PERATURAN DAERAH PROVlNSl KALIMANTAN BARAT NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG

dokumen-dokumen yang mirip
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUDUS

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KUDUS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GOWA NOMOR 03 TAHUN 2014 TENTANG PENERTIBAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN TANAH NEGARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI

GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PENDAFTARAN PENDUDUK DAN PENCATATAN SIPIL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 3 TAHUN 2010 SERI : E NOMOR : 3

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN DAN PELAYANAN PEMAKAMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PEMBERIAN IZIN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA,

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG IZIN PENGELOLAAN LOGAM TUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara

GUBERNUR GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG RETRIBUSI PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG PENGESAHAN PENDIRIAN DAN PERUBAHAN BADAN HUKUM KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMAKAMAN DAN PENGABUAN MAYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PEMAKAMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TEMANGGUNG,

LEMBARAN DAERAH KOTA BANJARMASIN TAHUN 2008 NOMOR 23

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI IZIN TRAYEK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUDUS,

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PEMERINTAH KABUPATEN BULUKUMBA

WALIKOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA PERATURAN DAERAH KOTA BITUNG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN DAN PENGELOLAAN PEMAKAMAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 15 TAHUN 2005 TENTANG PENJUALAN, PEMILIKAN DAN PENGGUNAAN GERGAJI RANTAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 03 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI RUMAH POTONG HEWAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PURBALINGGA,

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 20 TAHUN 2001 TENTANG PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA DAN PEDAGANG KAKI LIMA MUSIMAN

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 06 TAHUN 2006 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH YANG ASPIRATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

jtä ~Éàt gtá ~ÅtÄtçt

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN DEMAK NOMOR 07 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT PELELANGAN IKAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PERIZINAN USAHA PENGGILINGAN PADI DI KABUPATEN PURBALINGGA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2011 NOMOR 16

WALIKOTA SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERIAN NAMA NAMA JALAN DI WILAYAH KOTA SERANG

PERATURAN DAERAH KOTA TEGAL

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI JALAN UMUM

PERATURAN DAERAH KOTA SUKABUMI

LEMBARAN DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 4 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KOTA SALATIGA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG TANDA DAFTAR GUDANG

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 06 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA KABUPATEN SIAK

BUPATI KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGGANTIAN BIAYA CETAK KARTU TANDA PENDUDUK DAN AKTA CATATAN SIPIL

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PALEMBANG,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WAKATOBI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI KABUPATEN TEMANGGUNG

LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G PEMBERIAN IZIN UNDIAN (PROMOSI PRODUK BARANG/JASA)

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA

PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA IMPRESARIAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PONTIANAK

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERIAN IZIN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BELITUNG TIMUR,

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 100 TAHUN : 2009 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 100 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR : 7 TAHUN 2006 SERI : C NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR 7 TAHUN 2006 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI TEMPAT KHUSUS PARKIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TEMANGGUNG,

QANUN KABUPATEN PIDIE NOMOR 9 TAHUN 2012 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN KEARSIPAN DI PROVINSI JAWA TENGAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA NOMOR 4 TAHUN 2015 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BUTON UTARA NOMOR 4 TAHUN 2015 PENYELENGGARAAN BANTUAN HUKUM

BUPATI BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 21 TAHUN 2014 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK AIR TANAH

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TOJO UNA-UNA TAHUN 2008 NOMOR 31 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOJO UNA-UNA NOMOR : 31 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 06 TAHUN 2005 TENTANG PENGELOLAAN PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA KABUPATEN SIAK

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

j. PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG k. PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG l. NOMOR 3 TAHUN 2009

PERATURAN DAERAH KOTA BANJARBARU NOMOR 21 TAHUN 2000 T E N T A N G

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2005 NOMOR 36 SERI C NOMOR SERI 14 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA NOMOR 21 TAHUN 2005

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG PEMAKAMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 6 2 TAHUN 2015 TENTANG RETRIBUSI PENGENDALIAN MENARA TELEKOMUNIKASI

