MODUL - 2 Tutorial ArcView GIS 3.3

dokumen-dokumen yang mirip
I. Digitasi (Digitizing) Daftar Isi. 1) Aktifkan extension JPEG (JFIF) Image Support : FILE EXTENSIONS

3 MEMBUAT DATA SPASIAL

Registrasi Peta. Practical Module Geographic Information System STMIK-STIKOM Balikpapan Firmansyah, S.Kom. Page 1

Sistem Tampilan Data

Menggambar dengan ArcView. Oleh : Tantri Hidayati S, M.Kom

SCREEN DIGITIZING. A. Digitasi Point (Titik)

SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

Digitasi Peta. Practical Module Geographic Information System STMIK-STIKOM Balikpapan Firmansyah, S.Kom. Page 1

VIEW. Menampilkan Data Spasial. - Mahasiswa dapat menampilkan data-data spasial dengan menggunakan software Arcview

BAB 4 DIGITASI. Akan muncul jendela Create New Shapefile

INSTRUKSI KERJA. PROGRAM ArcView 3.2

Registrasi Image dengan ARC VIEW

PRAKTIKUM-2 PENGENALAN ARCVIEW

Sistem Informasi Geografi

BAB VII. Ringkasan Modul:

Modul ArcView. ArcView merupakan salah satu perangkat lunak Sistem Informasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERTEMUAN 12 PEMBUATAN PETA TEMATIK QUERY DATA. Oleh: Andri Oktriansyah

TUTORIAL ARCVIEW BAB 1. Amir Rachman Syarifudin

C. Prosedur Pelaksanaan

BAB II. Ringkasan Modul:

BAB III METODE PENELITIAN

Instruksi Kerja Laboratorium Pedologi dan Sistem Informasi Sumberdaya Lahan INSTRUKSI KERJA. PROGRAM ArcGIS 9.3

LAYOUT. A. Membuat Layout dari sebuah View. B. Membuat Layout melalui Window Project

Masukkan CD Program ke CDROM Buka CD Program melalui My Computer Double click file installer EpiInfo343.exe

Lampiran 1. Perbandingan Guna Lahan Eksiting Kota Palembang tahun 2004 Terhadap Rencana Guna Lahan tahun

Pengenalan Hardware dan Software GIS. Spesifikasi Hardware ArcGIS

Aplikasi GIS : SISTEM TAMPILAN DATA GIS

BAB IX. Ringkasan Modul:

BAB 10 LAYOUT PETA. Pada tab General, atur units map ke meter, display ke meter, klik OK. Rubahlah simbol warnanya

ARCVIEW GIS 3.3. Gambar 1. Tampilan awal Arcview 3.3

BAB 3 KOREKSI KOORDINAT

8. LAYOUT. Fixed zoom out / in, Zoom whole pages, 100%

Bab I Pengenalan ArcGIS Desktop

DIGITASI on screen Using Autodeskmap software.

Pengantar Saat ini terdapat beberapa aplikasi pemetaan yang digunakan di dunia baik yang berbayar maupun yang sifatnya gratis. Beberapa nama besar apl

BAB XI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

LOCUS GIS. Oleh : IWAN SETIAWAN

2.1.1 Macam-macam Data pada GIS

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Latihan 2 : Displaying data

LAMPIRAN Menggabungkan Citra dari Wikimapia dengan metode Panavue; Metode Panavue. 2. Kemudian pilih File, lalu New Project

TUTORIAL DASAR PERANGKAT LUNAK ER MAPPER

No Titik JL (m) Azimuth (o) Slope(%) dst

PENGGAMBARAN PETA TEMATIK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN PERANGKAT LUNAK ARCVIEW 3.3

BAB VI. Ringkasan Modul. Mengedit Data Vektor Membuat Setting Snap Menambah Feature Linier Menambahkan Feature Titik Menggunakan Koordinat Absolut

Gambar 1. Jendela Ms. Access Pilihan: New : menu untuk membuat file basis data baru. Recent : menu untuk membuka file basis data yang sudah ada.

Modul Praktikum Sistem Informasi Geografis

Bab 9 Membuat Data Spasial

LATIHAN 3 : QUERY DATABASE

3. Pilih A new existing map, klik ceckbox Do not show this dialog again dan akhiri dengan klik Button OK. Maka layar ArcMap akan terbuka.

