LAGU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN

dokumen-dokumen yang mirip
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA LAGU PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN PESERTA DIDIK KELAS X DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PURWOREJO

BAB I PENDAHULUAN. Secara umum pengajaran bahasa mempunyai tujuan agar pembelajar dapat

PERANAN STRATEGI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ASING. Lersianna Saragih*)

BAB 1 PENDAHULUAN. Kebutuhan akan bahasa asing termasuk bahasa Jerman saat ini telah menjadi

SKENARIO PEMBELAJARAN. Dari Ruang Kuliah Menuju Museum Pengembangan Keterampilan Menulis Melalui Tugas Mandiri

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah alat komunikasi antarmanusia. Dengan bahasa seseorang

SKENARIO PEMBELAJARAN

GAMBAR DALAM PENGAJARAN BAHASA ASING Oleh Nining Warningsih Abstrak

STATIONENLERNEN : SUATU BENTUK BELAJAR BERDASARKAN PRINSIP BELAJAR MANDIRI ( AUTONOMES LERNEN ) DALAM PENGAJARAN BAHASA JERMAN 1

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS V SDN SAWOJAJAR V KOTA MALANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dina Febriyanti, 2013

BAB I PENDAHULUAN. pembuatan keputusan dengan cepat dan tepat waktu (frinaldi dan embi, 2011).

LAMPIRAN 5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan musik di dunia pendidikan di Indonesia akhir-akhir ini

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat terlepas dari kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa usia Taman Kanak-kanak (TK) atau masa usia dini merupakan masa

SILABUS SCHREIBEN I JR 214. Pepen Permana, S.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) setelah bahasa Inggris. Dalam. bahasa Jerman baik secara lisan maupun tulisan.

Analysis of Song Lyric and Its Application in Language Style and Poetry Learning in Primary School

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik KELAS. 1 Semester 1

BAB V UPAYA PELESTARIAN NYANYIAN RAKYAT KAU-KAUDARA DI SEKOLAH. Pada bagian ini membahas tentang upaya pelestarian kau kaudara yang

SILABUS. Alokasi Waktu (menit) Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan pada anak usia dini dilakukan melalui pemberian rangsangan

IDE-IDE METODIS-DIDAKTIS UNTUK PENGAJARAN BAHASA JERMAN YANG BERORIENTASI PADA PEMBELAJAR 1. Oleh : HAFDARANI 2

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah salah satu alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Resti Handayani, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jerman merupakan salah satu bahasa asing yang dipelajari di

BAB I PENDAHULUAN. terpisahkan dari peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Sejak

PENINGKATAN KEMAMPUAN LISTENING COMPREHENSION MELALUI STRATEGI TOP-DOWN DAN BOTTOM-UP

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Tanpa

BAB I PENDAHULUAN. bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia, pembelajaran keterampilan menyimak

METODE PENGENALAN BAHASA UNTUK ANAK USIA DINI*

KILAS BALIK SEJARAH DIDAKTIK PEMEROLEHAN BAHASA ASING (BAGIAN I) PENGANTAR Mery Dahlia Hutabarat FPBS-IKIP Bandung

Radio D Teil 1. Deutsch lernen und unterrichten Arbeitsmaterialien. Pelajaran 08 Penyamaran Orang Tak Dikenal Terkuak

BAB I PENDAHULUAN. Majunya dunia pendidikan sebaiknya diikuti oleh kemampuan seseorang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang penting dalam

PENGGUNAAN KARTU KATA PADA PEMBELAJARAN KOSAKATA BERAFIKS DALAM KETERAMPILAN MENULIS BIPA TINGKAT DASAR

BAB I PENDAHULUAN. Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu yang membedakan manusia dengan binatang adalah bahasa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan secara holistik,

BAB I PENDAHULUAN. Usia anak-anak adalah salah satu periode yang tepat untuk belajar bahasa. Masa anakanak

PENGGUNAAN TEKNIK PERMAINAN KOTAK KATA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA