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 5 TAHUN 2005

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG

WALIKOTA KENDARI PERATURAN DAERAH KOTA KENDARI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 14 TAHUN : 2003 SERI :E PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR 14 TAHUN 2003 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANAH BUMBU,

BUPATI PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG

Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (6) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA KONVENSI, PERJALANAN INSENTIF DAN PAMERAN

PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR : 8 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANTEN,

BUPATI BLORA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLORA NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI PEMAKAIAN KEKAYAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN BOJONEGORO

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUARA ENIM NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PENGGUNAAN JALAN BAGI KENDARAAN YANG MELEBIHI MUATAN SUMBU TERBERAT

PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

WALIKOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING

PEMERINTAH KOTA SINGKAWANG

GUBERNUR JAMBI PERATURAN DAERAH PROVINSI JAMBI NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG RETRIBUSI PERPANJANGAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA ASING

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 7 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

NOMOR 2 TAHUN 2006 SERI C

- 1 - PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 3 Tahun : 2013

LEMBARAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU. Nomor 12 Tahun 2010 PERATURAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK AIR TANAH

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2009 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

Transkripsi:

PERATURAN DAERAH PROVlNSl KALIMANTAN BARAT NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PERISTIWA MANDOR SEBAGAI HARI BERKABUNG DAERAH DAN MAKAM JUANG MANDOR SEBAGAI MONUMEN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN BARAT Menimbang : a. bahwa sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Barat melawan penjajah merupakan bagian dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan, sehingga nilai-nilai perjuangannya patut mendapat penghargaan dan penghormatan; b. bahwa peristiwa Mandor yang terjadi dari tanggal 23 April 1943 sampai dengan 28 Juni 1944 telah mengakibatkan gugurnya puluhan ribu korban yang terdiri dari pejuang dan rakyat Kalimantan Barat dari berbagai elemen masyarakat, merupakan bagian dari catatan sejarah perjuangan pergerakan nasional Kalimantan Barat yang gugur dalam melawan pendudukan fasisme Jepang selama kurun waktu tahun 1942-1945; c. bahwa monumen Makam Juang Mandor sebagai tempat pemakaman para korban dalam perlawananan terhadap pendudukan fasisme Jepang di Kalimantan Barat merupakan bukti sejarah perjuangan dan simbol persatuan rakyat Kalimantan Barat dalam melawan penjajahan, sehingga keberadaan monumen tersebut perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya sebagai Monumen Daerah Kalimantan Barat; d. bahwa dalam rangka penghormatan dan penghargaan terhadap perjuangan rakyat Kalimantan Barat, Pemerintah Daerah telah membangun kembali Monumen Makam Juang Mandor yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 28 Juni 1977 yang ditandai dengan pemakaman kembali kerangka jenazah para korban, maka pemerintah daerah telah menetapkan tanggal tersebut sebagai waktu pelaksanaan ziarah ke Makam Juang Mandor setiap tahunnya; e. bahwa dalam rangka menghormati dan melestarikan nilai-nilai perjuangan para tokoh dan rakyat Kalimantan Barat dari berbagai elemen masyarakat melawan penjajah, sehingga dipandang perlu menetapkan Peristiwa Mandor sebagai Hari Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Provinsi Kalimantan Barat dengan Peraturan Daerah; f. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a, b, c, d, dan e tersebut di atas, perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Peristiwa Mandor Sebagai Hari Berkabung daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen-Daerah Provinsi Kalimantan Barat; Menimbang : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah-daerah Otonom Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1106);

- 2-2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1964 tentang Pengganti Peraturan Pemerintah Sementara (PPRS) Tahun 1964 tentang Pemberian Penghargaan/Tunjangan Kepada Perintis Pergerakan Kemerdekaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1964 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2636); 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 27, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3470); 4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699); 5. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3886); 6. Undang-Undang Nomor 10 tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4549); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1633); 9. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 11. Keputusan Presiden Nomor 1 tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan, Penyebarluasan Peraturan Perundang-undangan; 12. Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 Tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Lembaran daerah Provinsi Kalimantan Barat 2005); Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT dan GUBERNUR KALIMANTAN BARAT MEMUTUSKAN : Menetapkan: PERATURAN DAERAH TENTANG PERISTIWA MANDOR SEBAGAI HARI BERKABUNG DAERAH DAN MAKAM JUANG MANDOR SEBAGAI MONUMEN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT

- 3 - BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Provinsi Kalimantan Barat; 2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah; 3. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disebut DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Barat; 4. Gubernur adalah Gubernur Kalimantan Barat; 5. Peristiwa Mandau adalah tragedi pembunuhan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban jiwa terdiri dari pejuang dan rakyat Kalimantan Barat dari berbagai elemen masyarakat dalam perlawanan terhadap pendudukan fasisme Jepang; 6. Mandor adalah nama tempat di mana peristiwa atau tragedi tersebut terjadi; 7. Berkabung adalah ungkapan atau suasana turut berduka cita atas peristiwa atau tragedi yang menelan korban, baik secara perorangan maupun massal; 8. Monumen Daerah adalah benda dan/atau bangunan yang mempunyai nilai-nilai perjuangan penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan; 9. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah selanjutnya disebut APBD adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Kalimantan Barat. BAB II MAKSUD DAN TUJUAN Bagian Pertama Maksud Pasal 2 (1) Maksud ditetapkannya peristiwa Mandor sebagai Hari Berkabung Daerah adalah: a. Dalam rangka menghargai dan menghormati jasa para Pejuang dan rakyat Kalimantan Barat dari berbagai elemen masyarakat dalam melawan pendudukan fasisme Jepang; b. Sebagai wujud penghargaan dan penghormatan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kalimantan Barat terhadap jasa para pejuang dan rakyat Kalimantan Barat yang gugur dalam peristiwa mandor sebagai suhada pada masa perjuangan merebut kemerdekaan Negara Republik Indonesia dari penjajahan Jepang. (2) Maksud ditetapkannya Makam Juang Mandor Sebagai Monumen Daerah adalah untuk menjaga bukti sejarah perjuangan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan rakyat Kalimantan Barat dalam melawan pendudukan fasisme Jepang. Bagian Kedua Tujuan Pasal 3 Tujuan penetapan peristiwa Mandor sebagai Hari Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah agar : a. Bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat Kalimantan Barat pada khususnya mengetahui bahwa para pejuang dan Rakyat Kalimantan Barat dari berbagai elemen masyarakat juga telah ikut dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia dari cengkraman penjajah;

- 4 - b. Generasi muda Kalimantan Barat dapat mengambil pelajaran dan nilai-nilai perjuangan dari peristiwa tersebut, dalam upaya memupuk dan menumbuhkan rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme. BAB III PENETAPAN Pasal 4 (1) Menetapkan tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat yang peringatannya dilaksanakan setiap tahun. (2) Menetapkan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah Kalimantan Barat. BAB IV KEGIATAN HARI BERKABUNG DAERAH Pasal 5 (1) Pada Hari Berkabung Daerah wajib dilaksanakan kegiatan sebagai berikut; a. Upacara dan ziarah di Makam Juang Mandor yang dikoordinir oleh Pemerintah Daerah bersama masyarakat Kalimantan Barat; b. Mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang selama satu hari di lingkungan Instansi Vertikal, Instansi Pemerintah Daerah, Lembaga Pendidikan baik negeri maupun swasta dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, BUMN dan BUMD, swasta serta di setiap rumah tempat tinggal penduduk di wilayah Provinsi Kalimantan Barat; c. Upacara memperingati Hari Berkabung Daerah, di lingkungan Instansi Vertikal, Instansi Pemerintah Daerah, Lembaga Pendidikan baik negeri maupun swasta dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, BUMN dan BUMD, swasta di wilayah Provinsi Kalimantan Barat dengan Bendera Merah Putih sudah dalam keadaan berkibar setengah tiang. (2) Ketentuan mengenai tata upacara memperingati Hari Berkabung Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. BAB V PENGELOLAAN MAKAM JUANG MANDOR Pasal 6 (1) Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah wajib dipelihara dan dilestarikan oleh Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kalimantan Barat. (2) Pemerintah Daerah bertanggung jawab terhadap pengelolaan Makam Juang Mandor dan kawasan sekitarnya. (3) Pemerintah Daerah berkewajiban memelihara dan/atau membangun kembali Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah dan kawasan sekitarnya. (4) Pemerintah Daerah menunjuk Instansi Pelaksana di lingkungan Pemerintah Daerah melakukan kegiatan pengelolaan Makam Juang Mandor. Pasal 7 (1) Pemerintah Daerah berkewajiban menjaga, mengawasi Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah beserta kawasan sekitarnya untuk menjamin keberadaan, pelestarian dan keamanannya. (2) Masyarakat dan ahli waris korban berkewajiban membantu Pemerintah Daerah dalam menjaga, memelihara dan mengawasi keberadaan Makam Juang Mandor dan kawasan di sekitarnya agar terjamin keamanan serta kelestariannya.