PENDAHULUAN. Halaman 1 Dari 19

Paket Aplikasi : Microsoft Office Power Point

1. Buka ArcCatalog dengan mengklik button pada main menu, maka akan tampil tayangan sebagai berikut:

Bab IV File Geodatabase

OpenOffice Writer Aplikasi perkantoran OpenOffice.org Writer

KSI B ~ M.S. WULANDARI

Pemrograman Komputer B

Pedoman Pemetaan Geospasial Data Elektrifikasi Daerah

MODUL 2 REGISTER DAN DIGITASI PETA

Bab VI Digitasi. Tujuan pembelajaran dari bab ini adalah:

Pengenalan SPSS 15.0

Membuat Grafik dengan Microsoft Excel

MEMBUAT PETA POTENSI LONGSOR DAN RAWAN BANJIR BANDANG MENGGUNAKAN ArcGIS 10.0

Sebelum kita membahas tentang Microsoft Access ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahui apa yang dimaksud dengan database.

LAPORAN PRAKTIKUM SIG ACARA V MEMBUAT LAYOUT PETA

BAB I MENGENAL PLANNER

Dekstop Mapping (Bagian 1)

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE WORD 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA

Modul Pelatihan Membuat Peta Potensi Longsor dan Rawan Banjir Bandang

MODUL VI MS POWERPOINT 2007

BAB 8 QUERY DATA. , untuk mengidentifikasi dan mendapatkan informasi mengenai feature, untuk melakukan query feature pada ArcMap melalui atributnya

adalah jenis-jenis tombol-tombol (buttons) yang dipakai di dalam system ini : Gambar 4.63 : Tombol ruler

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

APLIKASI BASIS DATA BERBASIS MICROSOFT ACCESS

TOPOLOGY GEODATABASE 1. Menyiapkan Geodatabase A. Membuat Tema atau Feature Dataset di ArcCatalog

Membuat File Database & Tabel

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. Perangkat keras yang digunakan untuk perancangan aplikasi Arc View adalah :

Publikasi System Dynamics TUTORIAL POWERSIM. Oleh: Teten W. Avianto.

PEMBUATAN PETA TEMATIK LAYOUT, SISTEM KOORDINAT, DAN GRID

Aplikasi Komputer. Pengenalan tentang Ms. Word 2010 serta fungsi-fungsi dasarnya (1) Ita Novita, S.Kom, M.T.I. Modul ke: Fakultas Ilmu Komputer

MEMBUAT TABEL, CAPTION PADA GAMBAR DAN TABEL, MEMBUAT DAFTAR GAMBAR DAN TABEL SERTA MENGGUNAKAN FORMULA PADA TABEL

Membuat File Database & Tabel

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. 4.1 Spesifikasi Perangkat Keras dan Pera ngkat Lunak. program aplikasi dengan baik adalah sebagai berikut:

LAMPIRAN MODUL 3 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

DIGITASI PETA RASTER. 3. Klik Close, hingga muncul screen windows berikut:

PENGENALAN ARCVIEW. A. Kemampuan ArcView. B. Spesifikasi Perangkat Keras (Hardware)

MODUL 3 IMPORT DATA DARI MAPINFO KE DATABASE. Praktikan dapat mengetahui cara meng-inport data dari MapInfo ke database pada PostgreSQL.

Aplikasi Komputer Microsoft Word 2010

BAB 1 PEMBUATAN REPORT

MODUL PELATIHAN PROGRAM MS. OFFICE EXCEL 2007 DISUSUN OLEH YAYASAN KURNIA

LAYOUT PETA. Subjek Matter: 4.1 Menyajikan komponen peta dalam layout 4.2 Membaca dan menggunakan peta hasil layout. Zoom to 100% untuk memperbesar

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

BAB IV BASIS DATA SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DAERAH PENELITIAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. Komputer berasal dari bahasa Latin computare yang artinya menghitung. Jadi

Spesifikasi: Ukuran: 11x18 cm Tebal: 144 hlm Harga: Rp Terbit pertama: Juni 2005 Sinopsis singkat:

Pokok Bahasan Membuat dan Menempatkan Tabel Menempatkan Footnotes Menempatkan Komentar (Comment) Mencetak Dokumen

Header-Footer, Preview dan Cetak Dokumen

Bab IV File Geodatabase

DATA DALAM SIG PERTEMUAN 6 SISWANTO DKK

Transkripsi:

MODUL - 2 Tutorial ArcView GIS 3.3 Disiapkan Untuk Pelatihan Perangkat Lunak MARXAN Untuk Perencanaan Dan Pengelolaan Kawasan Perlindungan Laut Disusun oleh: Arief Darmawan Muhammad Barmawi The Nature Conservancy - Coral Triangle Center Jl. Pengembak No. 2 Sanur Denpasar, Bali 80228 Telp. 0361-287272, Fax. 0361-270737 www.coraltrianglecenter.org, info@coraltrianglecenter.org 1

