaksi Perbandingan Antara Turbin Impuls Dan Turbin Reaksi

TUGAS AKHIR BIDANG STUDI KONVERSI ENERGI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010

BAB II LANDASAN TEORI

Transkripsi:

DESIGN SISTEM BLADE POMPA AKSIAL AFP40-500 W.M. Rumaherang *) Abstract The axial pumps are operate at specific speeds n s > 500. In practice, this pump is founded in application on the nuclear/thermal power plant as circulation pumps, and its be applicated on irrigation/drainage systems and as a compact waterjet propulsion system for high-speed vessels. The economic of a generally pump is depending on hydraulic characteristics, cavitation and geometry of blades system, which is a product of the planning and manufacturing. Therefore blades pump must be designed specifically to minimize the total of losses energy and the risk of cavitation can be avoided. In this research an axial pump is designed to meet the needs of the circulation in the thermal/nuclear-power plant. The head pumps 40 meters and discharge 500 m 3 /s, which operate at temperatures of water is 94 o C. Settlement of issues that include the select of the main parameters of the elements pump, hydrodynamic problem on the geometry blade impeller and blades of guide straighten is done by Voznesenki-Peking methods to provide optimal results. Keywords: Axial pump, Voznesenki-Peking method, the pump characteristics I. PENDAULUAN Pompa-pompa aksial diklasifikan dalam mesin hydraulik yang bekerja pada kecepatan spesifik n s >500. Dalam praktek pompa type ini ditemukan penggunaannya pada pembangkit listrik tenaga panas dan instalasi nuklir sebagai pompa-pompa sirkulasi dan juga digunakan sebagai pompa irigasi/drainase dan pada system propulsi. Sebagai pompa sirkulasi pada instalsi nuklir dan instalasi panas lainnya, pompa harus bekerja pada temperature air yang tinggi dimana kondisi ini sangat rawan terhadap kavitasi dan resiko-resiko yang ditimbulkannya. Karena itu system blade pompa harus didesign secara khusus sehingga resiko kavitasi dapat dihindari. Perhitungan system blade pompa aksial, yang meliputi perhitungan kisi-kisi profil blade impeller dan blade pengarah dapat dilakukan menurut metode Voznesenki-Peking. Dalam metode ini diberikan rekomendasi pada pemilihan head teoritis dan perubahannya sepanjang blade. asil perhitungan dianalisa menurut bentuk dan sifat-sifat geometris impeller dan blade pengarah, dan selanjutnya digunakan untuk menyediakan gambar teknik blade pompa. Dalam penilitian ini sebuah pompa aksial didesign dan menyelasaikan permasalahanpermasalahan yang kompleks yang berhubungan dengan pemilihan ukuran-ukuran utama elemenelemen pompa, penyelesaian ulang perhitungan masalah hidrodinamik blade dengan sifat-sifat geometric blade impeller dan elemen pengarah. II. KAJIAN PUSTAKA II.1 Penentuan Parameter-paramater awal geometerik dan hidrodinamik sistem blade. Sistem blade pompa aksial terdiri dari sudu-sudu impeller dan sudu-sudu pengarah (gambar 1). Bagian paling penting pada pemilihan geometri elemen-elemen berputar pompa adalah impeller yang didalamnya bekerja energy mekanik. Karena itu penentuan parameter-parameter awal gemotrik dan hidrodinamik elemen-elemen berputar dilakukan menurut karakteristik impeller. Blade elemen pengarah dirancang dalam bagian turning-pass yang sesuai dengan perhitungan bentuk penampang meridiannya dalam zona elemen runner. С х е м а м е р и д и а н н о г о с е ч е н и я п р о т о ч н о й ч а с т и о с е в о г о н а с о с а а ) Â à ë Poros ì à ð î ð à pompa Í à ï î ð ì î Pipa å ê î ë å ì î tekan Ê à í å ð à Rumah ð à á î - å ã î ê î pompa ë å ð à Â û Blade ï ð