- 5 - BAB VI PENDATAAN Pasal 8 (1) Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan pendataan terhadap jumlah dan identitas korban perlawananan pendudukan fasisme Jepang di Kalimantan Barat, berdasarkan bukti dan/atau dokumen sejarah yang berkaitan dengan Peristiwa Mandor. (2) Ahli waris korban dan masyarakat yang mempunyai data atau dokumen sejarah yang berkaitan dengan Peristiwa Mandor berkewajiban memberikan informasi kepada Pemerintah Daerah. (3) Pemerintah Daerah berkewajiban menyusun dan menerbitkan Buku Sejarah Pergerakan Nasional Melawan Penjajahan di Kalimantan Barat yang memuat secara lengkap fakta peristiwa Mandor yang memenuhi standar ilmiah. (4) Ketentuan mengenai tata cara pendataan, Instansi Pelaksana, dan pendokumentasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. Pasal 9 Gubernur berkewajiban menetapkan luas Kawasan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BAB VII PENDANAAN Pasal 10 Segala biaya yang timbul dalam kegiatan Hari Berkabung Daerah, pengelolaan dan pemeliharaan serta pembangunan kembali Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah, pendataan korban, pendokumentasian, dan publikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a, Pasal 6, Pasal 7 ayat (I), Pasal 8 ayat (Id)a n ayat (3), dan Pasal 9 Peraturan Daerah ini dibebankan kepada APBD. BAB VIII PEMBINAAN DAN PENGAWASAN Pasal 11 (1) Gubernur melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Peringatan Hari Berkabung Daerah dan pengelolaan Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah. (2) Dalam melakukan pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Gubernur dapat menunjuk pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah. (3) Dalam melakukan pembinaan dan pengawasan, Pemerintah Daerah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-kalimantan Barat. (4) Tata cara pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. BAB IX LARANGAN Pasal 12 (1) Setiap orang atau sekelompok orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat merusak makam, monumen, serta lingkungan dalam Kawasan Makam Juang Mandor. (2) Pengecualian terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan setelah mendapat izin dari Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.

- 6 - BAB X SANKSI ADMINISTRASI Pasal 13 (1) Instansi Vertikal, Instansi Pemerintah Daerah, Lembaga Pendidikan baik negeri maupun swasta dari tingkat Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi, BUMN dan BUMD, swasta serta masyarakat umum yang dengan sengaja tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b dan huruf c Peraturan Daerah ini dikenakan sanksi administrasi berupa teguran lisan dan/atau tertulis. (2) Penetapan sanksi administrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan keputusan pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BAB XI KETENTUAN PENYIDIKAN Pasal 14 (1) Selain penyidik pejabat Polisi Negara Republik Indonesia, juga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tertentu di lingkungan Pemerintah Provinsi yang lingkup tugas dan tanggung jawabnya di bidang pelanggaran yang berkaitan dengan Peraturan Daerah ini, diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. (2) Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. Menerima, mencari mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana merusak makam, monumen, serta lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor, agar keterangan atau laporan tersebut menjadi lebih lengkap dan jelas; b. Meneliti, mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana merusak makam, monument serta lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor; c. Meminta keterangan atau barang bukti dari orang pribadi atau badan sehubungan dengan tindak pidana merusak makam, monument serta lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor; d. Memeriksa buku-buku, catatan-catatan dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana merusak makam, monumen serta lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor; e. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan barang bukti, pembukuan, catatan dan dokumen-dokumen lain serta melakukan penyitaan terhadap barang bukti tersebut; f. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana merusak makam, monumen serta lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor; g. Menyuruh berhenti atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memerlksa identitas orang dan atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e; h. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana merusak makam, monumen serta lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor; i. Memanggil orang untuk didengar dan keterangan dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; j. Menghentikan penyidikan; k. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana merusak makam, monumen serta lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor menurut peraturan Perundang-undangan.