CATATAN: Tutorial ini dibuat untuk kepentingan pelatihan TNC. Saran dan komentar terhadap tutorial ini dapat disampaikan kepada Penulis melalui email di atas 2

Daftar Isi 1. Pendahuluan... 5 2. Alat dan Bahan... 5 2.1. Alat:... 5 2.2. Bahan :... 5 3. Instalasi Ekstensi dan Data untuk ArcView GIS 3.3... 6 3.1. ArcView GIS 3.3 Demo... 6 3.2. Ekstensi... 6 3.3. Data... 6 3.4. Menjalankan ArcView... 6 4. Digitasi Peta... 7 Editing Data Spasial Menggunakan Edit Tools 3.6... 13 4.1. Under shoot... 14 4.2. Overshoot... 16 4.3. Polygon Gap... 17 4.4. Join border... 18 5. Pemrosesan Data Atribut Spasial... 19 5.1. Editing tabel dan ekspor tabel... 19 Membuka tabel atribut shapefile... 19 Menambah field pada tabel atribut shapefile... 21 Mengisi kolom pada tabel data atribut... 22 Fungsi sort ascending dan sort descending... 23 Field statistics... 24 Ekspor tabel... 24 5.2. Join tabel... 26 5.3. Query Builder dan operasi perhitungan... 28 3

5.4. Select By Theme... 31 5.5. Membuat grafik... 32 6. Layout Peta... 34 6.1. Tombol-tombol penting dalam pembuatan layout... 35 6.2. Menyimpan layout peta dalam format grafis (gambar)... 39 4

1. Pendahuluan Tutorial ini memuat seluruh teknik dasar bekerja menggunakan Perangkat lunak ArcView GIS 3.3 versi demo yang masa aktifnya 30 hari. Di dalam tutorial ini juga dibahas tentang instalasi data tutorial berikut dengan extension, kemudian penyusunan data spasial ArcView GIS 3.3 dengan sarana on screen digitation atau dikenal dengan digitasi layar, editing data spasial, pengolahan data atribut spasial hingga layout peta. Bagian pertama dari tutorial ini adalah digitasi layar, yang membahas mengenai penggunaan extension Image Analysis sebagai alat bantu registrasi koordinat peta sampai pada proses dan tips digitasi. Kemudian pada bagian kedua dalam tutorial ini akan dipaparkan teknik editing shapefile (*.shp) hasil digitasi layar menggunakan ArcView GIS 3.3 hingga menjadi data spasial yang baik dan berkualitas. Editing didukung dengan digunakannya extension Edit Tools 3.6. Bagian editing dalam tutorial akan lebih banyak membahas mengenai teknik edit data dalam bentuk garis (line, arc) serta poligon (polygon) karena 2 tipe data tersebut paling sering terdapat kesalahan. Pada tahap selanjutnya, tutorial ini akan menjelaskan tentang fasilitas khusus yang diperuntukkan untuk menangani dan menganalisis data atribut spasial. Fasilitas yang digunakan tersebut dilingkungan ArcView GIS 3.3 disebut dengan Tables. Pada tahap ini dimulai dari operasi dasar seperti membuat, menghapus Field, Record hingga operasi menggunakan Query Builder dan pembuatan grafik atau chart. Di bagian akhir tutorial terdapat bagian layout peta dalam ArcView GIS 3.3 2. Alat dan Bahan 2.1. Alat: Seperangkat personal computer dengan sistem operasi windows 9x, XP Perangkat lunak ESRI ArcView GIS 3.3 Demo Edition Extension Register and Transform Tool, Edit Tools 3.6 (ekstension ini dapat didownload secara gratis di www.esri.com ) Printer 2.2. Bahan : File peta hardcopy yang sudah di scan (jpeg, bmp, tiff, dll) Kertas hvs ukuran A4

3. Instalasi Ekstensi dan Data untuk ArcView GIS 3.3 Langkah pertama sebelum memulai pastikan dalam komputer/laptop yang akan dipergunakan telah ter-install perangkat lunak ArcView GIS 3.3 Langkah kedua sebelum melakukan kegiatan mulai dari digitasi hingga layout adalah melakukan installasi ekstensi dan data yang akan diperlukan. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 3.1. ArcView GIS 3.3 Demo a. Masukkan CD-ROM yang berisi perangkat lunak dan tutorial dalam CD-ROM device pada komputer/laptop Anda b. Klik tombol Explore ArcView 3.3 c. Klik tombol Install, Klik tombol Install ArcView 3.3 Evaluation Edition d. Ikuti langkah yang terdapat dalam menu instalasi hingga selesai 3.2. Ekstensi a. Masukkan CD-ROM yang berisi perangkat lunak dan tutorial dalam CD-ROM device pada komputer/laptop Anda b. Browse isi CD-ROM dan temukan tombol Install Ekstension c. Klik dua kali tombol d. Ikuti langkah yang terdapat dalam menu instalasi hingga selesai 3.3. Data a. Browse isi CD-ROM dan temukan tombol Install Data b. Klik dua kali tombol c. Ikuti langkah yang terdapat dalam menu instalasi hingga selesai 3.4. Menjalankan ArcView Jalankan program ArcView GIS 3.x Klik Start > All Programs > ESRI > ArcView GIS Demo Edition > ArcView GIS Demo Edition 6