BAB III METODE DAN TEKNIK PENELITIAN. Pada bab ini akan dipaparkan tentang metode penelitian, sumber data dan

BAB IV ANALISIS PEMANFAATAN TEKNIK MENYANYI DALAM PEMBELAJARAN HAFALAN KOSAKATA BAHASA ARAB SISWA MIS KERTIJAYAN BUARAN PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Hana Haniefah Latiefah, 2013

BAB I PENDAHULUAN. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses pembelajaran.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM MATAKULIAH MEMBACA PEMAHAMAN (LESEVERSTEHEN IV) DENGAN MODEL CONCEPT MAPPING

TINJAUAN PUSTAKA. seseorang dalam proses pembelajaran (Suparlan, 2004: 31). Di dunia

MENGENAL GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK. Oleh Mansur HR Widyaiswara LPMP Provinsi Sulawesi Selatan

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam pembelajaran bahasa, salah satu bahan ajar dasar penting yang

MODEL PEMBELAJARAN MENULIS PENGALAMAN PRIBADI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ALFA (EKSPERIMEN KUASI)

BAB I PENDAHULUAN. Keterampilan menyimak dalam bahasa asing merupakan salah satu. keterampilan bahasa yang reseptif di samping keterampilan membaca.

UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA MELALUI NYANYIAN/LAGU BAGI ANAK USIA DINI

SILABUS HÖREN I JR 212. Pepen Permana, S.Pd.

BAB I PENDAHULUAN. keterampilan membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Pada pembelajaran

BAB 1 PENDAHULUAN. yang menjadi daya tarik itu sendiri yaitu bahasa Indonesia. Dewasa ini, banyak

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

BAB V PENUTUP KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan. (berkomunikasi), saling belajar dari orang lain, dan saling memahami orang

BAB I PENDAHULUAN. kecenderungan; sikap, muatan/nilai dan kemampuan guna meningkatkan kemampuan

BAB 1 PENDAHULUAN. Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) merupakan

PENGGUNAAN MULTITEKS PADA PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEPANJEN

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang mempunyai peranan

BAB I PENDAHULUAN. reseptif yang meliputi menyimak (Hörfertigkeit) dan membaca (Lesefertigkeit),

BAB I PENDAHULUAN. Demikian juga halnya dengan belajar bahasa Jerman. Dalam bahasa Jerman

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa sebagai berikut.

BAB 1 PENDAHULUAN. Musik adalah suatu hasil karya seni bunyi dalam bentuk lagu atau

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Hal ini

BAB I PENDAHULUAN. menaruh harapan besar terhadap pendidikan demi perkembangan masa depan bangsa ini,

BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas Penggunaan Teknik Clustering Terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi Bahasa Jerman

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bahasa adalah rangkaian bunyi-bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia

STATIONENLERNEN SEBAGAI SALAH SATU INOVASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN

BAB I PENDAHULUAN. bahasa. Pengajaran bahasa pada umumnya bertujuan agar mahasiswa dapat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. Grammatikvisualisierung dalam pengajaran gramatika bahasa Jerman lebih efektif

Pemanfaatan Lagu Anak Indonesia dalam Keluarga Sebagai Upaya Menumbuhkan Literasi Pada Anak

BAB II LANDASAN TEORI

Bahan Ajar BAB I KONSEP, DAN PENTINGNYA SENI MUSIK

KEMAMPUAN MENYIMAK (HŐREN) SISWA KELAS XI KETERAMPILAN SMA NEGERI 6 MALANG

PENERAPAN METODE RESITASI PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS BAHASA JERMAN TEMA IDENTITAS DIRI KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 7 MALANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. dimengerti dan digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain. Adapun cara-cara

2013 PENGGUNAAN MEDIA LAGU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA DALAM MENULIS PUISI

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP Nomor 5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Anita Novianti, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan dasar manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah komunikasi.