à â ë ÿ þ pengarah ù è é Ð à á î å å Â õ î ä ì î é à ï ï à ð à ò keluar ê î ë å ð î impeller ê î ì ó Konfusor ñ ç î ð inlet б ) b) a) а - в е р т и к а л ь н а я к о м п о н о в к а б - г о р и a) з о н Unit т а л ь vertikal н а я к о м п о н о в к а b) Unit horisontal Р и с. 1 Gambar 1. Skema penampang meridian turning-pass pompa aksial *) W.M.Rumaherang ; Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Mahasiswa S 3 Departement of ydraulic Machine building, actuators and pneumatic automation Power Engineering Faculty of Saint-Petersburg State Polytechnical University- Russian Federation )

W.M Rumaherang ; Design Sistem Balade Pompa Aksial AFP 40-500 911 II. Pemilihan putaran dan diameter impeller. Perbandingan diameter dan putaran impeller sangat menentukan efektivitas pompa. Karena itu pemilihan parameter-parameter dilakukan berdasarkan pengalaman perhitungan design secara akumulatip dan rekomendasirekomendasi dalam metode Voznesenki-Peking. Putaran dipilih sedemikian rupa, sehingga kerja pompa pada ketinggian sisi isap tertentu, kemungkinan terjadi gejala kavitasi dalam impeller tidak menunjukan pengaruh yang berarti pada karakteristik pompa. Dalam beberapa kejadian secara parsial pada pompa-pompa sirkulasi utama Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir, harus dijamin ketiadaan gejala kavitasi dalam system blade sehingga dapat mencegah resiko timbulnya erosi pada material tahan panas. Kemampuan anti-kavitasi hydromachinery ditentukan oleh koefisien kecepatan spesifik kavitasi. Ckr 5, 6n Q 3 4 Δh sup (1) Dimana : n = putaran poros 1/min; Q = debit, m 3 /s Δh sup = keamanan kavitasi tersedia, m. Pada pompa dengan kondisi-kondisi khusus dibawah syarat kavitasi, nilai koefisien kecepatan specific berada pada range C kr =900 1000. arga Δh sup yang diijinkan ditentukan dari persamaan untuk tinggi sisi masuk yang diijinkan, yang diyatakan sebagai persamaan tinggi sisi isap. P 1 P d s.sup Δhsup hs s ρg Dimana : P 1 tekanan pada permukaan bebas di intake reservoir, Pa; P d = tekanan uap jenuh fluida pada temperatur kerja; φ = koeffisien reserve (untuk pompa-pompa aksial φ = (1,05 1,5)); - kehilangan-kehilangan hidrolis pada pipa isap, m; ρ - kerapatan fluida, kg/m 3 g - percepatan grafitasi, m/s. Jika intake reservoir di atas permukaan bebas, kita mempunyai temperature dan tekanan atmosfer pada fluida yang besarnya mendekati normal (t 0 о С). Substitusi nilai keamanan kavitasi yang diijinkan pada persamaan (1), akan menentukan harga putaran kritis. Selanjutnya pemilihan penggerak didasarkan pada batasan itu. Dari putaran yang ditetapkan ditententukan nilai koefisien kecepatan spesifik. 3, 65n Q n.. () s 3 4 arga perbandingan diameter boss dengan diameter impeller d=d вт /D рк dihubungkan dengan koeffisien kecepatan spesifik n s. Diamater impeller dihitung menurut nilai rata-rata kecepatan meridian V z, m/s: D 4Q πv 1 d z (3) Kecepatan meridian V z, ditentukan menurut persamaan S.S. Rudnev [], yang diperoleh berdasarkan penelitian pompa-pompa yang lebih standart secara umum. Vz, 060, 08 3 n 0 Q (4) Nilai diameter dan putaran impeller yang dipilih pada pendekatan pertama digunakan untuk menentukan koefesien debit dan head : 60Q 3600 KQ, K nd3..(5) nd Koeffisient head, K 0,3 0,5 0, 0,15 0,1 0,05 0 0 500 1000 1500 000 500 3000 Koeffisien kecepatan spesifik n s Gambar.. Nilai koeffisien head optimal Koefisien K Q pompa-pompa aksial efisiensi tinggi, sedikit berbeda dan biasanya berada pada batasan K Q = 0,45 0,55. Untuk hydrojet, nilai optimal K Q =0,5 0,7. Nilai optimal koefisien head K bergantung pada koefisien kecepatan spesifik (gambar ).