Klik Try 4. Digitasi Peta Pada tahap digitasi peta terdiri atas 2 tahapan utama, yaitu tahap registrasi koordinat dan tahap digitasi kenampakan pada peta. Tahap registrasi koordinat sebelum tahap digitasi kenampakan pada peta bertujuan memberikan informasi koordinat pada peta, sehingga hasil digitasi nanti adalah peta yang telah memiliki koordinat sesuai dengan keadaan sebenarnya. Posisi kenampakan dipeta setelah proses registrasi koordinat akan berubah dari posisi berdasarkan koordinat layar / display komputer menjadi posisi sesuai sistem koordinat. Karena telah memiliki koordinat yang demikian posisi kenampakan itu sesuai dengan posisi sebenarnya dipermukaan bumi. Langkah kerja: 1. Aktifkan ekstensi Register and Transform Tool dan JPEG (JFIF) Image Support File > Extensions Pilih ektensi Register and Transform Tool dan JPEG (JFIF) Image Support 7

2. Tampilkan peta hasil scan Anda ke dalam View1, Klik menu View > Klik item Add Theme 3. Browse ke C:\Marxan\Maps\ 4. Rubah Data source tipe menjadi Image Data Source 5. Pilih bali.jpg, Klik Ok 6. Tampilkan dan aktifkan lessersunda.jpg 7. Zoom In (perbesar) salah satu ujung peta hasil scan tersebut dimana terdapat angka koordinat. 8. Jalankan Register and Transform Tool Klik menu View > Register and Transform 8

9. Pilih Source Point Source point 10. Gunakan pointer untuk menunjuk titik yang dijadikan sebagai acuan koordinat 11. Ikuti langkah seperti yang diilustrasikan dalam gambar dibawah ini: Titik yang ditunjuk 9

Klik 12. Isikan angka koordinat titik yang telah Anda tunjuk tersebut 13. Lakukan langkah seperti di atas untuk 3 ujung gambar peta Anda 14. Setelah selesai ke 4 titik acuan koordinat tersebut, tuliskan menjadi file dengan langkah seperti pada ilustrasi dibawah ini: 10

Catatan: Upayakan RMS error dibawah 0.01 untuk mendapatkan hasil registrasi koordinat yang akurat 15. Berikan nama untuk file baru tersebut : bali.jgw sesuai nama file yang diregistrasi 16. Hapus peta hasil scan Anda dari View dengan langkah Edit > Delete Themes 17. Tampilkan kembali peta hasil registrasi koordinat (lessersunda.jpg) tersebut ke dalam View Klik 18. Awali digitasi dengan membuat theme baru dengan cara Klik menu View > New Theme Simpan shapefile baru tersebut dengan nama latihan1.shp dan letakkan di c:\marxan\gisdata\ Catatan: o Pilih fitur dipeta yang akan didigitasi, untuk fitur titik pilih point, untuk garis (arc) pilih line dan untuk poligon (area) pilih polygon. Fitur tersebut di lingkungan ArcView akan disebut sebagai theme dan berupa file yang lazim disebut dengan shapefile (*.shp) o Beri nama file theme baru tersebut, simpan ke direktori tempat Anda bekerja 19. Pilih tool yang sesuai dengan fitur peta yang akan didigitasi 11

Titik Garis Polyline Polygon 20. Digitasi fitur dengan mengikuti kenampakannya pada peta 21. Selesai digitasi satu fitur, simpan hasil digitasi tersebut. Klik menu Theme > Stop Editing > Yes Tips: Gunakan scale view yang memadai agar hasil digitasi halus dan akurat. Saat digitasi berlangsung, gunakan pop up pan seperti dibawah ini untuk menggeser tampilan peta di View Anda dengan klik kanan mouse Anda hingga muncul menu pop up ArcView tersebut. Langkah ini bertujuan agar garis atau poligon yang sedang didigitasi dan belum selesai tidak putus. 12