Transkripsi:

LAGU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN Nining Warningsih Abstrak. Suatu pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila prosesnya berjalan menyenangkan. Lagu sebagai salah satu alat penyampai informasi dan cetusan perasaan sangat digemari banyak orang termasuk anak-anak muda. Dalam tulisan ini dibahas penggunaan lagu sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jerman. Penggunaan lagu dalam pembelajaran dapat membangkitkan motivasi pembelajar, karena melalui lagu pembelajaran akan lebih menyenangkan, suasana di kelas akan lebih santai dan materi yang disampaikan akan lebih cepat diterima dan dipahami. Kata kunci : lagu, bahasa Jerman, pembelajaran Pendahuluan Dewasa ini pembelajaran bahasa asing semakin diminati. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya instansi dan sejenisnya yang menawarkan kursus berbagai bahasa asing, termasuk bahasa Jerman. Fenomena ini tentu saja merupakan peluang yang menggembirakan bagi pengajar bahasa Jerman, namun sekaligus juga merupakan tantangan. Dengan semakin banyaknya tempat penyelenggaraan kursus berarti semakin tinggi pula tingkat persaingan. Setiap penyelenggara kursus tentu saja akan berusaha menawarkan yang terbaik bagi para pesertanya, baik dalam segi sarana maupun proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menyenangkan merupakan salah satu faktor yang dapat menunjang keberhasilan suatu pembelajaran. Untuk itu dituntut kreativitas yang tinggi dari para pengajar untuk terus mencari teknik-teknik pembelajaran yang dapat menciptakan suasana pembelajaran seperti yang diharapkan dalam menyampaikan materi pelajaran. Penggunaan lagu dalam pembelajaran merupakan salah satu alternatif untuk dapat membangkitkan motivasi pembelajar. Melalui lagu suasana pembelajaran menjadi lebih santai dan materi pembelajaran biasanya dapat dengan cepat dihapal. Untuk itu dalam tulisan ini aka dipaparkan penggunaan lagu dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jerman. Hakikat dan Kegunaan Lagu dalam Pembelajaran Bahasa a. Hakikat Lagu Menurut Hamdju (1980) lagu adalah cetusan ekspresi dasar dari hati manusia yang dikemukakan secara teratur dalam bentuk bahasa bunyi. Sementara Wagner dan Zeigler (1982) menyebutkan bahwa lagu merupakan penyampaian informasi serta pernyataan perasaan. Pendapat yang senada tentang lagu (nyanyian) juga dikemukakan oleh Brooks dan Brown sebagaimana dikutip Nuyten (1994). Brooks dan Brown mengatakan bahwa musik merupakan bentuk bahasa yang mengekspresikan perasaan kepada orang-orang yang mendengarnya, sedangkan nyanyian adalah