91 Jurnal TEKNOLOGI, Volume 8 Nomor, 011; 910-916 Pengaruh kecepatan keliling pada diameter luar blade impeller dibatasi agar menghindari dari resiko gejala kavitasi, dimana U 540 m/s. Nilai kecepatan keliling yang rendah pada bagian batas luar menurunkan intensivitas kavitasi erosi profil dan celah dan meningkatkan kemampuan anti kavitasi pompa secara umum. Namun syarat U diatas bukan merupakan penentu untuk menentukan kemampuan pompapompa khusus untuk beroperasi tanpa kavitasi misalnya pompa sirkulasi pada instalasi pembangkit listrik tenaga nuklir, dimana anti kavitasi pada kontur sirkulasi mempunyai tekanan tinggi. Dalam hal ini diijinkan meningkatkan kecepatan keliling, tetapi sesudah menyelesaikan perhitungan aliran yang diperoleh blade, harus dibuat perhitungan peramalan kondisi-kondisi yang timbul dalam berbagai bentuk kavitasi pada celah dan profil, selanjutnya ditetapkan tekanan yang sesuai pada kontur. Ketidaksesuaian koefisien-koefisien debit dan head optimal dan ketika tidak menggunakan syarat diatas dianalisa, kemudian menetapkan perubahan putaran dan diameter impeller dan mengulangi prosedur perhitungan. Pendekatan diulang sampai mendapatkan hubungan yang sesuai dengan parameterparameter yang optimal. II.3 Pemilihan Jumlah Blade. Jumlah blade impeller pompa aksial ditentukan antara Z im = 8 dihubungkan pada harga koefisien kecepatan spesifik n s. Pada pemilihan jumlah blade pengarah harus diperhitungkan dua kegunaan yang berlawanan. Dari satu sisi, peningkatan jumlah blade menghasilkan pengurangan panjang blade dan selanjutnya penurunan ukuran overall blade dan ukuran pompa. Dari sisi lain bekas hidrodinamik karena gaya mekanik blade impeller bekerja pada blade pengarah yang diam, yang menyebabkan pulsasi tekanan dari frekwensi blade dan menyebabkan terjadinya tekanan gelombang, yang menempati ruang sepanjang blade dengan kecepatan aliran. Jika dilanjutkan, maka nilai minimal lekukan momen hidrodinamik dari tekanan gelombang dalam kasus ini, secara serempak pada blade tidak akan lebih dari dua gelombang, sehingga dapat ditentukan panjang minimal blade pada penampang meridian. Selanjutnya dapat dihitung jumlah maksimal blade aparat pengarah. Pada rekomendasi persamaan dasar yang diperoleh dalam penelitian [6], memungkinkan penentuan jumlah blade pengarah yang tergantung dari jumlah blade impeller, ketebalan keliling kisi-kisi profil koefisien head dan debit yang dihasilkan pompa. Z im t p.imp Z paut 0, 16K 0, 4η K Q h (6) Dimana : (t/l) pr - langkah relative keliling kisikisi profil impeller. η h - efisiensi hidrolis. II.4. Profil blade Jika di daerah blade pompa aksial diselesaikan penampang silinder pada beberapa radius dan mengembalikannya pada satuan luas, maka akan diperoleh dua plat lurus/rata kisi-kisi profil takterhingga: - Kisi-kisi profil blade impeller. - Kisi-kisi profil blade aparat pengarah. Parameter-parameter yang digunakan adalah sebagai berikut: l - panjang chord, m; t - langkah kisi-kisi profil, m; l - sudut posisi profil pada kisi-kisi, (derajat).; 1 - sudut aliran masuk ke kisi-kisi, (derajat).; - sudut aliran keluar dari kisi-kisi (derajat).; - lengkungan kerangka cekung (derajat).; R - Radius lengkungan kerangka cekung, m.; δ max tebal profil maksimum, m. Satu dari karakteristik geometris utama profil adalah kerapatannya, yang dihitung sebagai perbandingan panjang chord blade dengan langkah kisi-kisi l/t. Pilihan aturan perubahan kerapatan yang tepat sepanjang bidang blade impeller dalam banyak hal menentukan efektifitas dan ekonomis system blade secara keseluruhan. Selanjutnya kecendrungan pengurangan ketebalan, juga menyebabkan pengurangan panjang profil dan pengurangan kehilangan-kehilangan energy pada profil.