Editing Data Spasial Menggunakan Edit Tools 3.6 Editing merupakan tahapan yang tidak dapat ditinggalkan meskipun digitasi peta telah selesai. Karena pada proses digitasi sering terjadi kesalahan-kesalahan penggambaran fitur yang tampak pada peta jarang sekali seseorang dpaat melakukan digitasi tanpa meninggalkan kesalahan sedikit pun. Pada bagian editing tutorial ini akan lebih banyak membahas mengenai teknik edit data dalam bentuk garis (line, arc) serta poligon (polygon). Langkah kerja 1. Aktifkan extension tersebut melalui ArcView File > Extensions 2. Untuk menggunakan extension JPEG (JIFF) tersebut, tekan button ET seperti tampak dalam ilustrasi berikut: 13

3. Untuk melakukan proses editing : EditTools 3.6 > Edit theme Pilih nama theme yang akan di edit > Start Editing Untuk memudahkan proses editing perlu mengenali jenis kesalahan yang terjadi pada shapefile tersebut sebelum masuk ke dalam teknik-teknik editing shapefile Berikut uraian jenis kesalahan yang terjadi karena kesalahan dalam digitasi dan cara memperbaikinya: 4.1. Under shoot Adalah tidak bertemunya ujung dua buah garis. Langkah untuk editing : * Clean > Analyze >Set Tolerance > Clean Dangling Node Clean > Analyze >Set Tolerance > Clean Pseudo Node Button untuk mengatur tolerance *) Besarnya tolerance disesuaikan dengan fitur yang akan di edit saja 14

Apabila dengan proses clean kesalahan pada data tidak teratasi maka untuk memperbaikinya dapat ditempuh dengan cara : Show Edit Tools > Extend two polylines to their intersection Kemudian arahkan pointer ke fitur yang hendak di edit Klik dan kisarkan pointer pada fitur tersebut 15

4.2. Overshoot Adalah garis yang kelebihan tidak tepat tersambung pada garis lain Langkah untuk editing : *) Besarnya tolerance disesuaikan dengan fitur yang akan di edit saja 16

Apabila dengan proses clean kesalahan pada data tidak teratasi maka untuk memperbaikinya dapat ditempuh dengan cara : Show Edit Tools > Remove redudant nodes Kemudian arahkan pointer ke fitur yang hendak di edit Klik dan kisarkan pointer pada fitur tersebut 4.3. Polygon Gap Kesalahan pada tipe polygon, yaitu lubang polygon. Gap 17

Langkah untuk editing : Clean Gaps > Clean : All > Clean *) Anda juga bisa memilih opsi Select using thickness ratio atau area 4.4. Join border Join border 18

Langkah untuk editing : Eliminate > Select Using : Logical expresion > Pilih area yang akan di join dengan Query Builder > OK > Eliminate method : Join (border) > Eliminate 5. Pemrosesan Data Atribut Spasial 5.1. Editing tabel dan ekspor tabel Pada tahap ini akan dibahas cara-cara untuk melakukan editing pada tingkat dasar, yaitu meliputi pembuatan tabel, field (kolom), pengisian record, pengurutan record data hingga pada ekspor tabel ke format file lain sehingga dapat dibuka oleh perangkat lunak lain. Membuka tabel atribut shapefile Setiap shapefile (*.shp) memiliki data atribut spasial yang dapat ditampilkan dalam perangkat lunak ArcView. Untuk membuka data atribut spasial sehingga data tersebut dapat tampil sebagai tabel maka perlu langkah sebagai berikut : 19

Tampilkan dan aktifkan Theme Bali.shp, Klik menu View > Klik item Add Theme Set working direktori ke c:\marxan\gisdata\ dengan Klik menu File > Klik item Set Working Direktory Klik menu Theme >Klik item menu Table atau Hasil dari langkah di atas akan menghasilkan tampilan jendela ArcView sebagai berikut: 20

Menambah field pada tabel atribut shapefile Untuk menambah field/kolom dalam tabel atribut shapefile Anda dapat menempuh langkah sebagai berikut : Table > Start Editing Edit > Add Field Hingga muncul dialog beriktu ini: Kemudian lakukan pengaturan nama, type, width dan decimal places untuk kolom yang hendak dibuat sesuai dengan kebutuhan. Adapun fungsi dari pengaturan tersebut adalah sebagai berikut : Name untuk memberikan nama kolom Type untuk menentukan tipe kolom sesuai informasi yang akan dimasukkan ke dalam kolom tersebut,yaitu number: untuk angka;string : untuk teks; Boolean : untuk true/false ;Date: format hari, misalnya YYYYMMdd = 20060908. Width untuk mengatur lebar kolom Decimal places untuk mengatur jumlah angka dibelakang koma (misal untuk angka 0.001 maka dilakukan pengaturan 3 decimal places) Contoh: Membuat kolom dengan nama penduduk Langkah-langkah : 1. Tampilkan shapefile penduduk (penduduk.shp) di View 2. Buka tabel atribut 3. Lakukan langkah : Table > Start Editing 21