ekspresi musik dalam bentuk kata-kata yang diucapkan dan tertulis. Berdasarkan ketiga pendapat di atas dapat dikatakan bahwa lagu dapat berfungsi sebagai alat komunikasi di antara sesama manusia, karena melalui lagu orang dapat mengekspresikan perasaan kepada orang lain yang mendengarnya. Kegunaan Lagu dalam Pembelajaran Bahasa Asing Dommel dan Sacker (1986) dalam bukunya Lieder und Rock im Deutschunterricht menyebutkan bahwa penggunaan nyanyian dan musik rock memberikan banyak manfaat dalam proses pembelajaran bahasa asing, karena lagu dapat menyentuh emosi pendengar. Melalui lagu pembelajar dapat ikut berpartisipasi lebih aktif dan mengembangkan sensibilitas, pengalaman serta kreativitasnya dalam pembelajaran, sebagaimana diungkapkannya : Allerdings sind wir der Meinung, dass dieses Medium gerade dadurch, dass es im Hörer Emotionales/ Nichtsprachliches anspricht, besondere Vorteile für den fremdsprachlichen Untericht bietet. Es erlaubt, wie kein anderes Medium, dem Schüler mit seiner Sensibilität, mit seiner Erfahrung, seinen kreativen Fähigkeiten in den Unterricht einzubeziehen (1986: 11). Alasan lain mengapa nyanyian dapat dipakai dalam pembelajaran bahasa dikemukakan Nambiar dan Ostojic dalam Nuyten (1994). Menurut Nambiar Songs introduce an atmosphere of gaiety, fun and informality in the classroom which is far more conducive environment for language learning than a strictly regimented atmosphere where students are pounched upon for the leas bit of deviation from grammatical norms or for making any unnecessary noice. Pendapat yang hampir sama dikemukakan Ostojic yang mengatakan : While listen to music the students can experiment with foreign words an expression. In an atmosphere of trust, joy and relaxion, the students are ready to enjoy a new and precious experience. Berdasarkan kedua pendapat di atas tampak bahwa baik Nambiar maupun Ostojic menekankan pentingnya suasana yang menyenangkan dalam proses pembelajaran agar tercipta lingkungan yang kondusif, sehingga pelajaran yang disampaikan, dalam hal ini pelajaran bahasa dapat dengan mudah diterima pembelajar. Suasana yang menyenangkan tersebut dapat ditemukan antara lain dalam pembelajaran melalui lagu. Wagner dan Zeigner (1982:5-6) mengungkapkan Das Singen im Unterricht hilft Hemmschwellen abbauen. Penggunaan nyanyian dalam pembelajaran dapat mengurangi rasa takut bagi pembelajar. Dalam pembelajaran dengan lagu, guru hendaknya mempertimbangkan jenis nyanyian/lagu apa yang sesuai dengan pembelajar. Hal ini penting diperhatikan agar pembelajar mempunyai motivasi, minat serta bersikap positif terhadap materi pelajaran yang diajarkan. Ada beberapa kriteria dalam memilih lagu yang cocok untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa asing. Menurut Dommel dan Sacker (1986) kriteria tersebut meliputi : 1. Musik dan irama sebuah lagu sebaiknya tidak mempengaruhi atau mendominasi pembelajar, karena hal ini dapat megurangi pemahaman pembelajar terhadap lagu tersebut. Adapun faktor-faktor yang dapat menyulitkan pembelajar untuk mengerti sebuah lagu adalah :

- musik pengiring (back sound) terlalu keras, sehingga menutup suara penyanyi - lagu dinyanyikan terlalu cepat dengan suara yang terlalu dibuat-buat - dialek 2. Perpaduan musik, irama dan teks hendaknya serasi dan teks lagu ditonjolkan sedangkan musik hanya berfungsi sebagai pengiring. 3. Teks lagu hendaknya jelas dan tidak terlalu sulit untuk dipahami serta mudah bagi pembelajar untuk ikut menyanyikannya. Selain itu harus pula diperhatikan beberapa hal yang menyangkut pembelajar itu sendiri, yakni : - taraf penguasaan bahasa asing yang dipelajarinya, tingkat pemula atau lanjutan - usia pembelajar, remaja atau dewasa, serta - minat pembelajar terhadap lagu-lagu tertentu. Penggunaan nyanyian dalam pembelajaran bahasa asing tidak hanya menyangkut aspek menyimak, berbicara dan kosakata, melainkan juga struktur dan aspek budaya. Melalui nyanyian berbagai aspek budaya suatu negara dapat diperkenalkan. Gasser dan Waldman sebagaimana dikutip oleh Celce (1978:49) mengemukakan : Finally songs can be a way of introducing various aspects of American culture or of stimullating a conversation in cultural contrast and similarities. Dalam belajar bahasa asing penggunaan nyanyian atau musik memungkinkan pembelajar untuk mencapai tujuan akhir dalam proses belajar mengajar, yakni kemampuan memahami bahasa asing tersebut baik dari segi struktur maupun kosakatanya. Latihan-latihan struktur dengan menggunakan nyanyian dapat membiasakan pembelajar menggunakan kata-kata atau ungkapan-ungkapan dalam bahasa asing. Lagu dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Jerman Untuk memberikan gambaran tentang penggunaan lagu dalam pembelajaran bahasa, berikut disajikan suatu model pembelajaran dengan lagu, khususnya dalam pembelajaran bahasa Jerman. Judul Lagu : Monotonie (Anette Humpe, 1981) Tujuan : Pemantapan tata bahasa (preposisi), kosakata dan Landeskunde Sasaran : Tingkat Dasar Media : Tape recorder dan lembar latihan Langkah-langkah pembelajaran : 1. 2. Pengajar menuliskan kata Urlaub (liburan) di papan tulis dan menyuruh pembelajar menyebutkan hal-hal yang berhubungan dengan kata tersebut, kemudian pengajar menuliskannya di papan tulis. Pembelajar mendengarkan lagu tanpa teks, kemudian mencatat kata-kata yang mereka dengar. Pengajar mengumpulkan dan menuliskannya di papan