- 7 - (3) Penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum melalui Penyidik Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang- Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. BAB XII KETENTUAN PIDANA Pasal 15 (1) Setiap orang atau sekelompok orang yang dengan sengaja tidak melaksanakan larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Peraturan Daerah ini diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah merupakan pelanggaran. (3) Selain tindak pidana pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), tindak pidana berupa kejahatan yang mengakibatkan rusaknya makam, monumen dan lingkungan dalam kawasan Makam Juang Mandor diancam dengan pidana sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku BAB XIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 16 Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Peraturan Gubernur. Pasal 17 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Ditetapkan di Pontianak Pada tanggal 12 Juli 2007 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT Ttd Diundangkan di Pontianak Pada tanggal 16 Juli 2007 USMAN JA FAR SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Ttd SYAKIRMAN LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2007 NOMOR 5

- 8 - I. PENJELASAN UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PERISTIWA MANDOR SEBAGAI HARI BERKABUNG DAERAH DAN MAKAM JUANG MANDOR SEBAGAI MONUMEN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT Sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Barat melawan penjajah, merupakan bagian dari sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, sehingga perlu dihargai, didokumentasikan, dilestarikan serta diinformasikan/disebarluaskan sebagai bukti sejarah, sekaligus sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada para Pejuang. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1964 Pengganti Pemerintah Sementara (PRPS) Tahun 1964 tentang Pemberian Penghargaan/Tunjangan Kepada Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan, adalah merupakan kebijakan Pemerintah dalam upaya memberikan penghargaan dan kesejahteraan kepada para Pejuang Kemerdekaan Republik/Indonesia, atas jasa, pengabdian dan pengorbanan yang telah diberikan kepada Bangsa dan Negara dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai ungkapan rasa hormat serta penghargaan yang tinggi dari seluruh masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada para Pejuang dan Rakyat Kalimantan Barat yang gugur dengan jumlah mencapai puluhan ribu orang, terdiri dari tokoh politik, raja-raja, tokoh agama, tokoh adat, kaum cerdik pandai, bangsawan, pendidik, pengusaha dan pedagang, serta masyarakat luas dalam perjuangan melawan penjajahan, khususnya dalam melawan penjajahan fasisme Jepang selama kurun waktu tahun 1942-1945, perlu ditetapkan Peraturan Daerah Tentang Peristiwa Mandor Sebagai Hari Berkabung Daerah dan Makam Juang Mandor Sebagai Monumen Perjuangan Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Penetapan tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah didasarkan pada catatan sejarah bahwa pada tanggal 28 Juni 1944 merupakan puncak peristiwa pembunuhan besarbesaran terhadap Pejuang dan Rakyat Kalimantan Barat dari berbagai elemen secara kejam yang dilakukan oleh tentara fasisme Jepang di Kalimantan Barat. Dalam rangka penghormatan dan penghargaan terhadap para Pejuang dan Rakyat Kalimantan Barat tersebut. Pemerintah Daerah telah melakukan pemakaman kembali, kerangka para korban Peristiwa Mandor dan membangun kembali Monumen Makam Juang Mandor yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 28 Juni 1977. Pemerintah Daerah telah menetapkan tanggal tersebut sebagai tanggal pelaksanaan ziarah ke Makam Juang Mandor yang dilakukan setiap tahun. Selain itu, mulai tanggal 28 Juni 2006 seluruh lapisan masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Barat telah diinstruksikan untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap para Pejuang dan Rakyat Kalimantan Barat yang telah gugur melawan pendudukan fasisme Jepang selama kurun waktu tahun 1942-1945. Peraturan Daerah ini selain merupakan landasan hukum dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diemban baik oleh Pemerintah Daerah maupun masyarakat Kalimantan Barat, juga diharapkan akan menambah wawasan masyarakat khususnya generasi penerus bangsa untuk menghayati, melestarikan, mengamalkan dan meneladani sikap dan perilaku mulia yang telah ditunjukkan oleh para Pejuang, dalam memupuk rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme. Peraturan Daerah ini juga menekankan tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam mengelola bukti sejarah berupa Makam Juang Mandor yang ditetapkan sebagai Monumen Daerah dan mendorong partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan bukti sejarah bagi pelestarian nilai-nilai perjuangan Rakyat Kalimantan Barat dalam mengusir penjajah, sebagai bahan penyusunan muatan lokal pelajaran sejarah maupun dalam penetapan situs Benda Cagar Budaya.