W.M Rumaherang ; Design Sistem Balade Pompa Aksial AFP 40-500 913 а =9 0º R 1а а t а=πr/ Z а R l δ m ax l W 90º U=0 V а =V z V V U U Ketebalan, (l/t)per 1.6 1.4 1. 1 0.8 0.6 0.4 0. 0 0 0.1 0. 0.3 1 δ ma x t=πr/z im l W 1 1 U Koefisien ead, K Gambar.4. Ketebalan optimal kisi-kisi periphery profil Gambar 3. Parameter-parameter hydraulik kisikisi profil 0,18 Efisiensin hydraulik sistem blade pada(l/t) per. =0,3 Bersamaan dengan itu, nilai ekonomis system blade pompa aksial ditentukan nilai efisiensi hidrolis. al ini ditentukan dari jumlah kehilangan karena water hummer, profil, difusor dan ujung profil di impeller dan aparat pengarah. Kehilangan-kehilangan water hummer dan ujung blade pada pezim kerja optimal ditentukan kinematika aliran dan tidak bergantung dari kerapatan kisi-kisi. Kehilangan-kehilangan pada profil dan difusor pada perhitungan rezim kerja menentukan tingkat kehilangan energy spesifik secara umum dan ditentukan oleh persamaan : W 3 Δ C x.. (7) t gw z Dimana : C x = koefisien tahanan bidang profil; W = kecepatan aliran relative takterhingga, m/s; W z = kecepatan aksial relative, (m/s); Koefisien head, K 0,16 0,14 0,1 0,1 0,08 0,06 0,04 0,0 0 60% 50% 70% 80% 0 0, 0,4 0,6 0,8 1 Koefisien debit, K Q η h =90% Rumus-rumus dasar menunjukan bahwa kehilangan-kehilangan proforsional pada koefisien tahanan bidang, kerapatan (l/t) dan pangkat tiga kecepatan relative aliran takterhingga. Kecepatan relative aliran takterhingga mempunyai nilai maksimum sepanjang radius maksimum sampai keliling blade atau dapat disebutkan bahwa nilai ini menentukan tingkat ekonomis blade dan kerapatan di sini harus optimal. Gambar.5. Perhitungan efisiensi hydrolis II.5 Estimasi nilai efisiensi hydraulik Penyelesaian perhitungan efisiensi hydraulic pada tahap dasar harus dilakukan untuk penentuan nilai head teoritis perhitungan: Т η (8) г Perhitungan ini dilakukan pada analisa dasar efektifitas system blade dengan berbagai kerapatan kisi-kisi profil periphery, seperti yang sudah dilakukan oleh V.G. Staritskim dan A. N. Papirom [5], yang menghasilkan grafik universal nilai-nilai efisiensi hydraulic pompa dari

914 Jurnal TEKNOLOGI, Volume 8 Nomor, 011; 910-916 kerapatan blade periphery pada (l/t) per =1,0 dan (l/t) per =0,3. (lihat gambar 5). Parameter-parameter itu harus dibagi menjadi parameter-parameter dasar yang dapat digunakan pada perhitungan bentuk volumetrik blade, yaitu : l - Panjang chord profil; l - sudut chord profil; R - radius kemiringan lereng cekung; δ max - Tebal profil maksimum. Sifat geometris akan diyatakan dalam bentuk grafik perubahan parameter-parameter geometris dasar profil blade yang bergantung dari radius impeller. Sifat ini dibangun sesuai hasil perhitungan kisi-kisi blade untuk beberapa (5) penampang silindris. Siklus perhitungan lengkap untuk blade impeller meliputi penyelesaian balik dan lurus kasus hidrodinamika pada tiap penampang perhitungan. Pada tahap pertama penyelesaian balik masalah-masalah hidrodinamik, harus diselesaikan perhitungan segitiga kecepatan, yang diawali perhitungan linear takterhingga kisi-kisi lengkungan cekung blade, yang menuju pada profil standart dan membentuk sifat geometris blade yang diinginkan. II.6 Pemilihan letak penampang perhitungan Jumlah penampang untuk perhitungan dapat diterima dalam berbagai macam bergantung dari teknologi pembuatan blade yang ditetapkan. Jika tidak terdapat kondisi khusus, perhitungan dapat dilakukan pada kelima penampang dengan lima permukaan alir, dimana penampang pertama aliran adalah permukaan bush impeller. Selanjutnya diperhatikan bahwa forma optimal water-canal sistem blade, yang membunyai koeffisien kecepatan spesifik n s < 800, menggunakan bush impeller berbentuk konis. Keuntungan bentuk-bentuk water-canal seperti ini meliputi aliran difusorical di dalam kanal-kanal antar blade dan mengurangi kecepatan meridian aliran yang masuk ke blade impeller dan meningkatkan kemampuan antikavitasinya. Dalam kasus ini, perhitungan blade impeller untuk sementara digunakan bush forma silindris dengan radius yang sama dengan radius bush kerucut (conical) pada sumbu rotasi blade. Radius-radius antara penampang perhitungan ditetapkan sedemikian rupa sehingga antara permukaan-permukaan aliran yang bersebelahan, fluida mengalir