3. 4. 5. 6. 7 8. 9. tulis. Pembelajar disuruh mengemukakan pendapatnya tentang musik yang mereka dengar, bercerita tentang lagu tersebut dan menebak judul lagu tersebut. Pembelajar mendengarkan lagu sekali lagi. Pembelajar melengkapi katakata yang telah dituliskan di papan tulis oleh pengajar. Pembelajar dalam kelompok kecil (yang terdiri dari dua atau tiga orang) diberi teks lagu yang terserak (Textpuzzle), kemudian menyusunnya. Sebagai kontrol pembelajar mendengarkan lagu sekali lagi sambil memeriksa teks mereka. Pembelajar membaca teks. Pengajar menerangkan kata-kata yang belum mereka kenal. Pembelajar dibagi lembar latihan 1 dan melengkapi teks rumpang. Pembelajar mendengarkan lagu sambil turut bernyanyi Pembelajar dibagi lembar latihan 2 (berupa gambar) dan disuruh menuliskan teks iklan untuk gambar tersebut. Selanjutya teks tersebut ditempelkan di papan tulis dan dibacakan. Kesimpulan Dari contoh pembelajaran yang dipaparkan di atas tampak bahwa dalam satu kali penyajian lagu dalam pembelajaran tidak hanya keterampilan mendengar yang dilatih, tetapi keempat keterampilan berbahasa secara terintegrasi sekaligus dilatih. Selain itu aspek yang dilatih tidak hanya terbatas pada tata bahasa, melainkan mencakup kosakata dan Landeskunde. Dalam pembelajaran melalui lagu suasana belajar di kelas lebih santai dan menyenangkan, sehingga dapat mengurangi ketegangan dan perasaan takut pembelajar untuk berbicara dan mengerjakan latihan-latihan. Pembelajar lebih termotivasi untuk belajar, materi yang dipelajari pun mudah diserap dan dihapal, karena tanpa sadar mereka akan terus mengulanginya dengan menyanyikannya. Pustaka Rujukan Celce, Mariane et al. (1978). Teaching english as a second or foreign language. Rewley, Massachusetts: Newbury Haouse Publishers, Inc. Dommel, Hermann und Sacker, Ulrich (1986). Lieder und Rock im Deutschunterricht. München : J. Gotteswinter GmbH. Hamdju, Atam. (1980). Pengetahuan Seni Musik, Jilid Ketiga. Jakarta : Mutiara Sumber Widya. Humpe, Anette. (1981). Monotonie aus der LP Ernst des Lebens. WEA-Musik GmbH. Lado, Robert. (1971). Moderner Sprachunterricht. München: Max Hueber Verlag.

Nuyten, Ronald. (1994). Pengaruh Teknik Pembelajaran Struktur Bahasa Jerman dan Kepekaan terhadap Musik pada Hasil Belajar Mahasiswa Strata Satu Program Studi Bahasa Jerman FPBS IKIP Jakarta. Tesis. Jakarta: Pascasarjana IKIP jakarta. Wagner, Detlev und Zeigner, Petra. (1982). Mit Liedern lernen. München: Verlag für Deutsch.