- 9 - II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Angka 1 Angka 2 Angka 3 Angka 4 Angka 5 Angka 6 Angka 7 Angka 8 Angka 9 Pasal 2 Pasal 3 Pasal 4 Ayat (1) Ayat (2) Pasal 5 Ayat (1) huruf a huruf b huruf Ayat (2) Pasal 6 Ayat (1) Ayat (2) Yang dimaksud benda adalah benda buatan manusia bergerak atau tidak bergerak yang berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, serta dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Ditetapkannya tanggal 28 Juni sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat, karena tanggal 28 Juni 1944 merupakan puncak peristiwa pembunuhan besar-besaran terhadap tokoh-tokoh politik, raja-raja, tokoh agama, tokoh adat, kaum cerdik pandai, bangsawan, pendidik, pengusaha dan pedagang, serta masyarakat luas secara keji dan kejam yang dilakukan oleh penjajahan Jepang. Ditetapkannya Makam Juang Mandor sebagai Monumen Daerah karena korban Peristiwa Mandor yang terjadi pada tanggal 23 April 1943 sampai dengan tanggal 28 Juni 1944 dikuburkan di Komplek Makam Juang Mandor. Upacara memperingati Hari Berkabung Daerah dilakukan untuk mengenang dan mendoakan arwah para Pejuang rakyat Kalimantan Barat, khususnya pejuang yang gugur dalam Peristiwa Mandor tanggal 28 Juni 1944. Pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang dimaksudkan sebagai rasa keprihatinan dan wujud penghormatan terhadap jasa-jasa pejuang Rakyat Kalimantan Barat, yang juga ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang dilaksanakan dari jam 06.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. Ayat (3) Perbaikan dan/atau pembangunan kembali Makam Juang Mandor dimaksudkan untuk menjaga salah satu bukti sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Barat dalam melawan penjajah. Perbaikan dan/atau pembangunan kembali disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Ayat (4) Instansi yang ditunjuk untuk melaksanakan pengelolaan dilakukan oleh Pemerintah Daerah baik terhadap unit kerja yang telah ada dalam Satuan Kerja Perangkat Daerah atau membentuk unit kerja baru sesuai dengan kebutuhan.

- 10 - Pasal 7 Pasal 8 Ayat (1) Ayat (2) Ayat (3) Ayat (4) Pasal 9 Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 Pasal 14 Pasal 15 Pasal 16 Pasal 17 Identitas pejuang baik menyangkut nama, alamat/asal daerah, maupun data lain yang berkaitan. Sedangkan bukti dokumen baik yang berupa benda, foto, dokumen penting dan lain sebagainya. Publikasi dapat melalui pembuatan buku sejarah, publikasi di media massa, maupun bentuk-bentuk publikasi lainnya yang dapat disebarluaskan dan diakses masyarakat.