dengan debit yang sama. Diasumsikan bahwa di ring kanal antara bush dan rumah impeller mempunyai kecepatan aliran seragam, untuk menjamin keseragaman debit yang cukup sehingga luas dapat dikembangkan menjadi empat cincin utama yang sama. Dalam kasus ini diameterdiamater penampang perhitungan ditentukan sbagai berikut : F D i D ;.. (9) 1 i π Dimana F - luas penampang lingkaran dengan radius r 1 dan r 5, m². II.7 Perhitungan segitiga-segitiga kecepatan Perbedaan utama aliran searah takterhingga kisi-kisi profil dari aliran profil singular adalah perubahan arah vector kecepatan relative dari sudut aliran masuk 1 sampai sudut aliran keluar, bahwa hubungan sudut rotasi aliran pada kisi-kisi profil : Δ = - 1. Sudut rotasi aliran menentukan vector kecepatan sirkulasi dalam kisi-kisi dan berpengaruh pada head teoritis, yang dibangkitkan oleh sistem blade. Sumbu kisi-kisi profil impeller searah dengan arah kecepatan keliling U, karena itu dengan perhitungan aliran silinder, U 1 =U =U. Kecepatan aliran meridian sebelum dan sesudah kisi-kisi juga sama. Karena itu dapat dikombinasikan segitiga-segitiga kecepatan aliran di inlet impeller dan outlet impeller. Pada pompa aksial satu tingkat konstruksi biasa, dan juga pada tingkat pertama pompapompa multitingkat, jika tidak diberikan kondisi khusus di inlet, maka V U1 =0. Kecepatan meridian rata-rata tanpa perhitungan tahanan aliran ditentukan oleh perbandingan debit dengan luas penampang lingkaran, yang dibatasi bush dan rumah impeller pada sumbu rotasi blade : ' 4Q V Z (10) π D d рк вт Sudut aliran masuk dalam kasus umum ditentukan menurut kecepatan meridian dan kecepatan keliling dengan perhitungan aliran putar di depan inlet. Dalam pompa-pompa aksial biasa, head teoritis tidak berubah sepanjang

W.M Rumaherang ; Design Sistem Balade Pompa Aksial AFP 40-500 915 putaran/perjalanan blade. Variabel aturan perubahan head teoritis digunakan untuk mengkonversikan hydrodinamika penampang pangkal dan penampang periphery, sehingga : - Pompa-pompa aksial (blade berputar) cendrung dikurangi panjang profil dan penampang lingkaran. - Penampang periphery pembuangan memungkinkan menurunkan jatuh tekanan pada clearance radial antara ujung blade dan rumah impeller dan sedikit menurunkan intensitas kecepatan dan profil kavitasi. Prinsip perubahan variable perhitungan head teoritis terhadap radius dibandingkan dengan prinsip head konstant harus sama. Untuk menjamin head teoritis yang dibutuhkan, maka digunakan prinsip T = f(r), dimana luasan kurva harus sama dengan luasan kurva T = const. Pada pemilihan nilai maksimal dan minimal head teoritis tidak diperbolehkan keluar dari daerah dalam batasan тi =(0,8 1,1) т. Tabel. Sifat-sifat hydraulik dan geometris pompa. Parameter Penampang ke - i 1 3 4 5 R i, m 0.100 0.1 0.140 0.157 0.17 N, rpm 950.0 950.0 950.0 950.0 950.0 ω, rad/s 308.8 308.8 308.8 308.8 308.8 V z, m/s 13.5 13.5 13.5 13.5 13.5 U, m/s 30.8 37.6 43.4 48.4 53.0 K 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 K Q 0.4 0.3 0. 0. 0.1 l/t.1 1. 0.8 0.5 0.4 l/t=1 1.6 1.3 1. 1.0 1.0 l/t=0,3 65.0 75.0 8.0 84.5 8.0 η opt, % 60.0 74.0 80.0 81.0 76.0 T, m 79.0 81.0 81.8 8.0 81.9 ti,m 47. 47. 47. 47. 47. V' z,m/s 37.7 46.7 50.5 50.9 47. Karakteristik blade pompa ditunjukan pada gambar berikut : III. INPUT DATA Input data dalam tugas desain pompa secara umum biasanya adalah parameterparamater head pompa, M; Q debit aliran, M 3 /h dan s - ead sisi isap, M. Table 1. input data untuk perencanaan Т geom Q Н n 0 С М м 3 /h м rpm 94-0 500 90 950 Ti, M η h, % IV. ASIL DAN PEMBAASAN Dengan menggunakan data pompa diatas, berdasarkan persamaan (1) sampai (1) diperoleh sifat-sifat geomeri pampa sebagai berikut: n = 950 rpm, n s = 618. Diameter impeller D = 0.344 m dengan jumlah blade impeller z = 6 unit, dapat membangkitkan head sebesar 40 meter dan debit 500 m 3 /h. Untuk meluruskan arah aliran di belakang impeller, maka blade elemen pengarah z out = 11 unit, yang dipasang pada sudut a1 =48.4 o, a =90 o. Daya yang dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa ini adalah N p =77 kw pada temperature kerja 94 o C. Sifat sifat hidraulik dan geometris pompa ditampilkan pada table di bawah ini. Gambar 7. Karakteristik hydraulic sepanjang radius blade =f(r) dan η h =f(r).