Edit > Add Field Isi field definition seperti ilustrasi dibawah ini Klik OK Table > Stop Editing > Yes Mengisi kolom pada tabel data atribut Untuk dapat mengisi kolom pada tabel data atribut Anda perlu melakukan langkah sebagai berikut : Table > Start Editing Klik button Edit seperti ilustrasi dibawah ini Arahkan kursor pada baris dan kolom tabel yang hendak diisi Berikut tabel yang perlu diisikan: Recno Penduduk 1 232733 2 56107 3 329608 4 314490 5 155679 6 184144 7 360827 8 575038 9 468860 Selesai mengisi : Table > Stop Editing > Yes 22

Fungsi sort ascending dan sort descending ArcView juga memiliki kemampuan untuk melakukan pengurutan data dari angka kecil ke angka yang besar atau sebaliknya. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut : Klik salah satu nama kolom/field yang datanya akan diurutkan Klik menu field > sort ascending untuk mengurutkan data kecil ke besar Klik menu field > sort descending untuk mengurutkan data besar ke kecil Atau menggunakan tombol seperti yang tampak pada ilustrasi dibawah ini: Dari ilustrasi tampak nilai-nilai dalam kolom (field) penduduk berurutan dari nilai tertinggi ke nilai terendah. 23

Field statistics Untuk mengetahui statistik dari sebagian kolom dalam tabel atribut sebuah shapefile dapat menggunakan field statistics. Dengan langkah ini dapat diketahui informasi jumlah total seluruh nilai dalam kolom (Sum), banyaknya baris dalam kolom (Count), nilai tengah (Mean), nilai maksimum (Max), nilai minimum (Min), rentang (Range), varian (variance) dan standar deviasi (Standard Deviation). Adapun langkahnya sebagai berikut : Masih dengan tabel atribut penduduk.shp, Klik menu Field > Statistics Maka akan muncul informasi seperti dalam ilustrasi berikut : Ekspor tabel Tabel atribut shapefile (*.shp) dapat dirubah formatnya agar dapat digunakan oleh perangkat lunak lain, misalnya Excel, Notepad dan lainnya. Langkah untuk merubah format tabel atribut ini disebut dengan langkah export, adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut : Klik menu File > Export Pilih export format (dbase, INFO dan Delimited Text) 24

Berikan nama file dan simpan hasil export dengan klik OK Catatan: dbase (*.dbf) merupakan format perangkat lunak dbase, data dalam format ini dapat dibuka dengan perangkat lunak MS-Excel INFO merupakan format basisdata Arc/Info, namun dapat dibuka dengan ArcView Delimited Text (*.txt) merupakan format text yang dapat dibuka dengan perangkat lunak Notepad maupun Excel 25

5.2. Join tabel Joint tabel merupakan teknik menampilkan atau menggabungkan sebuah tabel data atribut ke tabel data atribut lain berdasarkan satu kolom bersama, satu kolom bersama ini disebut sebagai kolom kunci. Jadi untuk dapat melakukan join tabel, satu tabel data atribut harus memiliki sebuah kolom yang isi dan namanya sama dengan kolom dan isi dari tabel data atribut lain yang hendak di join tersebut. Dalam tutorial ini akan disimulasikan join tabel antara data atribut shapefile Bali dan shapefile Penduduk. Shapefile Bali mengandung informasi nama-nama kabupaten/distrik dan shapefile penduduk mengandung informasi jumlah penduduk dalam tabel atributnya. Adapuna proses join table ini adalah sebagai berikut: Tampilkan shapefile Bali (Bali.shp) dan penduduk (penduduk.shp) di View Buka tabel atribut shapefile penduduk Pilih kolom recno Minimize window tabel atribut shapefile penduduk Buka tabel atribut shapefile Bali 26

Pilih kolom recno Klik menu Table > Join Hasil proses join tabel seperti di atas akan seperti yang tampak dalam ilustrasi dibawah ini: Tutup tabel atribut Bali.shp Aktifkan window View kembali Aktifkan Theme Bali.shp Klik menu Theme > klik item Convert to shapefile Arahkan direktori ke c:\marxan\gisdata\ Berikan nama shapefile kepadatan.shp Klik Ok Add shapefile as theme to the view?, Klik Yes Buka kembali tabel atribut Bali.shp Klik menu Table > Klik item Remove All Joins Tutup tabel atribut Bali.shp 27

Catatan : Shapefile kepadatan.shp akan digunakan dalam Query Builder dan operasi perhitungan 5.3. Query Builder dan operasi perhitungan Query Builder adalah sebuah alat dalam perangkat lunak ArcView untuk menulis dan menjalankan perintah SQL (Structured Query Language). SQL merupakan sintaks/ perintahperintah tertentu untuk dapat menelusuri, merubah isi basidata relasional. SQL ini dikembangkan oleh IBM pada tahun 1970.Langkah-langkah menggunakan Query Builder adalah sebagai berikut: Aktifkan dan tampilkan shapefile kepadatan.shp Klik menu Theme >Klik item menu Table Klik menu Table >Klik item menu Query Maka akan muncul Query Builder seperti ilustrasi dibawah ini: Contoh: Ketik ([Kabupaten] = BULELENG ) Klik tombol New Set Hasil dari sintaks SQL di atas adalah kolom yang berisi Buleleng terpilih, tampak dengan warna kuning seperti ilustrasi dibawah ini : 28

Operasi perhitungan yang akan dibahas kemudian terdiri atas 2 bagian, bagian pertama adalah summarize dan calculate. Summarize adalah perhitungan sederhana berdasarkan nilai dalam salah satu kolom tabel atribut. Proses summarize ini akan membuat nilai baru dalam sebuah tabel yang baru sesuai dengan proses summarize yang telah ditentukan. Menurut prosesnya summarize dapat berdasarkan average, sum, minimum, maximum, standard deviation, variance, first, last dan count. Berikut ini contoh penerapan summarize: Dalam tabel data atribut shapefile Bali terdapat kolom recno yang berisi nomor urut dan kolom hectares yang merupakan luas dalam satuan hektar (ha), kolom Kabupaten yang merupakan nama-nama kabupaten/distrik dan kolom penduduk berisi jumlah penduduk tiaptiap distrik. a. Berdasarkan data tersebut kita hendak melakukan summarize untuk luas berdasarkan nama-nama kabupaten Langkah-langkah yang akan ditempuh adalah : Tampilkan shapefile Bali (Bali.shp) di View Buka tabel atribut 29

Pilih kolom Kabupaten Klik menu field > summarize Setelah menu summarize muncul, aturlah: Field : Area dan summarize by: Sum Klik Add Klik Ok b. Berdasarkan data tersebut kita hendak menghitung kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk dibagi dengan luas wilayah atau secara sederhana dalam kasus ini dapat ditulis sebagai : Kepadatan = penduduk/area, dimana area merupakan luas tiap-tiap kabupaten dalam satuan kilometer persegi Tampilkan kembali tabel atribut kepadatan.shp Klik menu Table > Klik item menu Start editing Klik menu Edit > Klik item menu Add Field Buat field baru dengan : Nama : Kepadatan Type : Number Width : 16 Decimal Places : 3 Klik kolom baru kepadatan Klik menu Field > klik item menu Calculate Isikan pernyataan seperti pada ilustrasi berikut pada window Field Calculator : 30

Klik Ok 5.4. Select By Theme Select By Theme merupakan salah satu fungsi dalam ArcView untuk memilih bagian theme berdasarkan theme yang lain (theme selector). Dengan fungsi ini dapat dipilih bagian theme yang memiliki hubungan spasial dengan theme selector. Sebagai contoh penggunaan Select By Theme adalah sebagai berikut : Tampilkan shapefile Bali (Bali.shp) Tampilkan shape file dugong (dugong.shp) Aktifkan shapefile Bali Klik menu theme > select by theme Select features of active theme that : Intesect The selected features of : dugong.shp Klik New set Dari langkah di atas maka akan terpilih bagian shapefile Bali yang bertampalan dengan bagian shapefile dugong. 31

5.5. Membuat grafik Perangkat lunak ArcView selain dapat menjalankan fungsi operasi data atribut juga dapat membuat representasi visual data atribut tersebut menjadi chart atau grafik yang menarik. Sebagai salah satu contoh, dalam tutorial ini akan ditunjukkan langkah membuat grafik luas tiap-tiap kabupaten/distrik, adapun tahapnya sebagai berikut : Klik menu Table > Chart Isi Name : Luas Pilih Fields : Area Klik Add Label series using : Kabupaten Seperti tampak pada ilustrasi dibawah ini : Klik Ok 32