916 Jurnal TEKNOLOGI, Volume 8 Nomor, 011; 910-916 V. PENUTUP 1. Kesimpulan Dari hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa: 1. Perencanaan pompa aksial dengan menggunakan metode Voznesenki-Peking memberikan hasil yang optimal.. Pompa membangkitkan head 40 meter dengan debit 500 m 3 /s, dengan kecepatan spesifik n s = 618 memiliki efisiensi hydrolis η h = 0.85 3. Geometri utama pompa adalah diameter impeller D=0,344 meter dengan jumlah blade impeller z = 6 dengan sudut inlet 1 =3.8 o, =35.9 o, dan blade aparat pengarah z out = 11, a1 =48.4 o, a =90 o. 4. ead pompa dan efisiensi hydraulic terbesar terdistribusi pada bagian tengah blade, dan mengecil ke pada pangkal dan ke ujung periphery blade, yang menyebabkan bentuk blade yang halus dan monoton. 5. Kelangsingan dan kerapatan kisi-kisi profil periphery sangat menentukan karakteristik hidrolis pompa, dan menjamin antikavitasi pompa. 6. Penentuan distribusi head yang tepat pada penampang-penampang blade akan menjamin bentuk geometri yang halus dan monoton, yang menjamin antikavitasi dan nilai ekonomis pompa.. Saran 1. Untuk menjamin syarat anti kavitasi, maka pemilihan head, debit dan putaran harus menjamin nilai n s kritis.. Penentuan distribusi head sepanjang periphery harus menjamin kesamaan luas kurva =f(r) dengan luas kurva =const. 3. Penelitian ini hanya dilakukan pada tahap pertama untuk mendapatkan parameter-parameter awal. Karena untuk itu mendapatkan parameterparameter yang lebih optimal diperlukan penelitian lanjutan analisa numeric, dengan menggunakan aplikasi pemograman computer dan menggunakan CFD. DAFTAR PUSTAKA 1. Golikov V.A. 007., 49 s. Rascёt i proyektirovaniye lopastnoy sistemi osevogo nasosa. Sankt-Peterburg izdatelstvo politekniceskogo universiteta.. Rudnev S.S, Mamveeb I.S, 1974. 7 s. Metodicheskoye posoviye po kyrcovamu proektirovaniyu lopastnikh nasosov M; MVTU. 3. Stepanov A.I, 1960. 463 s, Tsentrobezhniye i oseviye nasosi, M: Mashgiz. 4. Michael W.Volk, 005, 560 p. Pump characteristics and applications, Taylor& Francis, USA. (http://books.google.ru/books?id) 5. Lomakin A.A, 1966., 365 s. Tsentrobezhniye i oseviye nasosi. M. Mashinostroyeniye. 6. Papir A.N. 1965. 5 s. Oseviye nasosi vodometlikh. L., Sudostriyeniye. 7. Papir A.N. 1970. 5 s. Vodometniye dvizhiteli malikh sudovi. L., Sudostroyeniye. 8. Mitenkov F.M., Novinski E.G., Budov V.M., 1990., 376 s. Glavniye Tsirkulyatsionniye nasosi AES. M., Energoatomizdat. 9. David R. Lavis, Brian G. Forstell, John G. Purnell, Compact Waterjets for igh-speed Ships. 5 th International Conference on igh Performance Marine Vehicles, 8-10 November, 006, Australia.