Chart hasil proses di atas akan tampak seperti ilustrasi dibawah ini: Model chart dapat diubah sesuai dengan kebutuhan yaitu dengan menggunakan toolbar seperti yang tampak pada ilustrasi dibawah ini: 1 2 3 4 5 6 1. Area chart 2. Bar chart 3. Column chart 4. Line chart 5. Pie chart 6. XY scatter 33

Contoh model Bar chart yang lain : 6. Layout Peta Agar peta dapat disajikan secara kartografis, maka peta-peta hasil digitasi harus dilengkapi dengan simbol, anotasi, dan kelengkapan lainnya. Langkah ini dinamakan layout peta, tujuan akhir dari langkah ini adalah membuat peta tampil lebih informatif sesuai dengan kaidah kartografi. Berikut secara singkat langkah-langkah utamanya: 1. Buat dokumen layout baru dengan cara memilih dokumen layout > klik new atau mengikuti ilustrasi dibawah ini : 2x klik 2. Kemudian perhatikan fungsi tiap-tiap tombol penting untuk layout seperti yang tampak pada ilustrasi dibawah ini : 34

6.1. Tombol-tombol penting dalam pembuatan layout Teks Memasukkan peta dari view ke layout Membuat legenda peta Membuat skala batang peta Membuat simbol mata angin Membuat grafik Mengisikan Table ke layout Menyisipkan gambar 1. Mengatur halaman Klik menu Layout > Page Setup Sesuaikan ukuran kertas dan aturlah margin kertas sesuai yang diharapkan 2. Memasukkan peta dari view ke layout Gunakan tombol view frame) seperti yang didiskripsikan di atas Pilih View yang akan ditampilkan (misal: View1) Pilih jenis scale: Automatic, Preserve View Scale atau User Predefined Scale Gunakan pilihan User Predefined Scale jika akan mengatur skala lebih fleksibel. Terima pilihan yang lain secara default 35

Klik OK 3. Membuat judul peta Klik tombol Tuliskan teks di pop-up window seperti berikut: Klik OK 4. Membuat legenda Klik tombol Tempatkan posisi legenda pada peta dengan cara membuat kotak imaginer. Pilih ViewFrame yang dikehendaki 36

Klik OK 5. Membuat skala batang Klik tombol Tempatkan posisi skala batang pada peta dengan cara membuat kotak imaginer. Pilih View Frame yang dikehendaki Atur Properties Skala batang. Units: Satuan skala batang (kilometer atau miles) Interval: Panjang (Jarak) 1 batang dengan satuan units Intervals: Jumlah batang sebelah kanan angka 0 Left Divisions: Pembagian bagian kiri angka 0 Klik OK 6. Membuat simbol mata angin (arah utara) Klik tombol 37

Tempatkan posisi simbol mata angin pada peta dengan cara membuat kotak imaginer. Pilih jenis simbol. Klik OK 7. Membuat grid (garis yang menunjukkan koordinat) peta Aktifkan ekstensi Graticules and Measured Grids Klik tombol Graticule and Grids Ikuti langkah-langkah dalam wizard 38

Graticule: Garis-garis yang menunjukkan koordinat peta Measured grid: Garis-garis yang menunjukkan pembagian peta dalam interval tertentu Catatan: Setelah selesai membuat layout peta, pastikan Anda menyimpan project ArcView dengan langkah klik menu File > Save Project 6.2. Menyimpan layout peta dalam format grafis (gambar) Seringkali kita membutuhkan peta-peta yang dapat digunakan dalam pembuatan laporan. Peta yang masih dalam format ArcView tidak dapat langsung di masukkan dalam dokumen laporan kita. Kita harus menyimpannya terlebih dulu dalam format grafik seperti jpg, wmf, gif dan png. Pemilihan jenis format grafik ini tergantung hasil peta layout dan kebutuhkan dalam laporan. Peta dengan detil dan variasi yang tinggi dari data format vektor bagus disimpan dalam format wmf sedangkan jika dari data format raster (misal citra satelit) bagus disimpan dalam format jpg. Parameter resolusi dapat diatur untuk mendapatkan ukuran file yang dikehendaki. Semakin besar resolusi, semakin besar ukuran filenya. Berikut langkah-langkah menyimpan peta menjadi format grafik. 1. Pada window Layout atau View klik menu File > Export 2. Tentukan direktory tempat penyimpanan file, jenis file dan nama file pada window seperti berikut: 39

3. Tentukan tingkat resolusi dengan mengklik tombol Options... 4. Masing-masing jenis file memiliki seting resolusi sendirisendiri. Berikut adalah contoh seting resolusi untuk jenis file WMF 5. Klik OK untuk mengeksekusi perintah. File grafik siap digunakan pada dokumen-dokumen lainnya. 40